Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Si Bolang Durian, Tempat Makan Durian Sepuasnya di Medan

Thursday, December 29, 2016




Si Bolang Durian, Tempat Makan Durian Sepuasnya di Medan

Haloooo hawa -hawa liburan udah mulai merebak di udara.

Biasalah ya kalau udah akhir tahun begini, ya libur natalan, ya libur tahun baru, mana anak sekolah pada libur pulak, udahlah dimana-mana orang-orang ceritanya liburaaaan aja.

Ntar di temlen juga bakal rame postingan OTW dan Check-in di mana-mana.

Ya check-in di hotel, di tempat wisata atau nyobain aneka kuliner di tempat tujuan.

Nah, bagi para perantau yang mau mudik ke Medan , pastilah ntar mau nyobain berbagai makanan yang lagi ngehits di sini.

Kemarin itu, sore-sore saya dijemput sama teman-teman seangkatan di BRI.

Rekomendasi Restoran Yang Wajib Kamu Kunjungi Di Seminyak

Friday, October 7, 2016
[ Sponsored Post ] Rekomendasi Restoran Yang Wajib Kamu Kunjungi Di Seminyak

Wisata dan kuliner adalah dua hal yang selalu berjalan seiring. Dengan objek wisata unik dan menarik ditambah rekomendasi kuliner asyik akan membuat travellingmu menjadi lebih berkesan. Pantai Seminyak, sebuah kawasan pantai yang eksklusif di Bali yang menawarkan keindahan dan pesona alamnya yang luar biasa telah menjadi destinasi wisata mendunia di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara.

(CERIA) Cerita Lebaran Asyik di Kota Gudeg

Sunday, July 31, 2016


Halooooo

Duh mau nyeritain cerita lebaran kemarin kok ya ngga jadi-jadi. Tapi karena ini juga masih bulan Syawal, belum basilah ya untuk diceritain. 

Lebaran kali ini memang beda banget dibanding lebaran yang lalu-lalu.

Beda yang pertama, lebaran ini udah punya dua putri kecil kesayangan si cimut-cimut yang suka ngintilin kemana saya pergi. Lebaran rasanya semakin kumplit dengan kehadiran putri kedua saya, Divyanisa. Karena Divya udah usia 6 bulan, maka udah bisa dibawa jalan-jalan. Tahun lalu kan saya masih mengandung Divya, jadi tahun lalu lebaran ngga mudik. Nah udah dua tahun nih berarti ngga mudik ke kampung halamannya si papah di Kutoarjo Jawa Tengah.

Wisata Pantai Putih Terindah di Bali

Tuesday, March 8, 2016
[SP] Wisata Pantai Putih Terindah di Bali



Sudah bersiap-siap untuk berlibur di Pulau Dewata? Berbagai tempat wisata di Bali yang menarik telah menanti Anda dan keluarga. Bali dengan sebutannya Pulau Dewata memang selalu menjadi destinasi wisata yang ramai oleh wisatawan sepanjang tahun. Banyaknya turis asing dan lokal yang berkunjung ke sana tidak lain adalah karena panoramanya yang indah dan juga memukau. Tidak hanya pemandangan alamnya yang eksotis, namun tradisi dan kekayaan budayanya seperti tari-tarian dan upacara adat membuat banyak orang ingin ikut mempelajarinya.

Jelajah Fauna Dunia di Gallery Rahmat Shah Medan

Wednesday, September 23, 2015

UUU yeaaah, yang namanya pepatah rumput tetangga lebih hijau itu kayaknya berlaku sama saya. Bertahun-tahun tinggal di Medan, objek-objek wisata di Medan yang yahud-yahud dan terkenal seantereo negeri malah belum saya kunjungi. Malah sibuk, nyari-nyari destinasi wisata ke pulau Jawa, ke Bali, ke Lombok.

FYI aja, saya belum pernah lho masuk ke mesjid raya Medan yang sudah menjadi ikon kota Medan itu, aaiiiih parah gilak. Kalau Istana Maimoon sih udah, itu pun dulu banget saat masih kecil, dibawa bapak saya. Rumah Tjong Afie aja baru saya kunjungi beberapa bulan lalu. ( Baca: Menjelajah Masa Lalu di RUmah Tjong A Fie ). Orang Medan macam apah dirimuuuu.

Menjelajah Masa Lalu di Rumah Tjong A Fie

Friday, April 24, 2015

Besok weekend, horeeee..... waktunya jalan-jalan.

Kalau sudah Jum'at begini, biasanya saya sudah merencanakan macam-macam bareng suami. Rencananya mau dinner besok malam, menggantikan anniversary yang kemarin ngga jadi dirayain?. Kenapa wajib dirayain?. ya ngga wajib juga sih, cuma pengen aja, soalnya belakangan ini saya dan suami sibuk sekali dengan pekerjaan masing-masing, jadi mumpung ada mommentnya dan mumpung juga minggu ini agak longgar jadi mau hepi-hepi dulu.

Wisata Musim Dingin di Jepang, Dari Oshin Sampai Gala Yuzawa

Wednesday, February 25, 2015
Tinggal di Sumatera itu, membuat saya banyak-banyak bersyukur. Kalau kebanyakan orang Indonesia memimpikan tinggal di Jawa, bagi saya menetap di Sumut merupakan anugerah tak berbilang. Pertama karena disitulah keluarga saya tinggal, kedua karena kuliner Sumatera Utara luar biasa lezat, dan alasan ketiga karena Sumatera Utara menyimpan keindahan alam yang masih alami, belum banyak disentuh orang.

Mau wisata di pegunungan ada, wisata pantai ada, wisata budaya ada, eco wisata ada, bahkan mau lihat salju pun ada.

Haaaah, Salju??? Di Sumatera Utara?

Sudah gila kali Mak Windi ini .



Salju Panas
Ngga, saya ngga bohong. Di Kabupaten Simalungun, Kecamatan Silau Kahean, hanya berjarak 1 jam saja dari rumah ibu saya,  terdapat objek wisata tersembunyi diantara lebatnya hutan. Namanya Salju panas.

Apaaaa??? Salju Panas?

Makin ngaco aja nih orang.

Iya, karena sumber salju panas ini adalah sebuah pegunungan sulfur dengan air panas yang mengalir ke sebuah kawah. Aliran air panas mengalir di antara bebatuan kapur yang berundak-undak sehingga menjadikan batuan tersebut berwarna putih bersih seperti salju. Makanya disebut salju panas. Hmm... hmm...




Yah ternyata bukan salju beneran. Kecewa awak.

Dari kecil saya ingin sekali melihat salju. Ingin merasakan teksturnya, aromanya, hawanya, malah ingin makan salju trus dilumurin sirup merah, yihaaaa. Khayalan anak kecil suka aneh-aneh ya



Makanya dulu, serial Oshin menjadi favorit saya. Karena banyak adegan-adegan yang bersetting salju. Mulai dari hujan salju, tumpukan salju sampai jalanan dan rumah-rumah yang tertutup salju. Putih... putih.. hanya putih dimana-mana.

Anak sekarang mungkin tidak tahu cerita Oshin.

Oshin adalah gadis kecil berusia 7 tahun. Di usia tersebut, ia sudah harus bekerja menjadi baby sitter untuk membantu hidup keluarganya. Saat itu tahun 1907, tahun dimana kondisi Jepang. Walau masih kecil, tak membuat para majikan menaruh iba padanya. Perlakuan dan kata-kata kasar kerap diterimanya saat bekerja. Oshin kecil tetap bertahan, demi keluarganya.



Hingga suatu ketika, ia dituduh mencuri. Tuduhan yang sangat menyakitkan. Biarpun miskin, mencuri tidak akan pernah dilakukannya. Akhirnya Oshin pergi dari rumah majikannya tersebut. Ia kabur dan kembali ke rumah.

Di tengah amukan badai salju, Oshin berjalan terseok-seok. Ia hampir mati kedinginan. Untungnya ia diselamatkan oleh tentara disaster. Oshin tinggal bersama para tentara itu hingga musim dingin berlalu.


Kisah Oshin tak berakhir sampai disitu. Berganti majikan, menjadi remaja, menolak menjadi pelayan bar, menikah, dibenci mertua, membesarkan anak, memiliki toko ikan, melewati gempa bumi besar, perang, seolah-olah hidupnya tak putus dirundung malang. Sampai akhirnya kebahagiaan sejati itu pun tiba.

Kisah Oshin bukan kisah fiktif, tapi merupakan kisah nyata. Sebagian besar penduduk Jepang dibesarkan oleh cerita ini.

Banyak hal yang begitu menyentuh hati saya saat menonton cerita ini. Perjuangan hidup, sikap pantang menyerah dan harga diri yang tidak bisa dibeli semiskin apapun keadaannya. Oshin menggambarkan sosok anak yang patuh, wanita yang menjaga kehormatannya sekaligus ibu yang tangguh untuk memperjuangkan kehidupan keluarganya. 

Selain Oshin, kisah Hachiko si anjing setia juga menjadi favorit saya. Yang belum nonton, coba deh tonton film ini. Saya sampai nangis bombai menontonya sedih banget. Kisah kesetiaan seekor anjing yang menunggu majikannya setiap pulang kerja di sebuah stasiun kereta. Tanpa diketahuinya ternyata majikannya itu telah meninggal dunia. Namun Hachiko tetap setia menunggu setiap hari selama bertahun-tahun hingga akhirnya ia meninggal dunia. Hiks sedih banget.

Mungkin, Oshin merupakan gambaran bagaimana etos kerja orang Jepang pada umumnya. Tak heran Jepang yang pernah luluh lantak dibombardir Amerika bisa bangkit dan menjadi negara yang disegani di dunia, menjadi raksasa ekonomi. Dan mungkin Hachiko menggambarkan sifat orang Jepang yang memiliki komitmen tinggi terhadap suatu janji dan selalu disiplin dalam waktu.

Tak hanya dikenal dengan perkembangan ekonominya yang pesat, Jepang pun memiliki tempat-tempat wisata yang menarik penduduk dunia untuk berbondong-bondong kesana. Apalagi di musim dingin. Wisata salju dan segala sesuatu yang berbau musim dingin seperti magnet bagi wisatawan mancanegara.

Bagi saya pribadi, kisah Oshin, Hachiko, etos kerja masyarakat Jepang, Salju panas di dekat rumah, hamparan salju di Tokyo dan Gunung Fuji menjadi suatu harmoni indah yang membawa mimpi-mimpi saya melangit. Ingin rasanya menginjakkan kaki kesana. 

Jika saya berkesempatan menikmati musim dingin di Jepang, banyak hal yang ingin saya lakukan, banyak tempat yang ingin saya lihat.


APPERTIZER

Jika diibaratkan makan, saya ingin perjalanan wisata musim dingin ke Jepang komplit dan memuaskan. Maka agar selama disana saya merasa nyaman, aman, tentram dan bisa menikmati liburan dengan fun, saya harus menyesuaikan pakaian yang dibawa.


Hal ini krusial karena suhu di Jepang saat musim dingin bisa sampai minus derajatcelcius. Lagipula, udara saat musim dingin itu sangat kering, sehingga selain pakaian , saya juga harus pakai lip balm, biar bibir tidak pecah-pecah dan memakai masker di mulut, untuk menahan uap yang keluar. Agak sedikit rempog yah.

Persiapan selesai, mari jalan-jalan.

Pertama , saya ingin menginjakkan kaki di kota tempat Oshin kecil tumbuh, Yamagata. Yamagata adalah daerah perbukitan yang berada di  wilayah Utara Jepang. Untuk menuju Yamagata, bisa menggunakan jalur darat maupun udara. Saya inginnya menggunakan jalur darat saja. Karena saya ingin merasakan naik kereta di Jepang.

Kyodokan

Di Yamagata, ada sebuah bangunan bernama Kyodokan. Kyodokan merupakan bangunan kuno yang dibangun pada masa dinasti Meiji . Kyodokan memiliki arsitektur bangunan zaman Renaissance Eropa ditambah dengan sentuhan Asia. Di Kyodokan kita bisa menemukan ringkasan sejarah Jepang dan display-display peralatan medis kala dinasti Meiji berkuasa.


Belajar sejarah Jepang disini tentu berbeda dibanding membacanya di internet.  Sekalian napak tilas kota si Oshin saya pun belajar literature tentang sejarah negara yang menjadi macan Asia ini.

Yamagata dapat ditempuh dari station Tokyo dengan menggunakan JR menuju Sakata Station atau Shinjo Station. Tidak perlu khawatir stress di jalan karena perjalanan menuju Yamagata akan melewati indahnya alam pedesaan yang asri.

Setelah mengetahui sejarah Jepang, saya mau berjalan-jalan dan menikmati salju dengan cara yang artistik.

Yess, Sapporo Yuki Matsuri



Atau Festival Salju Sapporo adalah festival musim dingin terbesar di Jepang yang berlangsung selama 7 hari di pusat kota Sapporo, Hokkaido. Setiap tahunnya festival ini mampu mendatangkan 2 juta wisatawan dari seluruh penjuru dunia.


Di festival Salju Sapporo ini akan dipertunjukkan pahatan es dengan berbagai bentuk yang unik. Festival ini semakin dimeriahkan dengan adanya kontes seni pahat es internasional yang diikuti oleh Kanada, Amerika Serikat, Perancis, Korea Selatan dan tentunya Jepang sendiri. Tema pahatan es berbeda-beda setiap tahunnya. Bisa bertema tokoh walt disney, orang terkenal, maupun bangunan bersejarah dunia.


Malam harinya saya mau menikmati pertunjukan di Odori Park yaitu panggung utama penyelenggaraan festival Sapporo. Disana akan ada permainan cahaya warna-warni yang indah yang disorot oleh lampu sorot.

Pahatan Es disinari lampu warna warni
Menyaksikan Sapporo Yuki Matsuri akan membuat saya tahu bahwa es itu bukan cuma bisa dinikmati bersama sirup atau cendol, tapi juga bisa dibuat mahakarya indah.

Oya, dulu di Medan, pernah juga lho ada acara seperti ini tentu dengan skala yang lebih kecil. Tapi sayang, saya belum sempat melihat, eh festivalnya sudah selesai. Makanya kalau ke Jepang, saya tidak mau melewatkan tempat ini.

Taman Odaiba

Jepang itu dikenal sebagai negara yang berfikiran maju. Salah satunya mereka mampu mengolah sesuatu yang kelihatan tidak berguna menjadi sesuatu yang dahsyat. Salah satu contohnya adalah Taman Odaiba.


Odaiba adalah sebuah pulau di Teluk Tokyo yang dihubungkan dengan pusat kota Tokyo melalui jembatan Rainbow. Dulunya pulau ini merupakan tempat pembuangan sampah lho. Disini terdapat patung liberty. Oya, replika patung liberty itu tidak sembarang negara bisa mendapatkannya . Patung itu merupakan bentuk persahabatan antar negara yang dipercaya oleh pemerintahan Prancis.


Di sana juga ada patung Gundam. Sebuah robot dengan ukuran raksasa. Mungkin ini juga yang menjadi inspirasi film anak-anak jepang seperti Ultraman, Power Rangers, Ksatria Baja Hitam. Mungkin saja ya




Saya tertarik ke taman Odaiba, ingin melihat bagaimana sebuah pulau yang dulunya hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah kini menjadi objek wisata yang menawarkan arsitektur canggih, tempat belanja sekaligus wisata kuliner. Siapa tahu Indonesia bisa menirunya.

Oya untuk menuju ke Odaiba bisa menggunakan kereta juga . Asik-asik

Selain itu saya juga ingin melihat sebuah mesjid yang ada di Harajuku.

Lho, Harajuku bukannya tempat anak muda dengan pakaian aneh-aneh itu. Iyaaa, tapi disana ada sebuah mesjid yang penasaran ingin saya kunjungi.



 Mesjid Jamii, atau Mesjid Camii


Mesjid ini termasuk salah satu dari lima mesjid terindah di dunia lho. Arsiteknya adalah orang Turki. Bayangkan bagaimana nikmatnya sholat saat musim dingin di Jepang pula, plus di salah satu mesjid terindah di dunia. Jadi capek jalan-jalan, sholatnya disini.





Itu masih jalan-jalan pembuka. Ibaratnya masih appertizer nya winter di Jepang. Kalau sudah panas, baru deh kita masuk ke menu utama. Yess. Here we Go.


MAIN COURSE

Ke Jepang, di musim dingin, apalagi yang ingin dicari kalau bukan salju, salju dan salju.

Saya mau merasakan bagaimana berada di badai salju, terjerembab di tumpukan salju seperti dulu Oshin kecil alami. Tapi dengan cara yang berbeda. Dengan cara yang lebih baik dan lebih menyenangkan tentunya. Saya ingin main es skiting, membuat orang-orangan salju, pokoknya semua hal yang bisa dilakukan dengan salju.

Tapi karena sudah capek jalan-jalan kesana kemari, saya maunya ke tempat wisata salju yang kalau naik kereta langsung sampai, ngga pakai nyambung-nyambung kereta atau Sinkansen lagi.


Hasil ubek-ubek internet, ternyata ada tuh, namanya Gala Yuzawa



Gala Yuzawa itu adalah sebuah snow resort dan  board resort yang terhubung langsung dengan jalur dan stasiun shinkansen. Jadi begitu keluar dari kereta, kita bakal langsung berada di kaki gunung dan pusat ski.




Tapi jangan salah, biar perjalanannya langsung ngga pakai ribet, nyaman dan bebas stress, saya mau menggunakan jasa JR East. Japan Railway East, bukan yang lain. Soalnya kata teman-teman kantor saya yang sudah wara-siri ke Jepang, JR east ini rekomended banget untuk jalan-jalan di Jepang. Keretanya bagus, mewah, cepat dan nyaman. Apalagi kalau pakai JR East, dari stasiun Tokyo, hanya 77 menit saja sudah sampai di Gala Yuzawa ngga pakai sambung menyambung dengan kereta lain.




Di Gala Yuzawa nanti saya mau puas-puasin main sama salju, mau man ski sampai gempor. 

Kenapa saya mau ke Gala Yuzawa?




Karena saya ngga bisa main ski, hahaha. Tapi, di Gala yuzawa ini, nanti bakal diajarin dulu bagaimana cara bermain ski oleh pelatih profesional. Mungkin saya bakal jatuh bangun, tapi ngga apalah, Oshin kecil aja tahan kok jatuh bangun di salju, masa saya ngga. Lagian di Gala Yuzawa, spot untuk bermain ski terbagi-bagi, dari kelas pemula sampai profesional tersedia. Lagian kalau jatuh-jatuh, toh jatuhnya di salju ini bukan di api, yihaaa.

Terus, di Gala Yuzawa ini juga disediakan rental untuk peralatan ski. Jadi ngga perlu ribet. Lagian mana saya tahu apa saja perlengkapan ski.




Di Gala Yuzawa juga ada spot khusus anak-anak. Hmmm kira-kira Tara sudah bisa main ski belum yah. Mungkin tara bakal saya letakkan di kereta dorong trus diluncurin, cuuuuus. Eh ngga boleh ding, ada batasan usia anak ternyata.




Nah, biar praktis dan begitu sampai di Jepang bisa langsung berlibur di Gala Yuzawa, saya bakal pesan segala sesuatunya dari Indonesia saja melalui Tokyo Raildays. Tokyo Rail Days itu semacam agent wisata yang melayani wisata di Jepang yang bekerjasama dengan JR East. Dan JR East inilah yang akan mengantar saya langsung ke depan gunung ski Gala Yuzawa.




Saat ini, Tokyo Rail Days lagi promo paket wisata ke Gala Yuzawa.Beli satu gratis satu. Jadi kalau pergi sama suami saya, hemaaat, cuma bayar satu paket wisata saja.




Khusus untuk promo buy one get one ini periode bookingnya hanya sampai 28 Februari 2015 saja ya. Catet.

Selain itu, ada promo lain, mau paket 1 hari, 2 hari, sampai 4 hari. Puas-puasin deh tuh main saljunya. Ngga cuma main ski saja lho, itu sudah termasuk naik Gondola keliling resort, tiket kereta pulang pergi dan sewa perlengkapan bermain ski. One stop service gitu.




Oya, jangan sampai salah, periode berliburnya dari 10 Januari 2015 sampai 30 April 2015 saja yah. Soalnya setelah itu musim dingin akan berlalu, ntar ada promo lain yang tak kalah menarik.

Booking paket wisata melalui Tokyo Rail days ini banyak sekali keuntungannya.

1. Easy Buy

Ngga pakai ribet. Beli semuanya di tanah air, bayar, cuss ke Jepang tinggal melenggang

2. Easy Try

Karena bekerjasama dengan JR East, yang merupakan perusahaan kereta terbaik di dunia, pejalanan wisata kita akan menyenangkan. Bebas macet, bebas stress dan cepat tentu saja.

3. Easy Go

Perjalanan akan lebih mudah karena sudah diatur oleh Tokyo Rails days. Kita tinggal mengikuti saja. bagaimanpun juga, kalau baru pertama kali ke Jepang tentu saya tidak terlalu mengerti step-stepnya.


DESSERT

Puas bermain ski dan bermain salju, saya mau berendam di air panas dulu atau yang disebut Onsen.

ONSEN





Kalau lihat Onsen, kok saya langsung ingat adegan film Memoar of Geisha ya. Adegan dimana para Geisha berendam dan menunggu panggilan, xixixi, 

Tapi mungkin para Geisha suka berendam di Onsen karena ada hubungannya dengan kecantikan. Karena berendam di onsen itu bisa merilekskan tubuh dan menyehatkan. Rasa lelah, stress, hilang dengan sendirinya. Tubuh juga lebih segar setelah berendam. Kalau di Medan ada juga sih yang mirip-mirip Onsen ini, namanya Oukup, xixixi beda tipis yah.

Setelah berendam tentunya saya akan lapar sekali. Saatnya menikmati kuliner Jepang yang lezat. Selama ini saya hany makan masakan Jepang sebatas di VHmsum, mie ramen, sushi. Saya mau coba yang lain. Yang panas-panas dan khas Jepang.

