#Banker'sLife : Hal-Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Tilang Online

Monday, December 26, 2016


Tentang Tilang Online

Salah satu birokrasi paling nyebelin di negara ini adalah semua hal yang berurusan dengan kepolisian.

Hayooo, iya ngga?

Soale belum apa-apa di pikiran kita pasti ntar bakal ribet, pasti ntar bakal lama. Karena harus sidang segala ke pengadilan, mana sempaaaat, masa cuti cuma gara-gara sidang.


Ya ngga salah juga sih, soalnya sterotype yang berkembang soal birokrasi kepolisian di Indonesia memang udah melekatnya yang kayak gitu.

Makanya banyak banget orang-rang yang kalau ditilang, males ribet, akhirnya pakai jalan pintas aja, bayar langsung ke polisi di tempat, atau pakai cara marah-marah ala ibu Dora, eeeeeaaaa.

Akibatnya banyak banget terjadi pungli di jalanan. Yang harusnya masuk ke kas negara malah jadi pendapatan pribadi si oknum polisi.

Alih-alih mau mewujudkan masyarakat yang taat pada aturan lalu lintas. Yang ada malah kitanya main kucing-kucingan sama polisi. Menaati aturan lalu lintas bukan karena sadar akan keselamatan diri, tapi karena takut ditilang. Jadi, sepanjang ngga ada polisi biasanya orang akan seenaknya aja melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Seharusnya, masyarakat kita tuh menaati aturan lalu lintas karena sadar diri, sadar bahwa yang namanya taat pada aturan berarti menyelamatkan nyawa sendiri dan nyawa orang lain.

Trus saat kita melanggar aturan, ya fair, didenda /ditilang dan membayar sejumlah tertentu yang menjadi pendapatan negara.

Nah, syukurnya nih sekarang perlahan namun pasti pihak kepolisian negara Indonesia udah mulai berbenah.

Jaman digital meeen, polisi ngga mau kalah. Bekerjasama dengan bank BRI, Polri meluncurkan program baru yang bernama E-Tilang, wohooooo

Program ini sejalan dengan instruksi Presiden RI dan merupakan prioritas Kaporli, yaitu " peningkatan pelayanan Publik yang lebih mudah dan berbasis IT.

Targetnya adalah memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pembayaran denda tilang serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mentaati peraturan lalu lintas di jalan

Nah, Banker's Life minggu ini saya mau bahas soal E-Tilang ini.

Karena ini program baru banget, dan masih diuji coba di wilayah DKI dulu, ntar awal tahun 2017 baru diimplementasikan ke seluruh wilayah Republik Indonesia. Jadi masih hangat banget untuk diobrolin.

Kok dibahas di banker's life?

Yaiyalah karena program E-Tilang ini kerjasama dengan bank BRI.

BRI gitu lho, punya jaringan kerja dimana-mana, dari Sabang sampai Merauke, dari darat sampai lautan, makanya kerjasamanya dengan BRI, biar ente-ente pade, gampang membayar denda tilangnya.










Apa itu E Tilang?

Ya sesuai namanya. Pokoke apapun yang ada tambahan E di depannya berarti ada kaitannya dengan IT, yang artinya ada sistem yang dijalankan secara online, maka E-Tilang ini boleh juga kita sebut Tilang Online.

Tilang Online itu adalah sebuah mekanisme penindakan pelanggaran lalu lintas (tilang) dengan menggunakan aplikasi. Dimana databasenya terintegrasi antara Kepolisian RI, Kejaksaan RI, Pengadilan dan Bank.


  • Jadi, ntar misalnya ada pelanggaran lalu lintas, maka pak polisi bakal masukin data si pelanggar via smartphonenya. masuk ke aplikasi Tilang online.  Disini pak polisi juga bisa mengaplod foto SIM, STNK, foto orangnya atau bahkan rekaman tindak pekanggaran yang terjadi sebagai bahan pertimbangan pengadilan. 



  • Trus si pelanggar dapat notifikasi nomor pembayaran tilang, semacam kode bayar. Penilang bayar di bank BRI, (misal bayar 250 ribu), dapet struknya. Bayarnya bisa via Teller, ATM, mobile banking, atau internet banking dengan cara memasukkan kode bayar tadi.



  • Struknya itu dibawa buat mengambil barang bukti yang disita (STNK atau SIM yang ditahan saat ditilang). 



  • Trus ntar dilakukan sidang, hasil sidang keluar berapa dendanya, dendanya diinput ke aplikasi lagi oleh kejaksaan RI. 



  • Si pelanggar dapat sms notifikasi berapa hasil putusan sidang. Misal ; hasil sidang dia didenda Rp 75 ribu. Nah, kalau lebih, ntar dia bisa ambil lebihan duit yang udah disetor sebelumnya di bank BRI terdekat dengan menunjukkan notifikasi SMS itu. Ke depannya, kalau si pelanggar punya rek BRI, maka akan terdebet otomatis ke rek BRI si pelanggar.
Simpel banget kan yah. 



Jadi, ada banyak banget kemudahan dari sistem Tilang online ini.

Dari sisi Pelanggar


  • Ngga akan kena pungli lagi, alias semena-mena dikenakan uang denda seperti yang selama ini terjadi kalau si pelanggar ogah repot.
  • Tidak perlu ikut sidang, sehingga tidak menghabiskan waktu.
  • Si pelanggar langsung tahu berapa denda yang dibebankan padanya (transparan)
  • Lebih mudah dalam melakukan pembayaran denda, karena bisa dibayar di seluruh unit kerja BRI, maupun melalui e-chanel (mobile bankir, internet banking, ATM)

Dari sisi Polisi
  • Korlantas POLRI dapat mengetahui data penindakan tilang di seluruh POLDA
  • Setiap POLDA dapat mengetahui data penindakan tilang yang dilakukan oleh petugas penindak di wilayah supervisinya (POLDA dan POLRES) 
  • Setiap POLRES dapat mengetahui data penindakan tilang yang dilakukan oleh petugas penindak di wilayah supervisinya 
  • Rekapitulasi data penindakan tilang dapat diakses melalui APLIKASI TILANG ONLINE POLRI 
  • Detail data penindakan tilang dapat di akses melalui website yang terhubung dengan jaringan internet 
  • Reporting yang akan muncul disesuaikan dengan kebutuhan POLRI


Dari sisi Negara

  • Uang denda tilang akan masuk langsung ke kas negara
  • Lebih gampang mengawasi pelanggaran lalu lintas
  • Kepercayaan masyarakat kepada negara pun semakin tinggi.
  • Akan terbentuk sistem tata kelola pemerintahan yang lebih bersih ,profesional, modern, terpercaya, akuntabel, dan transparan.
Banyak deh untungnya.

Bahkan  sistem Tilang online ini bakal terintegrasi dengan sistem penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi), sehingga dapat diketahui pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukan oleh pemohon penerbitan SIM.

Kalau yang udah punya SIM , ntar pas perpanjangan juga bakal bisa dilihat data dirinya. Jadi, kalau dia misalnya pernah melakukan pelanggaran trus dia ngga bayar nih denda yang dikenakan, bakal ngga bisa melakukan perpanjangan SIM.

Keren kan, semacam SID BI gitu lho. Jadi riwayat perlalulintasan (red windiland) kamu bakal terecord di di database Polri, Kejaksaan, dan Samsat.




Jenis Slip

Yang perlu diketahui disini, bahwa ada dua jenis slip yang bakal diberlakukan, yaitu slip biru dan slip merah.

Slip Biru untuk pelanggar lalu lintas yang ngga mau menghadiri sidang.





Sedangkan slip merah, untuk pelanggar yang mau menghadiri sidang.



Bedanya apa?

Sama aja sih, tetap diproses melalui aplikasi Tilang Online. tetapi untuk slip biru, si pelanggar bayar dulu denda di muka. Kalau hasil sidang lebih kecil dari yang dibayar di awal, maka uang akan dikembalikan.

Kalau slip merah, karena dia bersedia menghadiri persidangan, maka dia ngga perlu bayar denda ke bank dulu. tetapi ntar notifikasi yang dia terima adalah lokasi sidang dilakukan.

Trus dia datang sidang, keputusan keluar, bayar ke BRI yang ada di pengadilan.


Duh, kalau melalui tilang online begini, saya optimis mah ke depan Indonesia bakal jadi negara yang lebih baik lagi dan lagi.

Dimulai dari aparat negara yang bersih, rakyat yang ngga parnoan, percaya sama pemerintahnya, semua bakal lebih transparan, modern, dan terpercaya.


Kapan Mulai Dilaksanakan?

Untuk sementara, pelaksanaan masih pilot project di Jakarta dulu. Ntar awal Januari 2017 baru diberlakukan di 15 kota pilot projct berikutnya.

Jadi, mulai dari sekarang, sebagai persiapan, kamu boleh banget memulai dengan membuka rekening BRI dulu. Jadi kalau misal- semoga ngga ya- misal kamu kena tilang di jalan, urusannya jadi gampang, bisa bayar via internet banking, mobile banking, atau ATM BRI.

Jadi ngga rempong gitu lho harus antri-antri ke bank segala.

Trus juga biar ntar hasil pengembalian sisa denda bisa langsung masuk rek kamyuuuuuu. Wink wink.

Buat yang di Medan, buka rekeningnya di BRI Unit terdekat ajah, di cabang Medan Iskandar Muda, buka Simpedes, banyak hadiahnya juga, eeeeeaaaaa promosi xixixi.

Yo wislah, ntar keterusan promoinnya.

Oya, kalau kalian punya request mau diulas tentang bank atau tentang apa aja deh yang ada hubungannya dengan bank, sila tinggalin di komen yah. kalau ngerti dan punya bahannya bakal saya tulis.

Semoga, banker's life kali ini tentang Tilang Online bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Menurut kalian, gimana nih dengan tilang online ini, ada pendapat?


11 comments on "#Banker'sLife : Hal-Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Tilang Online"
  1. lebih memudahkan lah yah. Tapi sebisa mungkin taat aturan biar ga kena tilang. Uang tilang bs buat ngebakso

    ReplyDelete
  2. Waah, kalau misalnya kita belum download terus kita kena tilang bagaimana ya? Atau lebih lagi kalau si pelanggar lagi gak ada smartphone? Soalnya kan struknya itu bakal keluar dari aplikasinya kan ya(?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaa ygmasukin ke aplikasi,polisinya mba bukan kita.jd kita ga perlu donlot apa2.kita nanti dpt sms aja. Sms isinya kode bayar kita ke bank. Kita bayar ke bank baru deh dpt struknya. Struknya bawa ke polisi utk ambil sim atau stnk yg ditahan. Begicu mbaaa

      Delete
  3. Wah keren nih makin canggih aja. Semoga benar2 dijalankan, jadi memudahkan banyak pihak. Disini kabarnya sekarang juga tilang dilakukan berdasarkan rekaman cctv...jadi hari2 biasa sih ga bakal di tilang kalo kita ngelanggar, tapi nanti pas kita ngurus perpanjangan stnk bakal keluar daftar pelanggaran kita... :D

    ReplyDelete
  4. Bagus nih programnya. Jdi ga ada lg yg namanya pungli2an. Mksh sdh berbagi mba

    ReplyDelete
  5. idenya oke nih mbak :) tapi mudah2an lah jangan sampe ketilang ha ha ha, mending uangnya buat yang lain aja

    ReplyDelete
  6. Bagus banget mba artikelnya bermanfaat. Baru pernah denger ternyata memang baru pilot project yah. Semoga dengan adanya e-tilang ini memudahkan semua pihak. Dan pastinya buat pengendara jangan sampe ditilang segala huehehe

    ReplyDelete
  7. Baru denger, Kak Win. Ilmu baruuu.
    Tapi Alhamdulillah aku belum pernah kena tilang. Pernah duluuu pas masih jadi mahasiswa baru, aku ga ngidupin lampu pas siang2, distop sama polisi, terus STNK sama SIM ditahan, aku meweek ketakutan gitu haha. Eh malas dilepasin yeeeey :D

    ReplyDelete
  8. Kalau lagi motoran, hal yang aku takutin tuh polisi. Padahal juga surat2 lengkap, motor lengkap. Tapi nggak tahu kenapa takut aja. Takut bakalan ribet urusin ini itu. :D

    ReplyDelete
  9. Nah, kalo gini kan efisien waktu ya ;) Eh tapi kalo dah bayar tetep hrs ambil sim dan stnknya di kantor polisinya yah?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature