Cuma Ada di Medan (Part 2)

Monday, April 15, 2013

Wah kalau ngomongin rasa lokal di daerah saya Medan, bisa bermeter-meter saya menulisnya. Medan itu kota yang sangat unik. Dari sekian banyak kota yang pernah saya kunjungi, Medan tetap menempati peringkat tertinggi yang memiliki hal-hal yang ngga akan habis untuk diceritakan.

Kalau baru pertama kali menginjakkan kaki ke Medan dan berinteraksi dengan masyarakatnya, maka hal pertama yang akan terasa berbeda dan tidak akan ditemui di daerah lain adalah logat bicara orang Medan. Mungkin di semua kota memiliki kekhasan logat masing-masing, tapi biasanya di tiap daerah itu, logat yang unik karena penggunaan bahasa daerah. Kayak logat orang Padang, ya karena mereka menggunakan bahasa Padang sebagai bahasa sehari-hari. Demikian juga orang Madura, orang Jawa atau orang Bandung. Namun di Medan, bukan karena bahasa daerahnya yang membuat unik. Sehari-harinya di Medan itu orang-orangnya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Tapi.... bahasa Indonesianya itu yang membuat pendatang pada geleng-geleng kepala dan sering salah paham.

" Orang Medan ini yah, suka sekali membesarkan sesuatu yang kecil dan mengecilkan yang besar"

Seorang teman dari Jakarta berkata demikian pada saya saat berkesempatan melakukan perjalanan dinas ke kota Medan.

" Hueeeeh, maksud lo"

" Ya itu, kayak mobil disebut kereta, kereta disebut motor "

Pertama-tama saya bingung maksud perkataannya. Oalaaah, ternyata temen saya itu ngga nyambung saat bicara dengan supir kantor. Gimana ngga?. Di Medan, memang kalau yang kita maksud sepeda motor, sama orang sini nyebutnya kereta ( tanpa api ). Kalau kereta yang beneran nyebutnya "kereta api". Nah sedangkan mobil masih banyak yang nyebutnya "motor". Bingung kan?. Makanya saat temen saya nanya si supir, kalau dari Medan mau ke Rantau Prapat ( jarak 6 jam ), bisa ngga naik kereta, si supir langsung jawab," Wah ntar ibu kecapekan bu, mending naik kereta api. Kalau naik kereta mana sanggup". Hahaha, si supir mikirnya yang dimaskud temen saya itu sepeda motor. Ya iyalah jelas, masa jarak 6 jam pakai sepeda motor.


Makanya, kalau di Medan, akan sangat jarang ditemui tempat service motor, karena takut salah pengertian, ntar dikira service buat mobil. Jadi untk amannya akan ditulis lengkap " Service sepeda motor".

Bukan itu aja, kadang orang Medan suka nyebut sepeda motor itu "Honda", walaupun mereknya Suzuki.

" Pinjem Hondamu ya". Padahal jelas-jelas itu motor MIO.

belum lagi penyebutan untuk plat kendaraan. Kalau yang umum kita dengar kan, orang akan bertanya " Berapa plat no mobilmu". Kalau di Medan berubah jadi " Mobilmu BK berapa?". jadi BK yang merupakan plat kendaraan Medan, dianggap mewakili kata plat kendaraan . 

Waktu kuliah di Semarang dulu, saya sempat keceplosan juga, saat mau pinjem sepeda motor sama teman, nanyanya " Motormu BK berapa?". Terang aja teman saya bingung. Halo????

Oya ada lagi, di sini istilah ojek juga kurang familiar, apalagi kalau di daerah luar kota Medan, kayak di Kabupatennya. Penyebutan ojek diganti jadi RBT. Jadi ntar tulisannya bukan " Pangkalan Ojek", tapi " Pangkalan RBT " singkatan dari Rakyat Banting Tulang, CMIIW.

Itu baru soal kendaraan. Belum lagi istilah-istilah aneh lain.

Jadi pernah suami saya yang asalnya dari Kutoarjo nyari alamat. Terjadilah percakapan antara suami dan penduduk setempat yang ditemui di pinggir jalan.

S: " Pak, numpang tanya, tahu alamat ini ngga ?"
P : " Oooh, disana tuh, bapak jalan lurus, teruuus aja sampai ketemu pasar hitam, nanti ada mesjid, nah disamping itu pak rumahnya"
S : " Oh ya udah makasih pak"

Sampai berkilo-kilo suami saya jalan, belum juga ketemu yang namanya pasar hitam. Pikiran suami saya, ntar akan ketemu pasar yang bertuliskan " Pasar Hitam". Singkat kata akhirnya dia nyerah.

Barulah nanya lagi sama temennya melalui telepon. Selidik punya selidik ternyata yang dimaksud pasar hitam disini adalah " Jalan Aspal". Iya, jalan yang sudah di aspal itu, namanya pasar hitam, jadi bukan pasar dalam arti bahasa Indonesia tempat orang berdagang, hadeeeh, pantes aja ngga ketemu-ketemu.


Ngga heran, di Medan juga ada istilah Pasar 1, pasar 2,pasar 3 untuk menyebut suatu jalan, atau gang. Kalau di tempat lain kurang lebih artinya sama dengan Blok 1, blok 2, blok 3, gitu.

Trus ada juga cerita, salah seorang teman saya yang dapat suami orang Jakarta. Saat acara nikahan di rumahnya, biasalah para tetangga pasti pengen tahu kerjaan si calon pengantin pria itu apa. Jadi mereka nanya.

Tetangga : " Calon suamimu kerja dimana"
Teman    : " Itu di pajak", jawab teman saya bangga
Tetangga: " Ngapain di pajak?, jual bawang sama cabai?"

Xixixi, kalau denger cerita ini sampai sekarang saya masih geli. Salah persepsinya parah banget. Yang dimaksud temen saya itu adalah kantor pajak, karena memang suaminya kerja di kantor Pajak. Eh disangka para tetangga kerja di " Pajak". Di Medan, untuk menyebut pasar- tempat orang berdagang- ya bilangnya pajak. Jadi kalau mau beli bawang dimana?. Di pajak, beli ikan? ya di pajak. Kalau di daerah lain ada nama-nama kayak, pasar pagi, pasar burung, pasar Senen, nah di Medan namanya berubah jadi "Pajak ikan", " Pajak burung", " Pajak Bunga". sesuai dengan barang yang dijual.

Wah masih banyak lagi lah istilah-istilah yang aneh. Kalo mau diceritakan seluruhnya, sampai minggu depan juga ngga akan habis saya nulisnya.

Di Medan juga orang suka nyingkat kata seenaknya. Kayak di bawah ini nih
Limpul = lima puluh, " Mintalah duitmu limpul aja"
Limrat = Lima ratus

Kemudian, disini juga sangat tidak akrab dengan istilah RT RW. Jadi lebih familiar dengan dusun, lorong. Makanya ngga ada sebutan pak RT atau pak RW, tapi adanya pak Keplor ( Kepala Lorong) atau pak Kepling ( Kepala Lingkungan )

Kalau sering dengerin si Ruhut Sitompul ngomong di tivi, nah itu dia banyak bicara dengan istilah-istilah Medan. Seperti kata "Paten" untuk menggantikan kata "hebat". 
" Sok paten kali kau" samalah dengan " Sok hebat banget sih elo"

kali = banget
kau = kamu, lo

Di Medan , kalau kita ngomong pake kata banget, ntar diketawain, dikira sok orang Jakarta. Trus kalau nyebut orang lain pakai kamu, itu tuh sopan banget, kalo mau akrab gunakan kata " kau", kesannya kasar tapi lebih cepat membaur dibanding nyebut kata kamu, kesannya berjarak.

Ah udah lah ya, segitu dulu, ntar saya sambung di postingan berikutnya. Soalnya masih banyak lagi keunikan kota Medan, yang ngga akan ditemui di kota lain. 





65 comments on "Cuma Ada di Medan (Part 2)"
  1. hihihi unik sekali yaa
    kalo kau ke medan, pasti terbingung bingung

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mak, perlu waktu buat beradaptasi terhadap bahasa sini kalo ngga mau tersinggung dan salah pengertian :D

      Delete
  2. semoga Dija kelak bisa jalan jalan ke MEdan
    aaamiiiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. ntar jangan lupa mampir rumahku ya, persis di seberang pasar hitam xixixixi

      Delete
  3. sikit taulah istilah aneh2.xixixi..emang.awalnya aku juga binun mbak win.:D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi tetep suka sama orang medannya kan mba anik :D

      Delete
  4. hehehehe... aku pernah ke medan buat liburan... kotanya emang unik... dan banyak yang bisa diexplore ya... eh tapi, di palembang, kereta itu sebutan untuk sepeda loh... lebih parah dari medan ya.... kereta api diesebut sepur.. oplet (angkot jelek yang terbuat dari kayu body mobilnya disebut taksi.... hahaha.. kayakya sumatra emang doyan mengecilkan sesuatu yang besar dan membesarkan sesuatu yang kecil ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mba palembang juga byk istilah2 aneh. aku pas ke palembang juga agak2 bingung sama bahsanya

      Delete
  5. di aceh hampir sama juga mba windi, tuh kayak penyebutan honda untuk sepeda motor trus plat motor disebut BL hehe, sampai lingkungannya juga tdak mengenal RT RW, nice share kebetulan saya aceh timur udah tetanggaan dengan medan, sukses kontesnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin karena deketan ya mak, jadinya masih banyak kesamaan :D

      Delete
  6. hihi, motor yang beda makna ya, mba :D kali di sini sih kau emang kayak kasar gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya laaa, aku pertama ke jawa kagok kali bilang aku kamu, kesannya kayak ngomong yang berjaraaak bgt

      Delete
  7. paten kali kau win :p

    wah berarti temenku yg asli sana mungkin dikiranya jualan bawang kali ya...krna kerja dipajak...haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mungkin, atau jualan ikan. memang paten lah aku :D

      Delete
  8. Di Jawa juga banyak yang masih pakai motor sebagai ungkapan untuk mobil mbak
    Mbak Windi, Batak juga kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku jawa mba. ibuku mandailing, jadi ya ada keturunan bataknya lah.

      apa iya? org jawa masih ada yg nyebut motor utk mobil, wah malah baru tau saya

      Delete
  9. mbak win..mbak wind.. saya minta limjut dung buat beli kereta.. :)

    ReplyDelete
  10. Serupa dengan tempat saya kalo gitu Mbak. Nyebut air minum kemasan apapun mereknya pasti AQUA, trus nyebut pasta gigi pasti odol. Padahal kan odol itu merek,heheheh.. Ya, inilah keragaman yang ada di daerah kita..

    ReplyDelete
  11. mbak win, tanya neh ya.. tapi jangan dipandang terlalu rasis. hehehe..
    benarkah istilah 'mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil' itu, berlaku saat orang medan menghadapi masalah dengan orang lain? maksudku, masalah kecil kadang dibesar-besarkan..

    maaf ya kalau pertanyaannya agak gimana gitu. hanya maksud bertanya tanpa menyinggung. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mungkin juga mba, soalnya kan pengaruh karakter juga ya mba, orng medan kan suka blak-blakan, ngomong apa adanya, jadi kalo ketemu masalah langsung reaktif. sebenernya bukan membesr2kan hal kecil, tapi karena suaranya keras plus ngomong apa adanya tadi, jadi kesannya heboh gitu :D

      Delete
    2. iya, iya.. bener tuh mbak Win..
      temen kantor aku tuh suaranya keras sekali, padahal perempuan. aku jadinya mikir, gimana kalau laki-laki yah?
      dan memang orangnya reaktif sekali. bawaan sikap dari sononya kali yah..

      makasih mbak win jawabannya :)
      *big hugh*

      Delete
    3. saya juga suaranya keras mba, dan cempreng lagi xixixi. pdhl orangnya imut2

      Delete
  12. Seru yah. Tapi satu hal yang saya juga masih bingung adalah...kok BIKA AMBON jadi makanan khas Medan? apa hubungannya yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. laaah itu saya juga ngga tau. ntar saya cari tau dulu, kok ngga bika medan gitu yah #garuk2 idung

      Delete
  13. Hehe... Di Lampung juga begitu mbak, karena pelat kendaraan di sini kodenya tuh 'BE' jadi kalau nanya "BEnya berapa?" Hihihi... Tapi bingung banget ya kalau mobil disebutnya motor hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah trrnyata bukan di medan aja, tapi di sumatera kali yah :)

      Delete
  14. aku asli Medan. yang ditulis tuh, benar-benar ngangenin aku dengan kotaku. oh Medan.., I missed you..Salam kenal Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal rebell.emang lg dimana,ayo sana pulkam dulu :)

      Delete
  15. Buehehehhe... banyak tahu kalimat2 Medan di sini. Medan itu penggunaan bahasa sehari2nya lebih dekat ke melayu2an, kan?

    Tapi beda lenggok cakap sepertinya :)

    ReplyDelete
  16. hehe... unik, lucu, lokal banget, Indonesiaaaa :)

    ReplyDelete
  17. dulu pernah tinggal di Pekanbaru, dan seingatku sebutan utk motor juga honda, mau apapun merk-nya, tetap saja disebut honda :)

    sepertinya ada bbp istilah yang hampir2 mirip utk beberapa daerah di sumatera bahkan kalimantan yang menggunakan bahasa Melayu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ternyata sama ya di sumatera :D salah judul nih saya

      Delete
  18. Kayak.x butuh persiapan berupa kamus bahasa medan nih... Buat nyari pasar hitam pajak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, iya lae biar ngga dibereng sama orang medan kau :)

      Delete
  19. hihihi... saya baru tahu, unik ya.. :)

    ReplyDelete
  20. sekali lagi, doain kami sekeluarga bs ke Medan ya mbak. Itu cita2 kami yg belum sampai. Ingin bertemu Pak Puh dan Bu Puh di Medan.
    Artikel ini bs untuk sanguku jika ke Medan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. kalo ke medan, mampir ke rumahku ya mba, biar kuajari kamus bahasa medan :)

      Delete
  21. hahahaha, betul-betul menarik dah nih istilah-istilah medan.... tp ada juga nih yg sama dlm hal penyebutan uang lima ratus tuh klo di makassar org sering nyingkat juga sih jadi Limbi = limambilanggang = lima ratus hehee
    oia, kenalin nama sy ucok tp bukan orang medan yahhh tp orang makassar asli hahahaha #salamucok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah si ucok kok ada di makasaar nih, salam kenal balik

      Delete
  22. :ngakak dulu ah :D menarik juga yah, ada juga sih temen saya orang medan, memang asli bikin pusing bahasa nya, dia bingung jelasinnya ke saya malah buat saya tambah bingung.

    salam kenal yah, dari makassar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bilang suruh pakai bahasa isyarat aja hahaha

      Delete
  23. Ketika kuliah di Yogya dulu, kebetulan ada beberapa teman dari Medan juga, ya awalnya bingung dengan kosakatanya yang unik, ( ya seperti menyebut mobil dan kereta itu) lama kelamaan kita ngeh juga dengan keunikan orang medan, hehehe... Salam kenal mba, yuk berkunjung ke kotaku di Kalimantan http://aisyah0107.wordpress.com/2013/04/17/75/

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa puyeng kalo ngomong sama orang medan emang ;))

      Delete
  24. baru istilahnya aja udah bikin ngakak :D
    RBT ring back tone hihi g pernah denger cinta laura bilang hujan g ada ojek becek wekeke

    ReplyDelete
    Replies
    1. jgn gede2 ngakaknya. ntar jadi gini, " Lagi ribet ngga ada RBT, ribet deh "

      Delete
  25. Seru yahh...Jadi kangen ke Medan lagi. Saya pernah ke Medan saat masih mahasiswa. Mengunjungi Istana Maemuna, Merdeka walk, dan musemum binatang itu (lupa namanya). Kota nya masih bertahan dengan arsitektur tempo dulu, tapi keren!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayolha ke medan lagi Shaela, museum binatang itu namanya museum Rahmat. Keren kan yah

      Delete
  26. Mesti dicatat ini kalo kapan2 ke Medan. Btw, di Pekanbaru juga orang menyebut sepeda motor dengan Honda :)

    Mbak, kalo orang2 Makassar ke Jakarta, lalu berbicara, sering lho dikira logat Batak. Sptnya bagi yang asing dengan logat Makassar, cara berbicara yang cepat dan suara cenderung keras itu mirip2 dengan orang Batak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya temenku org makasar juga logatnya kaya org batak mba, agak mirip memang :)

      Delete
  27. unik juga, mulai dari pasar hitam sampai kerja di Pajak lalu jual bawang, dan Kamu yang ngak sopan dan ternyata Kau...ya...Kau bah... heheheeh

    Medan gityu..., setiap daerah memang unik..., Medan memang tegas dalam segi bahasa, mungkin menurut analisa saya tentang pasar hitam itu maksudnya adalah dimana di pasar bisa terjadi kecurangan dalam artian ada pungutan liar dan belum lagi di dalam pasar kalau hujan jadi becek dan becek hitam, jadi mekin hitam pasarnya, maka jadilah bahasa itu "pasar hitam", ternyata jadinya aspal wkwkwkww..

    Unik deh..., semoga bisa jalan2 ke Medan...
    salam kenal ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa unik banget, makanya ayo ke medan, biar bisa tercengang2 melihat bahsanya

      Delete
  28. Betuuul, Medan unik, dan bikin kangen :)

    ReplyDelete
  29. kalo di kampung Hani sepeda disebut 'kerete'

    ReplyDelete
  30. Hehe, orang medan emang lucu2!
    Punya temen orang medan, kocak kali..
    Eh, di sini nyebut plat mobil jg kayak d sana "DT", xixi

    ReplyDelete
  31. Jadi ingat dulu ada teman kuliah dari Medan. Waktu itu kita ramai - ramai merencanakan mau ke mall. Dia ngomong, "ya sudah, saya ambil kereta dulu di parkiran"
    ....
    ....
    #padabengong
    ....
    ....
    Ternyata maksudnya motor :D

    ReplyDelete
  32. wuihiii aneh2 toh. bolak balik bahasanya ;p

    ReplyDelete
  33. Hahaha betol kali yg ditulis kak windi ini wkwkwk.
    aku org medan kak tpi kuliah di pekanbaru. Tiap kali aku cakap org itu benggong malahan ketawak2. Cakap pakai "kau" aja dikira org itu aku yg kasar kali lah. Padahal kan ga ya kan kak. Wkwkwk

    ReplyDelete
  34. Hahaha betol kali yg ditulis kak windi ini wkwkwk.
    aku org medan kak tpi kuliah di pekanbaru. Tiap kali aku cakap org itu benggong malahan ketawak2. Cakap pakai "kau" aja dikira org itu aku yg kasar kali lah. Padahal kan ga ya kan kak. Wkwkwk

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature