Showing posts with label financial. Show all posts
Showing posts with label financial. Show all posts

Inflasi Di Masa Tidak Pasti

Saturday, July 16, 2022


Baca Sebelumnya :

Apa itu inflasi dan dampaknya bagi rakyat jelata 
Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Ngebeat Inflasi

Kenaikan Suku Bunga





Rate inflasi Indonesia saat ini ada di 4.4% per Juni 2022, tertinggi selama 5 tahun terakhir. Rate inflasi Amerika baru diumumkan mencapai 9.1% per Juni 2022, tertinggi selama 41 tahun terakhir.


Inflasi yang tinggi ini akan direspon pemerintah salah satunya dengan menaikkan suku bunga acuan. Di Amerika sendiri the FED sudah menaikkan suku bunga sampai 150 basis poin selama Semester 1-2022. Kenaikan ini paling agresif sejak 1994.




Respons kebijakan moneter ini pada akhirnya akan memukul investasi, khususnya foreign direct investment (FDI) ke negara berkembang karena modal akan condong lari ke negara-negara asalnya dan asset yang aman seperti USD.


Di Indonesia pastinya mau ngga mau BI akan melakukan hal yang sama.

Hal ini pasti akan direspon oleh para investor, imbasnya akan terjadi pada investasi high risk seperti saham, crypto, properti.

Kondisi ekonomi global yang saat ini sedang tidak menentu, mau ngga mau membuat kita agak khawatir jika ingin berinvestasi.



Ragu antara mau keep uang di tabungan atau diinvestasikan. Jika hanya ditabung khawatir tergerus karena inflasi, kalau diinvestasikan takut resesi, Yhaaaaa.



Susah ya.


Tapi ngga usah khawatir, tetap ada kok pilihan investasi yang bisa kamu pertimbangkan. Karena duit itu hanya berputar pindah dari satu instrumen ke instrumen lain.


Reksadana Pasar Uang


Reksadana pasar uang itu duit kita disimpen di deposito bank dan obligasi jangka pendek. Dengan kebijakan kenaikan suku bunga, ini akan menguntungkan nilai investasi di RDPU.


Jika memang kamu punya tujuan jangka pendek-menengah RDPU bisa jadi pilihan saat ini. Demikian juga bagi yang tujuan keuangannya sudah mau digunakan, investasi yang ada bisa dipindahkan ke RDPU untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai investasi

Obligasi Pemerintah

Dengan tingginya inflasi, bank sentral akan merespon dengan mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya dengan menerbitkan surat utang negara.


Investor bisa beralih ke instumen investasi ini dulu untuk mengamankan uangnya, Di samping karena aman dijamin negara juga memiliki return fixed, sehingga ga khawatir terhadap fluktuasi nilai investasi.


Tapi tetap perhatikan ya ini obligasi sebaiknya untuk tujuan investasi > 3 tahun.


Bisa juga kamu pilih jika memang sudah di masa pensiun dan ingin memarkir duit di instrumen yang relatif aman dan stabil.



Valas


Suku bunga yang lebih tinggi menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap dolar. Imbasnya, nilai tukar dolar AS naik 10% sejak awal tahun, sedangkan nilai tukar mata uang lain melemah.


Nah jika kalian memang memiliki tujuan-tujuan keuangan yang memang akan menggunakan dolar atau mata uang tertentu, bisa duit investasinya dialihkan ke valas. Tujuannya agar kamu ga kena risiko nilai tukar, capek-capek nyimpen duit pas mau dipakai nilainya kalah karena nilai tukar yang lemah.


Tapi ini aku sarankan hanya untuk tujuan investasi ya, jangan untuk spekulasi karena akan malah memberatkan negara.




Emas

Di kondisi tidak pasti, emas akan selalu jadi instrumen investasi yang bisa kamu pertimbangkan. Emas memang dianggap safe heaven saat kondisi kurang kondusif. Apalagi kenaikan harga emas sangat terpengaruh oleh nilai dolar, jadi biasanya akan bersamaan antara kenaikan harga emas dan menguatnya dolar.



Namun tetap perhatikan bahwa harga emas juga bisa berfluktuasi, naik turun, sehingga disarankan jika ingin investasi emas memang untuk tujuan keuangan jangka panjang, dan bukan dalam bentuk perhiasan.




Properti


Kenaikan suku bunga acuan akan berimbas ke suku bunga kredit. Kredit KPR akan lebih tinggi, sehingga kemungkinan orang-orang akan menunda pembelian rumah. Penjualan rumah juga akan melambat, sehingga orang-orang yang akan menjual rumahnya mau ngga mau mengikuti kemampuan pasar untuk membeli.


Opsi sewa bagi yang belum memiliki tempat tinggal akan menjadi oportunity bagi pemilik properti. Demikian juga juka ingin investasi di property untuk jangka panjang. Kondisi seperti ini bisa jadi peluang, jika memang belinya ga kredit.




Saham Defensif

Investasi saham ini sama dengan dagang ya, di mana kita membeli barang dengan harga tertentu untuk kemudian dijual dengan harga lebih tinggi dari harga beli.



Di saat orang fear dengan saham, maka akan banyak saham saham perusahaan bagus dengan fundamental oke yang harganya terdiskon.



Ini merupakan kesempatan. Kita sudah melewati masa pandemi lalu, dimana saham BBRI tembus di harga 2200, namun memudian bisa kembali ke harga 4900. BBNI pernah ke 3000an sampai kemarin nembus ke 9000-an




Jadi kalau memang punya tujuan investasi jangka panjang, malah memang beli di saat harga murah, tapi tentu tetap dipilih-pilih ya sahamnya dan tetap melihat chart.



Di setiap kondisi sulit tetap ada peluang. Baca situasi dengan cermat sebelum memutuskan berinvestasi. Tentu pada saat ini yang diutamakan tetap keamanan financialmu seperti dana darurat dan proteksi, namun tetap bisa berinvestasi disesuaikan dengan risiko yang bisa kamu terima.

Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Ngebeat Inflasi

 Baca sebelumnya di sini 

Nah jika suatu negara mengalami inflasi, apa yang bisa kita lakukan untuk ngebeat inflasi?

1. Review Budget Pengeluaran


Tunda pengeluaran yang tidak penting dan mendesak. Evaluasi kembali budget yang sudah disusun. Jika diperlukan bisa mengurangi budget dengan cara ganti merk ke yang lebih murah, atau kurangi frekuensi pembelian.

Misal beli kopi seminggu 5 kali dikurangi jadi 3 kali
Biasa pakai merk tertentu ganti jadi merk toko yang biasanya lebih murah.

Sehingga penghasilan yang ada tetap bisa memiliki daya beli yang sama.

2. Tingkatkan Penghasilan





Seketat-ketatnya kamu mengurangi pengeluaran, biasanya tetap tidak bisa mengejar inflasi, maka nambah penghasilan adalah jalan agar pengeluaranmu masih bisa tercover.

Meningkatkan penghasilan bisa dengan cara menambah sumber income dari side hustle atau meningkatkan income dengan pindah kerja misalnya.

Penghasilan bertambah adalah cara paling cepat ngebeat inflasi.

3. Lunasi Utang Berbunga Tinggi dan Floating Rate



Jika inflasi tidak bisa dikendalikan, kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga acuan, maka bank-bank akan mengikuti. Jika memang ada dana, lunasi utang-utang berbunga tinggi yang kalian miliki. Terutama utang dengan suku bunga floating yang akan jatuh tempo, prioritas kamu selesaikan atau kurangi.

Jika berencana membeli rumah dengan KPR, pilih suku bunga fixed yang panjang.

4. Atur Kembali Strategi Investasimu




Cek investasi yang sudah dijalankan. Jika waktu penggunaan sudah dekat, bisa mulai dipindahkan ke produk-produk dengan risiko rendah.

Jika masih lama, jangan panikan, pelajari sebab musabab portofolio kita merah, kalem jangan emosi.

Biasanya masa seperti ini akan diikuti aksi pemerintah mengeluarkan surat utang, bisa jadi alternatif kalau dana investasimu sudah terkumpul atau ingin memperoleh pasif income dari dana idlemu.

Gimana? apakah kalian sudah melakukannya?



Kita memang lagi mengalami masa-masa menantang. Ingat ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan ada yang tidak bisa Yang bisa kita kendalikan, lakukan mitigasi.

Yang ngga bisa kita kendalikan, Let It Go. Khawatir boleh, cemas boleh tapi jangan berlebihan. Semangat semua

Apa Itu Inflasi dan Dampaknya Bagi Rakyat Jelata?

Inflasi terjadi jika terjadi kenaikan harga barang secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Inflasi di tahun 2022 ini penyebabnya ada beberapa. Pertama ekonomi global yang belum pulih pasca pandemi Cosiv 19. Lalu dihadapkan pada perang Rusia-Ukraina. ditambah lagi lokdown di beberapa kota di China yang berdampka pada pasokan global, jadi combo ya.

Trus apa pengaruhnya? kok bisa terjadi inflasi?

Kita elaborate satu per satu ya.


Efek Pandemi


Selama pandemi berlangsung, banyak kapal-kapal yang tidak beroperasi, pengiriman barang ke berbagai negara jadi mandek. Saat pandemi mulai reda kapal-kapal ini mulai beroperasi kembali. Tentu saja perusahaan kapal memanfataakn kesempatan ini untuk menutup biaya operasional plus berkurangnya pemasukan selama kapal tidak jalan, maka harga transportasi dinaikkan. Saat harga transportasi naik tentu akan berimbas ke ongkos produksi, maka harga jual barang pun jadi naik.


Rusia

Rusia adalah pemasok utama komoditas minyak, gas dan logam. Dengan berlangsungnya perang Rusia-Ukraina maka ekspor minyak dari Rusia menjadi terhambat. Seperti hukum ekonomi saat supply terbatas sementara permintaan tinggi maka mau ngga mau harga akan naik dengan sendirinya, maka harga minyak pun naik. Harga minyak naik berimbas ke biaya transportasi menjadi tinggi, imbasnya ke ongkos produksi dan lagi-lagi ke harga jual barang.


Ukraina

Ukraina merupakan negara pemasok utama gandum dan jagung. Karena lagi perang juga maka ekspor gandum dan jagung dari Ukraina menjadi tersendat. Sementara gandum merupakan bahan pokok untuk membuat mie, roti dan berbagai bahan makanan yang biasa kita konsumsi. Demikian pula jagung. Hal ini menyebabkan bahan-bahan makanan berbasis gandum dan jagung pun ikut naik. 


China

Sudah tidak perlu dibahas lagi ya bagaimana ketergantungan dunia terhadap barang-barang produksi china. Dengan adanya lokdwon di negara ini maka pasokan barang impor pun terganggu, akibatnya berimbas ke kelangkaan barang. Barang langka maka harga naik.

Makanya inflasi kali ini memang berlaku secara global, tidak hanya ke negara-negara berkembang atau negara lemah tapi negara yang notabene terbilang kuat seperti Amerika, Jerman, Jepang, Singapura pun mengalami inflasi tertinggi selama beberapa tahun terakhir.


Inflasi di berbagai negara

Amerika  : 8.3%
Indonesia : 4.3%
Jepang : 2.5%, tertinggi sejak 7 tahun terakhir
Singapura : 3.6% tertinggi sejak tahun 2017

Luamayan seram ya.

Nah pemerintah akan merespon peningkatan rate inflasi ini dengan berbagai cara :


1. Kebijakan Moneter


Dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate). Jika suku bunga dinaikkan maka diharapkan orang akan tertarik menyimpan uang di bank, akibatnya jumlah uang beredar akan sedikit sehingga nilai uang akan nai.

2. Kebijakan Fiskal


Hubungannya dengan penerimaan dan pengeluaran negara. Pemerintah akan menaikkan pajak, emngurangi belanja negara, dan bisa saja melakukan peminjaman dengan menerbitkan surat utang negara (obligasi).

3. Non Moneter Non Fiskal


Dengan emnggenjot sektor produksi. Karena barang impor mahal maka produksi akan terhambat, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan yang memudahkan importir, mengeluarkan kebijakan pro pengusaha, agar pengusaha bisa tetap memproduksi barang.  Pemerintah juga akan mengawasi distribusi barang agar tidak ada terjadi penimbunan barang untuk mempermainkan harga dan menetapkan harga maksimum agar yang punya barang tidak ugal-ugalan menaikkan harga, dsb.

Pada intinya akan dilakukan upaya-upaya untuk menjaga agar produksi tetap jalan, sehingga pengusaha tetap bisa menjual barang dengan harga wajar, maka daya beli masyarakat tetap ada, duit tetap berputar, maka inflasi diharapkan akan turun.


(Baca :  Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Ngebeat Inflasi)




Financial Planning Untuk Para Ibu

Tuesday, January 12, 2021


Ibu-ibu sering nanya nih sama aku. Kalau mau mulai merencanakan keuangan keluarga mulai dari mana sih?

Mulai dari duduk berdua dengan suami ya buibu. Keuangan keluarga itu tanggung jawab bersama jadi buibu dan bapak-bapak

Para ibu memegang peran penting dalam financial keluarga, karena anak-anak pertama kali belajar uang dari orang terdekatnya. 

Seorang ibu yang melek keuangan dan bisa memanage keuangan keluarga dengan baik akan menjadi partner yang kuat untuk suami. Plus jika terjadi sesuatu pada suami maka keuangan keluarga akan berada di tangan yang tepat. 

Terkadang, banyak para ibu yang seolah-olah jadi manager keuangan keluarga, padahal prakteknya hanya sebatas kasir. Nah jangan sampai seperti itu ya buibu. 

Jika ibu tidak bekerja, maka yang menjadi penghasilan ibu adalah penghasilan suami. Jika ibu bekerja, maka penghasilan keluarga adalah penghasilan ayah dan penghasilan ibu.

Mulai Dari Mana?

Pertama kali membuat financial planning mungkin ibu bingung, mulai dari mana ya?

Mulailah dari membuat perencanaan keuangan keluarga. Tahapannya dari:

  • Menentukan tujuan bersama pasangan. Atau kalau ibu adalah single parent, maka buat dulu tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai.
  •  Biasanya tujuan keuangan keluarga adalah dana darurat, DP rumah pertama, dana pensiun dan dana pendidikan anak.
  • Jika kondisi keuangan terbatas, tentukan prioritas tujuan yang pertama kali ingin dicapai. 
Peran istri : support suami agar karir dan bisnisnya bisa berjalan lancar, sehingga berimpact ke penghasilan keluarga.

Serahkan Pada Ahlinya

Walau kata orang, bunda-bunda adalah manajer keuangan keluarga, namun jika ternyata papa lebih jago ngatur keuangan tidak mengapa papa yang ambil alih ya bun, daripada bunda stress kok ga balance terus tiap bulan. Asal sama-sama dibicarakan, disepakati dan terbuka dengan jelas, sah-sah saja kok.

Namun siapapun yang pegang kendali, bunda harus tetap aware dan tau apa-apa saja yang dilakukan papa ya sebagai back up jika ada hal mendesak.

Misal : tau tagihan-tagihan apa yang harus dibayar.

Asuransi

Moms, jangan lupakan hal penting ini yah. Di dalam keuangan keluarga ada namanya risiko. Salah satu risikonya adalah mama bisa saja kehilangan sumber penghasilan keluarga secara tiba-tiba karena suami mama meninggal dunia dini.

Karena itu mama jangan lupa cek ya, si papa sudah memiliki asuransi jiwa atau belum. Kalau belum, bicarakan dengan si papah untuk membelinya. 

Mama bisa ikut bantu mencarikan asji yang tepat. Jika keuangan masih mepet pilih asji termlife aja mam.

Dokumen Penting

Mam, di rumah yang biasa nyimpen dokumen-dokumen penting siapa?

Walau mama lebih rapi, tapi biasanya papa nih yang telaten ngarsipin dokumen-dokumen penting.

Nah sebaiknya mam tau dimana dokumen-dokumen penting disimpan, termasuk di bank mana rekening tabungan, invest di mana, dan asuransi apa yang diikuti papa. 

Lebih praktis kalau dokumen-dokumen penting discan, lalu dikirim ke email or google drive sehingga mudah dicari saat diperlukan.

Harta dan Utang

Buibu harus tau, setelah menikah, jika tidak ada prenup, maka seluruh harta yang diperoleh selama pernikahan menjadi harta ibu dan bapak secara bersama, demikian juga utang. Jadi pastikan ibu mengetahui seluruh utang yang ada, karena kalau terjadi sesuatu dengan bapak, utang itu akan menjadi warisan ibu dan anak. Iya bu, utang diwariskan, jadi jangan sampe pas ngambil kredit bapaknya bawa ibu lain, pas bayar bawanya nama ibu ya. Canda, utang ya bun.


Dana Darurat

Mam, kadang kita ga bisa menghindari kondisi darurat di keluarga. Atap rumah bocor, Magic com dibanting anak, mertua datang tiba-tiba, maka always sediakan dana darurat, sebagian di rekening, sebagian kecil cash di rumah.

Jangan salah mam, kadang ATM bisa menghianati kita, jaga-jaga kalau mati listrik kaya di Jakarta beberapa waktu lalu, biar ga hectic kalau-kalqu mati listriknya lama dan semua ATM ikutan mati. 

Jika keuangan dihandle papa, maka sebaiknya mama juga pegang dana darurat di rekening mama sendiri. Bicarakan dengan papa ya.

Bunda, mama, ibu, tau ngga, kadang mama mengira mama adalah manajer keuangan keluarga, padahal mama hanya berperan sebagai kasir keluarga. 

Karena itu mama wajib melek keuangan. Tau bagaimana mengatur pengeluaran termasuk proteksi dan investasi. Biar mama juga turut andil dalam keputusan keuangan keluarga.

Mama ga harus ikut bekerja kok, jadi ibu rumah tangga juga ga masalah, tapi jangan berhenti untuk terus mengupgrade skill mama ya, sehingga jika terjadi risiko, mama selalu siap jika harus berganti peran dengan si papa.


Follow IG @winditeguh untuk edukasi financial lainnya.

Mengapa kamu tidak Disarankan menyiapkan dana pendidikan dengan Asuransi Pendidikan

Monday, January 11, 2021
Mengapa kamu tidak Disarankan menyiapkan dana pendidikan dengan Asuransi Pendidikan


Jawabannya karena memang ngga tepat.

Aku kasi tau dulu ya bedanya investasi dan Asuransi


Investasi

Tujuan : Dapat Return (keuntungan) di atas rate inflasi

Waktu : Tau kapan mau dipakai uangnya : setahun lagi, 5 thn, 10 thn , 20 thn lagi

Jumlah : Tau dengan pasti dana yang dibutuhkan :100 juta, 500 juta, 1 milyar, 10 milyar

Instrumen Investasi :Reksadana, obligasi, saham, properti, Equity Crowd Funding, emas,

Cara memilih produk yang sesuai : Berdasar jangka waktu, ketersediaan dana, profil risk.


Asuransi

Digunakan sebagai mitigasi atas risiko kehidupan yang tidak bisa dikendalikan. Tujuannya menempatkan sesuatu yang diasuransikan pada kondisi financial seperti sebelum terjadi risiko

Risikonya sangat mungkin terjadi tapi kita tidak tau kapan waktunya. Bisa besok, bisa hari ini, bisa setahun lagi. Sakit, kecelakaan, kebakaran, cacat tetap, kematian.

Saat risiko terjadi, impact terhadap keuangan akan sangat besar, berpotensi mengganggu keuangan.

Instrumen asuransi :

Asuransi kesehatan : utk mengganti biaya pengobatan

Asuransi jiwa: utk menggantikan penghasilan

Asuransi kebakaran : ut menggantikan kerugian akibat kebakaran

Asuransi kecelakaan: utk menggantikan kerugian akibat kecelakaan.




Nah sekarang, coba kita analisa, untuk menyiapkan dana pendidikan butuhnya asuransi atau investasi?

Tujuan : jelas , dana pendidikan anak.

Waktu pemakaian dana : diketahui, SD 6 thn lagi (kalau anaknya baru lahir). SMP 9 thn lagi, SMA 12 thn lagi, kuliah 15 thn lagi

Berapa dananya? : Bisa diketahui dengan mencari tau ke sekolah tujuan.

Bisa dilihat kan, kriterianya masuk ke investasi, maka menyiapkan dana pendidikan anak ya pakai produk investasi ya, bukan pakai asuransi.

Tapi kan kak bisa juga pakai asuransi pendidikan, supaya kalau ortunya meninggal dunia, ada UP cair sehingga anaknya bisa tetap melanjutkan sekolah?

Bener banget. Kalau memang yang menjadi tertanggung adalah orangtuanya.

Definisi di atas adalah kegunaan dari asuransi jiwa. Salah satu fungsi asuransi jiwa memang supaya kalau pencari nafkah di keluarga meninggal dunia. Maka akan ada UP yang cair, sehingga uangnya bisa digunakan anak untuk melanjutkan sekolahnya.




Tertanggung : orang yang diasuransikan. Artinya jika terjadi risiko meninggal dunia, maka UP (Uang Pertanggungan) akan cair.

Uang Pertanggungan : Dana yang cair jika tertanggung meninggal dunia.

Maka, di asuransi pendidikan, jiwa yang dilindungi bukan orangtua, tetapi anak. Artinya, UP meninggal dunia akan cair jika anak yang meninggal dunia, bukan jika ortu yang meninggal dunia.


Kalian pernah ngga melayat ke pemakaman anak teman kalian?

Saat anak meninggal dunia, apakah ortu butuh dana? Apakah ortu kehilangan atau terganggu financialnya saat anaknya meninggal?

Tentu tidak ya. Justru jika anak meninggal dunia, maka ortu ga butuh lagi dana pendidikan (ya kan anaknya udah meninggal). Maka ngga perlu tuh UP yang pertanggungannya adalah anak.

Yang butuh dilindungi itu ya jiwa ortunya. 

Maka dari itu, kalian ngga perlu asuransi pendidikan untuk menyiapkan dana pendidikan anak kalian. Pakailah produk investasi seperti reksadana saham obligasi, dsb

Lho lalu kalau ortunya meninggl dunia sebelum dana pendidikannya terkumpul gimana? Siapa yang melanjutkan investasinya?

Thats why selain nyiapin dana pendidikan anak, ya ortunya beli asuransi jiwa dong yah. Beli asuransi jiwa yang masa pertanggungannya sampai anak terkecil selesai sekolah. Sehingg kalau terjadi ortu meninggal dini sebelum anak tamat sekolah, akan cair tuh UP untuk mengganti penghasilan ortu yang hilang krn ybs meninggal dunia.

UPnya ini ya dipakai untuk neruskan investasinya. 

Jadi gitu ya. Pilih produk sesuai fungsinya. 

Nah sekarang, coba cek polis asuransi pendidikan yang udah kalian beli. Nama siapa yang tertulis sebagai tertanggung di situ? 

Nama anakmu? Atau nama dirimu?


Follow IG @winditeguh untuk edukasi financial lainnya.

Tolong Aku Ditipu Asuransi Pendidikan



“ Mba aku ikut asuransi pendidikan selama bertahun-tahun, kok pas aku mau ambil duitku kok jauh banget perhitunganku. Bukannya untung malah buntung”

Sering kan yah baca atau dengar keluhan orang seperti itu. 

Niat hati ingin menyiapkan dana pendidikan anak, apa dikata saat waktunya tiba, dana yang direncanakan tidak sesuai harapan.

Sebenarnya apakah para orangtua ditipu oleh asuransi pendidikan? 

Naini gaes, memang literasi keuangan masyarakat kita masih rendah banget, apalagi masalah asuransi. Mitos bahwa asuransi menipulah, judilah, dsb dsb. 

Apakah Ada Asuransi Pendidikan?

Bapak ibu sekalian, saat kalian membeli asuransi pendidikan, biasanya yang kalian beli sebenarnya adalah asuransi jiwa unitlink. Nama produknya macem-macem, hanya saja bahasa marketingnya sering disebut sebagai asuransi pendidikan.

Di Asuransi jiwa unitlink, uang yang kalian setor setiap bulan akan dibagi menjadi dua:
1. Asuransi Jiwa
2. Investasi di reksadana sesuai jenis yang kalian pilih.

Misal nih : Kalian beli asuransi pendidikan dengan premi Rp 1 juta sebulan. Biasanya agen asuransi akan bertanya ke kalian, berapa yang mau dialokasikan ke asji, berapa ke investasi. Karena para orangtua saat beli asuransi pendidikan niatnya untuk dana pendidikan, maka agen kemungkinan akan menawarkan porsi investasi lebih besar daripada porsi asuransi jiwa.

Misal : 400 rb untuk premi Asji dengan UP Rp 300 juta
600 ribu untuk investasi. Investasinya biasanya kalian akan dikasi pilihan : Risiko rendah (RD pasar uang). Risiko Sedang (RD Pendapatan tetap), Risiko Tinggi (RD Saham).

Jadi, setiap bulan dana yang kalian setor, ngga full ke investasi, tapi ada porsi asuransinya, plus jangan lupakan biaya akuisisi dan biaya administrasi

Kenapa kok uangnya di akhir periode malah berkurang?

Iyes, karena biasanya di tahun 1 sd tahun ke-5 kepesertaan asuransi, itu adalah masa akuisisi. Porsi dana kalian akan lebih besar ke asuransi daripada ke investasi dengan prosentase tertentu.

Maka, sudah pasti hasil investasinya ngga akan sesuai hitungan kalian.

Biasanya buibu dan bapak-bapak akan ngitung seperti ini : 

Rp 1 juta x 10 th x 12 bulan = Rp 120 juta.

Ini harapan minimalnya, plus return investasi tentunya. Tapi kenyataannya memang tidak seperti itu, 
Soale emang investasinya ngga bener-bener full 1 juta dalam 10 tahun. Ini lihat di polis aja berapa porsi investasi, berapa porsi polis asuransi. Plus tergantung juga dengan pilihan investasi kalian. Kalau milihnya saham, ya akan ngikut pergerakan saham. Kalau milihnya Pasar Uang akan ngikut suku bunga depo, kalau milihnya Pendapatan tetap akan ngikut Kupon obligasi.

Berarti ditipu kak?

Ngga ditipu. Tapi mungkin agen yang menjelaskan juga ngga ngerti, atau kaliannya juga ngga nanya detail. 

Kalau gitu rugi dong?

Iya rugi kalau tujuanmu beli asuransi pendidikan adalah untuk investasi dana pendidikan anakmu.

Karena produk asuransi memang bukan untuk investasi. Investasi di dalam produk asuransi tujuannya supaya kamu bisa bebas biaya premi saat nilai investasimu bagus. Jadi sederhananya, investasi dalam asuransi unitlink itu harusnya digunakan untuk membayar premi asuransimu di tahun ke-6 dst. Biasanya ini disebut cuti premi.

Jadi baiknya gimana kak?


Baiknya belilah produk yang sesuai dengan tujuan keuanganmu. 

Asuransi itu adalah proteksi. Produk yang digunakan untuk memitigasi risiko. Untuk sesuatu yang bisa saja terjadi tapi kamu ngga tau kapan kejadiannya, dan kalau kejadian, maka bisa menggerus hartamu. Contoh kematian, sakit, kecelakaan, kebakaran, cacat.

Pendidikan, adalah sesuatu yang bisa diprediksi, kamu tau kapan anakmu masuk SD, kapan kuliah, jumlah dananya pun bisa kamu prediksi, maka butuhnya bukan asuransi tapi investasi.

Produk Investasi itu : Saham, reksadana, obligasi, emas.dll

Bukan salah produknya, terkadang kitanya yang kurang cermat dalam memilih produk untuk tujuan keuangan kita. Belilah produk keuangan sesuai fungsinya. Asuransi untuk proteksi, sedangkan investasi untuk mendapatkan return atau keuntungan. Jangan terbalik-balik yah. 

Ingat, uangmu tanggung jawabmu. Keputusan keuanganmu kamu yang akan menanggungnya. Jangan malas untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan sesuatu.


Follow IG @winditeguh untuk edukasi financial lainnya.

Istilah istilah Pada Transaksi Saham

Wednesday, November 4, 2020




Yang baru nyemplung di dunia saham, saat pertama kali make aplikasi atau saat nonton live para expert, investor pemula kadang berasa beda server sama istilah-istilah yang ada. Mau nanya malu, ga nanya rindu (lho). Nah minimal beberapa istilah ini tau dulu ya.


BUY AND SELL

Buy itu beli, Sell itu jual

“Yeee itu mah gw tau”

Jangan sombong Ricardo. Ada berjuta-juta investor yang pernah salah klik. Mau jual kepencet beli. Mau Sell kepencet Buy. Ini Horor banget kalo sampe beli pas harga seharusnya take profit๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ .Jadi inget-inget ya. Kalau mau jual ya pencet SELL SELL SELL

BID DAN OFFER

Bid : harga yang dipasang investor untuk MEMBELI sebuah saham.

Karena harga beli maka, investor akan pasang harga serendah-rendahnya


Offer : harga yang dipasang investor untuk MENJUAL sebuah saham

Karena harga jual maka investor akan pasang harga setinggi-tingginya.


Agar saat transaksi kita langsung dapat sahamnya, maka :

Kalau beli : ambil harga offer

Kalau jual : ambil harga bid



MATCH DAN AMEND

Match
Saat orderan belimu harga dan lotnya ketemu dengan yang jual. Sebaliknya juga saat penawaran jualmu ketemu dengan order beli baik jumlah lot maupun harganya, maka transaksimu statusnya akan MATCH.

Amend
Nah kadang, saat mengisi order untuk transaksi, kita bisa saja salah ngetik, kayak yang di atas tadi tuh mau pencet Sell eh yang keklik malah Buy. Sepanjang transaksinya belum status MATCH, maka kamu masih bisa batalkan atau ganti transaksi, Istilahnya itu AMEND. Jadi menu Amend ini gunanya untuk mengubah atau membatalkan transaksi.


AVERAGE PRICE

Harga rata-rata saham sepanjang transaksi pembelianmu dari awal sampai sekarang.

Misal beli saham BBRI beberapa kali


Maka, saham BBRI yang kamu miliki mempunyai nilai AVG Rp 3.410/lembar saat ini.

Kalau kamu jual di harga 3500 misalnya, maka keuntunganmu = 3.500-3.410 = Rp 90/lembar


AVERAGE UP DAN AVERAGE DOWN


Average Up
Membeli saham yg sama pada saat harga saham naik dengan harapan harga saham tersebut akan naik terus sehingga keuntungan akan lebih maksimal.

Average Down
Membeli saham yg sama pada saat harga saham lagi turun, untuk menurunkan harga rata-rata saham tersebut, sehingga saat si saham naik, keuntungan akan lebih besar


BEARISH, BULLISH, SIDEAWAY

Bearish
Dari kata bear atau beruang yang jalannya nunduk. Kondisi saat pasar lagi turun dalam jangka waktu lama. Disebabkan volume penjualan lebih banyak dari volume pembelian

Bullish
Dari kata bull atau banteng yang jalannya nyeruduk ke atas .Kondisi pasar saat trend lagi naik. Terjadi karena volume pembelian lebih banyak dari volume penjualan

Sideaway
Kondisi pasar sedang datar. Biasanya saat pasar masih ragu, yang jual sama yang beli sama. Investor melakukan aksi wait and see


Saat kondisi pasar sedang bearish (turun), investor tertentu melakukan average down. Saat kondisi pasar Bullish, investor lain melakukan average up. Saat Sideaway, investor wait and see,biasanya melakukan avg down atau avg up secara bertahap, sambil menunggu apa yang terjadi.

POTENTIAL GAIN DAN POTENTIAL LOST

Dalam investasi saham, keuntungan dan kerugian yang ditampilkan pada aplikasi sifatnya masih unrealized, alias belum riil. Sepanjang kamu tidak menjualnya, maka kamu belum untung atau belum rugi.

Potential Gain
Nilainya positif, artinya kalau kamu jual kamu akan dapat untung sebesar angka yang terteraNilainya positif, artinya kalau kamu jual kamu akan dapat untung sebesar angka yang tertera

Potential Lost
Nilainya Negatif, artinya kalau kamu jual saham tersebut, maka kamu akan rugi sebesar angka yang tertera.



Nah itu dia tadi beberapa istilah dalam transaksi saham. Jadi minimal saat dengerin yutub atau live tentang saham, ngga cengok-cengok amat yah.

Kalau masih sering mendengar bahasa planet, gpp, tenang aja, kadang-kadang emang bahasanya aja yang kayak bahasa langit, padahal kalo udah tau artinya, oalah itu tho maksudnya hahahaha. Tiap denger istilah aneh, langsung googling aja, ntar lama-lama kamu juga bisa cas cis cus kayak yang udah ahli ngomongin saham hahaha.

Kenapa Investor Pemula Hampir Selalu disarankan mulai dari Reksadana Pasar uang?

Tuesday, October 20, 2020




Sering dapet pertanyaan, “ Kak investasi apa yang cocok untuk investor pemula”

Walau udah dijelaskan berkali-kali, pertanyaan ini tuh kayak pertanyaan template ya, hahaha. Ga di aku, ya di beberapa postingan financial planner lain, pertanyaan ini eksis terus.

Jawaban paling gampang, mulai dari reksadana pasar uang.

Kenapa?

Karena reksadana pasar uang adalah instrumen investasi dengan risiko paling rendah.

Kenapa?

Karena di reksadana pasar uang, para manajer investasi menempatkan danamu dan dana investor-investor lain ke deposito dan ke obligasi-obligasi jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Risiko menjadi rendah karena ya produknya deposito. Sistemnya deposito, kamu masukkan uang di bank, dapat bunga tiap bulan, kalao kamu pakai sistem Add on rollover, mka bunganya setiap bulan akan dimasukkan ke pokok lagi.



Di deposito, nominal 100 juta dengan nominal 5 Milyar akan mendapat bunga yang berbeda. Maka karena kamu masukin uang beramai-ramai bersama investor lain, walaupun duit yang kamu setor cuma 250 rb, maka return yang kamu dapat seolah-olah kamu nabung 5 milyar


Risiko di deposito hanya akan terjadi kalau bank tempat si manajer investasi naroh duitnya bankrut. Nah ini kecil kemungkinan terjadi ya jika bank pilihan manajer investasi merupakan bank dengan kondisi financial yang baik.

Jadi, berinvestasi di reksadana pasar uang, hampir tidak ada bedanya dengan kamu berinvestasi di deposito namun dengan return yang lebih tinggi dan modal yang lebih kecil. Sangat jarang, walaupun ada, reksadana pasar uang yang returnya turun. Kalaupun turun pasti karena ada kaitannya dengan kebijakan suku bunga.

Yaiyalah ya, namanya juga penempatannya di deposito, kalau deposito di bank turun yg kemarin 6%, sekarang jadi 4% ya udah jelas return akan berkurang, tapi sangat jarang menjadi negatif layaknya saham.





Makanya untuk investor pemula, jenis investasi ini dianggap paling pas, karena sebagai investore pemula biasanya kamu ngga suka kalau uangmu mengalami penurunan jumlah apalagi sampai minus Kamu nga bisa lihat nabung 5 bulan harusnya 1 juta kok sekarang malah cuma 800 ribu. Tapi kamu masih bisa mentolerir, kemarin dapet return 100 rb, kok bulan ini cuma 800 rupiah. Kamu masih bisa nih menolerir ini, asal pokok investasimu ngga berkurang aja.

Maka RD Pasar uang cocok untuk latihan, melatih disiplin menyisihkan uang setiap bulan, sekaligus melatih kesabaran dalam berinvestasi.

Jadi bagi para investor pemula, boleh mulai belajar dari reksadana pasar uang.

Custom Post Signature