Suami Nyebelin

Thursday, June 1, 2017



Halo ibu-ibu dimanapun kalian berada.

Kalian pernah sebel ngga sama kelakuan suami. Sebel level males ngomong sama blio sampe level sebel dan pengen nyanyi lagu Betharia Sonata " Pulangkan saajaaaa aku pada ibuku atau ayahku, uwo uwo uwo "

Kalau saya?

Pernah banget 

Adaaa aja gitu hal yang menyebalkan dari suami yang pas saat kejadian bikin pengen teriak di kuping dia, tapi ya sebel-sebel gitu tetep cinta sih, aku lemah.

Mungkin kalian juga mengalaminya. apa sajakah itu?

Baca Punya Mereka Juga Ya :

Gesi



TIDAK PEKA

Ada satu hal yang saya sadari tentang kenyataan dalam pernikahan dan mungkin kalian juga menyadarinya. 

Ternyata, segala hal yang terjadi , prinsip atau kondisi apapun yang berlaku umum saat sebelum menikah, maka setelah menikah menjadi kebalikannya, literally, bukan cuma slogan, tapi nyata dan terjadi hampir di seluruh pernikahan.


Dulu sebelum menikah, posisi perempuan itu ada di atas angin. Okelah bukan di atas angin tapi di atas pria. Mau ngambek ya ngambek aja, mau marah ya marah aja, males nerima telfon ya tinggal matiin, males ketemu ya tinggal bilang ngga ada saat didatengin, pokoke bargaining positionnya setingkat lebih tinggilah dibanding si pria.

Karena ntar pasti ujung-ujungnya si pria minta maaf, kalau masih cinta ya.

Karena pasti toh ntar tetep nyoba nelfon balik sejam kemudian.

Ini saya ngomong yang berlaku umum, bukan untuk special case. 

Yang pasti saat sebelum menikah, pria itu bisa menekan egonya sampai ke titik dasar, sekali lagi if he loves her . 

Namun setelah menikah, sedikit banyak keadaan berbalik. Pokoke mereka tuh ya kadang jadi makhluk yang paling menyebalkan.

Entahlah, setelah menikah kok rasanya perempuan itu lebih banyak ngalahnya, lebih besar pengertiannya, lebih mudah memaafkan. Ngga bisa lagi ngambek-ngambek ngga penting, karena suami kadang ya ngga seheboh dulu mau minta maaf. Boro-boro, kadang merasa salah aja ngga. Kita udah sewot seharian, eh dia lempeng kayak ngga terjadi apa-apa, kitanya malah jadi gondok setengah mati.


Pernah dengar kan kalimat ini.

 " Setelah menikah, perempuan selalu berharap suaminya berubah, sebaliknya laki-laki berharap istrinya tidak pernah berubah"

Ini maksudnya, perempuan tuh selalu berharap setelah menikah, suaminya itu yang dulu kekanak-kanakan bisa berubah lebih wise, lebih mature, lebih segalanya lah, Sedangkan laki-laki pengen istrinya ga berubah, tetap langsing, awet muda, singset selalu, wahahahah, maumu.

Nah, menurut saya kalimat itu justru terbalik. 

Harusnya " Setelah menikah, perempuan selalu berharap suaminya ngga berubah, tetep aja kayak jaman sebelum nikah dulu, suka manjain, salah ngga salah pokoknya minta maaf, penyabar, dan mau melakukan everything untuk kita". 

Kan gitu kan ya sebelum menikah. Makanya kita ((KITA)), saya sih maksudnya suka kan mengulang-ngulang kata " KAMU BERUBAH UDAH NGGA KAYAK DULU LAGI"

Huhuhu bagian ini sungguh paling sering bikin saya dan suami diem-dieman seharian. 


Kadang saya heran, muka udah nyureng-nyureng, nada suara udah ketus, tetap aja ngga peka kalau saya lagi marah, lagi ngambek, pengennya disayang-sayang, dibujuk-bujuk, eh dia lempeng tetep nonton bola kayak biasa, lempeng tetep sok ngajak kita ngomong, ngajak becanda. Bikin sebel.

Masa ya mereka ini para suami ngga ngerti, bahwa kalau udah level istri cerewet tiba-tiba jadi pendiem, maka itu alarm bahwa ada yang salah, ada yang bikin dia kesal, maka harusnya ya hai para suami, " TANYA DONG, TANYA ISTRINYA KENAPA", bukannya malah dicuekin.

( Baca : Istri Cerewet )

Aduh sungguhlah saya tak mengerti otak pria, kok bisa ngga sensitif sama sekali, huuuft. Aku kesel kalau diginiin.


SOLUSI :

Akhirnya berdasar pengalaman bertahun-tahun, saya jadi mengerti memang yang namanya pria itu sepertinya ngga bisa menagkap hal-hal berupa kode, atau isyarat. Mereka adalah makhluk yang tidak bisa membaca tanda-tanda, mereka makhluk permukaan, alias harus terang benderang jelas terpampang dilihat dan jelas clear dikatakan baru ngeh.

Makanya ya, kalau saya lagi bete sama suami, sekarang saya ngga main kode-kode, langsung aja ngomong " Mas aku tuh lagi marah sama kamu karena lalalalalala"

Kadang walau udah dibilangin begini masih aja ngga peka, tetep merasa mungkin " Ah paling ntar baik sendiri", maka saya akan tetap mengingatkan dia " Mas aku masih marah lo sama kamu, kenapa kamu ngga minta maaf sama aku" kemudian nangis , LOL.

Apakah ini berhasil?

Biasanya berhasil.

Tau ngga sih, kenapa perlu mengkomunikasikan perasaan kita ke pasangan?

Mungkin kelihatan lebay, " Ih apaan sih, masa aku minta-minta supaya suami minta maaf, gengsi dong"

Perasaan negatif yang ditumpuk terus menerus akan membuat bibit-bibit ketidaksukaan dengan pasangan. Kalau ngga dikomunikasikan dan kita merasa bahwa perasaan kita diabaikan, maka jangan heran suatu saat akan meledak berupa pengungkitan-pengungkitan kesalahan di masa lampau.

Makanya ya perempuan itu butuh apology yang tersurat, permintaan maaf yang dikatakan, bukan sekedar gestur.

Jadi, para suami, tolong yah tolong, kalau istrinya lagi marah, ngambek, even karena hal yang mungkin di mata kalian terlihat remeh, tolong kembali menjadi sosok seperti sebelum menikah dulu, yang suka meminta maaf, karena saat kamu minta maaf, istri tuh merasa kalau perasaannya dihargai, merasa bahwa suaminya sayang sama dia.


LUPA

Hal menyebalkan kedua yang paling sering dilakukan suami adalah, mereka sering lupa.

Iya, pria itu makhluk yang paling pelupa di dunia.

Mereka lupa kalau istrinya ini adalah dulu putri kesayangan di keluarga, mereka lupa kalau istrinya ini sebelum menikah dulu adalah gadis yang suka dipuji.



Iya, jadi terkadang suami tuh mikirnya istri itu adalah ibu dari anak-anaknya sekaligus merangkap jadi ibunya dia juga.

Makanya mereka tuh mikirnya kalau kita ingin pastilah wanita yang dewasa, yang bisa menyelesaikan segalanya sendiri. Masalah anak, masalah keuangan, masalah urusan rumah, semuanya dikira kita bisa handle.

Walaupun kita bisa melakukannya, alangkah senangnya kalau suami ikut turun tangan, ikut andil.


Suami-suami seperti ini memang bukan suami yang tidak pengertian, mungkin saja ia malah suami yang sangat mempercayai istrinya. Tapi mungkin mereka perlu disadarkan bahwa istri itu pengennya dia itu care. Ikut peduli atas apapun yang terjadi di rumah, minimal nanyalah.

Pulang ke rumah, kan ga ada salahnya nanya istri 

" Dek tadi anak-anak gimana"

Ini sungguhlah pertanyaan basa-basi tapi bisa bikin istri bahagia.

" Dek, uang belanja yang mas kasih, cukup ngga"

" Dek, rencana uang sekolah anak gimana yah, kita bikin planning apa?'

Pertanyaan seperti ini membuat istri tahu, bahwa dia ngga sendiri mikirin semua.


Kalau ada yang bilang istri adalah manager keluarga, maka harus diingat bahwa suami adalah kepalanya. ya masak semua diserahin ke istri.

Jadi para suami, tolong yah tolong jangan sampai lupa kalau istrimu itu di depan anak mungkin ia bersikap sebagai wonder woman, super mom, tapi di depanmu, dia tetap ingin diperlakukan ya seperti gadis yang dulu kau lamar bertahun-tahun yang lalu.

Yang buka botol aqua aja kadang minta tolong dirimu, walau di rumah emaknya ngangkat galon aja sanggup.




Iya, dia masih perempuan yang sama yang masih ingin diperlakukan seperti kala gadis dulu.

Jangan lupa puji dia saat pakai baju merah dan wajahnya terlihat cerah, atau saat pakai baju hitam dan ia terlihat langsing. Puji...puji... puji kami.



SOLUSI :

Jika suamimu lupa, jangan segan ingatkan dia. Mungkin dia memang lupa atau pura-pura lupa, Bilang ke doi, kalau kita pengen dipuji, kalau kita pengen dia nanya kondisi kita, nanya perasaan kita, kalau kita pengen dikasi kado, lol




Hmm apa lagi yaa.

Kalau bagi saya, dua hal itu sih yang paling bikin saya sebel sama mas Teguh. Dua hal yang kelihatan sepele tapi beneran kalau pas doi melakukannya saya tuh sebel banget, sebel level maleslah lihat dia. 

Saya sadar sih sebenernya yang namanya karakter orang itu ga bisa diubah. Kayak saya yang memang karakternya suka ngomong blak-blakan ketemu sama Mas Teguh yang karakternya tertutup, maka memang harus ada usaha dari kedua belah pihak biar bisa ketemu.


Usaha itu ngga bisa tunggu-tungguan. Harus ada yang mau dengan sukarela memulai.

Sebenernya di dalam hati pengen sih sebodo amat " Enak aja masa aku terus yang usaha buat buka percakapan, masa aku terus yang harus mikirin gimana biar tetap mesra", tapi kemudian saya mikir, lha kan yang karakternya suka ngomong memang saya, yang karakternya blak-blakan kan saya, bagi saya mungkin ngomong " Mas aku mau disayang dong" itu biasa aja, bagi masteg mungkin mau mengungkapkan sayang dengan kata-kata butuh waktu sampai Roro Jonggrang nikah sama Jaka Tarub dulu kali (plis ini ga usah ditelusuri ceritanya, saya asal nulis aja kok), makanya di banyak kesempatan, ya udah saya ngalah, ngomel-ngomel dah, sambil mengungkapkan apa yang saya mau, apa yang saya rasakan.

Menikah memang ngga mudah ya bu ibu. Saya merasakan benar bahwa menyatukan dua karakter yang sama aja masih akan banyak terjadi perselisihan, apalagi yang jelas-jelas beda. makanya KOMUNIKASI dan PENGERTIAN mutlak harus dibangun tanpa pernah merasa bosan.

Gagal, coba lagi, gagal coba lagi.

Dia nyebelin, kesel sih, tapi jangan lupa bahwa kalau kita sebelnya kelamaan tanpa berusaha mengkomunikasikan apa yang kita rasakan, maka kita sendiri yang rugi. 

Dia nyebelin sih,tapi jangan lupa juga akan kebaikan-kebaikannya.

Dia mungkin ga pintar bilang i love you dengan gamblang tapi dengan dia selalu menjaga kesetiaan dan kepercayanmu, mungkin itu cara ia mengungkapkan kata i love you.

Kembali lagi, saat suami lagi nyebelin, komunikasikan dan tetap ingat kebaikan-kebaikannya #ngomongsamacermin

Karena menikah itu memang harus diperjuangkan.

Kalian apa nih yang paling bisa bikin kalian sebel ke pasangan, sama ngga kayak saya?


Mau baca soal pernikahan lainnya, klik label Marriage ya 







13 comments on "Suami Nyebelin"
  1. Suamiku tipe orang yang peka, pokoknya kalau udah muka jadi jelek pasti dideketin. Ditanya mau apa, hihi. Kalau udah gini saatnya minta macem-macem, wekeke.

    Kalau pelupa itu iya banget. Minta tolong ambilin itu, bilang "iya" doang terus ditungguin sampe kriting gak dibawain, ternyata lupa, err.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow suami langka ini hrs dilestarikan hahahaha

      Delete
  2. Well, mungkin perlu baca juga versi suami ya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mana mana versi suami, buat dong

      Delete
  3. Aku ngakak bacanya, true banget lah ini, hahahah
    Entah kenapa suami sekarang rada-rada kebal dengan yang namanya kode, mesti ngomong langsung, yang nyablak sekalian.
    Ya pokoknya budaya kode sudah kutinggalkan sejak aku sadar suamiku bukan anak pramuka seperti pas pacaran dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ank pramuka dibawa-bawa. pasti dulu suami kita ngga pernah jadi pratama ya mak, pasti pinnya dikit, hahaha #mantanankpramuka

      Delete
  4. Banyaaaak yg berubah stlh nikah pokoknya :D. Yg bikin kesel, marah, ngambek.. Tapi, aku jg pakai caramu mba.. Tiap kali aku marah krn klakuan suami, kayak ga nutup odol, ga gantungin handuk selesai pake, ga angkat dudukan toilet,aku slalu inget2 dulu apa yg sbnrnya bikin aku jatuh cinta ama dia dulu :).. Dan sampe skr alhamdulillah itu masiiih jauh lebih banyak drpd kesalahan2 kecilnya :p. Akhirnya ya jd baik lagi dan terima ajalah apa adanya :D. Kec kalo memang kesalahannya berat banget, baru deh komunikasiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. eeeaaa iya mak, sama juga, kita juga walau cerewet juga kan baik hati ya mba hahahah

      Delete
  5. kadang perempuan pingin dibujuk kalau lagi ngambek tp suami kayak agk peka, malah cuek saja ih sebel

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa sebel sebel sebel, mrk makhluk tidak peka, huh

      Delete
  6. Bener keduanyaaa.
    Persis sm suami saya..
    Ini lagi diem2an ya tp ujung2nya pasti sy yg ngomong duluan. Issh
    Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha, gpp mak, beda orang beda karakter, kalo dah ngomongan langsung minta macem2 ya maaak, hahha

      Delete
  7. Mbaknyaaaaa.... Berasa ada temen dehh. Kirain ak aja yg over sensi. Trnyata umum ya... Gremet2 hatiku bner2 kewalahan lah, soalnya ak mamak berbayi 8bln n lagi hamil lg 3 bln... Ya Allah rasanya klo udh kesel sama ga peka n pelupa nya itu duh gustiii....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature