Mempersiapkan Pensiun Bahagia

Tuesday, October 16, 2018


Hai-hai, karena banyak yang request soal dana pensiun, jadi yuk mari kita bahas tuntas di sini.

Kemarin kan aku pernah sharing ya, beberapa tujuan keuangan itu diantaranya :

1. Dana pendidikan anak

2. Dana Darurat

3. Dana Haji/liburan

4. Dana pensiun

Tergantung masing-masing keluarga dan masing-masing orang.

Lho kok dana pensiun hrs dipikirkan kan sih?

Pernah denger istilah sandwich generation kan?




Itu istilah untuk generasi yang terjepit kayak sandwich. Di samping harus menanggung biaya hidup keluarga masa depan ( anak) juga harus membiayai keluarga terdahulu (orangtua).

Ini banyak bangett terjadi lho. Jadi alih-alih hanya mikirin biaya pendidikan anak, generasi sandwich ini juga hrs memikirkan biaya hidup ortu, biaya sekolah adiknya bahkan sampai biaya pernikahan adik). Berat ya.

Menolong orangtua tentulah sangat dianjurkan, namun kalau jatuhnya kayak jadi punya dua sampai tiga tanggungan hidup tentulah yang harusnya bisa optimal mikirin masa depan keluarga jadi harus memikirkan keluarga lain juga.

Ini biasanya terjadi pada generasi terdahulu, di mana emang keuangannya pas-pasan sehingga kemungkinan i ortu ga sempat memikirkan rencana pensiun karena uangnya habis untuk membiayai sekolah anaknyayang jumlahnya juga tidak sedikit.

Kalau memang kondisi terpaksa demikian ya mau apalagi ya, namanya kondisi ekonomi orang kan beda-beda.

Nah kalo di jaman skrng sandwich generation tetep banyak juga, mungkin kita-kita juga si generasi sandwich itu, karena alasan-alasan, kayak ortu memang ga punya penghasilan lagi, sampe ya karena kita sendiri yang memang bergantung ke mereka disebabkan punya kebutuhan untuk menjaga anak-anak kita.

Maka kita nih sebagai generasi yang saat ini udah jadi orangtua. Kalaupun saat ini kitalah si generasi sandwich itu, sebisa mungkin yuks putus rantainya.

Jangan sampai masa pensiun nanti kita menjadikan anak kita generasi sandwich berikutnya.

Pastilah pengennya anak kita bisa mulai hidup barunya ya start dengan lbh ringan ya, biar larinya bisa kenceng, ga diganduli oleh biaya hidup kita di masa tua. Makanya perlu banget mempersiapkan dana pensiun dari sekarang.

Kok kita harus persiapkan, Kan udah disediain perusahaan?


Well pada kenyataannya uang pensiun yang dikasi perusahaan biasanya jauh dari yang diharapkan. Maka kita sendiri perlu nyiapin secara mandiri uang pensiun kita.

Mengenai kenapanya?

Tanya aja ke SDM atau HC masing-masing kantor ya hahaha ntar dijelasin deh itungan uang pensiun itu dari mana dan berapa-berapa persennya. Pokoke paling cukup untuk kebutuhan dasar aja ntar setelah pensiun.

Ngga percaya? Tanya aja sama para pensiunan yang sering kalian temui. Tanya berapa penghasilan pensiun dibanding kebutuhan biaya hidup saat ini.

Kalo aku sama masteg, kami nyiapin dana pensiun kami masing2.

Kebetulan di kantorku, aku dapatnya dua jenis pensiun. Yg pertama JHT, yg satu lagi dapat yang DPLK PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti)

Nah mas Teguh tuh di kantornya sama dapat pensiun JHT juga. Tapi tau kan yah, yang namanya pensiun dr perusahaan itu itungannya dari gaji pokok. Kalo kebetulan gaji pokoknya gede, selamatlah pensiunnya. Kalo gaji pokoknya kecil ya salam.

Karena kebanyakan perusahaan itu gaji pokok kecil, gedenya di tunjangan-tunjangan. Makanya gitu pensiun ngedrop banget penghasilannya. Jadi sila lihat slip gaji masing-masing

Yang biasa gaji 20 juta, tiba-tiba pensiun cuma gaji 4 jutaan, apa ga jetlag langsung tuh.Padahal gaya hidup belum tentu berubah, pasti berkurang sih biaya hidupnya tapi ga sebanding dengan pengurangan penghasilannya. listrik, air ya tetep harus dibayar, makan ya tetep makan, makanya kudu ditambahin investasi untuk pensiunnya.

Nah masteg itu aku bukain juga DPLK di BRI, biar ntar saat pensiun ga kaget-kaget amat.

Jadi, ngerencanain uang pensiun saat masa produktif itu tujuannya di samping biar ga membebani anak-anak kita tersayang juga biar ngurangi post power syndrom terkait gaya hidup.

Begicu.

Bu bu panjang ama ye mukaddimahnya wahahahha.


Oke masuk ke pembahasan DPLKnya ya.

Apa itu DPLK?



Kayak aku bilang tadi, DPLK itu adalah kependekan dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Ini kepesertaannya bisa korporasi bisa individu.

Jadi misal di kantormu kamu udah punya program pensiun yg dikasi kantor, kamu tetep bisa ikut program pensiun DPLK ini secara terpisah krn memang sifatnya ya kayak investasi perorangan gitu.

DPLK itu ada dua macam.

Aku mau bahas yg Program Iuran Pastinya aja ya. Krn ini yg paling pas untuk kita. Iurannya pasti, manfaatnya mengikuti nilai investasi.

Jadi seperti investasi pada umumnya, hasilnya ya bakal mengikuti perkembangan nilai investasi yang kita masukin.

Sitemnya gimana?

Jadi sistemnya itu kita bayar iuran tiap bulan ke DPLK (kayak nabung). Trus ntar oleh pihak DPLKnya uang kita tersebut akan diinvestasikan ke beberapa instrumen keuangan.

Ada pilihan untuk penempatan dana kita:

- Saham

- Pasar uang

- Pendapatan tetap

- kombinasi ketiganya

Jadi pengelolaannya seperti reksadana.

Kita bisa pilih mau ditempatin di saham aja, di pasar uang aja, atau mau kombinasi. Perhitungannya pake NAB gitu. Kalo saham kan pake lembar, maka ini pake NAB.

NAB itu Nilai Aktiva Bersih.

Jadi misal kamu daftar DPLK, setoran 250 rb. Saat km daftar, NAB di angka 1000, maka kamu dpt 250.000/ 1000 = 250 unit.

Ntar kalo dah diinvestasikan, dan nilai NAB nya naik jadi 1200 misalnya, maka duitmu jadi RP 250x 1200 = 300.000

Ntar kamu rutin terus setor pake autodebet gitu dari rekeningmu setiap bulan. Nilainya boleh tetap aja gitu tiap bulan,boleh berubah2, bebaaas.

Jadi misal kamu punya duit bln ini 500 rb, masukin 500 rb, trus bln depan eh dpt rezeki nomplok trus km mau tambahin jd 1 juta. ya boleh. Eh pas bonusan kamu mau masukin langsung 20 juta ah, ya boleh juga.

Karena ntar itungannya ya ke NAB pada saat kamu setor.

Kapan diambilnya?

Diambilnya pas usia kamu pensiun.

Yang dimaksud usia pensiun di DPLK itu ada beberapa macam :

  • Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan (usia 55).
  • Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan
  • Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  • Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.

Tapi ada aturan pengambilannya, ga bisa langsung diambil semua, tapi dijadiin anuitas, semacam gaji bulanan. Jadi dibayarin per bulan gitu kayak kamu nerima uang pensiun dari kantor.

Aturan POJKnya tuh:

  • 20% dr saldo DPLK mu dibayarkan tunai
  • 80% nya, kalo saldomu < 500 juta boleh dibayar tunai langsung. 
  • Kalo > 500 juta =< 1,5 M, wajib dibelikan anuitas.
Anuitas ini akan dibayarkan terus ke kamu sampe tutup usia. Setelah si peserta meninggal, maka akan dibayarkan ke pasangannya istri atau suami. Setelah pasangan meninggal, akan dibayarkan ke anaknya, sampe si anak usia 25 tahun. Jadi beneran kayak pensiun.

Untung banget kan.

Syaratnya apa aja?

Sama kayak nabung doang .

- Datang ke BRI, ke kantor cabangnya aja biar gampang.

- Bawa KTP, buka rek dulu kalo blm ada, kalo ada ya udah ga perlu

- Isi form DPLK

- Ntar isi berapa mau setoran per bulannya

- Dipasangin autodebet.

- Udah gitu aja.

Ntar tiap bulan rekmu akan didebet utk disetor ke DPLK.

Report?

Setiap 3 bulan kamu dapat hasil perkembangan investasi di DPLKmu. Laporannyabisa berbagai cara :
  • Dikirim via kurir
  • Dikirim via email
  • Atau bisa langsung cek di web www.dplk.bri.co.id

Gampang Kaaaan.

Kalo mau jelasnya, kamu bisa simulasi dulu.
Misal: Usia sekarang berapa, masa investasi sampe pensiun berapa tahun, pengennya ntar pensiun dapat uang bulanan sekian, maka berapa nih tiap bulan hrs nyisihin duit untuk dimasukin DPLK.

Simulasikan aja di www.dplk.bri.co.id.

Pesertanya?

Jadi, DPLK ini bener-bener bisa untuk siapa saja, ga harus pegawai kantoran. Ibu rumah tangga, petani, pedagang, freelancer, pegawai swasta ya bisa banget.

Nah ada beberapa pertanyaan yang tadi mampir di Instagramku. Aku jawab aja sekalian di sini ya .


DPLK ini sama ngga dengan Reksadana?



DPLK dan Reksadana ini banyak kesamaannya tapi ada bedanya.

Persamaan :
  • Sebagai investor kita sama-sama bisa milih sendiri penempatan dananya. Mau di pasar uang, saham, pendapatan tetap atau campuran
  • Sama-sama hitungannya unit penyertaan
  • Iuran sama-sama tdk bersifat mengikat kayak yg aku bilang td. Mau setor berapapun gpp tiap bulan, ga harus dipatok
  • Sama-sama punya risiko. Ya namanya juga investasi, pasti ada risikolah. Bobo aja ada risiko. Risiko dibangunin ayank, eeeaaaa.
Perbedaan Reksadana dan DPLK
 
Reksadana :
  • Penarikan dana bisa sewaktu-waktu
  • Bebas mencairkan dananya. Mau diambil sekalian semua bisa
  • Pihak yg memasarkan : Manajer Investasi langsung, agent penjual bank, dan agent penjual non bank
DPLK :
  • Penarikan hrs di usia pensiun, tdk bisa sewaktu-waktu
  • Pencairan dana ada ketentuannya (td di depan udah aku jabarin). Jadi untuk saldo tertentu, 20% bisa diambil tunai, sisanya harus dibelikan annuitas yg dibayar bulanan kayak gaji pension.
  • Pihak yg memasarkan : DPLK, atau asuransi. DPLK dipasarkan juga melalui bank. BRI salah satunya.


    Ada Risikonya ngga

    Ya adalah, namanya juga investasi. Nabung di celengan aja ada risiko. Hidup ini penuh risiko mas bro (mulai drama). Naah makanya dipelajri dulu dulu, trus sesuaikan sama profil risiko diri kita, beraninya ambil risiko yang mana ini.





Ni, aku kasi tau, tingkat risiko masing-masing penempatan tadi ya.

Risiko Rendah

Penempatan ke DPLK Pasar Uang.
Instrumen investasinya : Deposito, SBI. Obligasi jk < 1 thn.

Deposito udah paham ya.
Obligasi, itu contohnya ORI, baca bahasan ORI di High Lightku.

Nah, kalo kamu yg punya profil risiko rendah alias mau aman ya ntar DPLKnya minta ditempatin di pasar uang.

Tapi tentu saja berlaku rumus High risk, high return.
Low Risk ya low return.

Risiko Sedang .


Penempatan di DPLK Pendapatan Tetap.
Instrumen Investasinya :

SUKUK (obligasi Syariah)
SBN (Surat Berharga Negara)
Obligasi pada perusahaan BUMN dan perusahaan Swasta.


Risiko Tinggi.
Penempatan : DPLK Saham
Instumen Investasi :
- Reksadana Saham
- Saham

Aduh aku mau yg risiko ga gede-gede banget tp returnnya tinggi dong.


Bisaaaa.

Minta penempatannya ke DPLK Campuran/kombinasi.

Jadi ngga semuanya ditaruh di satu jenis, tapi boleh dicampur sesuai prosentase yang kita inginkn.
Misal :
DPLK Saham : 20%
DPLK Pasar Uang : 40%
DPLK Pendapatan Tetap : 40%

Atau mau lebih gede lagi
Saham : 50%
Pasar uang : 50%


Aku maunya di instrumen Syariah aja bisa ngga?

Bisa.
Ada juga jenis DPLK PSU Syariah.

Ini risiko rendah. Sama dengan DPLK Pasar Uang, tapi penempatannya di bank2 syariah.
Deposito ya ke bank syariah, obligasi ya ditaroh ke SUKUK.

Yang risiko sedang-tinggi : DPLK Berimbang Syariah
Ini kombinasi antara SUKUK dan Saham/reksadana syariah




Kelebihan DPLK apa, dibanding kita beli reksadana langsung?

Kalau hasil sama aja sih tergantung pengembagan investasi.

Namun,jika di reksa dana, investor bebas mencairkan sebagian atau seluruh dananya. Kalau di DPLK nilai penarikan dana ada ketentuan dari Kementerian Keuangan. Dimana apabila akumulasi iuran dan hasil pengembangannya di atas Rp 500 juta, maka sebanyak 20% boleh ditarik tunai dan 80% dibayarkan dalam bentuk anuitas.

Misalkan pada usia pensiun, dana yang terkumpul adalah Rp 1 milliar setelah pajak, maka nilai dana yang boleh ditarik secara tunai adalah Rp 200 juta dan Rp 800 juta dibayarkan dalam bentuk anuitas.

Anuitas adalah manfaat pensiun yang dibayarkan secara bulanan.
Anuitas ini dibuat karena khawatir si pensiuanan tidak bijak dalam mengelola dana. Jadi kalo diambil semua bisa habislah dalam sekejap.

Nah anuitas ini manfaat pensiunnya kalo ybs meninggal, akan diteruskan ke  istri .
Kalo istri meninggal diteruskan ke anak, sampe anaknya usia 25 thn.

Tentu besarnya beda ya kalo udah ke ahli waris dibanding si pensiunan sendiri yg dpt.

Kalau reksadana kan ga gitu. Kalau udah diambil ya udah tergantung gimana cara pemakaiannya.

Ada plus minusnyalah.


Di Tengah Jalan boleh Diganti Ngga alokasi DPLKnya?


Bisa saja. Tapi ntar isi form lagi ya di bank.

Oke deh. Semoga bisa memberi pencerahan soal dana pensiun ya. Jadi mau pake produk apapun mah ga masalah. Yang penting kenali dulu sebelum memutuskan. Yang masalah kalau cuma rencana doang, tapi ga dieksekusi-eksekusi.


Ibarat pacaran doang ga ke pelaminan pelaminan, wahahahaha.


Yuks

Windi Ke Eropa

Monday, October 8, 2018



Hai hai...... Aku mau cerita tentang perjalananku ke Eropa dua minggu yang lalu. Aaaaak so excited, jadi ga sabar nulis di blog, trus udah pamer-pamer foto aja di instagram hahahahaha.

Aku mau cerita dari awal sampe akhir pokoke, jadi yang males baca postingan panjang-panjang, silahkan skip tulisan ini, intip instagram aja, kalo nulis di blog susah direm soale.

Jadi, setahun yang lalu [[ SETAHUN ]] -setahun, gila ngga lu rasa- aku kan ikut kompetisi di kantorku gitu, trus keluar jadi salah satu pemenang, trus dapet hadiahlah jalan-jalan ke luar negeri, yang mana belum disebutkan ke mana, jadi hanya bisik-bisik tetangga yang kudengar bahwa luar negerinya adalah Eropa. Xixixix, sebagai warga not crazyrichasian tentulah aku sangat menunggu-nunggu kapan ya kapan ya berangkatnya. Tapi seiring waktu ya lupalah, wong hadiah duit tunainya udah diterima, udah abis pun, plus segala ceremonial penyerahan hadiah sudah dilakukan, ya udah bhay.

Nah, sekitaran akhir Juli kemarin, aku bersemedi ke Cirebon mau ketemu sohibku Deby.

( Baca : When I Need My Best Friends)

Gitu mendarat di bandara Soetta, aku langsung dapat notifikasi di grup pemenang Brinnovation (iya ada grup WA nya untuk koordinasi lalalalala), yang bikin hepi berat. Karena di situ dikasih tau, setelah dua belas purnama akhirnya keputusan soal hadiah kompetisi brinnovation tahun 2017 ketok palu. Waaaa waaaa, seneng.

( Baca : Tentang Kompetisi Best Innovator )

Belum kelar senengnya, dengan gaya dramatis ala-ala KPU ngumumin hasil pemilu, si mas-mas orang Corpu ngirim video yang ngasih tau tepatnya ke mana kami bakal dibawa jalan-jalan.

And you know what, tersebutlah setidaknya 3 nama negara, Belanda-Belgia-Prancis, dan diperjelas lagi menjadi Amsterdam-Brussel-Paris sebagai tempat kami bakal dipuk-puk manjah, hahaha.

Kyaaaa kyaaaaa..... aku yang lagi di taksi langsung koprol hahahaha (ya ngga mungkinlah koprol mba). Pokoke intinya aku hepi banget, langsung sibuk nelfon sana-sini (suami, adek, dan sohib kecayangan), buat ngasi tau kabar maha menggembirakan ini. Padahal kuyakin teman-teman di satu grup pasti biasa aja ngga kayak aku xixixi.



Tapi kemudian udah selesai hepi-hepinya, langsunglah dikirimin rentetan dokumen yang harus dilengkapi dalam dua hari ke depan. WOY.

Jadi itu kabar dikasi tau Jumat, semua dokumen harus diterima Corpu paling lambat Senin. Padahal kan aku lagi ngga di rumah ya. Makanya kemarin di Jakarta, abis ketemuan sama Icha-Gesi. langsung sibuk yang bikin pas fotolah, dan memberdayakan suami di rumah untuk kirimin paspor, kartu keluarga, buku tabungan, rekening koran, surat pernyataan suami dsb dsbnya. Syukurnya ternyata ga ribet sih, sehari juga kelar. Suamiku memang pancen oye. Jadi ya aku tetep plesiran di Cirebon, dan segala dokumen dilengkapi masteg dari Medan, yeay.

Semua lengkap, tinggal menunggu hari keberangkatan yang ternyata masih belum pasti. Eh ralat, udah pasti sih tapi belum dipastikan, halah belibet. Intinya udah dikasi taulah sekitaran tanggalnya, di pertengahan September gitu.

Sebulanan kemudian, awal Agustus dapat surat dari Kanpus, pemanggilan para pemenang buat ngurus Visa ke Jakarta. Wow kusenang hahahaha, kirain visa dll diurusin semua sama perusahaan, ternyata tetap kudu hadir ke kedutaan, yang mana artinya SPJ gratis yeaaaay, hahahaha, Aku selalu senang dapat SPJ pokoke.

Ini pengalaman pertama banget buatku ngurus Visa, jadi kebayang gitu bakal ribet. Ternyata ngga samsek ya. Cuma diambil sidik jari doang.

Kita kan ngurus visanya ke kedutaan Belanda gitu ya, aku sempet nyasar ke kedutaan Belanda yang di Kuningan itu lho, di jalan apa ya itu, eh ternyata harusnya yang di mall Kuningan City. Jadilah sempet muter-muter naik Go Car kayak anak ilang. Untungnya aku pergi sama masteg jadi ya ngga kesel-kesel amat walau nyasar-nyasar.

Salah sendiri sih, padahal dari hotel udah disediain mobil bareng-bareng sama peserta lain buat ke kedutaan, tapi dasar aku sama masteg maunya santai-santai, "Ah naik Go car ajalah sendiri ntar", rasain lu nyasar :).

Long story short, akhirnya visa jadi, segala macem, beres, waktunya berangkat.

Btw, yang nanya-nanya ngurus visa apa aja yang dibutuhin, search aja ya di google, banyak kok infonya, kan mubazir kalau aku tulis lagi, hahahaha (dasar pemalas kau).

Pokoke yang paling penting, foto ngga boleh diedit samsek, syial. Aku sempet kesel karena ya kan pengennya foto di Visa, paspor, KTP, SIM, apalah-apalah, gitu yang bagus ya. Nah ndilalah kemarin pas foto Visa aku lagi punya jerawat gede di jidat. Pas foto mau dicetak aku bilang ke abangnya " Bang ni tolong diedit ya biar ga keliatan jerawatnya, trus tone kulit saya tolong dinaikin satu tingkat biar saya ngga dekil-dekil amat (dikira instagram ye bu).

Ah elah ternyata ga boleh, abangnya langsung nolak " Ngga bisa mba, foto untuk visa ngga boleh diedit samsek, ntar saya kena sanksi", xixixix.

So pastikan wajah dan makeupmu paripurna pada saat foto untuk visa biar ngga nyesel.

Oya kenapa mas Teguh ikutan?

Karena ya aku ajaklah.

Dari awal pengumuman tahun lalu, emang udah ngobrol sama masteg, kalau hadiahnya ke Eropa kita pergi berdua ya, kan jarang-jarang jalan-jalan berdua. Jadi ya gitu, makanya tanpa ragu, langsung ikutan ajah. Kutak mau bobo sendiri ntar di hotel-hotel Eropa nan syahdu uwuwuwuwu. Dan cencu saja kutak mau melewatkan kesempatan berfoto berdua di depan menara Eiffel, ye kaaan.



Aku ngga pake persiapan apa-apa sih ya pas mau berangkat ini, padahal excited banget, tapi karena belum kebayang jadi malah aku bingung juga yang mau disiapin apa, secara semua-mua udah diurus sama BRI.

Jadi ya udah paling cuma nyiap-nyiapin baju doang, sambil baca-baca di sana musim apa dan seraching-searching pose-pose foto yang oke ntar, wahahahahaha. Perginya aja belum, mikirin psenya malah duluan.

Dan demi keparipurnaan foto-foto di sana, malah aku beli kamera dong yah. Yup beli kamera khusus karena mau ke Eropa, sungguh kubangga pada diriku. Trus denga bodohnya beli di saa mau pergi, yang mana mefet banget jadi ngga sempet belajar pake kameranya, udah gitu langsung sok-sok beli lensa tambahan demi cita-cita foto-foto bokeh dengan latar gedung-gedung abad pertengahan.

Apakah berhasil sodara-sodara?

Ntarlah aku ceritain, hahaha.

Dan akhirnya tibalah waktu keberangkatan, berangkat dari Medan itu hari Minggu tanggal 09 September. Sengaja ngambil penerbangan malam, biar seharian bisa ngajak Tara sama Divya main dulu.

Menjelang pergi ada dramanya dong yah. Ngeliat aku dandan dan megang-megang koper si Tara langsung heboh, langsung ikutan packing pake kopernya dia. Dikirain dia mau diajak. Padahal aku udah sounding dari kapan tau bahwa aku mau pergi sama papanya. Dan kemarin iya iya aja tuh bocah. Pas hari H malah ngga mau ditinggal.

Jadi dia packing baju dia, trus ribut dikirain mau diajak ke Legoland. Karena sebelumnya aku sempet nonton yutub sama dia chanel Ryan yang jalan-jalan ke Legoland, huhuhu sungguhlah Ryan sangat mengintimidasi.

Akhirnya dengan sedikit drama dan agak-agak pake janji (yg harus kutepati ntar), si neng Tara melepas aku sama masteg dengan berlinang-linang air mata, duh.

Nyampe Jakarta, udah malem banget, jam 11-an, langsung bobolah (mana mungkiiiin), karena  besoknya akau ada training in class gitu sama peserta Brinnovation lainnya. Yeaaay ga sabar ketemu mereka lagi.

Aku bawa berapa koper ke sana ?

Cuma dua koper, satu untuk aku dan satu untuk mas Teguh.

Nih sedikit tips dari aku untuk bawaan saat pertama kali ngetrip ke Eropa pada musim gugur :

1. Di sana tuh suhu sekitar 12-21 derajat celcius gitu. Sebenernya ga dingin-dingin amat, tapi anginnya kenceng dan yaaaaa dingin, bikin menggigil juga kalo ngga pake jaket. Jadi walau dikata suhunya segitu, ya bawalah jaket, jangan sok-sok jago, ntar menggigil lu, hahahah.

2. Jadi, ngga usah bawa baju daleman banyak-banyak biar koper ngga berat dan penuh, bawa bener-bener secukupnya aja. Kalo kata tour leader kami tuh, sebenernya yang penting kalo jalan-jalan gini, baju luaran alias coat atau jaket yang dibanyakin, biar pas foto-foto ganti-ganti gitu bajunya wahahaha. Kalo baju dalemannya mah ga usah ganti ga papa, xixixi.

Nah yang aku bawa kemarin tuh selama 3 malam 4 hari :

1. Jaket/Coat

Bawalah jaket/coat. Jangan lupa, dan jangan mikir ah musim gugur doang pasti ngga dingin-dngin amat. No.  Karena kita makhluk tropis, di sana itu anginnya itu lho yang nusuk ke tulang.

Aku kemarin bawa 4 jaket. Yup 4 biji, karena udah diplaning, kapan pake yang mana gitu. Empat itu ngga banyak, karena makenya berdua sama masteg. Jadi ada satu jaket yang aku tuker-tukeran aja sama masteg makenya hahahaha, hemat pangkal kreatif.

Bawa jaketnya ga usah yang tebel-tebel. Bawa yang model coat-coat tipis tapi hangat, yang ada bulu-bulunya itu oke juga. Kalo aku bawanya, satu jaket biasa, dua jaket tebel, satu jaket model bulu-bulu yang memang untuk winter gitu, tapi ga tebel-tebel amat sih.

Jadi isi koperku itu satu beneran cuma untuk jaket sama sepatu doang. Yang satu baru baju daleman dan sweater-sweater gitu.

2. Pake baju Layering

Supaya ga berat dan tetap hangat, pake sistem layering. Jadi dilapis-lapis gitu lho, kalo emang kalian males bawa-bawa jaket yang menuh-menuhin koper.

- Layer pertama pake long john. Aku bawa long john empat, dua masteg, dua untuk aku, dan mayan banget membantu, karena aku anaknya memang ga tahan banget sama dingin, bisa biduran kalo sampe ekstrim, makanya prepare bawa long john walau liat foto-foto orang di IG kayaknya ga dingin-dingin banget deh. Bodo amat, daripada nyesel. Oya yang belum tau, long john itu semacam baju daleman kayak manset gitu, ada atasan dan bawahannya. Masteg pertama-tama ngga mau kusuruh pake long john ini, saat malam di Amsterdam menggigil dia hahahaha, besoknya kusuruh pake dan ternyata anget, sejak itu pasti dia duluan yang minta pakein long johnnya.

- Layer kedua, baru pake sweater atau kaos. Aku pake model-model sweater gitu sih tapi ngga yang tebel-tebel. Yang model-model beli di Uniqlolah pokoke. Bawa 4 biji, paslah itu untuk 4 hari, satu hari satu hahahah.

- Layer ketiga, baru deh pake jaket/coatnya. Udah mah aman kalo gini.

3. Sepatu

Bawa sepatu dua biji.

Kenapa dua?, ya biar keliatan gantilah kalo difoto hahahaha. Bawa sepatu yang bener-bener udah pernah kamu pake dan teruji kenyamannya. Karena di sana tuh ya, karena kami pake travel dan kemana-mana diantar bis, jadi ntar diturunin di suatu tempat trus jalaaaaan jalaaan jalaaan dan jalan ke mana. Jadi sepatu kudu yang bagus dan enak dipake. Ingat, enak dipake dan enak dilihat, hahaha.

Aku kemarin bawa tiga biji sebenernya, dan semuanya boots dong yah hahahaha, karena aku suka boots udahlah. Tapi yang kepake cuma 2 karena yang satu kan aku bawa yang model boots sampe lutut gitu, rencana mau aku pake pas di menara Eiffel alias hari terakhir. Tapi berdasar pengalaman hari pertama sampe ketiga yang jalan terus dan jauh ya jalannya, aku perkirakan aku ngga akan sanggup pake booth setinggi itu ahahahaah. Aku masih sayang sama kakiku dibanding sama penampilan. Ntap.

So bawalah sepatu yang paling nyaman.

4. Aksesoris.

Jangan lupain aksesoris untuk menunjang penampilan.

- Syal
Kamu perlu membawa syal. Pertama biar hangat, percayalah ini ngaruh. Kedua biar keliatan di Eropa wahahaha. Ketiga misalnya kamu pake coat yang itu-itu aja, asal syalnya ganti-ganti jadi keliatannya ya penampilanmu beda-beda.

- Kacamata
Yow yow, jangan lupa bawa kacamata. Kacamata mah buat gaya-gayaan doang, karena matahari lagi ngga ganas, jadi ya ngga silau juga, cuma buat kece-kecean ajah.

- Topi
Kalo suka pake topi, ya bawalah topi, karena aku berjilbab jadi aku ga bawa topi. MAsteg aja aku bawain topi model rajut-rajt gitu hahaha biar kayak orang Korea dia, kan udah cipit.

- Kaus Kaki
Kaus kaki beli yang dari wol biar anget dan tebel, jadi jalan jauh juga berasa empuk.

- Sarung Tangan
Ini optional sih, tapi pas di Amsterdam kita duh dua malam keluar malam terus kongkow-kongkow di Dam Square dan dingin gilak, jadi sarung tangan perlu dibawa.

- Tas selempang
Ini perlu banget. Kalu ransel gitu gpp bawa, tapi untuk pas pindah-pindah hotel aja atau dibawa di bis. Kalu udah turun dari bis dan ke objek wisatanya, bawa tas selempang kecil aja, pokoknya cukup untuk tempat hape, passpor, udah itu aja, Ga usah pake dompet mah kalo aku, aku naruh duit di dompet tipis yg beli di Miniso-miniso gitu, jadi cuma buat tempat kartu doang sama duit yuro yang tak seberapa. Iya aku bawa dikit doang, 500 yuro aja, karena mikirnya kalo mau belanja mah pake kartu kredit ajalah daripada ribet.

- Kamera, Powerbank

Bawa powerbank jangan lupa, karena ya emang perlu kan yah.
Kalau kalian memang suka pake kamera ya bawa kamearlah. Tapi pengalaman selama di sana, enakan pake hape sih, tinggal jepret-jepret aplod. Tapi pastiin kamera hapenya yang oke punya ya, kalo ga oke ya bawa kameralah.


ampuni hambamu Tuhaaan :)

6. Obat-Obatan dan Makanan

Bawa Geliga, karena bermanfaat, bawa Pop Mie, bawa saos ABC sachetan, bawa bon cabe. Dengerin nasehatku biar enak selama di sana, hahahaha


Udah kayaknya itu aja deh.

Postingan selanjutnya ntar jalan-jalannya ya.







Tentang Postingan Orang Yang Tidak Sesuai Dengan Pendapat Kita

Friday, August 31, 2018


Judulnya ga bisa diringkes aja apa mba?

Hahahahha.

Triggernya karena ternyata banyak juga pembaca blog yang aku singgahin, di komen-komennya itu jawabannya julid-julid banget. Aku pikir komentator instagram aja yang random ternyata komentator di blog juga banyak yang panasan.

Komen-komen yang alih-alih ngajak diskusi tapi  bunyinya malah marahin dan jutekin si penulis. Kalau yang ngga setuju sih aku maklum banget, yaiyalah namanya juga opini. Yang bikin aku sampe pengen nulis postingan ini, karena udahlah ga setuju, malah ngomelin si penulis pulak.

Kayak misal gini

Di postingan beauty blogger misalnya, yang dibahas review lipstik merek tertentu. Dibilanglah di situ lipstik ini bagus, kalo aku cara pakainya biar oke aku tiban pake dua warna, jadi kece bingiit.

Trus komen yang muncul

" Halo mba, emangnya mba pikir pake lipstik ditiban gitu bagus apa untuk bibir. Iya mba enak punya lipstik banyak bisa ditiban-tiban, coba lihat kita-kita ini yang punya lipstik aja cuma satu, mau ditiban pake apa. Lain kali kalo bikin postingan jangan merasa bener sendiri deh, ngga semua orang bisa pake lipstik ditiban-tiban gitu. Ada orang yang bibirnya kering jadi bakal numpuk. Plis deh mba"

Lhaaaaa, ini gimanaaaaa hahahaha.

Contoh lagi

Di postingan blogger yang bahas soal pola mendidik anak.

Anakku selalu aku ajak berfikir dalam segala hal. Aku kasih pertimbangan sebab akibat kalo mau menyuruh dia melakukan sesuatu atau melarangnya. Jadinya sekarang enak, aku kalau mau minta dia apapun tinggal paparin sebab akibatnya dan dia jadi mikir sendiri trus mutusin sendiri deh.

Kayak " Nak, mainin dispenser bahaya lho, kalo kena ciprat air panasnya bisa sakit, panas dan perih, hati-hati ya"

Tanpa aku larang ya, anakku udah ga mau lagi mainin dispenser. Yeaaay

Komen yang muncul :

Mirip sama komen beauty blogger tadi.

" Mba ga semua anak ya bisa dijelasin pake sebab akibat, dan ga semua ibu punya stok sabar kayak gitu. Mbanya sih enak anak cuma satu, kalo anak banyak coba gimana harus jelasin sebab akibat segala. Sok paling bener"

Lhaaaa (2)

Hahahaha, jadi aku merasa lucu gitu.

Ni orang-orang kenapa sih. Si blogger kan cuma cerita. Cerita pengalaman dia, cara dia, bukan mendikte pembaca. Jadi ya baca aja, kalau ngga setuju, kasih opini, bukan malah marahin yang nulis.

Aku mikirnya gini lho, lama-lama orang males jadi nulis sesuatu, yang niat awalnya just sharing ya lama-lama males. Padahal ya, seharusnya kita-kita ini bersyukur lo kalau ada orang yang mau nulis pengalamannya, cerita dia, atau apapunlah ya yang sifatnya berbagi, even ada terselip entah pamer, entah menggurui. Ya itu kan hanya gaya menulis.

Ada orang yang gaya nulisnya blak-blakan, jadi kebacanya kayak ga terfilter.

Ada orang yang gaya nulisnya sebenernya sama sih intinya sama yang blak-blakan tapi karena orangnya lembut, ya kebacanya jadi lebih santun.

Ada orang yang nulis, dia memang harus ngasih tips di akhir tulisannya, eh kebaca kayak yang sok paling tau, yang sok paling berpengalaman.

Ada orang ya kalo nulis yang ditulis adalah ceritanya hidupnya, ya gimana dong?

Manusia memang berbeda-beda pola pikirnya, isi kepalanya. Kadang mau nulis kayak gini aja aku sekarang mikir banget lho. " Ih ntar dikira sensian, gini aja dibahas". Lama-lama kayak nulis sesuatu, trus di tengah jalan berhenti, wah ini ntar dikira macem-macem lagi.

Aku pernah nulis tips mengelola keuangan, dikomenin " Wah pamer ya mba"

Aduh susyeh ya hidup hahahaha, niatnya berbagi aja bisa ditanggapin negatif. Ya namanya sharing aku nganggapnya lebih real kalo aku kasih contoh nyata dibanding aku bilang " Kata Safir Senduk, lalalalal". Aku males banget soalnya nulis sesuatu yang aku ngga alami, karena aku type pencerita, jadi ya tulisanku bakal bercerita. Sedih sih kadang, karena di kepalaku ini banyak banget hal yang mau aku share tapi aku tahan karena ya kepikiran "Ntar kalo aku share ini ada yang sedih pula gegara kondisinya ga kayak yang aku sebut".

Ribet ya.

Mungkin gampang sih bilang "Yaelah ga usah dipikirin kali"

Kalo kondisi mood lagi bagus sih iya bisa banget ga dipikirin, bodo amat, tapi kalo pas ga bagus dan pas lagi overthinking yang kelintas di otak tuh kayak "Wah tulisan ini harus aku pertanggung jawabkan, jangan gegara satu dua kalimat dariku, membuat orang lain ga bahagia, membuat orang lain rusak harinya".

Suseh ya buuu.

Yah begitulah, kembali ke kalimat sakti "Bahwa bagaimana reaksi orang bukanlah tanggung jawab kita, tapi bagaimana kita bereaksi atas reaksi orang tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita"

So, aku pribadi sekarang mikirnya gini sih,  masa kita berharap semua orang bakal setuju terus dengan pendapat kita, bisa aja pas baca postingan kita si orang yang komen itu lagi capek, atau harinya lagi buruk. Mungkin anaknya baru aja numpahin seliter air ke lantai, trus buka hape baca blog yang nyeritain soal begitu penurutnya anak si blogger, wah emosi anjir.

Atau pas, kebetulan dia tadi ke mall mau beli lipstik, pas cek dompet- yah abis karena baru beliin anaknya sepatu", buka hape baca postingan si beauty blogger yang punya lipstik shadenya sampe 100, ya kezel jadinya.

Dan sebagai orang yang suka sharing (Tips menlupakan mantan aja aku share lho), jadi ya mau gimana lagi. Aku bakal tetep nulis, mau apapun tanggapan orang. Gitu aja sih mikirnya. Serah kalo ada yang ga suka, toh prosentase yang suka dan merasa terbantu lebih banyak.

Kembali ke "Reaksi orang bukan tanggung jawab penulislah pokoke" hahahaha.

So untuk siapapun di luaran sana yang mungkin mengalami apa yang aku ceritakan di atas " Keep sharing, keep writing, karena kita ngga pernah tau seberapa manfaat tulisan-tulisan kita bagi orang". Kalau ada komen julid ya anggaplah sebagai pengingat diri bahwa kita memang ga sempurna, dan bahwa ya itulah konsekuensi menulis sesuatu di ranah publik.

Ya ngga?

Andien aja tetep keeukeh nulis mau gimana pun haternya.

Afi aja masih pantang mundur berbagi pikiran-pikirannya,

Hahahaha kenapa aku jadi inget Afiiii.

Selamat sore semuaa, selamat berakhir pekan, mmuah.

When I Need My Best Friends

Wednesday, August 8, 2018
Aku mau nulis yang ringan-ringan aja yah.





Kemarin tuh aku rasanya penaaat banget di kerjaan. Aku juga ngga tau kenapa, padahal ya kerjaan mah gitu-gitu aja, target ya gitu-gitu  doang. Ngga ada hal signifikan yang seharusnya bikin aku penat. Tapi mungkin pengaruh bosen dan udah lama kayak ngga ada hal yang baru di hidupku, jadi ya gitu, semingguan ogah-ogahan banget berangkat ke kantor.

Sama atasanku ternyata kerasa perubahan sikapku. Yang biasanya aku semangat banget di kantor, mungkin kelihatan loyo. Yang biasanya aku aware banget sama kerjaan, ini keliatan aku masa bodo.

Ditegurlah sama dia

" Win, kenapa kamu, seminggu ini kok kayak oon banget saya lihat" [[OON]]. lesu banget.
" Iya pak, saya kayaknya butuh cuti. Tahun ini saya belum ambil cuti sama sekali. Boleh ya pak"

Awalnya ngga dikasihlah. " Apaan kamu, cuti-cuti segala, manja"

Betewe tau ngga kalian atasan ngga ngasi cuti itu jangan dianggep negatif ya. Tidak selalu atasan ngga ngasih atau berat ngasih cuti itu karena dia gengges tapi bisa jadi ya karena dia anggap kehadiran kita penting kali, hahahaha sa aja lu bu.

" Ya udah pak kalo ngga dikasi. Padahal kalo bapak kasih, 3 hari aja pun, ntar balik-baik saya bakal fresh lagi lho , daripada sekarang, saya loyo gini, hayoo" *mulaimelancarkanjurusrayuanpulaukelapa

Doi mikir sejenak.

" Ya udah sana cuti, jangan lama-lama, dan pastiin semua kerjaanmu ada yang menghandle, hape jangan mati, dan tetep monitor grup"

" Siap pak" #win.

Ya udahlah ya, segera heboh di grup chat kesayangan. "Aku mau cutaaaay"

" Ayo mba Win ke Jakarta, kita makan Kintan"

Hahahaha memanglah ya, masa cuti jauh-jauh ke Jakarta tujuannya cuma makan Kintan.

Tapi emang sebenernya aku sama Gesi, Icha dan Nahla kemarin sempet ada wacana pe liburan bareng ke Bangkok, soale aku dapet job barengan sama Icha yang bayarannya udah kami cadangkan buat plesiran, udah niat bangetlah. Tapi yadhalah, kayaknya kami sibuk masing-masing banget tahun ini. Gesi barusan ke Jepang sama keluarganya. Icha baru resign dari kerjaan lama, dan baru pindah kantor baru plus pindah rumah segala, sedangkan Nahla lagi ada projek musiknya (yang aku ngga ngerti sama sekali karena terlalu sulit bagiku mengerti soal anak band). 

Jadi ya gitulah, akhirnya, planning liburan bareng diganti jadi Staycation aja kakaaa. Langsunglah booking hotel di Jakarta doang sih.

Trus aku juga brb menghubungi sohibku Deby di Cirebon. Karena udah lama banget ngga ketemu, kangen. Dan aku udah lama bilang ke Deby, mau main ke sana. Jadi agendanya pengen ke Cirebon trus lanjut main di Jakarta

Sebelumnya aku minta ijinlah dulu ke Mas Teguh. Karena yang namanya emak-emak ya, mau pergi kan ngga bisa main cuss aja. Ijin suami is numero uno.


" Mas boleh pergi liburan ngga ke Cirebon"
"Ngapain?"
"Main ke tempat Deby"

" Kenapa ngga Deby aja yang suruh main ke Medan, bawa ke danau Toba"
" Ya ntarlah lain kali Deby ke Medan, sekarang akunya yag pengen ke sana"


*Mikir....mikir.....mikir*

"Lama ngga?"

"Lima hari aja"

Hmmmmm. " Ya udah"

Yeaaaay. Cuti udah di ACC, suami udah ngasih ijin, yo wis beli tiket, suruh Gesi booking hotel, bikin planning sama Deby, sekalian beli tiket kereta ke Cirebon. Beres. Rencana berangkat Rabu balik Senin.

Hari Senin, dua hari menjelang cuti tererererererereret ada surat pemberitahuan dari Kanwil, bahwa direksi mau datang. 

" Cuti kamu diundur ya Win" Kata si bos.

Hwaaaaaa, panik. Karena ya memang ngga bisa ngga hadir, ada unit binaan aku yang dipanggil di acara itu, yang artinya ya aku sebagai emaknya harus ikut, huhuhu. Ngga bisa kesel karena ya memang aturannya seperti itu. "Apalagi dinas membutuhkan kehadiran sodara, maka cuti bisa dibatalkan atau diundur, lalalalalalala"


Yowislah, refund tiket, planning diubah. Yang tadinya mau ke Cirebon dulu baru ketemu sama Icha Gesi, jadinya dibalik. Karena hotel udah terlanjur dibayar sih. Yang rencana berangkat Rabu , diundur jadi Jumat. 

Dan ya ampunlah ya tiket hari Jumat harganya ampun-ampunan. Syial banget, yang semula aku beli 1,1 juta. Refund cuma dapet 550 rb, eh beli lagi dptnya yang harga 2.5 juta dong yah. Kesel. Susah ya mau cuti doang.


Long story short, akhirnya aku jadi berangkat, ketemu sama Gesi dan Icha. Kami nginep di hotel Grand Mercure Sabang. 

Kenapa pilih di situ?

Auk, Gesi yang pilih, aku ngikut aja. Dan ternyata hotelnya oke banget. Kamarnya lumayan luas, sarapannya enyak, dan di situ deket tempat-tempat makan gitu, jalan doang ke luar hotel, nyebrang dikit, udah jejeran kafe-kafe.

Dari Medan aku pesawat jam 12-an (lupa), nyampe hotel jam 5an, sholat, nunggu Icha dateng, abis maghrib kita langsung go ke Lotte Mart. Agendanya memang cuma mau makan Kintan, wahahahaha.

Kenapa Kintan?

Karena di Medan ngga ada, dan karena kata Gesi, Kintan enak banget. Aku kan susah percaya ya sama selera lidah Gesi, jadi ya udah pengen buktiin aja. 


Dan iyes memang enak sih ya, jauuuuuuh lebih enak dari Hanamasa dan lebih murahlah pulak dari Hanamasa plus pilihan makanannya lebih komplit. Langsung ketagihan makan Kintan.

Sankin serunya cerita, plus sibuk makan yang mana cuma dijatah 90 menit pulak, ya udahlah ga ada foto-foto sama sekali. Abis makan pun ngga inget foto-foto. Sungguh quality time yang sangat berkualitas yah, wahahaha.

Abis makan, kita ngider-ngider mall, dan nemenin Gesi beli skincare.




FYI yang sering ngikutin blog aku-Gesi-Icha dan follower IG kami, pasti tau kalo dulu pas Gesi ultah aku nawarin dong yah kado ke dia sepaketan SK II yang set Pitera, dan dia nolak mentah-mentah. 


SK II ditolak, malah mintanya boneka Unicorn yang lebih mirip sapi, xixixix.

Jadi kemarin pas di counter SK II, Gesi nagih lagi " Win, ayo dong kamu kan dulu mau beliin aku SK II, sekarang aja beliin lagi"

Hohohohoh ogah bangetlah yaw. Kesempatan hanya berlaku satu kali, tidak terulang, catet itu Ges. Lesson learned buat kamu, hahaha. Aduh aku ngetik ini aja sambil ketawa coba, karena lucu sih ya.


Jadinya Gesi beli  SK II, yeaaaay. Ya udah mall tutup kami pun balik hotel.

Nyampe hotel, maskeran bareng sambil ngobroooooooooooooooooooooooooooooooooool terus sampe jam berapa coba? 

Yup sampe jam 4 pagi dong yah. Aku yang paling duluan tidur, karena aku capek banget. Mereka berdua aku ga tau siapa yang tidur duluan. Pokoke aku cuma inget, Icha bolak-balik ngomel karena alarm Gesi nyala terus, sementara Icha kan lagi batuk alergi gitu, yang mana udahlah susah tidur, eh gitu mata terpejam alarmnya si Ges Ges bunyi.

Karena Gesi tidurnya kebo, Icha merepet, ya udah aku ngalah bolak balik bangun, matiin Alarm (dua kali doang sih padahal).


Siangnya Adit-suami Gesi datang, dan kami jalan-jalan sekitaran hotel, makan, ngelanjutin obrolan yang belum kelar tadi malam (astagaaaa),  dan yup tetep ngga inget foto-foto (ekarag nyesel).

Untung ada Adit. Satu-satunya foto yang sempet di take ya gegara Adit yang fotoin. Sigh. Why oh Why?. Makanya ngga punya bahan untuk feed IG #masalahhidup.



Abis makan, ya udah kita kembali ke kehidupan masing-masing. Aku lanjut tujuan hidupku yaitu ke Cirebon wahahahah. 

Aku baru kali ini lho ke Cirebon. Dulu pas kuliah pernahlah beberapa kali lewat doang atau ngga ganti bisa kalo dari Semarang mau ke Bandung, selebihnya ngga pernah samsek nginjek kaki di Cirebon, mkanya aku excited plus karena mau ketemu Deby. Hahahaha udah bayngin bakal chit chat selama dua hari full. 

Betewe, Deby ini sohib akrabku. Kami masuk PPS BRI samaan, tahun 2010. Setahun sekamar bareng pas pendidikan, trus penempatan bareng lagi di Kantor Pusat. Aku Divisi ADK, Deby Divisi BRM. Sekostan maning. Trus aku mutasi ke Medan, yo wis kita pisah. 

Dulu pas pendidikan, kami berdua doang cewek yang udah nikah, jadinya ya rasanya deket banget, karena senasib sepenanggungan, sempet sama-sama LDRan sama suami selama kurleb 2 tahunan kalo ngga salah inget. 

Rencana dua hari di Cirebon, udah nyusun list nih mau kulineran ke mana aja. Tujuan pertama Empal Gentong dong yah.

Sebenernya di depan stasiun Cirebon itu ada Empal Gentong yang kata Deby lumayan enak, tapi bukan yang terenak, jadi dia keukeh mau ngajak aku ke tempat empal gentong yang katanya paling enak deh di Cirebon.

Eh ndilalah ya, yang jualan tutup. Debynya yang kecewa banget hahahaha, sayanya biasa aja, karena belum kebayang juga empal gentong yang enak banget yang kayak gimana.

Pindahlah nyari empal gentong no.2 terenak. 

Tutup juga dong yah, wahahahaha

Sampe nyari beberapa teempat , TUTUP SEMUA, astagaaaa apa yang terjadi dengan para penjual empal gentong, kok tutupnya seragaman gini pas aku datang.

Jadilah akhirnya kami makan Nasi jambal. 

Jangan tanya aku apa aja isinya atau review ala Bondan Winarno ya. Sungguh kutak tau, wahahha. Yang pasti nasi jambal itu makannya pake daun, trus lauknya kita pilih macem-macem. 



Rasanya ?

Ya mayan enak, tapi karena sambelnya ngga pedes jadi bagiku kurang nampol. 


Abis makan, kita ke kantor Deby dong ah. Kan emang niatnya pengen gangguin dia kerja wahahaha.

Nyampe kantornya dia, dibawa ke ruangan trus aku ngakak dong yah, karena ruangan Deby kurasa mirip kantor kelurahan, wakakakaka, dasar temen kurang ajar. Aku ngetawain dia terus, sampe doi sebel, xixixixix. 

Oya, Deby ini pengusaha jilbab lho. Cek deh di IG @breezelabel, dan aku pelanggan setianya. Jadi di kantor Deby ini berserak-serak stock jilbab siap jual. Ya udah aku comot-comot aja tuh jilbab beberapa warna, xixixi. Langsung ganti jilbab, pake di situ.

Aku ngobrol doang di kantor Deby sambil nungguin dia kerja. 

Jam kantor selesai, balik ke rumah dinas Deby ga jauh dari kantornya.

Gitu buka rumahnya, ya Tuhaaaaan, berantakan bangeeeet, wahahahaha. Tapi aku maklum sih ya, karena rata-rata Rudin temen-temen yang aku liat ya kayak gitu, kalo yang ngga tinggal sama keluarga alias dewean. 

Ya gimana ngga berantakan, kalo pulang malam, trus pagi udah pergi ngantor lagi, kapan beresinnya. Maka aku cukup tutup mata pura-pura tidak melihat , hahahah.

Malamnya masih keukeh mau makan empal gentong dan syukurnya ada yang buka deket stasiun.

And aku baru tau sih, ternyata empal gentong itu mirip soto Medan tapi santennya lebih encer.Enak banget mah menurutku apalagi makannya tambah pake sate lagi. 



Abis makan, aku dibawa muter-muter Cirebon, dan kami nongkrong-nongkrong bentar.

Di mana coba nongkrongnya?

Di Mesjidlah, hahahahah

Iya beneran di  mesjid sambil dengerin ceramah. Sungguh goals ya. Kebetulan banget isi ceramahnya aku masih inget

" Sesungguhnya tiap orang diuji sesuai kemampuannya. Dan sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan"

*Terdiam, merenung bersama Deby*, kemudian nyium bau mi ayam, Yhaaaaa ada tukang mie ayam di halaman mesjid. Mari kita makan mie ayam, lupkan diet sejenak.

Pulang ke rumah udah capek banget, ngobrol sampe ketiduran, ngga sampe pagi sih, karena yha kan Deby besoknya ngantor. Aku mah enak pagi-paggi Deby kerja aku tiduran sampe siang.

rencananya hari Selasa itu kami mau ke Makam Sunan Gunung Jati.

Tau kan yah, Cirebon kan dikenal juga sebagai kota Santri. Emang bener sih, di sepanjang jalan kemarin aku dengerin orang ngaji terus dari corong-corong mesjid, sungguh adem. Aku berasumsi pasti jadi pincapem di Cirebon ngga sesusah di daerah lain, karena warganya yang jadi nasabah pada takut buat nunggak, wahahahaha. #asumsi.

Oya, untuk ke makam Sunan Gunung Jati, ternyata ga bisa sembarangan. Jadi harus ada semacam surat pengantar dari kerajaannya atau gimana gitu yah (ngga nyimak pas Deby ngomong). Jadi kami nunggu AO nya Deby dapetin surat pengantar itu.

Maka makan siaglah kami ke Resto Cheng Ho. Letaknya di dalam area Ade Irma Suryani WaterPark gitu (plis cari sendiri di google, aku lupa adanya di mana hahaha).



Restonya bentuk kapal gitu dan terletak di tepi dermaga. Panaaaaas. 

Menunya modern, semacam steak-steakan gitulah. Di pinggiran resto ada hotel yang bentuk rumah-rumah panggung gitu, mirip sama hotel apa itu ya yang di Garut (gagal jadi blogger traveler nih kayaknya, dari tadi ngga tau mulu xixixi).

Sesiangan makan, ngobrol, bicarain kehidupan, bicarain kerjaan, masa depan, masa lalu, semualaaaaah. Yah namanya udah lama ngga ketemu yah.

Abis itu foto-foto

Aku sebenernya lagi ngga mood foto, karena panaaas. Tapi Deby maksa, katanya aku harus foto yang banyak, biar bisa cerita di blog tentang Cirebon, hahahaha, yo wis pasrah diarahin gaya sama blio. Yang disuruh lompatlah, suruh jalan menghadap belakang, cem macemlah.



Abis makan, dapet kabar dari AO nya Deby, kalo hari itu tuh ngga bisa ke Makam Sunan, karena apa ya (lupa maning, duh aku mikirin apa yah kok lupa terus). Jadinya ya kita ga jadi ke makam, lajut lihat-lihat batik.

Wah batik Cirebon bagus-bagus banget. Jahitannya rapih sekali, bahannya alus, motifnya lucu tapi harganya sama sekali ngga lucu.

Naksir sama satu batik, gitu dilihat bandrolnya, ah elah 2 jutaan, bhay. 

Langsung protes sama Deby

" Jangan dibawa ke tempat yang mahal-mahal banget dong gan, bawa yang terjangkau kantong ane dong"

Dibawa Debylah ke tempat batik yang agak murah dibanding yang pertama.

Kemudian aku sudah tidak selera, karena jauh banget kualitasnya. Duh

" Gan, itu strategi ane gan, biar agan ngga belanja. Bawa ke tempat mahal dulu, lihat yang bagus-bagus, tapi ga sanggup beli, abis itu bawa ke tempat murah, agan sanggup beli tapi pasti udah ngga selera, wahahahah".

Memang agak sinting tuh orang.

Tapi ya mayan juga sih ga jadi belanja kan yah wahahahah. Sungguh strategi cerdas menghemat pengeluaran.

Tapi namanyalah perempuan, mana mungkin ngga belanja. Beli-beli juga pernak-pernik di situ.

Sorenya balik kantor maning, pesen seblak, karena dari kemarin penasaran pengen makan seblak yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah kerupuk digado sama indomie , xixixi.

Malemnya niatnya mau karaokean, tapi ternyata ada yang nyaranin di IG ku but nyoba ke Klapa apa gitu. Ujung-ujungnya malah ke Salt. Udah macem anak gadislah, ngga inget punya anak masing-masing dua.

Salt itu resto di sepanjang jalan menuju puncak gitu, jadi dari restonya kita bisa lihat ke bawah, kota Cirebon terpampang gitulah. Mirip-mirip Gombel di Semarang. Iya taunya Gombel karena aku sama Deby kan sama-sama kuliah di Undip.




" Gan enak ya kalo agan penempatan samaan sama ane, pasti kita sering jalan bareng"

" Ogah, kalo kita penempatan bareng berarti salah satu dari kita atau dua-duanya bakal LDR-an sama suami, ngga mau ah. Ane mau di Medan aja"

"Yah si agan, kan bisa sama-sama di Jakarta , suami agan pindah Jakarta juga"


kemudian menghayal kalo penempatan bareng, wahahahaha.

Taulah kelen ya kan, kerja di BRI ini, sungguh tidak bisa diprediksi kemana nasib membawa, halah. Makanya kata Deby, bisa dikunjungi sahabat ke tempat kerja gini rasanya seneng banget. 

Aku jadi mikir, misal aku ke Jogja trus mampir ke kantor temenku yang di Jogja, pasti mereka hepi juga yah. Karena ya kan kita tersebarnya entah kemana-mana, jadi kalau ada temen yang datang udahlah pasti hepi berat.

Abis makan, pulang, aku packing-packing karena besok pagi harus balik maning ke Jakarta. Pesawatku ke Medan soale siang, jadi kudu pagi-pagi naik keretanya.



Sebenernya belum puas banget ngobrol sama Deby, tapi ya udinlah ya. Langsung bikin rencana pengen liburan bareng pan kapan (yang entah kapan) sama Deby. Semoga aja bisa, aamiin.

Nyampe Jakarta, aku langsung ke bandara, nunggu boarding, balik maning ke Medan, ketemu anak-anak dan suami lagi. yeaaaay.

Pokoke selama beberapa hari kemarin itu aku hepi banget. Beneran kayak dapet energy baru dari sahabat terdekatku.

Kalian pernah nonton film Brides Wars ngga, ang dibintangi Kate Hudson (Liv) dan Anne Hathaway (Emma). Nah di situ ada adegan si Ema dan si Liv bertengkar, trus ga cakapan. Trus si Liv nangis di kamar. Lalu pacarnya bilang " Kamu merindukan Emma ya?. Kamu pengen cerita sama sahabatmu ya , sesuatu yang ga bisa kamu ceritain ke aku"

Huhuhu ya kadang perempuan gitu kan yah. Walau udah punya suami, ada suatu hal yang dia lebih nyaman ngobrol sama sahabat perempuannya dibanding sama suaminy.

Dan aku ngerasain banget itu kemarin. 

Dan syukurnya, mas Teguh tau banget hal itu, makanya dia oke aja aku pergi, karena dia tau banget aku lagi butuh sahabat-sahabatku.

Anyway, bagi kalian yang mungkin kadang lagi jenuh atau penat sama keseharian kalian, semoga kalian punya temen dan sahabat untuk berbagi cerita ya. Karena itu sungguh melegakan. 

Bilangnya mau nulis ringan, jadinya kok panjang banget. Bhaylah.

 





Custom Post Signature