Kartuisasi Jokowi

Wednesday, September 20, 2017
Foto dari sini


Inget ngga waktu jaman kampanye dulu, Jokowi kerap dibully gegara idenya soal kartuisasi. Sempet dibilang tukang kartu malah kalo ngga salah😜😜

Saya inget banget gimana terbata-batanya blio menjelaskan keinginannya agar ada e e e anlah di semua lini. Ya e-KTP, e-budgeting , e- pajak, e-SIM, dsb dsb. Terbata-bata bukan karena tidak tau apa yang dibicarakannya, tapi terbata karena ingin menegaskan betapa pentingnya hal itu.

Pas Kampanye ini Kayaknya


Ide Jokowi saat itu sebenernya sederhana. Melalui kartu dia ingin semuanya berjalan by system, terintegrasi dan transparan, no tipu-tipu. Ia ingin Indonesia memiliki bank data sehingga semua data rakyat Indonesia ini nantinya bisa diakses by sistem, kayak di film-film itu lho, dimana mau nyari data siapa aja bisa melalui internet.

Saya inget pernah denger kata-kata bijak (sorry saya lupa siapa yang ngomong ), bahwa ke depan penguasa dunia adalah orang yang memiliki data dan bisa memanfaatkannya.

Why?

Karena yang namanya data bisa digunakan untuk menerapkan strategi. Ya strategi bisnis, strategi pembangunan, membuat kebijakan , dll.

Kalau selama ini kita selalu mengandalkan data BPS yang masih banyak dilakukan secara manual, ke depannya data-data yang dibutuhkan bisa banget cuma tinggal narik data dari bank data yang ada di bank datanya pemerintah.

Dan kini satu persatu kartuisasi itu mulai terlaksana.

Mulai dari dana-dana bantuan yang diubah dari system tunai menjadi via rekening. Tak kurang dari bantuan non tunai berupa bantuan Rasta (beras Sejahtera ), PKH ( program Keluarga Harapan ), PIP ( Program Indonesia Pintar ), sudah terkartuisasi saat ini.

Ini tujuannya jelas, pertama agar bantuan jatuh hanya ke tangan yang berhak. Karena sudah menjadi rahasia umum, dulu saat bantuan-bantuan ini diberikan dalam bentuk tunai, tak jarang masih terdapat oknum-oknum tak bertanggung jawab yang main pungli aja ke mereka. Bantuan sosial aja masih ada yang ngembat ya, huuuft.



Nah dengan pemberian bantuan via rekening, hal-hal seperti ini dapat diminimalisir. GARISBAWAHI saya sebut DIMINAMILISIR, karena yang namanya niat jahat mah mau systemnya gimanapun selalu ada cara. 

Diminimalisirnya gimana?

Karena untuk mengambil kartu tersebut di bank, bener-bener harus si pemilik yang namanya ada di kartu, dan diberikan via rekening yang mana saat pengambilan jika dia ambil via teller ya harus ada tanda tangan dan tanda pengenal si empunya rekening, jika ngambil melalui ATM maka hanya si pemilik rekening yang tahu no PIN nya. Jadi lebih personal dan lebih aman.

Yang kedua, tujuannya  untuk mendorong percepatan peningkatan indeks keuangan inklusif.

Iyes, karena melalui program bantuan-bantuan sosial tersebut, bank-bank bekerja sama dengan para agent Brilink yang merupakan layanan keuangan inklusif yang melibatkan masyarakat secara langsung. 

Jadi sekali dayung, berpulau-pulau terlampaui 

( Baca : Dapat Gaji Dari BRI Tanpa jadi pegawai BRI )

Mengapa harus kartu dan mengapa harus melalui perbankan ?

Karena melalui kartu yang terhubung ke perbankan, maka system keuangan kita akan muter disitu-situ aja, akan terbentuk closed system gitu lho. Dari pemerintah nyalurin bantuan – masuk rek- nasabah ambil dana dr rek – belanja pake kartu- masuk ke bank- terkumpul dana – salurin ke kredit – kredit untuk mengembangkan usaha – usaha masuk maning ke bank – bank bayar dividen – untuk pembangunan – balik ke rakyat. Gituuu teros, loopnya. 👌👌


Karena disalurkan melalui bank juga maka secara otomatis mereka akan terhubung dengan layanan bank, dan ke depannya, jika mereka memiliki usaha dan kemudian ingin mengembangkannya, bisa meminta kredit mikro di bank sehingga tidak perlu meminjam uang dari rentenir atau lintah darat yang bunganya sungguh mencekik leher. Pinjaman berbunga rendah dengan syarat ringan saat ini ada yang namanya KUR di bank-bank pemerintah.☝️☝️(plis ingetin untuk nulis soal KUR di blog)

( Baca : Tentang Kredit di Bank  )


Nah, yang terbaru nih, seluruh pegawai di bawah kementrian BUMN diwajibkan memiliki kartu Tanda Pengenal Pegawai yang bundling dengan uang elektronik, kayak di foto ini . Kartu pengenal yang berfungsi sebagai e money juga.




Beberapa BUMN bundlingnya dengan BRIZZI  dari BRI, kayak PLN, KAI, 👍👍 yang lain apa lagi yaaa? hahaha males nyari info :)

Jadi si kartu pegawai bisa juga digunakan untuk belanja, dipakai bayar toll, parkir, dsb.

( Baca : Bayar Tol Tinggal Tempel )


Intinya, ntar ke depan diharapkan BUMN ini bakal mendrive untuk BUMN goes digital sebagai pendukung pembentukan National Payment Getaway (NPG ).

Apaan tuh?

National Payment Getaway itu adalah sistem pembayaran non tunai yang digunakan khusus di Indonesia. Garisbawahi nih KHUSUS DI INDONESIA.

Jadi, kalau system yang ada saat ini , setiap transaksi non tunai kita baik kartu debet maupun kartu kredit, data pembayarannya diproses di luar negeri dan kembali ke dalam negeri pada saat penagihan. Padahal, transaksi pembayaran untuk kartu kredit misalnya berdasarkan catatan BI, sekitar 80 persen transaksi terjadi di dalam negeri, dan 20 persen sisanya di luar negeri. 

Nah saat ini kita itu masih menggunakan perantara perusahaan asing seperti Visa dan Mastercard. Karena ada perantara maka akan ada fee tambahan. Fee tambahan ini dibebankan ke pedagang dan ke penerbit kartu .

Tentu akan lebih efisien kalau Indonesia memiliki sendiri badan atau perusahaan yang menjadi perantara segala transaksi non tunai tersebut. Imbasnya nanti biaya transaksi bakal lebih murah, termasuk transfer antar rekening juga biayanya akan lebih murah.


Nah Sistem NPG ini memungkinkan transaksi pembayaran non tunai dapat diproses di dalam negeri. Ada 4 bank yang ditunjuk untuk pengembangan gerbang pembayaran nasional ini, yaitu BRI, Mandiri, BNI, dan BCA. Keempat bank itu akan bertindak sebagai acquirer , artinya mereka mampu melakukan kerjasama dengan pedagang untuk memproses transaksi dari uang elektronik yang diterbitkan.

Apa untungnya untuk Indonesia, untuk kita semua?

Ya jelas banyak banget, pertama Indonesia dapat mengontrol sendiri transaksi domestiknya khususnya yang menggunakan pembayaran via kartu. Trus kita tentu saja bakal berkurang ketergantungan terhadap pihak principal luar. Transkasi non tunai juga jadi lebih efisien lebih murah, ujungnya akan tercipta kedaulatan system pembayaran Indonesia, karena bank kita sendiri nih yang mengontrol transaksi domestic kita. 

( Baca : PBI Tentang National Payment Getaway )

Nah lho, dari kartuisasi ini bisa jadi langkah awal Indonesia yang berdaulat lho, hari gini mah kedaulatan negeri ngga cuma dari angkat-angkat senjata aja ya gengs, tapi dari kedaulatan keuangan melalui proses digitalisasi transaksi keuangan domestik juga bisa dilakukan. 😍😍

Hayoo siapa yang masih ngetawain program kartu-kartuan ala Jokowi 😄😄

***

Kemarin pas saya posting di FB, banyak juga yang komen. Beberapa komentar yang pengen saya bahas, saya tulis disini aja deh ya .


 E- KTP msh banyak masalah MBA.. Itu aja yg harus diutamain


Naini, ngga hanya E-KTP yang jelas-jelas lagi kesandung masalah korupsi, program lainnya juga masih banyak kendala kok. Seperti bansos tuh, masih buanyak banget hal-hal yang harus diperbaiki, mulai dari proses pencetakan kartu sampai pendistribusian ke yang berhak menerima.

Namun, kalau ngga dimulai ya kita ngga akan tahu bakala ada kendala. Ya ngga?

Sp Untuk e-KTP, ayo kita kawal aja kasusnya yah.


Klo berani: 1 kartu bisa berfungsi sebagai: KTP, SIM, BPJS, ATM, NPWP, kartu rumsh sakit, Kartu siswa, bisa buka semua pintu hotel, perpus, dll. Semua terintegrasi. Jadi klo mau daftar apa saja tinggal kasih kartu itu, beres, gak perlu lagi nulis form yg begitu banyak. Syukur-syukur kartu itu bisa merekam jejak seseorang. Misal, dulu domisili dimana, sekarang dmn... (Maklum sisa mimpi tadi malam,😀😀😀)


Kita juga pasti maunya semua praktis, kalau bisa satu kartu mah bisa buat semua, bahkan bisa buat bayar kalau mau ke toilet umum. Tapi saat ini namanya juga baru memulai, akan lebih gampang kalau per kartu dulu, karena tiap kartu itu yang punya urusan beda-beda kementrian.

Kayak E-KTP : Itu hubungannya ke kementrian dalam negeri
Rasta dan PKH ; ke Kementrian Sosial
PIP : Ke Kementrian Pendidikan
E-Tilang : Ke Kepolisian
ATM : Ya ke Bank, hubungannya ke Bank Indonesia dan OJK.
NPWP : Ke Dinas Pajak
BPJS  Ke Kementrian Kesehatan

Sabar ya. Yang namanya birokrasi ngga semudah ngomonong " POKOKNYA", xixixi.


ampa skg kayanya masih di bully klo urusan kartu win. kan banyak kartu saktinya....hehehehe



Iyes tentu saja, sampai kapan pun Jokowi akan dibully kok. Yang bully pasti ada alasannya. Pertama mungkin karena ngga tau atau ngga mau tau dengan tujuan kartuisasi era Jokowi. Kedua, ya mungkin karena yang namanya Jokowi di matanya selalu salah, kalau udah seperti ini ya gimana dong yah hahahah. Alasan ketiga, ya karena orangnya mungkin susah diyakinkan sebelum semua bisa lancar jaya tanpa kendala berarti dan mungkin dianya bukan termasuk orang yang menikmati proses.

Ngga apalah. Bully-an seperti ini mah cukup nunggu waktunya aja, kita doakan bersama semoga semakin dibully semakin berusaha jadi lebih baik yes. 


Yang jelas ada pihak yang untung dan ada juga yg rugi.


Off Course yess. Apapun di muka bumi ini mah memang selalu punya dua sisi mata uang kan yah.

Yang diuntungkan tentu ya kita-kita ini, rakyatnya.

Yang dirugikan jelas banyak. Orang-orang yang pengen nyari celah, yang pengen korupsi, yang pengen tipu-tipu, oknum-oknum yang suka pungli tentu bakal dirugikan banget mah .


kebanyak kartu sakti, proyek kartu jadiinya. lumayan banget tuh klo jadi vendor kartu. suply ke 1 proyek aja dpt berapaan tuh



Ini komen gengges tapi ngga apalah :)

Kalau soal proyek-proyekan mah saya kurang begitu mengerti ya. Tapi kalau kartunya yang dikeluarkan bank, kayak kartu PKH, PIP, Rastra itu mah ngga ada proyek-proyekan, wong skemanya sama dengan buka rekening. Apa iya kalian kalau buka rekening dikenakan biaya? Ngga kan? Wong gratis, jadi disini ngga ada proyek-proyekan kartu ah.

Kalau e-KTP saya kurang tau, jadi ngga berani bahas. 


Kalau soal kekurangan tentulah program mana sih yang ngga ada kekurangannya? Yang penting kita tahu bahwa kita sedang menuju ke arah yang lebih baik, bukan begitu?






Bayar Tol Tinggal Tempel

Tuesday, September 12, 2017
Hal-Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Uang Elektronik

Halooo banker's Life hadir lagi nih, maaf yak udah lama absen.

Apa yang lagi hot nih tentang perbankan?

Iyes, kalau lihat timeline sih lagi wara-wiri yang share soal rencana aturan pemakaian uang elektronik untuk pembayaran tol. Jadi mulai tanggal 31 Oktober 2017, pemerintah melalui BI dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberlakukan aturan pembayaran di jalan tol Indonesia hanya menggunakan uang elektronik saja, alis cash dilarang masuk.



Respon netizen macem-macem, ada yang senang, ada yang bingung, ada yang bengong.

Ada yang nanya " Wah gimana kalau pas kebetulan udah di tol ternyata saldo e moneynya kosong?"

" Gimana kalo lupa bawa e money ", dan sebagainya dan sebagainya

Waaa seru ini.

Sebenernya ngga perlu ditanggapi dengan risau sih, yang namanya mau menuju ke arah yang lebih baik, ya harus ada uji cobanya yak. Mungkin di awal-awal bakal heboh dulu, mungkin ada yang ketinggalan kartu, bisa jadi ada yang saldonya tiba-tiba habis dan ga inget isi ulang, tapi ga apa untuk awal-awal beberapa bank banyak yang standby di pintu tol kok, jadi jangan khawatir dulu ya.

Makanya yang belum punya uang elektronik ayo mulai sekarang pakai uang elektronik ya.

Sebagai pegawai bank yang baik budi, saya mau sharing soal uang elektronik nih, siapa tau ada yang belum tau atau malah belum pernah denger sama sekali. Baca ya biar lebih kenal sama produk bank yang satu ini.

Apa itu uang elektronik?

Uang elektronik atau yang sering disebut e-money ini adalah produk dari bank yang fungsinya sama seperti uang tunai yang dapat dipakai di merchant-merchant yang ada EDC atau card reader bank tersebut

Besar saldonya dibatasi oleh BI hanya sebesar Rp 1 juta saja per kartu.

Di BRI namanya BRIZZI. Saya ngga bahas punya bank lain ya, maklum eikeh cintanya sama bank BRI, bukan bank tetangga wahahahaha.

Ini penampakan kartu Brizzi. Macem-macem banget gambarnya, biar nasabah ngga bosen lihatnya.





Bagaimana cara mendapatkan Kartu Brizzi?

Brizzi dijual di bank BRI. Kamu bisa datang ke BRI mana saja, tanya ke CS atau satpamnya, beli deh kartu Brizzi disana.

Kartu Brizzi ini dijual kosong seharga Rp 20 ribu, nah biar ada saldonya kamu harus melakukan top up. Top upnya bisa melalui EDC BRI ataupun melalui mobile banking.


Cara Top Up

Kalau pakai mobile banking/ internet banking BRI berarti kamu harus punya rekening BRI, caranya seperti ini.








Selain internet banking, pakai mobile banking juga bisa yah.

Ngga punya rekening BRI?

Kalau kamu ngga punya rekening BRI, bisa top up pakai kartu ATM bank mana saja, asal menggunakan EDC BRI. Caranya sama saja, ntar pilih menu pembelian juga sama kayak di atas. Jangan lupa untuk aktivasi dulu ya sebelum digunakan.

Sekarang ini kalau kalian malas ke bank, di beberapa pintu tol ada juga petugas BRI yang menjual Brizzi secara langsung. Ngga perlu top up karena Brizzinya udah diisi saldo, dan siap pakai.


Apakah sama dengan kartu debet?

Beda.

Kalau kartu debet, nasabah harus punya rekening dulu untuk punya ATM nya dan harus ada saldo di rekening BRI, kalau kartu Brizzi nasabah ga harus punya rekening di BRI, siapa saja bisa memilikinya.

Jadi yang saat ini belum punya rekening di BRI pun ya bisa memiliki Brizzi, karena dia bener-bener kayak uang tunai. Namun biar lebih asoy sebaiknya sih buka rekening dulu biar ntar gampang top upnya *wink

Dimana saja bisa digunakan?

Kartu Brizzi ini bisa digunakan dimana saja sepanjang ada EDC BRI nya. Bisa digunakan di merchant-merchant, di gerbang tol, di tempat parkir, di Indomart, Alfamart, pokoke sepanjang ada EDC BRI, maka bisa digunakan.


Cara pakainya tinggal di tap ke reader Brizzi nya, masukin jumlah uangnya , ntar saldo di kartu akan berkurang. 

Bisa direedem ngga ?

Bisaaaaa.

Kalau misalnya nih kamu lagi bokek, tapi saldo di Brizzi kamu lagi banyak, bisa kok kamu redeem, tapi harus ke teller BRI ya. Datang aja ke CS nya, ntar disuruh isi form, lalu dicairkan deh di teller. Jadi fleksibel banget


Apa saja keuntungan pakai Brizzi


Waduh banyaklah.


  • Praktis tentunya, kamu ngga harus kemana-mana bawa uang tunai. 
  • Bisa dimiliki siapa aja tanpa harus punya rekening bank. Ngga perlu pake PIN dan ngga ada kadaluarsanya. Tapi dia akan pasif kalau tidak digunakan selama setahun penuh. Ya masa sih ngga digunakan setahun kan yah.
  • Bisa banget lho digunakan buat ngatur pengeluaran bulanan. Misal nih kamu punya beberapa kartu Brizzi. Yang satu buat bayar toll, yang satu buat alokasi kalau pakai angkutan umum ntar Trans Jakarta, Commuter Line, atau saat kamu ke Jogja mau pakai Trans Jogja misalnya. Trus kartu lain kamu alokasikan buat belanja bulanan di Alfamart atau Indomart, atau di Carefour, terserahlan. Nah jadi teratur kan keuangannya. 
  • Banyak banget diskon di merchant-merchant yang kerjasama dengan BRI. Ada diskon di tempat-tempat kuliner kayak Medan Napoleon, Burger Gaboh, Burger Caffe, si Bolang Durian, Pelawi Durian, banyak deh, saya sampe ngga hapal ^_^

    Mau info lebih jelas soal promo Brizzi bisa dilihat di IGnya BRI nih khusus untuk promo-promo seru yang ada.. http://instagram.com/promo_bri_medan.
( Baca : Medan Napoleon, Oleh oleh Kekinian dan Halal dari  Medan )

Nah udah dijembrengin tuh A-Z tentang Brizzi. 

Balik maning ke pertanyaan di awal tadi, gimana kalo tiba-tiba pas udah masuk tol eh ternyata saldonya kosong?

Wew, makanya gunakan mobile banking BRI untuk cek-cek saldonya. Kamu bisa gunakan hape yang ada fasilitas NFC nya untuk langsung cek saldo, buka mobile banking, pilih menu Brizzinya, tempelkan kartunya, langsung terlihat saldonya.

Hape yang punya fitur NFC itu setau saya sih Sony dan Samsung Galay Note. Cara mengetahui hape kita punya fitur NFC atau ngga, seperti ini :

Masuk ke menu Settings > Wireless & Networks > lalu klik More. Fitur NFC akan terlihat jika smartphone kamu mendukungnya.



Kalau ngga ada?

Ya belilah ah.



YANG PERLU DIPERHATIKAN NIH :

JANGAN LUPA AKTIVASI DEPOSIT SEBELUM MENGGUNAKAN KARTU ELEKTRONIK, APAPUN JENIS KARTU ANDA.

Ini harus diinget ya frend, jangan sampai merasa udah top up trus lupa aktivasi. 


Gimanaaa, udah siap belum buat hidup cashless?

Oya lupa, Brizzi ini bisa banget lho kamu jadikan hadiah buat orang terkasih , eeeaaaa.Hari gini orang dikasih e money pasti hepilah.


APAAAA ngga ada yang ngasih kamu Brizzi???


Baiklah, karena ngga ada yang ngasih kamu Brizzi, saya bakal kasih kalian Brizzi gratis untuk orang yang beruntung


Caranya ?

  1. Share dong tulisan ini, biar banyak yang baca jadi banyak yang tau soal ketentuan bayar tol pake elektronik money, aka Brizzi. Sharenya boleh dimana aja, boleh di FB, di Twitter, terserah. 
  2. Follow akun Instagram akuh ya → @winditeguh, buat apa? biar kalian bisa baca pengumuman pemenangnya.
  3. Follow juga akun IG  → @promo_BRI_Medan, biar kalian ngga ketinggalan info promo yang sedang berlangsung.
  4. Jawab pertanyaan saya di komen postingan ini : " Kalian pengen Brizzi bikin promo di mana aja? dan kenapa?"
  5. Sertakan data diri ya biar saya gampang mention kalau kamu menang :
    Nama :
    Akun IG :
Pemenangnya yang nentuin saya sendiri. 

Hadiahnya ?

Ada 5 BRIZZI dengan nominal @Rp 50 ribu 

Periode : mulai hari ini sampai hari Minggu tanggal 17 September 2017
Pengumuman : Hari Senin, tanggal 18 September 2017.



Jadi..kalau mau bayar tol tinggal tempel pake apaaaa?

Pake BRIZZI lah 😍😍

Things I Hate About Me

Thursday, September 7, 2017
Ya ampuun udah seminggu aja, kok cepet banget sih.

Jadi minggu lalu saya dan Gesi udah bahas apa saja hal-hal yang positif atau yang kami sukai dari diri masing-masing.

(Baca : Thing I Love About Me )

Nah kalau di wawancara kerja kata Gesi kan biasa tuh kita ditanya kelebihan dan kekurangan kita. Maka postingan GesWin minggu ini bahas kekurangan kita masing-masing.

Baca punya Gesi :




Oya, ngomongin soal wawancara kerja, saya jadi inget kemarin tuh saya sempet mewawancarai calon frontliner di unit kerja saya, dan saya mau ngasih tau banget buat kalian-kalian yang mau wawancara, plis-plis kalau ditanya yang namanya kelemahan , jangan sampai jujur banget jawab segala kelemahan yang membuat nilai diri kita jatuh.

Kalau ditanya kelemahan, ya jawablah sesuatu yang sebenarnya kelemahan tapi bisa jadi kekuatan kalian. Ini ntar saya bikin postingan sendiri aja deh soalnya panjang.

Balik maning ke hal-hal yang saya ngga suka di diri saya. 

Kalau kemarin untuk hal positif saya harus nanya ke sohib saya karena takut dianggap kegeeran, maka untuk kelemahan saya ngga perlu nanya, karena saya sadar diri banget apa saja yang ngga saya sukai dari diri sendiri. Here we go.

1. Reaktif

Satu kata yang mungkin paling gampang menggambarkan sifat negatif saya adalah REAKTIF.

Saya ini reaktif banget anaknya. Cepet banget bereaksi atas segala hal, spontan kalau kata Deby sohib saya.

Postingan di blog saya ini banyak banget yang muncul gegara sifat reaktif saya. Gitu ada berita atau yang lagi hot di timeline saya langsung kepo nyari tau, udah gitu langsung nulis deh di blog. Search di kategori Hot Topic ya, wahahaha itu isinya postingan yang dipicu dari isu-isu terhot saat itu. Pokoke hari ini ada kejadian apa, besok atau bahkan hari itu juga saya udah gatel aja pengen membahasnya.

Kalau yang begituan mah sebenernya ngga masalah, masalahnya kalau saya pas reaktifnya di pekerjaan. Oke biar lebih smooth kita ganti aja dengan kata spontan ya. Jadi saya kalau dikasih instruksi itu cepet banget responsnya.

Pernah kejadian, dipanggil Pinwil ke Kanwil, dikasihlah instruksi ini itu harus lalalalala, yang intinya mengubah aturan yang udah berjalan selama ini dengan sesuatu yang baru. Dengan semangat 45 abis pulang dari Kanwil langsung saya share di grup binaan saya, bahwa mulai besok kita harus bla bla bla. Eh besok paginya di Wa Wapinwil bahwa yang kemarin diberitahu ada modifikasi dan dikembalikan ke ketentuan semula. Hadeeeeh, kan tengsin ya dengan bawahan. Masa dalam 1 malam saya mengubah instruksi. Malu jadinya.




2. Blak Blakan

Ini ada kaitannya dengan spontanitas saya tadi. Saya kalau ngomong kan apa adanya  banget, basa-basi saya kurang bangetlah, kadang pengen gitu bisa yang basa basi manis manja biar terkesan lebih lovable gitu deh hahahah.

Contohnya ya misal ketemu temen trus dengan ngga sopannya dia ngomong gini

 " Win, lu gendutan ya, pipi tambah chubby aja tuh" ( padahal saya lagi diet ). 

Ini sebenernya kan bisa banget saya senyumin aja, tapi saya milih menjawab balik

" Iya nih soalnya lagi hepi, kamu juga kayaknya agak tuaan ya, itu kelihatan kerut-kerut di wajah"




Trus dia diem, ya udah saya bhay.

Ini soalnya saya males banget sama orang-orang yang udah lama ngga ketemu masa topiknya pertanyaannya malah bikin bete, ya udah sekalian dibikin bete aja. 

3. Ngga Peka

Ngga peka ini hubungannya dengan less basa basinya saya tadi itu. Saya malas mengartikan kode-kode atau bahasa tersirat orang. Ini pengen banget deh saya ubah biar jadi orang yang lebih menyenangkan. Kayak gini misalnya.

Saya ke rumah temen atau ke rumah keluarga, trus diajak makan, trus giliran mau cuci piring eh dilarang-larang " Udaaah ngga usah biarin aja taruh disitu piringnya"

Kalau orang lain mungkin bakal keukeh ya tetap mau nyuci itu piring, kalo saya ngga. " Ooh gitu ya tan,oke deh"

Dan saya bisa duduk manis lagi ke depan. Soale saya sama sekali ngga keberatan bantu-bantu gitu di rumah orang tapi kalo dibilang ga usah yo wis saya artikan ga usah, ngga nyari-nyari tau bahasa tersirat di belakangnya 

4. Jutek

Kalau orang baru kenal saya kebanyakan pasti ngira saya serem, soale default wajah saya judes gitu.Padahal memang bawaan orok punya wajah jutek. Ini sering banget bikin orang salah paham. Saya diem aja gitu dikira saya lagi marah, padahal kadang saya diem karena lagi mikir,atau ngga lagi ngga ngeh dengan pembicaraannya.



Diperparah dengan saya memang aslinya cerewet hahaha ya udahlah terima nasib. Tapi soal cerewet ga masuk dalam hal yang ga saya sukai sih, soale saya hanya cerewet untuk hal-hal yang saya anggap perlu dicerewetin, kalau ngga, saya mah selow kayak di pulooow,nyantai kayak di pantai.

5. Jujur

Lho jujur kok malah ga suka?

Hahaha bukan jujur yang positif gitu, kadang ternyata ada saat-saat kita ngga boleh jujur-jujur banget.

Kayak gini misalnya " Win kenapa ya aku udah sering nulis di blog tapi yg baca tetep dikit, yang komen juga ga ada"

Alih-alih jawab yang menghibur saya malah jawab " Yah topiknya ga menarik kali, sini coba lihat tulisan lo, oh iya sih  aku juga males bacanya, harusnya lu bikin gini, ini diubah sedikit lalalala "

Whyyyyy whyyyy ??

Ini mungkin juga penyebab bagi orang yang ga bisa nerima kenyataan suka males curhat sama saya, Pokoke kalo ngarep curhat sama saya trus bakal saya kasih kalimat yang menghibur tapi ngga bener ya saya memang bukan orang yang tepat, tapi kalo mau dengerin pendapat yang jujur dan sebenernya,saya bisa banget tapi ya itu siap-siapin mental hahaha.

Udahlah ya cukup 5 hal tersebut sifat yang saya sadar banget itu bukan sifat yang membanggakan,nempel di diri saya, tapi yo wislah saya anggap itu memang paketannya saya . PalingaN kayak jutek saya sekarang lebih memperbanyak senyum biar ga kaku-kaku amat wajahnya. 

Kalo soal ngomong blak-blakan dan apa adanya itu saya lebih milih-milih sekarang. Kalau sama orang ga akrab ya saya usaha banget buat banyakin basa basi, kalo sama temen yang udah ngerti saya mah nyantai, palingan mereka cuma elus dada aja , xixixi

Kalau menurut kalian apa lagi nih sifat jelek di diri saya, ga papa banget lho saya dikasih tau, biar bisa introspeksi diri demi hidup yang lebih baik,halah. Tenang saya orangnya open kritik kok.

Udah dulu ya, mmuah



Faktor Kebahagiaan

Tuesday, September 5, 2017
Judulnya astagaaa, ga bisa nemu judul lain soalnya xixixi.

Jadi beberapa waktu lalu saya masukin Tara ke TK, Trus disodori pertanyaan-pertanyaan yang susyeeeeh jawabnya.

Salah satunya adalah : Apa faktor terpenting bagi kebahagiaan keluarga ibu?

Wok wow wow, langsung mikir banget mau jawabnya. 

Kalau ditanya apa yang bikin saya bahagia sih banyak yah

Bisa ke salon tiap hari
Bisa belanja tanpa limit
Bisa makan sepuasnya tanpa jadi gendut
Bisa lihat anak sehat ceria sepanjang hari
Bisa bobo seharian ngga ada yang ganggu
Bisa ngeblog terus tanpa mikirin tunggakan debitur wahahahaha.

Banyak yah hal yang bisa membuat kita bahagia. Tapi kalau pertanyaan dipersempit jadi apa faktor kebahagiaan terpenting bagi keluarga.

Faktor terpenting. Artinya sesuatu yang paling krusial. Kalau dia ada keluarga bahagia, kalau ngga ada maka keluarga ga bahagia.

Hmmmm.... mikir.... mikir..... mikir.

Ah elah ini pertanyaan gini aja diseriusin ya wahahahha, dasar emak-emak ribet.

Balik mikir lagi, dan akhirnya saya menemukan jawabannya.


Ternyata faktor terpenting kebahagiaan keluarga bagi saya adalah kesepakatan dalam keluarga. AHA, tring.

Iya, bisa sepakat dan satu suara dengan suami dalam memutuskan hal-hal penting maupun hal remeh temeh di keluarga itu ternyata faktor penting banget untuk keluarga saya. keluarga saya lho, bukan keluarga orang. kalau ada kata sepakat saya bahagia, ngga tercapai sepakat saya bisa sedih, uring-uringan , bete dan males ngomong.



Waaa ternyata itu membahagiakan sekaligus melegakan banget.

Kenapa?

Karena ternyata segala hal jadi berasa mudah kalau dalam melakukan apapun di rumah tangga kitanya udah satu suara dulu sama pasangan.

