Tentang Perceraian

Monday, January 8, 2018

Kalau mendengar berita perceraian, saya pasti yang bakal diem untuk beberapa waktu. Diem yang merenung dan kayak ada yang nyubit-nyubit di hati.

Perceraian.

Saya ngga tau kenapa, dalam beberapa tahun belakangan rasanya kata itu kayak akrab banget di telinga saya. Akrab dalam arti beberapa orang yang saya kenal mengambil jalan ini. Reaksi saya kebanyakan seperti orang-orang pada umumnya.

" HAAAAH KOK BISA?"

"WAH NGGA NYANGKA"

" YA AMPUUUUN SAYANG SEKALI"

Karena bagi saya, mendengar berita perceraian itu sama dengan mendengar berita kematian, sesuatu yang lumrah tapi tetep bikin kaget dan shock. Lumrah dalam arti, ya memang bisa saja terjadi pada siapapun, pada keluarga manapun. Apalagi kalau yang bercerai adalah orang-orang yang secara kasat mata kita lihat tidak memiliki masalah keluarga. Yang kelihatannya mesra, saling mendukung, ngga ada gosip miring, langsung nyesek mendengarnya.

Sesuatu yang kita berusaha menyangkalnya.

Katakanlah beberapa pesohor yang kita kenal

Brad Pitt - Anniston
Tom Cruise - Nicole Kidman
Tom Cruise - Katie Holmes
Chris Martin - Gwyneth Paltrow
Ben Afflect - Jennifer Garner
Bruce Willis - Demi Moore
Mel Gibson - Robyn Moore

Di Negara tetangga , yang baru-baru ini kita tahu, maksudnya saya yang baru tahu ada pasangan super sweet Engku Emran - Erra Fazira.

Kalau di tanah air, perceraian terjadi juga di artis-artis kesayangan kita ((KITA))

Ray Sahetapi - Dewi Yull
Jamal Midrard - Lidya Kandow
Katon - Ira Wibowo

Dan yang baruuuu aja seliweran di temlen, berita perceraian Ahok- Veronika Tan. Duh bikin nyesek ya. 

Betapa keromantisan, keserasian, miskin kabar miring, membuat kita yakin banget kalau kehidupan rumah tangga mereka layak jadi #relationshipgoals lah bagi pasangan suami istri. Tapi nyatanya, nasib rumah tangga mereka berakhir di pengadilan jua, huhuhuhu, sedih.

Kalau habis denger berita perceraian gitu, di kepala saya langsung berkecamuk pertanyaan-pertanyaan " Kenapa ya mereka memutuskan bercerai". 

Karena pada umumnya penyebab perceraian biasanya adalah masalah ekonomi, perselingkuhan, atau KDRT. Tapi untuk pasangan-pasangan yang saya sebutkan di atas, rasa-rasanya sepanjang yang kita lihat tidak ada masalah itu, makanya banyak fans yang patah hati. 

Patah hatinya karena lha ini gimanaaaaa, kalau pasangan seideal mereka saja bisa bercerai apa kabar pernikahan yang biasa-biasa aja nih. Makanya ngga heran banyak juga jadinya orang skeptislah sama pernikahan. 

Bahwa bagaimanapun serasinya, harmonisnya, mesranya, ancaman perceraian selalu ada. Dia seperti momok yang mengintai setiap pasutri.

Kadang ngga jarang yah kita denger kalimat " Wah padahal mereka baik-baik saja kok bisa cerai ya"

Atau malah salah satu pasangan itu sendiri yang mengatakan , " Ngga tau, aku merasa semua baik-baik saja"

Setelah melihat banyak kasus perceraian, even yang pasangan suami istri sangat-sangat harmonis pun, saya bisa bilang, bahwa yang namanya pasutri sampai memutuskan bercerai itu ya pastinya mereka tidak baik-baik saja. Kita-kita ini yang di luaran yang melihatnya seperti baik-baik saja. Bagaimanapun, masalah keluarga yang paling tau ya si pelaku sendiri.

( Baca : Menikah Dengan Yang Selevel )

Kalau dulu kita pikir perceraian paling mungkin terjadi karena alasan tidak siapnya pasangan itu menikah, maka ternyata justru perceraian banyak juga terjadi pada pasangan di usia matang.

Kalau kita bilang perceraian rentan terjadi pada pasangan yang kurang mendalami karakter masing-masing sebelum menikah,nyatanya banyak juga pasangan bercerai yang notabene sudah menjadi pasangan atau berpacaran lama sebelum menikah.

Maka saat tadi temen saya nanya " Kira-kira kenapa ya mba Win Ahok-Vero bercerai, padahal kelihatan ga pernah ada masalah"

Saya jawab

Karena kedua belah pihak sudah berhenti berusaha


Apapun masalah dalam pernikahan, sepanjang masih ada salah satu yang berusaha mempertahankan, pastinya perceraian tidak akan terjadi.

Dulu, saya memandang negatif orang-orang yang memutuskan bercerai.

Seperti " Yah kok ngga mikirin anaknya sih"

Atau ngga " Duh kenapa mereka ngga berusaha lebih keras lagi"

Tapi semakin tua usia, semakin banyak beriteraksi dengan orang, plus mengalami sendiri bahwa yang namanya pernikahan itu memang ngga semudah bilang " I do", ngga semudah bilang " You Jump I Jump", bahwa ada banyak stok kompromi, mengalah, tarik ulur, menahan gemeletuk geraham hanya agar tidak meledak, sampai berusaha merendahkan ekspektasi agar tidak terlalu sering kecewa.

Dari seorang teman juga saya menyadari bahwa untuk pasangan-pasangan yang kita anggap begitu serasi, memang benar, bukan faktor ekonomi, faktor seks, atau faktor rasa cinta yang berperan dalam keputusan mereka. 

Di Desperate Housewife, Lynette bercerai dengan Tom justru karena salah satu selalu mengalah.

Gabrielle dan Carlos bercerai justru malah saat kondisi ekonomi lagi bagus-bagusnya, dan malah rujuk saat mereka jatuh miskin.

Banyak banget penyebabnya sampe ngga bisa dirumuskan.

Terkadang hal-hal sederhana seperti tidak sepaham dalam pemikiran, cinta tapi merasa tak nyaman, nyaman tapi merasa tak aman, aman tapi merasa tak bahagia, aaaaaah bener-bener deh, so complicated.

Melihat hal tersebut, setidaknya pendapat saya soal orang-orang yang memutuskan bercerai pun mengalami pergeseran.

Orang-orang yang memutuskan bercerai mungkin memang mereka akhirnya berhenti berusaha, karena mungkin mereka sudah sampai di tahap limit terakhir sebelum pertalian yang dijalin atas nama Tuhan akhirnya terputus juga.

Bagaimanpun mereka adalah orang-orang yang berani. Kalau dulu saya cenderung berfikir negatif , sekarang jadi lebih respect. Karena saya yakin, sebelum palu diketuk di persidangan, pasti ada ratusan atau ribuan malam yang sudah mereka lewati untuk berusaha tetap bersatu.

Bahwa memang pernikahan harus selalu diusahakan, direfresh, dicharge, diperjuangkan, dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

Tapi manusia tetaplah manusia, yang paling tahu apa yang membuat dirinya bahagia ya diri  sendiri. Bertahan demi anak, bertahan demi lingkungan, bertahan demi nama baik, mungkin akan terlihat ideal di mata orang lain, tapi apa gunanya membahagiakan perasaan orang yang kadang kala kastanya ya cuma di kursi penonton.

Pada kenyatannya, saya banyak melihat, orang-orang yang kemarin terlihat jatuh, terpuruk, mungkin dicibir bahkan mungkin dikasihani saat memutuskan bercerai, ternyata jauh lebih bahagia saat melepaskan satu sayapnya. Malah lebih bisa terbang jauh dan tak jarang menemukan pasangan sayap dengan warna yang begitu senada.

Anak-anak yang tadinya dikhawatirkan masyarakat akan terganggu kejiwaannya, ternyata bisa juga bangkit. 

Pastilah ada yang terluka dari sebuah perceraian, ada hati yang menangis, kecewa, malu, tapi waktu yang akan menghapusnya.


Karena kebahagiaan kalau bukan kita yang memperjuangkan siapa lagi. 

Balik ke kabar perceraian Ahok-Vero. 

