Tara Kena Invaginasi

Tuesday, February 3, 2015
Saat lagi bermain mobil-mobilan di rumah, tiba-tiba anak saya Tara menjatuhkan dirinya ke lantai. Sambil menangis ia memegangi perutnya, terlihat sangat kesakitan. Namun dua menit kemudian ia bangkit dan bermain kembali. Tak sampai setengah jam berikutnya, Tara mulai meringis lagi. Saya gendong dan elus-elus perutnya untuk menenangkannya. Tangisnya pun berhenti saat itu.

Malam harinya, saat sedang tidur, tiba-tiba Tara terbangun kembali. Saya lihat ia sedang nungging sambil menangis. Duh, panik saya dibuatnya. Segera saya bangunkan suami. Kami pikir Tara sembelit. Kami pun segera mencari apotik terdekat untuk membeli obat pencahar. Namun setelah kami masukkan obat tersebut melalui anus Tara, dia tidak juga BAB.

Keesokan pagi, saya segera membawa Tara ke dokter. Setelah saya jelaskan gejala-gejala yang ditunjukkan Tara, dokter pun merekomendasikan untuk melakukan USG. Saat di USG, terlihatlah bahwa terjadi invaginasi. Invaginasi sama sekali ngga ada hubungannya dengan vagina. Bahasa awamnya sering disebut sebagai usus terjepit. Lemas seluruh persendian saya. Oleh dokter anak yang menangani Tara, kami dirujuk ke dokter bedah.

“ Harus dioperasi ini bu, kalau tidak bisa terjadi infeksi dan berakibat fatal”

Mendengar kata operasi ,langsung terbayang yang tidak-tidak di benak saya. Bagaimana mungkin anak sekecil Tara sudah mengalami operasi. Usia Tara masih 19 bulan saat ini.

Rasa bersalah langsung menghantui saya. Apa Tara salah makan?, apa Tara terjatuh?, apa.. apa penyebabnya.

Oleh dokter dijelaskan bahwa Invaginasi bisa terjadi pada anak manapun. Tidak berhubungan dengan makanan atau benturan. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Duh, makin galau saya.


Malam itu Tara diopname untuk diobservasi lebih lanjut.

sedih banget ngeliatnya

Sebagai seorang ibu, tentu saya tidak terima begitu saja diagnosa dokter tersebut. Segera saya buka internet. Saya ketikkan kata invaginasi di google. Bermunculanlah berbagai artikel terkait gejala, tanda,tanda, penyebab serta tindakan yang harus dilakukan jika anak terkena invaginasi. Dari berbagai artikel ada satu yang sedikit membuat saya memiliki harapan. Bahwa invaginasi yang baru saja terjadi, bisa disembuhkan tanpa melalui operasi. Syaratnya, harus diyakini benar-benar baru terjadi. Usus bisa dirilexkan dan diistirahatkan. Caranya dengan menenangkan si anak, dan mengkondisikan anak untuk puasa dulu.

Namun yang harus dipastikan adalah apakah memang usus terjepit baru saja terjadi atau sudah lama. Nah ukuran baru itu, tidak lebih dari 24 jam, lebih baik kurang dari itu. Beberapa literature yang saya baca, malah mengatakan yang disebut baru itu adalah baru beberapa jam. Makanya,  harus dipastikan benar melalui informasi dari orangtua anak.

Alhamdulillah Dokter pun ternyata memiliki pikiran yang sama dengan saya. Malam itu Tara puasa dan diberi penenang. Setelah malam-malam sebelumnya Tara selalu gelisah dalam tidur, malam ini ia terlihat nyenyak. Sesekali memang masih menangis tapi tidak sesering kemarin malam.

Keesokan harinya dilakukan scanning pada perut Tara. Padahal scanning sengaja dilakukan saat Tara masih tidur, tapi begitu mendengar suara mesin scanning, tiba-tiba Tara terbangun dan menangis histeris. Ya Allah, kasihan sekali saya melihatnya.

Scanning selesai, drama belum berakhir. Tara harus menjalani CT Scan Upper dan Lower Abdomen. Dengan menggunakan cairan kontras barium. Untungnya Tara ngga rewel, dikasih larutan barium yang berwarna bening tersebut, ia langsung meminumnya. Tujuan CT Scan ini untuk mengetahui titik perlipatan atau usus yang terjepit. Cairan diminumkan, selanjutnya perut Tara di scan untuk melihat laju aliran barium tersebut di dalam usus. Hampir 3 jam lamanya proses tersebut dilakukan.Dari mulai menangis menjerit-jerit, meronta-ronta sampai akhirnya Tara pasrah saja saat diletakkan di meja Scan. Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan saya saat itu.

Selesai scanning, kami kembali ke kamar dan Tara bisa istirahat.

Sore harinya hasil scan keluar. Alhamdulillah ternyata invaginasi yang kemarin terlihat sudah tidak ada lagi. Leganya perasaan saya saat itu. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Langsung saya peluk dan cium anak semata wayang saya itu.

“ Berarti kemarin salah ya dok”, tanya saya penasaran

Sempat terpikir di benak saya, apakah dokter salah diagnosis. Dari penjelasan dokter, ternyata hal tersebut bisa saja terjadi, usus yang tadinya terjepit bisa terlepas sendiri. Sama seperti yang saya baca di sebuah website dokter kemarin malam. Tindakan memasukkan kontras barium enam ke usus tadi pagi, selain bertujuan keperluan diagnose juga bisa sebagai obat katanya.

Sudahlah, yang penting Tara tidak jadi operasi. Leganya saya.


Dua hari kemudian Tara diperbolehkan pulang, karena sudah baikan. Alhamdulillah …Alhamdulillah.

Udah Mau Makan

Pokoknya emak-emak sekalian, Waspada kalau melihat anaknya seperti ini :

  1. Menangis tiba-tiba sambil megangin perut
  2. Sakit hilang timbul setiap 10-15 menit sekali, setelah sakit lewat anak akan bermain seperti biasa
  3. Perut kembung dan keras, disertai muntah berwarna kuning
  4. Fesesnya berdarah ( untungnya kemarin Tara tidak mengalami ini )
Maka jangan ditunggu lagi, segera bawa anak ke dokter. Kalau ternyata telah terjadi invaginasi usus mudah-mudahan belum terlalu lama dan masih bisa diobati tanpa operasi. Jangan beri anak makanan dulu biar ususnya istirahat dan usahakan anak dalam kondisi tenang dengan menidurkannya.

Karena menurut dokter dan menurut literature yang saya baca, invaginasi usus ini bisa terjadi pada anak manapun, bahkan sering terjadi pada anak sehat yang aktif dan tidak memiliki masalah dalam hal makanan, maka selalu waspada ya mak kalau anak kita menunjukkan gejala-gejala di atas.


Trus, saya mau ngucapin makasih banget buat para emak di Kumpulan Emak Blogger yang telah mendoakan kesembuhan Tara kemarin. Saya percaya bahwa kekuatan doa emak sekalian turut menyembuhkan anak saya. Makasih banget ya, #kecup satu-satu.



Terima Kasih Yaaaa

27 comments on "Tara Kena Invaginasi"
  1. Alhamdulillaaaah..
    Sehat2 terus ya kakak Tara, salam kenal dari Alfath (11mo).. :)

    Aku jg lagi pantau Alfath nih mak, belakangan dia suka tiba2 nangis sambil kayak mau pup, kata Papanya sih mungkin sembelit, tp stelah baca ini jd pengen periksa lebih lanjut buat mastiin. Makasi ya mak sharingnya.. ˆ⌣ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perhatikan gejalanya mak.kalo ada tanda2 yg empat di atas segers usg aja mak buat mastikan.tp mudah2an cm sembelit biasa ya mak

      Delete
  2. Semoga sehat2 terus ya, Tara... peluk cium dari Bude :D

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah tara dah sehat lagi, ikut senang mendengarnya sambil belajar hrs tau ciri2nya juga, makasih sdh berbagi kak.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah...smoga invaginasi pergi jauh2 dah dari si kecil y mak. Amin

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas infonya.. penting banget buat emak emak.
    semoga sehat terus Tara yah

    ReplyDelete
  6. saya juga baru tahu penyakit ini. makasih sharingnya, semoga tara selalu sehat dan bahagia ya. salam kenal.

    ReplyDelete
  7. Masih belum diketahui penyebabnya, ya? Jadi khawatir juga.

    Btw, tuh kan kalau di foto yg terakhir ini keliatan masih baby. :D Kalau di foto yg di FB itu keliatan udah gede, kirain udah 3 tahunan :D Mungkin karena baju yg dipake kali ya, sama sepatu. Keliatan centil udh bisa gaya. :D

    ReplyDelete
  8. Syukurlah sudah sembuh lagi ya Tara :)

    ReplyDelete
  9. Untung tara ngg jadi operasi ya mak.kebayang gmn sedihnya nungguin anak sakit di rmh sakit. Aku juga pernah soalnya ngliat anakku dicublesin jarum infus sampai nangis jejeritan sambil teriak "dokternya jahat,dokternya dipukul pakai panci aja"dan aku cm bs nangis sambil nahan sesak di dada. Semoga anak kita selalu sehat ya mak. Amin YRA

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah tara udah sehat....sehat2 trus y nak...

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah tara udah sehat....sehat2 trus y nak...

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah Tara udah sembuh. Makasih dah sharing mak..

    ReplyDelete
  13. Ikut tegang membacanya ... alhamdulillah sudah sembuh ya Tara ...

    *kecup dari jauh* :)

    ReplyDelete
  14. Syukurlah Tara dah sehat yaaa. Info Baru buat saya. Smoga waspada

    ReplyDelete
  15. alhamdulillah uda sehat.
    nice sharing mak :))

    ReplyDelete
  16. Semoga tidak sakit lagi yah, Nak Tara
    Baik-baik sama Mama...
    Jadi anak pinter ^_^

    Btw, terima kasih infonya mak Windi...

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah...cepet sembuh tara

    ReplyDelete
  18. alhamdulillah tara'nya udah sembuh dan ga perlu dioperasi :')

    ReplyDelete
  19. Duuh ngeri euy.... syukurlah Tara udah sembuh sekarang ya mak. Sehat terus ya nak :*

    ReplyDelete
  20. Ga berhubungan dengan makanan ya mak?
    *deg2an juga punya bayi

    Salam kenal mak.
    Akuratu.blogspot.com

    ReplyDelete
  21. Saya pernah bingung juga saat anak mengeluh sakit perut Mak. Ternyata hernia, akhirnya operasi. Duh, rasanya melihat anak berontak dan menangis, nyeri hati ini. Untung saya tahan tidak menangis di depan anak. Mana kondisinya saya sedang hamil pulak. Semoga anak kita sehat selalu :)

    ReplyDelete
  22. kesehatan menyertai kak tara terus ya, aamiin ya Rabb

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah Tara sehat ya, Mak. anak cantiiik jangan sampai kena penyakit apa pun lagi ya. Amiin. eh mak, btw cantiknya Tara sama emaknya coba deh foto pake aplikasi Fotoku. aku baru nemu kemaren, lucu deh anakku suka banget! frame2nya lucu2 gitu buat selfie-an ibu anak hihihi :D #infoaja

    ReplyDelete
  24. alhamdulillah dah sembuh dek Tara.Anak kami juga pernah kena invaginasi,tp sayang sampai di oprasi karna mgkin tidak sprti yg di derita Tara bahkan ususnya sampai di potong sampai 1 meter .ga tega melihatnya ,di benak kami apa Dr.nya kurang ahli dalam menangani kasus spt ini atau memang kami salah menilai nya.wlwpun begitu kami tetap bersyukur anak kami bs sembuh walau mengalami masa kritis yg panjang.bagi teman2 semua minta do`anya buat anak kami semoga di beri kesehatan

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature