Kalau Terjadi Resesi, Apa yang Harus Dipersiapkan Rakyat Jelata?

Wednesday, October 30, 2019
Pertanyaan di atas ditanyakan di Qustion Box Instagramku kemarin, jadi mari coba kita jawab sama-sama ya. Soalnya memang lagi rame pembahasan soal resesi ini.

Nah sebagai rakyat jelata, yang perlu kita persiapkan apa?.

Sebenernya menurutku mau terjadi resesi atau ngga kita memang harus selalu melakukan persiapan dalam keuangan kita.

1. Upgrade Diri

Bagi para pekerja kayak kita-kita ini nih, agar kalo misalnya terjadi pengurangan pekerja ga kena imbasnya, ya jaga kinerja kita agar menjadi pertimbangan manajemen nantinya. Menjadi pekerja yang adaptif dan bisa fit di mana saja tentu lebih bisa dipertimbangkan dibanding pekerja yang ngga fit mau ditaroh di posisi yang dibutuhkan.

2. Miliki Penghasilan Lain

Memiliki penghasilan lain di luar gaji bulanan juga semestinya sudah kita biasakan. Bisa dengan punya usaha lain, atau ya dari hasil investasi yang kita lakukan.

3. Membangun Dana Darurat


Isu PHK gini kaitannya dengan keuangan kan selalu ke dana darurat. Jadi lihat lagi kondisi keuangan kita, dana darurat jangan sampai terabaikan. Karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dana darurat ini yang bakal pertama kali kita gunakan.

Sisihkan minimal 10% dari penghasilan kita untuk dana darurat, dan selalu ikuti prinsip dana darurat :
- Disiapkan sebelum proteksi dan investasi
- Tidak perlu berlebih namun jangan kurang
- Diletakkan di instrumen keuangan yang liquid
- Hanya diambil dalam kondisi darurat

4. Review kembali investasi kita.
Review di sini maksudnya, misal investasi yang kita jalankan itu kebutuhannya udah deket, dana pendidikan anak, dana pensiun bagi yang akan pensiun misalnya, kalo memang sudah memenuhi, pindahkan ke instrument keuangan yang lebih aman dan rendah fluktuasinya. 

5. Investasi

Terkait dengan nomor 4, kalo bagi yang sedang dalam tahap mempersiapkan tujuan keuangannya, dan jangka waktu makenya masih lama, menurutku justru sekarang saatnya berinvestasi. Kemarin tuh di Agt-Okt harga saham pada turun, saatnya beli. Tapi tetep yah dianalisa dulu emiten yang mau kita beli efeknya untukk disimpan. Prinsip “ In Fundamental We Trust” mesti dipake.

6. Tahan pengeluaran

Kalo ga penting-penting banget, coba ditahan dulu pengeluaran-pengeluaran ga penting. Ganti tas, beli sepatu, upgrade gadget, kalo tidak sebegitu urgent tunda dulu. Kalaupun takut “Wah ntar kalo ga dibelanjakan duitnya nguap mba”.

Iya lho uang itu volatilitasnya tinggi hahahaha. Maka biar jangan nguap taruh di tempat yang uangmu susah nguapnya, ke reksadana, beli emas, atau belikan obligasi, saham perusahaan-saham  yg fundamentalnya bagus.

Kayak prinsip petanilah, waktu panen raya beras disimpen di lumbung, jadi saat paceklik selalu ada yang bisa dimakan atau dijual.

7. Lunasi Utang

Iyep. Utang-utang konsumtif yang kamu miliki, segera lunasi.

Kenapa?

Ya kaitannya dengan no 1 tadi, misal nih ya misal terkena PHK atau kalo yang freelancer, yg bergadang, saat terjadi resesi kemampuan beli orang menurun, ya penghasilanmu juga akan berkurang toh. Penghasilan berkurang, tapi pengeluaran tetap, bayar utangnya dari mana?

Kalo ga bisa bayar utang, ntar kena denda, BRI Checking jadi jelek, yg kerja kantoran, bisa-bisa dpt teguran dari bos kalo debt collectornya nagih ke kantor hayooo.

Jadi kalo punya duit, kurangi utang kalo ga bs melunasi.

Ada dua cara melunasi utang :

1. Debt Ladder : Lunasi dari utang darisuku bunga paling tinggi
2. Debt Snowball : Lunasi Utang dari jumlah utang terkecil.

Tapi ga usah panik dululah ya. Kan ini masih prediksi belum tentu terjadi, yang penting, kita kudu persiapkan saja diri dan keuangan kita, ga hanya saat resesi, biar aman.

Growth and Contribute

Wednesday, October 16, 2019


Sebelumnya baca dulu tentang Sukses Mulia dan Tabungan Energi

Para orangtua sering kan yah ikut seminar-seminar parenting. Dan biasanya di seminar itu diulang-ulang himbauan bagi para parents, untuk tdk membanding-bandingkan pertumbuhan anaknya dengan anak orang lain. Lucunya, saat ke anak dia bisa nerapkan, giliran ke diri sendiri suka failed #ngaca

Sumber inferiority salah satunya ya itu, membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang lain (org yg ga punya ambisi can’t relate and its okey).

Aku salah satu orang yang punya fase inferiority berulang dalam hidup. Ada saat-saat aku akan merasa pecundang kalo melihat pecapaian-pencapaian temen-temnku. Tbh aku ga gampang iri sama orang yang punya jabatan atau kebendaan gitu. Tapi kalo lihat orang punya karya, punya legacy dalam hidup, bisa menginfluence orang banyak, nah itu akan memunculkan inferiority di diriku.

Kalo udah gitu, yang biasa kulakukan adalah menghilang, hahahaha. Pernah deactive sosmed selama beberapa minggu karenaga tahan merasa diri butiran debu.

Padahal ya sama dengan larangan membandingkan anak. Kalo ingin membandingkan anak kita, maka bandingkanlah dengan dirinya sendiri. Cek Chart pertumbuhannya, jika sesuai dan di atas chart yo wis, bodo amat sama pertumbuhn anak orang lain.

Nah gitu juga dengan diri kita. Kalo mau membandingkan ya dengan diri sendiri. Lihat 10 tahun yang lalu dengan saat ini, apa perubahan pada diri kita. Bertumbuhkah kita, atau begitu-begitu saja. Dulu yang frekuensinya ngeluhin bos 100 kali dalam sebulan, apakah sekarang jadi 10 kali atau malah jadi 1000 kali. Dulu yang disenggol langsung bacok apakah sekarang dinyinyirin bisa kalem dan cukup membalas dengan emot ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚ .

Dulu, saat tau sesuatu, malah dikeep buat diri sendiri karena takut orang lain nyuri ide kita, apakah sekarang dengan senang hati membaginya ke orang lain?. Karena ilmu makin disebar malah makin bikin pinter, right?

Hayoo dijawab dulu.

Growth and Contribute. Tidak pernah berhenti bertumbuh dan always memberi kontribusi ke kehidupan sekitar. Seperti pohon, tumbuh menjulang tinggi kalo ngga bisa menaungi orang di bawahnya ya mending dijadikan bahan meubel utk tempat tidur ya frens. ๐Ÿ˜ƒ

Tabungan Energi


Masih dari motivator kemarin, nyambung lagi ya. Baca dulu Sukses Mulia

Bahwa energi di dunia ini jumlahnya tetap, tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang, hanya berubah bentuk saja (hk. Kekekalan energi).

Maka saat kita banyak berbuat baik, tabungan energi positif kita akan semakin meningkat saldonya, sebaliknya saat kita berbuat jahat ya tabungan energi negatif kita yg akan banyak.

Sama halnya bank, tabungan ini bisa kita cairkan sewaktu-waktu, atau saat jatuh tempo ya bisa diambil.

Maka saat kamu merasa kamu udah bekerja dengan optimal, tapi kok yang kamu dapat ga sepadan, tidak usah cemas, kelebihan kerja kerasmu itu akan jadi tabungan di masa depan. Mungkin ga cair sekarang tapi cair di kesempatan lain dalambentuk kebaikan, kesempatan ataupun hal-hal positif yyang tidak kamu sangka.

Sebaliknya, kalau kamu lihat ada rekan kerja yang ga ngapa-ngapin atau kerja seadanya, tpi kok ya baik betul nasibnya. Penempatan selalu ok, jabatan ya naik terus, gaji dan tunkin ya sami mawon kayak kayak kamu udah qerja qeras bagai qhuda, tidak usah iri.

Sama juga dengan bank tadi, kalo orangga punya saldo di tabungannya tapi kok ya bisa punya uang terus, artinya yang dia pakai selama ini adalah utang, dan yang namanya utang bakal jatuh tempo dan harus dibayar pada waktunya.

Jadi, yakin saja berbuat baik tidak akan pernah rugi sampai kapan pun. Akan menjadi tabungan dalamhidupmu. Sebaliknya yang merasa berbuat baik aja kagak, usaha pas-pasan tapi hidup kok enak betul, coba pikirkan, itu DP atau gimana? ๐Ÿ˜ƒ

So motivator banget ya isinya hahahahaha. Tapi kan memang gitu ya tugas motivator. Membuat segalanya menjadi sumber semangat.

Menurutmu, hidupmu selama ini banyakan tab energi positif atau negatifnya. Yang kamu nikmati saat ini hasil pencairan energi positif atau DP dari energi negatifmu?


Baca selanjutnya : Growth And Contribute

Sukses Mulia



Kemarin pas acara semacam motivasi gitu di kantorku, banyak hal-hal menarik yang disampaikan si motivator. Aku jadi pengen share di sini, siapa tau ada yang baca sekaligus ngingetin diri sendiri juga.

Salah satunya, bahwa tujuan kita hidup adalah agar bisa sukses mulia.

Sukses aja ga cukup tanpa menjadi mulia.

Rumusnya itu : Expert x Asset x Epos

Expert

Menguasai apa yg sedang dijalani. Kita ga bisa sukses kalo ga ngerti kerjaan sehari-hari. Di point ini, usaha yang bisa kita lakukan adalah, belajar, mengupgrade diri, adaptif terhadap perubahan, dan terus memantaskan diri terhadap apapun jabatan yang kita pegang. .

Asset


Expert tanpa asset yg memadai, membuat keahlian kita jd kurang optimal. .

Dicontohkan kemarin, misal Michael Schumacher aja. Udah jago bangett balapan tapi kalo kendaraan yang dipakenya bajai, ya ga akan menang lomba Formula 1-nya.

Kalo dimasukkan ke pekerjaan nih. Misal kita sebagai banker, di samping harus expert di bidangnya, ya penampilan juga harus menunjang. Alat tempurnya juga harus memadai. Kalo pengusaha, mungkin produknya juga hrs sesuai segmen pasar. Kalo pemusik harus didukung alat musik yangmemadai. Tambahin sendiri ya. .

Epos : Energi Positif

Masih mengibaratkan si Schummy. Kalo pembalapnya udah paten, kendaraannya udah oke, maka bahan bakar penggerak motornya juga harus yang premium. Pertamax Turbolah, bukan bensin oplosan.

Sama juga, kita bekerja udah expert, asset udah oke, tapi kalo selau nebar eneg (energi negatif), maka sukses mulia ga akan kita dapat, yang ada orang eneg liat kita.

Sering kan yah ketemu orang, udah pinter, cakep, wangi, tapi bawaannya nyinyiiir aja. Atau ada rekan kerja yang kerja cekatan banget, target terlampaui terus, tapi diminta bantuan dikit aja langsung ngomong “ Wani piro?” ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

Mungkin dia sukses tapi ga mulia. Karena sukses mulia itu saat kesuksesan kita bisa memberi manfaat utk sekitar.

Begitu kura-kura

Sekian tausiah pagi dari mamah windi. Ntar aku lanjut share motivasi-motivasi kmrn yang masih aku inget, soale kemarin aku serius mendengarkan jadi ga kufoto-foto samsek materinya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

So, dari 3 kunci sukses mulia di atas, kalian sudah memenuhi berapa aspek sodara-sodara? ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

Apakah kalian si bensin oplosan? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.

Baca selanjutnya : Tabungan Energi

5 Alasan Kenapa Kamu Tidak Bisa Menabung?

Tuesday, October 15, 2019


Nabung itu bukan soal berapa besar gajimu tapi seberapa besar yang bisa kamu sisihkan (yaiyalah, gimana sih kak ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)

Penyebab kamu ga bisa nabung, salah limanya mungkin seperti yang di gambar itu.

1. Kamu ga bisa bilang ngga

Ditawarin asuransi, ga bisa nolak. Ditawarin KK ga bisa nolak, ditawarin diskon ya mau aja, ditawarin jualan temen semua diborong, ditawarin buy one get one padahal ga butuh ya iyes aja. Ga bisa bilang ngga itu selain bikin kamu ga punya pendirian ya bikin kamu bangkrut juga kalo yas yes yas yes terus.

2. Kamu ga punya tujuan

Orang bisa maksa nabung karena punya tujuan, punya goals. Mau beli sepatu inceran, maka jajan dikurangi, paksa nabung biar bulan depan bisa kebeli. Kalo samsek ga punya tujuan ya jadi ga tau juga nabung buat apaaaah. Makanya jadi ga disiplin dan ya jadi ga merasa perlu. Tetapkan tujuan deh biar semangat nabungnya.

3. Kamu punya kebiasaan buruk (yang nguras duit)

Clubbing tiap minggu, belanja kalo stress, liburan kalau galau, balikan sama mantan (eh). Kebiasaan yang ga juntrung gini ya bikin kamu punya tabungan pun bakal ambles terus.

4. Bergaul dg orang yang salah

Karena teman itu harus dipilih ya gengs. Bergaul sama siapa aja boleh banget, tapi teman dekat harus pilih-pilih biar ga salah gaul dan biar ga ada gengsi-gengsian. Punya temen yang asik diajak hepi-hepi memang nyenengin tapi tetep saling ngingetin kalo liat temennya besar pasak dari senderan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

5. Cicilanmu melebihi kemampuanmu

Punya cicilan boleh asal rationya masih pas. Angka 30% masih bisa ditolerir. Lebih dari itu, kamu hrs waspada dan berfikir untuk turunin ratio dengan melunasi sebagian atau tambah penghasilan. Cicilan berlebihan menghalangi kesempatan menabung. Wis abis rek. Tanggal 10 udah koma.

Nomor berapa alasan kalian hai para netijen yang selalu ngeluh ga bisa nabung?

4 Langkah Praktis Mengatur Keuangan Awal

Udah lama ngga nulis soal financial, ayo bahas lagi.



Kemarin-kemarin sempet baca selewatan status di instagram " Halah ngapain sih pake ngatur-ngatur keuangan, toh selama ini ngga diatur ya cukup-cukup aja, diatur-atur malah ntar pusing dan stress sendiri. Rezeki mah sudah ada yang ngatur"

Pernah denger kalimat seperti itu?. Atau jangan-jangan kamu nih yang suka membatin begitu.

Ya ngga papa sih kalau emang konsep untuk pengaturan keuangannya seperti itu. Bahwa rezeki sudah ada yang atur, jadi serahkan saja sama yang ngasi rezeki.

Well, kalo menurutku sih ya (padahal ngga dimintai pendapat, hahaha), rezeki itu adalah sebuah kepastian yang dibungkus dengan ketidakpastian. Pasti karena ada jaminannya dari Allah, tapi kita ngga tau berapa jumlah pastinya dan ngga tau juga timing rezeki itu datang kapan. Makanya saat udah dikasih dan ada di tangan kita, kita atur biar cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa kini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa datang. Bentuk syukur kepada si pemberi rezeki mah ya.

Terkadang kita nih ya memang merasa " Ah keuanganku baik-baik aja kok, memang sih ga ada tabungan, tapi cukup kok"

Anggapan sepeti itu nih yang bikin kita jadi males aja ngecek keuangan kita. Padahal kalau kita mau effort buat kulik-kulik sedikit, penghasilan kita malah bisa dioptimalkan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan.

Tujuan keuangan keluarga itu kan banyak yah.
Ada yang pengen nyiapin dana pendidikan anaknya, dana pensiun, dana haji, dana liburan, beli gadget, beli rumah. Wow banyak ya.

Jadi gimana caranya ngatur keuangan keluarga?

Setidaknya ada 4 langkah praktis yang bisa kita lakukan :

1. Mengatur Cashflow
2. Menyiapkan dana darurat
3. Memiliki Asuransi
4. Investasi

Investasi ini tujuannya bakal berbeda-beda tergantung tahapan kehidupan kita.

Untuk fresh graduate investasi di sini tujuannya bisa untuk persiapan dana pernikahan,  dana liburan, dana beli gadget, dana pergaulan. Sedangkan untuk keluarga baru tujuan keuangannya akan berbeda dengan fresh graduate tadi. Dana pendidikan dan dana pensiun akan menjadi concern utama. Kemudian bakal diikuti oleh tujuan dana liburan, beli mobil, dana haji.

Kita bahas satu-satu

1. Mengatur Cashflow.

Ngga usah ngomong kemana-mana kalau cashflow aja belum beres. Ngga usah ngomongin investasilah, reksadana, saham, kalau cashflow masih berantakan. Maka yang pertama harus kita perhatikan adalah mengatur cashflow dulu.

Betewe udah tau kan cashflow itu apa?

Cashflow itu arus uang masuk dan arus uang keluar di keluarga atau di keuangan kita. Pokoke gimana cara kita mengatur agar penghasilan yang kita bawa pulang ke rumah bisa menghandle seluruh pengeluaran keluarga. Diharapkan positif.

Caranya gimana?

Pertama kali ya kamu harus catat segala pengeluaranmu dalam kertas biar bisa memetakan apa saja kebutuhanmu. DICATAT ya jangan cuma diinget-inget di dalam kepala.

Pengeluaran keluarga itu kan banyak, makanya kamu harus bikin pos-posnya biar gampang.

Kalau mau disederhanakan kira-kira seperti ini.




Cashflowmu dianggap sehat jika hasilnya positif, alias penghasilan lebih besar dari pengeluaran. Dan akan menjadi warning jika sampai cashflowmu negatif.

2. Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat ini fundamental lho dalam pengaturan keuangan. Sesuai namanya, dana ini ya akan digunakan untuk kondisi darurat. Kondisi darurat yang mungkin terjadi seperti mobil tabrakan, rice cooker rusak, atap rumah bocor, dan yang paling krusial kamu kehilangan pekerjaan.

Dengan adanya dana darurat ini, cashflow bulananmu diharapkan ngga akan terganggu karena tidak mengambil dari pos-pos keuangan keluarga.

Besarnya berbeda-beda tergantung jumlah pengeluaran bulananmu, tanggungan dan profi risiko pekerjaanmu. Tapi secara umum bisa dikategorikan menjadi :
- Single : 3-4 x pengeluaran
- Menikah : 6 kali pengeluaran
- Menikah dengan anak : 12 kali pengeluaran.

Dana darurat ini karena sifatnya yang harus tersedia saat dibutuhkan, maka disarankan disimpan dalam intrumen keuangan yang likuid seperti tabungan atau reksadana pasar uang.

3. Memiliki Asuransi

Asuransi sering disepelekan oleh kita karena mungkin kita berfikirnya kalo punya asuransi ntar gga terjadi apa-apa duitku ilang dong. Kesalahan pengertian soal asuransi jangan sampai membuat kita jadi abai memberikan proteksi terhadap rencana keuangan yang sudah kita buat.

Setidaknya kita memerlukan asuransi kesehatan jika tidak dicover kantor. Asuransi jiwa untuk si pencari nafkah, dan asuransi untuk aset-aset kita. Membayar jumlah kecil untuk penggantian yang besar.

4. Investasi

Investasi dilakukan agar tujuan keuangan bisa tercapai. Untuk tujuan keuangan keluarga, yang harus dipersiapkan :

a. Dana Pendidikan

Inflasi pendidikan di Indonesia itu sekitar 10-15% per tahun, jadi sebagai orangtua kalo pengen anaknya dapat pendidikan yang bagus ya memang harus dipersiapkan, caranya dengan mempersiapkan dana pendidikan secepat mungkin. Karena semakin lama jangka waktu investasi maka semakin kecil uang yang harus disisihkan.

b. Dana Pensiun

Kebanyakan perusahaan memberi pelatihan atau memberi seminar tentang persiapan pensiun justru di saat si pekerja hanya tinggal 2-3 tahun lagi memasuki masa pensiun, dimana itu sebenarnya sudah terlambat. Sebagai pekerja kita juga lupa memikirkan pensiun karena mengira dana pensiun yang dipersipkan perusahaan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Padahal kalau mau bertanya ke para pensiunan terdahulu, hampir semua menjawab bahwa dana yang diberikan perusahaan tidak cukup. Karena itu ayo dipersiapkan sendiri walaupun perusahaan juga sudah menyiapkannya.

Persiapan pensiun dari usia muda akan sangat meringankan uang yang harus kita sisihkan agar kebutuhan di masa pensiun dan gaya hidup setelah pensiun tidak njomplang, dan tentu saja cita-cita agar tidak menjadi beban keluarga bisa terlaksana.


Itu deh 4 kiat praktis dalam mengelola keuangan keluarga yang bisa kita lakukan. Ntar bahas lebih spesifik yah.


Ayo Atur Keuanganmu

Thursday, October 3, 2019


Jaman belum punya anak, kalo abis gajian, duitku udah kayak air terjun di Bandara Changi Singapure, ngucuuuuur terus ngga ada penghalang.

Aku kerja, suami kerja, tanggungan ngga ada. Bener-bener kaum DINK lah, Double Income No Kids. Pada masa-masa itu, duit gaji abis gitu aja buat bayar tiket PP Medan-Jakarta, karena kami sempet LDM an, bayar tagihan hotel, sangkin seringnya nginep di hotel, sama makan-makan ngga jelas dengan dalih rekreasi dan pacaran sama suami, halah.

Dengan gaji double gitu, tapi tabungan minim banget. Ada sih ya, bukan ngga ada sama sekali, tapi ya dikit.  Palingan bisa nabung dari penghasilan tahunan, bonus dan THR. Untung deh masih punya bonus. Dulu tiap bonusan langsung masukin rekening, ngga diambil-ambil. Beberapa kali bonusan kebeli deh 1 rumah tanpa KPR. Alhamdulillah ya.

Punya rumah itu rasanya hepi banget, trus berasa yeyeyeyey asik aku udah punya aset, udah berhasil nih nabungnya, santailah ngga usah ngoyo dulu nabung. Lupa, padahal rumahnya ngga ditempati, ngga disewain juga karena sayang dan karena sesekali masih mampir. Rumah ngga ditempati itu malah jadi sumber biaya kan yah, hahahahaha. Gokil lah. bolak-balik rehab karena ada aja yang rusak. Yang mau ganti pagarlah biar aman, ganti keramiklah karena rasanya kurang bagus, ganti atap karena udah jelek. edebre-edebre. Padahal rumahnya di Tebing, aku di Jakarta, suami di Medan. Kapaaaan ini mampir ke rumahnya, halusinasi belaka, hahahaha.

Untunglah LDM akhirnya berakhir, aku balik ke Medan dan bisa serumah lagi sama mas Teguh. Karena balik Medan perlu rumah dong yah, ajuin KPR. DP belum ada jadi rumah di tebing dijual, sebagian buat DP rumah sebagian beli tanah . gegara pindah Medan juga jadi butuh mobil. Weslah tabungan terkuras ngga bersisa.

Ngga lama, Tara lahir, dan wow ngga nyangka anak sekecil itu bisa banget ya menghabiskan seluruh gaji emak bapaknya hahahaha. Segala stroller, pompa ASi berbagai merek, bouncer, Carries dan segala pernak-pernik mamah muda kekinian diborong dari toko. Belum lagi ritual pijet bayilah, jalan-jalan, apalah-apalah, sukses membuat makin ngga sempet nabung, xixixi.

Rasa-rasanya saat itu hidup kok enak banget yaaah. Mau apa aja ada duitnya, selllooooow, tapi ya heran juga pengasilan double, tapi kredit kok ya banyak, ada cicilan KPRlah, cicilan Kartu kredit. Jadi duit ada tapi ya ngga punya tabungan yang memadai.

Pas iseng-iseng ngitung baru sadar, waduh harusnya yah, dengan gaji berdua gini, aku dah punya tabungan yang lumanyan. Trus baca-baca soal dana pendidikan anak yang belum nyiapin sama sekali, Untung nyadarnya cepet, langsung hire Financial Planner buat dicek keuanganku. Dan bener sih hasilnya ngga bagus-bagus amat walau ngga jelek juga, hahahaha.

Nih, hasil financial Check up keuanganku beberapa tahun lalu.





Perhatikan tuh, Net investemnetku rendah banget dari kondisi ideal. Dana darurat ada sih tapi belum cukup, dan ratio utang hampir maksimal. Hahahahaha kemarin sih panik, tapi sekarang malah diketawain. Sama mba Titis Financial Plannerku saat itu, disarankan jangan nambah utang lagi, karena beberapa tujuan keuangan yang mau aku capai ngga akan bisa diplanning kalo ngga ada duitnya, xixixi.

Beberapa tujuan keuangan yang aku rencanain disuruh tunda. Soale keliatannya aja yah gajiku dan suami banyak, ternyata dijembreng di kertas ya ngga bisa ngapa-ngapain, wahahahahaha.

Abis itu langsung diskusi sama suami. Apa nih yang harus dilakukan. Waktu itu kami sepakat yang harus dilakukan pertama kali adalah mengurangi utang. Iyes karena itu yang paling gampang. Caranya ya harus jual aset. Karena saat itu punya dua mobil yang dijual mobillah. Mobil dijual, ketutup deh itu KPR, dan KK. suami ngalah naik motor aja ke kantor, luuv.

Karena cicilan utang berkurang, keuangan kami langsung legaaaa banget. Plan-plan keuangan yang tadinya direkomendasikan untuk ditunda kujalani aja dikit-dikit.

Nyiapin dana darurat, Daftar haji, bikin dana pendidikan anak. Bikin tabungan pendidikan naknya udah 5 tahun lalu, dan sekarang anaknya udah SD ternyata dana pendidikannya ngga tersentuh, jadi bisa lanjut buat dana pendidikan SMP. seneng banget.Pelan-pelan walau belum idela banget tapi udah on the track tuh semua plannya. Paling yang tetap ditunda itu rencana rehab rumah. Waktu itu pengen rehab rumah secepatnya, tapi disarankan ditunda ya udah aku tunda, sampe tahun ini lho baru terlaksana hahahaha, akrena harus nabung dulu.

Oya, kalian tau kemarin itu selain KPR apa cicilanku yang paling gede?

Kartu kredit cuy, sampe 15% dari penghasilanku, dan itu gede lho ratio segitu. Makanya itu yang duluan aku tutup, insaf dan tobat nasuha ngga lagi-lagi bayar minimal terus kalo punya cicilan kartu kredit.

Dulu kan informasi soal keuangan ngga rame kayak sekarang ya. Jadi saat fin plannerku nyaranin aku buka reksadana, aku ngga langsung melakukannya, karena ya ngga ngerti samsek. Tapi bukan berarti karena ngga ngerti terus ngga dijalankan yah. Kayak kalian tuh yang sering DM, dan curhat ngga ngerti, takut, malah ga action-action, Padahal sharusnya ya lakukan aja dulu (udah kayak Tokopedia).

Aku dulu beli buku dulu, baca, udah ngrti baru deh buka reksadana.

Jadi buat kalian yang ngeluh dan sering cerita sama aku di DM bingung dan ngga tau mulai darimana. Tenang aja, banyak kok orang yang kayak kalian, hahahaha ga tau mau beresin keuagan dari mana.

Langkah pertama udah bener, kalian sadar kalau ada yang ngga beres dengan cara kalian ngatur uang. Langkah kedua ga usah denial, ngaku aja kalu kalian memang boros atau ya memang kurang aware sama keuangan kalian.

Nah baru lakukan langkah berkutnya. Lakukan financial check up. Sebagai tahap awal lakukan sendiri aja. Catat arus cahsflow kalian, bikin neraca pribadi dan cek ratio-ratio kesehatan keuangan kalian. Bisa kok dilakukan sendiri.




Ini aku kasih Form Financial Check Up  yang bisa kalian lakukan sendiri.

Ya udah isi dulu yah, besok-besok kita obrolin soal Financial Check Upnya.

Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun

Tuesday, October 1, 2019
Tentang dana pensiun sudah pernah ditulis di sini. Silahkan dibaca dulu.



Kebanyakan pekrja di Indonesia itu mulai ngeh soal dana pensiunnya, dua sampai tiga tahun menjelang pensiun. Mendadak panik, waaaa aku udah mau pensiun tapi ngga punya persiapan. Padahal semakin cepat dipersiapkan, maka semakin ringan yang harus disisihkan.

Fakta tentang Hari Tua.

1. 75% pekerja berharap mereka masih bisa terus bekerja setelah pensiun. Kenyataannya hanya 26 % dari pensiunan yg masih bisa bekerja setelah usia pensiun.

2. Hanya 21% pekerja di Indonesia yg mengetahui denga pasti berapa jumlah dana pensiun yang dibutuhkan saat masa pensiun tiba.

3. 65% pensiunan di Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar kehidupan mereka.

(Sumber : Axa Scope Survey 2008 (dari kelas One Shildt)

Ngga mau kan jadi yang 65% di atas?. Makanya ayo dipersiapkan dari sekarang.

Kenapa penting dipersiapkan, kan udah disiapkan oleh perusahaan tempat bekerja?

Karena kalau kalian mau nyari tau ke pensiunan-pensiunan di tempat kalian kerja, bisa dipastikan mereka akan mengatakan bahwa uang pensiun yang diberikan perusahaan jumlahnya sangat jauh dari kebutuhan hidup saat pensiun.

Yang harus kita sadarai nih ya, bahwa saat pensiun, kebutuhan dan biaya hidup kita masih tetap aja kayak saat kita di masa aktif bekerja, padahal penghasilannya udah jauh berkurang. Makanya perlu dipersiapkan sendiri sebagai penambah uang pensiun yang nantinya diberikan perusahaan.

Memang sih bakal ada pengeluaran yang berkurang atau hilang, diantaranya :

1. Belanja pakaian , sepatu, tas, gadget
2. Transportasi
3. Cicilan Utang
4. Biaya sekolah anak (jika anak sudah mandiri)

Saat pensiun, pengeluaran di atas itu akan hilang. Tapi bukan berarti pengeluaran jadi berkurang, karena da pengeluaran baru yang akan muncul atau bertambah. Contohnya:

1. Biaya sosial, ketemu teman-teman, kondangan, jenguk orang sakit, arisan edebre edebre.
2. Perawatan kesehatan, mata, gigi, lin-linu, encok, pegel, reumatik.
3. Rekreasi. liburan, ngunjungi cucu, reuni teman SMA, SMP, SD ๐Ÿ˜ƒ

Nah coba tuh hitung dan dikira-kira, makin nambah atau makin berkurang nih biaya hidup kita setelah pensiun.

Makanya perlu dipersiapkan.

Apa aja yang perlu dipersiapkan?


1. Persiapkan apa yang akan dilakukan saat pensiun ntar.

Ini biar ga kaget trus linglung saat pensiun. Ayo pikirkan, saat pensiun mau punya kegiatan seperti apa?. Mau kongkow-kongkow di desa?. atau mau plesiran ke luar negeri.

Pertanyaannya, uangnya dari mana? hahahaha


2. Hitung dengan benar berapa dana pensiun yang dibutuhkan

Iyes, harus dihitung. Ingat ya ngitungnya itu perhitungkan masa hidup setelah pensiun dan jangan lupa hitung juga inflasi. kebanyakan tuh orang-orang ngitung uang pensiun tapi ngga ngitung inflasi. Padahal jelas biaya hidup 10 juta sekarang dengan 10 juta 20 tahun lagi nilainya udah berkali lipat.

3. Usahakan tidak ada utang lagi.



Nah bagi yang punya utang atau yang berniat ngambil utang. Dari sekarang sebelum memulai kredit di bank, kalian harus itung berapa lama kredit kalian, jangan ngepas bangett sampe usia pensiun sehingga kalian ngga punya kesempatan buat nyiapin dana pensiun akibat gajinya abis buat cicilan terus.



Udah mulai kebuka kan pikirannya tentang pentingnya mempersiapkan dana pensiun. Next kita bahas gimana menghitung kebutuhannya ya.




















Foto Mesra dan Urusan Kebahagiaan

Monday, August 26, 2019

Belakangan sering banget wara wiri artikel dan status orang tentang foto mesra atau foto berdua di sosmed.

“ Pasangan yang sering umbar kemesraan di sosmed adalah pasangan yang sebenernya tidak bahagia, karena pasangan yang bener bahagia tidak butuh pengakuan orang lain ”

Apalagi sejak Gading- Gisel cerai, makin banyak aja yang komen “ Tuh kaaaan makanyaaaaaa aku tu ga syuka pajang-pajang foto sama suami”

Tambah lagi quote “ Feed instagram indah tak menjamin hidup yg bahagia”

Padahal feed instagram jelek ya belum tentu juga bahagia.

Ga pernah posting foto pasangan, dituduh lagi punya masalah, dituduh malu sama pasangan makanya diumpetin, dituduh pulak nyembunyiin status.

Kurang kerjaan aja ya netijen ini menilai hidup orang dari sosmednya.

Tambah lagia himbauan dan wanti-wanti serem dari netijen.  Ada yang bilang ntar malah membuka peluang ke orang di luar sana buat ganggu pasangan kita , ada juga yang bilang pamali. Ntar kalo ada apa-apa kan malu, udah pajang foto mesra-mesaraan tau-tau pasangan kita ga sebaik yang kita ceritakan.

Hmmm kalau yang pertama, no commentlah, berdoa aja supaya pasangan kita bukan yang mudah tergoda (kitanya juga ya Allah, tolonglaaaaah. Emangnya suami doang yang bisa tergoda). Kalau yang kedua ini nih penyakitnya sosmed.

Karena banyak netijen julid yang siap melontarkan caci maki dan kata-kata, " Kan...kan... gw bilang juga apa",kadang jadi bikin orang takut mau posting apapun. Kayak mau posting foto sama pasangan, takut ntar suatu saat pasangan berulah kita bakal malu. Ya sebenernya ga gitu jugalah. Kita manalah tau masa depan kayak mana.

Kalau selalu mengkhawatirkan hal-hal buruk di depan, ntar malah kejadian beneran lo. Menurutku sih, yang ada sekarang ya nikmatilah. Kebahagian saat ini ya nikmati saat ini. Kalau sekarang bahagia ya ga papa banget mengcapture kebahagiaan kita sepanjang masih wajarlah ya (wajar mnrt gw tentunya ๐Ÿ˜œ). Masalah ntar ada apa-apa, ya itu ntar, samsek tidak menggambarkan yang terjadi saat ini.

Manusia berubah, kita berubah, suatu saat jika pasangan kita berubah toh tidak menghapus kenyataan bahwa ya kita pernah bahagia. Ngapain malu. Kalau khawatir terus ntar rugi dua kali. Rugi di masa sekarang karena keseringan khawatirnya, plus rugi di masa datang kalo beneran kejadian.

Berdoa saja yang baik-baik, usahakan yang baik-baik, mudah-mudahan hasilnya baik-baik. Ga usah julid liat foto pasangan di sosmed, ga usah iri juga. Kita ngga pernah tau gimana cerita di tiap foto.

Jadi kalau lihat teman pajang foto mesra, ikut bahagia saja, ngga usah membatin dalam hati " Halah sok mesra, paling juga lagi menutupi sesuatu".

Hey kurang piknik atau gimana hahahahaha.

Kamu punya foto sama pasangan?
Ser aja ser kalo pengen.

Mengurai Masalah

Sunday, August 25, 2019


Manusia hidup siapa sih yang ga punya masalah. Pas kepentuk tuh ya, rasanya masalah-masalah kita itu beraaaat banget, gede bangeet. Sampe sempit semua-semua terasa.

Beberapa hari ini bacain DM-DM yang masuk tentang pilihan-pilihan hidup yang susah bangetuntuk nentuinnya. Tentang kondisi-kondisi yang mau dipertahankan atau dilepas.

Kalau dimintain pendapat-pendapat begitu aku kebawa pikiran bagett. Ngasi saran itu memang lebih gampang sih ya dibanding yang ketimpuk masalah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Ini aku banget.

Tapi sependek pengalamanku, sebenernya tiap masalah itu keliatan berat karena kita belum mengurainya. Kalo sudah diurai biasanya keliatan lebih terang dan tidak seberat yang kita pikirkan

Coba lakukan ini.

1. Bikin Pros and Cons

Tulis masalahnya apa. Kalau itu berupa pilihan, bikin pros consnya. Apa untungnya apa ruginya. Apa kelebihannya apa kekurangannya. Ini biar kamu lebih jernih sebeum memutuskan mana yang terbaik untukmu. Kalau udah diurai pakai data gini secara tertulis biasnya lebih enak.

Aku sering melakukannya. Contoh sat aku bingung antara mau kut job opening kenaikan jabatan atau milih tetap bertahan dulu di posisi sekarang karena khawatir bakal dimutasi.

Prosnya :
- Gaji Naik
- Kesempatan berkarir lebih bagus
- Fasilitas kantor mengikuti

Consnya :
- Kemungkinan LDR
- Tanggung jwab lebih gede.
- Waktunya lebih banyak tersita ke kantor, padahal saat itu anak baru lahir.
- Kalau LDR-an, biaya hidup bakal kali dua, kenaikan gaji malah ntar jadi berasa ngga nambah sama sekali.
- Masih menikmati kondisi saat ini.


Akhirnya aku pilih ngga ikut. Konsekuensinya aku agak tertinggal dibanding teman-teman senagkatanku. But no problema banget. Aku dapat rezeki selalu sekota dengan suamiku, dan itu ngga tergantikan. Berkumpul dengan keluarga itu suatu kemewahan bagi suami istri bekerja. Bukan begitu?

2. Masih belum bisa mutuskan juga? Urai lagi.

Kalu ternyata setelah diurai gitu kamu belum bisa juga memilih, coba urai lagi, dengan melihat sisi consnya. Dari kerugian atau kelemahan yang ada , mana yang masih bisa diterima, mana yang ga bisa ditolerir samsek, mana yang masih bisa dibicarakan.

Misalnya ini saat mau nentukan mau nikah ngga nih dengan calon suami, tapi kok ada beberapa sifatnya yang kurang sejalan sama kita. Beberapa orang ada yang ngga sreg kalo dapet suami perokok misalnya, dan ini menjadi nilai negatif si calon.

Ya ditanyain ke diri sendiri. Seberapa pengaruh kebiasaan merokoknya ke hubungan kalian. Apakah kebiasaan merokoknya bikin kamu ngga nyaman? apakah bikin kamu ilfil sama dia?. Masih bisa dinego ngga kalo merokoknya saat ngga sama kamu aja, dan sebagainya. Tapi tetap siapkan diri juga, iya saat awal nikah merokok kalo ngga sama kamu, lama-lama ya bakal merokok di mana wae juga , hahahaha.

3. Terakhir udah mentok, baru ambil keputusan.

Nah setelah diurai gitu, baru deh ambil keputusan.

Aku kmrn gitu, gundah gulana tak berkesudahan, setelah diurai-urai ah elah ternyata cuma hanya karena masalah harga diriku doang yang setinggi gunung alpen. Pas aku abaikan itu, selesai. Hidup berjalan seperti sedia kala.

Semoga kalian tidak bimbang gundah gulana lagi ya.

Nestlรฉ CERELAC, No Drama Drama Team Ngasi MPASI buat Si Kecil

Thursday, August 22, 2019
[SP] Nestlรฉ CERELAC, No Drama Drama Team Ngasi MPASI buat Si Kecil




Nestlรฉ CERELAC Makan Seru Bersama si Kecil.

Karena sering instastory kegiatan anak-anak saat dirumah, jadi banyak follower yang nanya-nanya di DM instagram. Apalagi pas aku share video Divya sama Tara saat makan. Anakku memang type anak-anak yang makan ngga pake drama. Jadi bisa dibilang aku sungguh beruntung menjadi orangtua, karena tidak mengalami yang namanya anak drama ngga mau makan, hhahah.

Gegara itu jadi banyak juga yang nanya tipsnya apa sih, kok anaknya bisa makan dengan lahap tanpa dipaksa-paksa.

Jadi ya, menurut pengalamanku punya dua orang anak nih Tara dan Divya, dalam memberi makanan untuk anak itu memang harus direncanakan dan memang harus ada triknya. Ngga bisa asal-asalan trus ngarep anaknya bakal manut makan apa yang kita sodorkan.

Sebagai mami baru, aku awal-awal mau ngasi MPASI sama Tara itu sampe googling apa aja sih bahan makanan yang harus ada di MPASI. Berapa banyak sih kebutuhan bayi saat mulai makan? Maklum yah newbie, jadi emang ada kekhawatiran kalau sampe anaknya kekurangan gizi, gegara ibunya kurang nyari informasi. Hahahaha.

Dan hasil googlingku itu, diketahui bahwa, faktanya yah, perut anak usia 6 bulan itu, ukurannya hanyalah sekepalan tangan orang dewasa, namun nutrisi yang dibutuhkannya 5 x lebih banyak dari orang dewasa.

Nah lho, pusing ngga lho.

Gimana caranya, porsi makanan yang cuma sekepalan orang dewasa tapi nutrisi yang harus ada malah 5 kali orang dewasa. Makanya muncullah istilah MPASI menu 5 bintang, menu 4 bintang, dsb dsb. Ini disusun supaya walaupun porsinya kecil tapi gizi yang diperlukan bisa terpenuhi.

Kalau aku tuh dulu menyiasatinya dengan masak MPASI ala sup-sup-an. Pokoke di menu Tara pasti ada sayur biasanya aku pake brokoli atau bayam, trus aku kasih wortel, kasih ayam atau ikan atau daging, tambahkan jagung atau beras merah untuk karbohidratnya, plus kuah kaldu biar gurih. Itu aku campur semua, dikukus, trus diblend, baru dikasih ke anaknya.

Alhamdulillah ya, mungkin gegara dari kecil memang udah dikenalin sayur, ikan, macem-macem gitu, jadi anakku ga terlalu picky sama makanan.


Makanya kalo ada buibu yang nanyain, ingin kubilang ke mereka. “ Ya udahlah buibu kalo anaknya susah makan coba dikasih yang disukainya aja” wahahaha.

Eh tapi ini beneran lho. Karena ya sepengalamanku lagi, anak-anak itu sebenernya bukan ga mau makan sama sekali sih, Cuma mereka memang ada masanya, ga suka makan nasi, ntar da masa malas makan sayur, suatu saat ogah makan ikan, trus tiba-tiba kayak anti sama kuah-kuahan, maunya kering-kering. Makanya penting banget ngasi variasi makanan biar dia ga sampai kayak eneg sama satu jenis makanan.

Ya bayangin aja kayak kita, tiap hari dikasih makan nasi goreeeeeng terus, pasti bakal nemu titik jenuh, yang nyium aroma nasi gorengnya aja langsung mual. Anak-anak ya juga gitu.

Jadi, kalo boleh berbagi nih aku mau kasih beberapa tips simple biar buibu ga stress kalo anaknya mogok makan.



1. Makan itu Tidak harus Nasi

Pertama ya buibu harus sadar dulu dan paham, bahwa yang namanya makan itu bukan berarti harus nasi. Nasi itu kan sumber karbohidrat ya, jadi kalo anaknya ogah makan nasi, ya coba cari karbohidrat lain. Bisa jagung, kentang, ubi rambat, cereal, roti, mie. Ayo eksplor.


2. Kreatif Cari Alternative Makanan


Kalo anaknya ngga suka sayur, jangan buru-buru stress juga bu. Sayur itu dibutuhkan selain karena kaya gizi dan vitamin, juga sebagai sumber serat untuk tubuh yang bisa membantu melancarkan pencernaan si kecil.

Jadi, kalo anaknya ngga mau makan sayur, jangan panik, cari dulu penggantinya yaitu makanan kaya serat.

Bisa diganti dengan agar-agar (ini anak-anak pasti suka), buah-buahan kaya serat kaya alpukat, dibikinin bubur kacang ijo.


3. Kenalkan berbagai makanan dari kecil

Ini memang harus dilakukan sejak pertama MPASI sih. Pokoke membuat menu MPASI itu jangan monoton. Dimulai dari buah-buahan dulu. Kasih aja ganti-ganti jenisnya. Mulai dari alpukat, melon, mangga, pepaya, pir, apel, semangka. Cobain semua.

Udah lulus buah-buahan, naik ke menu MPASI berikutnya, makanan komplit.

Kayak aku contohin di atas, kasih menu lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, zat besi. Sesuain jumlahnya sama kebutuhan si kecil.


4. Buat suasana makan menyenangkan






Ini sepertinya tips kok basi banget ya dan sangat normative. Tapi hey memang seperti itu kenyataannya. Bagi anak-anak, semua kegiatan mereka adalah bermain, jadi makan pun harus diciptakan suasana yang menyenangkan biar dia aware bahwa tiap makan itu asik lho. Makan itu fun, kalo makan sama bunda aku bisa sambil ketawa-ketawa. Jangan malah suasana makan dibikin mencekam “ Ayo abisin makanannya, kalo ngga abis ngga mama kasih main lego lho ntar”, wah berabe.

Caranya ?

Pertama, biasakan makan di meja makan. Iya, anak kecil itu biasakan aja makan sambil duduk di kursi meja makan, biar terbiasa dan bisa belajar mandiri. Tidak dipangku.

Udah gitu saat makan, ajak anaknya sambil melakukan kegiatan yang fun. Boleh sambil ngobrol soal manfaat sayurlah, sambil nyanyilah, atau sambil disuruh sebut apa aja isi makanannya “ Wortel, brokoli, daging”. Gitu-gitu deh, pasti hepi.

Trus, taruh makanan si kecil di wadah-wadah yang lucu dan sesuai porsi makannya. Aku suka banget sama wadah makan dari CERELAC. Kemarin aku dapat wadah makan ini di kemasan CERELAC. Porsinya tuh pas banget sama porsi makan anak yang masih kecil tapi butuh nutrisi banyak.





5. Pastikan kebutuhan Nutrisinya terpenuhi

Ini nih yang jadi peer banget. Kayak yang aku bilang tadi, gimana caranya dengan porsi sedikit, cuma sekepalan tangan orang dewasa tapi semua nutrisi bisa ada di situ.

Kalo mau rempong, ya memang harus diitung nih satu-satu kandungan gizi di MPASInya. FYI, bayi usia 6 bulan itu harus mengkonsumsi 400 gr per hari daging sapi buat memenuhi kebutuhan zat besinya.

Gila lu ndro, gimana ceritanya bayi dikasi daging segelondongan 400 gram. Itu mah udah makan steak ya sama kita hahahaha. Padahal zat besi itu penting banget, kalo kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia. Kan syerem ya, masa masih bayi udah anemia.

Itu masih zat besi, belum proteinnya, minimal 16 gram, trus vitamin A, folat, kalsium, yodium, seng. Tuing-tuing, pusing kan?

Nah, saat-saat begini tuh aku butuh solusi yang praktis-praktis. Aku kadang-kadang kasih aja Tara CERELAC dari Nestlรฉ. CERELAC itu makanan bayi yang berkualitas karena dibuat dengan bahan terpilih dan tentunya aman dan cocok banget untuk MPASI anak.




Porsinya juga bisa menyesuaikan banget. Pilihan rasa dan jenis MPASInya juga banyak.

Ada bubur, ada snack/cemilan. Pilihan rasanya juga macem-macem, ada rasa pisang, stroberi, jadi bisa nyesuain sama selera anak.

Cara menyajikannya juga praktis banget, tinggal panasin air, seduh ke serbuk buburnya, aduk-aduh sampe menyatu, dan tadaaaaa siap untuk disantap.

