Penulis dan Kopi

Saturday, April 20, 2013

Penulis dan kopi


Lagi-lagi tentang kopi. Memang minuman yang satu ini ngga ada matinya. Jangankan meminumnya, baru membicarakan saja sudah memberi sensasi tersendiri bagi panca indera.

Entah sudah berapa banyak penulis yang bercerita tentang kopi dalam karyanya. Atau menjadikan kopi sebagai benang merah dalam setiap tulisannya. Sebut saja “ Filosofi Kopi” Dewi Lestari, atau “ The Coffee Memory “ Riawany Elita, “ Cinta Dalam Gelas “ Andrea Hirata, “ Club Camilan “. Itu baru yang berbentuk novel dan ditulis oleh penulis dalam negeri, belum lagi kumpulan cerita seperti antologi “ The Coffe Shop Cronicles sampai “ Antologi Kopi Tubruk”.

Untuk novel luar, sebut saja “ The Various Flavours of Coffee”- Anthony Capella.

Memang minuman hitam ini punya segudang cerita untuk dikupas. Di samping rasanya yang memang sensasional, bagi sebagian orang kopi memang merupakan sumber inspirasi. Penulis adalah salah satu kalangan yang paling dekat kehidupannya dengan kopi.

Saya pribadi adalah penyuka kopi. Bahkan cerita tentang kopi sudah berulang kali saya ulas di blog ini, seperti disini dan disini. Saya dan kopi ibarat sepasang kekasih remaja, malu-malu mau atau malu-malu rindu. Ya , saat ini karena saya lagi hamil, maka konsumsi kopi saya kurangi, akibatnya saya seperti yang dikatakan tadi, ingin selalu minum seperti kondisi sebelum hamil, namun demi kesehatan bayi yang saya kandung, jadi dengan segala kesadaran saya pun menguranginya. Walau terkadang saya tetap juga curi-curi kesempatan untuk sekedar mencicipinya, Bagaimanapun juga yang namanya sudah jatuh cinta, susah berpisah darinya.

Balik lagi ke hubungan antara kopi dan penulis. Tidak semua, namun dari semua teman penulis yang saya kenal, kebanyakan menjadikan kopi sebagai teman saat menulis. Sebagai seorang blogger, saya pun demikian. Karena bekerja dari pagi hingga sore, bahkan tak jarang saya baru sampai di rumah menjelang Isya, maka waktu yang saya miliki untuk menulis adalah di saat jam dinding telah condong ke posisi kanan. Bukan hanya bagi pekerja seperti saya, kebanyakan penulis yang notabene ibu rumah tangga pun memiliki kebiasaan menulis di jamnya orang tidur. Tak heran menjelang tengah malam sampai pagi, media social seperti FB , Twitter  pun diramaiakan oleh para penulis yang sedang bergentayangan. Dan biasanya, kopi menjadi topic yang sering mengisi kolom komentar dan postingan di timeline.

Sejujurnya, kalau ada yang mengatakan dengan meminum kopi ide-ide akan keluar, saya tidak terlalu mengamininya. Karena sejauh ini, saya meminum kopi saat menulis bukan untuk memancing ide keluar, tapi lebih kepada menginginkan efek kafein yang bisa memperlama kondisi mata dalam keadaan melek dan otak tetap terjaga. Karena setahu saya salah satu fugsi kafein adalah mengubah cadangan lemak menjadi energy. Itulah yang saya butuhkan dari secangkir kopi di malam hari.

Mengapa bisa demikian ?

Salah satu hal yang membuat kita mengantuk adalah senyawa adenosine dalam sel otak. Jika zat ini terikat oleh receptornya, secara otomatis akan memperlambat aktivitas sel tubuh dan menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Kondisi ini terjadi jika tubuh dalam keadaan lelah. Untuk menghilangkan pengaruh senyawa adenosine ini diperlukan tidur . Ya tidur akan membantu otak untuk membersihkan senyawa adenosine penyebab ngantuk tadi.

Dan ternyata kafein dapat menyaingi fungsi adenosine, terutama dalam membuat ikatan dengan receptornya. Kafein membuat tubuh tidak merespon terhadap perintah-perintah adenosin, karena receptor di otak lebih sibuk bergulat dengan kafein. Dengan kata lain,kafein membalikkan semua kerja adenosin. Itulah sebabnya dengan meminum secangkir kopi yang mengandung kafein, rasa kantuk bisa dihalau.

Namun, perlu diketahui, kafein dapat mencapai otak dan masuk ke system saraf melalui saluran darah membutuhkan waktu 15-20 menit setelah seseorang meminum kopi. Jadi sebenarnya cara yang paling ampuh untuk mengusir ngantuk dan membuat tubuh tetap terjaga adalah setelah minum kopi sebaiknya kita tidur sebentar kurang lebih 15 menit. Karena saat tidur senyawa adenosine akan dibersihkan, Dan saat kita bangun, kafein juga telah mulai bereaksi. Ini lebih ampuh dibanding hanya meminum kopi saja. Saya biasanya seperti itu.

Konon katanya, kafein memang masuk dalam kelompok zat yang dapat menstimulus kerja otak. Dengan meminum kafein, tubuh akan memperoleh kekuatan ekstra untuk berperang melawan rasa lelah, karena munculnya semangat yang tinggi. Nah semangat yang tinggi itu saya rasa yang bisa menelurkan ide-ide saat menulis.

Jadi bukan karena minum kopi terus ide jadi meluber-luber. Tapi kopi bisa membuat kita terjaga.

Namun, seperti hukum alam, segala sesuatu yang berlebihan akan memberi dampak negatif pada tubuh. Pun demikian dengan kafein yang terdapat pada kopi. Karena walaupun pada malam hari kita bisa terjaga dan merasa fit, tetapi tubuh tetap akan menghasilkan senyawa adenosine tadi secara berkala sepanjang hari. Itulah sebabnya kalau kita bergadang di malam hari, maka siangnya akan mengantuk. Kalau sudah mengantuk kita akan mengulang ritual yang sama. Lama kelamaan konsentrasi kafein di dalam tubuh akan menumpuk, dan tentu saja dapat menyebabkan penyakit.

Jadi para penulis, minumlah kopi sesuai ambang batas tubuh. 240 mg perhari cukup untuk membuat stamina tubuh oke. Karena tulisan-tulisan bergizi akan dihasilkan oleh tubuh-tubuh dan pikiran penulis yang sehat













5 comments on "Penulis dan Kopi"
  1. ketika sudah addcit sama sesuatu, pasti hal terburuk di lupakan :)
    kalau saya lebih suka air mineral sih, kalau sedang apa pun termasuk nulis :)

    ReplyDelete
  2. Meminum kopi maksimal 3 gelas per-hari loh.. *via twit @blogdokter*

    ReplyDelete
  3. selamat berlomba ya..semoga bisa menjadi salah satu yang terbaik...salam hangatnya kopi dari makassar :-)

    ReplyDelete
  4. Terima Kasih Partisipasinya
    Good Luck :)

    Salam,
    hangat,
    Lisa Gopar

    ReplyDelete
  5. wah sipp nih info tentang kopinya..lumayan buat bahan renungan..makasih,.mba,,,

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature