Mengurai Masalah

Sunday, August 25, 2019


Manusia hidup siapa sih yang ga punya masalah. Pas kepentuk tuh ya, rasanya masalah-masalah kita itu beraaaat banget, gede bangeet. Sampe sempit semua-semua terasa.

Beberapa hari ini bacain DM-DM yang masuk tentang pilihan-pilihan hidup yang susah bangetuntuk nentuinnya. Tentang kondisi-kondisi yang mau dipertahankan atau dilepas.

Kalau dimintain pendapat-pendapat begitu aku kebawa pikiran bagett. Ngasi saran itu memang lebih gampang sih ya dibanding yang ketimpuk masalah 😂😂. Ini aku banget.

Tapi sependek pengalamanku, sebenernya tiap masalah itu keliatan berat karena kita belum mengurainya. Kalo sudah diurai biasanya keliatan lebih terang dan tidak seberat yang kita pikirkan

Coba lakukan ini.

1. Bikin Pros and Cons

Tulis masalahnya apa. Kalau itu berupa pilihan, bikin pros consnya. Apa untungnya apa ruginya. Apa kelebihannya apa kekurangannya. Ini biar kamu lebih jernih sebeum memutuskan mana yang terbaik untukmu. Kalau udah diurai pakai data gini secara tertulis biasnya lebih enak.

Aku sering melakukannya. Contoh sat aku bingung antara mau kut job opening kenaikan jabatan atau milih tetap bertahan dulu di posisi sekarang karena khawatir bakal dimutasi.

Prosnya :
- Gaji Naik
- Kesempatan berkarir lebih bagus
- Fasilitas kantor mengikuti

Consnya :
- Kemungkinan LDR
- Tanggung jwab lebih gede.
- Waktunya lebih banyak tersita ke kantor, padahal saat itu anak baru lahir.
- Kalau LDR-an, biaya hidup bakal kali dua, kenaikan gaji malah ntar jadi berasa ngga nambah sama sekali.
- Masih menikmati kondisi saat ini.


Akhirnya aku pilih ngga ikut. Konsekuensinya aku agak tertinggal dibanding teman-teman senagkatanku. But no problema banget. Aku dapat rezeki selalu sekota dengan suamiku, dan itu ngga tergantikan. Berkumpul dengan keluarga itu suatu kemewahan bagi suami istri bekerja. Bukan begitu?

2. Masih belum bisa mutuskan juga? Urai lagi.

Kalu ternyata setelah diurai gitu kamu belum bisa juga memilih, coba urai lagi, dengan melihat sisi consnya. Dari kerugian atau kelemahan yang ada , mana yang masih bisa diterima, mana yang ga bisa ditolerir samsek, mana yang masih bisa dibicarakan.

Misalnya ini saat mau nentukan mau nikah ngga nih dengan calon suami, tapi kok ada beberapa sifatnya yang kurang sejalan sama kita. Beberapa orang ada yang ngga sreg kalo dapet suami perokok misalnya, dan ini menjadi nilai negatif si calon.

Ya ditanyain ke diri sendiri. Seberapa pengaruh kebiasaan merokoknya ke hubungan kalian. Apakah kebiasaan merokoknya bikin kamu ngga nyaman? apakah bikin kamu ilfil sama dia?. Masih bisa dinego ngga kalo merokoknya saat ngga sama kamu aja, dan sebagainya. Tapi tetap siapkan diri juga, iya saat awal nikah merokok kalo ngga sama kamu, lama-lama ya bakal merokok di mana wae juga , hahahaha.

3. Terakhir udah mentok, baru ambil keputusan.

Nah setelah diurai gitu, baru deh ambil keputusan.

Aku kmrn gitu, gundah gulana tak berkesudahan, setelah diurai-urai ah elah ternyata cuma hanya karena masalah harga diriku doang yang setinggi gunung alpen. Pas aku abaikan itu, selesai. Hidup berjalan seperti sedia kala.

Semoga kalian tidak bimbang gundah gulana lagi ya.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature