Jenis-Jenis Orang di Muka Bumi

Friday, March 31, 2017


Quote ini kalo dipikir-pikir nohok banget ya.

Bahkan dari jaman dulu kala, tipe-tipe manusia udah digolongkan seperti di atas, hahahaha.

Bener sih ya, orang-orang besar, orang sukses itu setau saya memang jarang banget yang suka ngurusin urusan orang. Lha iya, ngapain ngurusin orang kan orangnya belum tentu mau kurus *krik krik krik.

Orang-orang besar itu waktunya habis untuk memikirkan ide ide dan ide.

Kayak om Mark tuh, si pemilik facebook. Otaknya mungkin muter terus ya.

" Masa facebook cuma bisa nulis status biasa, bikin yang lain ah"

Tring, bisa bikin status warna warni.

" Masa cuma warna-warni doang sih, yang kreatif dong ah"

Tring, pas tahun baru kemarin, setiap kita ketik Happy New Year maka, otomatis akan muncul kembang api meledak di udara, keren.

" Yah gitu aja mah cemen, apa lagi yah"

Tring muncul Facebook live.

Abis itu sekarang FB pun bisa bikin story.

Wow wow, kalau udah gitu, mana sempat ya ngomongin orang, atau ngomongin hal remeh temeh kayak kita-kita ini. (((KITA))), LOL

Tapi memang terkadang hidup ini butuh keseimbangan.

Iya, sebagai ibu-ibu masa kini yang ngakunya modern, kekinian, dan ngga mudah terikut arus, ternyata ya saya tuh belum bisa jadi Great People sepenuhnya. Semua jenis manusia di atas itu ya nyampur di dalam diri saya.

Satu waktu ngomongin orang kenapa dia begini, kenapa dia begitu.

Meski tidak terang-terangan, adaaa aja gitu selintasan di pikiran " Ih apaan sih nih orang" atau " Ya ampun gitu aja dijadiin status".

Apalagi di jaman sosial media sekarang ini.

Orang dengan mudahnya bisa tahu apa yang lagi dirasakan orang. Karena semua mua bisa dishare ke publik. Semua-mua kehidupan kita ini bisa dilihat orang.

Akibatnya ya itu, kita juga punya kesempatan buat ngomentarin hidup orang. Maka jadilah kita si Small People tadi.

( Baca : Not Everything Is About You )


Di waktu lain ngomongin hal-hal remeh  yang mungkin Great People nganggap ngga penting amat sih. Kayak meratapi kok belum nemu lipen yang ngga hilang walau dibawa makan mie ayam, bakso, sushi dan segala macam. Curhat sama teman gimana caranya biar bisa punya Iphone 7 terbaru tapi ngga keluar duit, halah. Sampai menyesali hidup kok berat badan belum balik ke kondisi semula ya padahal anak udah bisa jalan huhuhuhu.

Ya begitulah namanya hidup.

Walaupun ini kedengarannya kayak pembelaan diri gitu, tapi menurut saya masih wajar-wajar sih. Asal posinya jangan berlebihan.

Jangan lupa sisihkan waktu juga untuk membicarakan apa yang Great People itu bicarakan. Mikirin ide, berkarya, mikirin kreativitas, atau sesuatu selain people atau things lah.

Kalau porsinya tidak dibalik-balik, mungkin kita yang saat ini masih di level small people bisa beranjak jadi average people, dan besok-besok siapa tau saham fesbuk jatuh ke tangan kita wahahahaha.


Makanya yuk yuk, kurang-kurangi ngomongin orang. #Ini notes untuk diri sendiri.

Kalaupun mau ngomongin orang pakai cara yang elehan.

Yang elehan itu yang kayak mana?

Ya dalam hati aja, trus diam-diam bikin tulisan, posting di blog, tambahin kata-kata mutiara, wahahahaha jadi deh satu postingan.

Oke skip, abaikan kalimat di atas.

Saya yakin masing-masing kita tahulah caranya yah, Kan udah dewasa.

Jadi, hari ini kamu dominan jadi orang jenis yg mana?

Great people
Average people
Atau small people?

Pentingkah Istri Memiliki Penghasilan Sendiri?

Thursday, March 30, 2017


Yang namanya berkeluarga itu rezekinya sudah diatur sebesar 100 %
Saat suami istri bekerja, maka rezekinya 100 %
Dan saat istri berhenti kerja, ya rezekinya tetap 100 %

Kalimat itu sering banget saya baca, yang menegaskan bahwa sebenarnya mau suami istri bekerja, atau hanya suami saja yang bekerja, yang namanya rezeki keluarga itu ngga akan berkurang.

Bener sih ya, saya setuju.

Nah, kalau demikian, banyak orang yang beranggapan, ya ngapain kalau begitu istri harus bekerja?

Bahkan ada juga yang berpendapat sebaiknya seorang istri itu ya di rumah saja, biarkan suami yang memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, karena suami istri itu punya tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Trus muncul pertanyaan, sebenarnya perlu ngga sih wanita atau istri itu memiliki penghasilan sendiri?

GesiWindiTalk hari ini mau ngomongin itu



Sebelum kesana saya mau cerita dulu sedikit mengenai keluarga saya.

Saya lahir dan dibesarkan di keluarga yang ayah dan ibunya bekerja. Ayah saya kerja di perkebunan sedangkan ibu saya guru. Dari kecil terbiasa melihat ibu saya bekerja dan menghasilkan uang sendiri membuat saya ya cara berfikirnya bahwa perempuan itu normalnya bekerja.

Makanya ngga heran, anak ortu saya, tiga orang perempuan, semua jadi ibu bekerja. Walau pada akhirnya adik saya yang paling kecil memutuskan resign saat harus ikut suami pindah tugas.

Suatu saat di masa kami anak-anak ,ortu saya sedang butuh-butuhnya biaya sekolah, eh ndilalah saat itu ayah saya terkena PHK dari perusahannya. Yang mengakibatkan kami sempat yang mendadak jatuh miskin.

Jatuh miskinnya ngga ngenes banget sih, masih bisa makan, punya tempat tinggal, tapi biaya sekolah sempat yang terengah-engah banget memenuhinya.

Nah saat itulah saya merasakan betapa peran ibu saya yang notabene bekerja menjadi penyelamat bagi kelangsungan hidup keluarga kami. Dan syukurnya, ayah saya ngga lama langsung dapat pekerjaan baru, sehingga roda ekonomi kembali on the track.

But, di masa-masa itu kami sekeluarga sempat bener merasakan yang namanya ngga punya duit itu gimana. Itu pulalah yang menyebabkan saya akhirnya dikirim ke sekolah gratisan (yang juga keren pastinya) di Sibolga sana. Sesuatu yang mungkin ngga akan terjadi kalau keluarga saya ekonominya baik-baik saja.

( Baca : Warna Warni Sekolah Kenangan )

Memang ini bukan semata soal karena ayah saya kehilangan pekerjaan, tapi juga karena perencanaan keuangan keluarga yang buruk.

Iyes, keluarga kami tidak punya tabungan sama sekali, sehingga saat terjadi sesuatu di luar kendali, maka ekonomi keluarga langsung oleng.

So, jika ada pertanyaan, pentingkah seorang istri punya penghasilan sendiri?

Saya akan jawab Penting Banget

Kenapa?

Ada banyak alasan,
  1. Bisa membantu keuangan keluarga
  2. Bisa membeli apapun keinginan kita tanpa harus menunggu pemberian suami
  3. Tidak tergantung ke suami
  4. Bisa berjaga-jaga jika kondisi darurat terjadi
  5. Bisa membantu keluarga tanpa mengganggu uang keluarga
  6. Untuk kualitas hidup yang lebih baik
  7. Rencana keuangan keluarga lebih cepat tercapai
  8. Biar lebih dihargai
  9. Agar lebih percaya diri
  10. dst...dst
Silahkan diteruskan sendiri. Seribu alasan bakal ketemu.

Namun jika pertanyaan diteruskan, haruskan seorang istri memiliki penghasilan sendiri?

Jawaban saya :Tidak Harus.

Kenapa?

Karena ini sangat tergantung dengan kondisi keluarga masing-masing.

Ada keluarga yang peran istri malah akan lebih terasa saat istrinya sama sekali tidak bekerja atau tidak memiliki penghasilan.

Contohnya presiden, gubernur, bupati, istri para pejabat, istri ustazah, istri guru, istri pegawai kantoran, istri siapapun yang memang perannya sebagai pure pendamping suami malah akan lebih optimal untuk keluarga mereka.

Namun ada juga keluarga yang peranan istri tidak hanya sebagai pendamping suami tapi juga partner pencai nafkah.

Ngga bisa dipukul rata.

Soal kepercayaan diri, bisa beli barang sendiri,dll .

Yang kayak gini mah alasan- alasan bisa terpenuhi tanpa harus memiliki penghasilan sendiri.


