Karena Menikah Bukan Tujuan Hidup

Thursday, January 26, 2017


Dear wanita Indonesia

Sadarkah kalian bahwa hidup di negara kita ini sungguhlah berat.

Iya berat bagi makhluk bernama wanita.

Yang cantik kena sterotype cantik = bego
Yang jelek, apalagi, udahlah bisa dipastikan bakal dihina, dicibir dan paling sedih, kurang dihargai.

Wanita mandiri dikatain bikin pria takut
Wanita lemah dibilangin manja, disuruh lebih tegas.

Kita bekerja dibilang haus eksistensi
Jadi ibu rumah tangga, dinasehatin harus bisa memiliki kebebasan finansial.

Aaaargh


Bahkan seorang wanita, cantik, pintar, mandiri, tegas, supel, awet muda, pun masih bisa dicibir.

Hanya gara-gara belum menikah, cih.



Iya, gegara baca status teman efbe yang bahas soal Ira Kusno.

Dengan segala prestasi, dan kesempurnaan fisiknya yang kemarin banyak dipuja puji kaum adam, dan bikin baper para emak-emak, akhirnya kandas terkalahkan oleh cibiran akan statusnya yang masih single.



Cih lagi lah.

Tuh makanya saya bilang, jadi wanita di Indonesia ini sungguhlah berat.

Terutama di pasal menikah.

Seolah-olah menikah adalah tujuan hidup dan penentu kesempurnaan seorang wanita.

Sehingga mau gimanapun berprestasinya seorang wanita, gimanapun cantiknya, pintarnya, kalau di usia yang dianggap masyarakat harusnya sudah menikah dan dia masih berstatus single, maka dianggaplah ia belum berhasil. 

Belum berhasil menyempurnakan hidupnya.

Dianggaplah derajatnya lebih rendah dari para wanita yang menikah.


Sampai muncul pertanyaan " Apa lagi sih yang dicari?"

Ish, emangnya dalam hidup ini yang harus dicari itu calon suami doang?

Seolah-olah mengatakan, kalau udah berhasil nganu-nganu, harusnya ya udah jangan cari apa-apa lagi, cari jodoh aja udahlah.


Maka tatkala seorang wanita yang udah berumur tiba-tiba menikah, maka kalimat yang hampir pasti keluar dari mulut para temannya adalah 

" Akhirnyaa........... laku juga lo"

Atau ngga " Akhirnya....... "

Isi ajalah kalimat penerusnya.

Semakin menegaskan bahwa menikah adalah tujuan akhir kehidupan para wanita.

Kenapa saya bilang hanya untuk wanita?

Karena para single pria jarang mengalaminya.

Wanita single berumur dibilang pilih-pilih pasangan.

Pria single berumur = selera tinggi belum ketemu yang selevel.

Padahal mah sama aja.

Makanya jangan heran, kalau banyak para artis yang menikah hanya demi status. 

" Yang penting gw menikah dulu, udah gitu cerai trus berstatus janda ngga masalah, yang penting udah nikah"

Maka jangan heranlah yau, kalau para artis Indonesia nyaman-nyaman aja berstatus janda dibanding berstatus yang kata orang gadis tua.

Padahal namanya menikah itu ya pilihan hidup bukan tujuan hidup apalagi akhir dari hidup.

Yang namanya pilihan tentulah berbeda antara satu orang dengan yang lain.

Jujur aja, saya dulu juga pernah berfikiran seperti itu, berfikir bahwa menikah adalah suatu keharusan, bahkan menargetkan menikah di usia 25 tahun, demi pandangan kepantasan bagi lingkungan.

Gimana ngga, lha di usia 24 lebih, teman kantor udah banyak banget yang rese nanya-nanya. kapan? kapan Win?

Bahkan sankin resenya, beberapa kali ada yang niat banget menjodohkan saya dengan laki-laki yang " Maaf" pada saat itu dari segi pekerjaan jauuuh di bawah saya.

Ngga ini ngga maksud merendahkan jenis pekerjaan orang lain atau menilai orang berdasar derajat ekonominya. Ngga samsek.

Tapi, saya mau mengatakan, demikian dianggap urgentnyalah mengenalkan saya kepada para pria karena usia saya sudah hampir menginjak 25 tahun dan terlihat saya belum punya calon suami.

Seolah-olah menganggap kondisi saya darurat militer sehingga harus segera ditolong, dan saya bakal mau sama siapapun yang dikenalin

Ih nyebelin banget.

" Makanya jangan pilih-pilihlah"

Lhaaa ini kalimat yang gengges banget.

Menikah itu ngga gampang, masa ngga boleh pilih-pilih. Udah pilih pilih aja ngga jamin bakal everlasting apalagi asal pilih.

" Jangan kelamaan Mikir"

Menikah itu perkara hidup bersama dengan seseorang yang bukan keluarga seumur hidup, masa ngga boleh mikir lama.


