Financial Planning Untuk Para Ibu

Tuesday, January 12, 2021


Ibu-ibu sering nanya nih sama aku. Kalau mau mulai merencanakan keuangan keluarga mulai dari mana sih?

Mulai dari duduk berdua dengan suami ya buibu. Keuangan keluarga itu tanggung jawab bersama jadi buibu dan bapak-bapak

Para ibu memegang peran penting dalam financial keluarga, karena anak-anak pertama kali belajar uang dari orang terdekatnya. 

Seorang ibu yang melek keuangan dan bisa memanage keuangan keluarga dengan baik akan menjadi partner yang kuat untuk suami. Plus jika terjadi sesuatu pada suami maka keuangan keluarga akan berada di tangan yang tepat. 

Terkadang, banyak para ibu yang seolah-olah jadi manager keuangan keluarga, padahal prakteknya hanya sebatas kasir. Nah jangan sampai seperti itu ya buibu. 

Jika ibu tidak bekerja, maka yang menjadi penghasilan ibu adalah penghasilan suami. Jika ibu bekerja, maka penghasilan keluarga adalah penghasilan ayah dan penghasilan ibu.

Mulai Dari Mana?

Pertama kali membuat financial planning mungkin ibu bingung, mulai dari mana ya?

Mulailah dari membuat perencanaan keuangan keluarga. Tahapannya dari:

  • Menentukan tujuan bersama pasangan. Atau kalau ibu adalah single parent, maka buat dulu tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai.
  •  Biasanya tujuan keuangan keluarga adalah dana darurat, DP rumah pertama, dana pensiun dan dana pendidikan anak.
  • Jika kondisi keuangan terbatas, tentukan prioritas tujuan yang pertama kali ingin dicapai. 
Peran istri : support suami agar karir dan bisnisnya bisa berjalan lancar, sehingga berimpact ke penghasilan keluarga.

Serahkan Pada Ahlinya

Walau kata orang, bunda-bunda adalah manajer keuangan keluarga, namun jika ternyata papa lebih jago ngatur keuangan tidak mengapa papa yang ambil alih ya bun, daripada bunda stress kok ga balance terus tiap bulan. Asal sama-sama dibicarakan, disepakati dan terbuka dengan jelas, sah-sah saja kok.

Namun siapapun yang pegang kendali, bunda harus tetap aware dan tau apa-apa saja yang dilakukan papa ya sebagai back up jika ada hal mendesak.

Misal : tau tagihan-tagihan apa yang harus dibayar.

Asuransi

Moms, jangan lupakan hal penting ini yah. Di dalam keuangan keluarga ada namanya risiko. Salah satu risikonya adalah mama bisa saja kehilangan sumber penghasilan keluarga secara tiba-tiba karena suami mama meninggal dunia dini.

Karena itu mama jangan lupa cek ya, si papa sudah memiliki asuransi jiwa atau belum. Kalau belum, bicarakan dengan si papah untuk membelinya. 

Mama bisa ikut bantu mencarikan asji yang tepat. Jika keuangan masih mepet pilih asji termlife aja mam.

Dokumen Penting

Mam, di rumah yang biasa nyimpen dokumen-dokumen penting siapa?

Walau mama lebih rapi, tapi biasanya papa nih yang telaten ngarsipin dokumen-dokumen penting.

Nah sebaiknya mam tau dimana dokumen-dokumen penting disimpan, termasuk di bank mana rekening tabungan, invest di mana, dan asuransi apa yang diikuti papa. 

Lebih praktis kalau dokumen-dokumen penting discan, lalu dikirim ke email or google drive sehingga mudah dicari saat diperlukan.

Harta dan Utang

Buibu harus tau, setelah menikah, jika tidak ada prenup, maka seluruh harta yang diperoleh selama pernikahan menjadi harta ibu dan bapak secara bersama, demikian juga utang. Jadi pastikan ibu mengetahui seluruh utang yang ada, karena kalau terjadi sesuatu dengan bapak, utang itu akan menjadi warisan ibu dan anak. Iya bu, utang diwariskan, jadi jangan sampe pas ngambil kredit bapaknya bawa ibu lain, pas bayar bawanya nama ibu ya. Canda, utang ya bun.


Dana Darurat

Mam, kadang kita ga bisa menghindari kondisi darurat di keluarga. Atap rumah bocor, Magic com dibanting anak, mertua datang tiba-tiba, maka always sediakan dana darurat, sebagian di rekening, sebagian kecil cash di rumah.

Jangan salah mam, kadang ATM bisa menghianati kita, jaga-jaga kalau mati listrik kaya di Jakarta beberapa waktu lalu, biar ga hectic kalau-kalqu mati listriknya lama dan semua ATM ikutan mati. 

Jika keuangan dihandle papa, maka sebaiknya mama juga pegang dana darurat di rekening mama sendiri. Bicarakan dengan papa ya.

Bunda, mama, ibu, tau ngga, kadang mama mengira mama adalah manajer keuangan keluarga, padahal mama hanya berperan sebagai kasir keluarga. 

Karena itu mama wajib melek keuangan. Tau bagaimana mengatur pengeluaran termasuk proteksi dan investasi. Biar mama juga turut andil dalam keputusan keuangan keluarga.

Mama ga harus ikut bekerja kok, jadi ibu rumah tangga juga ga masalah, tapi jangan berhenti untuk terus mengupgrade skill mama ya, sehingga jika terjadi risiko, mama selalu siap jika harus berganti peran dengan si papa.


Follow IG @winditeguh untuk edukasi financial lainnya.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature