Showing posts with label cerita bankir. Show all posts
Showing posts with label cerita bankir. Show all posts

Hal-Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Mengajukan KPR di Bank

Tuesday, February 7, 2017
Hal-Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Mengajukan KPR di Bank.



Banyak teman yang bertanya soal KPR ke saya, ya udah sekalian aja ditulis yah di edisi #Banker'sLife kali ini.

Bagi pasangan muda, rumah memang kebutuhan pertama yang biasanya akan dipenuhi setelah menikah.

Tapi namanyalah pasangan muda, biasanya saat awal menikah, kondisi finansial belum mapan bener, jadi mau punya rumah pun kudu kredit


Keuntungan dan Kerugian Kredit Pembelian Rumah


Menurut saya pribadi, kredit untuk membeli rumah adalah salah satu kredit yang boleh banget jadi pertimbangan keluarga. Alasannya simpel sih :


  1. Rumah itu kebutuhan primer, dibanding ngontrak ya mending beli.
  2. Harga rumah bakal melonjak setiap tahun, maka semakin cepat beli semakin baik.
  3. Ngumpulin uang untuk beli rumah secara tunai , kemungkinan besar tidak akan terkejar oleh inflasi, jadi misal harga rumah saat ini 300 juta, trus kita ngumpulin selama 5 tahun, eh 5 tahun lagi harga rumah udah 600 juta, jadi ngga terkejar.
  4. Jangka waktu kredit kepemilikan rumah biasanya panjang, jadi ntar makin lama seiring dengan peningkatan income (kondisi ideal demikian) maka cicilan akan terasa makin ringan.
  5. Kredit Kepemilikan Rumah, dilindungi oleh asuransi jiwa, sehingga jika amit-amit kepala keluarga kenapa-kenapa, keluarga yang ditinggalkan sudah memiliki tempat tinggal. Selain itu juga dilindungi oleh asuransi kebakaran, sehingga kalau ada forje major, rumah kita tetap terlindungi.
  6. Investasi rumah selama ini tidak akan rugi, karena alasan sederhana, jumlah penduduk semakin banyak, tapi lahan yang tersedia tetap.

Namun tentu saja ada kelebihan pasti ada kekurangan. Beberapa orang punya prinsip untuk membeli rumah secara tunai aja, alias nunggu duit terkumpul baru beli. Ini juga baik sih, karena memang kredit kepemilikan rumah ada beberapa kekurangan, yaitu :

  1. Suku bunga KPR biasanya lumayan tinggi, sehingga kalau kita hitung total angsuran secara keseluruhan pokok dan bunga, jumlahnya bisa dua kali lipat harga beli rumah. Misal kita beli rumah harga 300 juta, maka kalau ditotal angsuran rumah seluruhnya bisa mencapai 600 jutaan.
  2. Karena angsurannya lumayan gede, jadi bakal mengurangi penghasilan keluarga bisa sampai 30-40 persen sebulan.
  3. Yang namanya kredit pasti ada biaya-biaya, seperti biaya administrasi, biaya, provisi, biaya pengikatan agunan, asuransi, notaris, jadi bakal lumayan juga dibanding kalau beli rumah secara tunai.

Itu sih kelebihan dan kekurangan kalau mau kredit rumah atau memilih ngumpulin duit baru kemudian beli rumah secara tunai.

Oke, sampai disini tau ya lebih kurangnya.

Nah bagi, para pasangan muda yang ngga punya uang tunai seharga rumah yang diinginkan, bisa menggunakan fasilitas KPR dari bank. 

Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

Disini saya bahas KPR BRI aja ya, karena saya kurang begitu tahu KPR di bank lain. 

Apa itu KPR?

KPR adalah kredit konsumer  yang ditujukan untuk kebutuhan pembelian property.

Sebenarnya KPR BRI itu ngga hanya ditujukan untuk membeli rumah saja, ada beberapa property yang bisa dilayani melalui fasilitas KPR yaitu :

  • Apartemen, rusunami, condotel
  • Ruko, gudang, kantor.
Jadi ngga cuma rumah ya, mau beli apartemen atau rusunami juga bisa melalui KPR, bahkan beli ruko juga bisa. 

Untuk pembelian rumah sendiri, di BRI bisa dilayani pembelian rumah baru, rumah second, renovasi rumah, maupun membangun rumah.

Iya jadi ngga cuma beli rumah saja, kamu mau renovasi, ataupun mau bangun rumah bisa melalui KPR BRI.

Syaratnya apa aja ?

Syarat untuk mendapat fasilitas KPR di BRI hampir sama kok dengan syarat kredit lainnya. 
  • Hanya untuk Warga Negara Indonesia
  • Berusia Minimal 21 tahun atau kalau belum 21 tahun, maka harus sudah menikah
  • Untuk pegawai atau pengusaha, minimal sudah 2 tahun bekerja / membuka usaha
  • Maks usia untuk karyawan aktif pada saat KPR jatuh tempo adalah 55 tahun, sedangkan untuk profesional atau wiraswsta adalah 65 tahun. 
Syarat umumnya cuma itu.

yang perlu diperhatikan hanya masa kerja, dan usia untuk menentukan jangka waktu. 

Jadi misal sekarang pas ambil KPR usianya sudah 45 tahun, maka kalau dia karyawan, jangka waktu maksimal KPRnya hanya 10 tahun, sedangkan kalau dia profesional atau wiraswasta bisa sampai 15 tahun.

Dokumennya apa saja yang harus dipenuhi ?

Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan kredit ngga ribet sama sekali.

Untuk pekerja dengan gaji tetap

  • FC KTP suami istri, FC Kartu Keluarga, FC NPWP
  • Pasfoto terbaru suami istri 3x4 2 lembar
  • FC rek tabungan 6 bulan terakhir (khusus utk pekerja yang memiliki gaji tetap)
  • Slip Gaji terakhir dan SK Pegawai untuk Pegawai.
Untuk Wiraswasta (pengusaha) dan Profesional :


  • FC KTP, KK, NPWP Pasfoto suami istri 3x4 2 lembar
  • Surat Ijin Usaha (SIUP, TDP, SUrat Ket Lurah, Ijin praktek.
  • Copy Akte Perusahaan 
  • Lap keuangan 2 tahun terakhir atau rekap hasil usaha 6 bulan terakhir + bukti transaksi usaha.

Nah ngga susah kan syaratnya. Hampir samalah dengan mengurus apa-apa di bank, itu-itu juganya.

Kalau udah lengkap syarat-syaratnya, trus ketemu nih rumah yang mau dibeli, ya udah silahkan hubungi pekerja banknya, minta hitungkan berapa maksimal kredit yang bisa diberikan dari harga rumah yang mau dibeli.

Rumah yang bagaimana yang boleh dibiayai KPR ?

Ada yang nanya di kolom komentar, jadi saya tambahin nih :

Rumah yang bisa dibiayai KPR adalah rumah baru atau rumah second. Bahkan rumah mau direnovasi juga bisa, mau bangun rumah juga bisa.

Untuk pembelian rumah baru, ada dua kondisi :

Kondisi bangunan ready


  • Kalau bangunannya udah jadi, dan itu dibangun oleh developer, maka syaratnya , ada PKS antara developer tersebut dengan BRI. Jadi kamu harus tanyakan ke petugas banknya, developer mana aja yang kerjasama dengan BRI. Atau boleh juga dibalik, tanya ke developer, bank mana yang kejasama dengan dia.
  • Sertifikatnya sudah dipeah per unit
  • Trus proses AJB, balik nama, pengikatan HT harus melalui rekanan BRI.

Kondisi Bangunan Indent


Nah ini yang banyak, kalau beli di perumahan baru, biasanya kita sepakat dulu mau beli, serahkan booking fee baru mereka ntar bangun. Ga apa bisa juga kok dibiayai KPR, syaratnya :

  • Developernya kerjasama dengan BRI
  • Terdapat payment garantee
  • Merupakan fasilitas KPR pertama bagi calon debitur
  • Sertifikat masih induk/telah pecah
  • Proses AJB, balik nama, pengikatan HT harus melalui rekanan BRI.


Kalau rumahnya udah jadi tapi rumah baru, ngga ada developernya, bisa ngga?

Bisa juga, sama aja. Yang pasti suratnya harus udah Sertifikat. Kalau belum, bersedia ditingkatkan menjadi SHM. Prosesnya sama aja, ntar pembeli dan penjual melakukan akad jual belinya di depan notaris dan petugas BRI. Setelah semua proses KPR selesai, uangnya langsung masuk ke rekening penjual.

Saya pernah jadi pembeli dan pernah jadi penjual . Malah kalau rumah second, ngga ribet lho, karena semua udah jadi, tingal proses jual beli sama balik nama doang.


Prosedur Pengajuan KPR:


  1. Pilih dulu rumah yang mau dibeli
  2. Datang ke bank, ajukan permohonan kredit dan bawa dokumen persyaratan tadi . Jika beli via developer lebih mudah, ntar bakal dibantu developernya.
  3. Petugas bank akan cek SID untuk mengetahui pinjaman kita di bank lain. Selain itu petugas bank akan survey ke lokasi rumah yang akan kita beli.
  4. Berdasarkan hasil SID dan slip gaji, maka petugas bank akan menghitung jumlah angsuran maksimal kita.
  5. Petugas bank memberitahu kita jumlah maksimal yang bisa kita ambil dan jumlah maksimal angsuran berdasar gaji kita.
  6. Silahkan minta simulasi berdasar angsuran yang kita inginkan, atau berdasar jumlah kredit yang kita butuhkan atau berdasar jangka waktu yang kita mau.
  7. Jika sudah sepakat, hubungi penjual rumah atau developernya.
  8. Nanti pihak bank akan memberi jadwal akad kredit, setelah proses permohonan kredit dikerjakan dan permohonan kredit disetujui oleh pemutus.
  9. Pemohon KPR menyetor jumlah sharingnya
  10. Lakukan akad kredit antara penjual dan pembeli disaksikan notaris dan petugas bank.
  11. Bank mencairkan kredit yang diminta. Penjual menyerahkan asli bukti kepemilikan rumah ke bank untuk disimpan sebagai jaminan.
  12. Selesai



Maksimal Angsuran.

Nah untuk tahu berapa kredit yang bisa diberikan bank, maka akan dihitung dulu maksimal angsuran yang bisa dibayar calon debitur berdasarkan jumlah penghasilan dan angsuran pinjaman yang sudah dimilikinya.

Untuk maksimal angsurannya 

  • Untuk Penghasilan  < 15 juta

 [ 40% x THP ] - Angsuran Pinjaman lain 




  • Untuk Penghasilan  15 - 25  juta

 [ 45% x THP ] - Angsuran Pinjaman lain 


  • Untuk Penghasilan  > 25 juta

 [ 50% x THP ] - Angsuran Pinjaman lain 



THP itu adalah penghasilan per bulan yang ditransfer ke rekening yang sifatnya tetap.

Jadi gini contohnya :

Gaji suami istri  : Rp 10 juta
Angsuran mobil : Rp 1,5 juta
Maka maksimal angsuran : [ Rp 10 juta x 40%] - Rp 1,5 juta = Rp 2,5 juta

Berarti maksimal angsuran yang bisa dibayar nasabah adalah 2,5 juta

Jumlah Kredit.

Dari jumlah maksimal angsuran, baru bisa diketahui berapa maksimal kredit yang bisa diberikan.

FYI yah, kalau kita ngambil KPR, bank tidak memberikan kredit sejumlah harga rumah seluruhnya. Misal harga rumah 300 juta, ya bank ngga akan kasih 300 juta untuk kreditnya. 

Kenapa?

Karena bank bukan ibu bapakmu  hanya memberi sejumlah prosentase tertentu. Jadi biar si nasabah ngga modal dengkul gitu lho. Mau beli rumah ya harus punya sharing, bukan jadi bank semua yang membiayai.



Jadi misal nih harga rumah 300 juta, berdasar penilaian bank nilainya juga Rp 300 juta, type 70, maka maksimal kredit = 80% x Rp 300 juta = Rp 240 juta.

60 jutanya gimana?

Ya pakai duit kamu sendiri. Terserah gimana, pokoke bank hanya membiayai sebesar itu.

Kemudian dicocokin, dengan tabel angsuran yang ada di bank.

Untuk kredit Rp 240 juta, dan angsuran maksimal 2,5 juta berapa lama jangka waktunya.

Udah, selesai.

Atau bisa juga alurnya dibalik. Kita udah tau nih mau minjem kredit berapa, tanya angsurannya untuk jangka waktu sekian tahun berapa, kemudian barus cocokin dengan maksimal angsuran yang bisa kita bayar. 

Sama aja.

Biaya- Biaya

Nah ini termasuk yang sering banget ditanyakan orang, berapa biayanya?

Setidaknya ada 4 biaya yang harus dikeluarkan :

  1. Biaya Provisi : Biasanya 1 % dari plafond (jumlah kredit)
  2. Biaya administrasi : sesuai jumlah kredit yang diberikan
  3. Biaya asuransi kebakaran : dibayar sekaligus sesuai jangka waktu kredit
  4. Biaya asuransi jiwa : dibayar sekaligus sesuai jangka waktu kredit. Asuransi ini, jika si nasabah meninggal dunia sebelum jangka waktu kredit berakhir, maka kredit akan lunas, dan rumah jadi milik nasabah.
  5. Biaya notaris.
Nah biaya notaris itu untuk beberapa kepentingan ( untuk harga rumah sd 500 juta)
  • Akta perjanjian Kredit : 0.5% dari jumlah kredit
  • Akta Jual Beli : 1 % dari transaksi ( harga pembelian rumah bukan jumlah kredit)
  • Balik Nama : 1 % dari nilai transaksi ( harga pembelian rumah bukan jumlah kredit)
  • SKMHT : maksimal Rp 500 ribu
  • APHT : sesuai nilai kredit  sekitar 2 juta sampai 3,5 juta
  • Roya : Maksimal 1 juta
Oya ada lagi yang namanya pajak pembelian dan pajak penjualan yang masing-masing ditanggung oleh penjual dan pembeli. Ini di luar urusan dengan bank ya, tapi dengan kantor pajak, namun bisa diurus oleh notaris.



Wuih lumayan yaah. Iya, kalau ditotal, biasanya biaya-biaya itu sekitar maksimal 10 persen dari harga rumah. 

Biaya di atas hanya perkiraan, kalau mau pasti harus dihitung petugas bank, sesuai jumlah kredit dan harga rumah. Jangan dijadikan patokan ya, itu cuma ancer.

Nah, jadi, saat membeli rumah dengan KPR, nasabah juga harus menyediakan uang untuk membayar biaya-biaya di atas.

Biaya-biaya itu tidak boleh dipotong dari kreditnya, karena kan ntar kredit langsung masuk ke rekening si penjual, jadi si pembeli atau si pemohon KPR harus sedia uang sendiri.

Kelihatan lumayan ribet ya. Lha emang ngga gampang, tapi ngga sulit kok asal semua syarat dipenuhi. 

Pesan saya sih, jangan mengambil kredit KPR di luar batas kemampuan. Misalnya berdasar hitungan, Harga rumah Rp 400 juta, trus maksimal kredit yang diberikan yaitu 80 % dari harga rumah adalah Rp 320 juta. Berarti kan kita harus punya uang 80 juta. Nah karena memang ngga ada 80 jutanya, jadi maksain kredit senilai Rp 400 juta dengan cara naikin harga rumah, biar prosentasenya dapet.

Ya kalau ngga ketauan sih sepanjang jumlah gaji mencukupi, bisa aja, tapi ntar bakal rugi di jumlah pajak pembeli yang harus dibayarkan.

Ngerti kan?

Kalau ngga ngerti ya udahlah ngga usah dipikirin , LOL.



Nah, gitu deh, Hal-hal yang harus diketahui sebelum mengajukan KPR di Bank.

Oya,  saat ini di BRI ada promo untuk program Take Over KPR.

Jadi kalau kamu punya pinjaman KPR di bank lain,  pindahin deh pinjamannya ke BRI karena ada tawaran menarik yaitu :

  • Bunga 8,9% fixed 5 tahun
  • Bebas biaya provisi
  • Bebas biaya admin
Mayan banget lho ntar berkurangnya angsuranmu.  

Semoga bermanfaat.








Lebih Aman Bertransaksi di BRI, Dengan Menu Baru Penonaktifkan ATM Sendiri

Friday, December 30, 2016



Yak, yang lagi siap-siap mau liburan, pasti dooong ATM udah full tank, siap buat difoya-foyakan pas akhir tahun, wahahahaha.

Sebagai pegawai bank yang baik dan budiman, saya mau ngingetin aja, untuk lebih berhati-hati ntar saat bertransaksi di ATM yaaaaa sodara-sodara dan nasabahku tercintah.

Soale kan beberapa waktu lalu pernah ya terjadi pembobolan dana nasabah di bank. Modusnya sih sebenarnya udah lama, yaitu pembobolan kartu atm melalui proses skimming melalui alat yang disebut skimmer.

Apa itu skimmer?

Skimmer adalah alat elektronik berukuran relatif kecil yang berfungsi merekam data ketika nasabah melakukan transaksi di mesin ATM,

#Banker'sLife : Hal-Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Tilang Online

Monday, December 26, 2016


Tentang Tilang Online

Salah satu birokrasi paling nyebelin di negara ini adalah semua hal yang berurusan dengan kepolisian.

Hayooo, iya ngga?

Soale belum apa-apa di pikiran kita pasti ntar bakal ribet, pasti ntar bakal lama. Karena harus sidang segala ke pengadilan, mana sempaaaat, masa cuti cuma gara-gara sidang.

#Banker's Life: Biar Kere Yang Penting Kece

Tuesday, December 20, 2016

Kemarin baca tirto id. artikelnya Arman Dhani Biar Utang Yang penting Gaya.

Ada kalimat yang menarik.

Pada 2013, Kadence International-Indonesia merilis hasil riset Share of Wallet yang mereka lakukan. Hasilnya 28 persen masyarakat Indonesia berada dalam kategori "Broke", atau kelompok yang pengeluarannya lebih besar ketimbang pendapatannya, sehingga mengalami defisit sekitar 35 persen. Pengeluaran ini dilakukan untuk hidup mewah di luar penghasilannya. 

Udah lama sih ya datanya, udah 3 tahun yang lalu juga. Tapi kemungkinan masih relevan sampai saat ini melihat trend gaya hidup, terutama bagi masyarakat urban yang memang ngeri-ngeri sedap awak melihatnya.

#Banker's Life : Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit

Monday, November 28, 2016
Hal-hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit




Holaaa, yang belum tahu, di Windiland, tiap Senin sesinya #Banker'sLife ya.

Kemarin ada yang request untuk ngomongin kartu Kredit. Yo wis mari kita obrolin wae.

Disclaimer : tulisan ini berdasarkan pengalaman penulis, bukan berdasar aturan khusus bank tertentu.

Kartu Kredit Itu Apa?

Ini saya jelasin dikit dulu yah, karena walaupun kartu kredit bukan benda asing lagi di masyarakat, tapi masih banyak juga yang belum tahu sebenarnya kartu kredit itu apa sih.

Sama ngga dengan kartu debet?.

Ya bedalah, namanya aja udah beda, xixixi.

#Banker'sLife : Sebelum Komplain ke Bank, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

Monday, November 21, 2016


Halooo, selamat hari Senin Ceria. Mau ngasih tau nih, mulai hari ini di blog Windiland bakal ada jadwal tetap setiap minggunya, biar ngeblognya lebih terarah maksude.

Nah, setiap Senin, jadwalnya Banker's Life.
Saya bakal nulis postingan yang ada hubungannya dengan bank dan keuangan.

Bisa soal kehidupan saya sebagai pegawai bank, bisa bahas produk-produk bank, atau promo-promo yang sedang jalan nih di bank. Mungkin juga berisi tips-tips seputaran bertransaksi menggunakan produk dan layanan perbankan.

Cerita Mutasi , Ketemu Sohib Sampai Ketemu Blogger

Saturday, November 12, 2016


Dulu saya pernah bikin tulisan tentang hidup ini harus memilih.

Ceritanya itu, saat saya dihadapkan pilihan antara keluarga dan karir, dimana waktu itu saya baru melahirkan dan baru aja sebulan ngumpul sama suami setelah LDR bertahun-tahun, eh tiba-tiba ditawari assesment yang biasanya bakal diikuti dengan mutasi. Saat itu galaunya, hadooooh la terkataken deh. Untungnya akhirnya saya mengambil keputusan tepat. Keluarga is numero uno bagi saya. Maka tawaran assesment terlewatkan begitu saja.

Tentang Profesionalisme Seorang Ibu Bekerja

Monday, September 19, 2016

Dear Rekan Kerja,Maafkan Kami Para Working Mom

Sunday, September 18, 2016

Ada Apa di Balik Peluncuran BRIsat ?

Monday, June 20, 2016
BRIsat menuju orbit untuk melayani Negeri




Waktu SD dulu, kita tahunya satelit Indonesia adalah Satelit Palapa.

Tahunya bank ya BRI. jenis simpanannya ya Simpedes.

Hari ini 19 Juni 2016 Bank yang memiliki tabungan fenomenal Simpedes itu akhirnya meluncurkan satelit pertama di dunia yang dimiliki oleh Perbankan , diiringi doa seluruh pekerja BRI dan doa bangsa Indonesia.

Sekali lagi PERTAMA di dunia.

Antara Kartini, Kebaya dan Peran Wanita Di Balik Banking Hall BRI

Thursday, April 21, 2016
Gara-gara status dedengkot mojok Agus Mulyadi tentang perdebatan yang selalu terjadi di hari Kartini, jadi pengen nulis juga tentang itu.

Tentang Orang Unik Yang Ditemui Saat Travelling

Friday, April 1, 2016

Ini kisah terjadi beberapa tahun silam. Saat saya masih menetap di Jakarta, tinggal terpisah dari suami dan sering wara-wiri untuk tujuan dinas.

Udah ala FTP belum mukaddimahnya.

Iya, tahun 2011 ke 2012 kan masa-masa dimana saya banyak melakukan perjalanan yang berhubungan dengan pekerjaan. Eh, itu masih bisa disebut travelling bukan sih?

Terserahlah ya mau dibilang travelling atau ngga, yang pasti kan itu memang sebuah perjalanan. 

Promo BRI McDonald Super Hemat

Tuesday, December 8, 2015
Pengen makan di McDonald dengan harga anak kos bisa lo karena ada promo BRI McDonald setiap hari Selasa.

Yeaaaay, Selasa memang penuh asa.

Kayaknya memang bener deh. Hari Selasa itu memang hari yang penuh asa, karena kita sudah berhasil melewati Senin yang hectic dan bakal melangkah ke hari rabu yang menggebu.

Nah, biar Selasa makin berasa, saya mau bagi-bagi info soal promo BRI McDonald yang diadakan oleh BRI, bank kesayangan saya, ihiiiir.

Dapat Gaji dari BRI tanpa Jadi Pegawai BRI

Friday, June 5, 2015
Teman di facebook saya itu banyak banget yang punya usaha onlineshop. Saya kadang kala belanja kulakan mereka kalau ada yang cocok dan sesuai kebutuhan. Biasanya mereka bakal ngasih no rekening untuk transfer pesanannya. Setelah konfirmasi baru deh barang yang diorder di proses. 

OSPEK oh OSPEK

Wednesday, December 11, 2013

Heboh berita mahasiswa ITN Malang bernama Fikri yang tewas saat Ospek.

Naudzubillahi min zalik. Iih walau ngga ada hubungan kerabat, kenal juga ngga tapi begitu membaca berita ini di internet kok hati saya sakit sekali. Terbayang bagaimana perasaan orangtua Fikri. Dan kemudian saya langsung teringat berbagai Ospek yang pernah saya jalani di masa silam, ya di SMA ya di kuliahan.

Tanpa perlu menyebut yang mana, saya juga pernah mengalami yang namanya di ospek senior. Dari yang katanya " seneng-seneng" sampai yang membuat saya mau muntah. Duluuuuuu banget saya dan beberapa teman putri pernah dikerjai oleh kakak kelas.

Jangan Takut Untuk Berbagi

Tuesday, October 22, 2013
Sabtu kemarin kantor saya mengadakan acara FPK ( Forum Peningkatan Kinerja) di Danau Toba dengan tema 80-an. Demi untuk memeriahkan acara dan menghormati panitia yang telah bersusah payah merancang acara saya pun berusaha mengikuti tema yang telah ditentukan. Hmm sebenarnya baju tema 80-an itu agak susah sih, soalnya yang namanya mode kan berulang. Saat ini pun banyak pakaian era 80-an keluar lagi. Saya jadi bingung mau memakai pakaian gimana.

Akhirnya daripada pusing, saya disarankan teman untuk memakai pakaian emak saya saja saat tahun 80-an dulu. Xixixix maka jadilah saya dengan semangatnya berdandan ala 80-an dilengkapi dengan pakaian bling-bilng kepunyaan emak teman saya. Untuk lebih menghayati tema saya pun memakai lipstik merah menyala dan kaca mata hitam. Pokoke total abis lah. Harapannya bisa memenangkan the best costume, soalnya hadiahnya lumayan boooo duit 2 juta rupiah.

Saat acara berlangsung saya sudah pede sekali bakal menang, melihat sebagian besar teman yang lain mengenakan pakaian hampir seragaman , legging warna-warni, kaos warna-warni dilengkapi dengan bandana dan gelang aneka warna, plus sepatu kets. Iiiih perasaan bagusan sayah kemana-mana. Apalagi saat saya masuk ke ruangan tempat acara berlangsung, langsung disambut oleh tepuk tangan saat melihat penampilan saya.








Acara berlangsung meriah. 

Tibalah saat pengumuman pemenang the best Costum. Teriakan-teriakan memenuhi ruangan. Sebagian besar menjagokan nama saya sebagai pememenangnya. Tentu saja saya geer bukan kepalang. Sudah kebayang 2 juta bakal di tangan

Dannnnnnnnnnn................ 

Hiyaaaa ternyata saya bahkan juara 3 pun tidak. 

SEBEL ?................. PASTI
GONDOK ? ..... BANGET
KECEWA? ..................... YA iya lah

Saat itu ada bisikan di hati saya

" Itulah gunanya orang lain, untuk menilai dari luar"

Haduuuuuh ya sudahlah, mau ngga mau suka ngga suka akhirnya saya mengikhlaskannya.

Tiba giliran doorprize....
Saat nama saya disebut, ternyata saya dapat kompor gas ( lagi). Huuuuu jujur saja terbersit rasa kecewa di hati, soalnya kan saya baru dapat hadiah kompor gas dari Toshiba. sebenarnya saya pengen banget dapet blender karena blender saya rusak dan sayang banget mau beli baru xixixixi.

Saat pengambilan hadiah, seorang cleaning service kantor menanyai saya
" Kakak dapet apa?"
" Kompor gas"
" Aku dapet box makan kak"
" Wah bagus dong box makannya kan stainless"
" Iya, tapi enakan kakak dong dapat kompor gas, tukaran dog kak"

Dan entah kenapa, saya langsung mau aja tukaran. Kompor gas ditukar box makan, hiyaaaaa. Beberapa teman bilang, sayang sekali saya menukarnya ngga sebanding harganya. Saya sih ngga mikir demikian, saolanya saya memangg ngga butuh itu kompor gas, daripada mubazir mending dikasih sama yang butuh, apalagi ini kan gratisan jadi ngga ada itung-itungan untung rugi. Jadilah kompor gas ditukar dengan box makan. Ntar kan box makannya bisa buat bekal Tara xixixi.

Menjelang siang, saat ngobrol-ngobrol sama wapinwil, bapak itu cerita kalau dia dapat doorprize berupa blender. Iiiiiih langsung mupeng, saya kan butuh blender. Waktu saya bilang saya lagi butuh blender, eh sama si bapak blendernya dikasih ke saya. Wow Wow wow langsung koprol

Aseeek saya malah dapet blender plus box makan yang tahan panas itu ;))

Makanya, jangan takut berbagi, jangan takut rezeki tertukar. Dan ngga usah ngotoT kalau memang bukan rezeki kita. Ingat rezeki ngga pernah salah alamat , ngga pernah datang telat dan ngga pernah salah ukuraN


SETUJUUUUUUUUUUU!!!!!




Rumput Tetangga [Selalu] lebih Hijau

Wednesday, July 10, 2013
Minggu ini di grup BB saya lagi hangat membicarakan tentang hasil tes manajer yang seharusnya saya ikuti beberapa waktu lalu.

" Si A jadi MP di Kuta, si B di Medan PH,si C, di Jakarta kota"

Seneng denger kabar teman-teman yang berhasil lulus dan melaju ke jenjang karir berikutnya. Namun ternyata tak dapat saya pungkiri terselip sedikit rasa iri di hati.

" Duh, enaknya mereka, sudah selangkah di depan saya".

Sebagai manusia biasa terkadang kita memang tak bisa terhindar dari rasa iri melihat kesuksesan orang lain. Isltilah "Rumput tentangga lebih hijau" itu benar adanya. Di satu sisi banyak teman saya yang mungkin iri melihat hidup saya, saya pun demikian melihat mereka.

Ada ketakutan-ketakutan akan tertinggal dibanding teman-teman seangkatan yang ujung-ujungnya menjadi " Kalau saja kemarin saya ikut", " Mungkin saja bisa penempatan Medan", dst dst andai andai yang katanya pintu masuknya setan pun menguasai saya.

Kemudian saya lihat wajah putri kecil saya yang sedang menyusu dengan semangatnya. Ah, tiba-tiba saya malu pada diri sendiri, malu pada sang Pencipta. Saya ini sudah dilimpahi banyak rezeki tapi kok ya masih tidak bersyukur juga, masih merasa kurang juga.

" Sesungguhnya orang yang berkecukupan adalah orang yang di hatinya selalu merasa cukup dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus " (HR.Ibnu Hibban )

Plak, tertampar rasanya. Berarti mungkin saya masih termasuk orang fakir. Hmmm semoga di Ramadhan ini saya bisa mencuci otak saya dan menjadi orang yang berkecukupan dengan selalu merasa bersyukur.

Work Without Passion is Poison

Wednesday, March 20, 2013
Tips Membagi Waktu Untuk Ibu Bekerja

tips membagi waktu untuk ibu bekerja


Pagi ini dapat mention dari mba leyla hana di FB tentang keheranannya dengan didriku dan para wanita pekerja lain yang siang ngantor, malam masih sempet nulis dan ngekuis, pagi udah bangun lagi buat kerja. " Pakai doping apa ya?"

Lucu aja bacanya. Kadang-kadang saya juga heran sih dengan kekuatan fisik ya, ( eeeaaaa ) yang bisa tahan sampai malam-malam buat nulis ( catet buat nulis) bukan buat yang lain. Bahkan pernah sangkin getolnya mau ikutan lomba dan lagi in Good mood saya pernah menyeret suami ke Dunkin DOnuts dekat rumah malam-malam. Kenapa harus ke Dunkin?, karena disana wifinya kenceng banget, kalau di rumah suka ilang timbul. Dan saya adalah type orang yang ngga afdol rasanya kalo nulis ngga tersambung sama internet. Kecuali nulis cerpen, masih bisa tapi kan saya jarang banget nulis cerpen. Jadilah dari malem sampai pagi kita nongkrong di gerai donut tersebut. Untungnya saat itu ada siaran bola jadi suami ngga bete nungguin saya.

Negeri Fatamorgana

Saturday, August 11, 2012
Sudah seminggu ini di kantor saya sibuk sekali. Terutama di bagian lobi bawah. Ada yang berubah. Keramik di dinding dibongkar. Meja resepsionis di geser. Mesin-mesin ATM dipindahkan. Para pekerja bangunan wara-wiri kesana-kesini. Ada apa gerangan ???.















Usut punya usut ternyata RI 1 mau datang ke kantor saya. Oh, pantesan heboh. Dari tiga hari lalu sudah diwanti-wanti sama atasan, kalau ntar hari Jum'at jangan lupa saat keluar kantor kudu pake tanda pengenal, kalo ngga nanti ga bisa masuk gedung.

Saya jadi ingat, beberapa tahun yang lalu saat saya masih berada di kota kecil bernama Tebing Tinggi, RI 1 juga pernah berkunjung ke kota itu. Tujuan kunjungannya saat itu berkenaan dengan program KUR ( Kredit Usaha Rakyat) yang diluncurkan. Peserta rombongan terdiri dari Gubernur Sumatera Utara dan direktur utama 5 bank BUMN terbesar. Wih. 

Dulu itu jalan dari Medan menuju Tarutung, di beberapa bagian banyak yang berlubang, tidak rata pokoknya kurang nyaman lah untuk pengendara kendaraan. Hal itu berlangsung bertahun-tahun. namun tiba-tiba , sim salabim,  jalan raya sepanjang Medan sampai Parapat tiba-tiba mulus lus dalam sekejab. Ngga pake lama. 

Dan saya seperti mengalami dejavu, saat melihat lobi kantor yang dalam waktu hanya 3 hari saja sudah berubah bak baru lagi. 

Pagi kemarin ( hari Jum;at ), saya berangkat kantor lebih pagi, khawatir telat kalau lift yang digunakan dibatasi. Karena denger-denger gedung bakal disterilisasi. Saat tiba di halaman kantor, udah ada beberapa paspampres yang hilir mudik. Dan yang membuat saya terbelalak takjub, tuh lantai di lapisi karpet merah mulai dari tangga hingga di depan lift. Daaaaan, si karpet masih diplastiki, hihihi lucu .





Dan begitulah, akhirnya hari ini si bapak datang ke kantor saya, tepat waktu sesuai jadwal . Panser-panser berderet di belakang kantor. Para paspampres siap siaga, polisi berjaga-jaga di tiap pintu masuk dan keluar. Dan yang paling lucu dari kedatangan si bapak adalah kenorakan penghuni kantor yang begitu antusias foto-foto, Dimana coba?????. Yup di depan mobil dengan plat polisi RI 1. jiiaha.







Hmm, entah untuk ke berapa kali si bapak akan selalu disambut dimanapun dengan penampakan yang dikondisikan bagus, indah, tertata dan teratur. Segala sesuatu terlihat seperti yang diinginkan. Dengan kondisi ideal. Instan. 

Sebenarnya ada untungnya juga kalau pejabat pemerintah atau siapa saja yang berpengaruh di negeri ini berkunjung ke suatu daerah atau suatu tempat. Perhatikan saja, pasti tiba-tiba semua tertata dengan rapi. jalan-jalan menjadi bersih. Fasilitas yang kiranya akan digunakan, akan diganti baru. Tapi ya gitu, itu hanya sementara. Sama dengan kita yang langsung beres-beres rumah kalau mau lebaran. Kenapa? karena mau ada tamu. Setelah lebran lewat?. Yah balik lagi ke kondisi semula.

Apakah beliau tahu semua itu? Dan sampai kapan, pemimpin negeri ini mau saja disuguhin dengan fatamorgana?. Kalau seperti itu, darimana ia bisa melihat kondisi bangsa yang sesungguhnya. 

Tanya kenapa??

Gagal Pulang

Saturday, July 7, 2012
Kemarin saya sudah niat banget mau pulang ke Medan. Memang sudah jadwalnya saya pulang, sudah dua minggu. Namun dari seminggu yang lalu harga tiket masih melangit. pulang pergi Jakarta-Medan sekitar 3 jutaan. Wah saya bertanya-tanya ada apa gerangan. Tidak biasanya seperti itu. Ternyata eh ternyata, liburan anak sekolah biang keroknya. Pyuh, inilah nasib para perantau, sangat tergantung dengan tanggalan kalender dan hari-hari libur. 

Setiap hari saya pantau pergerakan harga tiket. Pengalaman saya selama ini, biasanya menjelang hari keberangkatan bisa saja ada tiket murah, hasil cancel-an orang yang ngga jadi berangkat. Saya ingat tahun lalu, saat teman-teman sudah ramai beli tiket sebulan sebelum lebaran,  saya tenang -tenang saja. Mereka dapat tiket seharga kira-kira 1,2 juta. itu termasuk yang murah. Tapi bagi saya itu masih terlalu mahal.  Tiga hari menjelang pulang saya baru melihat tiket di internet, dan tadaaa saya dapat tiket seharga 500 ribu rupiah saja. How Lucky i am.

Namun sepertinya keberuntungan lagi menjauh dari saya minggu ini. Hari kamis saya sudah booking tiket Garuda untuk Medan-Jakarta, tiket pulangnya. Alhamdulillah dapat harga promo, yippie. Namun karena belum dapat tiket perginya maka saya belum membayar tiket tersebut. Batas waktu pembayaran sampai keesokan hari, Jumat sebelum jam 11 siang. Dari Jumat pagi saya sibuk hunting tiket. Semua maskapai saya jambangi. searching sana sini. Harganya bukan malah turun, makin meroket terus, sampai seharga 2 juta sekali jalan. oh my God. Ditambah lagi hari itu kerjaan di kantor hectic banget, saya jadi rempong sendiri.

Sampai jam 2 siang saya belum juga memutuskan mau beli tiket maskapai apa, Dan kemudian saya inget, ternyata tiket pulang saya sudah kelewatan waktu bayarnya. Lengkap lah sudah. Saat saya searching lagi di internet. semua tiket untuk penerbangan hari itu sudah close.

Yo wis, saya gagal pulang. Pyuuh. Pulang-pergi menghabiskan dana diatas 2 juta menurut saya bukan tindakan bijaksana.

Dan begitulah, hingga hari ini, bosen di kos saya nyebrang ke mall Semanggi. Ke Gramedia sebentar, beli dua biji buku traveling dan ngopi-ngopi di Dunkin. Ah, nikmati sajalah.

Custom Post Signature