Makanya walau saya bilang istri memiliki penghasilan sendiri itu penting tapi, istri tidak harus memiliki penghasilan sendiri.

Wah kok bisa gitu?

Ya bisa aja.

Ini mungkin bisa dianalogikan dengan, pertanyaan: penting ngga pakai pensil alis untuk menunjang penampilan?

Jawabannya penting. Tapi kalau diterusian, harus ngga seorang wanita pake pensil alis untuk menunjang penampilan?

Ya ngga harus. Tergantung alisnya udah bagus ngga, perlu ngga dipensil alisin.

Sungguhlah analogi yang luar bisa cerdas, wahahahaha.

Nah, makanya soal alasan kenapa seorang istri itu penting memiliki penghasilan sendiri sebenarnya hanyalah point plus saja dari imbas memiliki penghasilan sendiri.

Lebih dari itu, ada yang urgensinya lebih lagi bagi seorang istri atau siapapun di dunia ini yaitu,

Bahwa kita harus bisa hidup tanpa ketergantungan berlebih kepada orang lain.

Makanya alasan yang paling sering mendasari pendapat bahwa istri harus punya penghasilan sendiri adalah alasan ketiga dan keempat.

Yup, berjaga-jaga dari kondisi darurat merupakan alasan nomor wahid dari urgensi istri memiliki penghasilan sendiri.

Namun apakah itu sepenuhnya benar?

Ngga juga

Di contoh keluarga saya, saat terjadi kondisi darurat, even ibu saya bekerja dan memiliki penghasilan sendiri ternyata kondisi keluarga tetap morat marit.

Dan di keluarga lain, saat suami duluan pergi, ternyata masih banyak istri tak memiliki penghasilan yang bisa survive.

Nah lho bingung kan?

Berkaca dari hal tersebut, saya mengambil satu kesimpulan, bahwa sebenarnya di luar soal pentingnya istri memiliki penghasilan sendiri, ada setidaknya dua hal mendasar yang harus dimiliki seorang istri yang lebih dari pentingnya memiliki penghasilan sendiri,yaitu


" MENJADI ISTRI YANG MANDIRI DAN MEMILIKI PERENCANAAN KEUANGAN YANG BAIK"

That's it.

Kenapa?

Seperti quote di pembuka tulisan ini, saya percaya bahwa yang namanya rezeki itu sudah ada yang atur. Sejelek-jeleknya nasib, tiba-tiba ditinggal suami pada saat kita tidak memiliki sumber penghasilan sendiri, sepanjang punya perencanaan keuangan yang baik, maka sebenarnya semua bisa banget aman terkendali.

Karena mau seberapa besar pun gaji suami ditambah gaji istri, jika tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik, ya hasilnya nul putul.

Sebaliknya seberapa pas-pasan nya pun penghasilan suami, kalau dikelola dengan baik, maka ya keuangan keluarga juga akan baik-baik saja saat misal suami duluan pergi. Ini kan sunatullah ya, usia manusia pasti berakhir.

Nah, masalahnya, perencanaan keuangan keluarga yang baik, walaupun teorinya itu kata om Safir Senduk ataupun kata mba Ligwina Hananto " Tidak penting berapa penghasilanmu yang penting berapa yang bisa kau sisihkan", tapi pada kenyataannya jauh lebih gampang merencanakan keuangan keluarga saat duitnya memiliki jumlah yang secara kasat mata ada di angka tidak mefet.

Sederhananya, tentu lebih gampang mengatur uang 10 juta untuk kehidupan rumah tangga dengan 2 orang anak dibanding mengatur uang 3 juta misalnya.

Ya kaan ya kaaan?

Untuk memiliki keuangan yang lebih lega itulah, peran istri yang memiliki penghasilan sendiri jadi penting.



Memiliki penghasilan sendiri bukan berarti harus bekerja keluar rumah.

Untuk hal ini, saya ngga mau membuka perdebatan.

Perempuan punya pilihan mau bekerja di luar atau menjadi stay at home mom.

Pendapat pribadi saya, sepanjang suami masih mampu membiayai keuangan keluarga, jika istri memang tidak perlu untuk mencari nafkah, dan si istri serta suami juga merasa baik-baik saja, ya ngga perlu juga maksa untuk memiliki penghasilan sendiri.

Karena salah satu tujuan berkeluarga itu kan biar mencapai kesejahteraan bersama.

Isri memiliki penghasilan sendiri adalah salah satu tools.

Kalau tools itu ngga dibutuhkan ya ngga perlu dipaksa dipakai.

Ya ngga?


Makanya saya bilang disini bukan masalah bekerja di luarnya, atau memiliki penghasilan sendirinya, tapi kemandirian si istrilah yang menjadi pointnya, sehingga jika suatu saat amit-amit terjadi sesuatu yang mengharuskan seorang istri menjadi si pencari nafkah, maka dia ngga akan gagap terhadap perubahan yang terjadi.

Yup, itu Pointnya MANDIRI dan PERENCANAAN KEUANGAN YANG BAIK

Kita bahas satu-satu ya


MANDIRI

Mandiri itu maksudnya bukan tidak perlu bantuan suami, atau bisa apa-apa dikerjakan sendiri. Atau bisa beli barang apa-apa sendiri ngga minta suami. Ngga seperti itu.

Mandiri yang saya maksud adalah seorang perempuan harus memiliki sesuatu yang bisa diandalkan buat bertahan hidup. Life Skill lah istilahnya.

Makanya saya bolak-balik tulis di blog saya ini, saat seorang perempuan berubah status menjadi istri jangan pernah, saya bilang JANGAN PERNAH mengubur mimpi-mimpi kita.

Jangan pernah berhenti untuk mengasah kemampuan diri sendiri, jangan berhenti untuk menggali potensi yang ada. lakukan apa yang menjadi passion kita, jangan berhenti belajar.

( Baca : Wanita dan Cita-Cita Yang Meredup )

Saya mengagumi istri-istri yang tidak pernah merasa bahwa dinding rumah adalah pembatas dirinya dengan dunia luar.

Ada seorang teman saya yang dulunya bekerja , sama seperti saya seorang banker. Saat menikah ia resign. Namun ia tidak pernah berhenti mengasah diri. Saat ada waktu luang yang dilakukannya adalah kursus menjahit. Selesai kursus menjahit, ada waktu lagi ia gunakan untuk kursus memasak.

Selalu ada hal yang bisa dilakukan, dan saat ini bahkan ia sudah bisa mendapat penghasilan dari hobi menjahit dan memasaknya itu.

Saya juga punya seorang teman yang dulunya saat kuliah lulus dengan IPK Cum laude. Begitu menikah, ia menjadi Stay At Home Mom. Tapi bukan sembarangan Stay At Home Mom, dia yang dulu gape meramu berbagai bahan kimia di laboratorium, kini ahli meracik berbagai macam bumbu menjadi aneka hidangan lezat.

Dan ngga, suami mereka ngga yang kekurangan, hidup mereka malah jauh dari kata cukup alias berlebih. Saya yakin jika amit-amit terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka mereka tidak akan gagap, minimal dalam hal ekonomi keluarga.

So jadilah perempuan yang mandiri, jadilah istri yang memiliki sesuatu yang bisa diandalkan untuk bertahan hidup.




PERENCANAAN KEUANGAN YANG BAIK

Point kedua yang terpenting adalah perencanaan keuangan keluarga.

Berkaca di kasus keluarga saya.walau ibu saya bekerja, namun saat ayah kehilangan pekerjaan bisa dibilang kami cukup kocar-kacir menghadapinya. Padahal ibu saya punya penghasilan sendiri.

Iya kami selamat melewatinya, namun sungguh masa-masa yang kalau diinget bisa bikin mbrebes mili lah.



Dan itu semua terjadi karena tidak adanya perencanaan keuangan yang baik.

Maka, seorang istri , apapun kondisinya, mau bekerja mau tidak bekerja, mau punya penghasilan atau tidak punya penghasilan saat ini, mau punya suami kaya atau suami pas-pasan, penting banget bisa mengelola keuangan keluarga dengan baik.

Rencanakan... Apapun selalu rencanakan.

Buat target-target yang masuk akal.

Misal : gaji suami 5 juta, ya targetnya pengeluaran maksimal Rp 3,5 juta. Sisanya untuk tabungan, untuk investasi, untuk asuransi, untuk dana pendidikan anak, terserahlah, sesuaikan dengan tujuan keuangan keluarga masing-masing.

( Baca : Perencaaan Keluarga Ala Ibu Bekerja )

Setiap keluarga tentu memiliki formula yang berbeda-beda. Temukan dengan trial and error. Yang pasti jangan besar pasak dari pada tiang.



Saya amat mempercayai bahwa rezeki itu sudah diatur yang maha Kuasa. Tugas kitalah menjemput rezeki itu dan mengelolanya dengan baik.

Namun bukan berarti kita pasrah aja terhadap apapun kondisi kita. yang namanya manusia itu tugasnya adalah berusaha termasuk berusaha mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang bisa menimpa.

Memiliki penghasilan atau tidak memiliki penghasilan bukan issue utama bagi seorang istri (menurut hemat saya), apalagi soal bekerja atau tidak bekerja. Karena memang ada perempuan yang suka bekerja, hobinya bekerja, passionnya bekerja (seperti saya), ada pula perempuan yang memang hobinya ya mengerjakan segala urusan rumah tangga.



Yang pasti, mau punya penghasilan atau tidak, mau bekerja atau tidak, seorang istri (menurut saya) penting untuk memiliki sebuah keahlian dan Penting pake banget bisa mengatur keuangan keluarga dengan baik

Jadi bu ibu yang sekarang bekerja, dimanapun, mau kerja kantoran, mau kerja MLM, ga perlu ya setiap hari ngajak orang untuk harus punya penghasilan sendiri dan menganggap istri yang ngga punya penghasilan itu afalah istri yang ngga produktif.

Ngga semua istri harus punya penghasilan sendiri.

Dan bu ibu yang saat ini ngga punya penghasilan sendiri juga ga perlu stress,merasa kok kurang keren nih, kok aku ga bisa punya uang sendiri.

Ngga perlu gitu juga.

Yang penting, selalu prepare diri. Kalau memang punya keahlian dagang silahkan diasah dengan berlatih jualan. Punya keahlian masak,ya masak aja terus sampe jadi ahli, punya keahlian nulis, ya terus berlatih nulis.

Karena yang namanya manusia, mau seorang istri atau bukan, mau laki atau perempuan memang selayaknya memiliki keahlian untuk bertahan hidup dan tidak melulu tergantung pada orang lain.


Kalau menurut kalian nih, seberapa penting seorang istri memiliki penghasilan sendiri?


  • Penting Banget
  • Penting Aja
  • Ngga Penting
  • Biasa Aja
  • Ngga peduli
  • Tergantung (tergantung apa?)


Plis ikutan sumbang pendapat dong, pengen tau pendapat kalian. Atau buat post sendiri dan tag saya yah.

10 Merk Baju Bayi dan Balita Paling Bagus Dengan Harga Terjangkau

Thursday, March 23, 2017
10 Merk Baju Bayi dan Balita Paling Bagus Dengan Harga Terjangkau


Dulu banget pas saya belum punya anak, sering nguping pembicaraan emak-emak rekan kerja di kantor.

" Kalau udah nikah itu, kita bakal ngga ingat sama keperluan pribadi, apa-apa yang dipikirin pasti untuk anak. ke mall aja yang dilihat baju anak bukan baju kita"

Setelah saya punya anak?

Hmmm, ternyata ngga terjadi sama saya, LOL.

Sepertinya sense of motherhood saya apa kurang apa gimana ya.

Bagi saya keperluan pribadi ya punya prioritas sendiri, keperluan anak juga punya porsi sendiri. Masing-masing tidak saling mengalahkan kepentingan yang lain.

Maksudnya nih, misal ke mall, ya ada saatnya saya memang kesono untuk beli keperluan saya, pas melihat baju unyu anak sekalipun, kalau saya memang ngga budgetin buat beli baju anak ya ngga beli. Kecuali ada diskon super gede, hahah yang ngga direncanain pun kadang terbeli.

( Baca : Belanja Impulsif )

Nah, sama juga, saat saya memang niatnya ke mall beli keperluan Tara dan Divya ya biasanya saya juga ngga ke counter pakaian dewasa. karena untuk muterin counter anak aja udah makan waktu.

Tapi sejujurnya sih ya, kalau untuk anak seumuran Tara, beli baju di mall memang banyak pilihan, karena ukurannya udah lumayan gede dan banyak diskonnya. tapi kalau untuk baju balita, seusia Divya, saya lebih suka beli di toko-toko perlengkapan anak langsung, karena lebih enak milihnya.

Mengenai toko mana saja yang sering saya kunjungi, nanti dipost berikutnya ya. Sekarang, saya mau kasih tau 10 merk baju balita yang menurut saya paling nyaman, aman, tentram, harga bersahabat untuk balita, LOL.



Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita utamakan saat membeli baju balita.

1. NYAMAN

KENYAMANAN itu nomor satu ya bu ibu.

Banyak banget ibu ibu yang suka beli baju balitanya karena alasan lucu, ada rumbai-rumbainya, ada manik-maniknya.

Ngga salah sih, tapi biasanya yang banyak ornamen-ornamen itu kurang nyaman untuk balita yang masih cimut-cimut. Ntarlah sabar, tahan diri dulu sampe anaknya gedean dikit. Kalau masih unyu gitu anaknya, beli yang nyaman aja pertimbangan utamanya.

Baju yang nyaman itu biasanya terbuat dari bahan kaos, atau katun.

Udahlah pilihnya dari dua bahan itu aja.

2. SIMPEL

Pilih baju yang simpel aja, jangan kebanyakan pernak-pernik. karena balita itu fasenya masih fase penasaran. Apa-apa mau dimakan, mau dimasukin mulut, mau dirasain, jadi semakin simpel bajunya, semakin aman buat anak.

3. HARGA REASONABLE

Karena balita itu fase hidupnya masih panjaaaaang banget, jadi jangan menhabiskan uang belanja buat beli baju yang mahal-mahal ya bu ibu.

Iya mahal BIASANYA bagus, karenabahannya juga biasanya bagus. tapi untuk balita yang pertumbuhan bdannya sangatlah cepat, alangkah sayangnya mengeluarkan duit turah-turah untuk satu baju doang.

Jadi belilah baju yang harganya ngga bikin emak-emak meratapi hari sambil merenung melihat ke tumpukan pakaian di lemari, LOL.

4. UKURAN

Perhatikan ukuran saat membeli baju. jangan beli untuk ukuran pas di umurnya saat itu. Lebihkan satu nomor di atasnya.

Kenapa hanya satu nomor?

karena kalau sampai 2 nomor, kasihan ah anaknya, masa pakai baju kedombrongan.

Bu ibu, kalaupun mau hemat ya jangan parah bangetlah, Estetika juga perlu, hahahaha. Iyes, beli bajunya yang satu ukuran di atasnya aja ya. Misal usianya 1 tahun, ya beli untuk ukuran 2 tahun masih dimaafkan.

( Baca : Serba Serbi Perelngkapan Bayi Baru Lahir )

Nah, 4 pertimbangan itu yang biasanya saya gunakan kalau mau membeli baju untuk anak-anak saya, terutama pas balita. karena kalau udah gedean, saya kadang pilih ada faktor unyu-unyu nya.

Beberapa merk favorit saya, yang memenuhi kriteria di atas itu ada beberapa :

1. Libby, Nary, Fluppy, Nova

Hahaha, mana nih ibu-ibu yang ngga tau merk Libby. kayaknya ini merk sejuta umat banget yah. Libby ini bahannya kaos, lembut untuk kulit balita, harganya ngga mahal, dan hampir pasti ada di semua toko baju bayi.

Ciri khas Libby adalah modelnya yang simpel, coraknya sederhana, dan bayi banget. Dia nyedian ukuran dari new born sampe usia dua tahunan.

Buat ibu-ibu yang baru punya anak, libby ini pilihan bagus menurut saya.

Saya dulu beli singlet, baju rumah, baju tidur mereknya libby aja udahlah.

Merk yang sebelas dua belas sama Libby itu ya Nary dan Fluppy.

Fluppy

Nova

Lupa, kayaknya Libby


Mereka ini saudara seibu tak sebapak apa gimana. hampir mirip sih.

Beda-beda di harga doang. Beda seribu sampe 5 ribulah.

Kalau saya sih membedakannya jadi begini :

Kalau Nary dan Nova itu, lucu-lucu untuk ukuran new born, karena dia imutnya bener-bener imut-imut, jadi memang pas untuk new born.

Kalau Libby sama fluppy, kadang untuk new born masih kegedean, kalau Nary atau Nova bisa pas gitu.

Nah kalau fluppy, dia lebih ke baju bobo.

Baju bobonya merk Fluppy itu unyu-unyu banget, warnanya soft-soft, pastel-pastel gitu.

Jadi sebenernya tiga merk ini hampir mirip-mirip, kalau ke toko bayi biasanya malah raknya sebelahan, jadi ya tinggal pilih sesuai selera aja. Soal kenyamanan sama ketiganya.

Rekomended.

2. Carter

Yes selain 3 merk di atas, Carter juga termasuk merek sejuta umat.

Produk bayi dan balita carter yang best seller itu untuk produk jumper.

Jumper itu baju terusan sampe paha yang ada kancing di tempat pipis bayi, jadi ngga repot mau ganti-ganti diapers.

Satu pack jumper itu isinya 5, harganya sekitar 130 ribuan, jadi mayan hemat.

Carter Jumper


Waktu Tara dulu saya suka makein jumper, tapi pas Divya saya lebih suka pake yang potongan, kaos sama celana pendek, atau celana panjang merk carter.

Carter Kaos


Kalau pasangan gini, satu packnya isi dua. Lucu banget deh, soalnya motifnya lucu-lucu, ada yang buah-buahan, binatang, mobil-mobilan, dan motif atau gambarnya itu biasanya pas di pantat bayi. Jadi pengen nepok pantat bayi terus pas jalan megal megol, hahaha.

I Love carter. carter is The Best.

Tapi kalu udah masuk mall, kenapa carter jadi muahal banget yah. I don't know


3. Banana Baby

Aduh ini merk ucul banget dah.

Biasanya dijual di Matahari atau SOGO. ngga tau ya di tempat lain, soale di Medan, mallnya cuma dua itu sih dept storenya, kalau ngga Matahari ya Sogo yang ada produk babynya.

Banana
Emakny Ngga berhasil Foto anaknya


Banana ini memang khusus untuk baju-baju anak balita yang lutu lutu. Gemesh banget lihat model-modelnya. bahannya lembut, halus, dingin, ngga gerah. ah I laaaaf.

Banana


harganya kisaran Rp 80 ribu ke 200 ribu.

Inga inga beli pas diskon azah ya, kalau diskon mayan, kadang beli 1 gratis 1, atau ngga beli 2 gratis 1 kan hemat ya bu ibu.

4. GW

Merk ini ngga dijual di departement store, dia banyaknya di toko-toko biasa, atau di onlen shop. Modelnya model-model pasangan atas bawah dengan bahas kaos.

Bagus-bagus, cocok untuk baju rumahan tapi yang rada bagusan.

Tau kan maksud ane. Kan baju rumahan itu juga ada kastanya.

Kasta buat lecek-lecekan. Ini saya ada banget, biasanya dipake Tara siang hari pulang sekolah, kan kegiatannya paling bobo dan main dalam rumah doang, dia pake baju yang kasta ini hahahaha.

Nah kalau GW ini kastanya baju santai tapi yang bagusan bisa dibawa ke tengah lah.

GW


Misal untuk jalan-jalan sore, atau untuk pergi makan di luar. Jadi baju santai tapi bagusan gitu lho, hahaha.

harganya di kisaran Rp 60 ribu sampe Rp 130 ribuan tergantung ukuran .


5. Cool Kids

Cool baby dan Cool Kids ini samaan, hanya beda ukuran ajah.

Dia produknya banyakan yang kaos-kaos sama jeans-jenas gitu.

Ini bukan baju rumahan, cocoknya lebih ke baju pergi-pergi tapi yang sporty. kaosnya lucu-lucu, biasanya gambar kartun yang lagi ngehits. Kalo untuk anak perempuan itu motifnya ala-ala Princess, kayak Sofia, Putri Salju, Cinderella, Frozen.

Tara Beli Cool Jids borongan pas diskon 70 %


Beli HANYA PAS DISKON 70 % SAJA.

Hahahaha, maaf pemirsah, saya sungguh perhtiungan saat beli baju anak, ngga ada impulsif-impulsignya. Yaaa ngapaian beli harga normal kalau bisa dapet diskon.

Kaos : Cool Kids
Celana : Hello Kitty


Cool Kids dan Cool Baby ini sering banget ngadaian diskon. Dan dia beneran harganya ngga dinaikin dulu, makanya pas ngga diskon kalao mampir saya suka melnegos. Cih, kaos gini aja harganya 139 ribu, huh. Eh pas diskon bisa jatoh banget sampai di harga 30 ribuan sebiji.

makanya BELILAH HANYA SAAT DISKON 70%. bahkan diskon 50% pun saya ngga mau beli, kecuali anaknya naksir banget. HAHAHAHAHA


6. Popeye Kids

Ini sama, sebelas dua belas sama Cool Kids and Cool Baby, harganya pas normal bikin nyesek. Nyesek dalam arti masih dibawah Mothercare sih, tapi tetap mahal menurut saya. Baju anak itu maksimal 150 ribu mah kalau saya, Di atas itu harus bagus banget, atau modelnya ncul banget #Sikap.

Nah tapi, si Popeye ini suka juga cuci gudang. Tunggu aja, biasanya menjelang lebaran dan tahun baru. Beuuugh, itu jeans anak ucul-ucul bisa sampe harga 50 ribuan sebiji. kaos-kaos bisa nyampe 15 ribuan.

So bu ibu, just a little patient yah hahahaha.

(Ngga nemu fotonya)

7. Hello Kitty

Hello Kitty ini saya taunya cuma di SOGO dan Matahari. di Medan , ngga tau dimana lagi yang jual kalau di Medan. Ya sesuai namanya, baju yang dijual itu memang karakter Hello Kitty gitu. dari mulai kaos, gaun, jeans, ada gambar Heloo Kittynya.

Tapi perlu diperhatikan, jeansnya Hello Kitty itu panjangnya nanggung, kalo dipake Tara pasti cingkrang.

Atas Bawah Kello Kitty


Ini juga pantang beli pas harga normal. Tunggu pas diskon 50% atau beli 1 gratis 1. Dia jarang banget diskon sampe 70%, tapi bolehlah, kalo pas diskon 50% harganya bisa sampe 75 ribu saja sepotong. Mengingat kualitasnya memang bagus, harga segitu boleh masuk keranjang belanja, xixixi.


8. Donita



Donita

Ini baju khusus anak perempuan. Model gaun gaun gitu. Seriiing banget diskon di dept Store. Beli 1 gratis 1. Bahannya katun, enak dingin.

Beli hanya saat diskon bisa jatuhnya cuma 70 ribuan sebiji. Ahsek.

9. Pito Dito

Pito Dito ini sebelah dua belaslah sama Donita, mirip-mirip. Tapi kalau Donita banyakn corak bunga-bunga, Pito Dito lebih ke polosan dan gaun-gaun pesta.

Pito Dito


Tara baju pesta-pestanya banyakan merk ini. Belinya ya pas diskon azah, bisa dapet harga 200 ribuan sebiji dari harga 400 ribuan saat normal.



Dibandingin harus jahit sendiri, Pito Dito mayan banget hemat.


10. Little  M

Little M ini merk yang Matahari banget yah, hahaha. Dia model pakaiannya casual gitu. kaos-kaso, jeans, atau overall.




Saya biasa beli Little M yang model overall gitu, karena dia lutu-lutu.

Dan ini harganya diskon ngga diskon masih terjangkau banget sih. Dibawah 100 ribuan.

Tapi lagi-lagi, belilah pas diskon, wahahahaha. Karena bisa beli 1 gratis 1, dan itu jatuhnya ntar cuma 50 ribuan.

Aih aku bahagia.


So, itu tuh 10 merk baju bayi dan balita paling bagus dengan harga terjangkau yang selama ini saya beli. Ntar kalau inget yang lain saya tulis lagi. Tapi so far kayaknya itu aja udah TOP BGT.

Baju bayi dan balita yang bagus , tapi ngga bikin dompet emaknya kempes.


Kalau yang harganya di atas itu mah buanyak banget. Ini yang saya tulis yang harganya sedengan tapi kualitasnya ngga kodian.

Kalau kalian, biasanya beli merk apa, share dong siapa tahu ada merk lain yang bagus dan lebih murah hahahaha.


Jangan Lupa Follow Instagram Saya yah https://www.instagram.com/winditeguh/



Belanja Impulsif

Wednesday, March 22, 2017
Belanja Impulsif




Katanya  wanita dan belanja itu kayak saudara kembar satu mamak satu bapak. Dimana ada wanita hepi-hepi bareng, biasanya ujung-ujungnya belanja.

Bagi sebagian wanita belanja itu kayak sebuah terapy, makanya setelah belanja biasanya dia hepi. Stress di pekerjaan, lari ke mall, belanja ina inu, balik-balik bahagia. Besoknya stress maning, xixixi.

Ada juga yang melakukan kegiatan belanja sebagai me time. Iya me timenya itu belanja, hahaha mahal ya bok.

Ada juga yang menjadikan belanja sebagai sarana piknik, sarana hiburan. Jadi tiap weekend, pikniknya ke mall, ujung-ujungnya belanja.

Ada juga. yang memposisikan belanja ya cuma sebagai kegiatan biasa kayak kegiatan rutin lainnya.

Kalau belanjanya sesuai kebutuhan sih sebenarnya ngga apa-apa.

Nah, sialnya banyak wanita yang belanja atau membeli sesuatu karena alasan ngga logis. kayak ih karena lucu, atau ngga karena warnanya pink, pokoknya pink is a must. Bahkan ada yang belanja karena ya pengen aja, masa pengen dilarang sih T____T.




Nah, model-model belanja yang tanpa perencanaan ini nih yang disebut belanja impulsif.


Jalan-jalan ke mall, niatnya cuma jalan doang, eh mampir ke counter kosmetik, tiba-tiba udah segambreng masuk ke kasir.

Atau lihat-lihat ol shop, trus, tung tung tung, masuk aja ke chart.

Belanja yang semena-mena ini, bener-bener bikin bahagia sesaat, udah gitu pusing sampai migren, LOL.

Dua hari yang lalu, saya abis ngambek dengan suami.

Ngambek yang sampai ngga mau ngomong seharian. Ngambek level ngga mau ada di satu ruangan sama masteg. kalau Mas Teguh di dapur, saya ke kamar. Doi ke kamar, saya ke ruang tamu, doi ke ruang tamu saya ke dapur. Duh rumah seuprit, tempat ngumpet jadi ngga variatif, xixixi.

Apa sebab?

Soalnya saya lagi bete. Saya bete karena duit saya kok cepet banget abisnya bulan ini. Jadi saya ngadu ke suami, dengan harapan bakal ditambahin uang jajannya, eh malah dinasehatin panjang lebar. Tentang berhemat, tentang lalalalalala, yang membuat saya bete beratlah pokoknya. Udah tau orang lagi masygul , bingung entah kemana larinya duit gaji, eh malah diomelin, kan bikin pengen mamam sawi pait ya,LOL

Usut-punya usut ternyata memang di sebulanan kemarin, saya melakukan yang namanya belanja impulsif.


Belanja yang ngga pake mikir, trus main beli-beli aja.

Baca punya Gesi :


Abis itu pas lihat saldo di rekening, langsung berurai air mata, huhuhu. Entah hapa-hapa yang saya beli bulan lalu, sampe malu lihat saldo sendiri .



Padahal kalau pakai skala 1 sampai 10, level kegemaran belanja saya itu sebenarnya berada di angka 5, alias sedang-sedang saja. Saya ngga hobi banget belanja, tapi ya kalau diajak belanja hepi. Tapi bukan type orang yang stress trus belanja. 

Bukan ngga mau, tapi dana ngga mendukung cuy.

Dulu aja pas mau lahiran anak pertama, yang kebanyakan orang excited buat belanja macem-macem keperluan bayinya, eh saya malah lebih milih nitip ke kakak ipar dan adek saya. 

Kebanyakan barang-barang yang saya punya, kayak baju, tas gitu, yang beliin adek atau kaka ipar saya, sangkin malesnya saya belanja. jadi mereka biasanya saat jalan-jalan kemana trus nemu barang bagus yang kira-kira saya bakal suka, langsung dibeli, besoknya saya suruh ganti uangnya, huuuu.

Nah, tapi dalam sebulanan ini, saya bener-bener yang lost control sampe berasa boroooos banget.

Hasil bongkar-bongkar struck belanja, ini nih 3 pengeluaran saya di bulan kemarin dan sebenernya di bulan-bulan sebelumnya juga jadi pos terbesar pengeluaran saya yang sukses bikin saya bokek mendadak.

1. Skincare

Yup, saya pernah cerita di blog ini, kalau saya suka banget nyoba-nyobain skincare. Dan kalau beli tuh, langsung sepaket-sepaketan gitu. Pokoke kalau udah di counter kosmetik, saya lemah bangetlah. Ditawar-tawarin mba SPG, iman langsung lemah, tiba-tiba udah nenteng aja kantong belanjaan isi skincare.

( Baca : My Daily Make Up )

Jadi kebetulan kemarin pas bulan Januari kan saya ultah. Ditawarin kado sama suami. Karena ngga tau mau beli apa, saya jadinya jajan skincare, sepaket, yang harganya bikin nangis. Huhuhuhu saya bahagia tapi sedih, sedih tapi bahagia.

Sedih, karena sekarang mikir, kalau dibeliin emas kan mayan tuh dapat beberapa gram. Tapi bahagia karena dikasi kado yang saya pengen T____T

Padahal kado yah, tapi tetep aja bikin nyesek. Ah elah hidupku ribet amat sik.

Perkara skincare ini, saya pernah juga belanja yang ngga masuk akal.

Saat itu saya lagi ke bogor, nginep di hotel Santika. Bawahnya hotel Santika itu kan Mall Botani Square. Jadi malam-malam saya makan di mall, abis makan jalan-jalanlah lihat-lihat mall, trus mampir ke counter bodyshop. Eh ada payung unyu banget, warna putih, tapi kalau kena hujan ntar dia berubah warna jadi pink. Kyaaa kyaaa saya langsung mupeng.

Tapi, untuk dapetin payung itu harus belanja dulu sejuumlah tertentu. Demi payung saya belanja skincare segambreng, Iyes seimpulsif itu, aaaaaaak. Saya ngga ngerti gimana cara ngeremnya.

Payung yang bikin saya belanja skincare segambreng



2. Sepatu

Ini juga ngga ngerti, kok sebulanan kemarin, dalam waktu sebulan ternyata saya beli sepatu sebanyak...........4 buah, oh my God. Padahal ya kakinya cuma sebiji, tapi bisa-bisanya beli sepatu 4 biji dalam waktu singkat.

Jadi ceritanya, kemarin tuh dapat job, yang bayarannya voucher belanja marketplace gitu.

Buka webnya, pilih-pilih eh naksir sepatunya, beli deh.



Trus ada job yang dilakukan kemarin-kemarin udah selesai, eh bayarannya voucher belanja maning. Lihat-lihat , naksirnya ke sepatu lagi. 

Cuuus, si sepatu baru nyampe ke rumah.



Ini nih sepatunya, yang minat beli silahkan lho. Masih gres,belum saya pakai.

Trus, pas jalan-jalan sama suami ke mall, ditawarin mau beli apa. Karena saya istri yang baik hati dan tidak sombong, saya minta........SEPATU... again.


Trus dua hari kemudian jalan-jalan sama ade saya, nemu sepatu ini. Aaaaargh.


Dan yang dipake, cuma itu lagi itu lagi.

Mungkin saya punya penyakit, syndrom sepatu. I hate it.


3. Spa, Pijet, Salon, dan Kawan-kawannya.

Iyaaaa saya hobi banget ke salon. Bukan buat permak wajah atau apa, tapi buat dipijet-pijet sama mbanya.

Ternyata yah di dua bulan ini ampun banget pengeluaran saya untuk dipijet-pijet. Sampe ..... pokoknya kalian ngga bisa membayangkan berapa yang saya habiskan di salon, yang akhirnya kemarin bikin Mas teguh ceramahin saya panjang lebar.

Karena apa?

Karena Me time saya itu SALON.

SALON is my life

I Love SALON so much.

( Baca : Me Time )

Aaaargh, saya suka banget beli voucher-voucher salon or spa sekali beli 10 biji, biar dapet diskon. Dan itu habisnya cepet banget.

Dalam sebulan mungkin saya empat kali pijet. 

Ditotal-total, pengeluaran karena belanja impulsif ini mencapai sekian sekian juta, aaaaargh. Pantesan suami marah kemarin .



Belum pernah terjadi dalam sejarah, saya seboros ini. Kayaknya memang karena kurang piknik nih, jadi pikniknya ke mall. Jadi pikniknya ke salon, jadi pikniknya cuci mata di olshop.

Pokoke saya kapok deh, ga lagi-lagi belanja tanpa perhitungan gini.

( Baca : Biar kere Yang Penting kece )

Kalian, pernah ga melakukan belanja impulsif. Trus gimana cara ngatasinya, kasih tau saya dong.



#CelotehTara : Bunda Jangan Kerja

Monday, March 13, 2017
Sekarang Tara udah cerewet banget. Ngomongnya banyaaak banget. Dia bisa tahan ngoceh ngga berhenti-henti, padahal saya udah hampir setengah watt sangkin capeknya pulang kerja.

Iya, sejak beberapa bulan ini saya nyampe rumah selalu malam. Jadi ya terkadang udah capek pengennya lansgung bobo, tapi anaknya masih ngajak main.


Boong bangetlah yang bilang, kalau melihat anak di rumah, semua lelah langsung hilang.

Ngga..... bahagia iya.

Seneng iya melihat mereka.

Tapi yang namanya capek ya capek aja.

Oke, ini bukan postingan mau ngeluh sih ah.

Jadi weekend kemarin, seperti biasa saya selama dua hari yang maiiiin terus sama Tara dan Divya. Pokoknya weekend adalah haknya merekalah. 

Nah karena Tara udah pinter ngomong dan omongannya juga udah bermakna gitu, jadi kadang sering bikin mellow.

Jadi sekarang dia tiap saya pulang kerja, trus saya mau mandi, pasti langsung ngomong " Bunda ngga mana mana lagi kan siap ini, bunda ngga mana mana kan?, bunda di rumah aja kan"

Kalau lagi normal sih saya fine -fine aja dengernya.

Palingan dijawab

" Ngga sayang, bunda di rumah aja, kan udah pulang"

Tapi kalau pas PMS, huhuhu langsung mberebes mili dengernya.

Kemarin malam juga gitu. Abis mandi sore, saya makein baju Tara, trus sambil dipakein baju dia peluk-peluk saya gitu.

" Bunda... bunda jangan kerja yah, biar papa aja yang kerja, bunda di rumah aja jaga Tara sama adek. ya kan bunda... ya kan..."

Sesaat saya diem.

Pertama, wow saya kaget dengan kosakata Tara yang komplit dan teratur banget gitu.

Kedua saya speechless nih anak ngerti ngga sih apa yang diomongin. Kok bisa dia ngomong gitu.

Huhuhuhu makanya langsung mellow.

Trus saya jawablah 

" Bunda kan kerjanya cuma dari pagi sampai sore, malamnya kan kita tetap main. Boleh ya bunda kerja"

" Ehmmmm (sambil mikir dia, jari telunjuknya diketuk2an ke dagu, ala orang dewasa), ok deh bunda, tapi jangan lama-lama ya"


Tapi ada kalanya, dia yang fine-fine aja kalau lihat saya berangkat kerja , bahkan kadang ikut menyiapkan tas kerja saya.

" Bunda mau kerja ya"

" Iya... boleh ya"

" Boleh bundaa....ati-ati yah"


Nah itu kalau lagi bahagia dia, xixixi.


Ni inti ceritanya apa nih.

Ngga ada intinya sih. Cuma mau cerita aja.

Terkadang menjadi ibu bekerja itu tantangannya bukan karena tekanan pekerjaan, tapi ya yang gini-gini ini. 

Kalau kebetulan lagi mellow bisa kepikiran. Tapi seiring jalannya waktu, yah si anak kadang ngga peduli, kadang komplain sama ibunya.

Hmmm, begitulah namanya juga hidup.

Buat ibu-ibu bekerja di luaran sana. Stay strong, stay cool.

Saat perasan mellow melanda, jangan malu untuk terbawa perasaan. Mungkin akan muncul rasa bersalah, mungkin akan muncul rasa tidak tega.

Its oke. Hadapi saja, nikmati saja.

Besok-besok, saat anak kita lupa perkatannya, tetap selalu ingat bahwa ada anak kita di rumah yang selalu menunggu kepulangan kita.

Sini-sini yuk pelukan dulu, saling menguatkan.

Jodoh Di Tangan Tuhan

Friday, March 10, 2017
Jodoh di tangan Tuhan?

Kalau Tuhan bilang dia jodoh guwe
Lo bisa apa?




Xixixi, mungkin ini meme pas banget yah diucapin oleh Haqy ke mantannya mba Selma.

Eaaaa, mau ngomongin yang lagi ngehits nih, mba Selma dan mas Haqy serta mantan yang ditinggalkan.

Duh sedih.

Cerita komplitnya mah baca sendiri yah disini :

http://www.hipwee.com/wedding/kisah-cinta-realistis-selmadena-haqy-rais-gimana-jika-ada-cowok-yang-berani-lamar-pacarmu-duluan/


Kok saya sedih. Iya sedih mikirin mantannya mba Selma. Mimpi apa dia, tiba-tiba jadi peran antagonis di kisah #HaqySelmaJourney.


" Pria punya hak memilih, namun wanita punya hak memutuskan"

Kalimat yang quotable banget nih dari mba Selma.

Benarkah demikian?

Well, benerlah masa salah sih.

Hai kalian para lelaki, terserahlah, koleksi seberapa banyak wanita yang kau inginkan, pilih sesuka hatimu. Tapi ingat, kami, wanitalah yang menentukan mau menjadikanmu MANTEN atau MANTAN, Lol.

We O We.

Yang menarik dari cerita viral ini adalah adanya dua kubu yang berseberangan. Yang satu mengelu-elukan mba Selma sebagai perempuan tegas, realistis, berani memilih, and so inspiring. Kubu lain menyebut mba Selma sang pengkhianat cinta, ealah

Seru deh.

Kalau menurut saya sendiri?

Hmmm, realistis? Yes

Inspiring? ehmmmm tunggu dulu.

Well saya ngga mau ngejudge si mba Selma ah. Hidup hidup dia ini. Serahlah mau ambil keputusan apa.

Dan jika saya ada di posisi mba Selma, mungkin (Mungkin ya) saya akan pilih Haqy. My realistic alter pasti pilih Haqy.

Tapi melihat usahanya yang begitu keras untuk menjelaskan ke publik alasan ia memilih menikahi Haqy dibanding menunggu sang mantan , setidaknya mengajarkan saya satu hal.

Bahwa sebenarnya untuk menunjukkan bahwa pilihan kita benar tak perlulah sampai melukai harga diri orang lain.

Apalagi orang lain itu adalah seseorang yang mungkin pernah mengisi mimpi mimpi kita. Mungkin orang itu adalah seseorang yang telah mengukir banyak jejak tawa di wajah kita.

Dan yang paling penting, seseorang itu harusnya jadi korban,lha napa bisa jadi penjahatnya.

Yes,menunjukkan bahwa pilihan kita benar tidak selalu berarti harus ada pihak yang salah.

Eh kalian pernah ga sih nonton drama korea . Saya ambil contoh serial Endless love yah.

Disitu ceritanya kan si kakaknya Ensu yang saat itu memiliki pacar akhirnya memilih Ensu dan meninggalkan pacarnya.

Si Ensu juga akhirnya meninggalkan Han Te Su karena memang dari dulu cintanya hanya untuk si Kakak.



Nah di serial itu kita sebagai penonton sama sekali ga menyalahkan Ensu atau kakaknya. Padahal disitu ada hati yg tersakiti yaitu pacar si kakak dan pacar Ensu yg ditinggalkan.

Kenapa?

Karena sang sutradara sama sekali tidak menggambarkan bahwa pacar mereka berdua memiliki kesalahan sehingga pantas untuk ditinggalkan.

Ceritanya hanya fokus bahwa akhirnya masing masing mereka memilih meninggalkan pacarnya dan memutuskan bersama kembali.



Sebagai penonton kita dibawa ke suasana yang membuat kita berfikir. Iyalah ga apa si pacar ditinggalkan. Toh En Su dan kakaknya saling mencintai. Kasihan si pacar tapi mau gimana lagi,namanya udah cinta.

Iyep, sama sekali ga ada digambarkan kejelekan si pacar, sehingga kita tidak diberi ruang  untuk mencibir si pacar " tuh pantes lu ditinggalin rese sih misalnya"

Tidak ada digambarkan mereka mencari cari alasan bahwa dia memilih EnSu dibanding pacar, karena si pacar begini begitu. Just, i love her, so i choose her.that' s it.

Nah,kisah cinta Selma Haqy sebenarnya sangat bisa berakhir kayak endless love itu.

Sebagai penonton yang tiba2 disuguhkan cerita cinta yang katanya luar biasa ini,kita bisa banget jadi penonton endless love versi endonesia.

Tapi sayang, gagal sodara-sodara.

Yah kita harus puas disuguhi tontonan ala sinetron indonesia. Dimana si peeran utama trying too hard ingin muncul menjadi si peri baik, maka harus ada peran antagonis menyertainya.

Jadi di sinetron indonesia tuh ga bisa banget ceritanya,si pemeran utama baik,dan ga ada peran yang jahat.

Makanya ga heran ya kisah cinta SelQi ini pun ya akhirnya jadi seperti cerita cerita sinetron pada umumnya.

SelQi si pemeran utama yang happy ending,dan Senna si pemeran antagonis yang ketiban sial nerima komentar " Makanya jadi cowok jangan suka menggantung, kasih kepastian dong" lol

Padahal yah,cerita bisa banget lho dibuat ala korea gitu

Sini saya kasih skenarionya.

Pilihan mba S untuk memilih H dibanding Senna menurut saya super realistis.

Iyalah,ada cowok ganteng,anak orang terkemuka, mapan, soleh, plus kita punya perasaaan sama dia (walaupun cuma seujung kuku-bullshitlah kalo ngga) trus bilang cinta,ngajak nikah dan mau menjadikanmu ratu di istananya.

Ada setidaknya 6 K di diri Haqy yang ngga hanya Selma, mungkin perempuan lain pun sulit menolaknya : Kemapanan, Ketampanan, Kesolehan,Kepintaran, Keluarga, dan Kepastian

Wanita mana sih yang sanggup menolak paket kombo super komplit seperti itu.

Dicari-cari belum tentu ketemu, eh ini nongol mak ndudul di depan idung. Ya maulaaaah.

Dear mba Selma,percayalah . Siapapun wanitanya. Ngga cuma mba Selma pastilah langsung bilang yes kalau si Haqy nongol di depan mata.

Ngga ada yang salah sama sekali. Bukan sesuatu yang luar biasalah ini.

Wazaar banget.

Dari jzman Cinderella juga sudah terjadi.

So not inspiringlah.

Maka di posisi ini kita ngga boleh ngga setuju kalau bilang Selma adalah perempuan beruntung yang tepat dalam mengambil keputusan. No wonder.

Sip,Selma benar, Selma tidak salah. Selma hanya bertindak selayaknya wanita pada umumnya.

Not special.

Beda cerita kalau tadi doi menolak Haqy,judul cerita jadi " Seorang wanita cantik menolak lamaran putra Amin Rais demi kekasih yang sedang berjuang menyongsong masa depan" misalnya.

Nah kalau gitu mungkin ada nilai inspiringnya berupa KESETIAAN.

But, apa Selma Salah?

Off course not.

Haqi juga benar dan wajar wajar saja. Seorang pria mencintai Selma yang cantik, pintar dan dari keluarga baik baik.

Even Selma saat itu sedang berpacaran dengan seseorang. Yang penting janur kuning belum melengkung,cincin belum disematkan di jari manis. Menyatakan cinta kepada seorang gadis plus dengan berani memberi kepastian untuk menikahi harus kita akui adalah perbuatan yang laki banget, gentlemen.

Inget ya Selma belum jadi istri orang dan belum tunangan,jadi masih available sih statusnya.

Maka Haqi pantas mendapat applause. Apalagi disertai dengan memberi Selma pilihan. "Kalau mau, kita lanjut,kalau kamu tidak mau saya akan berhenti disini". Setidaknya dia mengembalikan pilihan ke tangan Selma. So good.

Bagaimana dengan mantan Selma?

Dia bisa banget menjadi seseorang yang innocent. Ngga bersalah dan ngga bisa disalahkan.

Ya gimana,namanya orang lagi kuliah ( hasil kepo ternyata doi lagi pendidikan Taruna, ya jelaslah ga bisa menikah saat ini), tentu punya pertimbangan sendiri kenapa ngga memutuskan menikahi Selma di saat itu.

Menuntut ilmu kan juga bagian dr mempersiapkan masa depan.

So cerita seharusnya, harapan penonton adalah , Selma tidak salah memilih orang yang memiliki kriteria sempurna untuk dijadikan pasangan hidup.

Ya iyalah ini Haqy gengs.

Haqi ga salah karena dengan gentle melamar seorang gadis,dan Senna sang mantan juga ga salah menuntut ilmu demi mempersiapkan masa depan bersama Selma yang waktunya sebenarnya pasti sudah terplanning namun tidak dalam waktu right time right now (napa gw agak dejavu ya xixixi).

Ngga ada yang salah.

Teman teman Cinta juga ga salah,eh.

Nah kalau begini kan jadi semua senang semua bahagia ya. Palingan kita cuma bakal puk puk mas Senna. Karena bagaimanapun benar kata neng Selma. Yang namanya patah hati itu pasti sakit,tapi akan sembuh seiring berjalannya waktu.

Dan neng Selma juga ga salah saat mengatakan bahwa cinta datang karena terbiasa. Witing tresno jarane seko kulino.
(Kalo saah dikoreksi,malas googling).


Bukankah itu sudah dipraktekkan dan dibuktikan orang orang sejak jaman dulu kala?

Palingan penonton cuma komen,yaaa yang datang lebih pasti sih. Udah paling gitu doang.

Namun cerita jadi ga asik,ga fair saat ada pihak yang pengen jadi si Cinta  di aadc sehingga harus menghadirkan sosok Banyu Biru yang entah gimana kok jadi dia yang salah.

Padahal ya its oke bangetlah memilih yg terbaik untuk teman hidup.

Its oke banget memilih sesuatu yang ada di depan mata ketimbang harus bersabar menunggu.

No problema

But napa harus membuat kisah yang berpotensi indah ini jadi cacat.

Napa harus playing victim.

Di caption ini nih. Harus banget pake capslock di beberapa kata.



Dengan captionnya ini penonton digiring untuk menganggap si mantan:

Tidak punya tujuan hidup yang jelas
Tidak memberi kepastian
Membiarkan wanitanya menunggu sia sia
Tidak beriman

Duh puk puk mas mantan.

Padahal simpel banget yah.

Kalau emang tujuannya dari dulu mau langsung menikah muda mencari lelaki yang to the point ngajak ke pelaminan mengapa menghabiskan waktu dengan pacaran,LDR an pulak. Plus ternyata si mantan adalah taruna yang pastilah udah diketahui dari awal berapa lama pendidikannya.

Kalau memang ngga suka menunggu, seperti kalimatnya yang quotable banget, "wanita berhak membuat keputusan". Termasuk keputusan untuk tidak menunggu seseorang yg jelas jelas lagi study.

Iyes itu bisa banget dilakukan sejak kapan tau, sebelum ketemu sama pangeran tampan berkuda putih. Tanya ke mas mantan, kapan mau nikahi aku. Kalau masih lama,ya putuslaaaah.

Lha ini kan udah sepakat LDR-an pacaran napa tiba tiba ada kata "terpaksa" dan "menunggu sia sia", " setengah hati".

Tambahan lagi si mas mantan dibilang ga punya tujuan hidup. Huhu sejak kapan study taruna dianggap tidak punya tujuan hidup.

Waah kalau dijembrengin bisa panjang banget nih.

Jadi ga heran sih banyak penonton kecewa. Kecewa karena si pemain sekaligus penulis cerita banyak ngelesnya.

Too hard to explain.

Bahkan pakai kalimat "semoga menginspirasi "

Menginspirasi di bagian mananya 😜

Seorang perempuan memilih menikah dengan pemuda dengan 6 K yang saya sebut di atas,mah biasa.

Beruntung , mungkin
Jodoh,iya
Realistis,banget.
Menginspirasi? 😳

Padahal sekali lagi ga ada salahnya memilih seseorang yang lebih baik dr seseorang yg menjadi pacar kita untuk dijadikan pasangan hidup.

Yaelah namanya juga nyari pasangan seumur hidup, ya harus sepaketlah sampai hati dan otak bilang yess. Until your both head and heart say yes kata mba jihan.

But ga mesti juga si mantan jadi pihak yang salah.

Ini ibaratnya, lu yang ninggalin gw, napa jadi gw yang dibilang kurang keimanan?.

Lu yang mendua hati napa gw yang disebut tidak memberi kepastian?. (Gw lagi pendidikan cuy)

Ah si mba, playing victim banget.

Apa susahnya bilang "Iya gw pilih Haqy karena dia yang terbaik untuk gw"

" Iya gw pilih Haqy, krn Haqy memenuhi semua syarat suami impian saya"

Titik habis.

Ibaratnya , mulia tanpa menjelekkan.

Jadi pahlawan tanpa ada yang jadi penjahat juga bisa lho.

(Tapi disini ga ada yang jadi pahlawan sih)

Memutuskan tanpa harus merendahkan.


So ladies, kalo saat ini kamu lagi menunggu seseorang trus tiba tiba ada orang lain yang menurutmu lebih baik drpada yang kamu tunggu, your head and your heart say yes,go ahead. Kendali hidup ada di tanganmu.

But jangan sampe ah melukai harga diri si dia yang mungkin saat ini menyesali karena tak bisa memililkimu.

Cukuplah dia merasa kehilanganmu seraya mendoakan kebahagiaanmu tanpa harus menjadi pihak yang dipaksa bersalah.

Ga semua film kok harus ada peran jahatnya.


Huuuft ga heranlah serial korea lebih asoy geboy dibanding sinetron kita.

Buat mas senna, stop being sad and be awesome instead.

Buat mba selma, selamat berbahagia yaaaaa.

Buat mas haqy, coba ngomong gini


Bagi para pria pria kesepian, udah ga perlu langsung buru buru mau nikung jodoh yang lagi dijaga orang. Kamu bukan mas Haqy, dan yang mau kamu tikung juga bukan mas Senna,jangan bikin perkara,😂😂😂

Ini tadi hasil kepo di IG,caption - caption dari sohib Senna sang mantan,inspiratif menurut saya.





Biar ga salah paham dengan tulisan saya ini,sepertinya perlu saya buat kesimpulan :

Bahwa menurut saya (dan ini ga penting sih,siapa gw), Keputusan Selma memilih Haqy itu TEPAT dan sangat REALISTIS.

Tapi, menjelaskan di publik secara panjang lebar sembari menyudutkan sang mantan disana sini seolah olah dia begitu karena si mantan yang tak kunjung memberi kepastian,tidak gentle dst dst itu sungguhlah seharusnya tak perlu dilakukan.


Btw kalian setuju ga sih,jodoh itu di tangan Tuhan?

( Baca : Tentang Jodoh )


Film Paling Bikin Baper

Wednesday, March 8, 2017

Hai haaaaai, hari ini GesiWindiTalk ganti banner. Wuwuwuwuwuwu excited banget, hahaha.

Sangkin excitednya , kita sampai ngga bisa mikir tema yang serius, ya udahlah bahas yang ringan-ringan tapi bikin baper. Lol



Ngomongin film memang ngga ada matinya. Karena film itu kalau dihayati dan diresapi ceritanya pasti banyak banget yang bisa diambil hikmahnya.

Baca Punya Gesi:


Saya sebenarnya bukan orang yang hobi banget nonton film. Nonton film itu bagi saya cuma sebagai hiburan doang, bukan hobi atau kegemaran. Jadi kalau pas senggang , ngga tau ngapain mungkin saya bakal nonton film. kalau ngga penegn ya ngga nonton.

Jadi saya bukan penikmat film kayak orang-orang, yang setiap ada film baru bakal nonton, atau merencanakan nonton film anu jauh-jauh hari. Nggaaaa, .

Tapi, walau demikian, ada beberapa film yang berkesan banget bagi saya dan sempet bikin baper berat. Huhuhu, bapernya ini bisa baper hepi, bisa juga baper sedih. Emak baperan, apa-apa bisa jadi baperlah, lol.

Ini berdasar tingkat kebaperan, makin ke bawah bapernya makin maksimal.


1. UP

Aaargh film ini bikin baper parah. Saya nontonnya sampe nangis (tapi ngga yang nangis bombay sih). abis nonton langsung mellow, nelfon suami, trus nangis lagi.

Film ini menceritakan tentang dua anak kecil carl and Ellie yang memiliki mimpi untuk berpetualang. Mereka sahabatan dari imut-imut sampai akhirnya menikah. Mereka menabung setiap hari demi perjalanan impian ke air terjun surga.



Seiring berjalannya waktu, si istri Ellie divonis dokter ngga bakal bisa punya anak . Duh pas bagian ini, hati saya mencelos, langsung keinget diri sendiri. Iya waktu nonton ini, saya udah beberapa tahun menikah dan belum ada tanda-tanda punya anak. jadi sambil nonton, berasa melihat diri sendiri.

Mereka menua bersama, sampai Ellie meninggal, dan Carl menjadi ya duda tua pada umumnya. yang suka marah-marah, ngga semangat, dan murung.

Hingga suatu hari, ia teringat akan mimpi-mimpinya bersama Ellie saat kecil dulu. Dengan berbekal sisa tenang tuanya, dan balon yang udah dipasangnya di atas rumah, maka Ellie terbang menuju air terjun surga.




Huhuhu ni film bikin sedih, bikin terharu, tapi bikin seneng, bikin kita merasa " Wah ternyata impina itu memang harus dikejar, jangan dibiarkan teronggok di sudut angan saja"

Meijing, betapa film animasi gini yang kelihatan ringan ternyata isinya berat boook. Yang belum nonton, tontonlah, rekomended banget.

Laaf



2. AADC 

Terbaper berikutnya adalah AADC. Huhuiiii iyalah, siapa sih yang ngga baper.

Nonton AADC itu saat kuliah. Lagi pacaran sama someone yang udah jadi mantan.

Kenapa baper?

Karena pas nonton, saya merasa seolah-olah jadi Cinta. Why oh why hahahaha.

Pokoke Cinta is me. I am Cinta.

Bagian paling baper adalah saat Cinta mutusin ngga berhubungan sama Rangga karena teman-temannya ngga suka Rangga.

Oh Shit, ini pernah banget saya alamin. Suka sama orang tapi teman-teman rese ngga setuju. Cuma satu kata yang bisa mendeskripsikannya

NELANGSA.

Pengen kelihatan pura-pura ngga butuh, padahal hati keinget terus. Kalau ketemu doi, pengen kelihatan " Aku ngga suka kamu, jangan dekati aku" , karena di sekeliling ada teman-teman kita, padahal dalam hati pengen teriak " I Miss You", huhuhu.



I feel You Cinta, i feel you , Lol

Iya ni film pokoke bikin baper.

Tapi yang pertama doang yah, AADC yang kedua saya nontonnya biasa aja. Nonton sama suami, dan yah saya pikir saya udah cukup dewasa untuk ngga melakukan apa yang dilakukan si Cinta di AADC 2, wahahahaha

( Baca : Alumni Hati )


3. Kuch Kuch Ho Ta Hai


Hwaaa, fansnya Sahrul Khan mana suaranyaaaa.

Film yang kalau diitung-itung entah sudah berapa kali saya tonton.  Pertama nonton pas SMA, di ruangan Audio Visual Asrama . Iya saya anak asraman, asrama saya keren, ada ruangan bioskopnya hahahha.

( Baca : Warna-Warni Sekolah Kenangan )

Kenapa fil ini masuk film terbaper saya?

Karena, lagi-lagi pas nonton ini keadaan saya pas banget kayak si Anjali, wahahahaahha. yee ngaku-ngaku aja buuu.

Kan ada tuh adegan si Anjali mau nikah, udah pakai baju pengantin, Trus bimbang, gundah gulana, menentukan apakah dia akan menikahi Amman atau kembali ke pelukan Rahul, ooooooouch.

Adegan terbaper, gundah gulana,
Merasa inilah takdirku
aku akan merana setelah itu
Oh Tuhan beri keajaiban

Thanks God, ga jadi nikah sama dia ;)


Ngga sih, kondisi saya bukan sama persis mau nikah gitu, tapi di saat yang sama, saat itu hati saya sedang mendua. Lagi sama seseorang tapi pikiran ke orang lain.

Trus saat akhirnya, Amman menyerahkan Anjali ke Rahul, huhuhu saya nangis, terharu sampe baper kepikiran gimana kalau itu terjadi padaku. Gimana kalau pas aku mutusin nikah sama seseorang ternyata aku meragu. Meragu trus melihat si pujaan hati ada di depan mata, available, bisa dimiliki saat itu, tapi harus menyakiti hati seseorang yang udah pakai baju pengantin.

Ouch, baperlah.

Syukurnya itu ngga pernah terjadi di saya, hanya sekedar pertanyaan gimana-gimana.


4. Personal Taste

Maaf pemirsah, ternyata ngga banyak film yang membuat saya baper. Hanya tiga film itu doang.

Yang keempat ini, bukan film, tapi serial Korea. Yang main Lee Min Ho.

Aaak, nonton ini saat saya LDR an sama suami. Saya di Jakarta suami di Medan.

Ngga ada hubungan sih dengan LDR-annya, tapi karena nontonnya pasti pas malam, di kost-an , jadi bapernya lebih berasa.

Karena nontonnya udah lama, saya udah agak lupa ceritanya.

Adegan terbaper, saat si Cewek datang ke acara nikahan temannya, sahabatnya banget, yang tinggal serumah sama dia, yang ngerti segala-galanya tentang dia. Eh ternyata, pasangan si teman cewek adalah PACARNYA dia, huhuhu sedih banget.



Baper parah pengen nangis gila. bayangin kalau saya di posisi dia, udah saya cabik-cabik tuh sohib kayak gitu. And yes she did it. Di pesta pernikahan itu, si cewek ngamuk  hahaha.

Trus terbaper lagi, ya kelanjutannya. Saat si Lee Min Ho yang pura-pura gay, akhirnya jatuh cinta sama si cewek ini. Adegan-adegannya so sweet. Apalagi di bagian ehm ehm nya, so sweeeeet. Laaaf.


Ini adegan si cewek lagi kecewa gimana gitu sama pacarnya,
 trus min Ho datang dan langsung kiss si cewek, DISAKSIKAN sang mantan pacar, aaaaak.

Gara-gara nonton ini saya sempet bikin tulisan fiksi, hahahahaha, duh malu.

( Baca : Segores Rindu Untukmu )


Duh kayaknya cuma 4 film itu aja deh yang bisa bikin saya baper, sampai yang kepikiran, sampai yang kebawa ke hati. Sampe yang pas inget adegannya, saya bisa nangis, saya bisa nyesek, dan bisa ketawa bahagia seolah-olah saya yang ngalamin.

Cih, ternyata selera film saya ya begitu itu yah, hahahaha.

Kalau kalian, ada ngga film yang bikin kalian baper banget. Baper yang sampe ikut merasa kalian adalah si pemeran di film itu., Lol.

And kalau ada yang punya rekomendasi film yang bisa bikin saya mendalami sampai menusuk ke hati, tolong kasih tau akuuuuuuh.




Custom Post Signature