Sorry lah yau, yang namanya menentukan pasangan hidup ya pastilah harus pilih-pilih dan harus dipikirkan masak-masak. Saya malah ngga setuju banget dengan anggapan " Yang penting udah kerja, udah punya penghasilan, ngga narkoba, ngga judi, ngga suka mukul udahlah nikahin aja"

Ada.... ada memang orang yang punya pikiran seperti itu, ya ngga apa juga sih. 

Ini malah menunjukkan bahkan se-ngga papa ngga papanya orang memutuskan menikah, toh dia tetap punya kriteria untuk calon pasangannya kan?

" Yang penting udah kerja, udah punya penghasilan, ngga narkoba, ngga judi"

Lha saya aja nikah sama Mas teguh dikenalin oleh sahabat saya kok.


Tapi in my defense, saat itu memang hati dan otak saya say yes. 

Karena menikah cuma modal cinta ngga akan nyaman, sebaliknya menikah cuma modal mapan ngga selamanya bahagia. jadi ya mesti sejalan dua-duanya.

Harus seiya sekata antara hati dan pikiran.



Karena itu, Hai mba Ira Kusno dan para wanita single sejagad raya.

Menjadi wanita di Indonesia ini memang berat

Bakal ada saja komentar negatif apapun pilihan hidup kita

Akan ada saja yang mencibir akan status kita yang ngga sesuai dengan kewajaran masyarakat.

Ngga apa, dengerin aja, terima aja, baca aja. 

Karena menikah bukan tujuan hidup, maka teruslah melangkah, carilah apa yang masih kamu cari.

Karena menikah bukanlah prestasi, maka teruslah mengukir prestasi-prestasi lain selain prestasi mencari jodoh. 

Karena status menikah bukanlah sebuah piala yang harus dipajang di status fesbukmu, maka ngga perlu kesusu dikejar usia. Jangan turunkan kriteriamu demi sebuah kata "Married with"

Karena menikah juga bukanlah pintu darurat, maka ngga perlu membukanya untuk lari dari apapun.

Karena menikah bukanlah tujuan hidup

Melainkan salah satu tools mencapai tujuan hidup.

Kalau kamu menemukan pasangan yang akan membuat perjalananmu mencapai tujuan menjadi lebih ringan, lebih menyenangkan, maka menikahlah.

( Baca : Tentang Jodoh )

Namun jika kamu merasa kamu tidak memerlukan tools itu untuk mencapai tujuan hidupmu, go ahead. lakukan hal-hal lain yang membuatmu bahagia.

Tidak ada yang salah dengan status single. Kalau kamu memilih untuk menunda pernikahan atau bahkan memutuskan tidak menikah karena suatu alasan kuat, keep on fighting.

Tidak ada yang boleh merendahkanmu hanya karena pilihan hidupmu.

Namun berjanjilah untuk menikmati waktu singlemu dengan sebaik-baiknya dan menjalani hidup dengan bahagia.

Buat para komentator

Plis atuhlah ubah mindset diri kita dalam memandang dan menilai pilihan orang.

Sesuatu yang pas dengan kita belum tentu pas juga untuk orang lain. NGGA SEMUA orang punya cita-cita menikah.

Memberi pendapat boleh saja, tapi jangan sampai merendahkan cara hidup atau pilihan hidup orang lain.

Bagi kamu mungkin hidup kamu sempurna sehingga pantas mengasihani hidup orang lain.  Lha jangan-jangan saat ini hidupmu pun lagi dikasihani orang, LOL.



Buat mba Ira Kusno,

Stay singset biar emak-emak seperti saya makin termotivasi untuk mencapai goals perut rata paha ramping #sikap.















24 comments on "Karena Menikah Bukan Tujuan Hidup"
  1. mbak windi, bagus banget sharingnya. aq izin share ke temen2 yang masih single dan sering kali di bully karena statusnya.

    ReplyDelete
  2. Bener banget mb jadi perempuan di Endonesa ini syusah banget haha. Menikah bukan pintu darurat,sip. Keren tulisan mb windi. :D

    ReplyDelete
  3. Semua orang punya alasan sendiri2 soal keputusan dalam hidupnya. Itu lho yg orang kadang g mau tau *pengen jahit mulut2 usil itu*

    ReplyDelete
  4. hai mba windi, salam kenal. hahaha baca tulisan mba windi nih ngingetin becandaan temen2 cowo soal 'women always right' padahal nyatanya banyak yang nyinyirin hehehe
    saya percaya menikah itu tools menuju tujuan hidup, tapi bukan sbg tujuannya. thanks sharingnya mba windi :)

    ReplyDelete
  5. Repot Win kalau nurutin maunya orang. Dikasih plan a sampai plan z pun tetep aja yang komen rese mah ada aja. Dan aku setuju kalau yang namanya merit itu bukan tujuan hidup. Kalau ya, abis itu ngapain? Aku dah kenyang dikatain picky soal pasangan. Dari temen, yang kenal sekilas sampai sodara pun. Lah ini komen kalau diterusin malah jadi tsurhat hahaha

    ReplyDelete
  6. Ribetlah kalau ngikutin omongannya orang, biarin aja. Nikah terlalu muda dikira hamil duluan, nikah tua dibilang pemilih, terus piye? :D

    ReplyDelete
  7. aku gregetan banget baca komen2 soal Ira Koesno mbak.. itu orang2 kenapa punya mulut pada gak dijaga yah :( Lagian, udah 2017 kok masih pada hobi ngomentarin hidup orang lain. cih!

    ReplyDelete
  8. trimaksih mbak, senang sekali membaca tulisan ini. andai semua oarng punya pemikiran sperti embak ..

    ricafairikha.blogspot.com

    ReplyDelete
  9. Krn pada dasarnya orang itu 'kepo dengan keadaan orglain', jadi ya selamanya akan begitu, mau ganti tahun juga :)

    ReplyDelete
  10. wah tulisannya padat jelas nih... happy banget membaca tulisan ini. di tunggu karya2nya lain..

    ReplyDelete
  11. Makasih pencerahanya mba Windi,,setuju banget menikah itu bukan cita-cita,,malah yang menurut saya lebih rawan Janda muda yang mana jadi serba salah bertingkah laku dan gampang banget jadi korban fitnah ����.

    ReplyDelete
  12. Hahaha. Well said, Mbak. Di status aku pun rame. Untungnya sekarang aku punya circle Emak-Emak "waras" yang positif.

    Dari jaman masih jadi newbie employee, aku udah sering kena nyinyiran begitu. Bahkan dari lawan jenis yang, maaf, merasa ditolak lalu tidak terima. Jujur, makin saya dipojokan dengan masalah status, makin saya malas, masabodoh, dan jadi mau membuktikan ke orang-orang "being single is as happy as you said being taken, kok."


    Mon maaf curhat. :(

    ReplyDelete
  13. Ah, sedihnya saya hidup di lingkungan yang suka nanya "kapan" dan komentar "jangan kebanyakan pilih-pilih lah". Dan entah kenapa semakin dikomentarin, saya malah makin males mikirinnya haha.

    Suka sekali sama tulisannya Mbak :)

    ReplyDelete
  14. itu semua kembali pada pilihan hidup ya, kalau sudah pilihan hidup mengapa org lain nyinyir ya

    ReplyDelete
  15. And yes, setrong lah buat perempuan2 single yg selalu jadi sorotan karena belum jg nikah dan ya... selalu jd sasaran mak comblang gak bertanggung jawab ^^ hiks

    ReplyDelete
  16. Eh dulu suamiku waktu ngajak aku nikah pake kalimat, "Apa lagi sih yang dicari?" hahahaha

    kalo aku akhirnya menikah ya karena kan cita-citaku adalah jadi ibu rumah tangga yang berpenghasilan dari rumah biar bisa sambil ngasuh anak.

    dalam cita-citaku itu ada anak, berarti mesti ada suami. berarti ya mesti nikah :p

    Alhamdulillah sekarang cita-citaku tercapai :')

    ReplyDelete
  17. wah ini Jomblo wajib baca mbak, bagus mbak

    ReplyDelete
  18. INI LHO >> Bagi kamu mungkin hidup kamu sempurna sehingga pantas mengasihani hidup orang lain. Lha jangan-jangan saat ini hidupmu pun lagi dikasihani orang, LOL.

    orang2 tu kepedean banget emang wkwkwkwk. mungkin mbak ira scroll komen haters sambil mengasihani para emak2 nyinyir kelebihan waktu luang dalem hati "untung hidup gw ga gitu2 amat" lol who knows

    ReplyDelete
  19. Baru pertama kali berkunjung ke sini. Salam kenal mbak. Emang mulut orang pada pedas" banget ya mbak. Udah sering juga ditanyain kapan, sampe males dan bosan sendiri. Padahal setiap orang punya keputusan prerogatif buat hidupnya sendiri kenapa masih ada aja orang yang ngerasa gue harus ngebantu, harus ikut campur urusan dia. Padahal kita woles aja sama hidup kita sendiri.

    ReplyDelete
  20. itu yang komen ngeri banget kata-katanya euy dan sayangnya masih banyak di lingkungan saya yang berpikir bahwa menikah itu adalah tujuan hidup, hiks :(

    ReplyDelete
  21. Jadi laki-laki di Indonesia ini juga nggak kalah berat kok Kak Win. :D
    Hanya aja laki-laki kan cenderung cuek. Jadi perkara omongan orang nggak terlalu diambil pusing.

    ReplyDelete
  22. Well ya, setuju banget, sungguh wanita Indonesia kudu tangguh banget! Bhak! Masih banyak juga yang efek-efek suruh cepet nikah, takut ini itulah, padahal mbokya, eksplor potensi semaksimal dulu mungkin, dan ketika nikah justru rezeki dari hal2 positif tersebut malah lebih berlimpah X))

    ReplyDelete
  23. Wind, dan jawaban gue atas segala komen dan pertanyaan ttg itu adalah: ini hidup gue, terserah gue!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)

Custom Post Signature