Nah, perkara makanan instan gini, kadang masih jadi pro kontra gitu ya di kalangan ibu-ibu. Sebagian kayak parno gitu sama makanan instan untuk anak. Pada mikir apa bahan-bahannya alami, apa beneran nih dari makanan, jangan-jangan dari serbuk nebula, wakakakak. Jangan-jangan, kalau di kemasan tulisannya ayam, ternyata malah ngga pake ayam sama sekali.

Pasti mengandung pengawet, penyedap rasa, dan sumber bahan bakunya ngga bisa dipastiin kesegaran dan keasliannya.

Parno teruuus.


Nah, ternyata yah segala ketakutan dan keparnoan ibu-ibu terhadap makanan instan itu, banyak ngga benernya lho. Beberapa waktu lalu , udah lama sih sebenarnya, aku pernah menghadiri seminar soal makanan instan ini, trus ditambah kemarin aku ngulik-ngulik lagi di internet. Nih ya aku bagi disini ya soal mitos dan fakta seputar makanan instan bayi.


Soal Pengawet Makanan


Mitos

Makanan instan pasti pakai pengawet , makanya tahan lama.


Fakta

Makanan bayi yang instan dan dijual di kemasan itu bisa awet karena pakai teknologi. Nama nya freeze dry yaitu pengeringan seluruh bahan makanan sebelum diolah. Makanan yang diolah itu kandungan airnya dibuat hampir nol, jadi setelah kering, tidak akan terkontaminasi bakteri, karena bakteri ngga bisa hidup disitu. Kemudian dimasukin ke kemasan kedap udara , pakai aluminium foil, tersegel rapi.


Soal Penyedap Rasa


Mitos:

Makanan Instan bayi rasanya gurih, pasti mengandung MSG.


Fakta :

Nope. Yang namanya makanan bayi itu produksinya di bawah pengawasan BPOM, yang mana BPOM itu ketat banget lho bu ibu seleksinya. Saya sempet baca-baca tuh aturan- makanan bayi yang telah terseleksi BPOM , yang intinya untuk lolos uji BPOM dan Kodeks makanan bayi itu tidak boleh mengandung MSG. Sebagai cita rasa tambahan tuh paling ditambahin gula sama garam aja. Kita bisa cek di setiap kemasannya, berapa kadar gula dan garam yang ada. FYI, garam kalau di kemasan makanan biasanya tertulis sodium atau natrium ya.


Soal Bahan Pembuatnya


Mitos

Makanan bayi instant tidak benar-benar terbuat dari bahan makanan asli.

Oh ya saya juga sempet sih kepikiran begini. Kayak yang saya bilang di atas, Jangan-jangan bukan ayam beneran, jangan-jangan bukan brokoli beneran, bukan kacang hijau beneran. Ealaaah emak parnoan banget.


Fakta :

Seperti yang aku bilang di atas, BPOM pengawasannya itu ketat banget. Jadi kalau tertulis di kemasan mengandung ayam, ya wajib dari bahan baku ayam. Kalau ditulis mengandung brokoli, jagung, pisang, ya wajib dari bahan aslinya. Namun, semua bahan asli tersebut diolah dengan teknik penepungan (milling), yaitu pengolahan makanan dengan cara dihaluskan menjadi tepung. Udah jadi tepung, dikeringkan, udah kering baru deh dikemas. Jadi ya bentuknya tepung atau ga ada juga yang cairan.

Soal Kandungan Gizinya

Mitos

Makanan Instan ngga Ada Gizinya, Isinya angin doang

Fakta


Benar, bahwa selama proses pengolahan makanan, setelah dijadikan tepung, kemudian dikeringkan, ada beberapa zat gizi yang hilang selama proses pengolahan. Nah untuk menyiasati itu makanya ada yang namanya proses fortifikasi, yaitu penambahan zat gizi mikro tertentu agar sesuai dengan kebutuhan bayi.

Jadi misalnya nih, bayi usia 6- 8 bulan butuh zat besi itu 11 mg per hari. Nah di makanan instan, zat besi itu ditambahkan dalam bentuk fortifikasi. Kenapa? Karena pada bahan makanan alami, zat besi itu terbatas jumlahnya dan ngga memenuhi kebutuhan bayi.

Misalnya gini nih: pisang, hanya mengandung 0,31 mg zat besi, tepung beras 0.1 mg. Padahal kebutuhan zat besinya 11 mg. Bisa aja kita combine makanannya biar zat besi terpenuhi, tapi masalahnya saat itu lambung bayi kapasitasnya juga tertentu. Jadi ngga mungkin juga kita kasih si bayi, pisang, trus brokoli, trus daging, trus apalagilah yang mengandung zat besi biar kebutuhan zat besinya terpenuhi. Bisa mabok ntar bayinya, makanya dengan fortifikasi kandungannya bisa disesuaikan.

Jadi, salah banget kalau bilang makanan instan ngga ada gizinya.



Kenapa CERELAC?




Karena CERELAC diperkaya dengan zink, vitamin dan mineral untuk dukung tumbuh kembangnya. Buibu bisa selingi pemberian ASI dan MPASI rumahan dengan CERELAC untuk memastikan kebutuhan nutrisi hariannya tercukupi. 1 Mangkuk CERELAC, udah cukup banget untuk perut kecil si cimut-cimut. CERELAC berkualitas dibuat dengan bahan pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil .

Maksudnya berkualitas apaan?

•Bahan Baku terpilih

CERELAC ditanam di ladang yang jauh dari polusi, benih pilihan dengan asal-usul yang dapat ditelusuri. Petani dan peternak diedukasi sehingga dapat menjaga kualitas bahan baku

•Bernutrisi


Dengan fortifikasi vitamin, mineral, makro dan mikronutrien, zat besi dan berbagai pilihan rasa dan tekstur sesuai tahapan usia, CERELAC adalah “semangkuk kepastian” untuk memenuhi kebutuhan gizi harian Si Kecil

•Berkualitas

CERELAC diproduksi melalui pengujian dan standar yang ketat sehingga dipastikan aman untuk Si Kecil


Ya udah deh kalau gitu kasih makanan instan aja, ngapain repot-repot bikin makanan home made kalau begitu.

Dooh ya ngga kayak gitu juga lah. Dunia kan ngga cuma ada hitam dan putih.

Bagaimanapun juga, namanya bayi manusia, ya makanan aselinya itu ya makanan segar, bukan makanan yang diolah macem-macem gitu.

But, makanan instant kayak Nestlรฉ CERELAC ini bisa banget jadi alternative MPASI untuk ibu-ibu, kalo khawatir kecukupan gizi dan pemenuhan nutrisi si kecil kurang akibat malas makanlah, picky aeaterlah, atau sesepele alasan kepraktisan saat lagi travelling.

Jangan lupa pake mangkuk lucunya ya mam, biar makin semangat makan si kecil. Happy feeding and bye bye drama MPASI, Muaach.




#TenangAjaBunda

#CERELACMamamyuk

#MPASI6BULAN

#MPASI



Info lebih lanjut tentang CERELAC, kunjungi: www.mamamyuk.co.id


Mudik Seru Bersama Sleek Baby Travel Kit

Tuesday, July 23, 2019






Dari kemarin pengen nulis soal mudik lebaran, belum sempet-sempet aja. Daripada foto-foto liburan numpuk di hape mariii kia pindahkan ke blog ya hahahaha.

Jadi lebaran kemarin aku mudik ke kampong halamannya suami nih di Kutoarjo, Jaw Tengah. Sekitaran 2 jam-anlah dari Jogja. Mudik kali ini agak berbeda karena Divya udah gede, udah 3 tahunan lebih jadi berasa lebih seru, karena tahun-tahun sebelumnya kan Divya masih kecil banget.

Gara-gara udah gede gitu juga, bawa si anak kicik ini mudik jadi punya tantangan lain. Mulai dari packing aja udah riweh sendiri, soale Divya udah bisa milih baju sekarang hahaha. Kalo dulu kan mana tau dia, pokoke aku siapin aja, beres. Sekarang, beugh, dia yang pilih bajunya yang mau dibawa , perlengkapannya, sampe toiletressnya pun ngga mau ketinggalan wajib di bawa.

“ Bunda jangan lupa bawa baju renang adek yang pony ya”

“Bunda sabun adek jangan ketinggalan y”, xixixixi, ngerecokin aja dah.

Makanya kemarin sekalian ajalah kuajakin dia ikutan bantu saat aku packing barang-barang kami.




Nah sekalian aku kasih tips nih, gmana packing mudik dengan dua anak.

1. Siapkan dua koper yang berbeda


Ini demi kepraktisan aja sih, yang satu untuk perlengkapan aku dan si papah, yang satu lagi untuk perlengkapan anak.

2. Bikin Checklist

Biar ga ada yang ketinggala, aku selalu bikin checklist barang yang mau dibawa. Ini sekaligus ntar berguna saat pulang biar ga ada barang tertinggal atau tercecer.

3. Pikirkan hal-hal berikut


- Berapa lama di kampung halaman. Ini ngaruh ke jumlah pakaian yang mau dibawa.

- Di sana tinggal di mana.

- Kalo tinggal di rumah keluarga, pikirkan bisa nyuci atau ngga. Kalau bisa nyuci berarti jumlah baju ngga perlu sejumlah hari mudik. Misal mudik 7 hari berarti bisa bawa baju untuk 4 hari saja. Ntar cuci setrika di sana.

- Buat jadwal kegiatan selama di sana. Ini buat nyiapin pakaian apa yang mau dibawa. Kalo emang ada rencana berenang tentu harus bawa pakaian berenang.





4. Tidak Perlu membawa semua barang, bawa yang simple-simpel aja, ini mudik bukan pindahan.


Iyes, kadang kita sangkin takutnya ada yang kurang, mudik jadi berasa pindah rumah. Nah menyiasati batasan barang bagasi juga, maka yang bisa dibeli di sana, beli di sana saja, bawa secukupnya untuk di jalan.



Nah perkara toiletress juga gitu, bawa yang simple-simple aja. Aku selalu bawa toiletress ukuran traveling yang ringkes dibawa di koper. Udah beberapa kali bepergian gini aku ngndelin Sleek Baby Travel Kit. Soale isinya komplit banget pas untuk kebutuhan anak selama bepergian.



Isinya ada Sleek Baby bottle nipple, Sleek Baby travel wash, Sleek baby anti bacterial diaper cream, dan Sleek Baby 2in1 Hair & Body Liquid Soap. Sleek baby travel kit ini simple dan praktis banget buat dibawa bepergian sama anak.

1. SLEEK BABY BOTTLE NIPPLE & ACCESSORIES CLEANSER

Ini andalanku banget karena Divya masih minum susu pake botol, makanya harus pake pembersih botol yang food grade biar aman. Sleek Baby Bottle nipple ini mengandung Stain Removal Formula sehingga dapat menghilangkan sisa lemak susu dan bau yang menempel pada peralatan botol bayi

2. SLEEK BABY TRAVEL WASH


Ini salah satu isi Sleek travel kit yang paling kusuka, yaitu detergent untuk urusan cuci mencuci baju Divya. Bentuknya kecil dan praktis banget dibawa-bawa. Konsetrat pembersihnya mengandung ekstrak jeruk nipis, dan difomulasikan dengan Natural Plant Extract sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

3. SLEEK BABY ANTIBACTRIAL DIAPER CREAM

Karena bepergian gini, otomatis Divya ga lepas dari diapers. Harus diperhatikan banget biar ga muncul ruam popok atau gatel-gatel di paha dan pantat Divya. Makanya aku olesin dulu diaper cream .

Dengan formula Hypoallergenic dan Natural Antibacterial teruji secara dermatologis terbukti efektif mencegah dan mengatasi iritasi di daerah popok. Aku pakein diaper cream ini setiap kali ganti popok untuk mencegah bakteri penyebab munculnya ruam.

4. SLEEK BABY 2 IN 1 HAIR & BODY LIQUID WASH

Untuk mandinya, tenaaang, di Sleek Travel Kit juga ada, udah combo untuk badan dan rambut, jadi ringkes bawa satu doang untuk urusan mandi.

Trus mudiknya jalan-jalan ke mana aja?

Wah pokoke keliling Jogja deh hahahah, dan Divya seneng banget di samping bisa jalan-jalan karena full terus seharian sama bunda dan papanya, lengket kayak prangko.





Kalian gimana cerita liburannya kemarin?






Hidup Minimalis dan Level Kepuasan

Wednesday, June 26, 2019


Udah lama banget rencana mau beres-beres rumah tapi karena kesibukan trus kepotong puasa, lebaran, mudik, jadilah baru kemarin aku berhasil memaksakan diri membongkar isi lemari, dan memilah-milah barang di rumah. Soalnya rumahku kayaknya udah sesak sekali, yang sampe kalo mau nyari sesuatu itu harus menyelam dulu, xixixix.

Kebiasaan bongkar lemari ini sebenernya udah rutin aku lakukan. Pokoke gitu merasa lemari pebuh pasti ada yang kusingkir-singkirkan. Kemanakah baju-baju dan barang-barangku?

Biasanya ya ke rumah ibuku, hahahaha, karena apa? karena aku ga punya waktu mikirin mau dikemanain barang-barang itu. Paling gampang ya bawa ke rumah oma, ntar pasti di sana ludes sendiri.

Nah, jadi ceritanya beberapa minggu lalu aku dikirimin linklah sama Icha, linknya Raditya Dika yang ngomongin soal hidup minimalis. Doi cerita di situ kalau dia sampai pada satu titik kayak jenuh gitulah dengan koleksi-koleksi jam tangannya yang ternyata ya cuma koleksi. Yang dipake yang itu-itu mulu, jadi akhirnya semua jamnya dia jual dan dibelikan satu jam yang emang punya "Value" kata bang Dika. Yang kemudian diartikan oleh netijen sebagai MAHAL, hahahaha. Value= MAHAL. oke detergen, bhaik.

Nah, aku jadi ikutan mikirlah, biasa ya aku anaknya memang gampang terpengaruh sama yang begini-begini. Trus mataku memandangi sekeliling rumahku dan ke tumpukan container plastik yang isinya tumpukan tasku (iya, aku ga punya lemari khusus tas, jadi tas-tas itu aku susun di kontainer plastik itu lho gengs. Aku punya 10 biji kontainer. Ini sebenernya akal-akalanku aja biar masteg ga nyadar kalo istrinya punya hobi menumpuk barang, hahahah

Nah, ternyata yah, dari sekian jumlah tasku yang tentu saja harganya cuma seperseratus ribu dari harga jam tangannya Raditya Dhika itu, yang kupake palingan cuma 3-4 tas doang. Sisanya? Aku bahkan ga inget kalo aku punya tas itu.

Trus beralih ke lemari, ya sami mawon. Kok ada beberapa bajuku yang seingetku cuma kupake sekali trus ya udah ga dipake lagi, ada yang masih ada tagnya, ada yang sejak aku ambil dari tukang jait ya digantung doang, astagaaaaa.

Jadi perasannya gimana yah.

Aku bukan baru kali ini sih denger soal hidup minimalis ini, bahkan aku udah lama nerapin ke pemilihan baju. Pokoke beli baju aku prinsipnya, kalo udah cocok ya udah beli beberapa, bodo amat dibilang ga ganti baju, yang penting nyaman dan ga rempong pilih-pilih matchingin baju tiap mau pergi. Alhasil kalo diliat foto di IG, outfitku itu cuma baju puith dan celana jeans donag banyakannya hahahaha.

Oke balik lagi, nah kali ini aku kayak yang wah iya yah, ini ngapain punya barang sebanyak ini kalo memang ga dipake.

Maka jadilah kemarin aku bongkar-bongkar lagi. Sebagian aku hibahkan, sebagian lagi aku preoved-kan xixixi.

" Is kok dipreloved sih, kan mending dikasih aja"

Ya dikasi boleh, dipreloved juga ga salah kan ya, hahaha.

Jadinya saat ini aku nyisain cuma 5 tas ajah. Ini udah yang paling aku pake banget ngetlah. Sepatu juga gitu, aku sisain sneaker tiga doang dan ini pun yg paling sering kupake cuma sebiji, dan sepatu kerja 2 aja.

Rak sepatuku langsung kosong, lemariku pun jadi lega. Containe plastik isi tas-tasku jga udaah kosong. Hatiku juga hapa hahahahaha.

Sebenernya ada hal yang masih mengusikku sih. Pas baca-baca komen di yutub Raditya Dika itu, ada salah satu yang komen begini :



Why oh Why. Itu kok kayak mewakili isi hatiku banget, huhuhuhu.

Aku ngerasain banget hal kayak gitu. Dulu pake tas lokal ya oke-oke aja, ga masalah samsek. Ngga pernah pun merhatiin merk, asal nyaman ya udah. Sekarang ngga tau yah, gegara mudahnya belanja online atau pengaruh algoritma instagram (Instagram disalahin), jadinya tanpa bersusah-susah pun ya muncul aja gitu lho jualan para sissy-sissy pelapak tas-tas di IGku.

Dan iyes banget, level kepuasan kita tuh kayak naik terus. Ibaratnya dulu makan dimsum aja udah berasa makanan paling enak, naik ke sushi, naik terus sushi tei jadi biasa, nyobain sushi-sushi lain, lama-lama bosen ga mau lagi, trus nyari makanan enak lain lagi, gituuu terus.

Jadi sejujurnya aku ga terlalu percaya diri bahwa yang kulakukan sekarang ini soal hidup minimalis, jangan-jangan ya karena aku udah males aja pake tas-tas yang lama. Apakah aku sedang so called menemukan kenyamanan baru di barang-barang yang levelnya lebih dari yang sebelumnya kumiliki/

Ya Tuhan, manusia kok ga ada puasnya ya. ckckckc.

Ya sudahlah, ini cuma postingan receh, gegara satu postingan RD yang mengusikku.

6 bulan lagi aku bakal update, apakah ada barangku yang nambah? atau beneran aku bisa menerapkan yang kupikir saat ini adalah gaya hidup minimalis, halah.

Kalian gimana?, apakah sudah bergaya hidup minimalis sampe nyingkirin barang-barang ya ngga pernah dipakai di lemari kalian? ataukah kayak si mba anonim sebut di atas, minimalis hanya karena yah merasa levelnya udah ga di situ lagi.

Cerita dong, aku butuh pencerahan.

Perawatan Untuk Kulit Baby Sensitif

Thursday, June 20, 2019

[SP] Perawatan untuk Kulit Baby Sensitif



Kalau lagi ngomongin soal anak, aku termasuk ibu-ibu yang beruntung, karena anakku Tara itu ya ga ada masalah yang gimana-gimana selama ini. Pokoke masalah-masalah kebanyakan bayi kayak kulit sensitive gitu, si Tara ga pernah mengalaminya. Aku pikir ya bakal gitu teruslah mau punya anak berapapun. Ternyata lain anak ya lain aja bawaannya. Pas Divya aku mayan dapat tantangan karena ternyata Divya tuh kulitnya sensitive banget. Ngga sampe yang kayak Dermatitis Atopik gitu sih, tapi ya sensitive. Yang merah-merahlah kena bedak, yang iritasilah kalo dipakein popok, sampe harus hati-hati banget milih-milih produk baby untuk Divya.

Sebenarnya ga heran, karena aku juga punya alergi, yaitu alergi udara sih, yang sering disebut biduran, weh kalau udah gatel, rasanya kayak mau ngamuk. Makanya aware banget sama masalah kulit sensitive Divya karena sedih kalo pas kumat alerginya badan bisa merah-merah, kraaay.

Untungnya dulu aku punya wawak yang jaga Divya yang care banget, jadi bener-bener telaten merhatiin apa nih pemicu atau penyebab gatel-gatel di kulit Divya. Teryata setelah diperhatiin, Divya tuh gatel-gatel dan muncul iritasinya kalo mandi pake sabun, atau terkena produk-produk yang mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfat). Abis tau gitu udahlah semua produk yang berhubungan sama kulit Divya kuganti jadi yang tidak tertera SLS/Anionik Surfaktant pada komposisinya.


Nah, makanya aku mau ngomongin nih sabun dan detergen untuk bayi yang cocok untuk kulit sensitive kayak Divya. Biar bu ibu lain ga bingung milihin produk untuk kesayangannya.

Purebaby Liquid Soap


Jadi dalam milih produk bayi untuk kulit sensitive gitu, aku selalu cek cek dulu komposisinya. Pure Purebaby Liquid Soap ini lagsung jadi perhatianku karena dia ngga mengandung SLS dan anionic surfaktan yang biasanya jadi pemicu alergi. Trus di dalamnya juga mengandung triple moisturizer (Oat Kernel Extract, Chamomile, Pro Vit B5). Setauku sih ya oat-oatan gitu memang recomended untuk kulit sensitif.

Aku suka purebaby liquid soap ini karena secara texturenya juga enak untuk dipakein ke bayi, ngga encer tapi ya ngga kental banget, pas. Aromanya lembut dan wanginya ngga lebay. Jadi bikin anak kita tuh saat dimandiin ya hepi nyium aromanya. Busanya dikit, dan ini bikin aku lega karena sabun-sabun dengan busa melimpah itu malah bikin kulit kering dan makin bikin kulit sensitive iritasi.

Nah kenapa si Purebaby Liquid Soap ini ngga bikin kulit kering?

Ya karena itu tadi, Purebaby Liquid Soap memang tanpa tambahan sodium Lauryl Sulfat/Sodium Laureth Sulfat/Sodium Myrate Sulfat/Anionik Surfaktant.




Kebanyakan sabun-sabun di pasaran itu kan mengandung detergent Sodium Lauryl Sulfat (SLS) ya sebagai zat pembersih, makanya busanya bisa melimpah dan ya konsekuensi kelembaban kulit ikut terangkat. Karena SLS dapat menyerap kelembapan kulit, terlebih bagi baby yang memiliki kulit sensitif, akan berisiko menyebabkan iritasi. So luuf sama sabunnya karena ngga bikin keset karena kalau bikin keset tandanya bisa bikin kulit menjadi kering.

PHnya juga 5.5, PH yang normal untuk kulit bayi, jadi aman terkendali yah.

Purebaby Liquid Soap diproduksi oleh industri farmasi sehingga mulai dari pemilihan bahan baku, bahan pengemas, produksi, sampai dengan produk jadi, semuanya melalui standar kualitas farmasi sesuai GMP (Good Manucfacturing Practice).


Cara makenya ya biasa aja sih kayak sabun pada umumnyaa. Tingal dipencet dari kemasannya. Kemasannya ucul banget hahahaha. Abis mandi, kulit Divya terasa lembap. Moms, dengan pemakaian rutin setiap kali mandi, maka iritasi ringan atau masalah pada kulit bayi akan mulai berkurang.

Purebaby Laundry Liquid


Selain pake sabun khusus kulit sensitive, detergen baju juga harus yang bersahabat sama kulit sensitive. Ibu saya kadang kalo main ke rumah suka bilang ya “ Halah detergen aja harus khusus, payah anak jaman sekarang”, hahahaha. Iya sih kalo dipikir-pikir kenapa gitu harus dipisah-pisah bikin repot aja. ART di rumah kadang juga gitu, diem-diem pake detergen biasa padahal udah dibilangin pake detergen khusus. Pas Divya nangis-nangis baru deh nyesel.



Aku suka banget pake detergen model cair-cair gini dan yang paling penting tidak mengandung detergen Sodium Lauryl Sulfat (SLS) / Anionik Surfaktan karena bikin pakaian bersih, ngga ada cerita ketinggalan residu detergen di baju anak, yang malah jadi pemcu iritasi atau alerginya. Dia ini beneran bening gitu dan aromanya lembuuuut.


Dan sama ya kayak sabun mandinya, purebaby laundry liquid ini juga ga menghasilkan busa-busa gitu, biasa aja. Ingat ya jargon semakin banyak busa maka semakin bersih itu hanyalah mitos belaka, hahahaha. Walau busa minim tapi tenang aja tetap bersih kok, karena dia mengandung alkylpoliglucoside sebagai zat pembersih. Alkylpoliglucoside ini asalnya dari minyak kelapa dan gula jagung.

Malah ya Purebaby Laundry Liquid itu lembut di tangan, karena yaitu dia ga narik kelembaban yang ada di kulit kita.

Oya aku kan kebetulan kalo baju-baju Divya gitu jemurnya di dapur ya, jadi ngga yang di ruangan terbuka banget, di atasnya itu pake fiber gitu lho, karena khawatir aja kena debu banyak kalo aku jemur di luar.

Dijemur di dalam ruangan juga nggak bikin bau apek lho. Yang pasti, walau di dalam gitu, pakaian tetap kering kok (yakan pake mesin cuciiiii hahah), dan hepi karena ngga apek sama sekali, aromanya lembut dan pastinya ga bikin kulit iritasi, laaf banget. Jadi Purebaby Laundry Liquid ini mampu membersihkan pakaian tanpa menyebabkan iritasi yang bisa menyakiti kulitnya

Penasaran? Cusslah cobain Purebaby liquid soap dan purebaby laundry liquidnya untuk merawat kulit si kecil dari iritasi ringan atau masalah pada kulit bayi dan kulit kita yang nyuci juga sehat sentosa, hahaha.

Purebaby bisa didapatkan di Farmers, Ranch Market, Grand Lucky, AEON, Lulu, Food Hall dan Baby Shop. Purebaby Liquid Soap juga bisa didapatkan di apotek K24, apotek Kimia Farma, apotek Roxy, dan apotek lainnya.



Melatih Anak Membuat Keputusan

Friday, May 17, 2019


Kemarin di stories aku share video potongan wawancara Maudy Ayundya yang lagi ngehits banget itu. Trus aku nanya, followerku itu timnya hobi belajar kayak Maudy-Najwa atau netijen yg memparodiin videonya (sumpah lucu banget ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ)

Dan jawabannya, fifty-fifty dong yah. Banyak kok yang suka belajar and enjoy saat belajar. Proses mendapat hal-hal baru itu lho yg bikin excited. Makanya aku seneng2 aja byk yg nanya2 ke aku even aku ga ahli-ahli amat tentang yg ditanyain. Malah jadi ngasi aku kesempatan buat searching, baca literatur dan bikin aku jd nambah pengetahuan ttg sesuatu.

Nah salah satu point di wawancara Maudy itu yg bikin aku mikir adalah bahwa Maudy udah punya keinginan masuk Harvard sejak SMP.

Jangankan anak SMP, org2 dewasa aja byk lho yg ga tau maunya dia apa. Jd boro2 ngambil keputusan sendiri, malah nyerahin ke org lain. Krn nyerahin ke org lain itu memang paling enak, kalo gagal tinggal bilang “Kan elu yg nyuruh gw kmrn, lhaaa”

Sebagai ortu nih, kita bisa melatih anak agar dari kecil terbiasa membuat keputusan sendiri. Kalo caraku begini

1. Kasih contoh.

Ini mah udah sering denger ya, children see children do. Jadi kasih lihat ke anak gmn kita ngambil keputusan. Misal pas mau pergi kerja. Aku suka ngajak Tara milihin jilbab yg mau aku pake. “ Tara bunda bagusan pake jilbab warna coklat ini ya drpd yg abu2 soalnya celana bunda warnanya coklat”. Udah gitu aja. Besok2 suruh dia yg membuat keputusan. Misal “Tara besok temennya ada yg ultah ya, mau kasi kado apa nih”
ntar bakal muncul jawaban2 dia.

2. Batasi pilihan

Anak-anak  itu kan masih berlatih ya, jadi jangan kasi terlalu banyak pilihan. Misal dari berbagai ide kadonya dia, pilih aja dua. “Jadi Tara mau kasi crayon atau kotak pensil nih?”

3. Tanya alasannya

Setelah dia tentukan pilihannya, jgn berhenti di situ. Tp tanya alasannya. “ Kok pilih crayon sih, emang Gendis suka menggambar?”
.
Ni bakal panjang jawabannya “Soalnya gendis udah punya kotak pencil bunda, crayon kan cantik, Tara suka crayon”

Atau “ Karena crayon warna warni, di sekolah sering mewarnai” dsb dsb.

Ya jgn ngarep bgt alasannya bakal ilmiah atau gmn ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, tp gpp latih terus bahwa setiap pilihan dia itu hrs ada alasannya, bkn cap cip cup kembang kuncup.

Kayak gini2 ini bikin enak lho. Setiap weekend tuh aku dr malam udah nanyain Tara “ Besok mau berenang, mandi bola, atau main ke gym?”

“Ga mau ke gym lagi bunda, kan udah 2 kali, Tara udah bisa”
“Jadi? main bola?”
“Ehmmm, tidak tidak, main bola sdh kemarin. Besok berenang aja bunda”

Ya udah, jd besoknya dia yg bangun pagi paling semangat trus ngajakin berenang.

Kalian punya cerita utk ngajarin anak mengambil keputusan?

Custom Post Signature