Save The Water, Sebuah Pesan dari Alam Rahim

Thursday, January 31, 2013
( Pemenang ke-3 Lomba Anugerah Jurnalistik Aqua 2012 )

Halo.. perkenalkan . 

Hmmm... namaku siapa yah. Aku belum tahu siapa namaku, tapi aku sering dengar bunda dan papaku manggil aku dede.. dede... gitu. Bunda sering bicara padaku, walau aku belum bisa menjawabnya tapi aku mengerti apa yang dikatakannya. Biasanya aku memberi jawaban dengan cara menendang perut bunda, atau mengetuk-ngetuknya. Sepertinya bunda suka sekali kalau aku bergerak-gerak, karena setiap aku bermanuver, sebuah tangan halus langsung mengelus-ngelusku, rasanya nyamaan banget.

Setiap malam bunda sering membacakanku buku cerita. Jadi di dalam sini aku sedikit-sedikit tahu apa yang terjadi di luar sana. Kemarin malam bunda bacain tentang air. Sebenarnya ngga bacain sih, cuma bunda membaca dalam hati, tapi kan karena aku satu jiwa sama bunda jadi aku tahu apa yang dibaca dan di pikirannya. Wah aku jadi ingin menyampaikan sesuatu dari sini. Karena aku belum bisa nulis, jadi bunda yang nulisnya.





Kata bunda, air itu sumber kehidupan. 

Aku setuju sekali. Karena tanpa air, aku tidak akan mungkin ada di tempatku sekarang. Diriku terbentuk dari setetes air, tepatnya air mani. Melalui perantaraan papa dan bunda, serta tentu saja seizin Allah aku tercipta. Proses penciptaanku luar biasa menakjubkan. Hanya dari setetes air, berubah jadi zygot-morula-blastula-gastrula- fetus. Semakin hari aku semakin besar, tumbuh dalam tempat yang nyaman. 

Sekarang usiaku sudah 5 bulan, aku berada dalam sebuah kantung. Kantung tersebut merupakan media tempat aku tumbuh. Dan kalian tahu, apa yang ada di dalam kantung itu?. Ya, air. Dokter sering menyebutnya dengan air ketuban. Setiap periksa aku dengar bunda selalu bertanya ke dokter " Air ketubannya cukup ngga dok ". 





Air ketuban itu hampir sama fungsinya dengan kantung udara. Ia membantu pertukaran zat-zat antara aku dan bunda. Selain itu ia juga berfungsi untuk melindungiku dari tekanan, benturan dan sebagai fungsi imun bagi diriku. Di dalam air ketuban mengandung zat kimiawi-kimiawi imun yang akan memerangi berbagai virus dan bakteri yang menyerangku. Yang menarik lagi, air ketuban tersebut melapisi kedua sisi membran timpanik pada telingaku, sehingga  bunyi bisa masuk dari telinga luar ke telinga dalam, makanya aku bisa berkomunikasi dengan bunda.

Aku juga membutuhkan air ketuban untuk perkembangan paru-paruku. Ketika aku menghisap air ketuban, itu akan merangsang produksi jaringan-jaringan paru-paru untuk berkembang. Aku suka berenang di dalam sini, kadang aku berputar-putar dengan bantuan air ketuban . Sesekali aku bisa cegukan karena tertelan airnya tapi jangan khawatir aku bisa menghembuskannya kembali kok.

Air ketuban juga merupakan perangkat diagnosis untuk mengetahui perkembanganku selama di dalam rahim. Makanya bunda selalu menanyakan jumlah air ketuban yang melindungiku. Bayangkan kalau tidak ada air ketuban, bisa-bisa aku lecet-lecet di dalam sini. Subhanallah , benar-benar air itu sumber kehidupan seperti yang dikatakan bunda.(1)

Karena tahu begitu pentingnya air untuk proses kehidupanku, bunda selalu menyuplai air yang cukup untukku. Biasanya bunda cuma minum 8 gelas sehari, tapi sejak ada aku, jumlahnya ditambah jadi dua kali lipatnya. Airnya berbentuk dan berasa macam-macam. Kadang bunda mengirimkan aku air yang rasanya tawar, kadang warnanya coklat, sepertinya bunda menyebutnya susu. Sekali-sekali rasanya asam, mungkin jus buah dan yang paling sering rasanya manis-manis anyep, papa yang suka membelikan bunda, namanya air kelapa. Waah, banyak sekali air yang masuk ke dalam diriku. 

Aku dengar nantinya setelah aku lahir, aku tetap akan berurusan dengan yang namanya air. Bunda sering membaca buku tentang air yang satu ini. ASI, Air Susu Ibu. Katanya air tersebut sangat aku butuhkan setelah aku lahir. untuk kekebalan dan untuk kesehatanku. Berjuta-juta ibu berusaha keras untuk memberikan air yang satu ini kepada bayi-bayi seperti diriku. Lagi-lagi, air menjadi penopang hidupku kelak.

Dari awal kehidupanku, begitu tergantungnya aku dengan air. bukan hanya aku, tapi seluruh bayi-bayi yang masih di dalam rahim maupun yang belum lahir. Bukan hanya bayi manusia, tapi juga bayi hewan dan bayi tumbuhan.

Beberapa hari lalu bayi pohon kamboja di rumah kami mati. Penyebabnya karena papaku pergi pendidikan selama seminggu, jadinya ngga ada yang ngasi dia minum. Aku sedih sekali, akhirnya bunga-bunga yang ada di rumah diletakkan ayah di luar, biar kalau ngga ada orang di rumah, mereka masih bisa minum dari air hujan.

Ngomong-ngomong soal air hujan. Ada yang aneh dengan air yang satu ini. Kalau ngga datang lama dia ditunggu-tunggu, gitu datang biasanya bawa pasukan banyak, sampai berjam-jam bisa mengguyur bumi kita. Kemarin bunda baca berita di internet, aku ikutan baca juga. Ibukota lumpuh karena banjir, gitu bunyi beritanya. Aku sebenarnya tidak terlalu mengerti, kata bunda air itu sumber kehidupan, tapi kok banyak air malah mematikan kehidupan, contohnya kata-kata lumpuh tadi. Ternyata memang apapun itu, semua harus dalam takarannya, ngga boleh kurang dan ngga boleh lebih. Sama kayak air ketuban tadi, kalau terlalu banyak dokter pasti mengira sistem pencernaanku tidak bagus, kalau terlalu sedikit juga berarti ginjalku tidak bekerja dengan sempurna (1) . Mungkin seperti itu juga yang terjadi pada perut bumi kita ini.



Saat hujan tidak turun, artinya bumi akan kekurangan air, kering, gersang,jadinya bumi bisa lecet-lecet kayak aku kalau kekurangan cairan. Bentuk lecetnya ya dengan melukai dan menyusahkan penghuni di dalamnya. 


Ibarat rahim, bumi dan alam ini juga adalah sebuah rahim. Namanya rahim semesta. Nah kalau di rahim bunda cuma ada aku, kalau di rahim semesta ada berjuta-juta orang. Untuk tetap hidup normal dan terlindungi, penghuni rahim semesta ini butuh air ketuban yang cukup.Sebagai penyedia nutrisinya, sebagai perantara zat-zat yang berguna dan sabagai pelindung bagi dirinya. Menurutku sih seperti itu.

Air ketuban di rahim semesta ini bisa berbentuk air hujan, air laut, air danau dan semua air yang terkandung dalam udara. Seperti air ketuban pula, air ini mengandung banyak kebaikan dan zat-zat yang dibutuhkan oleh seluruh penghuninya.

Makanya saat hujan melimpah ruah jatuh dari langit harus ada yang menyerapnya, agar jumlahnya tetap sesuai kebutuhan. Kalau dalam contohnya di rahim bundaku, aku secara konstan akan menghisap dan menghembuskan air ketuban kira-kira 340 ml perhari. Kemudian aku akan memuntahkan kembali kira-kira setengah dari jumlah tersebut dan sisanya dikeluarkan bunda dalam bentuk air seni. Air ketuban diperbarui seluruhnya setiap tiga hari, jadi airnya ganti-ganti, bukan air yang sama sepanjang kehamilan.

Demikian juga di rahim semesta, ada yang namanya siklus air. Air dari bumi baik laut,sungai danau,empang,kolam, karena pemanasan akan menguap ke atmosfer, disana akan terjadi kondensasi dan membentuk awan-awan.Awan pada ketinggian dan suhu tertentu akan membentuk butiran air dan es.  Karena massanya semakin lama semakin berat, butiran air tersebut akan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.



Air hujan tadi sebagian ada yang menguap sebelum sampai ke bumi, Yang jatuh ke bumi, ada yang jatuh diatas daun-daun tumbuhan ada juga yang jatuh ke tanah. Air yang jatuh ke tanah akan mengalir terus sesuai sifatnya ke tempat yang lebih rendah yaitu laut. Namun dalam perjalanannya menuju laut, air ada yang meresap ke tanah dan masuk ke lapisan batuan sebagai air tanah yang pada akhirnya keluar sebagai mata air.

Air yang melimpah ke bumi tadi butuh penahan agar bisa terserap oleh tanah. Penahannya itu adalah akar tumbuh-tumbuhan. Kalau ngga ada tumbuhan, airnya bisa bablas terus, dan pada akhirnya berkumpul di suatu tempat makanya bisa terjadi banjir. Kayak yang dibaca bunda itu, tidak ada pohon-pohonan di ibukota yang dapat menyerap dan menahan air. Disamping itu tanah yang ada juga banyak tertutup gedung-gedung bertingkat, paving blok, aspal, sehingga airnya jalan teruuuus.Belum lagi sampah-sampah yang menutupi sungai, Akibatnya, sama seperti tubuh,  kalau pori-pori kita tertutup maka bisa menyebabkan keringat berlebihan. Karena banyak keringat bisa muncul biang keringat, Trus kalau cuaca lagi panas,keringat bercampur debu juga akan menyebabkan bakteri berkembang biak dan menimbulkan jerawat.  Ya seperti itu juga bumi dan lingkungan kita, air banjir tersebut ibarat keringat yang bercampur dengan segala jenis kotoran dan penyakit. Makanya saat banjir banyak penyakit bermunculan.Wih, bisa-bisa penghuni rahim semesta bakal keracunan air ketubannya sendiri.

Jadi muncul banyak masalah hanya karena air tidak dapat terserap sempurna di pori-pori tanah.

Tapi kan, masih banyak air yang ngalir ke laut?

Nah itu dia masalahnya. Walaupun menurut buku-buku dan literatur yang dibaca bunda, bahwa bumi kita ini sebagian besarnya adalah air, namun tidak semua air tersebut dapat kita pakai, hanya 3 % saja dari air yang ada di bumi yang berbentuk air tawar, sisanya air asin. Dari 3 % ini pun tidak semua bisa digunakan, karena ada yang tersimpan di gletser, jadi es, salju dan nyelip di air tanah dan batu-batuan. 0,3 % saja yang berbentuk air permukaan, seperti sungai,danau, dan air rawa.

Menurut ahli-ahli air di Indonesia, potensi air yang ada di Indonesia mencapai 700 triliun meter kubik pertahun. Terbesar kelima di dunia. Sayangnya yang mampu di tampung oleh waduk dan bendungan-bendungan lain itu hanya 200 miliar meter kubik, yang artinya produksi ketahanan air kita hanya bisa mengendalikan 0,02 % saja, sisanya diserahkan ke alam (2). Padahal alam sendiri juga tidak sanggup menampungnya, karena kerusakan-kerusakan yang telah disebabkan manusia sendiri. Lama-kelamaan semakin bertambahnya jumlah penduduk, bisa-bisa penduduk Indonesia akan akan dijatah penggunaan airnya. Ibarat kata pepatah seperti tikus mati di lumbung padi. 

Pernah dengar istilah memanen hujan?

Negara kita ini memiliki curah hujan yang sangat tinggi sekitar 1000-4000 mm/tahun. Namun hujannya itu tidak turun setiap hari karena kita mengenal musim hujan dan musim kemarau. Akibatnya ada satu masa kita berlimpahan air namun dimasa lain kita paceklik air.   Salah satu upaya untuk menyeimbangkan pasokan air yang tidak merata itu adalah dengan memanennya dikala berlimpah. 

Ada dua cara pemanenan hujan, pertama dengan mengumpulkan air hujan di atas permukaan tanah ( Ground catchment). Contohnya seperti waduk dan bendungan tadi. Cara ini pada dasarnya adalah usaha menampung air larian di permukaan yang tidak dapat tertahan oleh akar-akar pohon tadi. 

Dan cara yang kedua, dengan memanen air hujan di atas atap bangunan ( roof catchment ). Maksudnya yaitu dengan mengumpulkan air hujan dari atap rumah,bangunan besar). Syaratnya adalah atap bangunan tidak boleh terbuat dari asbes, jangan dicat dengan menggunakan bahan yang berbahaya seperti chrome,besi atau metal dan atap juga sebaiknya tidak terganggu oleh pepohonan, sehingga tidak terkotori daun dan kotoran hewan.


sumber gambar:athayateladan.blogspot.com
Air dari atap akan mengalir menuju talang air, disitu perlu dipasanag semacam saringan untuk memisahkan kotoran yang ada, selanjutnya air yang sudah bersih melalui pipa disalurkan ke bak penampungan. Sederhananya seperti itu (3)

Di Negara Jepang, mereka sudah memanfaatkan atap-atap gedung sebagai penampung air hujan. Jadi atapnya didesain sedemikian rupa sehingga saat hujan datang, air akan tertampung di dalamnya. Mungkin ini bisa ditiru di negara kita.

Ternyata masih ada cara ya untuk mengatasi masalah keterbatasan air.


Kenyataan bahwa ketersediaan air yang terbatas itu ternyata tidak didukung oleh perilaku manusia yang berusaha menjaganya. Banyak yang menghambur-hamburkan air. Memakai air tidak dengan semestinya, dan parahnya lagi air yang sedikit tersbut itu pun masih dicemari , sehingga makin memperkecil jumlah yang bisa digunakan.

Hmm aku jadi heran, kok bisa terjadi seperti itu ya di luar sana? Sepertinya banyak yang tidak peduli atau belum sadar betapa pentingnya air bagi kehidupan. 

Coba kita pikirkan betapa pentingnya air untuk hidup kita, bukan sekedar untuk minum, makan, nyuci, atau mandi.



Untuk bernafas kita butuh air. Kenapa? karena oksigen yang kita hirup berasal dari hasil fotosintesis tumbuhan. Tumbuhan bisa berfotosintesis kalau dia hidup, sehat. Untuk hidup dan sehat dia butuh air.

Begitu juga untuk makan, pakaian, semua butuh air, sama ceritanya seperti bernafas tadi, karena dibutuhkan tanaman dan tumbuhan agar kita bisa makan, bisa pakai baju.

Tidak itu saja, untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kita butuh kendaraan. Kendaraan butuh bahan bakar. Satu gallon bensin dalam proses pembuatannya membutuhkan 13 galoon air. Lagi-lagi air.

Trus,untuk membiayai hidup, kita harus bekerja. Dalam bekerja kita memakai kertas, alat tulis, pensil, macam-macam. Semuanya itu bisa ada dan tersedia karena air. Pohon penghasil kertas, kayu pembuat pensil, tinta yang berasal dari cumi, perabot yang kita gunakan. Semuanyaa ada karena keberadaan air.

Jadi ngga berlebihan kalau kita semua harus aware terhadap ketersediaan air. Banyak cara yang bisa kita lakukan.

Pertama, lakukan dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari keluarga sendiri.

Matikan Keran Saat Sikat Gigi



Menyikat gigi tampak seperti pekerjaan simpel dan cepat. Tapi , kenyataannya 15 liter air mungkin telah terbuang ke wastafel. Kalau kita matikan keran kita telah menghemat air sebanyak 10.901 liter. Jika semua penduduk Indonesia melakukannya, mungkin setara dengan aliran tahunan sungai Bengawan Solo (3)


Bawa Air Sendiri
Membeli sebotol air setiap hari dapat memuaskan dahaga kita, tetapi menyengat planet ini. Setiap 1 botol air mineral ukuran 1 liter membutuhkan 7 liter air untuk memproduksinya. Agar hemat, kita bisa beli langsung air mineral langsung banyak dalam bentuk galon, lalu mengisi ulang botol minum kita.

Satu tahun : 218.400 juta liter air bisa dihemat, dikali seratus juta penduduk indonesia, setara dengan aliran 76 kali jumlah air di Danau Toba (2.892 juta liter)(5)


Beli Produk Kertas Daur Ulang
Produk kertas daur ulang membutuhkan air lebih sedikit daripada kertas baru. Jika keluarga kita memakai 4 gulung tissue daur ulang sehari, dalam satu tahun kita bisa menghemat air 2.411 liter. kalau semua kantor, mall, memakainya? Lebih dari jumlah air terjun di Twangmangu setiap hari.


Pakai Shower saat Mandi
Penggunaan shower menghemat setengah penggunaan air dengan menggunakan gayung atau berendam di bath-up. Jika kita mandi 5 menit memakai shower, dalam satu tahun bisa menghemat air sebanyak 17.224 liter. Efeknya jika semua orang di Indonesia melakukannya untuk satu tahun, cukup untuk mengisi sekitar 688 juta kolam renang ukuran olimpiade.wow (6)

Menyiram tanaman atau rumput pada pagi atau sore hari
Jika kita menyiram tanaman pada siang hari, panas matahari akan mempercepat penguapan sehingga mencegah 14 perse air mencapai akar tanaman. Menyiram rumput atau tanaman di pagi atau sore hari dapat menghemat 329 lier air seminggu. Satu tahun efeknya 17.125 liter air dihemat. Jika setiap rumah tangga di Indonesia melakukannya, satu tahun sama dengan empat kali curah hujan tahunan di Medan.

Pakai mobil pribadi beramai-ramai
Karena 1 liter bensin memerlukan 13 liter air untuk memproduksinya, kalikan setahun, kalikan jumlah pengguna mobil di jalanan. Selain menghemat air, memakai mobil beramai-ramai juga mengurangi kemacetan dan meminimkan polusi udara.

Hemat saat Mencuci
Gunakan mesin cuci yang hemat listrik. Mesin cuci satu tabung lebih hemat daripada mesin cuci dua tabung. Hemat listrik sama dengan hemat air. Gunakan juga detergent yang mengandung busa sedikit karena semakin banyak busa semakin banyak air yang diperlukan untuk mebilasnya.

Daur Ulang Air yang Masih bisa digunakan

Seperti air bekas cucian untuk mengepel, untuk nyuci mobil.


Tanamlah Pohon
Menanam pohon tidak menghemat air, tapi ia akan menyimpan air untuk kita, membuat udara di sekitar rumah menjadi sejuk, sehingga ruangan rumah tidak akan gerah. Karena tidak gerah kita akan jarang menggunakan AC. Hemat listrik sama dengan hemat air.


Masih banyak cara untuk menghemat air. Ingat, segala sesuatu yang kecil kalau dilakukan berjamaah hasilnya akan signifikan. Mari kita selamatkan air kita. Kalau aku yang masih bayi saja peduli dengan air, masa orang dewasa tidak.

Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan, tolong jaga air untuk kami-kami ya. Untuk bayi-bayi yang masih ada di rahim bunda. Untuk bayi-bayi yang akan lahir, dan untuk kehidupan kita semua.



Air sumber kehidupan. Dari setetes air aku diciptakan, maka jangan pernah sia-siakan tetesan-tetesan air yang turun ke muka bumi.

NB. Terima kasih bunda, sudah menyampaikan isi hatiku pada dunia ;)


Sumber :






37 comments on "Save The Water, Sebuah Pesan dari Alam Rahim"
  1. suka deh dengan tulisan ini:) good luck mba ^_^

    ReplyDelete
  2. cantiknya tulisannya punya saya sangat sederhana tapi tulisan2 kita adalah warisan utk anak cucu kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba dwi. Iya mba tulisan2 kita adalah warisan. Semoga bisa dibaca anak cucu nanti :)

      Delete
  3. Replies
    1. Hahaha mba myra, aamiin kan aja deh. Ngga aterlalu berharap soale pesertanya pasti byk bgt.ini ngga sekedar utk lomba, emang temanya bgs bgt utk anak cucu kelak, jiaaaah

      Delete
  4. Keren tulisannya... Ada bau kemenangannya kayaknya... Hehe...good luck ya Win

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mba ade, aku memang belum mandi nih, jadi ada bau2 gimanaaa gitu. Aamiin ya rabbal alamin, semoga kita ada yg nyangkut ya mba

      Delete
  5. waduh mau ngumpet dimana lagi mak :D

    sukses ya mak saya doakan, satu saingan ga ada , soalnya saya ga ikut kok.

    jiahh berasa orang hebat banget ya xiixix. kidding mak . :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, berkurang saingan dua. mba myra dan mba hana ga ikuut :)

      Delete
  6. Goodluck mak Windi, oh ya punya banyak blog?sempet lirik2 winning something---kali ini semoga menang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. punya 3 blog mba. yg paling aktif yang ini. Yang kompasiana cuma buat ikut lomba kompasianan doang, satu lagi, kadang2 aja updatenya :)

      aamiin, makasi mba

      Delete
  7. Analogi rahimnya orisinil banget... aku jagoin kamu menang windi.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gara2 hamil nih mba.semua jd dianalogiin ke rahim.aamin doain ya mba,semoga jurinya sependapat denganmu

      Delete
  8. ulasannya Mantab Maak..
    Itu yang air ketuba, terenyuuh deh..

    Sukses Maak Windi.
    Moga menang yaa

    ReplyDelete
  9. pengembangan idenya luar biasa mbak, bener2, salut sama tulisannya...

    ayo,, hemat2 air ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi sabda awal. ayo hemat air untuk bayi ku dan bayi kita semua :)

      Delete
  10. Sangat pantas menjadi finalis..
    Semoga Sukses ya Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. makasi cumakatakata. Adduh jadi malu #plak digampar blogger lain, sok malu2 :)

      Delete
  11. Tema yang tidak pernah terpikirkan oleh banyak blogger, wajar bisa terpilih menjadi salah satu finalis. Tetap semangat Mbak Win... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe ni si dede yang ngasi ide. habis dia nendang2 terus :)
      makasi dah mampir mas , salam kenal

      Delete
  12. pantesaaaan masuk nominasi, bagus :)

    ReplyDelete
  13. semoga tulisan mbak menang nih, komplit deh. Btw itu mbak utak atik sendiri data yang ada misalnya buat perbandingan rasio yang njelimet,terus terang aku ngeper kalo buat data yang ada kalkulasi demikian rumit.
    Tau, ga mbak aku baca sampe berulang kali tetep gak mudheng2 saja soal tabulasi angkanya. hikkks.
    Nanti bisa diinbox saja ya,mbak. Hehehe amal sholeh utk dakyuuu, mb Windi yg caem n smart ^_^.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya mba. AKu cari data kebutuhan satu org buat sikat gigi misalnya berapa. Trus dikali 3 kali mandi, trus dikali 100 juta orang. dpt hasilnya. Lalu aku cari lagi misalnya debit danau toba itu berapa. Nah lalu dibandingin. Wkkkkk ribet amat yah, emang, tp aku seneng mba, pas dpt angkanya langsung takjub, wooooow. apalagi yg data kolam renang itu, aku ngga nyangka dpt angka segitu. Gilaaa bener konsumsi air kita

      Delete
  14. Selamat Mba Windi, jadi salah satu pemenang..tulisan keren, datanya megang banget...layak menang

    ReplyDelete
  15. tulisannya keren...komunikatif dan informatif mbak
    bahasanya ringan, jadi gampang dicerna...
    Sekali lagi selamat ya ^^

    ReplyDelete
  16. Lagi belajar tulisan pemenang nih :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature