Review Buku Rabbit Hole

Wednesday, August 23, 2017
Review Buku Rabbit Hole



Salah satu kegiatan Tara di rumah selain main hape (wahahahaha) adalah membaca. Sebagai orang yang hobi baca, rasanya ngga heran sih ya kalau saya juga suka membacakan buku ke anak.

Dalam membacakan buku ke anak, saya pakai metode sambil bercerita. Jadi kadang mau bukunya gimanapun ya saya ceritaaaaaa aja ke Tara. Makanya kalau beli buku saya lebih perhatian ke gambarnya daripada ke isi ceritanya, karena cerita mah bisa saya karang sendiri.

Kegiatan membacanya biasanya menjelang tidur atau ngga kalau kebetulan saya capek banget pas pulang kerja, ya bacanya Sabtu atau Minggu. Ngga rutin sih, tergantung kemauan Tara aja. Kadang Tara yang minta bacain buku, kadang saya yang nawarin. Soalnya ada saatnya juga dia ogah baca buku, maunya main sepatu roda (iya, malam-malam main sepeda roda), jadi saya ngga paksain banget.

Saya pernah baca, sebaiknya saat mengenalkan buku ke anak ya kita ngenalinnya dalam bentuk buku asli, bukan buku bantal atau buku kain, harus buku yang seperti buku. 

Karena untuk anak maka yang harus kita perhatikan itu adalah pilihan materialnya . Diupayakan cari yang bahannya kertas tebal,bergambar dan berwarna. 

Nah, kali ini saya mau review buku Rabbit Hole nya Tara. Sekalian ini jadi #GesiWindiTalk minggu ini karena ternyata Gesi juga punya buku Rabbit Hole, yo wis sekalian. Aaaaak padahal ngga janjian, kok bisa serupa seleranya.

Baca punya Gesi :





Bukunya ini seru banget, sampai saat ini Tara bolak-balik minta dibacain, karena kalau buku lain biasanya saya yang cerita, nah dengan buku Rabbit Hole ini malah dia yang cerita, emaknya dengerin, luuuv.

Kemarin pas liburan aja sampe bela-belain dibawa ke hotel ini buku lho sama Tara.


Penampakan

Kesan pertama saya saat memiliki paketan buku Rabbit Hole ini adalah, bukunya tebel bangeeet. Tapi walau tebel, anehnya ngga berat. Ya biasa bangetlah bobotnya untuk ukuran buku setebal itu.




Sankin tebelnya jadi aman untuk anak-anak. Aman dari dirobek mereka maksudnya, xixixi, karena ya mana ada anak-anak yang bisa anteng lihat kertas, pasti bawaannya pengen ngerobek atau pengen mencoret.

Sudut-sudut bukunya ini tumpul, jadi selain aman dari kemungkinan dirobek anak, juga aman untuk dipegang.

Paketan buku yang saya punya ini terdiri dari buku "Hmmm, buku tentang perasaan", "The Best Holiday", " The Origin Of My Name", " Cilukba", " What Sounds is That?". Sepintas buka bukunya langsung tau yang membedakan buku ini dengan buku lain yaitu ada bagian buku yang bisa disentuh dan dirasa, pop-up, maupun flip flop (buka tutup). Yakin deh buat anak-anak ini menarik banget.

Paketan buku Rabbit Hole
Dari lima judul buku tersebut, baru empat sih yang selesai di baca Tara. Nih saya ulas satu persatu ya biar pada tau isinya gimana.

Hmmm

Ini buku yang paling gede ukurannya, makanya sama Tara ini yang pertama kali pengen dibacanya. Di buku ini anak-anak diajarkan mengenali berbagai emosi. Ada 6 emosi yang ingin disampaikan di buku ini, yaitu, terkejut, marah, jijik, senang, sedih, takut.

FYI ya ternyata 6 perasaan itu merupakan perasaan dasar manusia lho. hayooo pada tau ngga selama ini. Kalau belum tau yo wis sekalian baca buku sama anaknya.

Masing-masing perasaan itu diwakili oleh satu cerita yang nyambung dari awal sampai akhir. Setiap perasaan diwakili oleh sentuhan yang paling mendekati.

Kayak perasaan sedih , dibuku digambarkan dengan awan berwarna kelabu yang sedang menangis. Awannya  kalau kita sentuh terasa lembut.

Awannya bisa disentuh, lembut


Perasaan marah digambarkan dengan hati yang retak, agak kasar dan ngga nyaman di tangan.

Atau perasaan takut, yang memunculkan rasa merinding di bulu, bulu tangannya berdiri dan bisa dirasakan sama anak.



Ada Bulunya, hiiiii


Hwaaa seru banget.

Nah, biar seru nih bu ibu, saat membacakannya kita harus sambil cerita. kayak saya modelnya begini.

" Hari ini Tara terkejut, seperti ada dentum drum di jantungku"

Untuk mengekspresikan kata " Surprised" di buku digambarkan dengan hati berwarna merah yang berdentum kencang seperti genderang. Hatinya ini bisa disentuh dan dirasakan. Saya ajak Tara untuk menyentuhnya, kayak beludru gitu lembut.

Hati yang berdentum


Kemudian tanya ke anaknya, apa rasanya .

Lanjut ke halaman berikutnya, tanya anaknya kenapa di terkejut.

" Tara kenapa terkejut"

" Soalnya Tara mau dikasih papa bola, waaaaa waaaa"

Tara senang banget dapat bola dari papa, Tara mau main ke lapangan. Begitu terus sampai buku habis.

Di buku ini enam perasaan dasar manusia itu dideskripsikan dengan sangat baik.

Ntar di akhir buku ada cermin bulat, dan kita bisa tanya ke anak " How do you feel?" dan suruh dia mendeskripsikan perasaannya.



The Best Holiday

Buku the best holiday ini ceritanya si anak kita mau diajak jalan-jalan. Yang seru di buku ini, anak  dikasi pilihan mau jalan-jalan kemana.

Lembar pertama ada kalender yang menginfokan kapan kita berangkat. Bagian ini Tara heboh bener, nanyain " Bundaaa kita perginya tanggal berapa"

Trus di halaman berikutnya ada gambar koper seluruh anggota keluarga. Nah disini coba ajak anak berimajinasi

" Tara, ini koper siapa aja ya"

Si Tara jawab kalo itu ada koper papa, tas tangan bunda, tas Tara dan tas adek. Bisa juga sekalian belajar warna, karena kopernya warna warni.

Halaman berikutnya ada gambar peta. Petanya flip flop gitu bisa buka tutup. Mainnya seru nih, minta anak pilih dia mau liburan kemana.

Ada dua pilihan destinasi wisatanya. Mau ke Toraja atau ke Jailolo. Tara saya minta buka salah satu peta. Mana destinasi yg dituju ntar ada petunjuk harus buka halaman berapa, karena beda pilihan beda halaman yang dituju.

Kemarin Tara pilih ke Jailolo. Lanjut ke halaman Jailolo, disitu Tara main di pasir pantai. Sambil jalan-jalan kita bisa cerita ke anak, di pantai ngapain aja, bikin istana pasir, di buku digambarkan anaknya bikin candi prambanan dari pasir, eh langsung ada miniatur candi prambanannya, wow. Sekalian deh kita bisa cerita soal candi Prambanan. Letaknya dimana, sekalian ceritain sejarahnya kalo hapal wahahaa.


Jadi walau tadi tujuannya ke Jailolo, ceritanya bisa kemana-mana.

Di lembar selanjutnya, ada diceritain, kalau di Jailolo itu ada apa saja, permainan khasnya apa, komplit.

Abis dari Jailolo, anakny bisa kita suruh pilih lagi destinasi yang lain, yaitu Toraja. Balik maning ke halaman awal, pilih peta, da silahkan bertualang di Toraja, yeaaay.


What Sounds Is That

Ini buku favorit Tara, diulang-ulang terus.

Buku ini isinya tentang suara-suara transportasi. Tara heboh banget tiap baca ini. Jadi di bukunya kita ceritian awalnya Tara dan keluarga mau jalan-jalan. Di jalan Tara denger suara " Whooooooose" . Nah suruh anak tebak suara apa itu?

"Pesawaaaaaat "

Jadi dia satu halaman deskripsi suara, halaman berikutnya ditunjukkin asal suara itu apa. Ada pesawat, mobil, sepeda, kereta api.



Karena buku rabbit hole Tara yang bahasa Inggris jadi ada beberapa suara yang ga pas. Misal suara kereta api harusnya kan "Tuuut tuuut" disitu tertulis " Choo choo", oleh saya diganti aja jadi sesuai yang biasa didengar Tara biar dia ga bingung.





Ci Luk Baaa

Buku ciluk baa ini di dalamnya ada bagian yang bisa dibuka tutup.

Misal saat disitu ceritanya lagi nyari orang di dalam tenda, nah tendanya bisa dibuka, saat dibuka keliatan deh siapa di dalam. 

Phuppet

Selain buku, paketan Rabbit Hole ini ada permainanya juga, boneka phuppet. Udah disedian potongan gambar dan benang serta sticknya, Jadi kita tinggal gunting-gunting, masukin benangnya ke titik-titik yang udah ditandai. Bisa deh langsung main phuppet sambil cerita.



Overall saya suka banget buku Rabbit Hole ini. Bukunya interaktif banget baik untuk anaknya maupun untuk ortu, jadi bisa sama- sama aktif saat membaca bukunya.

Jauh lebih asik sih dibanding busy book. Soalnya ini beneran buku, bukan kain atau bantal. Isi ceritanya juga menarik dan pas dengan usia anak. Tara saat ini usianya 4 tahun dan ngga kesulitan sama sekali untuk memahami isi buku.

Rekomended bangetlah .

Nah biar ga salah memilih buku untuk anak, saya kasih tipsnya nih ya. Untuk memilih buku anak itu setidaknya harus memenuhi 4 kriteria ini :

1. Edukatif

Edukatif ini maksudnya disesuaikan dengan perkembangan anak, Jadi kalau anaknya masih bayi ya beli buku untuk anak bayi, Buku bayi mah yang penting gambar-gambar gitu. Kalau anaknya udah agak gedean, bisa dimulai dari buku yang memuat warna, kemudian naik ke angka, makin besar bisa makin komplit pilihannya.

Tapi biar ngga banyak biaya, ya udah sekalian aja belinya yang bisa cocok sampe usia anaknya gede, wahahahaha, emak medit.


2. Interaktif

Buku yang interaktif ini yang bisa membangun komunikasi antara anak dan ortu. Jadi bukunya kalau bisa bikin anak bereaksi sekaligus ortunya juga ikut aktif disitu. Misal buku yang isinya ada pertanyaan, trus si anak kita minta menjawab gitu. Atau buku yang bisa bikin si ortu cerita trus si anak nyambungin ceritanya.

3. Atraktif'

Ini penting banget, karena anak-anak itu mudah bosan, jadi ortu carilah buku yang punya fitur-fitur menarik, atraktif. yang banyak gambarnya dan gambarnya bagus, boleeeeh. Atau yang bisa disentuh, atau yang bisa dicium. Pokoknya yang membuat anak mau dan mau lagi kalau diajak baca buku itu.


4. Aman

Dan yang terakhir cari yang aman. Aman bahannya, ngga mudah robek misalnya. Ya kayak saya bilang di atas tadi, kalau dari kertas-kertas biasa gitu, yakin deh pasti langsung dirobek anaknya. Makanya cari yang bahannya tebel, jadi ngga bisa dirobek, Tapi walau tebel perhatikan juga ujungnya, pilih yang ujungnya tumpul, biar ga bahaya kalo kebetulan anaknya lasak.

Harga?

Kalau soal harga, menurut saya buku anak memang relatif lebih mahal sih ya dibanding buku biasa, jadi ya memang harus dibudgetin kalau mau buku yang bagus. Tapi ngga apa sih, karena buku itu investasi, dan ngga pernah rugilah beli buku.



Kalau dari kecil sudah dibiasakan baca buku, mudah-mudahan besarnya ya jadi cinta buku, karena kata orang bijak bestari buku itu kan sumber ilmu pengetahuan ya bu ibu, walau udah ada youtube, buku tetep deh ngga ada matinya.

Oiya, daripada pada nanya, saya infokan aja, kemarin saya beli bukunya ini di IG @varrel_collection, beli yang paket lengkap seri bahasa Inggris. Cek disana ya untuk lihat paketan dan harganya.

Kalau kalian buku favorti anaknya apaan. Ada ga yang suka rabbit Hole kayak Tara?










Koleksi

Wednesday, August 16, 2017


Kalau ada pembagian type-type manusia menurut cara dia memperlakukan kenangan, maka saya akan masuk ke type orang yang ga tau mau dikategorikan kemana. Karena di satu sisi saya ini orangnya sungguhlah penyimpan kenangan sejati. Saya bisa inget detail sebuah kejadian sampai hal yang ngga mungkin orang bayangkan. Saya bisa ingat baju apa yang dipakai si Anu saat kejadian, siapa yang ngomong, siapa yang teriak, saya bahkan bisa mengingat aroma udara saat suatu kenangan berlangsung, dan jika suatu saat tercium aroma yang sama, saya bisa menceritakan dengan jelas apa yang terjadi saat itu.

Namun di sisi lain, saya bisa babar blas lupa terhadap kenangan-kenangan masa lalu, sampai tahap malah ngga ingat pernah melakukan atau melalui apa yang diingat orang tentang saya. Saya susah mengingat wajah orang dan ampun dije kalau disuruh mengingat nomor telepon.

Dan yes, minggu ini GesiWindiTalk mau ngomongin soal benda koleksi masing-masing.

Baca punya Gesi :

Koleksi Gesi Dari Masa Ke Masa


Kenapa dari koleksi kok lari ke soal kenangan? Karena ini idenya dari Gesi, dan saya bukan orang yang punya koleksi macem-macem kayak doi. Beberapa benda yang sempat menjadi koleksi saya ya benda kenangan, alias punya history tertentu sampai saya mau menyimpan dan menjadikannya koleksi.

Tapi bukan koleksi yang untuk dipamer-pamerin sih ya, hanya lebih kepada koleksi buat menyimpan cerita,halah

1. Surat

Wahahaha, barang yang paling sering saya koleksi itu adalah surat. Saya dulu punya kotak kenangan yang isinya segala macem kenangan masa lalu yang kebanyakan adalah surat. Pengirimnya beda-beda, tapi isinya kurang lebih sama, berisi luapan rindu yang menggebu-gebu, terekdungces.

Saya simpan surat-surat dari orang-orang yang spesial di hati, bertahun-tahun. Dari jaman SMA sampai kuliah, sampai kerja, saya bawa kemana-mana. Tiap pindah kos ya si kotak kenangan ikut diangkut.

Kalau kalian kemarin sempet nonton film AADC2, ada adegan Cinta mengeluarkan sekardus kenangan dari lemarinya. Nah begitulah kira-kira koleksi surat-surat saya. Dulu disimpan, karena ternyata pas semua sudah berlalu, kemudian dibaca-baca lagi, bisa bikin ketawa-ketawa sendiri, sembari merutuki diri betapa alay dan noraknya diri ini kala muda dahulu, hasek.

Nah, apakah sekarang koleksi surat-surat itu masih ada?

Tentu tidak dong.

Menjelang nikah sama mas Teguh, itu surat beserta diary masa muda dulu saya kasihkan ke Mas Teguh. Blio baca semua-muanya, dari A sampai Z petualangan masa muda saya, haiyaaaah. Abis beliau baca, satu kardus surat itu dan diary kesayangan saya bakar sampai jadi abu. Pengen diminum sih tapi dilarang masTeg, wahahahaha.

Dengan terbakarnya surat-surat tersebut beserta kotak kenangan, maka saya anggap seperti membakar jembatan ke masa lalu, karena yo opo rek, saya punya jalan di depan mata yang puanjaaaaaang banget buat dilalui bersama si akang tersayang, dududududu.

( Baca : How I Met My Hubby )

Selain surat, saya juga menyimpan segala hal yang pernah dikasi orang ke saya. bahkan saya pernah dikasi kulit pisang yang ada tulisan 'I Love You" nya aja saya simpan sampai ntu kulit pisang kering, gosong, dan hilang dengan sendirinya. Dikasi bunga juga ya saya simpen sampai bunganya jadi bunga kering. Ngga heran rumah saya banyak laci-laci yang isinya tidak bisa dideskripsikanlah dengan kata-kata.



2. Buku

Ya elah, anak nerd mah koleksinya kurang gahol ya. Saya suka membaca, dan yah tentu saja korelasinya saya jadi suka beli buku. Saat saya suka dengan sebuah buku, maka saya akan cari semua buku dari penulisnya. Walau belum pasti sih buku yang ditulis oleh seorang penulis bakal bagus semua, namun biasanya feel ceritanya ngga jauh-jauh beda. Makanya sekali suka dengan satu buku yo wis, koleksilah buku lainnya.

Saya koleksi buku Clara Ng


Dewi Lestari Off Course


Untuk daftar bacaan yang jadi koleksi lemari buku saya, sungguhlah random sekali. Saya punya novel drama yang mendayu-dayu, kriminal, pembunuhan, romance, sampai sejarah. Suka buku fiksi maupun non fiksi. Pokoke asal bukunya menarik yo wis bakal masuk keranjang belanja dan jadi koleksilah ya.

Salah satu buku koleksi kesayangan saya itu bukunya Enid Blyton, hahahah saya ngumpulin tapi ngga kumplit-kumplit semua. And yes saya koleksi buku ini biar ntar Tara bisa baca, walaupun saya sebenernya belum baca semua bukunya. Ya maklum, dulu pas kecil bacaannya malah Majalah Cobek, alias majalah sekenan, bukan buku mahal sekelas Enid Blyton gitu gengs.

sebenernya yg lain masih ada, tapi ga tau dipinjem siapa



3. Bungkus Coklat

Xixixi ini nih salah satu benda unfaedah yang pernah saya koleksi, bungkus coklat.

Jadi ceritanya, pas kecil saya suka banget makan coklat, dan coklat bagi saya saat itu adalah makanan mahal, karena ngga bisa dibeli setiap saat. Saya mah ga doyan yah coklat ayam jago, kecil-kecil seleranya udah lumayan, wahahaha. Coklat favorit saya saat SD itu adalah coklat ......................... sumpah saya berusaha mengingat namanya dan ngga inget sama sekali, Pokoke coklatnya isinya satu petak gede, tapi ada terbagi jadi tiga sampai 4 batang gitu, warnanya ada biru, merah, kuning. Aaaaak lupa banget namanya.

Dulu dibeliin ibu saya tiap blio belanja bulanan ke pasar. harganya saat itu sekitar 400 rupiah kalo ngga salah. Mahal kan yah. Tiap makan diemut-emut biar lama abisnya. Coklatnya habis, bungkusnya dikoleksi, wahahaha.


4. Barang Promo

Astagaaaa, saya baru sadar karena nulis ini. Sadar bahwa saya ternyata suka koleksi barang gratisan. Biasanya yang berupa gimmicks-gimmicks gitu lho. Misal nabung di bank A sekian juta bisa dapet mug, atau belanja sekian piece dapet hadiah bolpen. Nah saya suka banget ngumpulin yang gitu-gitu.

Yang beginian ini jadi ajang berburu buat saya, hahahah


Saya pernah belanja bodyshop sampe 2 jutaan hanya karena saya pengen payungnya yang unyu banget. Jadi si payung itu cakep banget, warna putih, tapi kalau kena air bakal berubah warna jadi pink. Yang mungkin agak lebay adalah bahwa saat itu saya lagi dinas luar kota ke Bogor, dan lagi main ke mall trus lihat promo itu, dan saya beli saat itu juga karena kepengen banget punya payungnya. Padahal saya lagi ngga butuh skincare. Jadilah saya beli segala yang ga penting demi si payung, yang padahal harganya mungkin ngga nyampe 150 ribu, huh. Dan akibatnya lagi, saya mesti bawa-bawa payung ke bandara dan si payung ikut naik pesawat. Ribet abis.

Payung idaman :)


Ini sering banget kejadian. Saya bisa punya beberapa produk tabungan walau sama-sama BRI, tapi beda-beda promo hanya karena saya mupeng sama barang promosinya, wahahahaha. Dan ini 11-12 sama suami. Doi juga suka koleksi dan berburu barang promosi.

Pernah ya kami di malam tahun baru ngider-ngider ke beberapa Grapari Telkomsel hanya untuk menukarkan point demi mendapat payung, jam dinding dan mug yang ada tulisan telkomselnya. Padahal mah barangnya juga bukan barang yang unik, di Ace Hardware juga banyaklah, kayak mug stainless gitu, tapi karena ada tulisan Telkomselnya jadi deh bela-belain wara-wiri cari Grapari yang masih buka. Sankin banyaknya point kami, pulang-pulang bawa payung, mug, jam, bantal, kaos, wahahaha, sungguh goals ya sodara-sodara.


5. Prangko

Aha, akhirnya saya punya benda koleksi yang berfaedah. Dulu jaman SMA saya pernah koleksi prangko. Sampe punya beralbum-album perangko. Triggernya ya tentu saja majalah Bobo kesayangan yang dibaca sejak orok yang selalu menceritakan betapa kerennya menjadi Filateli. Tapi ya namanya juga tinggal di Sibloga, sekeren-kerennya perangko yang didapet ya palingan perangko ratu Elizabeth, itupun beli dari teman, bukan nyari sendiri xixixi.


Sekarang entah udah dimana album perangkonya. Mungkin ada di rumah ortu saya kali, ngga pernah nyari juga sih, udah lupa malah.


6. Lipstik



Tadi pagi pas mau lipstikan saya baru ngeh kalo saya punya lipstik banyak banget hahahah, makanya saya masukin disini sebagai daftar koleksi. Karena seumur-umur baru sekarang sih saya suka ngumpulin lipstik aneka warna gini.

Kenapa butuh lipstik banyak padahal bibirnya cuma satu?

Karena menurut saya sampai saat ini belum ada warna lipstik yang bener-bener pas dengan yang saya inginkan, jadi saya kalau pake lipstik itu dimix dua sampe 3 warna, baru ketemu warna yang pas. Favorit saya sekarang, pake lipstik dasar Nyx yang shade Manila, trus timpa Make Over 002, lalu terakhir disamarkan dengan Oriflame shade Nude (lupa nomornya), baru deh ketemu warna yang saya mau, ribet ya sis.



7. Tiket 

Nambahin, ternyata saya juga hobi ngoleksi tiket, alamak.

Jadi karena dulu saya LDR an sama suami, saya di Jakarta, trus pernah di Jogja, sementara suami di Medan, maka saya bolak-balik Jakarta-Medan, Jogja - Medan dengan pesawat itu udah kayak bolak balik kamar-dapur sankin seringnya. Sebulan bisa 2 kali pulang, yang artinya 4 kali tiket. Dikumpulin selama 2 tahun, ya itung aja sendiri ada berapa.

Pindah tugas ke Rantau Prapat, modanya ganti dari pesawat menjadi tiket kereta. Seminggu sekali pulang, bolak-balik udah aja dua tiket. Selama 8 bulan tugas, yo wis udah setumpuk banget tuh tiket kereta.

Ngapain dikoleksi?

Buat ngitung tabungan saya di pesawat dan di KAI, hahahaha. Dan gila yah, udah bisa beli mobil yang murah-murah tuh kalo dikumpulin semua


Jadi 7 barang itu benda yang pernah saya koleksi. Ngga menarik sama sekali kan yah, hahaha, ngga kayak ciwi-ciwi lucu yang koleksi barang Hello Kitty, Unicorn, Winni The Pooh atau Cinderella. Saya terlalu malas dulu ngumpulin benda dengan karakter Disney hanya karena ogah kalau samaan dengan orang. Sempet sih koleksi benda-benda bergambar Dalmatian, tapi ternyata susah nyarinya, jadi males sendiri hahaha. Dan yah mungkin karena memang bukan jiwa saya sih ngoleksi benda cuma karena lucu.


Kalau kalian, suka koleksi sesuatu ngga, Bikin dong blog post tentang koleksi kalian, sekalian nostalgia.





Karakter Orang Berdasarkan Kopi Yang Diminumnya. Kamu Type Yang Mana?

Thursday, August 10, 2017
[SP] Tentang Kopi dan Personality





Salah satu profesi yang paling saya kagumi di dunia ini adalah profesi psikolog.

Kenapa?

Karena para psikolog itu menurut saya seperti punya kemampuan membaca kepribadian orang. Saya punya temen psikolog yang kayaknya bisaaan banget membaca diri saya. Membaca kepribadian sampai membaca mood saya. Makanya enak banget curcol sama doi, karena biasanya jawabannya itu pas dengan sifat-sifat saya.

Profesi kedua yang menurut saya juga bisa membaca orang adalah wartawan. Namun beda dengan psikolog, kebanyakan wartawan apalagi yang senior ya , mereka bisa membaca mood orang lewat tulisan.

Nah ini juga saya punya temen nih yang kayak gini. Dia itu wartawan di sebuah surat kabar gede di Jakarta. Dia bisa membaca mood orang dari tulisan. Apakah tulisan itu dibuat dalam kondisi sedih, gembira, marah, kesal. Apakah tulisan itu beneran cerita orang atau cerita pribadi si penulisnya. Keren deh. Saya suka yang wow wow gitu kalau misalnya dia bisa nebak suasana hati saya melalui tulisan saya. Keyen.

Nah, sebenernya saya juga bisa juga lho membaca orang. Namun saya membaca orang ngga melalui tulisan atau mimik wajah, atau gerak-geriknya. Saya bisa mengetahui karakter orang dari kopi yang diminumnya. Wahahahahah.

Iya, suer, biasanya tebakan saya ngga meleset.

FYI ,saya pernah buat analisa kepribadian orang berdasarkan zodiaknya , dan banyak yang bilang bener sih analisa saya *brb gantiin Mama Loren*

(Baca : Tentang Zodiak )

Pengamatan saya kepada para peminum kopi ya karena saya peminum kopi berat. Saya termasuk copy addict yang tahapnya sudah mengkhawatirkan. Sehari ngga minum kopi saya bisa uring-uringan. Kopi dan saya ibarat Sandy dan helm udaranya, bisa ngap-ngap kalau ngga bersama.



Sankin seringnya ke kedai kopi, saya hapal kekhasan kopi tiap kedai kopi langganan saya di Medan.

Kalau ke kedai kopi Aceh (Kedai kopi Aceh manapun), jangan pernah tidak memesan kopi Sangernya. Kopi racikan mereka punya rasa manis kepait-paitan atau pait kemanis-manisan, hahaha pokoke sama-sama ngertilah gimana rasa yang pas makanya namanya SANGER alias SAMA SAMA NGERTI. Ini wajib banget saya pesen.

Kopi Sanger


Di Kedai Macehat, Cappucinonya is the best. Di Dunkin Donuts, Latte Tiramishu is a must. Di J-CO, Mocchacinonya sedep, dan kalo di Starbuck saya suka Frappucinonya.




Makanya sambil minum kopi saya suka menebak-nebak kepribadian orang berdasar kopi yang biasa dipesannya.

Btw ini cuma saya amati dari orang yang minum kopinya sering ya, bukan yang sekali-kali minum kopi.

Oke, ini dia beberapa kepribadian orang berdasar kopi yang diminumnya .

1. Kopi Hitam / Kopi Tubruk






Kopi hitam ini, disajikan langsung diseduh dengan air panas, ditambah sedikit gula sesuai selera.

Menurut pengamatan saya peminum kopi hitam biasanya adalah perokok. Saya tidak tau apa korelasinya, tapi rokok dan kopi hitam sepertinya sepasang kekasih yang sudah dijodohkan dari orok.

Disamping biasanya perokok, peminum kopi hitam biasanya lagi adalah orang yang sudah berumur. Yah 40 tahun ke ataslah. Kalau di kantor saya, yang suka minum kopi hitam kebanyakan generasi baby boomers alias udah hampir memasuki masa pensiun.

Namun demikian, peminum kopi hitam tidak mengenal kasta. Penikmat kopi hitam ada dari golongan driver, OB sampai pejabat yang memiliki kedudukan penting.Maka bisa disimpulkan, peminum kopi hitam adalah generasi berumur yang hidupnya udah sellow dan mereka minum kopi ya karena mau minum kopi bukan karena gaya-gayaan.

Saran saya, bagi anak muda yang ingin langsung tune in di kantor baru, maka saat duduk-duduk atau rapat dengan para pejabat di kantor yang usia udah sepuh, pilihlah kopi hitam, itu sangat ampuh untuk langsung masuk ke mereka. Trust me.

Dulu saya pernah mengalaminya.

Jadi saya pernah penempatan di kantor baru sebagai Account Officer ( marketing yang nawarin kredit dan nganalisa kredit  ). Rata-rata AO disitu udah berusia matang. Awalnya saya yang kayak dicuekin gitu, biasalah ya sama anak baru. Dengan bagian lain juga saya jarang disapa. Nah, suatu hari, pas si bapak-bapak di kantor itu lewat meja saya, ada secangkir kopi yang ditutup di meja saya. Blio iseng buka tutup gelasnya, dan tadaaa terlihatlah kopi hitam disana. Si bapak kaget

" Wah ibu minum kopi hitam ya, hahahaha sama dong kita bu"

Dan sejak itu saya sering diajak ngobrol, wahahahaha. Percayalah sama saya kopi hitam itu kopi pergaulan.


2. Espresso dan Americano





Espresso adalah kopi yang dihasilkan melalui proses ekstraksi biji kopi yang telah mengalami proses penggilingan dengan menggunakan alat semacam bewer. Sedangkan Americano adalah espresso yang ditambahkan air panas, alias espresso yang diencerkan.

Sebenernya penikmat espresso dan Americano ini sebelas dua belas sama penikmat kopi tubruk. Mereka memang orang-orang yang minum kopi ya karena suka kopi. Namun orang-orang yang lebih memilih espresso dan Americano adalah jenis penyuka kopi hitam yang juga memikirkan gaya, alias seleranya lumayan tinggi.

Biasanya mereka adalah para eksekutive menengah ke atas yang sangat memikirkan image dan penampilan.

Saran saya, jika ngopi-ngopi dalam rangka pertemuan bisnis, pesanlah Espresso atau Americano, minimal ningkatin pede.


3. Capuccino dan Caffe Latte




Capuccino dan Caffe Latte itu jenis kopi yang saya kategorikan mirip, karena sama-sama campuran espresso dan susu, yang membedakan hanya komposisi dan banyak busanya. Capuccino lebih berbusa daripada Latte.

Menurut pengamatan saya, pencinta Capuccino dan Latte mayoritas adalah perempuan yang sudah mature. Tepatnya lagi perempuan di usia antara 25 ke-40 tahun. Mereka ini ingin menikmati kopi tapi masih mikirin dosisnya, makanya dipilih yang agak ringan yaitu Capuccino dan Latte yang memang ada campuran susunya.

Penikmat Capuccino dan Latte biasanya orang-orang yang memandang hidup dengan porsi berimbang. Tau kapan harus bersenang-senang tau kapan harus serius.

Saya termasuk di kategori ini, ahsek

4. Mocchacino dan Frappucino





Mocchacino adalah racikan kopi yang terdiri dari espresso, susu dan coklat. Sedangkan Frapuccino adalah es kopi yang terdiri dari espresso, susu dan es diblender bersamaan, kemudian ditambahkan topping whipe cream

Penikmat kopi jenis ini sebenarnya ngga suka-suka amat dengan kopi, tapi ingin menikmati kopi dengan cara yang lebih menyenangkan. Kemungkinan besar mereka penyuka coklat tapi ngga pengen manis banget, makanya pilih moccachino biar ada pait-pait dari kopinya. Mereka menganggap minum kopi adalah bagian dari gaya hidup.

Menurut pengamatan saya, orang-orang yang selalu pesan moccachino dan frappucino adalah orang-orang energik, ceria dan penuh kejutan. Mereka ini biasanya orang-orang kreatif yang ingin selalu mencoba hal baru. Mereka juga memandang hidup ini seperti sebuah tempat untuk bersenang-senang, makanya kebanyakan penikmatnya adalah orang-orang yang dari segi penampilan juga stylish dan aware banget dengan info-info terkini.Range usia penikmat kopi jenis ini ada di usai remaja 15 tahun hingga 30 tahun. Dan yes kebanyakan wanita.

5. Kopi Sachet


Hahahaha, iyaaa ada lho penikmat kopi sachetan. Mau kopi sachet jenis apapun ya. Mereka ini adalah orang-orang yang sebenernya ngga peduli-peduli amat sama jenis kopi, pokoknya bisa ngopi tiap hari tanpa repot yow is jadilah.

Penikmat kopi sachet menurut pengamatan saya adalah orang yang simple. Simpel cenderung cuek. Mereka ogah mikir yang berat-berat, segala sesuatu dibikin enteng. Bukan karena mereka ngga peduli atau ngga mikirin masalah, tapi mereka menganggap hidup ini toh kalo dipikirin serius banget ya gitu-gitu juga.

Makanya perhatikan deh, penyuka kopi sachetan ini mana peduli dia sama jenis gelas yang dipakai untuk membuat kopinya. Mau segede gaban juga cuek aja. Padahal kenikmatan kopi mah sangat bergantung dengan perbandingan jumlah air dan kopinya ya gengs.

Suami saya, Mas Teguh nih termasuk pecinta kopi sachetan. Tiap saya pusing dia selalu sodorin saya kopi sachet, yang tentulah saya tolak mentah-mentah, dih apaan kopi kok sachetan, hahaha.


6. Kopi Hijau



Nah yang terakhir nih, ada jenis kopi yang berbeda dengan kopi yang saya sebut di atas.

Bedanya dimana?

Ya di warnalah, LOL.

Xixixi, ngga ding, kopi hijau dan kopi hitam itu berbeda dari segi proses pembuatannya. Kopi hijau itu kopi yang tidak mengalami proses roasted atau pembakaran kayak kopi hitam pada umumnya, jadi biji kopi asli gitu yang diproses dengan cara direbus.

Penikmat kopi hijau biasanya adalah orang-orang yang sangat peduli dengan kesehatan dan penampilan. Mereka ini pecinta kopi tapi ngga pengen pengaruh buruk kopi mengancam mereka. Kemungkinan mereka korban propaganda bahaya laten kopi, hahahaha.

Kenapa saya bilang begitu?

Soalnya menurut pengalaman , kopi mah banyak banget manfaatnya. Ya kalo kebanyakan emang ngga bagus. Tapi itu kan emang berlaku untuk semua hal di dunia ini, kalau kebanyakan ya pasti bakal berpengaruh buruk. Namun kalau masih dalam porsi wajar malah banyak banget manfaat kopi. Apalagi kopi hijau ini.



Secara kandungan, kopi hijau memiliki manfaat lebih besar daripada kopi hitam biasa.

Kenapa?

Di dalam kopi itu ada namanya asam klorogenat yang banyak banget khasiatnya. Semakin tinggi kandungan asam klorogenatnya semakin bagus kopinya. Di kopi hijau karena tidak mengalami proses pemanggangan maka asam klorogenatnya itu masih tinggi makanya katanya sih bagus untuk kesehatan dan bagus untuk program diet, hasek.

Penikmat kopi hijau biasanya juga orang-orang yang doyan membaca. Mereka termasuk kaum intelek yang memikirkan apapun yang dikonsumsi oleh tubuhnya, termasuk mencari tahu apa saja kandungan dan manfaat dari apa-apa yang dimasukkannya ke tubuh.

Makanya mereka pilihannya jatuh ke kopi hijau. Karena disamping berkhasiat menurunkan berat badan, kopi hijau juga mengandung antioksidan yang tinggi, yang bisa menjaga kesehatan kulit.

Penikmat kopi hijau juga menurut pengamatan saya adalah orang-orang yang penuh pertimbangan. Mereka minum kopi bukan hanya karena suka kopi, tapi karena mempertimbangkan apa manfaat yang bisa diambilnya dari menyeduh secangkir kopi.

Karena di dalam kopi hijau ini terdapat kafein yang memiliki efek positif untuk meningkatkan mood, dan meningkatkan kemampuan kognitif. Karena menurut penelitian Nutrition Bulletin Februari 2008, diketahui bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan memori, lebih focus , dan lebih waspada. Ngga heran ya kalau minum kopi bawaan matanya jereng terus, karena memang otak dalam kondisi siaga.

Makanya ngga heran juga, saat kita mengerjakan pekerjaan sambil minum kopi itu rasanya lebih ces plang aja. Seolah-olah ide jadi gampang didapat.

Penikmat kopi hijau juga adalah orang-orang yang selalu ingin terlihat muda. Karena memang kopi hijau ini dipercaya bisa mencegah penyakit Alzheimer yang bisa mempercepat kepikunan.

Saran saya, kalau ketemu penikmat kopi hijau, segera jadikan pendamping hidup. Iya dong, kandungan kopi aja dia pikirin apalagi kamyuuuu, #krikkrikkrik.

Kalau pengen nyobain kopi hijau, paling gampang mah tinggal ke Alfamart atau Indomart, beli Nescafe Green Blend, seduh di rumah. Rasanya itu beda sih dengan kopi hitam, agak ringan namun aromanya khas kayak aroma terbakar gitu. Aneh juga ya hahahaha, padahal kopinya ngga diroasted tapi kok ada aroma panggangnya. Syedep-syedep gimana gitu.





Udaaaah, 6 jenis kopi itu aja deh yang saya bahas. Udah mewakili berbagai jenis penyajian kopi itu mah.

Yang pasti, walau berbeda-beda karakter dan sifat para penikmat kopi, namun ada satu benang merah yang menghubungkan mereka semua. Yaitu bahwa para penikmat kopi, mau apapun jenis dan cara penyajiannya, biasanya adalah orang yangtau cara menikmati hidup. Mereka sadar bahwa yang namanya hidup tidak selalu berjalan mulus, tidak akan manis selalu, seperti kopi, selezat apapun kopi yang dinikmati, tetap akan tersisa rasa pahit dan getir di tiap tetes terakhirnya. Dan seperti hidup juga, sepahit apapun kopimu, tetap mengandung asam yang menambah rasanya.


Gimana menurut kalian hasil pengamatan saya tentang karakter orang berdasar kopi yang biasa diminumnya?.

Cocok ngga?

Kalau cocok bolehlah kita ngopi-ngopi.





Apa?? Ngga suka kopi

Bhay











Menikah Atau Tidak

Wednesday, August 9, 2017
Tema #GesiWindiTalk kali ini request dari teman Gesi. Tentang pandangan kami tentang pernikahan. Kalau kami disuruh kasih rekomendasi ke orang lain, kami bakal suruh orang untuk menikah atau tidak?


Baca punya Gesi :




Nah sebelum saya jawab, coba yuk kita pilah mana lebih baik menikah atau single

Single :

Enaknya

↔ Waktu untuk sendiri lebih banyak
↔ Waktu untuk orangtua lebih banyak
↔ Kebutuhan hidup hanya untuk diri sendiri
↔ Mau kemana saja tinggal pergi
↔ Bisa hang out sama teman kapan dan dimana pun
↔ Fleksibel dalam mengejar karir, tidak tergantung pasangan
↔ Mikirin dan mutusin apa-apa sendirian, ngga harus minta pendapat pasangan

Ngga enaknya

↔ Ngga ada temen bobo dan berbagi cerita setiap malam, kecuali kamu punya pacar dan mau telfon-telfonan terus
↔ Mikirin dan mutusin apa-apa sendirian, ngga ada yang dimintain tukar pikiran (bisa sih temen kalau mau)
↔ Kalau tidak pintar memanage keuangan, terkadang gamang sama tujuan hidup sendiri
↔ Suka diomongin orang sekitar
↔ Dianggap kurang mature
↔ Kebutuhan biologis siapa yang menuhi?


Menikah :

Tidak Enaknya

↔ Waktu jelas berkurang, karena sekarang apa-apa untuk keluarga
↔ Mengejar karir ada batasnya, karena harus mikirin keluarga , termasuk persetujuan pasangan
↔ Waktu untuk orangtua, kerabat. lingkungan harus dibagi dengan waktu bersama keluarga
↔ Tidak bebas seperti saat single
↔ Biaya hidup akan membengkak, karena banyak tujuan yang harus dicapai, sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, asuransi.
↔ Tidur tidak pernah nyenyak lagi jika sudah punya anak

( Baca : Yang Berubah Setelah Punya Anak )

Enaknya

↔ Ada teman cerita setiap saat
↔ Punya seseorang atau tempat untuk pulang
↔ Kalau sudah punya anak, tambah penghibur hati
↔ Secara society aman, dan dianggap normal
↔ Sex jadi halal

( Baca : Ekspektasi dan Realitas Setelah Menikah)

Kalau kita lihat perbandingannya di atas, sebenernya ngga jauh-jauh amat sih ya bedanya. Enak dan ngga enaknya kalau dipikir-pikir juga ngga signifikan amat. Karena apa yang dilakukan orang menikah bisa juga dilakukan saat single, kecuali sex ya, kecuali kamu menganggap sex sebagai perbuatan yang boleh dilakukan dengan siapa saja, maka menikah jadi tidak ada bedanya dengan single.

Jadi? Kalau gitu ya udahlah single aja, toh ngga ada bedanya.

Jawaban kayak gitu, jadi sama gampangnya dengan ngomong " Ya kalau, ngga ada bedanya, ya kenapa ngga nikah aja, enak ada yang ngurusin."

Hayoooo? Jadi mending nikah atau single ini sih.

Kalau pertanyaan ini ditujukan ke saya sekitar 10 tahunan lalu, pastilah saya bakal jawab dengan pasti, "Ya nikahlah, masa ngga nikah sih", karena memang saya befikir bahwa menikah itu default aja kebutuhan manusia dan hal yang natural dijalani saat orang sudah beranjak dewasa dan siap untuk menikah.

Namun, kalau ditanya sekarang, saya bakal harus mikir dan ngomong panjaaaaaaang dulu sama yang nanya. Karena ternyata setelah saya menikah dan menjalaninya kurang lebih 9 tahunan, ya baru tau aja kalau menikah itu challenging banget deh. Ditambah sering denger cerita dan curhat orang orang lain soal rumah tangganya, membuat saya pengen bilang ke para single " Plis plis jangan buru-buru menikah sebelum yakin betul apa yang kamu inginkan dengan menikah"

Saya ngomong gini bukan skeptis sama lembaga pernikahan sih. Tapi karena saya melihat, banyak banget orang yang kelihatan mesra, ekonomi cukup, anak ada, segalanya kelihatan fine-fine saja, ternyata cerai.

Saya hidup di circle dimana perceraian bukan merupakan hal yang mengejutkan lagi. Saya punya teman yang bercerai, punya keluarga yang bercerai, punya teman kantor yang bercerai , punya tetangga yang bercerai, yang awalnya dulu saya selalu WOW WOW gitu mendengarnya.

Saya sempet mikir " Kenapa bisa cerai?"
" Kok ngga mikirin anaknya?", " Apa ngga bisa dibicarain lagi?" , " Apa tidak mau mencoba lagi?", " Kok bisa selingkuh sih", " Kalau selingkuh, kok sampai cerai sih" (tetep), yang intinya bagi saya dulu perceraian itu menjadi sesuatu yang luar biasa.

Namun makin kesini, makin lama menikah, mengenal orang, dengar cerita orang, melihat kehidupan orang, ya jadi mengerti sendiri. Bahwa di pernikahan itu banyak banget hal yang bisa bikin suami istri bertengkar, tidak sepaham, dan selalu merasa kurang puas.


Makanya kalau saat ini saya mendengar orang bercerai, ya dalam hati cuma bilang " Life Happens" aja.

Makanya kembali saya bilang, bagi para single, plis pikirin lagi saat menentukan pasangan hidup. Karena beneran menikah itu ngga mudah jenderal.

Kalau kita pikir menikah itu cuma untuk memenuhi kebutuhan biologis saja yakin banget itu cuma menjadi kebutuhan utama di awal-awal pernikahan, setelah itu... ya tetap butuh tapi ada hal lain yang lebih krusial.

Tapi saya ngomong gini juga ngga selamanya bener, karena buktinya ada juga pasangan yang berpisah ya karena masalah ranjang.

Saya dan sohib saya di grup pernah ngomongin ini panjang lebar, dan kami sampai pada satu kesimpulan, bahwa hal paling penting bagi kita saat memutuskan untuk menikah adalah memilih pasangan yang memiliki kesamaan prinsip hidup. TITIK.

Itu paling penting.

Karena yang namanya pernikahan, mau ekonomi sebagus apapun, secinta apapun, support system sebaik apapun, namun saat kita dan pasangan sangat berbeda secara prinsip hidup, udahlah pasti bakal melelahkan sekali. Kecuali salah satu rela untuk berkompromi dan mengalah sepanjang benturan terjadi.

Persamaan prinsip bukan perkara hal-hal sepele, kayak makan enaknya di meja makan atau di depan tivi. Handuk abis mandi harus diletakin ke tempatnya atau dilempar saja sekenanya.

Hal kecil-kecil kayak gini mah remah-remah rempeyek doang. Tapi lebih kepada hal-hal yang bersifat fundamental.

Pandangan soal agama.
Pandangan soal gender
Pandangan soal pengasuhan anak
Pandangan soal peran suami istri dalam keluarga

Ini nih yang paling penting harus sepaham, atau kalian harus menekan ego terus sepanjang tahun pernikahan.

Saya sering cerita bahwa saya dan mas Teguh itu bedaaa banget kepribadiannya.

Berbeda dengan Gesi-Adit yang seumuran, atau Icha-Jege yang punya sifat 11-12, saya dan mas Teg itu perbedaannya udah macam langit dan bumi.

Kami beda suku, beda budaya, beda usia, beda selera, beda sifat dan beda latar belakang keluarga bahkan kami berbeda pandangan politik. Satu-satunya yang menyatukan kami adalah mie ayam, lho, hahahah.

( Baca : Beda?, Siapa Takut ?)

Oke, serius

Namun saya bisa bilang sampai saat ini dan mudah-mudahan selamanya, belum pernah ada masalah berarti di keluarga kami. Belum pernah ada terpikir untuk tidak bersama Mas Teg.

Satu hal yang saya sadari kemungkinan karena kami sama-sama tau bahwa kami berbeda, dan kami ngga merasa perlu untuk menjadi sama. Dan yang pasti karena prinsip hidup kami walau ngga bisa dibilang sama persis tapi ngga beda-beda amat.

Kami sepemahaman soal peran perempuan dalam keluarga, sepakat soal boleh tidak boleh istri bekerja, sepaham bahwa hidup ini dinikmati bukan dikeluhkan, sepakat bahwa anak tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab saya saja , termasuk masalah sepele soal pakaian dan pergaulan saya.

Hal-hal yang saya rasa prinsipil ya itu.Mungkin berbeda di setiap orang.

Makanya walau kepribadian bagai langit dan bumi, namun soal prinsip hidup ya seiya sekata.


So, saya ngga akan berpanjang lebar, saya udah pernah nulis banyak hal soal pernikahan disini. Kalau kalian search label marriage pasti kalian temukan banyak hal soal pernikahan yang sudah saya bahas. Mulai dari tentang bagaimana tahu jodoh yang tepat, sampai soal ekspektasi dan realita setelah menikah.

Makanya saya ngga akan jawab pertanyaan di atas tadi. Kalian menikah atau tidak, You choose , bukan saya, bukan orangtua, bukan lingkungan. Kamu yang harus mutuskan, karena kebahagianmu bukan di tangan orang lain, dan kesedihanmu juga bukan tanggung jawab orang lain.

Namun yang pasti saya hanya mau sampaikan, bahwa tidak ada yang lebih baik dari menikah atau terus menjadi single. Keduanya sama baiknya jika kita bahagia menjalaninya, dan keduanya sama ngga enaknya kalau kita ngga enjoy menjalaninya.

Kalau kata orang menikah itu rumit, ya saya setuju, tapi ngga serumit sampai kamu harus takut menjalaninya.

Kamu hanya hanya harus paham bahwa yang namanya menikah itu konsekuensinya gede. Ada keluarga yang harus dipersatukan, ada anak -anak yang bakal dilahirkan, dan ada status dan nama pasangan yang bakal mendampingi kita seumur hidup.

Saat kamu menikah, kamu bukan hanya menjadi si Mawar lagi, tapi berubah status menjadi istri Kumbang, menantu Bu Broto, dan mamanya Melati. Yup, saat kamu menikah, rentetan normalnya kamu bakal ketambahan embel-embel tidak hanya nama tapi tanggung jawab yang menyertainya.

( Baca : Tentang Jodoh )

Tentu itu tidak mudah namun bukan hal yang harus dibikin sulit juga.

Kamu juga harus paham, bahwa pasanganmu itu yang akan menjadi teman hidup seumur hidup bukan orang yang harus selalu memuaskanmu, dia bukan cenayang yang bisa selalu tau apa maumu, sama seperti dirimu dia juga bisa berubah, maka berharap dia selalu seperti malaikat pasti akan mengecewakanmu.

Dan harus disadari bahwa orang yang hidup dengan kita itu bukan diri kita, maka pasti ada perbedaan. Namun yang namanya perbedaan ya biarkan saja, buka untuk disamakan tapi cukup dipahami dan dikompromikan. Kecuali, sekali lagi kecuali perbedaan prinsip hidup.

Karena menikah dengan orang yang berbeda prinsip akan melelahkan sekali.

( Baca : Suami Selingkuh Dan Istri Yang Minta Dimengerti )

Menikah, dan hidup dengan pasangan yang paling cocok sekalipun, dengan kondisi ekonomi sebagus apapun, dengan lingkungan yang mendukung sebaik apapun, tetap akan ada masalah dalam pernikahan.

Maka jika kamu menikah, menikahlah karena kamu tahu bahwa hidupmu akan lebih baik dengan menikah dengannya, namun tetap persiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Bukan dengan was-was setiap saat, namun dengan memanage ekspektasi. Lower expectation dalam pernikahan biasanya malah lebih bisa menyelamatkan hati dan pikiran dibanding hight expectation yang akan memunculkan rasa kecewa.

Menikah tidak menjamin hidupmu lebih bahagia, tapi saya bisa pastikan menikah akan menempa kamu jadi orang yang lebih dewasa dan kamu bakal menemukan banyak hal yang sebelumnya kamu tidak mengerti. Akan banyak pelajaran hidup yang kamu dapat saat menikah. Percaya ngga percaya, pernikahan, mau ngga mau pasti akan mendewasakan seseorang.*gw sok iye banget ngomong gini di usia pernikahan masih bau kencur*

Namun jika, kamu merasa kamu tidak ingin menikah, Go a head, ga ada yang bisa memaksa kamu untuk menikah, even orangtua sendiri. Karena sekali lagi kebahagianmu dan kesedihanmu bukan tanggung jawab orang lain dan ngga ada orang lain juga yang mau tanggung jawab.

Karena menikah  bukan pilihan hidup, maka teruslah melangkah, carilah apa yang masih kamu cari.

( Baca : Karena Menikah Bukan Tujuan Hidup )

Karena menikah bukanlah prestasi, maka teruslah mengukir prestasi-prestasi lain selain prestasi mencari jodoh.

Karena status menikah bukanlah sebuah piala yang harus dipajang di status fesbukmu, maka ngga perlu kesusu dikejar usia. Jangan turunkan kriteriamu demi sebuah kata "Married with"

Karena menikah juga bukanlah pintu darurat, maka ngga perlu membukanya untuk lari dari apapun.

Karena menikah bukanlah tujuan hidup, melainkan salah satu tools mencapai tujuan hidup.

Namun jika kamu merasa kamu tidak memerlukan tools itu untuk mencapai tujuan hidupmu, ya ra popo. lakukan hal-hal lain yang membuatmu bahagia.

Tidak ada yang salah dengan status single. Kalau kamu memilih untuk menunda pernikahan atau bahkan memutuskan tidak menikah karena suatu alasan kuat, keep on fighting.

Namun berjanjilah untuk menikmati waktu singlemu dengan sebaik-baiknya dan menjalani hidup dengan bahagia. Karena menjadi single kamu bisa melakukan banyak hal lebih baik dari orang yang menikah, TRUST ME, walau dikata orang, menikah menambah energy, namun yakin saat single itu adalah sebaik-baik energy untuk memaksimalkan potensi diri. Kamu bisa menaklukkan dunia kalau kamu mau.

So, what i recommend you : single or married?

Biar postingan ini tetap menjawab pertanyaannya, saya jawab secara cepat saja ya.

Saya rekomendasikan kamu menikah :

Jika dan hanya jika, kamu sudah memastikan bahwa calonmu itu adalah orang yang memiliki persamaan pandangan hidup yang prinsipil. Kalau kalian beda hal remeh, itu bisa dikompromikan, kalau berbeda untuk satu pandangan besar, tinggalkan, cari yang lain.

Saya rekomendasikan kamu single :

Jika kamu ingin menikah hanya untuk memuaskan lingkungan, keluarga, atau hanya untuk status padahal kamu belum menemukan orang yang benar-benar sepaham dengan kamu. ya udah single aja dulu sampai kamu ketemu the one tersebut.

You choose.

Standar Ganda Bangsa Kita

Friday, August 4, 2017


Lagi rame soal bu Elly Risman dan grup musik asal Korea SNSD.

Hal pertama yang terlintas di pikiran saya saat membaca pro kontra soal pelabelan kata Pel***r kepada SNSD adalah soal standar ganda.

Kenapa saya bilang demikian?

Ya karena memang pelabelan itu adalah sebuah sterotype yang kalau ngga bener ya pasti bikin tersinggung.

Kayak gini nih, orang kerja di bank selalu diidentikkan dengan banyak duit, wajah cantik, body cihuy, dan pinter ngitung duit, padahal yang ngga semua kayak gitu.

( Baca : Sterotype Banker )

Banyak kok banker yang bokek.



Jokower diidentikkan dengan kaum liberal, padahal yang ngga liberal pun ya banyak (arti liberalnya apa dulu ya?)

Pendukung Prabowo diidentikkan sebagai muslim yang taat , intoleransi dan fansnya jonru, padahal yang non muslim ya juga banyak, yang ngga suka om Jon ya ada juga.

Pemakai cadar diidentikkan dengan teroris, bah apa pula ini, ngga ada hubungannya.

Nah ya sama dengan soal SNSD ini.

Masa gara-gara pakai rok mini dan seksi-seksi lalu langsung dituduh semena-mena dengan simbol s3x dan pel4cIIr4n. Berarti JKT 48 juta dong, Cherrybelle juga dong. #kemudianfansnyangamuk

Jelaslah ini namanya gegabah dan memancing di air keruh.

Tapi yang lebih ndableg itu yang serta merta komen pokoke bu Elly dari dulu salah, ngga pantes jadi panutan lalalalala. Hwalaaa, padahal ya simpel ya, yang salah bilang salah, bagian yang bener ya jangan disalah-salahin.
Nah biar tidak ada dusta diantara kita, coba yuk kita pilah statement si ibu biar keliatan nih mana yang harus dibilang salah mana yang harus dibilang bener.


1. Pemerintah Mengundang SNSD untuk acara HUT RI

Ini ngga bener ya gengs. Karena nyatanya adalah mereka diundang untuk acara countdown Asian Games.




Ini plis jangan disanggah, jangan dibilang " Yaelah apa bedanya, toh sama-sama ngundang girl band itu"

Ya ngga sama.

Kalau diundangnya untuk acara Asian Games, ya karena sifatnya internasional, anggap aja kayak tampilan hiburan dimana ntar peserta Asian games banyak yang dari negara tetangga.  Yang mau dijamu itu beberapa negara, kita aja seneng toh ya kalau bertandang ke rumah orang disuguhin makanan yang kita sukai misalnya. Dan SNSD dianggap sebagai grup musik yang disukai di semua negara.

Kalau diundangnya untuk acara HUT RI, bisa jadi bener protesnya. Protesnya lebih ke "Ngapain ngundang band luar untuk ultah negara, kan mending nampilin tari Jaipong misalnya, atau Grup anak yang menangin lomba di mana itu yang nyanyi Yamko Rambe Yamko. 

Beda kan ya?

Jadi dalam hal ini si ibu udah salah tuduh.


2. Pelabelan Negatif

Mengatakan sebuah band sebagai simbol pel4cU12an dan s3x (ini demi ga terindex google ) itu tuduhan sangat serius dan gegabah tentu saja. Apalagi dikeluarkan oleh sosok yang dikenal sebagai ahli parenting.

Nah di bagian ini saya agak bingung.

Di satu sisi, dunia parenting sekarang selalu menggembor-gemborkan bahwa yang namanya anak berprestasi ngga melulu yang nilai akademiknya bagus. Ortu jangan berpatokan pada sekolah lalalalala, ortu harus tau bahwa sukses itu ngga hanya jadi pegawai negeri tapi banyak jalur lain yang bisa ditempuh anak sesuai minat bakatnya, ya musik, ya melukis, ya jadi youtuber, ya penulis, ya ya ya ya .


Lha, namun di sisi lain, menganggap anak-anak muda kayak SNSD ini sebagai sosok yang menjijikkan, nol prestasi dan merusak moral anak bangsa. 

Ayo tutup ajang pencarian bakat yang ujung-ujungnya jadi penghibur. #iniserius.

Kan bikin gemez ngga sih.


3. Mencomot Sumber berita dari portal berita yang ngga kredibel

Disini yang bikin miris sih, kalau orang teredukasi kayak bu Elly aja asal comot berita, gimana kita berharap sama yang jelas-jelas ngga peduli dengan kesahihan sebuah berita. 

Jadi jangan sok-sok heran kalau berita hoax masih banyak yang share.




Namun, bu Elly juga ngga salah-salah banget. Doi bener dalam beberapa hal.

1. Menghawatirkan moral anak bangsa

Dalam hal ini, Bu Elly itu ngga bisa kita salahkan kalau khawatir terhadap moral anak-anak sekarang, ya karena kita ngga bisa menutup mata sekarang ini usia anak-anak aja udah terpapar pornografi dan seks bebas.

Sebagai orangtua apalagi yang concern dengan dunia anak tentu ini hal yang patut dirisaukan. Makanya kemungkinan muncullah twit ibu tersebut.


2. Beliau Merasa Bertanggung Jawab Mengingatkan Pemerintah

Ini kaitannya dengan peran beliau selama ini sebagai pakar parenting. Tentu reaksi dari ahli parenting terhadap penolakan SNSD lebih menggaung dibanding yang protes Ariel Noah misalnya.

Maka, mencaci maki bu Elly dan meragukan ilmu beliau selama ini ya sami mawon, sama gedeknya dengan yang menganggap kalau wajar saja si ibu memberi pelabelan negatif terhadap grup band ciwi-ciwi singset itu.

Saya juga gemez sih lihat komen-komen anak-anak yang nauzubillah ya luar biasyak kasarnya.  Ni kalau anak saya udah saya jewerin satu-satu.


Nah kembali ke standar ganda yang saya sebut di atas.

Memang tingkat kenakalan anak remaja kita sekarang begitu mengkhawatirkan. Pornografi bisa diakses dengan mudahnya.

But, apa iya, cikal bakal pornografi itu dari rok mini?, coba cari data akurat soal pengaruh rok mini dengan tingkat pemerkosaan di suatu negara. 

Jangan-jangan karena kita yang ngga memberi sex education sejak dini kepada anak?. Jangan-jangan karena kita selalu merasa sungkan ngomongin sex ke anak?.


Coba dipikirkan lagi statement ini.

Kenapa?

Karena seperti yang saya bilang, jangan standar ganda.

Jangan ntar pas ada statement bahwa rohis adalah pintu masuk teroris, kita langsung ngamuk.


Kenapa?

Karena memang ngga bener. Ngga mutlak kebenarannya. Sama dengan yang dengan gegabah bilang grup musik ini cikal bakal pornografi, duh.

Makanya saya bilang, membela boleh-boleh saja tapi jangan grasa grusu.

Sayang boleh sayang tapi jangan berle. Berlebihan maksudnya xixix.

Sama juga benci jangan benci banget, karena bisa bikin ngga objektif.

Nah, trus dikait-kaitkan deh , dengan tuduhan upaya pencemaran nama baik, pembunuhan karakter lalalala.

Terkadang ya kita ini gitu. Suka bias kalau udah nyerempet hal-hal yang sensitif kayak gini.

Suka menggiring opini bahwa saat seseorang salah di satu hal maka ia akan salah dalam semua hal. 

Doooooh, padahal yo opo rek, emangnya ada manusia sempurna apa?

Memangnya ada manusia yang bener terus, atau apa ada manusia yang salah terus?

Adaaaaaaa.

Ada lho.

Yang benar terus namanya Jo**u
Yang salah terus namanya Jo**wi



Xixixixi, guyonan garing abad ini.

Begitulah kita, manusia tempatnya salah dan lupa.

Makanya sebaiknya , sebaiknya ya, apalah daku ini yang masih suka nyerempet kalo ngomong di sosmed. Sebaiknya jangan langsung reaktif saat ada isu tertentu. Dan biasakan meletakkan sesuatu itu ya pada tempatnya.

Yang benar dibilang benar, yang salah ya dibilang salah.

Karena yang bertanggung jawab terhadap moral dan perilaku anak-anak kita bukan bu Elly, bukan SNSD tapi ya kita ini orangtuanya. Kalau memilah mana yang benar mana yang salah aja kita ngga bisa gimana kita mau kasih arahan ke anak kita.

Kalau mengatakan mana yang salah mana yang bener aja kita ngga sanggup, ya gimana kita bisa mengajarkan keadilan dalam berfikir kepada anak kita.

So, mungkin sebagai orangtua yang giat menggunakan sosmed, kita perlu mengajari diri sendiri dulu nih untuk melakukan hal-hal sebagi berikut :

1. Tidak Reaktif

Iyes, tidak reaktif terhadap isu-isu terkini. Kalau ada berita baru yang seru banget nih, apalagi terkait dengan sosok yang ngga kita sukai, diemin dulu. Baca dulu, amati, pelajari, jangan buru-buru bikin status. Tahaaaaan... tahaaan. Ingat gimana latihan pernafasan saat mau melahirkan dulu?, yak lakukan seperti itu. Niscaya kita akan terhindar dari godaan share judul provokatif.

2. Cari Tau Sumber Yang Jelas

Nah kalau ngga tahan juga nih mau bikin status, mau komen, mau nyinyir, mau protes, apalah, ingat untuk selalu mencari sumber berita yang kredibel .

Sumber berita kredibel ini bisa jadi pro kontra juga tergantung ada di kubu mana xixixi. Namun minimal cari beberapa sumber berita deh sebelum ngasih statement. 

Misal kayak kasus SNSD ini. Beritanya ada di Tempo, CNN, Kompas. Nah bagi sebagian orang mungkin menganggap berita dari portal ini ngga bisa dipercaya, no problema, cari sumber beritanya lagi. Dalam hal ini, ya cari ke situsnya SNSD. 

Ini berlaku juga, untuk berita-berita lain. Misal soal garam, kalau ngga percaya dengan portal berita mainstream ya cari ke website yang bersangkutan. Ke website kementrian kelautan misalnya, atau ke website kementrian perdagangan. 

Soal beras juga gitu. Pastikan kita tau dulu apa yang mau kita komenin. Jangan blunder.

Sukur-sukur lagi nyari-nyari eh dapat pengetahuan baru yang selama ini kita ngga dong.


3. Hati-Hati Menulis Status

Ini juga masih peer banget bagi saya yang suka gatelan pengen komenin sesuatu atau bikin status kalau ada yang lagi hot.

Hati-hati ya gengs nulis status. Karena, isi statusmu itu menggambarkan seberapa luas atau seberapa cetek isi otakmu. Seberapa lugu cara berfikirmu dan seberapa banyak yang kamu ketahui.

Ngga peduli?

Hohohoho yakin?

Yakin ngga peduli sama penilaian brand?
Yakin ngga peduli sama penilaian teman kerja?
Yakin ngga peduli sama penilaian mertua, tetangga, aa, teteh, kakak?

Ya kalau ngga peduli, go ahead, sukak sukakmulah.

Ya emang kita hidup mah ngga tergantung penilaian orang yah, bisa cepet ubanan kalau semua-semua mikirin orang. Tapi coba dipikir, apa ngga rugi gara-gara ngga cari tau dulu trus keliatan begonya, trus batal deh direkrut perusahaan anu, trus batal deh dijadiin menantu, batal deh jadi blogger ambasador susu cap duren . Hayooo.

Plis plis ingetin saya yah kalau nulis status kebablasan, Ini juga reminder banget nih sama diri sendiri.

Wah udah panjang aja nih tulisan. daripada makin kemana-mana, kita sudahi sajalah tulisan ini.

Point saya banyak banget nih di postingan kali ini

→ Jangan suka standar ganda dalam melihat masalah apapun
→ Tempatkan segala sesuatu sesuai porsinya. Benar ya bilang benar, salah ya bilang salah
→ Bijak-bijak menggunakan sosmed (note to myself)
→ Rajin menabung dan taat bayar angsuran yes.










Custom Post Signature