Tentu banyak yang menyayangkan, tapi kita ini cuma penonton, mari sama-sama doakan, untuk pasangan-pasangan di luar sana, untuk kita, semoga diberi kekuatan dan semangat dalam menjalani pernikahan.

Terima kasih kita ucapkan untuk pembelajaran dari pasangan-pasangan hebat di atas, bahwa pernikahan dan perceraian adalah sebuah proses dalam hidup, sehingga kita-kita ini nih yang masih nyinyir sama orang-orang yang belum menikah, alih-alih ngurusin urusan jodoh orang mending mikirin bagaimana merawat cinta dan komitmen bersama pasangan.

Bagi orang-orang yang masih menganggap perceraian adalah sebuah akhir, kita juga bisa belajar dari pasangan-pasangan di atas, kadangkala malah perceraian bisa jadi merupakan awal hidup yang lebih baik, dan menjadikan mereka orang-orang yang lebih baik di masa datang.

Dan bagi saya pribadi, banyaknya kasus perceraian dan mengetahui lebih dalam sebab-sebab orang bercerai setidaknya membuat saya yang super duper kepo ini sedikit belajar untuk mengerem pertanyaan " Kenapa??? kenapa?, Siapa yang salah?, siapa yang menggugat"

Karena selain Life Happens, kemungkinan Shit Happens pun ada.

Stop kepo sama orang bercerai ya gengs. Doain aja mereka.









10 comments on "Tentang Perceraian "
  1. Kadang bukan karena mau berhenti berusaha mba. Tapi kalau usaha terus malah anak yg jadi korban melihat ketidak bahagiaan ortunya

    ReplyDelete
  2. Mereka bercerai karena sudah tidak satu visi lagi dlm rumah tangga. Ada banyak hal yg gak lagi sinkron. Jadi kalo dipaksakan terus bersama sudah pasti korslet.

    ReplyDelete
  3. Saya malah kalo denger kabar perceraian seneng, jadi makin banyak temen. *eh! Haha nggak ding,bukan seneng tapi kayak ikut lega aja. Meski nggak tau masalahnya tapi ya ikut plong gitu

    ReplyDelete
  4. Well said, Mba Wind.. Pandangan aku soal perceraian jg gak sesederhana dulu. Kadang yang keliatannya gak mungkinlah cerai malah cerai, tapi ada juga yang ya ampun kenapa gak cerai aja sih malah rumah tangganya masih bertahan.. Cerai bisa jadi bikin orang lebih baik, dan bertahan walo rumah tangga udah gak semestinya malah bikin orang jadi makin kuat dan menikmatinya.. Entah deh, emang complicated banget.. Hati terdalam orang sapa yang taulah..

    ReplyDelete
  5. Saya semakin memahami betapa kompleksnya kehidupan pernikahan itu, tidak semudah menerapkan teori dan prinsip2 yang saat ini dipegang. Saya setuju,perceraian terjadi ketika sudah memutuskan untuk berhenti berusaha dan itu pasti sangat sulit walau saya tetap tidak membenarkannya. Sedih hati hayati ndot..

    ReplyDelete
  6. iya bener mbak windi, aq setuju stop kepo sama hidup orang, kalau sudah tahu dan mereka tidak ingin memberikan alasan lebih detail yah sudahlah..

    ReplyDelete
  7. Aku dulu mikir kalau cerai itu gagal. Skrg enggak lagi. Karena ya emang kadang kita harus berpisah untuk lbh bahagia. Sayang sebenernya kalau pasangan itu bercerai. Tapi balik lagi karena mereka lah yg menjalani, bkn kita

    ReplyDelete
  8. keren mbak Win. Komen perdana aku. Udah lama suka sama tulisanmu, cuma yang ini keren banget. wise :)

    ReplyDelete
  9. Setuju Win,kita doakan saja...Awalnya pas baca di fb terkejut rada ng percaya.Krn selama ini yg saya liat baik-baik saja.Ng terbayangkan sama skali.Benar ng boleh kepoin masalah rumah tangga orang walau saya kepikiran knapa n knapa 😣...

    ReplyDelete
  10. Saya pernah mendampingi sahabat saat terpuruk, mengantarnya ke pengadilan agama saat sidang, melihatnya bangkit, dan sekarang dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya. Jodoh benar-benar misteri.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature