6 Hal Yang harus Dilakukan Saat Mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Sunday, September 11, 2016
Apa Yang harus Kita Lakukan Saat mengalami Kecelakaan Lalu Lintas?

Jadi, seperti yang kemarin saya ceritakan disini, minggu lalu kan saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Alhamdulillah ya saya ngga kenapa-kenapa, cuma mobil saya aja yang penyok. Tapi sedihnya, yang nabrak saya harus dirawat di rumah sakit.

Nah, pasca kejadian ternyata ada beberapa hal nih yang harus kita ketahui saat kita mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan.

Yang namanya di jalan raya, memang pasti ada aja risikonya, kalau udah ngalami yang namanya kecelakaan, mau kita benar mau salah, ternyata ada proseduralnya lho frend, dan ini perlu diketahui, biar (amit-amit jabang bayi sih, semoga ngga pernah mengalami, tapi siapa tahu ya kan) kalau suatu saat lagi naas kita tahu apa yang harus dilakukan.




1. Wajib Berhenti

Saat terjadi benturan, mau kita nabrak atau ditabrak, kita wajib berhenti. Kayak saya kemarin tuh, kejadiannya kan saya ditabrak dari belakang, sayanya ngga apa-apa tapi yang nabrak saya jatuh dan kesakitan. Sebenarnya kalau mikirnya singkat sih, udahlah jalan terus aja toh, dia yang salah, daripada ribet gitu ya. Tapi, jangan pernah berpikiran begitu yah. Karena yang namanya kecelakaan kan ngga ada yang mau, maka saat terjadi tabrakan demikian, apapun ceritanya, kita wajib mengehntikan mobil kita. dan jangan lari.

Karena apa?

Karena kalau kita lari, bisa terkena pasal tabrak lari, makin berabe.

2. Jangan Emosi

Ini agak susah sih ya, apalagi posisinya kita yang ditabrak. Tapi ngga boleh gitu, jaga emosi, berfikiranlah dengan tenang. Segera pinggirkan kendaraan kita. Kalau kondisi ngga parah-parah amat segera hubungi keluarga terdekat kita.

Kalau saya kemarin, begitu kejadian, setelah meminggirkan mobil, langsung nelfon suami.

Kenapa?

Tujuannya agar kita bisa lebih tenang tadi. Kalau sendirian pasti kita gamang dan panik, tapi kalau ada orang dekat kita, mudah-mudahan kita jadi lebih tenang menghadapinya.

3. Lihat Kondisi Korban, Lakukan Pertolongan

Setelah itu, segera turun dari kendaraan kita dan lihat kondisi korban. Korban disini artiannya adalah yang mengalami luka, atau sakit karena kejadian tadi yah. Soalnya kalau di kepolisian pengertian korban itu beda. Kalau kayak kejadian saya kemarin, yang dianggap korban itu adalah saya, karena saya pihak yang ditabrak. Dibedain yah.

Kalau korbannya kenapa-kenapa, kesakitan, luka, berdarah atau apapun, segera lakukan pertolongan pertama. Kalau masih bisa dibawa ke rumah sakit, segera bantu dan bawa ke rumah sakit terdekat.

Kemarin, begitu saya keluar dari mobil, awalnya saya dan si pengendara motor yang saling menyalahkan gitu.
" Ibu tadi berhenti mendadak" katanya

" Ngga ah, kamu yang naik motor kencang, dan harusnya jaga jarak" itu pembelaan saya.

Tapi kemudian saya langsung mikir sih, ngapain juga saling tuding, yang namanya manusia pastilah punya insting membela diri, kalau udah begini mah mending serahin ke polisi aja buat menyelidiki siapa yang salah. Tapi saat itu yang terpenting tolong dulu korbannya.

" Udahlah dek, nanti aja ngomongin siapa salah siapa benar, kamu yang sakit apanya nih"

" Ini kaki saya bu, sama kepala saya"

" ya udah, kita bawa ke RS aja ya, masih sanggup kan"

Karena saat itu yang memakai mobil ya saya, jadi mobil saya juga yang dipakai untuk membawa korban ke rumah sakit.

Sampai di rumah sakit, segera ke UGD, berikan informasi yang benar ke pihak rumah sakit, biar mereka ngga salah menangani. Kalau si korban masih bisa ngomong, langsung suruh tanyakan ke korban, dimana bagian-bagian yang sakit, terbentur, atau yang keseleo.

Oya, kata teman saya yang orang rumah sakit, jika terjadi kecelakaan lalu lintas, sebaiknya korban kita bawa ke rumah sakit Bhayangkari saja kalau memungkinkan. Soalnya kalau di RS Bhayangkari, urusan jasa raharja dan laporan polisi lebih ringkes karena ada petugas yang lansgung menangani.

Tapi, kemarin sih saya bawa ke RS biasa aja.

4. Lapor Ke Kepolisian

Nah, setelah korban mendapat pertolongan, kewajiban kita selanjutnya adalah melapor ke kepolisian. Karena ini adalah kecelakaan lalu lintas, maka melapornya ke unit laka lantas yang ada di polres terdekat sesuai wilayah kejadian.

Kemarin sih saya ngga ngerti, jadi asal aja ke unit laka lantas yang saya tahu, ternyata beda wilayah. tapi ngga apa, masih bisa dilayani juga kok.

Nah saat lapor ke kepolisian ini ternyata ada beberapa surat-surat yang harus dibawa, kemarin sampai bolak balik karena ngga ngerti. Surat-suratnya itu antara lain :

Surat keterangan damai antara si penabrak dan yang ditabrak.

Ini diperlukan kalau memang kita niatnya bukan untuk memperkarakannya. Isinya standar aja sih kayak surat keterangan biasa "

" Pada hari ini, ... Tanggal ..., pukul .... telah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan..... km.......
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Pihak Pertama( tertabrak)
Nama :
Alamat:
No.KTP:
Pihak Kedua (Penabrak)
Nama:
Alamat:
No.KTP
Dengan ini sepakat untuk berdamai dan tidak akan melakukan tuntutan apapun di kemudian hari.
Trus ditandatangani kedua belah pihak di atas materai. kalau ada uang damai, ditulis juga jumlahnya disitu,Kalau ngga ada ya ngga usah.

KTP, SIM dan STNK

Jangan lupa untuk membawa surat-surat tersebut. kalau yang melaporkan bisa kedua belah pihak, ya bawa masing-masing. Kalau ngga, ya kita mintakan dulu ke penabrak  untuk kita bawa, foto copy juga bisa kok.

5. Memberikan Keterangan terkait dengan Kejadian Kecelakaan.

Jadi, nanti di kantor polisi, prosedurnya itu kita melapor, ditanya-tanya kejadiannya gimana, kapan, tanggal berapa, jam berapa , dimana, kronologisnya. Mereka tuangkan ke dalam semacam surat laporan. Nah ntar salah satu tanda pengenal asli kita harus ditinggal, entah SIm atau KTP. Sim sih biasanya.

Setelah dapat surat keterangan lapor, lalu akan diperiksa oleh yang namanya Juper (Juru Periksa). Oleh juru periksa ini bakal dibuatkan Berita Acara laporan kecelakaan. Kembali kita bakal ditanya kronologisnya, trus disuruh juga gambarin lokasi kejadian tepatnya. 

Sebenarnya, kalau prosedur yang seharusnya, kita melapor, trus polisi harus ke tekape untuk olah tekape. Tapi karena kemarin kecelakaannya udah hari kemarinnya dan pihak kedua keluarga udah damai, jadi olah tekape tidak dilakukan, karena tidak ada yang mau menuntuk atau gimana.

Kalau udah diperiksa dan memberi keterangan, nanti bakal keluar semacam surat gitulah, isinya ya keterangan dan kronologis yang kita informasikan tadi.

Nah surat dari kepolisian ini bisa digunakan sebagai dasar untuk mengklaim asuransi Jasa raharja yang merupakan hak para pengendara dan pengguna angkutan. Bisa juga digunakan untuk mengkalim asuransi kendaraan jika kita memilikinya.

5. Lapor ke Jasa Raharja

Setelah itu bawa surat tersebut ke kantor jasa Raharja. Sebelumnya biar cepat, hubungi dulu rumah sakit tempat korban dirawat, mereka akan memberi contact person yang bisa dihubungi yang memang udah biasa mengurusi pasien di rumah sakit itu.

Oya, FYI, untuk korban kecelakaan lalu lintas, biaya perobatan, kalau tidak ditanggung pribadi, maka prosedurnya memang harus ke jasa raharja dulu, ngga bisa langsung ke BPJS.

Soalnya kemarin keluarga korban juga sempat yang bingung gitu.

Kenapa kami yang repot urus jasa raharja padahal saya ngga dirawat?

Karena keluarganya minta tolong ke kami. Yang mana si pengendara motor itu keluarganya jauh di Kalimantan, yo wislah kata suami saya, menolong orang itu wajib hukumnya kalau mampu. Yuuuks.

Di Jasa raharja nanti dapat surat lagi, Ngga baca saya isinya kemarin apa , udah terlalu pusing dengan beban hidup, halah.

6. Ke BPJS / Rumah Sakit

Setelah dapat surat dari jasa raharja, lalu bawa surat itu ke rumah sakit/BPJS. Ni saya agak siwer, gimana seharusnya, soale kebetulan di rumah sakit tempat si korban dirawat itu kemarin gabung sama kantor BPJS.

Pokoke intinya mah, biaya perawatan bakal dibayar oleh jasa Raharja dulu. Dalam hal ini, karena korbannya dirawat di RS, maksimal klaim sebesar Rp 10 juta, bisa kurang dari itu. Kalau biayanya lebih besar dari yang bisa diklaim ke jasa raharja, maka sisanya baru ditanggulangi BPJS, CMIIW, ya.


Kalau kita ogah rempong, trus mau membayar biaya perawatan pakai dana sendiri juga boleh. habis itu baru reimburse ke jasa raharja. Gitu katanya.

Pyuuuuuh udah deh, secara prosedural kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan taat hukum sudah kita laksanakan.

Kemarin rempong banget dah urusannya. Ngga ribet sih, ya alurnya cuma kayak yang saya sebut di atas, tapi makan waktunya itu booooo. Saya kemarin kelar semuanya sampai 3 hari sendiri.

Dan alhamdulillah, si pengendara motor yang dirawat kemarin udah keluar dari rumah sakit. Sekarang tinggal mikirin memperbaiki mobil aja.

Pesan saya sih friends, hati-hati bangetlah kalau di jalan. Apapun ceritanya, kalau udah kecelakaan, mau benar mau salah udah ngga penting lagi. Mau kita benar trus ngoton-ngototan dan kita menag pun, kalau sampai ada korban, apalagi sampai korban jiwa, semua itu ngga ada artinya sama sekali.

Pesan saya juga buat pengendara motor, plis plis atuhlah, jaga jarak juga sama mobil di depan. Kami sebagai pengendara mobil kadang suka serba salah. Ditabrak salah, apalagi nabrak, wualah. Pokoke kita sama-sama hormati sesama pengguna jalan lah ya. Bukan apa-apa, kalau pengendara mobil itu, kalau ada apa-apa kemungkinannya palingan mobilnya yang penyok, tapi kalau kendaraan sepeda motor bisa bahaya banget.

Gara-gara kejadian ini saya langsung parnoan di jalan, Langsung takut juga suami kenapa-kenapa, soale suami kan sering ngantor pakai sepeda motor. 

Tapi apapun itu, jika terjadi kecelakaan di jalan, keselamatan korban yang terluka harus kita nomorsatukan dulu dibanding ketebelece yang lain. Karena yang namanya nyawa ngga akan bisa tergantikan.

Nah itulah beberapa hal yang harus dilakukan saat mengalami kecelakaan lalu lintas. Semoga ngga perlu harus menjalani 6 prosedur yang saya tulis di atas ya.

Semoga bermanfaat dan hati-hati dalam berkendara ya teman semua. 


24 comments on "6 Hal Yang harus Dilakukan Saat Mengalami Kecelakaan Lalu Lintas"
  1. Klo boleh tau yang nabrak tanggung jawab buat benerin mobil mba ga?kan yang salah blio juga?atau sepenuhnya mba yang keluarin?
    Jadi pelajaran juga sekarang saya kalau nek motor juga mending lambat asal selamat ambil jalur kiri biar ga diklaksonin sama yg blkg klo ambil kanan :)
    Semoga lekas beres y mba segala urusannya, keep smile ^^

    ReplyDelete
  2. Nah itu versi tabrakan dikotanya mba. Kalau disini beda lagi. Yang nabrak itu kalau ngk lari lansung dibakar masa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampuun serem amat. Masa dibakar sih.kalo gitu mending kabur dulu

      Delete
  3. Haduh... ribet ya prosedurnya. Semoga gak pernah ngalamin. :(

    ReplyDelete
  4. Wah infonya lengkap...makasih sudah sharing ya Mba, jarang yg nulis tentang ini..kadang bawaanya panik lupa apa yg harus dilakukan :)

    ReplyDelete
  5. Makasi mba infonya. Duuh rempong aseli beneran. Apalagi klo di sini (Bakasi atau jakarta) belum apa apa mobil mba mungkin udah digeruduk orang

    ReplyDelete
  6. Ribet memang, tapi untuk menambah wawasan dan pengalaman, prosedur itu sebaiknya kita ikuti ya.
    jadi nambah ilmu nih, makasih mba Windi

    ReplyDelete
  7. wah penjelasan prosedurnya lengkap di sini , keren mbak

    salam kenal saya anak baru belajar nge blog ^_^

    ReplyDelete
  8. Mau nanya dong mba, klo ngurus ke polisi gitu bayar gak ya? sampai berapa besar? karena denger2 kan klo ngurus ke polisi malah kayak kena palak gitu

    ReplyDelete
  9. Nice share Mbak Windi...
    dari rentetan kejadian..keliatan banget si mbak very very nice person...
    soalnya kalo pengalaman saya sih... DI tabrak angkot ngebut dari belakang, ampe pengaman bamper belakang bengkok terus neken bamper ampe retak...hadeeehh...

    Saya berhenti....terus keluar mobil, What I do ?
    saya deketin tuh sopir angkot...begitu saya mau mrepet dia udah menghiba-hiba, terus saya bilang " jadi Gemana nih? bisa ganti kerusakan? ..lah dia malah keluarin dompet terus dia bilang...Gemana ya bang.. baru keluar narik, ni baru dapat 35 rebu... "" ketepok plaakkkk..!!!

    weleh.... nggak bisa bilang lagi.... terakhir kata " Ya abang lain kali bawa angkot gak usah ngebut-ngebut ngejar setoran...kalo rezeki nggak kemana... > Iya bang, iya bang...maaf ya bang... kata si sopir

    Balik kanan deh.. tapi masih dongkol di hati lihat bamper ya retak... mana asuransi baru abis belum diperpanjang.... Mumet mumet dah...

    Tips, waspada ANGKOT jika berkendara ... hehehhe



    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Mbak mau nanya dong ane barusan aja sehabis jatuh dari motor Verza (Jadi rusak lumayan parah deh motor Verza ane dan ane juga luka) jadi korban oleh seorang Mahasiswa ISIIP yang menghindari razia di daerah pasar minggu pagi ini dikhawatirkan mahasiswa tersebut tidak tepati janjinya dan ganti rugi untuk perbaikkan motor -+ 1,3 Juta an ?

    ane udah dapet in kartu mahasiswa, no whatsapp, nomer plat kendaraan dan wajahnya pun ane foto misalnya dikhawatirkan dengan biaya tersebut mahasiswa yang bersangkutan tidak membayar full atau bahkan tidak membayar sebagian ?

    saya berencana ingin melaporkan dan memperkarakan peristiwa tersebut ke ranah hukum apabila dia tidak membayar dan prosesnya bagaimana ya kalau saya ingin memperkarakan kasus ini

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laporkan aja ke polisi bag satlantas. Nanyi diproses. Tp kalo masalah hukumnya ane kurang paham gan. Palingan si prnabrak dipanggil kepolisian dulu

      Delete
  14. halo mbak windi. kemarin saya juga baru kejadian. makanya jadi tertarik mendalami masalah ini. mobil dan motor yg tabrakan kmrn tidak disita laka? kalau iya, berapa hari? trims

    ReplyDelete
  15. Mbak...saya barusan sama senasib sama mba..mobil saya di tabrak dari arah berlawanan oleh motor yg oleng karena kesengol oleh mobil di depan saya yg hendak nyalip..
    Kebetulan yg nabrak mobil saya itu anak kecil lum punya sim..sedangkan mobil saya dan motor di bawa ke polres..si anak kondisinya patah tulang tapi dah dioperasi hari itu juga...yg saya tanyakan bagaimana caranya mba mgambil mobilnya lagi di polres?? Dan gimana caranya agar
    kasusnya ga dilanjutkan cukup di polisi aja? Sedangkan pihak anak dan saya dah damai..karena ortunya sadar yg salah anaknya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. bikin surat damai antara mba dan anak itu. kalo ada uang danainya juga ditulis. bikin ba kronologis di kepolisian. gitu aja aku kmrn mba, mobilku ga ditahan dan motor dia jg ga ditahan

      Delete
  16. Mbak Windy bijak sekali ya, sepertinya selalu memikirkan orang lain. Salut dengan reaksi tetap membawa yang terluka ke rumah sakit padahal dia yang salah. Kebanyakan orang mah tinggal aja, toh salah dia juga kan. Terus aku baru tahu lho kalau ternyata RS bhayangkari udah diurusin kalau persoalan lapor melapor. Paling males kalau udah ada urusan lapor sih, tapi butuh buat klaim asuransi mobil, gimana ya.

    ReplyDelete
  17. Mau nanya jg dong mba, anak saya td sore lg naik gojek ditabrak sama grab mobil dari blkg,anak sy dan tukang ojeknya jatuh,lalu supir grab turun dan melihat kondisi anak saya yg lecet lalu memberikan uang 50rb, dan diminta nomor WA nya sama tukang ojek,lalu setelah magrib saya WA ngasih tau anak saya udh dari dokter dan tukang urut mengeluarkan biaya 200rban, kemudian supir grab bilang bemper mobilnya jg rusak klo dibenerin katanya biayanya 2jtan, kira2 baiknya gmn ya mba? Makasi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature