Selingkuh? Kau Hanya Punya Satu Pilihan

Thursday, November 30, 2017


Bagaimana Jika Suami Selingkuh?

Ya bagaimana?

Topik perselingkuhan sepertinya lagi hot banget belakangan ini. Ngga di dunia nyata, apalagi di dunia maya. Mungkin karena hidup mulai membosankan, atau karena hidup makin banyak tekanan, makanya selingkuh jadi sebuah hiburan?

Entahlah.

Saya banyak melihat dari jauh maupun dari dekat cerita perselingkuhan. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi dengan berbagai versi cerita yang sungguh kadang di luar prediksi kita.

Suami istri yang kelihatan bahagia, anak ada , harta berkecukupan, ya suaminya selingkuh.

Keluarga yang saling memuji di social media, update foto mesra terus, saling panggil dengan panggilan sayang, anak-anak yang membanggakan, ya istrinya selingkuh juga.

Suami istri yang bahagia, anak-anak hebat dan sehat, dihantam LDR, suami tak tahan, akhirnya selingkuh jadi pilihan.

Atau seremeh alasan, si suami memang dari dulu tukang jajan, pernikahan sama sekali tidak merubah karakter dan gaya hidupnya. Kalau dulu sebatas jajan tanpa ikatan, datang-pakai-bayar-pergi, eh ndilalah sekarang pakai hati, akhirnya istri ditinggalkan demi selingkuhan yang lebih memberi tantangan.

Banyak banget alasannya, sampai tidak bisa kita rumuskan, apa sebenarnya penyebab terjadinya perselingkuhan dalam rumah tangga.


Karena memang tidak ada alasan yang bener-bener valid untuk merumuskan perselingkuhan. Tidak bisa menjadikan alasan ekonomi, seks, kebutuhan komunikasi, jarak, karakter, jodoh yang sudah expired sebagai si biang kerok.

Namun berdasarkan yang saya lihat, alasan pasti perselingkuhan itu ya cuma satu “ Mereka bertemu dengan cinta yang lain”. That’s all. Cuma itu, mau ngga mau kita mengakuinya. Mau denial gimana pun ya memang itu yang terjadi. Suami ketemu perempuan lain, kemudian jatuh cinta. Ya , itulah yang terjadi.

Makanya mau seharmonis atau segimanapun kelihatan sempurnanya sebuah keluarga, celah selingkuh itu selalu ada. Karena yang namanya cinta itu memang bertebaran di mana-mana, ngga mengenal kondisi rumah tangga seseorang.

Saya ngga mau bahas soal perselingkuhannya karena yang bahas itu udah banyak banget. Artikel-artikel bertebaran membahas dari sisi si selingkuhan, karena ntar jatuhnya ke judgemental, padahal kita memang ngga pernah bisa tau apa alasan perselingkuhan, bahkan mungkin pelakunya sendiri seringnya ngga bisa mengatakan dengan pasti apa alasan ia selingkuh.

Saya mau bahas, apa yang harus dilakukan istri jika suaminya ternyata berselingkuh.

Saya banyak melihat, istri-istri yang berada dalam kegalauan dan kebingungan saat tahu suaminya selingkuh. Biasanya, istri yang punya penghasilan sendiri lebih leluasa memilih, dan kebanyakan pilihannya adalah bercerai, karena mungkin punya keyakinan bahwa ia masih bisa melanjutkan hidup tanpa suami yang berkhianat.

Untuk istri yang selama ini tidak memiliki penghasilan, lain lagi ceritanya. Walau ada juga yang memutuskan bercerai, kebanyakan memilih bertahan. Alasannya beragam , mulai dari ketidakberdayaan ekonomi, sampai alasan bertahan demi anak.

Dan istri yang memilih bertahan ini tidak hanya dari ibu rumah tangga, pun ibu yang notabene punya penghasilan sendiri banyak yang memilih bertahan. Alasannya tak tahan dengan predikat janda yang bakal diterimanya atau tidak mau membiarkan suaminya melenggang bebas bersama si selingkuhan. Atau semulia (atau senaif) harapan bahwa suaminya akan menyesal di suatu hari yang entah kapan.

Namun, kalau boleh saya menyarankan, istri-istri di luar sana, jika suamimu selingkuh , plis ambillah satu keputusan tegas. Kau hanya punya satu pilihan diantara dua, maafkan atau tinggalkan. Hanya itu.

Yup mom, kalian hanya punya dua pilihan itu, tidak ada pilihan di antaranya. Jika kalian rasa kalian bisa memaafkan dan menerimanya kembali, maka maafkanlah, berusaha melupakan setiap jejak pengkhianatan yang pernah terjadi dan hiduplah seperti biasa. Mungkin keluarga kalian masih punya harapan kembali bahagia.

Namun, jika kalian rasa perselingkuhan itu begitu menyakitkan, maka tinggalkanlah. Keluar dari pernikahan yang telah dikhianati merupakan pilihan terbaik jika kalian tidak bisa memaafkan.

Jangan pernah ambil jalan di tengah-tengah itu.

Jalan di tengah-tengah itu adalah kalian tidak bisa menerimanya, namun kalian tidak ingin keluar dari pernikahan itu. Setiap hari kalian menangis, kalian mengutuk, kalian bertengkar, namun kalian bertahan di satu atap yang sama sembari lamat-lamat berharap si pengkhianat akan berubah, akan tiba-tiba sadar dari kekhilafannya dan bersujud di bawah kakimu untuk meminta maaf.

Saya mau bilang, dari sekian kisah yang saya lihat dan saya dengar, memilih sikap di tengah itu akan merusak hidupmu lebih parah lagi.

Karena percayalah, laki-laki yang memilih meninggalkan anak istri demi selingkuhannya dan lebih membela si wanita pendatang baru, saat itu ya seperti saya bilang tadi, dia sedang jatuh cinta, dia ada di dunia mimpi, dia seperti anak remaja kembali. Dan butuh waktu serta kesabaran luar biasa jika kau berharap ia akan kembali seperti sedia kala sebelum mengenal si cinta baru.

Kalian tahu syndrome Stockholm? . Syndrom yang melanda para korban sandera perampokan bank. Jadi disitu ada peristiwa perampokan, yang mana para karyawan bank disandera oleh perampok selama berhari-hari, saat kemudian polisi menyelamatkan mereka dari perampok, para korban tersebut malah menyalahkan polisi dan berusaha melindungi para penjahat yang telah menyandera mereka. Bagi mereka si penjahat adalah pahlawan .

Oke, abaikan soal syndromenya, maksa banget ternyata wahahahah.

But seperti itulah keadaan para lelaki atau siapapun yang menemukan cinta baru. Bagi mereka, si perempuan baru adalah penyelamat hidupnya. Ia ngga akan segan mengatakan bahwa hidupnya jauh lebih berwana, lebih berarti, lebih dihargai, bahkan mungkin dia akan mengatakan bahwa dia lebih dekat dengan Tuhan sejak mengenal si perempuan baru. Kalimat lain dari “ Dia lebih segalanya dari dirimu”

Yup, karena ia sedang jatuh cinta, ia sedang dimabuk asmara. Dan orang yang jatuh cinta, akan menganggap kutu kupret orang-orang di luar poros cintanya itu.

Mom, berhentilah memikirkan anak, memikirkan bahwa kau bertahan demi anak-anak itu so bullshit. Kalaupun benar kau lakukan demi anak, maka Don’t. Jangan lakukan itu.

Anak-anakmu tentu tidak akan baik-baik saja. Mereka tersakiti, mereka merasa dibuang, mereka akan merasa diabaikan oleh ayahnya sendiri, tapi mereka akan jauh lebih baik saat kamu bisa menentukan sikapmu secara tegas.

Maafkan atau tinggalkan.

Kau hanya boleh memilih satu diantaranya. Karena sekali lagi, saat kau memilih di tengah-tengah, antara bertahan namun menyimpan sakit, ini hanya akan menjadi bom waktu yang siap meledak setiap saat.

Anak-anakmu akan bingung. Saat kau menangis namun kau masih bertahan, mereka bingung, apakah harus membenci ayah mereka atau harus tetap menyayanginya. Mereka akan menganggap pernikahan sebagai pilihan yang mengerikan. Tidak ada kebahagiaan di dalamnya.

Saat kau memilih bertahan namun kau terus mengungkit-ngungkit kesalahan ayahnya, mereka tidak tau, apakah ini ayah yang akan mereka banggakan ataukah harus ikut mencacinya seperti yang kau lakukan. Mereka akan bingung, apakah mencintai seperti ini?, mereka juga akan serba salah, saat kalian bertengkar, ia bingung harus menangis untuk menyenangkan dirimu, atau harus memaki ayahnya yang artinya berseteru dengan ayah yang masih bersama dengan ibunya.

Sungguh, itu keadaan yang sulit diterima anak-anakmu.

Ambil satu jalan moms, karena anak-anakmu akan lebih baik, saat mereka melihat ibunya memiliki sikap.

Saat kau memilih memaafkan perselingkuhan, maka kau harus benar-benar memaafkannya. Bukan untuk anakmu tapi untuk dirimu. Karena memaafkan dan menerima kembali, tidak mengungkit lagi, memulai dari awal kembali, artinya kalian memulai hidup yang baru, berusaha melupakan sakit. Saat itu, anakmu pun akan bisa menerima ayahnya kembali karena mereka tau mereka harus ikut menguatkan ibunya .

Tapi saat kau memang tidak bisa memaafkannya, dimana ini lumrah sekali, maka sudahlah tinggalkan saja. Jangan khawatirkan uang, pendapat orang, atau reputasi. Ingat bukan kau yang berbuat khianat, bukan kau yang melanggar janji, tapi suamimu, pasanganmu, maka tinggalkanlah,mulailah hidup baru tanpanya.

Anak-anakmu mungkin akan sedih di awal, akan kehilangan sosok ayahnya, tapi percayalah itu jauh lebih baik bagi mereka. Mereka tidak akan melihat kemunafikan di rumahnya. Mereka akan melihat dengan jelas, bahwa pengkhiatan adalah hal yang tidak bisa dimaafkan ibunya, maka ke depan mereka akan berfikir seribu kali saat akan melakukan bahkan hanya berniat melakukan selingkuh, karena mereka tau perselingkuhan menyebabkan mereka kehilangan ayah. Itu message yang akan mereka terima.

Jangan bersikap abu-abu yang membingungkan.

Bertahan tapi tak memaafkan, itu sungguh menyiksa seluruh isi rumahmu.Hidup akan seperti memakan permen tebak rasa. Anakmu bahkan dirimu sendiri, akan berada dalam kondisi ketidakpastian, kapan pertengkaran akan meledak, kapan kau akan menangis tersedu-sedu, kapan mereka akan dianggap sebagai alasan pengorbananmu.

Tidak ada yang suka dengan situasi seperti itu. Lama-kelamaan anak-anakmu akan apatis.

Apalagi jika perselingkuhan sudah terjadi berulang. Kau maafkan sekali, kau beri kesempatan, kemudian dia mengulanginya, Jangan habiskan waktumu untuk berharap ia berubah dan berangan-angan suatu saat ia akan bersimpuh meminta maaf di kakimu. Itu tidak akan terjadi. Kalaupun itu terjadi, bisa dipastikan, itu adalah saat dimana perempuan yang menyilaukannya sudah tidak membutuhkannya lagi. Apakah kau mau menjadi penadah barang rongsokan?

Kau mungkin mau, tapi anak-anakmu mungkin akan semakin apatis kepadamu.

Karena hidup ini pilihan.

Tolonglah pilih hal yang pasti. Tinggalkan atau maafkan. Maafkan atau tinggalkan. Kau tidak akan pernah tenang jika memilih diantaranya.

Dan buat kalian para suami/istri yang menemukan cinta baru di luaran sana.

Jika kalian merasa kalian lebih bahagia dengan cinta baru tersebut, maka bersikaplah juga dengan tegas. Pilih satu, putuskan yang lain.

Mungkin memang si dia lebih baik, mungkin memang pernikahanmu sebelumnya adalah kesalahan, atau memang mungkin kau type orang yang tidak bisa bermonogami.

Beri pasanganmu pilihan. Beri ia kebebasan untuk bersikap. Kau tidak perlu memohon-mohon untuk dimaafkan kalau kau memang tidak berniat untuk meninggalkan cinta barumu.

Kau tidak bisa jadi pengecut dengan menginginkan keduanya. Kau tidak bisa menginginkan keluargamu tetap menerimamu, sementara kau memiliki tanggung jawab baru yang kau ciptakan sendiri.

Be gentlement.

Karena keluargamu, baik yang lama ataupun yang baru memiliki hak untuk bahagia. Bahagia setelah sakit, itupun sebuah kesempatan.

Berbesar hatilah. Saat kau memang selingkuh dan mengkhianati pernikahan, entah apapun alasanmu, minta maaflah, walau setelah itu kau meninggalkan keluarga lamamu.

Maafmu bukan untuk kembali, tapi pengakuan bahwa kau sadar kau telah melanggar apa yang telah kau perjanjikan di hadapan penghulu dan Tuhan, janji setia, janji mendampinginya sampai akhir hayat. Karena maafmu mungkin tidak menghapus luka pasanganmu, tapi menenangkan jiwanya bahwa kau tau apa yang kau lakukan salah, bukan alasan-demi alasan sebagai pembenaran.

Karena sebenar-benarnya alasan untuk berselingkuh, tidak pernah benar secara norma dan agama.

Note:
Mungkin banyak teori atau pendapat soal selingkuh, namun Hanya orang-orang yang pernah berada dalam pusaran perselingkuhan itulah yang tau dengan benar seperti apa impact tindakan itu. Kalau menikah memang bukan karena cinta sih, soal selingkuh ini jadi no issue, tapi saat perselingkuhan terjadi di keluarga yg dulunya bahagia sentosa, kalian tidak akan pernah tau seperti apa kiamat kecil itu. 











Selingkuh Dengan Rekan Kerja?

Wednesday, November 29, 2017

Gara-gara kuota data Hooq saya masih banyak banget, jadi sekarang menjelang tidur punya kegiatan baru, yaitu nontoooooon, hahahaha.

Kemarin marathon nonton serial Dawson Creek. Astagaaa film nostalgia bangetlah ini. Trus gegara nonton jadi mikirin salah satu adegannya.

Jadi di episode awal itu diceritain kalau mamanya Dawson adalah seorang pembaca berita di televisi lokal, duet bersama rekan kerjanya Bob, dan ternyata mereka selingkuh padahal di rumah papa mamanya Dawson itu very-very romantic, yang tiap ketemu kissing dan gitu-gitu dimanapunlah, ya di ruang tamu, ya di dapur, anywhere.

Jadi saya kepikiran banget ceritanya. Betapa semesra-mesranya pasangan di rumah ya tetep aja ada kans untuk selingkuh di kantor dengan rekan kerja. Alasan si mamanya Dawson ngehe banget " Karena aku merasa hidupku udah sempurna banget, jadi aku sampai ngga punya keinginan apapun dalam hidup, tapi sekarang aku menemukan kembali keinginannku, aku ingin apa yang sudah kuhancurkan bisa kembali, plis maafkan aku Mitch"

Blah, kzl nontonnya.

Tapi saya ngga kaget sih pas ternyata mamanya Dawson itu ketauan selingkuh, karena ya memang cerita perselingkuhan di kantor itu banyak banget bertebaran.

Sebenarnya mau dimanapun potensi untuk selingkuh itu ada aja. Ngga harus di tempat kantor. Bahkan ibu rumah tangga pun ya bisa-bisa aja selingkuh. .

Ngga harus di tempat kerja yang lingkungannya banyak pria dan wanita, yg proporsinya ngga sebanding pun ya tetap ada. Sialnya kalo ada kasus perselingkuhan, yg pertama kali kena tuding sebagai si penjahat adalah pihak perempuan. Padahal yang namanya selingkuh terjadi kalo ada dua orang yang sepakat untuk menjalin hubungan. Jadi yang punya andil ya dua orang, si laki dan si pere. Atau si laki dan si laki, lol.

Nah sialnya lagi sterotype wanita-wanita bekerja tuh sering dituduh sebagai pelaku perselingkuhan. Padahal sekali lagi kalo udah niat mau apapun profesinya ya bisa-bisa aja. Pelaku MLM juga bisa selingkuh, yang buka usaha kue di ruamh juga bisa selingkuh, yang antar anak sekolah juga bisa selingkuh. 

Namun ngga bisa dipungkiri sih kesempatan dan cerita perselingkuhan di tempat kerja, antar rekan kerja gitu lebih banyak yang tercium kisahnya. Ngga hanya antar rekan kerja sih, dengan klien, dengan vendor, dengan rekanan, pokoke di lingkaran pekerjaanlah. Makanya film-film kan sering ya mengangkat tema perselingkuhan di kantor gini, bukan ngada-ngada karena memang ada di dunia nyata.

Kayak kata Dawson, film itu adalah gambaran nyata dan solusi dari kehidupan, tsaaah.

Alasannya simpel banget, witing tresno jarane seko kulino. Keseringan ketemu bikin merasa cocok. Merasa cocok, jadi sering cerita, cocok cerita jadi enak buat curhat. Keseringan curhat jadi berasa ada yang mengerti, merasa dimengerti, lama-lama deket, malah ngobrol dari hati ke hati, dan tanpa disadari terjadilah saling chat di luar jam kantor. Takut ketauan pasangan, text chattingan diam-diam dihapus. Damn

Karena awal perselingkuhan adalah saat kau diam-diam menghapus pesan dari teman lawan jenismu.

Begicu sih katanya. Dan hmmm bener juga. Karena kalau ngga ada apa-apa kenapa harus dihapus. Kalau chatnya biasa aja cuma nanyain kerjaan ya kenapa juga harus dihapus.

Makdarit,bagi perempuan-perempuan yang bekerja nih, dunia kerja memang penuh intrik. Diri kitalah yg harus membentengi diri sendiri. 

Kenapa saya bilangnya ke perempuan bekerja?

Karena terimalah kenyataan bahwa masyarakat kita masih patriarky pake banget. Yang namanya selingkuh mah harus ada dua orang, perempuan dan pria,  tapi mau gimanapun jalan ceritanya pasti yang salah si perempuan, si laki pasti bebas melenggang.  yang dilabrak ya perempuan, yang dicaci maki ya perempuan, yang dituduh pelakor ya perempuan. 

Saya beberapa kali jadi orang yang dicurhatin para istri yang suaminya selingkuh. Sedih banget dengernya, kebayang aja langsung gimana suami yang kita doakan siang malam saat bekerja, kita harap membawa rezeki bagi keluarga eh malah mengkhianati kepercayaan kita.

Dari para istri-istri ini jugalah saya bener-bener melihat, bahwa istri-istri gimana udah disakitin suaminyapun, udah dikhianati ya tetep ngga ada keluar dari mulutnya sedikitpun anggapan bahwa suaminya punya andil salah, pasti yang salah ya 100 persen si perempuan pengganggu. " Kenapa mau?" gitulah kira-kira.

Wah jadi melebar.

Oke balik maning.

Yang namanya bekerja itu memang kadang kita bisa asik banget di kantor. Ketemu rekan kerja, ngobrolin hal yang sama-sama kita relate, ngobrolin yang bikin hepi ngga musingin ompol anak, susu anak, cicilan, kadang ngga sadar " Lho kok cocok ya", jadinya malah curhat-curhat. Naini yang bikin gaswat. 

Saya udah banyak bangetlah melihat bagaimana keluarga yang baik-baik saja bisa hancur berantakan gara-gara bermain api yang bermula dari sekedar ngobrol ini. Makanya bener kata orang cocok ngobrol itu bisa bahaya kalau sama-sama ngga tau batasan. 


Makdarit, ada beberapa nih hal yang  bisa dilakukan demi menjaga diri dari peluang-peluang yang ada :


1. Hindari bepergian berduaan dengan lawan jenis. 

Apalagi sampai berulang kali, apalagi sampai jadi langganan. Sebisa mungkin cari teman lain. Kadang memang ngga bisa dihindari harus pergi berduaan nemuin klien misalnya, tapi jangan keseringan, apalagi langganan. Langganan diantar pulang misalnya, jangan banget. Langganan dijemput pergi karena searah rumahnya misalnya, ngga usah deh, naik grab ajah.


2. Jangan membicarakan masalah keluarga dengan rekan kerja. 

Apalagi curhat. Curhatnya di blog aja, atau sama Tuhan. Atau sama suami, sama istri, sama sohib kental, sama rumput yang bergoyang, sama siapa aja, tapi jangan rekan kerja lawan jenis. 

Curhat di sini yang kayak nyeritain kekurangan istri/suami, nyeritain kejelekan pasangan. Cerita kalau kurang puas sama pasangan, cerita pengen pasangan begini begitu, yah you knowlah ya.

Cerita keluarga yang aman itu, kayak ngomongin kelakuan anak, ngomongin tentang istri atau suami yang baik-baik. Misal " Eh kemarin aku sama suami makan di sana, ternyata enak lho tempatnya", yang gitu-gitu ngga apa. Tapi jangan cerita " Duh suamiku itu yah jarang banget ngasih aku perhatian, padahal aku pengen disayang, pengen dibeliin perhiasan, ngga kayak kamu, kamu kayaknya perhatian ya sama istrimu, pasti istrimu bahagia banget punya suami kayak kamu, lalalala"

Ini ngeluhin suami sekaligus muji-muji rekan kerja, BAHAYA.


3. Kalau bisa kenalkan pasangan kita dengan rekan kerja. 

Biar tidak ada dusta diantara kita. Iya pasangan kita ngga ada salahnya tau siapa saja teman kerja kita. Biar dia tahu sama siapa saja kita bergaul. Tunjukin fotonya, biar misal ada teman suami/istri ngeliat kita lagi di luar bersama teman kerja itu, trus ngadu ke suami, ya dia ngga parnoan.

Ngga harus ketemu sih, tapi minimal kita sering cerita. Misal " Eh mas aku besok mau nemenin tamu makan durian, ntar makannya sama si Rangga dan si Fahri mas"

4. Jaga Tangan dan Jaga Sikap

Jangan tangannya ramah banget. Jangan tepak tepok orang sembarangan. Jangan ngelendat ngelendot ke suami orang, jangaaaaan mendesah-desah ke teman pria. yang pria juga jangan pegang-pegang anak orang sembarangan, jangan jawil-jawil, jangan sok ramah tangannya. HARAM.

5. Berinteraksilah dengan semua rekan kerja di kantor

Yup semuanya, jangan pilih-pilih teman, biar di tempat kerja hepi dan ngga kepikiran buat menyepi atau berdua-dua dengan seseorang. Ngga usah nyempil-nyempil ngobrol di pantry, ngga usah nyempil ngobrol berdua di tangga darurat, kalau mau ngobrol ya rame-rame ajalah.

Ingat kalo berduaan yang ketiga syaiton ni rrojim.

6. Aware dengan Lingkungan Kerja

Yup, untuk menjaga lingkungan kerja kondusif, jagan ragu untuk mengingatkan teman yang kita lihat udah mulai melenceng. Kalau melihat teman , lho kok dia sering banget nih jalan berduaan di luar jam kantor, atau kok sering diantar jemput sama doi, padahal udah sama-sama berkeluarga atau yang satu udah berkeluaga, segera ingatkan. Ingatkan bukan berarti ikut campur, tapi sekedar peduli.

Bukan yang langsung nuduh, tapi ingetkan baik-baik, atau cara paling halus, saat mereka mau jalan bareng segera ajak si cewek untuk bareng sama kamu. Saat mereka mau makan berduaan doang, segera nimbrung biar jadi orang ketiga.

Jangan ngga peduli, karena ketidakpedulian kita saat ada gejala selingkuh di kantor bisa merugikan diri kita juga lho. Suasana kantor jadi ngga asik, kinerja teman kita juga bisa menurun, dan kalau sampe berkelanjutan pasti si pasangan rekan kerja akan menyumpahi kita (dalam hatinya).

7. Niatkan bekerja apapun itu,kembalinya untuk keluarga, bukan untuk yang lain. 

Kalo udah mulai melenceng segera ambil wudhu, sholat atau puasa #goals.

Sebenernya orang yang selingkuh itu tau banget apa yang dilakukannya salah. Kalaupun ngga merasa salah dia tau apa yang dilakukannya ini tidak sesuai norma-norma yang ada di masyarakat, tapi ya mereka tetep jalan, karena saat dua orang jatuh cinta, yang lain emang ibarat ornamen ngga penting yang bisa diabaikan. Makanya ngga ada yang bener-bener bisa mencegah selain diri kita sendiri. 

Ingat-ingat selalu, bahwa kita bekerja untuk keluarga, bahwa rekan kerja kita bekerja juga demi keluarga. 

Emang yang mau kita cari apa. Adrenalin? Rasa deg-deg an?.

Iya sih pastilah itu, pasti hidup berasa lebih bersemangat, pasti hari-hari jadi penuh warna. Tapi seperti kata pepatah, "sepandai-pandai tupai melompat pasti jatuh juga. Sepandai-pandai menyimpan chattingan pasti ketauan juga"

Percayalah bahwa selingkuh , di tempat kerja pula, itu sama saja dengan pup di piring makan sendiri. Ngga akan pernah berakhir indah.

Kalau ketauan atasan bakal dimutasi paling minimal, atau ngga bisa dipecat, mana malu lagi dengan rekan kerja dan tentu saja membuat kebahagiaan orang hancur (meski ini sih jarang dipikirin). 

Apapun alasan dan apapun latar belakang terjadinya selingkuh, even bisa diterima akal, tetep dampaknya ngga pernah baik ke karir kita selanjutnya. Apalagi untuk keluarga, udahlah bisa berabe.Mau dikate itu demi kebahagiaan kita atau apapun, tetap akan ada yg terluka, setidaknya keluarga kita, atau pasangan kita atau pasangan partner selingkuh.

Saya yakin banget nih ngomong gini, pede banget ya ngga bakal selingkuh.

Ngga tau sih, manusia itu tempatnya salah dan lupa. Nulis gini sekalian ngingetin diri sendiri, biar kalau saya melanggarnya, bisa menabok muka sendiri pake tulisan. Nih makan nih tulisan lo. Semoga dengan nulis ini jadi makin bisa menjaga diri, karena jujur aja saya orangnya suka becanda banget sama teman kerja.


Terakhir, banyak-banyak mohon doa biar dijauhkan dari godaan perselingkuhan dimanapun berada. para istri juga banyak-banyak berdoa agar suami-suami kita tetap terjaga hatinya dan kewarasannya.





Working Mom Stories

Tuesday, November 28, 2017



Saya sering nerima pesan baik di Messenger, WA maupun DM Instagram, yang isinya mereka berterima kasih karena saya sering berbagi cerita tentang workingmom stories. Karena kata mereka, di dunia maya, terutama blogger kebanyakan penulisnya adalah ibu yang tidak bekerja kantoran atau istilahnya Stay At Home Mom, sementara mereka ngga relate dengan cerita kesehariannya, makanya seneng baca cerita-cerita saya yang relate sama kehidupan mereka, berasa punya temen cerita katanya.

Hmm, setelah saya pikir-pikir ternyata bener juga. Rata-rata temen blogger saya even dia ibu bekerja, jarang sekali cerita soal dunia kerjanya di blog atau di instagram. Rata-rata ya cerita soal dunia parenting, pengasuhan anak, atau cerita sekeharian yang di luar dunia kerja, dan yang terbanyak ya nulis event-event blogger yang dihadiri.

Saya maklum sih, karena saya dulu juga gitu, males banget cerita soal kerjaan di blog, bahkan dulu ngga nyebut samsek kalau saya kerja di bank apa, paling cuma nyebut saya kerja di bank gitu doang. Bukan karena ngga bangga dengan kerjaan sendiri tapi takut keseleo lidah saat cerita , malah rahasia perusahaan ntar diumbar hahahah, makanya ceritanya ya cerita keluarga aja.

Tapi makin kesini, saya ternyata pun seperti ibu-ibu bekerja di luaran sana, yang pengen cerita, pengen berbagi dan pengen berkeluh kesah soal kerjaan, tapi maluuu. Makanya dulu awal mula colab GesiWindiTalk sama Gesi, kami memang mau ambil point of view yang berbeda. Gesi dari sudut pandang SAHM, saya dari sudut pandang working mom. Kesini-sini saya malah sering cerita sendiri soal dunia kerja.

Karena memang ada banyak hal yang bisa diceritain. Tentang gimana galaunya ART resign, kekhawatiran saat ninggalin anak di tangan pengasuh, pusingnya nyari sekolah di sela-sela tugas kantor, sampe pilihan-pilihan antara ulang tahun anak atau meeting, workshop atau family holiday. Belum lagi soal pergaulan dunia kerja, isu perselingkuhan di kantor, menghadapi atasan, menjaga wibawa di mata bawahan, aaaak banyak banget kan yah yang mau diceritain.

( Baca : Nitipin Anak sama ART?, Ibu Macam Apa Kamu?)

Dan iyes, saya juga belum nemu banyak blogger yang cerita itu sih. Kebanyakan masih di sekitaran anak doang, belum banyak yang ngulik-ngulik cerita kantoran dari sudut pandang perempuan. Makanya saya seneng banget ada yang DM saya bilang bahwa mereka nemu temen cerita, hahahaha. Saya seneng deh beneran. makasi ya kalian yang DM saya.

( Baca : Antara Pekerjaan dan Keluarga )

Untuk ibu-ibu bekerja di luaran sana, yuk kita cerita di blog, siapa tau lho ada ibu-ibu di luar sana yang relate sama cerita kita, atau seremeh terhibur dan merasa ngga sendiri dengan perannya sebagi ibu yang mungkin banyakan waktunya habis di kantor dibanding di rumah.

Untuk kalian yang pengen request tema workingmom stories sama saya, boleh banget, DM atau komen di kolom komentar yah, karena saya punya segudang cerita dunia kerja yang belum diceritain, hahahahah.

Jangan lupa follow IG saya @winditeguh , ada hestek #workingmomstory yang sering saya share. Muuach.


Persahabatan Dunia Kerja

Monday, November 27, 2017



Bagi para pekerja, kantor adalah rumah kedua yg mau ngga mau harus dicintai dengan sepenuh jiwa dan raga. Mau gimana?, kadang waktu yang dihabiskan dalam sehari itu lebih lama di kantor daripada di rumah. Makanya suasana kantor dan orang-orang di sekelilingnya pengennya bener-bener kondusif biar selama di kantor bawaannya hepi dan ngga mutungan.

Saya termasuk orang beruntung lho karena pindah-pindah kantor di beberapa kota dapet rekan kerja asik-asik banget semua.

Sebenernya asik ngga asik itu tergantung kita sih. Kalau kita udah negatif thinking duluan pas masuk kantor pertama kali, bisa jadi dapetnya temen-temen yang nyebelin, tapi kalo dari awal kitanya juga welcome dengan mereka , mudah-mudahan seterusnya jadi enjoy.

Dulu saat penempatan pertama kali di BRI, saya kedapetan penempatan di BRI Unit. Rekan kerjanya udah tua, laki-laki, cerewet banget dan pemarah, wahahaha kombo bangetlah. Saya yang anak baru suka gelagapan kalau udah diperintah-perintah doi, padahal jabatan kita setara hanya dia senior kan yah itungannya.

Karena masih anak baru, segala kerjaan dikasih ke saya semua, tapi untungnya saya kan fresh graduate jadi ya seneng-seneng aja walau kerjaan berjibun. Awalnya saya suka sewot sama blio, suka merepet-merepet sendiri dalam hati, tapi lama-lama saya mikir " Ah wajarlah dia agak nyebelin, dia pasti punya masalah makanya seumur gitu jabatannya masih kayak aku yang baru masuk, ya udah kayaknya dia lebih butuh didukung deh sama aku. Selanjutnya ya di unit malah jadi ketawa-ketawa kalo sore, xixixi.

Yup, karena terkadang orang-orang nyebelin itu ngga sepenuhnya karena ngga suka kita, tapi banyakan karena dia punya masalah dengan dirinya sendiri. Jadi kalo kita malah kepancing jadi bete gara-gara dia kita yang rugi, mendingan kita asikin balik dia, percaya deh, orang-orang kayak gitu cuma butuh dibecandain dan diajak hepi-hepi, :)

Oke, lanjut.

3 bulan di Unit, saya dipindah ke Kantor Cabang, rekan kerjanya udah ibu-ibu, cantik dan cekatan banget. Atasannya bapak-bapak yang lucu parah. Dua tahun kerja sama mereka , saya rela datang pagi pulang malam hahaha sangkin senengnya di kantor. Padahal usianya jauh banget, usia saya itu sama dengan usia anaknya si bapak tapi becandanya kayak sama teman sebaya, makanya si bapak awet muda, si ibu bahagia, sayanya juga hepi.


Kiri Bu Evi, Kanan Kak Martha
Atasan pas di Tebing. Laaf

Dua tahun di Kantor Cabang, saya ikut pendidikan PPS BRI. Dapat teman sekamar cewek super adorable, namanya Deby. Duh dia udah sering banget ya saya ceritain di blog.

Saya dan Deby kebetulan sama-sama sudah menikah, hanya saya belum punya anak, Deby anaknya udah satu masih piyik banget. Jadilah kami dua orang mamah muda jauh dari suami sedang menuntut ilmu. Wah bener-bener bersyukur dipertemukan sama blio, karena selama pendidikan kerjaan saya kan kalo ngga nelfon, nangis hahahaha. Iya, karena awal-awal mutusin ikut PPS ada perasaan nyesel, soale saya ninggalin suami sendirian di belantara kebun sawit Sumatera, jadi ada rasa bersalah banget saat itu.

Karena sama-sama udah nikah jadi dari awal kami bikin perjanjian " Kita saling jaga ya", hahaha bukan apa-apa, karena kan kita pendidikan atas ijin suami jadi ngga boleh mengkhianati kepercayaan mereka , makanya saling mengingatkan kalo ada apa-apa. Termasuk kalau duduk di bis dari hotel menuju Diklat harus selalu satu barisan, biar ngga rikuh kalo misal ada temen cowok yang mau duduk di sebelah kita (tepatnya mau duduk di samping Deby sih hahaha, karena dia kece parah).

Deby my laaf. Tempat curhat dari A sampe Z
Seangkatan, Satu Kanwil pulak penempatan


Penempatan pertama setelah pendidikan dapat di Kantor Pusat. Rekan kerja saya anak lajang semua , satu bapak-bapk, satu mba-mba dan satu ibu-ibu. 

Dulu di Kantor Pusat lucu deh, kan ruangan kerjanya itu bentuknya ruangan gede trus ada kubikel-kubikelnya ya. Jumlah pekerjanya satu Divisi juga ngga banyak-banyak amat, paling sekitar 50-an orang. Suasana kerja di kantor pusat tentu bedalah dengan di kantor Cabang apalagi di BRI Unit. Di sana kan lebih ke monitoring, pembuat kebijakan, jadi kerjaannya itu bener-bener yang duduk di depan komputer, makanya suasana kantornya tuh heniiiing, sampe kalo nerima telfon aja sungkan banget ngomong keras-keras karena bisa kedengeran satu ruangan.

Saya yang kebiasaan kalau ngomong volumenya ngga terkontrol sempet merasa tersiksa, ahahaha, duh ini mau ngobrol sama temen depan kubikel aja bisik-bisik lho, karena ngga enak sama rekan kerja lain.

Dulu saya tuh akrabnya sama mas Gun dan Mas Argi, soalnya duduknya segitiga gitu, di samping saya mas Argi, di depan mas Argi -mas Gun. Jadi kalo cerita walau bisik-bisik tetap kedengeran. Cuma kadang capek juga bisik-bisik, jadi kami suka yang " Ke tangga yuk ngobrol" hahaha. So satu-satu menghilang dari meja, mlipir ke tangga darurat, ngobrol di situ volume suara ngga perlu dikontrol banget, karena ya siapa cobaaa yang nongkrong di tangga darurat.

Ngomongin apa?

Ngga pentinglah, cuma sekalian kayak coffee break gitu kalo bosen di depan komputer.

Tapi, saya ngga lama sih di sana. Setelah mas Gun mutasi, ngga lama saya juga mutasi ke Medan. Bahagianya luar biasa bisa pindah ke Medan, karena selama 2 tahun saya udah LDR-an sama suami Medan-Jakarta, akhirnya bisa ngumpul lagi.

( Baca : Mutasi )

Pindah dari Jakarta, saya jadi AO di Rantau Prapat. Ketemu temannya ya sesama AO. Lagi-lagi temennya anak-anak lajang, masih muda-muda banget, semangat kerjanya masih membaralah.

Dulu tuh model meja kerjanya kayak anak sekolah. Meja kursi model berbaris ke belakang. Nah saya paling depan duduknya, trus berjejer ke belakang, si Rio, Jul, Budi, dan di belakang bang Marbun. Kalau pagi kami punya ritual konyol, saya duduk nih di depan, trus mereka duduk di meja masing-masing, udah komplit saya kasih aba-aba " Lengkaaaap, Berangkaaaat, ngeeeeng ", wakakakaka kayak bocah aja. Karena beneran posisinya kayak naik angkot, saya supirnya, bang Marbun keneknya xixixi.

Yang paling bikin bahagia ya selama di Rantau Prapat, disitu kan kebetulan saya hamil setelah 5 tahun nunggu-nunggu si jabang bayi, jadi mereka tuh yang baik banget, kalau OTS saya pasti ditemenin, soalnya wilayah kerjanya kan serem parah, kebun-kebun kelapa sawit gitu. Pokoke pergi OTS jam 7 pagi, balik kantor udah gelap. Tiap hari. Kalau dipikirin sekarang pasti rasanya capek banget, hamil muda, OTS, jalannya jelek, tapi kok ya saya kuat, hamilnya malah sehat banget, alhamdulillah ya.

Cerita paling lucu tuh saat saya pertama datang. Penempatan dari Kantor Pusat ke Kantor Cabang. Pake high heels, pake blazer, diajak OTS ke kebun sawit yang jalannya super jelek, sakit perutlah di jalan saya. Jalannya yang tanah merah gitu lho, saat itu kemarau, ya udah jangan ditanya abunya gimana.

Kulagi hamil itu. Ini orang2 yang nemenin kalo OTS


Nyampe rumah debitur, karena niatnya cuma bentaran doang, kaca mobil ngga kami tutup, biar ngga panas banget ceritanya. Saat mau pulang, gitu masuk mobil, saya kaget banget, ADA AYAM NANGKRING DI DALAM MOBIL. Aduuuh gila mah itu saya kaget sampe teriak-teriak. Sama bang Marbun diketawainlah. Sumpah itu pengen nangis banget waktu itu. Soalnya di jalan udah kena debu setebel apa, nyampe rumah nasabah ketemu ayam di dalam mobil pula. Beneran ini lucu kalo diceritain tapi pas dialamin, horor.

Di Rantau Prapat ini banyak banget kejadian seru yang saya alami, termasuk dimaki-maki nasabah karena saya salah ngomong. Jadi ada nasabah yang nunggak, pas kebetulan dia lagi berangkat haji. Nunggaknya sih angsuran sebulan yah 2 jutaan gitu, tapi kan kalo di portofolio saya, tunggakannya diitung jumlah pokoknya, pokoknya itu 2 Milyar, jadi mak dudul tunggakan kelolaan saya naik 2 Milyar. Peninglah ya kepala. Padahal saya udah wanti-wanti sebelum dia berangkat haji jangan lupa titipin uang angsuran ke keluarga, atau cadanginlah di tabungan. Ternyata dia ga nitip samsek.

Pulang dari haji, masih nunggak juga, saya datangilah ke rumahnya. Disitu saya ngomong " Bapak usahain bayar dong, harusnya sebelum haji tinggalin duitlah pak, masa kita ibadah tapi malah melupakan kewajiban", kira-kira gitulah kalimat saya.

Eh dia ngamuk, " Ibu jangan gitu ya, jangan kait-kaitkan haji saya dengan tunggakan, saya daftar haji udah sekian tahun yang lalu, jadi jangan ibu anggap uang haji saya dari cadangan uang angsuran kredit, lalalala"

Duh saya pengen garuk-garuk tanah. Kenapa lebih galak doi dari saya, dan saya samsek ngga bilang duit haji dia dari angsuran lho. Tapi ya sudahlah namanya kredit sudah dicairkan itu, bargain ada di nasabah, makanya saya ngalahlah. Ngalah setelah dipaksa temen untuk ngalah hahahah.

Anyway akhirnya saya mutasi maning, ke Kantor Wilayah.

Dapat rekan kerja super gokil. Disitu temen kerjanya masih bawahan saya semua usianya, kabagnya perempuan. Ga ada yang waras sama sekali, semua kalo ngomong, volumenya di 10 kabeh, wahahaha, ngga heran kadang dikira lagi berantem, padahal lagi ngobrol biasa tapi tereak-tereak, xixii. Saya seneng banget pas di bagian ini, karena bawaannya hepi terus.




Ini balapan Belanja. isinya pampers semua, karena anaknya piyik kabeh


Macem ga punya masalah hidup


3 tahun di bagian itu, saya dipindah maning ke bagian penanganan kredit bermasalah. Cuma 6 bulan sih, tapi dapat kabag yang orangnya lucu suka becanda, jadi ya seneng juga. Disitu pokoke kerjaan kita makan-makan aja. Makan is life lah mottonya.


Pas Di Bagian RPKB ini, isi album foto saya makan-makan semua hahahah

Pokoke isinya hepi-hepi terus.

Ngga lama saya promosi dan harus pindah ke Kantor Cabang lagi, saya sempet khawatir. Karena sempet dikasih tau temen saya yang duluan promosi " Win, ntar pertama kali kamu ke cabang, perasaan yang kamu rasakan itu KESEPIAN, soalnya kamu di situ kamu ngga punya temen yang bisa diajak tuker pikiran. Mau curhat ke anggota pasti ngga enak, curhat ke atasan ntar dianggap memble, kuat-kuatin diri deh"

Yaaa dinasehatin gitu kan bikin keder ya.

( Baca : Cerita Mutasi )

Tapi ternyata itu ngga terjadi. Gitu masuk kantor Cabang, ternyata ada 3 Manager yang sudah duluan di situ, jadi saya ngga sendirian hahahaha. Dan ya merekalah jadi temen curhatnyaa. Ya bener juga sih, masa iya pas punya masalah kita curhat ke anggota, kan ngga lucu yah. harusnya mereka dapat motivasi dari kita bukannya dengerin masalah kita. Makanya enaknya ya cerita ke mereka-mereka ini.

Temen sarapan sambil nggosip

Dari nyeritain bawahan, gosipin atasan, sampe cerita ngga penting nyek-nyekan target masing-masing.

" Gila lu ya, lu pendidikan cabang langsung laba, lu ada di sini malah rugi, lu resign aja kenapa"

Ini becandaan paling bener tapi bullying banget hahahaha.

Atau ngga " Win kayaknya lu ada sama lu ngga ada ngga ngaruh deh, mikro bisa jalan tuh tanpa elu, lu ke salon aja sana tiap hari"

Ini candaan paling ngga kelas, huh.

Dari ngomongin kerjaan, ngomongin anggota sampe nyariin jodoh
Geng Sepedaan


Pantes yah kalau ada yang bilang sebenernya enak ngga enaknya kerja itu bukan tergantung target yang diberikan perusahaan, atau tergantung besar kecilnya gaji, tapi kenyamanan bekerjalah yang paling menentukan betah ngga betahnya seseorang di kantornya.

Makanya bersyukurlah kalian-kalian yang dapat rekan kerja nyenengin dan bisa bikin tetap ketawa-ketawa walau semenit yang lalu baru dikeramas atasan. karena itu anugerah no 12 yang harus disyukuri dalam hidup.

Kalian rekan kerjanya asik-asik atau malah malesin?.













Review Hello Kitty Cafe Changi Airport

Tuesday, November 21, 2017


Siapa yang suka Hello Kitty?

Saya sih ngga ngefans-ngefans amat sama kucing cantik ini, tapi gara-gara Icha dan Gesi suka banget sama tokoh Sanrio ini maka kemarin pas jalan-jalan ke Singapura tujuan utama kami gitu nginjekkan kaki di Changi adalah makan di Hello Kitty Cafe yeaaay. 

Hello Kitty Cafe ini adanya di Terminal 3 Changi. Kemarin kebetulan saya landingnya di Terminal 1, jadi mesti pindah terminal menuju HK cafe.

Dari Terminal 1menuju Terminal 3, kita bisa naik Sky Train. Deket banget kok, ngga sampe 5 menit udah nyampe.

Nyampe terminal 3, ntar lurus aja jalan atau lihat map yang disediain . Ntar pasti keliatan cafe mungil yang ada gambar Hello Kittynya di depan.

Baca Punya Mereka juga ya

 Icha  I Gesi

Penampakan Depan



Nyampe di depan kafenya, kesan pertama saya, LUCUUUUUUUUUUUUUU hwaaaa hahahaha, iya kafenya lucu. Jadi dia kayak garden gitu trus banyak ornamen-ornamen yang ada bentuk Hello Kittynya. Yang suka Hello Kitty pasti seneng banget deh ke sini.

Tapi agak di luar ekspektasi saya sih. Saya pikir kafenya tuh yang gede banget gitu, kayak kafe serius, ternyata kafenya mungil dan model terbuka gitu.

Jadi secara penampakan awal, kalau penilaian saya sih kurang elehan, hahahaha. Soalnya saya bayanginnya yang model-model kafe tertutup , pake cahaya keemasan gitu. Tapi okelah, masih tetep lucu karena di sana sini ada Hello Kitty.



Dari Luar

Gitu kita masuk ke dalam, di bagian depan itu, ada rak bentuk kepalanya si Kitty, yang berisi souvenir Hello Kitty, kayak kaos, gelas, keranjang dan boneka-boneka kecil, semuanya pokoke ada Hello Kittynya.



Masih di bagian depan, ada etalase yang nyatu dengan kasir, isinya aneka cake dan gelato. Saya ngga terlalu merhatiin sih, karena beneran udah laper jadi sasarannya adalah makanan berat bukan cemilan,




Ya udah, kami masuk ke dalam, cari tempat duduk, dan pesen makanan.

Oya, FYI, pelayanannya agak lama menurut saya, kami duduk, mba pelayannya ngga yang langsung datangi gitu, soale doi masih sibuk bersih-bersih meja yang baru ditinggalin pelanggan, ya udahlah namanya di negeri orang, kami (saya makudnya karena Icha dan Gesi kayaknya fine-fine aja), sabar menanti sampai mbanya mendekati kami, hahahaha, dan thanks God ngga lama pelayannya ganti jadi mas-mas, dan mas-masnya ramah, laaf (ngga kayak mbanya yang tadi jutek ).

Menu

Ngga lama si mba datang bawa buku menu..





Buku menunya lucuuuuu, kayak diary masa kecil hahaha. Foto-foto di menunya juga menggoda banget sih. Menunya itu samalah kayak menu cafe-cafe pada umunya, ada makanan berat ( main course ), ada snack, dessert dan ada minuman. Pilihannya ngga terlalu banyak sih, tapi cukuplah . Dan FYI yah, semua menunya itu disajikan dengan LUCU PARAH. Semua ada Hello Kittynya dan bikin sayang banget untuk dimakan huhuhu. Ala-ala master Chef gitulah.

Main Course

Menu utamanya ada ayam ada daging dan ada ikan, jadi pilihannya bebas kalau-kalau ada yang ngga suka salah satu. Olahannya ada yang direndang, dikari, black pepper, sama digoreng. Standarlah ya sama menu di tempat lain. Tapi yang bikin unyu itu karena tampilannya super kece. Di tiap piring pasti ada Hello Kittynya, entah bentuk nasinya, entah biskuitnya, jadi berasa anak kecil deh makan di sini.


Main Course
Snack 

Snacknya juga lumayan menggoda.Penuh warna-warni, dan bikin segar mata. Ada Nachos, salad, burger, kentang goreng, dan sup krim gitu. Pengen makan semuanya.


Ini Snacknya. Lucu banget kaaaaan.

Dessert

Kalo dessertnya ada banana split, es krim, yogurt, puding gitulah.


Desser sayang banget mau dimakan.
Seru banget kan yah menunya.

Harganya?

Harganya lumayan mahal, hahahahahahaha. mahal kalo dikonversi ke rupiah sih ya. Tapi kalo kita bandingin tempat makan sejenis di Indonesia ya mungkin beda-beda dikit.

Jadi kayak menu main coursenya itu sekitar 20 sd 50 dolar. Mayan yah.

Kalau dessert sekitaran 10-25 dolaran.

Kalau minumannya di kisaran 5-15 dolar.

Saya awalnya mau pesen Wagyu, tapi pas nanya mbanya ternyata rendang, ya ngapa jauh-jauh ke Singapore malah makan rendang, jadi akhirnya pesen ayam sama nasi, namanya lupa. Harganya sekitar 28 dolaran.


Pas pesenan datang, saya yang mayan kaget karena buseeet ukuran ayamnya guede banget. Beneran itu ayamnya gede banget nget, lebih gede dari ayam boiler, jadi agak eww gitu pas mau makan. Tapi pas dirasain ternyata enaaaak, ya udah abis juga separuh hahahah. Itu ayamnya kayak dikalio (direndang tapi masih berkuah dikit), trus disajikan sama semacam acar/salad . Jadi ada pedesnya ada segernya.

Enak sih menurut saya, mungkin karena laper berat.

Minumnya saya pesen teh pait doang, hahahaha. Soalnya selama berangkat dari Kuala Namu sampe nyampe di bandara tadi , saya udah minum kopi 2 kali, ya masa mesen yang manis lagi. makanya pesen teh doang.

Kirain bakal disajikan pake gelas biasa gitu, ternyata nyajikannya ngga kalah lucunyaaaa.

Teh Tong
Rasa tehnya sih ya so so lah, ngga beda sama teh di kampung sendiri hahahaha. Tapi karena hangat jadi ya enak diminum. Pesen teh dapet biskuit hello kitty juga. Rasa biskuitnya kayak model-model monde-monde gitu, bersusu, dan saya ngga terlalu suka.

Tehnya sekitar 6-7 dolaran. beneran saya ngga inget.

Nah, untuk snacknya, kami pesen satu doang buat bertiga. pesen nachos.

Nachos
Pas Gesi bilang ini ENAK BANGEEEET sambil agak teriak-teriak gitu ( dia memang agak lebay soal makanan), saya sama Icha yang pandang-pandangan. Soalnya enaknya versi Gesi itu beneran harus dipertanyakan. Masa kemarin itu pas kami jalan di Orchard Road, dia beli es krim Mc D rasa jagung dan maksa saya beli karena katanya INI ENAK BANGEEET WIN KAMU HARUS COBA. Padahal ya rasanya biasa banget, ya rasa eskrim pada umumnya, hahaha. Makanya kali ini kami ngga langsung percaya.

Tapi begitu saya nyobain, hahahaha beneran ini mah  rasanya juaraaaa banget, Gesi ngga salah kali ini, kalian harus pesen ini kalau ke sini. Nachosnya gurih, pas dimakan dicampur sama salad-saladnya ini plus mayonaisenya dah enak banget, pecah di mulut. Ini saya ngga lebay, kami bertiga sepakat ini nachos enak pake banget. Laaf.

Udah sih, udah makan segitu aja kenyang banget. Tadinya padahal mau nyobain dessertnya, tapi ngga jadi karena udah kenyang dan mahal.

Totalan bertiga kita makan, kena 1,2 juta an gitu deh. Mayan yah hahahaha, tapi karena emang dari berangkat, kita udah budgetin buat makan di sini, ya udah , oke oke aja.

Besok-besok makannya ngga boleh lebih dari 10 dolar, wakakaka, dasar pelit kau.



Tuh Lihat, gede banget kan ayamnya.

Dekorasi

Udah kenyang, baru deh mata kami jelalatan melihat dekorasi si kafe ini.

Buat Orang Pacaran.
Sama banget yah dengan ayunan di kolam renang The Hills hahaha.

Ini di dindingnya. Tauk apaan ngga merhatiin



Ini penampakan dalamnya. Kecil kan ya

Yang mau makan berdua doang dan malas di dalam, bisa pilih kursi di luar, sekalian lihat orang lalu lalang di Bandara

Photobooth

Oya kayaknya yang punya kafe sadar banget, apalah artinya dekor menawan tanpa photobooth buat pengunjung narsis, hahahaha. Dan yes, di sini ada disediain photobooth khusus buat foto-foto. Kebetulan kali ini temanya halloween.



Duh langsung kebayang Tara sama Divya, pasti hepi banget kalau dibawa ke sini, dan udah bayangin itu balon pasti udah dibawa pulang sama mereka hahaha.

Karena kafe lagi ngga rame jadi ya kami bisa foto-foto sepuasnya. 




Sebelum capcuss dari sini


Begitulah, akhirnya karena udah sore dan masih panjang perjalanan, yo wis kami capcuss dari sini. 

Kesan saya, overall kafenya ini okelah, tempatnya bagus, makanannya enak, spot foto-fotonya banyak. Bisa banget jadi tempat istirahat sebelum lanjut perjalanan atau malah sambil nunggu boarding. Tapi mahal, diungkit terus.

Sampai ketemu lain kali ya kalo gw jalan-jalan lagi hahaha.



Baca cerita aku pas jalan-jalan kemarin yaaa :

Tiga hari Di Singapura



Tentang Kompetisi Best Innovator BRI

Friday, November 17, 2017
Disclaimer : Postingan ini penuh dengan cerita muji-muji diri sendiri. Agak lebay dan sedikit norak. kalau kira-kira ngga suka model cerita seperti itu, plis close daripada nyesel, beneran.





Nyambung postingan sebelumnya nih , baca dulu yah : Air Laut (Biasanya) Asin Sendiri.

Di postingan kemarin saya cerita tentang penjurian lomba Brinovasi yang saya ikuti. Tapi karena kemarin saya merasa inferior parah jadinya isi postingannya hopeless banget, ngga bersemangat, bahkan ga pake ilustrasi dan foto apapun, sanking lagi downnya.

Nah karena sekarang saya udah ngga merasa inferior, jadi nyeritainnya bisa agak tenang nih, sekarang saya mau nyeritain tentang Kompetisi The Best Innovator BRI dari awal sampe akhir, hahahah biar ngga lupa.

Awalnya

Jadi sekitaran bulan Agustus kemarin, saat saya buka e-office kantor saya melihat ada pengumuman lomba gitu. Wah saya yang banci lomba langsung naik nih radarnya, tapi cuma sekedar " Eh ada lomba" udah gitu doang, bahkan suratnya ngga saya buka, karena lagi banyak kerjaan yang lain.

Trus saat saya sedang ngobrol via WA dengan sohib saya Deby, kepikiran lagi soal lomba itu, dan nanya-nanya ke doi. Eh ternyata dia malah udah ikutan, hahahah langsunglah saya semangat. Sama Deby malah dikomporin " Ayo gan, agan harus ikut, agan pasti punya ide "

Lomba The Best Innovator BRI itu maksudnya  kompetisi mencari ide-ide inovasi yang bisa diterapkan di BRI, skalanya untuk internal doang, khusus pekerja BRI. Ini acara rutin tahunan sih, tapi formatnya beda-beda tiap tahun. Beberapa waktu lalu lombanya bukan berupa ide bebas gini, tapi ditentukan segmen bisnisnya, kemudian kita kasih ide yang bisa dikembangkan. Saya ikutan, dan menjadi salah satu pemenangnya.

Nah tahun ini lebih menarik karena tema ngga dibatasi, jadi lebih bisa bebas gitu ngasih idenya, ah saya mah seneng banget kalo dikasih kesempatan beginian, xixixi.

Tapi pas lihat deadline, lho kok deadline tinggal 2 hari lagi, waaa waaaa panik mode on. Brb bikin konsep, didiemin semalaman, eh besoknya ngerasa konsepnya basi. Mikir lagi, sambil tiduran, tiba-tiba kayak dapet wangsit dan brb WA Deby lagi.

" Agaaan, ane punya ide nih, lalalalala jelasinlah dari A sampai Z, berapi-api" Via Wa jam 12 malam, ngoceh sendiri, padahal udah tau sohib saya ini pasti udah tidur, oke ntap, dasar orang reaktif ngga bisa nunggu besok ya bu, hahahaha.

Ngga bisa nunggu besok banget ya bu?
Ngga bisaaaaa


Besok paginya, dibaca doi, nanya-nanya gimana-gimananya, dan disemangatin lagi, ayo kirim gan, hari ini juga harus kirim, karena deadline ntar malam.

Kebiasaan ya sis, ikut lomba mefet deadline.

Abis ngerecokin Deby, ane ngerecokin grup WA geng Cinta. Minta dikoreksi dan divalidasi, ini penting karena saya pengen tau sebagai orang awam non pekerja bank, mereka bisa merasa bermanfaat ngga idenya saya itu. Kan ngga lucu ya, udah semangat ngirim ternyata tiada guna, halah.

Sama Icha, Gesi dan Nahla, terutama Icha dikritisilah dari segala sisi, sampe akhirnya saya bisa ngeliat kelemahan-kelemahannya dan diperbaiki dulu.

Setelah yakin oke, langsung isi form pendaftaran, dan Send. Huuuft, selanjutnya lupakan, hahahah gitu kan yah katanya.

Karena skalanya nasional, alias seluruh unit kerja BRI, maka tahap penilainnya berjenjang, mulai dari seleksi cabang, wilayah, sampe finalis nasional.

Seleksi Cabang, saya keluar jadi juara 1, seneng dong yah, tapi masih biasa.

Seleksi Wilayah, menang lagi juara 1, mulai seneng nih, hahaha. Akhirnya terkumpul 1675 ide seluruh Indonesia.

Masuk Finalis

Sebulan kemudian, dapat surat dari Kantor Pusat, bahwa saya masuk jadi 21 finalis The Best Innovator, dan diundang untuk presentasi ke Kantor Pusat di Jakarta, aaak seneng banget. Seneng karena masuk jadi finalis berarti semakin dekat untuk jadi salah satu pemenang, dan seneng kedua, karena berarti bisa jalan-jalan dong ke Jakarta hahahah. Karena biasanya kan ke Jakarta beneran urusan dinas yang serius gitu, yang ada ujiannyalah, kalau kali ini kan acaranya walau serius tapi bisa dibawa santai.



Pas lihat agenda acaranya juga ngga padet-padet amat, jadi malah bawa anak sekalian.

Pengarahan Direksi

H-1 penjurian, ke-21 finalis yang berasal dari Sabang sampai Merauke dikumpulin dulu nih di Kantor Pusat, dikasih pengarahan materi seputar inovasi oleh Direksi. Wah seneng banget, karena biasanya direksi BRI tuh kalo ngasih wejangan suka keren-keren banget. Saya selalu yang terbakar semangat kalau mereka ngomong, yaiyalah ya kalau ngga gitu ngga mungkin dong yah mereka jadi direksi.

Nah, materi si bapak juga keren abislah. Intinya bahwa BRI tuh berharap bahwa yang namanya inovasi itu bukan hanya sekedar menjadi ajang lomba tahunan tapi harus menjadi DNA para insan BRI, karena dengan semakin cepatnya perubahan yang terjadi , selalu dibutuhkan ide-ide dan terobosan baru untuk mengikuti kebutuhan nasabah.

Oya FYI, memang di BRI sendiri budaya kerjanya udah diubah lho, sekarang ada point inovasinya. Jadi lomba best innovator ini bukan sekedar ceremonial tetapi diharapkan ya jadi budaya kerja bagi para pekerja BRI, laaaf.

Materinya keren banget, ntar saya tulis terpisah deh, karena kalian wajib tahu biar saya ngga sia-sia dapet wejangannya, hahaha.

Abis Pengarahan dari Bapak Indra Utoyo (Direktur DBT BRI)
Bersama 21 Finalis



Kunjungan ke BRI Inovation Center

Selesai pengarahan dari direksi, ngasi ucapan selamat ke para finalis, pemberitahuan jadwal penjurian yang akan dilakukan besok hari, kriteria penilaian lalalala, foto bersama, trus para finalis diajak mengunjungi Inovation Centernya BRI.

BRI Innovation Center ini letaknya persis di Kantor Pusat BRI. Bagi orang-orang Kantor Pusat tiap hari mah bisa ke sini ya, bagi saya yang notabene penempatan di Medan, dapat kesempatan gini ya hepi banget. Langsung pencilakan di dalam, penasaran gimana sih di dalamnya.

Ternyata emang keren banget ya. Jadi saat masuk, kita bakal disambut dengan layar gede dimana disitu akan diputar film pendek sejarah BRI mulai dari berdiri. Jadi ceritanya BRI itu dulu awalnya dari kas Mesjid di Purwokerto lho. Berawal dari gagasan Raden Bei Aria Wirjaatmadja untuk mengentaskan kesulitan masyarakat pribumi kala itu yang hidupnya njomplang banget dengan Belanda. Maka dimanfaatkanlah kas mesjid untuk dipinjamkan ke masyarakat secara bergilir. Abis dibayar dipinjam orang lagi, begitu seterusnya.  Lama-lama jadilah bank dengan nama De Poerwokertosche Hulp En Spaarbank en Inlandsche Hoofden. Atau Bank Bantuan dan Simpanan Purwokerto.

Videonya bikin terharu deh, karena bekground musiknya mendayu-dayu gitu.

Abis nonton, kita dibawa masuk dan ditunjukin semacam bank Hybird. Jadi ada meja gde, trus ada semacam kartu-kartu yang ada kategorinya (pinjaman, simpanan, teras, investasi, layanan prioritas, dll) yang kalau kita letakkan di meja maka akan berpendar trus wups muncul deh tulisan-tulisan yang bisa disentuh trus muncul info lainnya. (mirip kayak yang ada di Art Science Museum Singapore )

( Baca : Tiga  Hari Di Singapura )



Trus, ada bilik tempat kita mengemukakan ide-ide kita.

Jadi di bilik ini ada kameranya. Kita bisa merekam sendiri sambil ngomong apa saja ide yang mau kita sampaikan ke pihak manajemen. Ntar setiap bulan, Divisi Transformer banking akan menyelekasi ide-ide yang masuk dan dipilih ide terbaik yang akan mendapatkan hadiah. Selain itu ide-ide yang bisa diaplikasikan akan dibuat BRSnya untuk diusulkan ke Divisi terkait. Cool yah.

Lalu kami dibawa ke ruangan lain yang isinya layar lebar lagi. Berbeda dengan pas masuk tadi, dimana isi video adalah sejarah BRI, maka di sini videonya menunjukkan gimana ntar BRI masa depan. Wih canggih bangetlah, dimana bener-bener ntar segala transaksi itu tanpa batas banget, dan based on technology, digital, dan sangat modern. Aamiin semoga segera nyampe ke sana.

Nah, gitu deh kira-kira isi Brinnovation centernya BRI. Jadi memang budaya menciptakan inovasi itu bener-bener lagi ditumbuhkan ke para pekerjanya. Wow, bahagia deh melihatnya.

Foto Lagilah buat rame-ramean :)


Setelah acara kelar, saya balik ke hotel.

Penjurian

Besok paginya adalah jadwal penjurian. Ke 21 finalis dibagi menjadi 3 kelompok. Ada kelompok Incremental, Adjacent, dan Breaktrough.

Kategori Incremental itu untuk ide-ide yang merupakan re-engineering business process dari yang susah ada.



Adjacent itu untuk ide-ide yang merupakan existing produk tapi marketnya baru.

Sedangkan kategori breaktough untuk ide-ide yang new product, new market, dan disruptif.

Dan ternyata ide inovasi saya masuk kategori Breakthrough, hahaha, kusenang.

Coba lihat pengertiannya yuk kenapa masuk kategori Breaktrough


Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.
Nah memang ide saya itu sesuatu yang baru sih, beberapa regulasi bahkan agak dilanggar, makanya saya deg-degan banget pas mau presentasi, takut dipatahin karena ada yang melanggar ketentuan yang selama ini sudah ada. Tapi, saya ngga bisa nyeritain apa idenya secara detail di blog, karena ya kan lahacia. Tapi yang pasti bukan sesuatu yang wow banget tapi saya rasa bakal membantu nasabah dalam bertransaksi.

Ok lanjut.

Penjuriannya dibagi 3 tim dengan masing-masing tim terdiri dari 4 juri. 3 orang dari internal BRI yaitu Kadiv, satu orang dari eksternal.

Salah satu Kepala Divisi yang nguji saya tuh Kadiv TSI, wow seru kan, karena blio pasti langsung bisa menilai soal implementasinya secara system. Dan yang dari pihak eksternal, seperti yang saya ceritain di post sebelumnya, dari Tokopedia cuy. Saya excited banget.

Ini CV Jurinya gan, Kece parah kan yah


Karena ya Tokopedia itu kan bergerak di ekonomi digital banget kan, jadi pas dengan ide saya yang inline sama 3 pilar ekonomi jaman now yaitu Digital economy, sharing economy, dan keuangan inklusif.

Pas penjurian tuh, saya yang semangat banget menjelaskan. 3 Kadiv yang dengerin juga banyak nanya ini itu. Nanyain kalau begini gimana, kalu begitu gimana. Ini ada risikonya nih, mitigasi kamu gimana, lalalala, seru deh.

Pas di bagian pemaparan sosialiasasi ke masyarakat, saya kan ngusulin ntar pake jasa influencer, ya blogger, selebgram, youtuber, sekalian saya sebutin nama-nama influencer yang bakal saya gandeng plus rate yang harus dikeluarin BRI, kenapa mereka, gimana mekanismenya, briefnya gimana lalalalala, ya fasehlah kan ane nyemplung disitu ya kaka, hahahahahaha.

Nah, si Ibu Kadiv langsung tertarik gitu, dan komen " Wah ini bisa jadi satu makalah sendiri nih soal influencer ini" xixixi.

Saya nyamber dong yah " Oh kalau ini usah pernah saya jadiin makalah bu dua tahun lalu, pas lomba call paper BRI, dan kebetulan jadi pemenang juga, dan saat ini udah diimplementasikan kok walau belum maksimal.

Kan kan, seru kan yah penjuriannya. Saya dong jadi tambah semangat.

Tapi ada satu juri yang dieeeem aja, ya si bapak Tokopedia. Doi sibuk ketak ketik di laptop macbooknya yang kece (orangnya juga kece), saya sampe membatin, " Ini ngga mau nanya atau gimana yah"

Saat akhirnya slide presentasi saya abis, barulah dia nanya.

Kalimat pertamanya " Hmmm, ide kamu ini beautiful banget lho kalo sampai diimplementasikan"

Yes , kata saya dalam hati



" Tapi ada yang ngga sinkron disini"

Deg-degan

" Coba kamu sampaikan ide ini dalam satu kalimat, intinya aja"

Wets saya diem sesaat, karena agak kaget. tapi ya udah lah ya saya jawab.

Trus dia lanjut " Ini bisa banget dilaksanakan tapi ngga match, ada beberapa hal yang nabrak antara ide dengan tujuan, antara tempat dan sasaran nasabahnya, lalalalalala"

Yang semuanya yang dia bilang itu bener banget, ngga kepikiran sama saya, dan sepertinya juga baru kepikiran sama juri lainnya.

Saya langsung pengen kempis dan menghilang. Ngerasa " Duh iya ya, kok gw bego sih, kok ngga mikirin itu sih, kok kelupaan sih, kok kok yang lain"

Tapi yah namanya lagi presentasi, tetep dong yah berargumen, ngasi penjelasan, ngasi solusi lalalala, tapi intinya ya dia bener dan gw salah.

Saya ngakui banget, makanya langsung sedih.



Trus juri yang lain melihat saya yang mukanya mungkin berubah gitu langsung kasih semangat

" Lho mba, kamu jangan patah semangat, namanya ide itu memang harus divalidasi terus, ada yang salah kita perbaiki, ada yang ngga pas kita cari yang pas gimana, lagian namanya ide ngga harus langsung diimplementasi lho, bisa dikembangkan dan nemu formula yang pas nantinya"

Huhuhu, iya deh paaak, saya laaf dengan kata-kata bapak, tapi saya jadi merasa butiran debu.

Akhirnya waktunya habis, dan saya pamit keluar. yang tadi pas awal masuk udah niat pengen foto bareng langsung ambyar, males banget.

Dan yah gitu, pulang dari situ, saya balik hotel, males-malesan, curhat sama Debi dan geng gong, menyesali kebodohan diri sendiri. Dihiburlah sama Deby " Gan, paling semua peserta digituin gan, namanya juga juri, biasa itu gan " . tapi tetep sedih, ya udahlah capcus pergi ke Bandung, mau jalan-jalan aja sama Tara biar ngga kepikiran lagi.

Lupakan lupakaaaan.


Pengumuman

Nah saya beneran udah ngelupainnya kan. Karena tiap keinget saya langsung sedih, hahahaha, saya agak lebay karena saya bener-bener pengen ide saya diimplementasikan, makanya sedih.

Udahlah, mulai nyusun rencana Trip bareng sohib saya Gesi dan Icha. Itu cuma jarak seminggu banget soalnya. Pulang ke rumah, besoknya balik kantor, nyelesain kerjaan yang ditinggal 3 hari, trus nyiapin koper untuk holidey yeaaay.

Eh malam sebelum pergi holidey, tiba-tiba dapet pengumuman di grup Innovator, kalau saya masuk jadi 10 besar, wohooooooo. Kusenang banget.



Senang karena udah ngga berharap sama sekali lagi. Udah nganggap ide saya kemarin sampah bangetlah. Makanya langsung norak bikin status hahahaha. ga apa ya, saya kan gitu, ada apa-apa nyetatus xixixi.

Urutan pemenang belum tau sih, baru dikasih tau 10 besar secara acak, ntar pengumuman resminya pas ultah BRI Desember nanti.

Kalian tau kenapa saya hepi berat?

KARENA HADIAHNYA KECE PARAH

Saya berdoa aja semoga panitia ngga berubah pikiran soal hadiahnya hahahaha.

BRI ngga main2 ngasih hadiah hahahah


So, begitulah, saya lagi hepi berat. Ntar pas ultah BRI ke 10 finalis bakal diundang gala dinner di kantor Pusat dan diundang di acara ultah di Kantor Pusat juga, yang artinya SPJ lagiii horeeeee, hahahah norak parah.

Saya udah ngga deg-degan soal urutannya sih, mau juara berarapun saya udah hepi aja.

Dan ini bener-bener ngga lepas banget dari dukungan sohib-sohib kesayangan saya Debi buat. dan geng gong yang udah bersedia saya recokin di WA dan samsek ngga nganggap ide saya basi atau cemen. i laf yu lah pokoke.

Btw, plis plis doain gw masuk 3 besar dong fren, hahahaha.

Ayo semangat Brinovasi







Custom Post Signature