Melatih Anak Membuat Keputusan

Friday, May 17, 2019


Kemarin di stories aku share video potongan wawancara Maudy Ayundya yang lagi ngehits banget itu. Trus aku nanya, followerku itu timnya hobi belajar kayak Maudy-Najwa atau netijen yg memparodiin videonya (sumpah lucu banget 🤣🤣)

Dan jawabannya, fifty-fifty dong yah. Banyak kok yang suka belajar and enjoy saat belajar. Proses mendapat hal-hal baru itu lho yg bikin excited. Makanya aku seneng2 aja byk yg nanya2 ke aku even aku ga ahli-ahli amat tentang yg ditanyain. Malah jadi ngasi aku kesempatan buat searching, baca literatur dan bikin aku jd nambah pengetahuan ttg sesuatu.

Nah salah satu point di wawancara Maudy itu yg bikin aku mikir adalah bahwa Maudy udah punya keinginan masuk Harvard sejak SMP.

Jangankan anak SMP, org2 dewasa aja byk lho yg ga tau maunya dia apa. Jd boro2 ngambil keputusan sendiri, malah nyerahin ke org lain. Krn nyerahin ke org lain itu memang paling enak, kalo gagal tinggal bilang “Kan elu yg nyuruh gw kmrn, lhaaa”

Sebagai ortu nih, kita bisa melatih anak agar dari kecil terbiasa membuat keputusan sendiri. Kalo caraku begini

1. Kasih contoh.

Ini mah udah sering denger ya, children see children do. Jadi kasih lihat ke anak gmn kita ngambil keputusan. Misal pas mau pergi kerja. Aku suka ngajak Tara milihin jilbab yg mau aku pake. “ Tara bunda bagusan pake jilbab warna coklat ini ya drpd yg abu2 soalnya celana bunda warnanya coklat”. Udah gitu aja. Besok2 suruh dia yg membuat keputusan. Misal “Tara besok temennya ada yg ultah ya, mau kasi kado apa nih”
ntar bakal muncul jawaban2 dia.

2. Batasi pilihan

Anak-anak  itu kan masih berlatih ya, jadi jangan kasi terlalu banyak pilihan. Misal dari berbagai ide kadonya dia, pilih aja dua. “Jadi Tara mau kasi crayon atau kotak pensil nih?”

3. Tanya alasannya

Setelah dia tentukan pilihannya, jgn berhenti di situ. Tp tanya alasannya. “ Kok pilih crayon sih, emang Gendis suka menggambar?”
.
Ni bakal panjang jawabannya “Soalnya gendis udah punya kotak pencil bunda, crayon kan cantik, Tara suka crayon”

Atau “ Karena crayon warna warni, di sekolah sering mewarnai” dsb dsb.

Ya jgn ngarep bgt alasannya bakal ilmiah atau gmn 😂😂, tp gpp latih terus bahwa setiap pilihan dia itu hrs ada alasannya, bkn cap cip cup kembang kuncup.

Kayak gini2 ini bikin enak lho. Setiap weekend tuh aku dr malam udah nanyain Tara “ Besok mau berenang, mandi bola, atau main ke gym?”

“Ga mau ke gym lagi bunda, kan udah 2 kali, Tara udah bisa”
“Jadi? main bola?”
“Ehmmm, tidak tidak, main bola sdh kemarin. Besok berenang aja bunda”

Ya udah, jd besoknya dia yg bangun pagi paling semangat trus ngajakin berenang.

Kalian punya cerita utk ngajarin anak mengambil keputusan?
7 comments on "Melatih Anak Membuat Keputusan"
  1. Salam kunjungan dan follow disini ya :)

    ReplyDelete
  2. Ada hal lain menurut saya, setiap keputusan punya resikonya masing-masing baik positif maupun negatif. Ajarkan anak untuk mau juga menerima itu, karena percuma hanya mau memilih yang enak saja tapi tidak mau mengambil resiko yang ada di belakangnya.

    Karena saya punya pengalaman, ada keluarga yang mengajarkan anak memilih tanpa mau mengambil resiko, maunya enak saja. Di situ anak gak akan pernah belajar mengambil keputusan, belum lagi orang tua yang berperan memberikan masukan positif ternyata memberikan ketakutan-ketakutan yang tidak seharusnya. Itu datang dari orang tua generasi lampau.

    Mudah-mudahan, orang tua muda modern sekarang lebih cerdas, mengambil yang baik yang jadi didikan orang tua dulu dan membuang yang negatif. Sehingga yang baik lah yang tersisa.

    ReplyDelete
  3. nama saya Mrs. Lestari Abyasa dari Balikpapan di Indonesia. Saya ingin menggunakan media ini untuk mendidik semua orang yang mencari pinjaman untuk berhati-hati karena ada kreditor palsu. Beberapa bulan yang lalu, saya menderita kerugian finansial, dan saya memutuskan untuk mencari pinjaman dari Manusia di Singapura dan saya ditipu. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya menemukan seseorang yang membagikan kesaksian pemberi pinjaman online bernama ibu Rika Anderson, dari RIKA ANDERSON LOAN COMPANY yang meminjamkan 100 juta pinjaman tanpa jaminan dan suku bunga terjangkau beberapa hari yang lalu.
    Setelah pinjaman saya ditransfer ke rekening bank saya, saya terkejut melihat saldo akun saya dan menemukan jumlah yang saya ajukan dikirim langsung ke akun saya oleh ibu Rika Anderson tanpa penundaan. Dan saya berjanji akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres. Jadi jika Anda perlu meminjam pinjaman, hubungi Mrs. Rika Anderson melalui email: rikaandersonloancompany@gmail.com, w / s +19147057484 Dan Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: lestariabyasan@gmail.com. Tolong saya ingin Anda menggunakan informasi ini dan bebas dari kesulitan keuangan Anda.
    Rika Anderson email: rikaandersonloancompany@gmail.com
    W / A +19147057484
    Lestari Abyasa
    BCA: 7683724750
    Indonesia.
    +6281253419221
    Saya adalah saksi sejati perusahaan pinjaman ibu rika.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature