Showing posts with label Chit Chat. Show all posts

#Banker's Life: Biar Kere Yang Penting Kece


Kemarin baca tirto id. artikelnya Arman Dhani Biar Utang Yang penting Gaya.

Ada kalimat yang menarik.

Pada 2013, Kadence International-Indonesia merilis hasil riset Share of Wallet yang mereka lakukan. Hasilnya 28 persen masyarakat Indonesia berada dalam kategori "Broke", atau kelompok yang pengeluarannya lebih besar ketimbang pendapatannya, sehingga mengalami defisit sekitar 35 persen. Pengeluaran ini dilakukan untuk hidup mewah di luar penghasilannya. 

Udah lama sih ya datanya, udah 3 tahun yang lalu juga. Tapi kemungkinan masih relevan sampai saat ini melihat trend gaya hidup, terutama bagi masyarakat urban yang memang ngeri-ngeri sedap awak melihatnya.

Cerita Mutasi , Ketemu Sohib Sampai Ketemu Blogger



Dulu saya pernah bikin tulisan tentang hidup ini harus memilih.

Ceritanya itu, saat saya dihadapkan pilihan antara keluarga dan karir, dimana waktu itu saya baru melahirkan dan baru aja sebulan ngumpul sama suami setelah LDR bertahun-tahun, eh tiba-tiba ditawari assesment yang biasanya bakal diikuti dengan mutasi. Saat itu galaunya, hadooooh la terkataken deh. Untungnya akhirnya saya mengambil keputusan tepat. Keluarga is numero uno bagi saya. Maka tawaran assesment terlewatkan begitu saja.

Pilih Mana Perempuan Tangguh Atau Perempuan Manja



Menjadi perempuan memang susah-susah gampang yah.

Kalau kita terlalu mandiri dan bisa melakukan apa-apa sendiri tanpa bergantung orang lain, ntar dianggap menyalahi kodrat. Apalagi kalau sampai seorang perempuan sanggup menjadi pemimpin, tangguh, pintar, udah deh langsung ditakutkan ntar susah dapat jodoh. Stereotypenya dia jadi perempuaan egois yang pasti ngga mau diatur lelaki dan bakal mau menang sendiri seperti yang dikatakan di artikel ini:

Tips Dapat Jodoh dari Henry Manampiring untuk Perempuan Pintar yang Sulit Dapat Pasangan.


Disitu dibahas soal perempuan Alpha yang katanya bakal susah dapat jodoh, karena banyak pria yang merasa terintimidasi bahkan dianggap alpha female harusnya jangan terlalu pemilih.

Tuh kan perempuan pintar,mandiri, tangguh, malah menakutkan bagi para pria, malah membuat pria merasa terintimidasi dan enggan mendekati. Disini perempuan disuruh menurunkan sedikit ke superior-annya

Pertemanan No Pamrih



Yah namanya berteman masa ngga boleh pamrih sih?

Hmmmm.

Tadi pagi saat di jalan mau ngator, di Prambors radio lagi bahas soal pertemanan, ditanyalah disitu, siapa teman paling dekat selama ini, dan kenapa bisa jadi temenan. Trus karena katanya hari ini juga hari persahabatan sedunia, ya paslah kalau bahas soal teman or sahabat.

6 Blog Yang Harus Kamu Kunjungi


Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang 5 blogger inspiratif versi windiland

Isinya itu kurleb tentang blogger-blogger yang menginspirasi saya untuk menulis. Maksude, biasanya abis baca tulisan di blog mereka, trus Cling, dapet ide gitu untuk nulis sesuatu. Ngga berarti copy paste, tapi TERINSPIRASI, catet ya bedanya.

#GesiWinditalk:Tentang Nama Beken (Ft SassyThursday)



Menurut kalian, penting ngga sih punya nama yang menjual di dunia maya? Apakah seharusnya kita tetap pakai nama asli pemberian orangtua saja, atau cari nama yang lebih eyecatching biar mudah diinget. Personal branding istilahnya.

Dear Rekan Kerja,Maafkan Kami Para Working Mom

6 Hal Yang harus Dilakukan Saat Mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Apa Yang harus Kita Lakukan Saat mengalami Kecelakaan Lalu Lintas?

Jadi, seperti yang kemarin saya ceritakan disini, minggu lalu kan saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Alhamdulillah ya saya ngga kenapa-kenapa, cuma mobil saya aja yang penyok. Tapi sedihnya, yang nabrak saya harus dirawat di rumah sakit.

Nah, pasca kejadian ternyata ada beberapa hal nih yang harus kita ketahui saat kita mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan.

Yang namanya di jalan raya, memang pasti ada aja risikonya, kalau udah ngalami yang namanya kecelakaan, mau kita benar mau salah, ternyata ada proseduralnya lho frend, dan ini perlu diketahui, biar (amit-amit jabang bayi sih, semoga ngga pernah mengalami, tapi siapa tahu ya kan) kalau suatu saat lagi naas kita tahu apa yang harus dilakukan.



Grup WA Kesayanganku



5 Tips Mengatasi Baper Berkepanjangan

Timeline fesbuk dan instagram saya lagi dipenuhi video dan postingan #ZENFON3ID. 

Yup, acara peluncuran produk barunya ASUS di Nusa Dua Bali.

Dari kemarin sih udah mulai rame, dari yang posting undangan eksklusif ASUS, sampai foto-foto di bandara yang kece abis. Tapi, tenang, sebagai blogger baperan, saya mah biasa aja melihatnya, santaaaai. 

Makin siang menjelang sore, temlen makin rame, video-video makin berseliweran, hati yang tadi dingin mulai agak hot-hot dikit. Ngga banyak kok, dikiiiiiit banget.

Sampai akhirnya, tibalah pada titik kulminasi dimana para blogger yang sedang berada di Nusa Dua memamerkan gudie bek paling keren yang pernah ada, satu unit Henpon ASUS Zenfone3 terbaru untuk masing-masing blogger yang hadir. KRAAAAK, hatiku patah, pertahanan hati jebol, pengen nangis tersedu-sedu huhuhuhu, saya envyyy, dan baper parah. Iri dalam arti positif ya bukan yang gimana gimana.

Benarkah Makanan Sisa Sebaiknya Diolah kembali ?

Benarkah makanan sisa sebaiknya diolah kembali?


Bagi kaum ibu-ibu, makanan sisa yang ada di rumah kadang bingung ya mau diapain. mau dibuang ya kok kesannya mubazir gitu, kan dosa buang-buang makanan. Makanya banyaklah para emak yang akhirnya menciptakan sajian masakan baru dari makanan sisa itu. yang diolah jadi bakwanlah, jadi campuran nasi gorenglah, macem-macemlah.

Seperti yang ditulis oleh mak  Maya Siswadi ini :


Dulu di rumah emak saya juga gitu . Makanan kebangsaan kami kan ikan sambal tuh, itu tuh ikan goreng yang disambal balado gitu, enaaak banget. nah kalau sampai pagi masih sisa, maka pas sarapan disulap dah itu ikan sambal jadi tauco ikan. Wuih makin maknyuss rasanya.

masakan legendaris


Nah, saat saya berumah tangga, saya yang ilmu memasaknya ini masih kelas primary one, ngga punya skill sama sekali buat mengolah makanan sisa si rumah. Jadilah, tiap pagi, kalau sisa ya saya kasih kucing aja, atau ngga ya dibuang. Kebetulan suami juga orangnya kan susah makan (ya iyalah wong masakan istrinya seadanya ya maleslah makan wahahaha), jadi manalah mungkin disuguhkan kembali masakan daur ulang. Wong kesukaannya aja indomie, mana bisa indomie didaur ulang ya kan gaes.

Trus sampai akhirnya kami punya wawak yang kerja di rumah. Orangnya udah tua, jago masak nget nget. Blio type wawak-wawak yang suka bereksperimen di dapur mencoba berbagai macam resep dan membuat aneka cemilan rumahan, hwaaaaaa.

( Baca : Drama ART )

Ya Allah, hidup kami langsung berubah, berasa dapat kiriman malaikat dari surga, seberkas cahaya terang memasuki rumah kami. Saya hepi, Tara hepi, papanya apalagi. Akhirnya mereka terbebas dari terpaksa makan masakan emaknya ini, wuahahahaha. Dan saya juga terbebas dari kewajiban masak-memasak di dapur. 

Uuuu yeah, walaupun saya berusaha menyajikan masakan terbaik di rumah, namun sesungguhnya diriku tidaklah terlalu menyukai segala kegiatan perdapuran. Saya mah mending disuruh nguras bak mandi daripada masak. Tapi karena kewajiban, dan cita-cita menjadi istri solehah kebanggaan suami plus emak kece kebanggaan anak tersayang, maka kemarin-kemarin saya bela-belain dah berkutat di dapur demi sepiring dua piring menu sehat ala mamah Tara, xixixi. And off course saya menyukainya kok, Tapi... saat ada orang yang mumpuni, bisa menggantikan peran koki di rumah, Ya Allah, saya pengen sujud syukur seketika, LOL. 



Dialah wawaknya Divya sang penyelamat perut kami sekeluarga. 

Sehari-hari blio memanjakan kami dengan segala hidangan rumahan yang endess bangeeets. Masteg yang bukan main susahnya makan aja, sampai tambah-tambah kalau makan. Dan sejak ada si wawak kami jadi jarang banget makan di luar. Lhaa ngapain, wong masakan si wawak jauh lebih enak dari masakan resto yang mahal itu kok. Palingan seminggu sekali saya tawarin si wawak untuk beli masakan di luar, karena gimanapun kan pastilah doi juga bosen ya makan masakan sendiri.

aneka camilan made in wawak


Truuuussss.... entah kenapa, sejak si wawak tinggal di rumah, kok di rumah kami jadi banyak tikus, hwaaaaa.

Iya, di rumah kan pasang CCTV ya, jadi pas malam-malam sambil tiduran, saya nonton tuh CCTV di kamar, eh terlihatlah tikus-tikus wara-wiri di dapur, hiii. Saya geli banget, mana tikusnya gede-gede lagi.

Besoknya si papah, beli perangkap tikus. 

Saya dan masteg jadi tanda tanya sih, kok tiba-tiba jadi banyak tikus ya di rumah. Usut punya usut ternyata si meong yang selama ini jadi penjaga rumah kok ngga pernah kelihatan. Yaaah, baru nyadar deh. Hehehe iya, ngaku deh, saya sebenarnya ngga terlalu suka kucing, tapi dari dulu kami selalu pelihara kucing di rumah, karena bagi saya, rumah itu ya memang seharusnya punya kucing, Entahlah ini teori darimana. Mungkin karena sejak kecil di rumah ortu ngga pernah absen dari kehadiran kucing.

Nah karena ngga terlalu suka kucing itu, maka ngga notice saat doi ngga kelihatan beberapa hari.

Diantara keheranan kami tentang menghilangnya si meong itu, kami pun mulai menyelidiki sebab musabab si meong pergi. 

Di suatu malam, sehabis makan malam, saya suruhlah si wawak buat ngasi makan kucing sebagai pancingan 

" Wak, ntar ikan yang sisa ini taruh aja di piring plastik itu ya wak, taruh di dapur, siapa tahu si kucing ntar malam masuk rumah" kata saya

" Yaaah, sayang dong bu, masak dikasih kucing sih. Ini masih bisa wawak olah jadi makanan lain"

JENG JENG JENG JENG......

Terkuaklah misteri hilangnya si meong dari jawaban si wawak.

" Jadi, selama ini wawak ngga pernah kasih makan kucing ya"

" Ngga bu"

" Lhaaa, jadi kalau ada sisa ikan ngga wawak buang, ngga ditaruh di dapur biar dimakan si meong"

" Ngga lah bu, sayang, masih bisa wawak bikin campuran nasi goreng atau campuran bakwan bu".

T_________________________T huehehehehe, ternyata begitu ceritanya. Panteslah si meong kabur,wong ngga dikasih makan.

Besoknya, demi mengusir para tikus yang sudah menjajah rumah kami, maka kami bergerilya mencari kucing di jalanan buat dijadiin peliharaan di rumah, xixixi.


Dan langsunglah saya kasih tau ke si wawak.

" Waaak, kalau ada sisa makanan, jangan disimpan semua ya, kasih juga jatah si meong, itu kan haknya dia"

Dan alhamdulillah, sekarang kami udah punya kucing kembali. Kucing yang tugasnya jagain rumah dari tikus-tikus nakal. Biar betah, maka asupan makanannya udah dijamin sekarang , hahaha.

Makanya saya bilang, ngga selamanya masakan sisa harus diolah kembali, jangan lupakan jatah kucing di rumah ya gaeees, LOL.

Apaaaaa??? Suruh beli makanan khusus kucing?

Sorry to say, kucing kami lebih suka produk lokal #alesan.

Kalau kamu gimana nih menurutmu, makanan sisa itu diolah atau dibuang saja?, atau dikasih kucing kayak saya?. Share dong




Jangan Becanda Untuk 4 Hal Ini Gaes

Desclaimer : Postingan ini berisi curhat dan ngomel-ngomel, kalau ngga punya waktu skip aja, ngga usah dibaca.

Gambar dari sini 

Jadi, kemarin itu kan saya meeting di kantor. Pesertanya para pria-pria dan saya sendirian perempuan. Biasalah ya di bank mah gitu, keliatannya aja pekerja perempuannya banyak, padahal mah dikiit.

Trus saat rapat gitu, saya mau ambil sesuatulah keluar ruangan, tiba-tiba salah seorang pejabat disitu ngomong gini.

" Win, kamu kemarin ramadhan ngga ikut puasa ya"

Maksud lo?

Saya mah orangnya kan nyolotable yah, langsunglah saya jawab " Napa pak, mau bilangin saya gendut?"

Jangan Tanyakan 4 Hal Ini Saat Mudik Lebaran


Yang mau mudik mana suaranyaaaa.

Inshaa Allah tanggal 6 minggu depan kita bakal merayakan lebaran yah. Saat ini pasti lagi sibuk packing-packing atau malah udah di perjalanan?. Semoga selamat sampai tujuan yah.

Biasanya nih saat lebaran pasti dong yah silaturahim ke rumah sanak family, mungkin juga sekalian ketemu teman lama.

Nah, momen silaturahim ini biasanya adaaaa aja yang bikin rusak. Kebiasaan nih kita-kita karena lama ngga ketemu jadi pengen basa basi berbalut kepo.

Ibu Eni dan Ibu Kartini

Bu Eni dan Bu Kartini


Kasihan kamu bu, nasibmu sudah mirip dengan ibu kartini yang tidak pernah minta dijadiin ikon emansipasi wanita, tapi dihujat sejuta umat dan dikorek-korek keburukannya. Mulai dari soal antek Belanda sampai soal istri keberapa, dst dst.

Sama juga dengan bu Eni ini.  Padahal Dia sama sekali tidak minta disumbang. 

Niatnya Jujur, Malah ........


Kata ibu saya, dalam hidup itu kita harus selalu jujur. Karena kejujuran membuat hidup tenang. Saya selalu berusaha mengikuti kata-kata ibu saya tersebut.

Sewaktu saya SD saya dikenal sebagai anak yang jujur. Apa sebab? . Ceritanya saya pernah makan mie di kantin sekolah. Selesai makan, saya pun main lompat karet bersama teman-teman. Pas giliran saya main, dari kantong saya terjatuh uang seratus perak. Saat itu uang jajan saya memang seratus rupiah. Wah saya kaget, “ lho kok uang saya masih utuh sih, kan tadi udah jajan”.  Pikir punya pikir, saya berkesimpulan bahwa pasti tadi saya jajan dan lupa bayar.

Dengan berlari-lari saya kembali ke kantin sekolah. Saya pun segera meminta maaf kepada ibu tukang warung dan memberikan uang seratus perak milik saya tadi. Si ibu seneng banget. Saya pun bahagia sekali, berasa sudah berbuat suatu kebajikan yang sangat besar.

Sore hari, saya lanjut sekolah ibtidaiyah, saat saya mau membeli es lilin baru saya sadar, ternyata uang seratus perak yang tadi pagi saya kira uang jajan yang lupa dibayar itu adalah uang jajan buat sekolah madrasah. Oalah, jadinya sore itu saya gak punya uang buat jajan, jadi bengong.

Namun sejak hari itu, si ibu penjual mie cerita-cerita ke anak-anak lain,kalau saya tuh jujur banget, lupa bayar ngaku dan kembali buat bayar. Sampai-sampai tukang jualan lontong yang sudah tua di sekolah saya selalu meminta saya menghitungkan jualannya yang laku terjual, termasuk kue yang dititipkan di warungnya. Soalnya dia sudah rabun dan gak terlalu mahir berhitung. Wah saya senang sekali bisa membantunya, apalagi setiap selesai ngitungin saya biasanya dikasi dua biji bakwan.

Kejadian yang sama terulang kembali saat saya sudah berkeluarga. Suatu hari saya dan suami berbelanja untuk kebutuhan bulanan di sebuah minimarket . Saya belanja ini itu, shampoo, sabun, telur, gula sampe dua gallon air mineral. Setelah membayar di kasir, kami pun kembali ke rumah. Sampai di rumah, saya periksa lagi bon belanjaan, eh ternyata dua gallon air mineral yang saya beli belum terbayar alias gak kehitung. Soalnya di mini market kan biasa tuh air mineral galon ditaruh di depan pintu toko, jadi tadi langsung masuk mobil, gak sempet dibawa ke kasir. Sayanya lupa, si mba pelayannya juga lupa. Berhubung jarak rumah saya dan mini market tersebut lumayan jauh, ya sudahlah, saya niatkan besok saja balik kesitu.

Esoknya, saya mampir ke minimarket tersebut dan mengatakan ke si kasir yang ternyata adalah pemilik minimarket bahwa saya kelupaan bayar air mineral kemarin saat belanja. Si ibu seneng banget, bolak-balik bilang terima kasih ke saya. Namun setelah saya pergi ,saya mendengar si ibu memarahi pelayannya. 

“ Eh dasar kamu ya kerja gak becus, bisa-bisanya ada pembeli yang gak bayar, untung ibu itu jujur, kalau ada berapa orang yang gak bayar dan ga jujur kaya gitu, bisa bangkrut saya”

Waduh kasihan banget saya melihat si mba dimarah-marahi gitu. Ia hanya bisa nunduk sambil minta maaf sama majikannya. Dan saya jadi merasa bersalah, kok gara-gara saya orang lain jadi dimarahi.

Kejadian lain saat saya makan di restoran seafood di Medan bersama suami. Setelah selesai makan dan si pelayan menyerahkan bill, saya pun membayar sesuai dengan jumlah tagihan. Sebelum beranjak dari meja, saya periksa kembali bon pesanan tadi. Dan ternyata, ada dua pesanan saya yang tidak dimasukkan ke bill , mungkin pelayannya lupa pikir saya. Segera saya memanggil pelayan yang berdiri terdekat dengan meja saya, kebetulan supervisor pelayanannya. Setelah saya jelaskan kemudian saya bayar kekurangan tagihannya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada saya. Namun lagi-lagi, saat berjalan keluar dari restoran tersebut saya sempat mendengar si supervisor memarahi si pelayan yang lalai mencatat pesanan saya ke tagihan.

Duh, kok mau jujur aja malah nyusahin orang ya. Heran saya, kenapa sih mereka gak cukup berterima kasih aja, gak perlu pake marah-marah sama pegawainya. Saya sempet takut, jangan-jangan gara-gara saya si pelayanan bisa dipecat atau bisa ga nerima bayaran. Wah gawat.

Kesini sini saya sempat bingung kalau menghadapi kejadian serupa lagi, jadi trauma, takut niat baik saya malah mungkin bisa berdampak buruk bagi orang lain. 

Tips dari saya sih, pokoke sebelum membayar sesuatu pastikan jumlahnya sesuai dengan yang kita beli, bukan saja agar kita tidak dirugikan tapi juga demi menghindari kayak kejadia. saya di atas.

Ga hanya soal bayar-bayaran saat membeli sesuatu, saat melakukan transaksi apapun juga, seperti nabung atau ngambil uang di bank,  biar sama-sama aman.

Walau demikian, jangan pernah takut untuk jujur dimanapun yah, karena kejujuran itu  adalah pondasi dari integritas.

Kalau kamu pernah ga mengalami hal kayak saya? 








Mengapa Wanita Harus Bisa Masak?




Mengapa Wanita Harus Bisa Masak ?

Bisa lho ya, bukan jago ala chef Marinka.

Jadi inget dulu pernah ada teman yang nanya sama saya

“ Win kamu bisa masak ngga”

“ Bisa sih, tapi ngga enak” jawab saya

“ Yeee, kalau gitu, namanya kamu ngga bisa masak”

Tentang Suami Selingkuh dan Istri Yang Minta Dimengerti

Belakangan lagi heboh meme-meme dear mantan dear mantan. Aaaah kayaknya gara-gara AADC nih, jadi pada mau dear-dear-an sama mantannya. Udah mantan ngapain jugaaa di dear-dear in.

Tentang Jilbab dan Cerita-Cerita di Baliknya

Sudah beberapa kali saat saya upload foto di facebook atau instagram, pasti ada temen yang komen

" Gimana itu pakai jilbabnya, kok bisa gitu, tutorial dong tutorial".


Ini jilbab yang bikin kepo
kok  bisa bertingkat-tingkat gitu

Hahaha, padahal saya pakai jilbabnya ya gitu-gitu doang. Masa harus ngeluarin tutorial jilbab ala windi sih, huuu.

Tapi biar ga dibilang pelit, saya kasih tau deh.

Sonya Depari dan Polisi yang Dibenci Sekaligus Dirindu

Polisi yang dibenci sekaligus dirindu itu yang kayak mana?

foto pinjam dari IG bang Benny R
Nah ini mungkin masuk nominasi, hahaha. E tapi saya bukan mau ngomongin dia kok. Huuuuuuu penonton kecewa. ^_^

Baca berita soal Sonya Arman Depari yang ditilang polisi, jadi inget kalo saya juga pernah beberapa kali ditilang polisi dan ngeles supaya ga ditilang, lol.

Ngeles saat ditilang polisi itu tricky banget. Bisa berhasil atau malah bisa bikin polisinya tambah marah. Apalagi di Medan, hmmm susah diprediksi apa maunya.

Sebenarnya kalau mau jujur, kebiasaan bawa-bawa nama pejabat saat ditilang polisi itu dah biasa bangeeet. Saya sering denger yang kayak gitu. Bukan cuma abege labil. tapi bapak-bapak ibu-ibu kantoran, banyak yang melakukannya. Makanya walau syebel liat si abege yang attitudenya parah banget itu, tapi tetep dalam hati menggumam. " Ah dek, sedang sial kau, kebetulan ada yang merekam".

Ngeblog Itu Yang Kayak Gini Lho

Sebagai saingan Dian Sastro, saya ngga mau ketinggalan. Karena doi bentar lagi bakal rilis film AADC 2 maka saya pun mau rilis postingan tandingan, AADB Ada Apa Dengan Blogger.
Memangnya ada apa sih?.

Kalau Milli cs dulu resah bertanya-tanya tentang perubahan sikap si Cinta, maka saya pun sekarang bertanya-tanya dengan dinamika dunia bloger.