Menemukan Passion

Thursday, June 22, 2017
Kalian kenal Panji Pragiwaksono? Itu lho tim suksesnya pak Anies.

Saya ngga lagi bahas soal cerita tim suksesnya. Tapi saya mau cerita soal bagaimana ia menemukan passionnya sebagai komika stand up comedy. Saya kemarin baca di blog kopikini.com

Ternyata ya, semuanya berawal dari perceraian ortunya. Jadi si Panji ini tinggal berdua bersama ibunya di sebuah rumah kecil. Nah karena rumahnya sering kosong, jadi teman-temannya banyak yang main kesitu. Di rumahnya itu ngga ada apa-apa. Tapi ya masa orang udah main ngga disuguhin apa-apa. Panji yang saat itu kesepian merasa punya kewajiban untuk menyenangkan teman-temannya saat kongkow di rumah. Ia ingin genknya itu betah dan mau balik terus ke rumah, biar dia selalu punya teman. Makanya setiap mereka ngumpul, dia selalu punya cerita lucu yang lama-kelamaan malah orang selalu menanti cerita-ceritanya.

Sebenernya melucu adalah sebuah self defense mechanism di dirinya untuk menghindari pembullyan

Long story short, akhirnya Panji berfikir bahwa ia memiliki bakat untuk menghibur orang ya kenapa ngga dijadiin pekerjaan sekalian. Lalu dia upload tuh video dia ngelawak stand up di youtube sampai akhirnya ia ditemukan oleh Kompas Tivi.

Wow.

Saya selalu suka cerita orang-orang yang menemukan passionnya. Membuat saya semangat dan ketularan energi positifnya.

Panji beruntung yah, tau passionnya di usia yang masih terbilang muda. Ngga semua orang lho tau apa passionnya.



Baca tentang passion lainnya ya.

Gesi:


Icha :

Nahla :


Banyak banget orang yang bahkan sampe usia lanjut baru ngeh apa passion diri dia.

Kolonel Sanderslah contohnya. Setelah meniti karir dari Sales manlah, tukang parkir, pom bensin, sampai akhirnya ia memulai bisnis rumah makan hanya karena seorang gelandangan mengatakan bahwa di Kentucky tidak ada rumah makan enak yang membuat orang bisa makan dengan nyaman di dalamnya.

Karena ia suka ayam goreng, maka ayam gorenglah yang jadi menu andalannya. Karena kecintaannya dengan ayam goreng tersebut, sampe nyobain ratusan resep agar ketemu cita rasa ayam goreng sesuai yang diinginkannya. 11 bumbu rahasia Sanders, jadi temuan penting abad ini

Wow, keren ya....

Pasti bahagia sekali. Bekerja dan menghasilkan uang dari passion yang kita miliki seperti Panji dan Kolonel Sanders.

Iyalah, makanya ada pepatah yang mengatakan, pekerjaan paling menyenangkan di dunia ini adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion. Karena ngga dibayar aja kita mau mengerjakannya, eh ini udah kitanya hepi, dibayar pulak, double combo.

Sebenernya passion itu apa sih?

Kalau menurut saya passion itu adalah sesuatu yang amat kita senangi saat mengerjakannya. Pokoknya ngga bosen melakukannya, senang saat mengerjakannya. Ya kalaupun bosen udah lama gitu menggelutinya, semangat untuk selalu mencari tahu dan belajar tentang hal tersebut. Kasarnya, dibayar ngga dibayar kita hepi melakukannya.

Maka itulah passion.

Kalau dipikir-pikir, saya termasuk salah seorang manusia yang agak telat menemukan passionnya.

Passion saya adalah menulis dan bekerja tentu saja.

Nah saya sadar kalau saya suka banget nulis baru beberapa tahun belakangan ini, sejak tahun 2008 tepatnya, namun semakin menguat di tahun 2011.

Sebelas dua belas sama Panji, saya menemukan passion menulis ya saat saya lagi mellow yellow LDR-an bersama suami.

Saat itu saya lagi pendidikan di BRI di Jakarta dan Mas Teguh di Medan. Hwoaaa bawaannya udah kayak pujangga 45 aja.

Saat sedih nulis
Marah nulis
Kangen nulis
Berantem nulis

Halah, pokoke semua mua ditulis.

Saat itulah saya tau ternyata menulis itu sungguh melegakan. Berawal dari notes-notes singkat di FB, lama-lama jadi tulisan panjang di blog ini, dan beberapa buku antologi yang sungguhlah sebenernya ngga bisa dibanggakan tapi cukup bikin koprol saat bukunya nangkring di rak Gramed. hahahaha.

Perkara menemukan passion ini, ngga semua orang bisa mak ndudul kayak saya dan Panji yang langsung tahu bahwa apa yang kami sukai ini adalah passion kami.

Kalau dalam kasus saya, saya langsung ngeh bahwa menulis itu bukan sekedar hobi tapi passion. Karena saya bener-bener mencintai dunia ini. Makanya mau kondisi gimanapun saya masih bisaaa aja nulis satu dua post di blog ini.

Kadang banyak yang nanya ke saya, " Kok bisa sih saya siang seharian kerja, balik ke rumah ada dua balita, dan blognya masih tetep update"

Nah itulah rahasianya. Ya passion itu.

Karena mau secapek dan sesempit apapun waktu yang dimiliki, untuk hal yang satu ini saya selalu bisa menemukan cara untuk mengatasinya. Mau di mobil, di kasur, pake laptop, pake hape, pake tab, saya selalu bisa menemukan cara untuk ngeblog.

Malah kadang ya, saat lagi kerja gitu, saya udah gregetan banget mau buka laptop dan nulis satu postingan gitu. Kalau udah gitu, biasanya saya langsung nulis di notes untuk mendiamkan ide yang lagi caper.

Sankin cintanya lagi sama tulis menulis, bahkan sampe kebawa ke pekerjaan. Saya mah kalau ngonsep surat, kata-katanya bisa kayak nulis blog hahaa, panjang dan penuh diksi. Lha ngasih instruksi ke bawahan aja bisa 2000 kata lho, LOL.

Maka berbahagialah saya, yang bisa menggabungkan pekerjaan dengan passion saya wahahaha.

Cause kata teman saya Arul yah "Work without Passion is Poison "

Makanya pentinglah menemukan passion untuk membuat hidup lebih bersemangat.


Gimana dengan orang-orang yang belum menemukan passionnya?

Ya ngga gimana-gimana.

Ngga ada batasan waktu kok untuk kita bisa menemukan apa yang paling bikin kita bahagia dalam hidup. Siapa tau kamu kayak Colonel Sanders, nemu passion di masa tua

But

Cara termudah menemukan passion itu ya dengan mencoba banyak hal baru.

Kalau kita masih bingung nih, apa ya passion kita, masak ngga bisa, menjahit kaku, nulis bingung, kerja kantoran ogah, ya coba atuhlah jualan tupperware. Siapa tau passion kita adalah berdagang.

Banyak main dan banyak mencoba hal baru adalah kunci. #sikap.

Gimana cara mengetahui bahwa sesuatu itu adalah passion kita?

Gampang banget, cukup lihat aja seberapa antusias kita kalau ada yang membicarakan hal tersebut.

Kalau ngga nemu juga?

Ya ngga apa-apa genks

Daripada sibuk mencari si passion, mending dalami saja apa yang sedang dikerjakan saat ini. Siapa tau kamu punya passion kayak saya. Bekerja.

Iya selain menulis saya suka banget kerja. bagi saya berada di kantor itu sungguh menyenangkan. Kalau ngga inget punya anak, mungkin saya bakal ngendon di kantor terus.

Nah dalami, dalami dan kuasai. Karena sebenarnya kita bisa hepi melakukan sesuatu salah satunya ya karena kita menguasainya. Setelah menguasai, enjoy, dan tadaaa lama-lama jadi passion kita deh.

Saat kamu akhirnya menemukan passion itu, percaya deh kamu akan bangun pagi lebih semangat dua kalinya dibanding sebelumnya.

Kemudian jangan lupa apa yang dikatakan Benjamin Franklyn:

“Jika passion sudah mengambil alih dirimu, lantas biarkan ‘ia’ tetap memegang kendali”. 
Jadi,sudahkah kamu menemukan passionmu? Siapa tau kamu menemukannua saat lagi patah hati? siapa tau kamu menemukannya saat kondisi kepepet.



8 comments on "Menemukan Passion"
  1. Aq jg suka sm pandji mbak... dia blogger juga loh mbak. Tulisannya bagus2. Suka quote-nya mbak "work without passion is poison" kl buat saya yg jg kerja, kl gak sk kerjaannya mending resign cari yg lain drpd kerja cm nungguin tgl gajian.

    ReplyDelete
  2. Cara bedain hobi dan passion gimana ya?
    Demen nulis, masak, baking, senam, nggambar juga..wkkwwkk

    ReplyDelete
  3. beruntung klo punya passion yang didukung sama orang lain, ya paling nggak temen sendiri ya, mba win. dulu pernah aku ceritain sesuatu sama temen tentang satu kesempatan buat ikutan workshop gt, trus dikomenin gini sm temen, "klo aku udah nggak zamannya lagi ikut itu. itu udah lewat zaman kapan. skrg kasih kesempatan aja sama yang muda." doeng, abis itu sedih banget dengernya. kok ya ndilalahnya ngobrolnya sama orang yang salah. wkwk. abis itu jadi lebih pilih-pilih cerita tentang mimpi dan passion, pilih temen yang satu frekuensi biar terus semangat ngejar targetnya.

    ReplyDelete
  4. menarik cerdas salam kenal mbak windi, saya pendatang baru coba belajar2 ngeblog..

    ReplyDelete
  5. "Ngedon dikantor"...hihi iya kak windI, kadang ide nulis ngalir deras justru pas dikantor.

    ReplyDelete
  6. Saya termasuk yang cukup telat sadar passionnya apa. Waktu kuliah baru sadar kalo passionnya nulis. Tapi tetep bersyukur. Seenggaknya sekarang udah tau passionnya apa.

    ReplyDelete
  7. Saya pun baru menemukan passion saya yaitu ngeblog setelah umur 37 tahun 😁
    Ngeblognya pun hanya dengan hp karena bisa sambil ngerjain apa saja. Bahkan 1 day 1 post pula!

    ReplyDelete
  8. Passion saya sebenarnya nulis, tapi malas mengalahkannya,, bwahahaha,,, (nggak bangga sih,, enggak banggga)...
    sebagai seorang entertainer sudah saya tekuni sejak kuliah, tapi kembali lagi nggak bisa full,, diri ini mah ngikutin kemauan aja lah,, tapi memang lebih baik passion untuk di tekuni..
    senang berbagi mak windi..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Tinggalin jejak dong biar saling kenal :)

Custom Post Signature