Nabe




Nabe adalah sup kebanggan Jepang yang terdiri dari Kepiting, udang, mie. Segar sekali pastinya. Nabe dimasak diatas Hotpot, yaitu panci berisi air panas dan kita hanya memasukan bahan-bahannya saja. mirip steam boat mungkin ya kalau di indonesia. Yang menarik dari Nabe bukan pada masakannya, tapi dari tradisi makannya. Nabe biasanya dimakan beramai-ramai bersama keluarga atau sahabat. Nabe party. Suasana keakraban dan kekeluargaan saat menyantap nabe itulah yang membuat makanan ini istimewa. Saling berebut sayur dan proses memasukan makanan ke panci membuat nabe menjadi makanan seru.

Terakhir, untuk menutup perjalanan musim dingin di jepang impian saya, saya ingin melihat patung Hachiko di depan stasiun Shibuya.






Menyesapi kisah Oshin di tanah kelahirannya., mengajarkan saya tentang arti pantang menyerah. Melihat salju yang hanya bisa saya persepsikan di sebuah kawah putih, membuat saya tidak berhenti mewujudkan mimpi. Hinga menemui Hachiko yang mengajarkan arti kesetiaan. Jepang memberi energi baru bagi saya..

Ah winter di Jepang,mungkinkah saya bisa kesana?


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Oshin
http://yamagatakanko.com.e.db.hp.transer.com/access/
https://www.facebook.com/id.jprail
http://www.jp-rail-id.com/




 

Sibolga Kota Sejuta Wisata

Sunday, February 15, 2015
Isitilah rumput tetangga lebih hijau, tampaknya pas disematkan untuk sektor wisata kita. Terutama untuk masyarakat di Sumatera Utara. Setiap akhir tahun, liburan panjang, maupun weekend berbondong-bondong penduduk Medan dan sekitarnya terbang ke negeri tetangga. Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Thailand, Ho chi Min menjadi tempat menghabiskan waktu liburan. Padahal di Sumatera Utara sendiri ada lho tujuan wisata yang begitu indah dan menyimpan sejuta pesona, namun kurang terkespos dan kurang familiar bagi penduduk Sumatera Utara khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Padahal keindahannya sudah memikat wisatawan mancanegara.

Tak Bisa ke Lain Hati

Wednesday, November 19, 2014

Kalau rezeki memang nggak kemana. Jum’at kemarin sebuah surat nemplok di meja kerja saya. SPJ ( Surat Perjalanan Dinas) ke Medan, cihuuuy., bisa ketemu suami lagi, ah senangnya. Memang, sudah dua tahun ini saya tinggal berpisah dengan suami. Saya di Jakarta, suami di Medan.Tanpa membuang waktu saya segera searching tiket via internet. And, wow harga tiket gila-gilaan, maklum hari Jum'at. Saya yang biasanya naik maskapai merah urung melihat nominal yang tertera. Segera saya buka website penerbangan yang lain. Dan akhirnya saya pilih naik Garuda Indonesia. Soalnya harganya lebih murah dari yang lain, Asiiik bisa naik Garuda, dapet tiket pesawat murah pula.

Kuta Rock City Part 2

Sunday, February 10, 2013
Sebelumnya baca disini

Training pun dimulai. Lembaga training yang ngadain adalah BIDS Consultant. Pengajarnya lumayan keren, si bapak adalah konsultant dari salah satu perusahaan kontraktor terbesar di Bali. 

Yang dibicarain banyak banget, saya sampe lupa, tapi yang bikin saya manggut-manggut dan sangat setuju adalah statement si bapak bahwa di Bali tuh hotel udah banyak banget , ada dimana-mana. Jadi kalau kita mau membangun hotel atau membiayai hotel jangan hanya dilihat dari seberapa mewah hotelnya, tapi ada beberapa point penting dalam bisnis hotel:

Kuta Rock City Part 1

Monday, February 4, 2013
Gara-gara suka menunda-nunda pekerjaan, saya hampir kelupaan kalau mau nulis tentang perjalanan saya waktu ke Bali bareng sohib saya.

Jalan-jalannya udah setahun yang lalu, waktu saya masih kerja di Kantor Pusat di Jakarta,  tapi baru sempat nulisnya sekarang. 

Di perusahaan saya, setiap pekerja mempunyai jatah untuk mengikuti pendidikan or training sebanyak dua kali dalam setahun. Pendidikannya boleh apa saja, tetapi lebih diutamakan yang berhubungan dengan bidang tugas kita. Dan ada aturan tak tertulis, untuk pekerja khususnya yang di kantor pusat, tempat pendidika n diutamakan hanya yang berada di Jawa-Bali saja. Soalnya kemarin-kemarin waktu dibebasin boleh dimana saja, banyak pekerja yang milih pendidikan ke Batam, trus ujung-ujungnya nyebrang ke Singapur, halah, dasar ya anak muda , teteeep aja pendidikan pun disemepet-sempetin sambil jalan-jalan ( iya dong, kapan lagi).

Medan Favorite Cuisine

Saturday, July 21, 2012
( Pemenang Utama Lomba Blog Streetdirectory)

Karena saya dan suami hanya tinggal berdua saja di rumah, maka kami merasa ( saya tepatnya ), lebih bijaksana dan lebih hemat kalau selalu makan di luar. Apa sebab?, karena bisa pilih menu sesuka hati mengingat selera suami dan saya bagai bumi dan langit. Kalau direpresentasikan dalam sebuah lagu “ Aku suka singkong, kau suka keju”, gitu deh. Suami saya sukanya makanan yang digoreng-goreng, ngga pedes, kalau sayur yang bening-bening. Kebalikannya, saya suka yang berbumbu, bersantan, dan harus pedas. Kedua, karena lebih hemat waktu, kapan mau makan, tinggal cabut, lha kalau masak kan bisa berjam-jam saya di dapur belum belanjanya, belum nyuci piringnya, padahal waktu yang sangat berharga itu bisa buat berduaan ( halah, alasan bilang aja ngga bisa masak).  Setelah empat tahun wara- wiri ke berbagai rumah makan, maka saya menetapkan beberapa criteria rumah makan yang pas dengan selera kami berdua.
  • Tidak boleh hanya memiliki satu tema, jadi si rumah makan, kalau ibarat artis dia harus multitalented alias punya berbagai macam menu demi mengakomodir selera kami.
  • Harus ruangan terbuka, kecuali letaknya di mall. Karena si suami tersayang, harus merokok selesai makan, dan menurut saya, selama dia merokok ngga di dalam rumah it’s oke, saya ampuni ( istri kejam)
  • Tidak membatasi sambal yang boleh disantap, alias bebas mau minta sambal seberapa pun, lebih disukai yang memiliki variasi sambal ( sambel merah, sambel ijo, sambel tomat 
  • Ngga pake lama dalam menyediakan pesanan, karena saya dan suami selalu makan dalam keadaan lapar berat.
  • Lebih disukai rumah makan yang memiliki taman dan ada kolamnya ( ni mau makan atau mau tamasya sih ). Yah biar seger aja, atau ada pohon-pohonan lah.
Dan sejauh ini, ada beberapa rumah makan yang menjadi favorit kami. Rumah makan yang paling sering kami kunjungi berdasarkan waktu makan. Catatan , semua tempat adalah di Medan.

Sarapan
Warung Soto Pak Joko


Letaknya di Ringroad, kalau dari arah Timur sebelah kanan, kalau dari barat sebelah kiri ( taruhan seratus persen kalau yang baca orang Medan kagak ada yang ngerti ). 

Pokoknya, di sepanjang ringroad hanya ini satu-satunya warung soto yang buka waktu pagi. Waktu saya tanya saya pegawainya, jam berapa mereka mulai jualan. Si pegawai dengan enteng menjawab, “ Kami buka dari jam setengah lima bu, persis kaya tahanan perang “, gubrak. Saya ngga tau maksudnya apa, sebel sama bosnya atau mau nyampein ke saya bahwa mereka siap sedia sedari subuh, halah.

Malah tadi pagi suami bilang, selama Ramadhan mereka buka buat sahur. Tadi suami sahur disitu. Lah, lebih dari tahanan perang dong :)



Menu yang disediakan hanya berkisar soto. Segala macam soto, dari soto ayam, soto daging,soto paru, soto udang, soto rempela, soto babat. Ada juga pilihan tambahan berupa lontong Medan dan bubur ayam. Tapi yang paling enak sih sotonya. Saya yakin seratus persen bahwa yang punya pasti orang Jawa ( ya iyalah, namanya aja udah JOKO ), soalnya walaupun sotonya pakai santan tapi santannya encer, jadi ngga kayak soto Medan. Kalau di Jawa lebih mirip gule. Makanya saya dan suami bisa cocok makan disini, karena dia perpaduan selera Medan dan Jawa, klop dah. 

Tempatnya enak, ngga sempit, banyak tumbuhan hijaunya, jadi sejuk . Biasanya paling ramai kalau Sabtu Minggu, diisi sama orang-orang pulang olahraga sepedaan. 

Harganya juga ngga terlalu mahal, seporsinya Rp 10.000, udah ada perkedel kentangnya. Camilannya ada tempe goreng, sate daging dan sate paru. Plus ada kerupuk. Bagi pembaca yang dari Jawa, saya beritahukan di Medan, jarang sekali ada rumah makan yang menyediakan kerupuk. Jadi sekali lagi saya yakin banget ini pasti puyanya orang Jawa ( iya iya, percaya ).

Nih biar gampang lihat di streetdirectory



Makan siang
Bumbu Desa




Rumah makan favorit kami untuk makan siang sebenarnya dikota lain juga ada, soalnya cabangnya ada dimana-mana. Yup “ Bumbu Desa” terpilih menjadi tempat teratas pilihan. Letaknya di jalan Gajahmada, pas di sebelah lampu merah. Menurut saya, lokasinya sih kurang strategis, sebab tamu yang mau makan jadi susah masuk, dengan satu pintu masuk yang letaknya persis sebelum lampu merah. Namun termaafkan dengan parkir yang luas dan interior yang cozy. Di tengah-tengah restoran itu ada kolam ikan yang lumayan besar dengan ikan-ikan yang berseliweran. Tempatnya juga semi terbuka gitu, jadi ada udara keluar masuk lah. 

Menunya, ngga usah diragukan lagi , memang udah enak dari sononya. Disini berasa makan di rumah, karena memang andalannya menu rumahan. Dari ayam, ikan, udang, bebek, digoreng maupun dibakar. Trus ada tahu, tempe bacem. Sambal terong, sambal udang, sambal cumi, sambel kerang, dan sambel-sambel lainnya. Sayurnya juga banyak banget macemnya, tauco bunga pepaya, tumis jamur, gulai daun singkong , gulai pakis, kangkung tumis, sayur lodeh sampai sayur asem. Yang paling saya suka, gulai pakis nya, yummy banget. Pakisnya lembut dan santannya mantap.


Oya, cara pesannya, kita langsung ke display makanannya. Tunjuk-tunjuk sendiri. Soalnya menu utamanya belum dimasak, jadi setelah kita pilih, misalnya mau ayam goreng, atau bebek atau ikan, baru ntar digoreng sama mereka. jadi so fresh.

Trus kita bebas ngambil sambal sendiri. Disana ada meja tempat nyedian sambal dalam mangkuk gede, beserta lalapannya, timun, kol, daun kemangi, salada. Sambalnya juga ngga satu macam, ada sambal terasi, sambal merah, dan sambal ijo. Langsung saya ngambil sepiring sendiri.



Kalau kita minumnya mau teh tawar, gratis tinggal ambil aja, disedian segentong gedee banget, ada keran untuk ngeluarin teh di dalamnya.

Mengenai harganya, hmmm agak sedikit mahal sih. Perkedel jagungnya aja satu biji 4000 perak. Saya dan suami biasa makan berdua, kira-kira kena 120 ribuan lah, tapi ya karena selera kami beda. Mungkin kalau seleranya samaan bisa lebih hemat. Tapi worthed lah sama rasanya, enak dan sesuai sama namanya, berasa alami gitu dah makanannya.

Kelebihannya, tempatnya luas banget, jadi jangan khawatir ngga kebagian tempat. Kalau untuk buka puasa seperti sekarang ini pas banget. Karena mereka juga nyediain mushola. Kalau bawa anak kecil, disedian kursi khusus balita, jadi ngga takut anaknya jatuh kemana-mana.


Sebenarnya ada lagi satu tempat makan yang suasananya enaak banget di Medan. Namanya restoran Ndesa Deso, di jalan setiabudi. Kalau dari arah Tasbih, 50 m dari lampu merah pertigaan USU yang menuju ke arah Gatot Subroto. Letaknya ngga di pinggir jalan, agak masuk kira-kira 100 meteran. Konsep restonya adalah alam Bali. 

Pertama kali kesitu, saya malah ngga percaya masih ada di tengah kota suasana persis kayak di tengah hutan, rindaaang banget dan sangat romantis, persis berasa lagi bulan madu di Bali deh. Gitu masuk, kita ngelewati jembatan kecil buatan yang dibawahnya ada sungai kecil. Trus di tengah-tengah ada pohon bamboo gedeee banget. Tampaknya saat land clearing sengaja ngga ditebang. Di sisi kanan kiri, isinya pohon-pohon dan tumbuhan hijau. Sejuuuk banget. Suasananya benar-benar replika Bali, pelayannya pake pakaian Bali, lagu yang diputar juga gamelan Bali. Trus untuk menambah kesan alami, ada suara-suara burung berkicau. Walaupun siang hari, karena tertutup rindangnya pohon, maka suasana disitu agak temaram, sehingga ada lampu-lampu warna chrom gitu di setiap sudutnya. Kamar mandinya cantik banget. Kursinya juga cantik, dengan tirai-tirai putih yang menambah suasana honeymoon.

Tapiiiii, harganya mahal gilak. Saya makan berdua, menunya cuma sup kepiting jagung, bebek goreng, dan jus, kena 280 ribu. Kalau untuk ngerayain sesuatu bersama pasangan bolehlah. Tapi kalau sering-sering tidak baik untuk kesehatan kantong.

Makan Sore
Misop Kampung 



Terkadang, kalau lagi sore-sore sering juga pengen ngunyah sesuatu. Lihat ke dapur yang ada cuma mi instant. Buka kulkas yang nongol Cuma minuman, langsung lah menyeret suami keluar. 

Tempat yang menurut saya enak buat makan ringan sore hari adalah warung “ Misop Kampung”. Lagi-lagi di ringroad. Ya saya rasa ringroadnya Medan, bisa disebut sebagai tempat wisata kuliner, karena mau makan apa aja ada disana, dari yang ecek-ecek  kaya restoran fast food sampe yang seriusan. 

Misop kampong ini ngga ada waktu sepinya. Perasaan rame terus. Parkirnya penuh terus. Soalnya memang misopnya enak. Berasa makan misop di kampung-kampung. Menunya sih ngga Cuma misop, ada bakso, ayam penyet, nasi goreng, macem-macem. Tapi yang rekomended sih misopnya. Ada banyak pilihan, ada misop ayam, misop daging, misop bakso, misop iga. 

Harganya juga murah. Semangkok misop kampungnya cuma 7000 perak. Buat camilan, oke deh.

Oya, yang ngga tau apa itu misop. Misop itu mirip bakso cuma baksonya diganti  sama ayam suir. Kalau di jawa mungkin lebih mirip soto bening, soalnya dia pakai mie putih. Kalau yang suka mi kuning juga bisa, atau malah dicampur mi putih dan kuning.


Makan Malam
Nelayan



Nah ini dia juaranya. Tempat makan malam favorit saya. Kalau malam kan pengennya makan yang enak tapi ngga kenyang-kenyang banget. 

Kalau jalan-jalan ke Medan, biasanya dibilang, jangan lupa makan durian di Ucok Durian, atau makan mie Aceh di Titi Bobrok. Nah ada satu lagi yang ngga boleh ketinggalan. Makan di Nelayan. 



Di Medan, ada beberapa cabang Restoran Nelayan, di tiap mall pasti ada. Tapi yang paling asik sih yang di Merdeka Walk. Karena letaknya di udara terbuka. Terus dikelilingi oleh tempat-tempat makan yang lain. Merdeka Walk itu suatu kawasan makan yang terletak di tepi lapangan merdeka. Persis di depan bangunan-bangunan tua bersejarah, kayak gedung Lonsum, gedung BI dan kantor pos yang sudah berusia ratusan tahun. Di pinggirannya terdapat pohon-pohon gede dengan diameter kambium yang super lebar. Di batang-batangnya digantungin lampu-lampu cantik yang menambah semarak kawasan Merdeka Walk. Kalau di Bandung, mirip Ciwalk lah.



Nelayan, atau bisa juga Jala-Jala, adalah restoran dengan masakan cina. Menu andalannya aneka dimsum, dimsum goreng maupun dimsum steam. Mungkin dikota-kota lain juga ada dimsum, tapi yang membedakan adalah saus sambalnya. Hmmm, maknyuss banget. Pedes banget, bikin lidah melintir. Saya beberapa kali makan dimsum di Jakarta, tapi ngga ada yang bisa nyamain saus sambelnya Nelayan. Enaaak banget, bikin kita mendesis-desis. Suami saya ngga pernah nyentuh ni sambel.


Dari semua dimsum yang ada. Wajib banget dicoba adalah Leng Hong Kien, dimsum goreng campuran udang dan kepiting, dengan mayones yang lembuut dan rasanya pas sekali. Satu porsi ngga akan cukup. Kalau dimsum steamnya harus coba siomay nelayan atau kadang disebut siomay tiga rasa. Terbuat dari campuran, udang, kepiting dan ayam. Mantaaaap. Dicocolin saus yang pedes itu, top markotop.

Leng Hong Kien

Siomay rumput laut nya juga oke punya, dan pangsit gorengnya sayang untuk dilewatkan. Setelah puas menyantap dimsum. Jangan pernah pulang sebelum mencoba aneka dessertnya. Ada aneka pudding dan pancake. Very Recommended pancake durian. Pancake dengan isi durian utuh, yang enaaaak banget. Kalau makan durian kan bisa saja ketemu yang ngga enak. Kalau pancake udah dijamin pasti enak. Makannya, berasa mati masuk surga, mati lagi, masuk surga lagi sankingkan enaknya ( ini kata Raditya Dika ).


Selain aneka dimsum, ada juga makanan yang beratnya. Kayak aneka mie, nasi goreng, bebek peking, sup kepiting, sapi lada hitam, kerang , wah banyak deh. Tapi kalau yang kayak gitu kan biasa di restoran lain juga ada, makanya yang saya rekomendasikan dimsumnya deh.



Bagi orang Jakarta, ngga perlu jauh-jauh ke Medan, di mall Taman Anggrek lantai GF juga ada kok. 

Masalah harga, sekitar 16 ribu sampai 18 ribu seporsi dimsum yang terdiri dari 3 atau empat potong dengan ukuran sedang. Yang paling mahal pancake duriannya, seporsi 2 potong seharga 26 ribu ( belum termasuk pajak). Tapi dibanding rasanya dan pelayanannya ngga mahal deh.

Oya saya belum cerita, pelayanannya tuh ngga biasa. Jadi si pelayan akan mondar-mandir membawa satu nampan besar berisi aneka dimsum, dessert, pudding dan mendatangi tiap meja. Kita tinggal tunjuk-tunjuk saja. Seperti display berjalan, jadi ngga sekedar lihat di halaman menu. Kalau kita ngga tau apa isinya, tinggal tanya aja sama pelayannya, mereka akan memberitahu apa aja komposisi dimsum tersebut. Dan biasanya mereka akan merekomendasikan yang paling sering dipesan tamu, gitu. Jadi kalau baru pertama kali, jangan khawatir, ngga akan kecele.

Setiap pulang ke Medan, saya pasti ngga pernah absen kesini. Sekalian menikmati kota Medan di Merdeka Walk. Kalau malam minggu bisa buka sampai tengah malam, jadi pas juga buat yang insomnia trus kelaperan. Untuk temen nonton bola juga oke.

Nah itulah beberapa tempat makan rekomended versi saya. Tapi sebenarnya kalau di Medan sih, semua tempat makan hanya ada dua rasa, enak dan enaak banget. Jadi kemanapun anda makan, selama masih di kota Medan, tetap juara lah. Mau makan Padang?. Rumah makan ACC sip banget. Atau mau makan makanan Mandailing, rumah makan sidempuan pilihannya. Selain yang khas-khas gitu, semuanya ngga ada yang ngga enak. 

Ayo ke Medan, dan manjakan lidahmu di kotanya si Feri AFI dan Rini Idol ini ( salah focus ).


Biar ngga kesasar, lihat petanya dulu di http://www.streetdirectory.co.id. Tuh di titik yang biru itu tempatnya. Kalau masih kesasar kebangetan mah ente.


Eh dari tadi pasti ada yang nanya, dapet darimana tuh peta-peta keren gitu. Sekarang kamu, kalau mau kemana-mana ngga usah khawatir kesasar atau kehilangan arah. Langsung cari aja alamat yang kamu tuju di streetdirectory.

Streertdirectory itu adalah situs peta Indonesia-peta jalan & satelit. Caranya gampang banget. kamu tinggal buka http://www.streetdirectory.co.id, trus ketik aja alamat yang mau kamu cari. Contohnya , mau cari alamat Restoran Nelayan tuh, ketik : jalan Balai kota, Medan. Ntar langsung muncul petanya. Bahkan kamu bisa cari jalan tercepat atau jalan terpendek menuju kesitu dari titik dimana kamu berada. Keren yah. Dengan begitu, jadi lebih hemat waktu kalau mau jalan-jalan.

Udah ah, kebanyakan ngomong saya. Langsung datengi ya tempat-tempat makan favorit saya di atas. Kalau anda puas, sampaikan sama teman, kalau tidak puas, bilang sama yang punya restoran yah, jangan sama saya ( kabuuur ) :))



Custom Post Signature