Showing posts with label financial. Show all posts

#Banker's Life : Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit

Hal-hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit




Holaaa, yang belum tahu, di Windiland, tiap Senin sesinya #Banker'sLife ya.

Kemarin ada yang request untuk ngomongin kartu Kredit. Yo wis mari kita obrolin wae.

Disclaimer : tulisan ini berdasarkan pengalaman penulis, bukan berdasar aturan khusus bank tertentu.

Kartu Kredit Itu Apa?

Ini saya jelasin dikit dulu yah, karena walaupun kartu kredit bukan benda asing lagi di masyarakat, tapi masih banyak juga yang belum tahu sebenarnya kartu kredit itu apa sih.

Sama ngga dengan kartu debet?.

Ya bedalah, namanya aja udah beda, xixixi.

Moms,Ini Lho 11 Tips Mengatur Uang Belanja Agar Cukup Sampai Akhir Bulan

[Sponsored Post]



11 Tips Mengatur Uang Belanja Agar Cukup Sampai Akhir Bulan

Masalah uang belanja bagi ibu-ibu memang bukan hal yang sepele. Butuh 1001 jurus agar bisa selamat sampai akhir bulan.

Walaupun saya bekerja yang notabene memiliki gaji sendiri, tapi saya termasuk orang yang hemat lho dalam hal mengatur uang belanja.


Iyalah kalau ngga diatur sedemikian rupa, bisa habis aja dong uang yang dikasi suami. Padahal konon katanya,baik buruknya perekonomian keluarga ya ada di tangan istri.

Nah sekarang saya mau bocorin nih gimana kebiasaan belanja saya selama ini sehingga bisa selamat sampai akhir bulan,dan tercukupi semua kebutuhan keluarga.

1. Ingat dulu prinsip dasar pengaturan keuangan

Sebenarnya penyebab keuangan keluarga morat-marit itu adalah ketidakseimbangan antara pengeluaran dengan pemasukan, alias besar pasak daripada tiang.

Yup, sebagai seorang istri kita harus tahu berapa gaji suami. Tujuannya biar kita tidak besar pasak daripada tiang tadi. Yang namanya pengeluaran jangan sampai melebihi penghasilan. Ingat dulu ya prinsip dasar ini kalau mau keuangan keluarga terkendali dan uang belanja aman sampai akhir bulan.

2. Tentukan Budget Belanja Bulanan

Setelah tau gaji atau pemasukan keluarga,kemudian tentukan budget untuk belanja bulanan.

Biar gampang saya kasih contoh,di keluarga saya aja ya.

Saya punya budget sebulan itu 1 juta untuk belanja basah, dan 2 juta untuk belanja kering.

Belanja basah itu maksudnya belanja sayur,ikan, cabe, tomat, bumbu dapur.

Nah budget sejuta itu saya bagi menjadi 4, karena saya belanjanya tiap seminggu sekali. Jadi sekali belanja harus dicukupkan sebesar 250 ribu aja.

Ini disesuaikan dengan budget masing-masing keluarga yah, tergantung penghasilan juga.

Jadi setiap Sabtu saya bakal belanja untuk keperluan makan seminggu. Saya biasanya belanja di kedai dekat rumah yang lumayan komplit.

Seminggu itu,untuk makan 4 orang dewasa plus 2 balita, isinya ini :


  • Ikan 2 kg, biasanya saya beli 4 jenis ikan, setengah kiloan tiap jenis
  • 1 ekor ayam
  • 1/2 kg udang
  • seperempat teri belah/ teri medan
  • 20 butir telur
  • 1/2 kg cabe merah
  • 2 ons cabe hijau
  • 2 ons cabe rawit
  • wortel 4 biji
  • brokoli
  • bayam 3 ikat
  • kangkung 2 ikat
  • pakis 2 ikat
  • labu jipang
  • kol, terong ungu
  • tomat sekilo
  • Jagung manis 3 biji
  • bawang merah 1/4 kg
  • Bawang putih, jahe,bawang bombay
  • Tahu, tempe
  • Seledri dan daun bawang
  • bumbu ayam goreng
  • kelapa 1butir
  • Kentang 1/2 kg
Itu cukup tuh 250 ribu. Kadang bisa kurang, tapi biasanya pas sih. Nah itu cukup banget untuk seminggu.

Sedangkan belanja kering, maksudnya ya belanja kebutuhan rumah tangga tapi yang kering-kering, seperti, minyak goreng,gula,teh, garam,sabun,detergent, susu,diapers.

Nah untuk belanja kering ini saya punya cara yang berbeda dengan kebanyakan orang.

Bagaimana caranya ?

Lanjut yuk ke no.3.

3. Beli saat habis saja

Iyaa, belilah belanjaan kering hanya pas habis saja.

Kebanyakan kalau saya baca artikel artikel tentang pengaturan keuangan,  pasti menyarankan agar belanja keperluan rumah tangga langsung banyak sekalian untuk sebulan.

Tapi berdasar pengalaman selama 8 tahun berumah tangga, setelah saya bandingkan , ternyata belanja bulanan sekaligus itu malah lebih boros 

Ngga percaya?

Coba deh kalau kita belanja di supermarket pas abis gajian. Pasti deh celamitan tuh tangan, yang ngga perlu-perlu pun dimasukin keranjang even udah bawa catatan belanja. Jadi mata keranjang deh. 

Apalagi kalau belanjanya di supermarket besar yang di mall, eh pas naik atau turun eskalator ndilalah diletakin aneka camilan di sepanjang eskalator. Udah deh yang tadinya ga ada di list belanja,eh malah masuk keranjang. Segala macam Chitato, lays, Qiteli langsung pindah tempat.

Trus biasanya kalau kita belanja bulanan gitu, bawaannya kalap. Segala dibeli,misalnya biasanya beli shampoo doang, eh karena di samping shampoo ada conditioner ya udah sekalian dibeli.

Yang biasanya ga beli coklat,eh coklat masuk keranjang. Yang akhirnya belanjanya melebihi budget, atau ngga tetap sesuai budget tapi nyampe rumah eh bayak yang kurang, alias ngga nyampe dong untuk kebutuhan sebulan.

Makanya kalau saya sekarang udah ga pernah belanja bulanan untuk belanja kering, Saya belanja kalau habis saja 

Minyak goreng habis,ya beli minyak goreng. Beras habis,ya beli beras. Detergen habis ya beli detergen.

Lagian karena ngga nyetok jadi makainya lebih hemat lho.

Coba deh perhatikan,kita cenderung lebih boros kalau tahu ada stok minyak goreng banyak di lemari .Tapi kalau ngga ada stok malah hemat-hemat makainya. Sabun juga gitu, kalau banyak stoknya makainya seenaknya, belum abis banget pun udah buka kemasan baru. Kalau pas-pasan, misalnya sabun, ntar pas udah abis pun masih diupayakan buat dipake. yang ditungginginlah botolnya, sampai ditambah air, dikocok-kocok, biar tetap ada busanya, hahahaha. Duh jeng kok malah curcol sih.

4.Survey Tempat Belanja

Langkah ke 4 yaitu lakukan survey tempat belanja.

Yang namanya tempat belanja sekarang kan banyak banget yah, ada yang di mall, minimarket pribadi, atau minimarket franchise yang banyak berserak dimana-mana.

Nah bandingin tuh harga- harga disana.

Biasanya tiap tempat belanja itu ada yang diunggulkan masing-masing,makanya kita butuh survey.

Misal di supermarket A, dia untuk susu lebih murah, tapi diapers mahal. Atau di minimarket B,minyak goreng sering promo murah, tapi kebutuhan toiletris lebih mahal

Makanya surveynya harus cermat,hahaha dasar ibu ibu ya.

Cara membandingkannya ga melulu soal mana yang harganya lebih murah, tapi juga pertimbangkan dari keuntungan yang ditawarkan tempat belanja tersebut. Karena kan biasanya masing masing punya promo menarik, maka nanti bisa diitung dan dilihat mana yang paling menguntungakn.


5. Pilih Tempat Belanja Terdekat

Yup, ini sih cara saya ya. Karena alasan saya belanja kalau sudah habis,maka faktor jarak menjadi penentu. Salah satu tujuannya biar ga macem-macem juga jadinya belanjanya. Karena kalau jauh kan kita biasanya harus dandan nih mau keluar rumah. Kalau udah dandan eh jadi sekalian jalan- jalan. Sekalian jalan- jalan ntar jadi makan di restoran, bawa main anak, walah mau belanja kok malah sampingannya lebih gede pengeluarannya.

Makanya cari yang deket, biar tujuannya memang buat beli yang diperlukan aja.


Sanking dekatnya. belum mandi pun pede aja ke alfamart


6. Pilih tempat belanja yang tidak terlalu besar

Kenapa? 

Biar hemat.
Biar tangan ngga celamitan
Biar ringkes juga milihnya

Iyaa lho, kadang kalau kita belanja di supermarket, mau beli diapers aja pusing banget dengan merk-merk yang terpampang di depan mata. Padahal biasanya misalnyanya beli merk Mami poko, eh pas lihat ada merk merries trus pengen coba, trus bingung nentuin mana yang paling murah,trus galau menimbang mana yang mau dipilih. Ya keles mau belanja aja kok malah bikin galau.

Makanya pilih tempat belanja yang barangnya ga terlalu banyak tapi tetep komplit.

Maksudunya  ,semua barang ada. Mau diapers,  susu, minyak goreng, semua ada, tapi pilihannya ga terlalu banyak. Jadi menyederhanakan hidup juga sih, daripada galau nentuin. mau beli minyak goreng bimoli atau filma, 

7. Setia di Satu tempat

Bukan sama pasangan aja harus setia, tapi untuk urusan belanja juga kita harus setia. 

Kenapa?

Ya biar jadi langganan.

Keuntungan jadi langganan itu banyak banget, 

Pertama dikenal sama penjualnya, biasanya kalau udah kenal, harga bisa lebih murah lho.Namanya juga langganan. Kayak saya tuh, belanja basahnya kan cuma di satu kedai, jadi yang punya udah kenal, trus dah hapal banget sama barang-barangnya, tempatnya, pelayanannya, jadi lebih ringkes.

Datang, langsung menuju tempat ikan, pilih ikan berbagai jenis, minta timbang, trus minta bersihkan, lanjut ke rak sayur, ambil sayur, lanjut ambil kentang, wortel, dan lain-lain. Pokoke jadi menghemat waktulah Ingat waktu adalah uang, hemat waktu sama dengan hemat uang, ahsek


Kedua, kita udah hapal harga barangnya, jadi udah langsung tahu, misalnya kalau bawa duit 100 ribu, itu cukup buat beli barang apa aja. 

Yup, ya kayak saya belanja sayur mayur itu, karena udah biasa jadi tahu aja apa yang harus saya ambil, berapa jumlahnya, timbangannya, supaya ngga lebih dari budget saya sebesar 250 ribu.

Jadi misalkan, lagi pengen makan daging, berarti ikannya dikurangi jumlahnya, biar tetap 250 ribu. 

8. Gunakan kartu Anggota

Untuk minimarket atau supermarket, biasanya mereka menawarkan kartu anggota, atau kartu member. Nah jangan lewatkan penawaran ini, karena menjadi member itu banyak keuntungannya.

Contohnya saya nih, saya kan tempat belanja keringnya itu adalah alfamart yang deket banget dengan rumah, cuma di depan komplek doang letaknya, makanya suka belanja disitu. Soale syarat-syarat di atas yang saya utarakan tadi terpenuhi semua.


  • Lengkap tapi ngga terlalu banyak merk yang disediakan, jadi cepet kalau milih ngga galau.
  • Sering ada promo. Beli satu gratis satulah, atau promo tebus murah dengan belanja produk sponsor sejumlah tertentu.
  • Trus sering juga dapat SMS untuk mendapat gratis produk tertentu. Saya beberapa kali udah pernah dapat SMS yang berisi kode tertentu yang bisa ditukar susu, pernah juga ditukar diapes, wah serulah.


Nah, karena udah langganan disitu, jadi saya bikin dong kartu membernya. Namanya Kartu AKU Ponta.


Kartu AkU Ponta ini adalah kartu member untuk pelanggan Alfamart. Kalau belanja di Alfamart sejumlah tertentu, ntar bisa dapat kartu AKU Ponta ini GRATIS.

Ngga usah pikir panjang, pokoknya kalau belanja di Alfamart langsung bikin kartu membernya, biar ntar belanja berikutnya bisa dapat poin atau stamp.



Kenapa kita harus punya kartu member?

Karena banyak banget keuntungan yang bisa kita peroleh dalam rangka menghemat dan mengatur uang belanja bulanan.
  • Tiap belanja bisa dapat point. Ntar pointnya bisa ditukerin barang, kan lumayan.
  • Bisa dapat stamp juga. Tiap belanja 40 ribu dapat 1 stam. Stampnya ini nanti bisa ditukarkan produk tertentu dari Alfamart.


9. Beli Produk Minimarket itu

Yoi, kayak di alfamart mereka kan punya beberapa produk sendiri, nah beli aja itu, biasanya harganya lumayan selisihnya dibanding merk lain. Kayak tissue, pembersih lantai, sabun cuci tangan, kalau ada yang merk minimarket tempat kita belanja, mending beli itu aja. Hemaaaat dan kualitasnya ngga jauh kok.


10. Waspada Promo

Apaan ini?

Hahaha iya, tips hemat berikutnya adalah, selalu waspada tiap ada promo di tempat belanja langganan kita.

Kayak saya yah, saya ngga terlalu fanatik dengan beberapa merk produk. Misalnya diapers, untuk diapers saya ngga saklek harus merk tertentu. Sebenarnya anak saya dua-duanya dari dulu pakai Merries, tapi kalau ternyata misalnya merek mami poko lagi diskon, ya saya beli aja mami poko. Soalnya yah diapers itu termasuk pengeluaran paling besar. Untungnya Tara sekarang udah ga pake diapers jadi budgetnya bisa dialihkan ke adiknya.


Susu juga gitu, saya biasanya beli kalau ada promo. Susu termasuk sering lho promo, makanya selalu waspada.

Sama juga dengan minyak goreng. Biasanya kan saya beli yang kemasan 2 liter. Harga normal tuh sekitar 22 ribu ke 27 ribu tergantung merk. Nah kalau saya mah, ngga pernah peduli merknya, pokoknya mana yang promo itu yang dibeli. Begitu lihat harga minyak goreng 20 ribu ke bawah. langsung beli beberapa biji. Bisanya dibatesin sih. 

Itu lumayan banget lho menghemat uang belanja.

Manfaatkan juga promo yang lagi berlangsung. kayak di alfamart tuh sering ada promo tebus murah cuma gopek. Jadi belanja produk sponsor misalnya senilai 75 ribu, bisa tebus murah cuma gopek, minyak goreng 2 liter. Lumayun banget kaaaan.

Kayak yang sekarang nih lagi berlangsung tuh, ada promo toples exclusive di alfamart. Nukerin 10 stamp ditambah beberapa rupiah udah bisa dapat toples exclusive. Sayang banget lah untuk dilewatkan. Kan bisa menghemat uang belanja untuk beli toples. Apalagi toples yang lagi promo ini bisa sekalian tempat bekal, tempat nyimpen makanan di kulkas, tempat nyimpen ikan, wah banyaklah gunanya. 

Ini penampakan toples yang lagi promo di alfamart



Kan bikin mupeng banget ya bu ibu. Toples vakum cantik yang 100 persen kedap udara, 100 persen kedap air, dan perlindungan anti bakterinya diyakini bisa menjaga makanan agar tetap segar dan tahan lama. Warnanya seger banget lagi. Yang bikin keren, si toples ini dilengkapi power vaccuum pump, itu lho pompa yang bisa mengeluarkan udara dari dalam toples, Jadinya udara-udara di dalam toples bisa dikeluarkan dalam waktu singkat sehingga toples langsung kedap udara. Kan cocok banget tuh buat nyimpen kerupuk dan aneka camilan di rumah.


Jadi, menjelang akhir tahun ini, Alfamart menyelenggarakan program loyalti yang merupakan bagian dari Kejutan Akhir Tahun (KAT) . KAT ini diadakan rutin setiap tahun, sebagai bentuk apresiasi bagi kita-kita nih konsumen yang telah mendukung kehadiran Alfamart selama ini.

Nah, koleksi toples vakum eksklusif yang kece banget itu bisa dimiliki oleh pelanggan Alfamart yang memiliki kartu AKU Ponta dengan cara menukarkan stamps doang.


Penampakan toplesnya di alfamart


Haaah gratis?

Ya nggalah. Tetep bayar tapi murah, Cuma nambah 4.900 aja plus tukar 12 stamps digital, udah dapet tuh toplesnya. Harga sesuai ukuran yah.


Jadi, gini cara mendapatkan toples exclusive ntu:

  • Belanja di Alfamart, tiap kelipatan 40.000, dapat 1 stamps. Kalau beli produk sponsor  tertentu dapat tambahan stamps. Produk sponsor bisa dilihat di katalog Alfamart.
  • Tukarkan stamp + nambah duit dikit untuk dapat toples.
  • udah gitu aja. gampang kan.



produk sponsor alfamart

Ada 2 cara penukaran toples, pakai stamp fisik atau stamp digital.

Stamp Fisik

Stamp fisik itu kayak gini

stamp fisik
Kalau mau tukar pakai stamp fisik bisa banget.

Stamp Digital

Apa itu stamp digital?

Sekarang tuh untuk ngumpulin stamps lebih praktis lagi, ngga perlu pake stamps fisik kayak selama ini. Soale kayak saya yang teledor, kadang stampsnya nyecer dimana-mana, kan sayang yah.

Alfamart sudah melaunching aplikasi Alfastamp yang bisa didownload melalui playstore ataupun appstore.


Registrasi seperti biasa, isi data diri.

Ntar tinggal masukin no kartu AKU Ponta kita, trus tunggu deh sampe 1-4 hari baru stamp digital kita  muncul di aplikasi.

Stamp digital yang terkumpul dari setiap aktivitas belanja kita akan terdata secara otomatis. 


noh stamp digital saya udah 21 biji

Trus, kalau kita  ingin menukarkan stamp digital dengan koleksi toples vakum eksklusif ini, bisa langsung menunjukkan AlfaStamp App pada kasir di toko Alfamart terdekat.



tukar pakai stamp digital jauh lebih murah

Oya, saat kita buka aplikasi pertama kali, otomatis kita bakal dapat bonus 5 stamps digital. Asik kan.

Periode pengumpulan stamps dari 1 Agustus sampai 23 Oktober 2016 ya bu ibu. Dan Penukarannya Cuma sampai 31 Oktober 2016. Makanya buruan belanja, biar ngga kehabisan.


Udah cukup jelaskan yah caranya.

Nih saya udah tukarkan stamps yang saya miliki nih. Keren banget deh toplesnya.



promo alfamart


Pokoknya jangan lupa memanfaatkan promo yang ada di tempat belanja langganan.

11. Jangan Sepelekan Duit Receh

Nah tips terakhir, jangan sepelekan duit receh. Jadi, setiap belanja di warung langgana, biasanya kan adaaa aja kembalian uang receh, entah 500, 200,300. karena receh, kadang kita sepele banget, letak aja entah dimana-mana. Nah mulai sekarang jangan begitu, beli dompet kecil untuk tempat uang receh tadi. Setiap ada kembalian receh, masukin ke situ. Percaya ngga percaya ini receh kalau dikumpulin bisa banyak lho.

Trus untuk apa?

Ya untuk belanja. Coba ya, dengan 1000 saja kita udah bisa beli daun seledri dan daun bawang. Seribu juga bisa buat beli bumbu, kayak buah pala, atau cengkeh, atau merica lho. atau kalau ngga, minimal banget buat bayar parkir, jadi ngga ada cerita uang receh dibuang-buang.

Kalau 11 tips belanja itu dilakukan, mudah-mudahan sampai akhir bulan ngga akan lewat budget deh. keuangan bakal aman, uang belanja ngga akan kurang.

Saya udah mempraktekannya bertahun-tahun sih, jadi berani nulis ini. Kalau uang belanja aman, hati jadi tenang ya bu ibu.

Seperti itulah 11 tips mengatur uang belanja agar cukup sampai akhir bulan. Kalau kalian cara mengatur uang belanjanya bagaimana?, share dong.




5 Tips Jitu Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak



Kemarin di rumah saya iseng nanya Tara, apa cita-citanya kalau besar nanti. Emak kepo pengen tau nih ceritanya.


Sebenarnya ngga berharap Tara bakal jawab yang fantastis sih, soalnya di usianya yang ketiga ini Tara palingan baru tau beberapa profesi doang,yaitu dokter,guru dan polisi. Itu doang.

Nah jadi pas ditanyain ini nih jawabannya.

Kesempatan Dapat Bekal Masa Depan 3 Milyar Nih dari Morinaga




Kalau dulu saat baru menikah trus ada yang nanya sama saya kira-kira saya pengen anak saya jadi apa ntar, pasti saya jawab pengen jadi dokter. Iyaa pengen deh punya anak dokter. Maklum yah itu kan cita-cita saya dulu yang ga kesampaian xixixi. Keren banget gitu lho kalau anak saya bisa jadi dokter.

Tanggal Tua Masih Merana?. Segeralah Bertobat Kawan

Berbahagialah orang yang masih bisa mengeluh saat tanggal tua


Lho kok?

Iyalah, berarti minimal dia pernah merasakan tanggal muda, alias masih ada penghasilan yang bisa diharapkan. 

Samalah kayak orang yang mengeluh kalau makan dimsum di pinggir jalan kagak enak, lha karena dia udah pernah makan dimsumnya Nelayan, jauuuuh rek jauuuh.

Jadi, tanggal tua itu patut disyukuri.

4 Macam Keuntungan Memiliki Bisnis Sampingan

bisnis sampingan

4 Macam Keuntungan Memiliki Bisnis Sampingan

Siapa yang tidak merasa senang ketika mendapatkan penghasilan lebih setiap bulannya dari bisnis sampingan yang ditekuni. Zaman sekarang nyaris tidak ada karyawan yang hanya mengandalkan gaji bulanan dari perusahaannya bekerja. Alasannya sederhana, yakni ingin mencari sela mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Kemudian terbersitlah banyak ide usaha-usaha yang cocok dijadikan sampingan oleh kalangan karyawan. Semakin lama semakin banyak karyawan yang memiliki 2 bahkan 3 jenis pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan.

Belanja Hemat Ala Emak Rempong

Suami saya sering bilang, kalau saya itu kelihatannya aja ngga pernah belanja-belanji, tapi tau-tau barang belanjaan sudah nyampe di rumah tanpa terdeteksi, xixixi.

Iya, saya suka sekali belanja online. Karena belanja online itu banyak banget dapet diskonan, dan penawaran voucher, termasuk potongan belanja dari point pulsa provider nomor hape kita lho. Belanja online itu menurut saya jauh lebih hemat, asal pinter pilih website dan rajin ngeliatin promo-promonya.

Mengelola Keuangan Keluarga Ala Ibu Bekerja

Dulu, saat masih single, rasanya gaji saya yang tak seberapa itu kok cukup-cukup aja ya buat hidup. Eh giliran nikah, yang berarti punya penghasilan tambahan dari suami kok yaaa kayaknya kebutuhan hidup itu makin lama makin besar. Apalagi setelah punya anak, widih rasanya gaji sebesar apapun pengennya lebih lagi lebih lagi.

Dapat suami yang orangnya sloooow banget. Apa-apa dibawa nyantai. “ Tenang aja dek, rezeki udah ada jatahnya, ngalir aja jangan khawatiran gitu”

Iya sih rezeki emang udah yang ngasih, lha giliran udah ditangan kalau ngga diatur piye dong. Bisa-bisa capek-capek kerja, cuma dapat tagihan doang, ngga bisa punya apa-apa dan ngga bisa ngapa-ngapain. Ya gitu kalau jodohnya suami yang anteng, nyantai kayak di pantai.

Saya mah ogah ngikutin gayanya dia. Kalau sama-sama begitu, bisa hajablah rumah tangga kami. Makanya sebagai istri yang peduli masa depan keluarga #cieeee, walau sederhana, saya punya lho perencanaan keuangan simple untuk keluarga tercintah.

Kenapa kok direncanain? Iya dong, karena yang namanya duit itu kayak hantu, bisa tiba-tiba menghilang tanpa tahu rimbanya. Punya duit segunung pun kalau ngga tahu memanagenya bisa hilang tertiup angin, makanya perlu yang namanya perencanaan keuangan keluarga.

Perencanaan keuangan keluarga juga bertujuan agar kesejahteraan keluarga bisa terwujud. Keluarga yang sejahtera itu, keluarga yang hidupnya teratur, terencana, dan memiliki masa depan yang baik. Halah, itu defenisi ala saya saja, hahahah.

Kalau lagi ngobrolin masalah keuangan dengan teman saya banyak yang langsung komen

“ Kalau kamu enak lah Win, suami istri kerja, punya dua gerdang, bisalah ngatur keuangan ala Safir Senduk, lha kalo kami yang cuma ngandelin penghasilan suami, boro-boro mau pake planning-planningan, bisa cukup sampai akhir bulan aja Alhamdulillah”

Bah, siapa bilang tuh. Dari dulu saya ngga percaya dengan anggapan kalau suami istri kerja hidupnya lebih sejahtera dibanding yang suami doang kerja. You wrong girls.

Masih ingat banget saya dengan kondisi ekonomi keluarga saya waktu kecil. Bapak sama emak saya dua-duanya kerja, dua-dua berpenghasilan, tapi karena semua tidak direncanakan, kami harus gantian lho kuliah, soalnya usia kami berdekatan, jadi masa kuliah juga barengan. Jadinya saat saya kuliah, adik saya harus nunggu dulu sampai saya tamat, setelah saya lulus baru adik saya bisa kuliah, begitu seterusnya. Kenapa? Karena di suatu masa, ayah saya terkena PHK oleh perusahaannya, sementara selama ini ayah dan ibu saya tidak pernah punya tabungan atau investasi untuk pendidikan kami. Tapi Alhamdulillah sih dengan kegigihan ibu kami bisa juga selesai kuliah. Tapi tentu saja dengan usaha yang sangat keras, atau istilah saya, ngos-ngosan .

Untungnya walau suami tergolong cuek, tapi kami punya satu prinsip hidup yang sama, yaitu “ Jangan pernah membeli sesuatu atau merencanakan sesuatu di luar kemampuan ”.

Kalau bahasa orangtuanya “ Jangan besar pasak daripada tiang”

Yee, kalau yang kayak gitu sih semua orang udah tahu ya. Iya semua orang tahu tapi ngga semua orang sukses menjalaninya.

Maksudnya gimana?

Pokoknya dalam mengatur ekonomi keluarga kami type orang yang ngga mau ngos-ngosan karena gengsi.

Contoh kecilnya saja ya.

Di pekerjaan saya sebagai banker. Saya sempatlah setahunan menjadi account officer, yang kerjaannya menyalurkan kredit ke calon debitur. Kadang kalau melihat calon debitur yang mengajukan kredit di bank, saya suka ngelus dada sendiri. Xixixi ya iyalah ya masa ngelus dada orang.

Maksudnya gini lho, banyak banget calon debitur yang niatnya mau pinjam kredit, contohnya kredit konsumtif ya, kayak KPR, KKB, KMG, tapi kemampuan bayarnya jauh dari yang diajukan. Terutama untuk calon debitur KPR. Istilahnya nafsu besar tenaga kurang.

KPR itu termasuk kredit konsumtif, maka perhitungan di bank memakai metode RPC (Re Payment Capacity), yaitu hanya melihat kemampuan bayar dari jumlah penghasilan yang bisa disisihkan untuk angsuran. Jadi oleh bank, bakal dihitung berapa penghasilan kita, dikurangi biaya hidup sehari-hari,dikurangi hutang-hutang yang ada, ketemu penghasilan yang bisa digunakan untuk angsuran. Atau kalau hitungan gampangnya, bank biasanya mematok maksimal 30-40 % dari jumlah penghasilan bulanan. 30-40% lho, bukan seluruh gaji. Trus untuk ngambil KPR, kita juga kudu punya DP ( Down Payment ), yaitu minimal 20- 30% dari harga rumah yang mau dibeli.

Nah kebanyakan calon debitur yang ngajuin KPR,  sebenarnya tidak memiliki DP untuk pembelian rumah, alias hanya berharap dari kredit yang dikucurkan bank. Akibatnya mereka biasanya mengakali dengan menaikkan harga rumah, biar prosentase 70- 80% adalah sebesar harga rumah yang sebenarnya. Akibatnya jumlah angsuran yang harus dibayar pun semakin besar. Padahal maksud bank menerapkan kebijakan DP itu ya supaya si calon debitur ngga berat-berat amat untuk angsuran. Tapi ada aja yang ngakalin seperti itu.

Itu masih contoh DP kurang, ada juga yang karena gajinya ngga mencukupi, mungkin karena sudah terlanjur memiliki hutang di tempat lain, mengakalinya dengan cara merubah slip gaji, dengan meningkatkan jumlah penghasilan di atas kertas biar dapat tuh hitungan angsuran 30% dari THP nya. Kalau udah demikian, ya salam, apa mau dikata bisa dipastikan dese bakal ngos-ngosan dalam mengatur keuangannya. Lha emang udah ngga sesuai tuh hitungannya.

Makanya dulu saat mau membeli rumah, saya dan suami benar-benar menyesuaikan dengan kemampuan bayar kami.  Bukan karena gengsi terus harus ambil rumah di kawasan elite dengan harga yang menggigit. Atau karena pengen sama dengan teman-teman lain, terus beli mobil keluaran terbaru dengan cicilan  yang menghabiskan hampir seperempat gaji saya misalnya.

Ngga lah. Saya dan suami sepakat, yang namanya kredit bukan dihindari tapi sebisa mungkin tidak untuk kepentingan konsumtif. Jadi kalau mau kredit, ya kredit untuk beli rumah saja. Kenapa? Karena nilainya bisa dipastikan akan naik terus.

Beli Mobil? Hmmmm, kami lebih memilih menabung dulu baru membeli sesuai jumlah tabungan. Karena kredit mobil itu tidak memberi nilai tambah.

Kadang ada juga sih orang yang komen, “ Ih masa suami istri kerja rumahnya biasa aja sih”. Atau ngga “ Percuma kerja disitu, tapi mobilnya sama dengan kita-kita yang penghasilannya cuma satu”

Hahaha, ga apa, jangan hidup tergantung omongan orang. Karena yang tahu keuangan kita ya cuma kita sendiri.

Makanya jangan heran kalau banyak orang walau gaji segede gaban, suami istri kerja, tapi tetap saja keuangannya morat-marit.

Saya sih udah lihat banyak keluarga yang pontang panting bayar tagihan ke bank, karena apa? Ya itu karena mereka tidak sadar akan kemampuan diri dan tidak merencanakan keuangan keluarganya dengan baik.

So, mari kita membicarakan rencana keuangan keluarga.

Saya suka membaca artikel-artikel keuangan di website-website financial. Banyak banget ilmu dan tips yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Kalau saya simpulkan sih ya, semua perencana keuangan memiliki satu pandangan yang sama, yaitu yang penting bukan seberapa besar penghasilanmu, tetapi seberapa besar yang bisa kamu sisihkan.

Kalau kata Safir Senduk, malah lebih spesifik lagi, bahwa orang yang kaya itu bukan dilihat dari seberapa besar gaji atau pendapatannya atau seberapa mentereng pekerjaannya, tapi seberapa besar yang bisa disisihkannya untuk investasi. Jadi orang kaya itu yang punya banyak investasi. Yup Setujuh banget sayah.

Untuk bisa tahu seberapa besar yang bisa kita sisihkan setiap bulan, maka kita harus tahu cashflow keuangan kita.

Ada 3 macam cashflow yang mengkategorikan golongan orang kaya, menengah dan miskin.

Orang disebut miskin jika pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, alias habis tanpa ada sisa. Kategori ini ngga sampai memikirkan pengeluarkan tersier atau bahkan sekunder, karena bahkan untuk kebutuhan primer saja sudah habis.

Kategori menengah, jika dari penghasilannya itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan masih bersisa untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, kayak beli pakaian, beli gadget, kongkow-kongkow di mall.

Trus kategori horang kayah, kalau dari penghasilannya dia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli barang konsumtif dan masih bisa menyisihkan uangnya untuk investasi.

Nah, dimana nih posisi kamu?

Balik lagi ke kondisi keuangan keluarga saya yang punya dua penghasilan, apa bisa dipastikan kami langsung tergolong kepada golongan ketiga?

TENTU TIDAK

Makanya saya mau bagi-bagi tips nih ala-ala saya dalam mengelola keuangan keluarga.

Alhamdulillah ya, walau ngga berlebih-berlebih amat tapi keuangan keluarga kami lumayan sehat sampai saat ini.  Yaitu tadi prinsip utama keluarga kami dalam mengelola keuangan “ Jangan Besar Pasak dari tiang”

Nah, untuk itu, yang pertama harus dilakukan adalah mengidentifikasi dulu kondisi keuangan keluarga.

1.       Identifikasi Sumber Dana

Yup. Yang namanya suami istri itu harus terbuka dalam hal keuangan. Terbuka dalam arti istri harus tahu berapa penghasilan suami, dan suami pun harus tahu penghasilan istri. Kenapa? Ya biar bisa merencanakan keuangan dengan tepat, dan tidak ada dusta di antara kita.

Yang termasuk penghasilan suami dan istri yaitu gaji, uang cuti tahunan, bonus dan insentif yang didapat. Setelah, tahu gaji masing-masing, mari kelola gaji tersebut.

Pertanyaannya:

Apa suami istri harus memiliki rekening bersama?
Apa suami harus menyerahkan seluruh gajinya ke istri?

Tergantung masing-masing keluarga. Kalau menurut saya sih tidak perlu. Karena istri adalah manajer keuangan keluarga maka sebagai manajer dia ngga perlu pegang uang secara fisiknya, tapi dia yang mengaturnya. Rekening bersama juga tidak wajib dimiliki, karena tidak fleksibel. Cukup istri saja yang membuka rekening, atau kalau tidak, bisa buka rekening atas nama anak.

Ini sih pendapat pribadi saja. Mungkin keluarga lain punya cara yang berbeda.

Pemasukan itu terdiri dari beberapa jenis :

  1. Pemasukan rutin bulananan : Gaji
  1. Pemasukan Tahunan :Bonus, insentif, tunjangan cuti tahunan, THR
  1. Pemasukan Lain-lain :Jika ada usaha atau pemasukan diluar gaji dan pemasukan tahunan, Contohnya uang kontrakan (kalau punya kontrakan).


Setelah tahu berapa penghasilan keluarga per bulan, maka penghasilan itu harus diatur sedemikain rupa biar ga habis begitu saja.

Caranya ?

2.     Buatlah Perencanaan Keuangan Keluarga

Yup, namanya berumah tangga harus punya rencana dong yah. Baik rencana jangka pendek maupun jangka panjang.

Rencana keuangan keluarga itu, kalau di keluarga saya, kami bagi menjadi beberapa bagian



a.      Dana Darurat 

Dana darurat dibutuhkan untuk jaga-jaga saat ada kejadian di luar yang direncanakan. Menurut ahli keuangan, besarnya dana darurat setiap keluarga berbeda-beda tergantung jumlah anggota keluarga dan besarnya pengeluaran rutin setiap bulan.

Karena saya baru memiliki satu anak, dan bakal menyusul yang kedua, maka saya prepare dana darurat untuk keluarga dengan dua orang anak yaitu sebesar 12 kali pengeluaran rutin. Woooww, banyak banget yah.

Saat ini sih kami masih mencicilnya, soalnya belum terkumpul sebesar itu.

Apa saja kegunaannya?

Bisa untuk pengobatan saat sakit kritis, atau jika suatu saat kita kehilangan penghasilan, maka dana darurat bisa menjadi penopang hidup minimal selama setahun ke depan, sampai kita menemukan sumber penghasilan yang baru.

Disimpan Dalam Bentuk apa?

Dana darurat sebaiknya disimpan dalam bentuk yang liquid atau mudah dicairkan. Kami menyimpannya dalam bentuk emas. Belinya ngga banyak-banyak, kapan ada duit, beli dikit, Ada lagi, beli dikit. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.

b.  Asuransi

Saya tidak membeli banyak asuransi. Kenapa? Karena kebutuhan asuransi itu berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung kebutuhannya. Karena dari kantor sudah ditanggung untuk biaya kesehatan, termasuk rawat inap, melahirkan, imunisasi , kaca mata, gigi , dll, maka asuransi kesehatan langsung coret dari list. Dulu sih sempet punya, tapi segera saya tutup, dananya bisa dialokasikan ke yang lain.

Asuransi rumah sudah dicover saat beli KPR. Jadi ga perlu lagi pasang asuransi kebakaran. Asuransi mobil? Ga punya, kenapa? Pertama karena mobilnya seken, kedua karena berdasar pengalaman cover asuransi mobil selama ini digunakan orang-orang untuk perbaikan-perbaikan kayak lecet karena tersenggol, atau penyok saat tabrakan. Yang mana semuanya itu, tidak terlalu signifikan, bisa menggunakan dana darurat kalau perlu. 

Agar ideal, nominal premi asuransi yang yang kita punya adalah sebesar 10 % dari penghasilan.

Trus apa dong asuransi yang saya miliki

Asuransi yang saya miliki adalah Asuransi Jiwa. Kemarin sih saya sudah beli yang whole life. Tapi setelah baca-baca terus konsultasi dengan sahabat saya yang kerja di asuransi, akhirnya saya putuskan beli yang term life tanpa rider apapun. Preminya bisa minim, hasil optimal. Sekali lagi, ini bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan orang.

Memilih asuransi ini juga ngga boleh sembarangan. Jangan malas untuk membandingkan beberapa produk asuransi dari beberapa perusahaan asuransi. Caranya dengan mengirim email ke website mereka, minta ilustrasi atas asuransi yang kita butuhkan, menyangkut berapa premi, pertanggungan, sampai cara klaim dan aturan-aturan spesifiknya.

Nah, biasanya mereka bakal membalas email kita, sekaligus menyertakan ilustrasi asuransi yang kita minta. Tinggal bandingin deh. Tapi yah, kebanyakan asuransi yang saya tanya, ngga mau lho menjelaskan tentang term life mereka pasti nawarinnya unit link. Nah disini kita bisa lihat juga mana asuransi yang mau mendengarkan keinginann kliennya mana yang tidak.

Kemarin saya bandingin 3 perusahaan asuransi yang berbeda. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya saya pilih yang syaratnya ngga terlalu ribet untuk saya, preminya ringan dan UP maksimal dan mau memberikan informasi sesuai yang saya butuhkan. Disamping itu saya pilih juga yang lebih responsif, jadi kalau ada apa-apa mereka bakal cepat menanggapi kita.

Asuransi jiwa yang saya pilih adalah Asuransi Jiwa term Life 20 tahun Sun life. Dengan premi Rp 500 ribu perbulan, UP nya sekitar Rp 1 Milyaran. Cocok dengan permintaan dan kebutuhan saya. Kalau mau tahu info hitung-hitungannya bisa nih menghubungi ke sli_care@sunlife.com 

c.    Investasi

Yup. Rencana keuangan berikutnya yang kami susun adalah alokasi dana ke investasi. Kalau di Sumatera Utara khususnya di Medan, investasi yang paling menggiurkan itu adalah perkebunan sawit. Namun karena kami tidak memiliki keahlian disitu dan juga tidak memiliki waktu jika memiliki kebun sawit, maka kami pilih investasi yang tidak memerlukan effort besar dalam mengelolanya.

Investasi bisa dibagi menjadi jangka panjang dan jangka pendek.

Untuk investasi Jangka panjang kami investasi ke rumah dan sawah.

Alasannya?

Simpel saja, jumlah penduduk semakin hari akan semakin bertambah, dan yang pasti lahan di muka bumi  tidak akan pernah bertambah. Maka sesuai hukum ekonomi, semakin tinggi demand dengan supply yang terbatas, maka dipastikan harga akan naik terus.

Tapi, darimana duitnya mau beli asset? Harus ngumpulin berapa lama?

Nih, cara kami untuk memiliki asset dengan murah :

-          Beli di saat pemilik butuh uang
-          Beli di saat ekonomi sedang lesu
-          Atau beli di saat promo (rumah)

Jangan terlalu mikirin lokasi, percaya deh, ntar semua lokasi bakal prime xixixi. Apalagi ini buat jangka panjang, jadi ngga bakal rugi.

Kenapa sawah?, karena sawah harganya tidak terlalu mahal. Setelah dimiliki masih bisa menjadi sumber pemasukan, dari hasil panen atau disewakan.

Untuk Apa saja Alokasinya?

Investasi jangka panjang itu, kami alokasikan untuk biaya pendidikan anak saat SMA dan kuliah, dan uang pensiun. Sementara menunggu itu, rumah dikontrakkan dulu, bisa buat pemasukan tambahan. Uang sewanya dialokasikan untuk cicilan haji. Jadi ngga perlu mengganggu cashflow bulanan atau tahunan untuk dana haji. 

Selain investasi jangka panjang, menurut saya sebuah keluarga juga harus memiliki investasi jangka pendek. Tujuannya untuk biaya pendidikan anak dalam waktu dekat, untuk usia SD sampai SMP deh. Kalau kami sih nempatinnya ke emas dan reksadana. Ngga banyak-banyak, rutin perbulan saja sebesar Rp 500000/bulan sudah cukup, sehingga nanti saat Tara masuk SD, SMP, dananya sudah tersedia.

Nah, setelah tahu pemasukan, punya rencana, baru identifikasi pengeluaran. 

Kenapa pengeluaran diletakkan di point terakhir?. 

Karena yang namanya pengeluaran mah, besarnya bisa suka-suka, makanya setelah disisihkan untuk rencana-rencana di atas, baru dana di luar itu dialokasikan untuk pengeluaran yang lain. Kalau alurnya dibalik, yang ada malah semua penghasilan bakal habis untuk membiayai pengeluaran rutin sehari-hari.

3.    Identifikasi Pengeluaran

Yang harus diwaspadai adalah pengeluaran rutin. Jangan menyepelekan pengeluaran yang kecil-kecil alias printilan, karena kecil-kecil kalau digabungkan bisa besar juga lho.

Pengeluaran rutin diantaranya:

-       Belanja Bulanan
-
Kebutuhan dapur dan toiletres
-       Tagihan rutin bulanan
-                       
Listrik, air, gaji pembantu, daycare (jika ada), tivi berbayar, angsuran KPR, angsuran KK, premi asuransi, uang satpam, uang sampah, pulsa, internet
-       Tagihan tahunan
-                       
Pajak kendaraan, PBB, zakat, qurban, biaya mudik, rekreasi.
-       Insidentil dan pengeluaran tahunan
-                       
Undangan, berobat

Pengeluaran Tidak Rutin

Investasi, Dana Haji

Setelah semua pengeluaran diidentifikasi, maka mari kita sinkronkan antara pemasukan, rencana keuangan keluarga dan pengeluaran.

Gaji Bulanan

Gaji bulanan digunakan untuk memenuhi pengeluaran rutin bulanan.

Jadi yang namanya semua tagihan-tagihan itu, harus terpenuhi dari gaji. Kalau di keluarga saya, karena kami dua-duanya bekerja, jadi disepakatin saja, semua pengeluaran rutin bulanan tanggung jawab suami.  Jadi yang namanya uang belanja basah, belanja kering, tagihan listrik dan kawan-kawannya, dibebankan di gaji suami.

Untuk tagihan tahunan, seperti PBB, pajak kendaraan tetap disisihkan dari gaji bulanan.

Penghasilan Tahunan

THR

Salah satu penghasilan tahunan yaitu THR. Karena kami dua-dua bekerja, jadi THRnya dobel doong #nyengir lebar. Nah THR digunakan untuk membiayai mudik dan keperluan lebaran. Mudiknya kami kan ke Jogja, jadi lumayan juga tuh biayanya . Kalo ngga dianggarkan mana bisa mudik setahun sekali. Selain untuk mudik, THR juga dialokasikan untuk zakat dan Qurban, soalnya idul Adha dan Idul Fitri kan berdekatan yah, jadi sekalian aja.

Uang Cuti

Penghasilan tahunan yang lain yaitu uang cuti tahunan. Besarnya biasanya satu bulan gaji. Ya wis gunakan buat rekreasi. Rekreasi itu penting pake banget lho. Apalagilah bagi kami yang dua-dua bekerja, tuntutan pekerjaan sepanjang tahun membuat rekreasi jadi hal yang harus dipenuhi. Jadi tiap tahun dari uang cuti bisa buat jalan-jalan, ngga usah jauh-jauh sekitaran Sumatera Utara saja. Kalau mau jalan-jalan yang agak jauhan saya bisanya punya trik tersendiri.

Di kantor saya itu, kami punya jatah untuk mengikuti public course minimal sekali dalam setahun. Biasanya kesempatan ini saya gunakan sekalian untuk rekreasi. Jadi menghemat biaya akomodasi dan transportasi, karena kan ada SPJ nya. Bisa ke Jogja, Bandung, Bali, Lombok, atau ke Jakarta aja.

Apa saya termasuk korupsi?

Ngga dong, kan rekreasinya dilakukan setelah dinas selesai, jadi sama sekali tidak mengganggu kewajiban saya terhadap perusahaan.

Disamping itu, kegiatan mudik tahunan ke Jogja ya sekalian kami manfaatkan untuk rekreasi.

Bonus dan Insentif Tahunan

Karena jumlah bonus dan insentif lumayan besar, maka digunakan juga untuk kebutuhan yang besar, yaitu investasi. Jadi setiap bonusan uangnya ngga dipakai buat hura-hura tapi buat nambah asset. Bisa juga dengan memanfaatkan pinjaman yang diberikan perusahaan. Iya, biasanya yang namanya pegawai itu diberi kredit lunak oleh perusahaan. Kayak di kantor saya, kita tuh dikasih pinjaman dengan bunga rendah dan jangka waktu yang panjang. Gunakan itu untuk investasi

Trus gaji istri untuk apa?

Untuk asuransi

Untuk nyicil dana darurat

Untuk investasi jangka pendek, seperti tabungan berencana  buat sekolah Tara sampai SMP.

Untuk beli makeup, xixixi sama untuk kebutuhan insidentil kayak undangan dan jenguk orang sakit, untuk kegiatan sosial.

Nah, kalau sudah direncanakan begitu, mudah-mudahan keuangan keluarga bisa lumayan rapi. Dan yang penting ngga menjalani hari-hari kayak dikejar-kejar setan alias Ngos-Ngosan.

Satu lagi  prinsip yang ada di keluarga kami, selain jangan membeli atau merencanakan sesuatu di luar kemampuan, Kami juga sepakat terhadap satu hal, bahwa bertambahnya penghasilan, misalnya karena kenaikan gaji bukan berarti harus diikuti dengan upgrade life style. Its big no no deh.  Jadi, jangan gara-gara naik gaji, yang artinya kelonggaran tarik angsuran kredit dari hitungan gaji bertambah, maka langsung ambil kredit maning untuk ganti mobil. Kalau demikian percayalah, selamanya gaji yang ada akan habis untuk memenuhi gengsi demi kesesuaian jabatan dan gaya hidup. Buat apa?, emangnya kita hidup untuk memuaskan anggapan orang.

Ngga kan?

Kalau semua sudah terencana dengan rapi, Insha Allah masa depan keluarga bisa lebih baik, karena kita memiliki planning-planning yang akan dijalani. Namun tentu saja, ada campur tangan Yang Maha Kuasa di dalamnya, yang namanya rezeki kan memang Dia yang memberi.

So, itu tips perencanaan keuangan ala-ala keluarga kami. Bagaimana dengan anda?


Karena Hidup Banyak Rasa, Bersiaplah untuk Menghadapinya

Saat membaca novel " Ayat-ayat Cinta" nya Habiburrahman El Syahrizi , saya terkesima di bagian cerita Fahri membuat peta hidupnya di selembar kertas. Kapan dia tamat kuliah,bekerja,menikah sampai memiliki anak. Wah saya langsung latah ikutan merancang peta hidup saya. Waktu itu, saya belum menikah, usia saya masih 24 tahun, sehingga rasanya pas sekali momennya. Sambil membayangkan bakal ketemu " Fahri" di dunia nyata , saya pun mulai menggambar.


Peta kehidupan saya berisi rencana jangka pendek dan jangka panjang yang akan saya lalui hingga akhir menutup mata. Inginnya menikah di usia 25 tahun, terus mesra-mesraan sama suami selama setahun, baru kemudian hamil dan punya baby lucu. 3 tahun setelah menikah bertekad sudah memiliki rumah sendiri dan mobil pribadi. Di umur 32 tahun, harus sudah mencapai titik mapan dalam keuangan dan karir, umur 40 tahun naik haji, umur 45 anak-anak tamat kuliah trus kalau bisa pensiun dini, dan menikmati masa pensiun dengan bercengkerama bersama cucu, jalan-jalan dan menekuni hobi. Aduuuh indah sekali rasanya rancangan hidup saya.

Manusia Berencana, Tuhan yang Menentukan

Tak disangka ternyata saya menemukan jodoh tepat di usia 25 tahun, sehingga peta saya masih sesuai. Namun, mulai meleset di point kedua, memiliki anak. Siapa yang mengira, setelah menikah, tak ada juga tanda-tanda kehadiran si jabang bayi.. Lima tahun berlalu, dengan penuh kesabaran dan usaha akhirnya, saya bisa beranjak ke titik berikutnya di dalam peta kehidupan saya. Melesetnya point ke dua di peta saya, untungnya malah mempercepat saya sampai di titik "memiliki rumah dan mobil". Bergesernya peta tersebut, membuat point-point selanjutnya berubah. Setelah kami hitung-hitung, saat saya dan suami pensiun kelak, anak tertua saya baru selesai kuliah, sehingga kemungkinan adiknya belum selesai sekolah di usia pensiun kami, haduh.

Sama seperti saya, kebanyakan dari kita pun pasti sudah merencanakan hidupnya seperti apa kelak, walau mungkin tidak menuliskannya di selembar kertas. Mulai dari bangun pagi, kita sudah tahu rute yang akan kita lewati menuju ke kantor, berapa lampu merah yang akan kita lalui, di titik-titik mana rawan kemacetan sehingga kita bisa menghindarinya, jam berapa sampai ke kantor, apa yang kita kerjakan di kantor, sampai kembali ke kediaman masing-masing. Ya itulah harapan kita,agar  semua berjalan sesuai rencana.

Namun terkadang kita lupa, ketika kita berpamitan pada keluarga di pagi hari, beribu kemungkinan bisa terjadi di sepanjang jalan, lampu lalu lintas mati, truk sampah terbalik di tengah jalan, mobil kesenggol pengemudi lain, bahkan keluarga di rumah pun bukan berarti akan selalu terhindar dari risiko. Kita tidak pernah tahu mana yang akan terjadi.. Pun demikian saat pulang, tidak ada yang bisa menjamin kita akan sampai selamat di rumah, apapun bisa terjadi di jalan.

Masih ingat kan peristiwa kecelakaan Apriani, bahkan orang yang sedianya jalan-jalan pagi dengan tenang di trotoar pun bisa kehilangan nyawa dalam sekejap. Bahkan orang yang tenang-tenang kerja di kantor pun bisa mati ketabrak pesawat Yah, manusia bisa berencana apa saja, namun Tuhan jua yang menentukan.


Kalau kata Ari Lasso , segala yang terjadi dalam hidup ini adalah sebuah misteri Ilahi, kita tak bisa benar-benar tahu apa yang akan terjadi bahkan satu detik ke depan.Karena itu, tak cukup Planning A saja, masih ada 25 abjad lain yang siap kita susun untuk planning B,C,D dan seterusnya sampai Z.

Namun, sebenarnya dari segala macam kemungkinan, kita bisa menyimpulkan, bahwa secara umum hanya ada dua kemungkinan di hidup ini, yaitu kemungkinan baik atau kemungkinan buruk. Kalau yang terjadi adalah kemungkinan baik, semua berjalan sesuai rencana, maka happy ending lah yang akan kita alami. Untuk itu  marilah kita bersyukur atas kemurahanNya. Nah, kalau kemungkinan buruk yang terjadi?. Disitulah peran Plan B dst itu berlaku. 

Kemungkinan buruk apa yang mungkin terjadi pada kita?

Yang paling buruk yang bisa saya bayangkan adalah kematian tiba-tiba. Membayangkan seseorang yang kita sayangi tiba-tiba pergi dari kehidupan kita, sakitnya tuh disini " tunjuk dada". Kalau sekedar sakit saja mungkin bisa ditahan, tapi kalau yang pergi adalah seseorang yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, apa yang terjadi?

Sebelum menjawabnya, coba bayangkanlah, kehidupan sehari-hari kita.

Tagihan Rutin Yang harus Kita Bayar

Kita butuh makan, minum, berobat, butuh tempat tinggal, kendaraan, membayar tagihan-tagihan, rekreasi yang semuanya itu bisa kita bayar dengan apa? 

Benar sekali, dengan uang. Kecuali kita anak raja atau mendapat warisan emas permata yang tak habis tujuh turunan, maka uang bisa kita peroleh dari penghasilan setelah kita bekerja..

Dalam rumah tangga, seorang suami biasanya menjadi orang yang bertanggung jawab untuk memiliki penghasilan. Di beberapa keluarga , istri pun turut menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.

Yang perlu kita pikirkan, bagaimana jika penghasilan kita berhenti?

Loh, bagaimana mungkin penghasilan bisa berhenti? Memangnya apa yang bisa menyebabkan penghasilan berhenti?

1. Dipecat/PHK/Bangkrut

Ngga hanya pegawai kantoran, pengusaha pun bisa mengalaminya.. Kalau ini terjadi, tentu saja penghasilan akan otomatis berhenti.

2. Sakit Kritis

Stroke yang tiba-tiba misalnya atau penyakit kritis lain yang membutuhkan biaya besar akan menyedot menghasilan kita, bahkan aset yang ada bisa-bisa terjual. Sakit kritis juga menyebabkan tidak bisa bekerja, akibatnya penghasilan berhenti

3. Cacat

Cacat permanen yang menyebabkan tidak bisa bekerja, otomatis akan menghentikan penghasilan

4. Meninggal Dunia

Kalau sudah meninggal dunia, bisa dipastikan penghasilan akan berhenti.



Dari empat penyebab di atas, menurut saya cacat dan sakit kritis adalah yang paling harus diantisipasi, karena sakit dan cacat bukan saja menghentikan penghasilan tetapi juga menambah biaya yang kita tidak tahu berapa jumlahnya dan sampai kapan. Bukan hanya tabungan, semua yang ada pun bisa terjual demi kelangsungan hidup orang terkasih.

Masih ingat, kisah artis Sukma Ayu . Koma panjang selama berbulan-bulan, jelas terlihat berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan sang bunda demi menopang hidupnya. Bahkan beberapa artis sampai menggalang dana bantuan untuknya.  Begitulah sebuah penyakit bisa membuat bukan saja si sakit menderita tapi orang-orang di sekelilingnya. Selain Sukma Ayu, Gugun Gondrong, Pepeng, Rini S Bon Bon, adalah contoh artis yang saat jayanya memiliki harta yang banyak dan cukup namun begitu jatuh sakit, semuanya menjadi memprihatinkan. Bahkan kabar terbaru, Julia Perez harus menjual rumah dan mobilnya untuk membiayai pengobatan kanker rahim stadium awal yang dideritanya. Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka.

Nah, supaya kita  tidak mengalami nasib seperti mereka. Kita punya pilihan, membiarkan hidup mengalir apa adanya, atau bersiap menghadapi risiko dengan cara antisipasi melalui asuransi.

Kenapa Asuransi?

Pada dasarnya asuransi ditujukan untuk menanggung hal-hal yang jika terjadi, impacnya akan sangat besar pada keuangan kita, sehingga tidak sanggup  ditanggung secara financial dan terasa berat jika kita harus menanggungnya sendirian. Cara mengetahuinya dengan memperhitungkan dampaknya terhadap keuangan kita. Coba tanyakan pada diri kita, apakah jika sebuah peristiwa tidak diinginkan terjadi, bisa berdampak sistemik pada keuangan kita. Contohnya meninggal dunia, sakit, kebakaran, kecelakaan, kehilangan sesuatu . Jika jawabannya ya, maka hal-hal tersebutlah yang harus kita asuransikan. Karena itu, setiap orang memiliki kebutuhan asuransi yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda pula.

Maksudnya?
Ya contohnya, seorang pilot tentu memiliki risiko yang berbeda dengan seorang dokter.

Penyanyi Rod Steward mengasuransikan suaranya sebesar 6 juta dollar. Nilai yang sangat fantastis. Bahkan Jennifer Lopez pun menganggap bokongnya pantas diasuransikan sebesar 27 juta dollar. Amboooiiii.



Pertanyaannya, kenapa mereka mengasuransikan anggota tubuhnya itu?

Bagi, seorang penyanyi, sumber penghasilannya adalah dari menyanyi. Untuk menyanyi dia butuh suara. Jadi sebenarnya, Rod Steward bukan hanya melindungi suaranya, tapi lebih dari itu, ia melindungi sumber penghasilannya.

Nah, karena untuk memiliki asuransi kita harus mengeluarkan biaya, maka perlu bagi kita untuk menyusun apa yang menjadi prioritas utama untuk kita lindungi. Karena saya bukan penyanyi, atau penari bokong atau pesebak bola seperti David Beckham, tentu saya tidak perlu membeli asuransi anggota tubuh.

Asuransi apa saja yang kita butuhkan ?

Karena risiko bisa terjadi di segala aspek kehidupan, maka asuransi pun dibutuhkan di semua aspek kehidupan.

Prinsip utama asuransi adalah melindungi, makanya logo asuransi sering digambarkan sebagai sebuah payung.

Kita tidak bisa menghentikan hujan, yang bisa kita lakukan adalah berusaha agar saat hujan datang, minimal tidak basah kuyup dan menggigil kedinginan

Melihat cerita-cerita dan kisah kehidupan orang-orang sekitar, atau kisah public figur, saya mengambil kesimpulan bahwa urutan asuransi terpenting adalah

Asuransi penyakit kritis & Cacat
Asuransi Jiwa

Kenapa?

Karena jika kedua risiko di atas terjadi di saat kita tidak memiliki antisipasi, maka berpotensi paling besar membuat hidup berubah 180 derajat, mengguncang finansial. Kematian yang tiba-tiba membuat keluarga yang ditinggalkan mengalami kehilangan. Apalagi jika yang meninggal adalah pencari nafkah, maka bisa membuat peta hidup porak poranda. Demikian juga penyakit kritis, membutuhkan biaya banyak yang bisa membebani dan menyengsarakan orang-orang terkasih. Sebagai orangtua, tentu saya tidak ingin, jika terjadi sesuatu pada saya atau suami, anak kami tidak bisa mencapai impiannya, lebih parah lagi kalau kami harus menyusahkannya. Semoga tidak pernah terjadi.

Berikutnya, asuransi yang dibutuhkan adalah asuransi kesehatan yang mencover biaya rawat inap.

Bagi pekerja kantoran seperti saya dan suami, walapun kesehatan kami telah dilindungi oleh perusahaan. Namun, kami tetap membeli asuransi kesehatan dengan tujuan untuk mengupgrade pelayanan kesehatan yang kami dapatkan dari kantor, sehingga kami bisa mendapat yang terbaik.

Menurut saya, ketiga asuransi di atas adalah kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan saat ingin membeli asuransi.

Setelah itu, barulah kita fikirkan untuk memiliki asuransi-asuransi lain.

Asuransi Rumah dan Mobil

Untuk asuransi rumah dan mobil, jika kita membelinya secara kredit melalui bank atau dealer mobil sebenarnya sudah langsung dipasang oleh si pemberi kredit sesuai jangka waktu kredit kita. Setelah masa kredit habis barulah kita harus membayar kembali premi asuransinya.

Asuransi rumah dibutuhkan, karena jika terjadi risiko pada tempat tinggal kita, yang menyebabkan kerusakan parah atau malah tempat tinggal kita musnah, tentu akan sangat besar biaya yang harus kita keluarkan untuk menggantinya. Kasus kebakaran pada rumah Umi Pipik istinya almarhum Uje, menjadi satu contoh. Bagaimana dampak kejadian itu pada keluarga Umi Pipik.

Asuransi mobil pun demikian. Risiko kecelakaan dan kehilangan tentu akan mengguncang keuangan kita. Saat peristiwa banjir melanda ibukota, berapa banyak mobil yang mengalami kerusakan parah. Saat-saat demikian, orang-orang yang memiliki asuransi mobil bisa tersenyum lega, tidak perlu dipusingkan dengan masalah biaya untuk memperbaiki mobil, karena masih banyak masalah lain yang butuh diselesaikan.

Asuransi Perjalanan

Bagi orang yang sering berpergian dengan menggunakan moda umum, seperti kereta api, kapal laut atau pesawat terbang, asuransi perjalanan mungkin bisa menjadi prioritas berikutnya. Sebenarnya setiap menggunakan transportasi umum tersebut, kita sudah dicover oleh Jasa Raharja, namun tak ada salahnya menambahkan asuransi perjalanan yang jumlahnya tidak seberapa, paling berkisar 25 ribu sampai dengan 50 ribu, namun sudah melindungi ornag-orang yang kita sayangi.

Pilih-pilih Perusahaan Asuransi

Setelah saya baca-baca mengenai  asuransi, sebenarnya semua perusahaan asuransi mengeluarkan produk yang hampir sama. Bedanya tidak terlalu signifikan. Pada dasarnya premi dipengaruhi oleh usia, profil risiko , objek yang dicover dan uang pertanggungan yang diiinginkan.

Karena itu, saya pribadi lebih menekankan kepada reputasi perusahaan asuransinya untuk  melayani kebutuhan asuransi saya.

Kalau dianalogikan seperti ini
Kalau pilih penerbangan, kita pasti pilih Garuda Indonesia
Kalau beli hape,  pilih merk Samsung
Mau ngirim barang pilih JNE
Kalau beli air mineral kita pilih Aqua

Nah untuk asuransi pun saya pilih yang terbaik.

Berdasarkan info yang saya dapatkan, ternyata perusahaan asuransi yang memiliki reputasi terbaik , salah satunya adalah Allianz, yang pada tahun 2013 masuk 4 besar perusahaan asuransi terbaik versi majalah Infobank  (http://www.infobanknews.com/2013/07/jawara-rating-123-asuransi-versi-infobank/).

Allianz juga pernah mendapat penghargaan sebagai " Best Global Primary Insurance Company" dan " Best European Primary Insurance Company" versi majalah Globe. (http://konsultanasuransi.com/read/Allianz-Raih-PRESTASI-Global-Award1/)

Allianz juga merupakan perusahaan asuransi berskala dunia terbaik di Indonesia versi majalah Forbes (http://www.asuransi-id.com/agen-asuransi-jiwa/asuransi-allianz/prestasi-asuransi-jiwa-allianz.html)

Cara melihat reputasi perusahaan juga bisa dicari melalui internet. Berapa banyak berita negatif terkait perusahaan tersebut. ternyata saya tidak menemukan berita negatif dari Allianz Indonesia. Makin yakin dong.

Di samping reputasi Allianz, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan dalam memilihnya

Allianz, sudah berdiri sejak tahun 1917 di kawasan Asia Pasifik dan sudah ada di Indonesia sejak tahun 1981. Kurun waktu yang sangat cukup bagi suatu perusahaan untuk mengokohkan posisinya dan memastikan pengalaman di bidangnya.

Selain itu, kinerja perusahaan asuransi pun perlu kita ketahui untuk melihat bonafiditas perusahaan itu. Pada semester pertama tahun 2014, Allianz Indonesia telah mencapai kinerja dengan pendapatan Premi Bruto keseluruhan sebesar Rp 5.43 Trilyun untuk lebih dari 4 juta tertanggung. Jumlah yang membuat kita yakin bahwa ada jutaan orang yang mempercayakan proteksinya pada Allianz.


Di samping hal-hal di atas, yang perlu menjadi pertimbangan saya juga adalah agen asuransi yang akan melayani saya. Saat ini agen/tenaga penjual Allianz Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Nah mengenai agen asuransi ini, saya memiliki tips dalam memilihnya :

1. Pilih agen asuransi yang muda

    Kenapa?, agar bisa melayani kita dalam jangka waktu lama ( jika dia sehat-sehat saja tentunya)

2. Pilih yang pintar dan menguasai produk

    Ya, alasan simple, kalau dia aja ngga tahu, apalagi kita. Kalau dia pintar dan menguasai produk, dia bisa memberi saran kepada kita asuransi apa yang tepat untuk profil kita.

3. Pilih yang berpengalaman namun belum terlalu lama menjadi agen

    Yang baru, belum lihai, yang terlalu lama kliennya sudah banyak, sehingga dikhawatirkan terlalu banyak yang dihandlenya

4. Pilih yang menyenangkan

    Orang yang supel, cenderung kekeluargaan tentu lebih membuat kita nyaman. Kita pun lebih gampang menghubungi dan berkomunikasi dengannya bila perlu, seperti pengklaiman misalnya.

Nah itu beberapa tips dari saya. Selanjutnya terserah anda.

Pengelolaan Keuangan yang baik bukan ditentukan dari seberapa besar pendapatan kita, tapi bagaimana kita mengelola yang ada agar bisa memberi manfaat lebih. Sisihkan penghasilan untuk Asuransi, bukan untuk mencari untung besar atau untuk mendahului takdir, tapi semata untuk melindungi yang kita cintai dan menjadikan diri kita bermanfaat walau jasmani sudah menjadi tanah.

Karena hidup banyak rasa, Bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan terburuk




Sumber Ref:
1. http://www.allianz.co.id/
2.http://myallisya.com/2013/05/28/prioritas-asuransi/