Saya kepikiran hal tersebut karena ada saat-saat saya sama masTeg ngga satu suara duh rasanya ngga enak banget, bisa jadi bibit pertengkaran.

Kayak kemarin tuh pernah saya lagi pengen banget bawa anak-anak jalan-jalan yang nginep, tapi masTeg lagi ogah karena dia capek. Akhirnya kami tetap pergi karena anaknya juga udah semangat banget. Gitu nyampe hotelnya, ternyata dapetnya kamar yang posisinya kurang oke, trus Masteg mutung, trus ngambek, Doooooh, malesin banget.

( Baca : Suami Nyebelin )

Itu baru hal kecil, saat saya ngga satu suara dengan Masteg udah bikin suasana bersama ngga kondusif.

Nah jadi saya mikir lagi, ternyata untuk hal-hal lain, saat saya sudah satu suara sama Masteg, walau ada rintangan di depan, kok bawaannya jadi nyantai. Malah dipikirin bersama jalan keluarnya gimana.

Kayak masalah milih sekolah Tara tuh kemarin.

Sebenernya sekolah Tara yang lama itu udah oke banget, jaraknya deket banget dari rumah, mbanya yang di rumah bisa antar jemput dengan mudah, mana kalau pas kebetulan ada keperluan mendesak ibu gurunya bersedia lagi mengantar jemput Tara. Luuuv lah.

Tapi setelah saya nyari-nyari info ke sekolah lain, ternyata saya menemukan sekolah baru yang menurut saya Tara bakal jauh lebih baik kalau disitu secara pendidikannya, makanya saya pindah. Tapi konsekuensinya jaraknya lumayan jauh dari rumah.Dan ndilalah kali ini saya dapat ART lama banget sebagai pengganti ART yang kemarin berhenti.

( Baca : Hari Pertama Sekolah dan Perjalanan Mencari Sekolah Idaman )

Awal-awal itu sumpah ribet banget, masalah antar jemput Tara, karena si mba di rumah ngga mungkin bisa antar Tara pagi-pagi saat dedek Divya masih tidur, maka saya dan Masteg yang gantian antar, akibatnya saya telat mulu ke kantor selama 3 hari berturut-turut. Ini di luar rencana, karena di planning kami yang antar jemput itu si mba di rumah dengan catatan ART saya dua kayak kemarin, lha kalo cuma satu ya ngga bisa. Nah untungnya itu yah, karena milih sekolahnya memang kesepakatan bersama, giliran ada yang ribet gini ngga ada saling menyalahkan, malah sama-sama nyari solusi.

( Baca : Menikah Atau Tidak )

Akhirnya yang antar mas Teguh dengan konsekuensi dia berangkat lebih pagi, dan yang jemput saya. Clear. Problem solved.

Bahkan even di jam pulang sekolah Tara  ternyata posisi saya lagi di luar yang ngga mungkin balik jemput ke sekolah, ya Masteg selalu punya solusi untuk mengatasinya.

Pokoke menurut hemat saya, sepakat dengan suami itu sungguhlah membuat hati ini bahagia tiada tara, karena ngga akan ada saling menyalahkan, jika ada masalah suami istri malah bersatu untuk mencari solusinya.

Makanya ya frend, saya kalau mau memutuskan sesuatu yang sekiranya bakal panjang urusannya ngga mau kalau suami ngga oke dulu, walaupun saya bisa melakukannya sendiri. Misal mau pergi pendidikan, mau ikut job opening di kantor, mau menghire ART, pokoke kudu sepakat dulu baru saya jalan. Ibarat di pekerjaan, ada agreementnya dulu baru action , biar di belakang hari sama-sama enak hahaha.

Oke mulai kemana-mana, mari kita akhiri saja.


Kalau kalian, apa faktor terpenting kebahagiaan keluarga untuk kalian. Sekalian jawab pertanyaan sekolah Tara, hahahaha.







Things I Love About Me

Thursday, August 31, 2017
Sebagai orang yang lahir dalam naungan zodiak Capricorn, saya sadar diri sih banyaaak banget sifat-sifat di diri saya yang mungkin bikin kesel orang. Hahahah iya,  saya orangnya percayaan sama zodiak. Bukan percaya dengan ramalan nasibnya lho, tapi percaya memang sifat-sifat orang dalam zodiak yang sama itu banyak miripnya.

( Baca : Tentang Zodiak )

Namun i love to be a Capricorn girl. Mau dikata orang capricorn itu keras kepalalah, suka membangkang, lalalala tapi yang pasti saya merasa banyak juga sifat-sifat positif yang saya sukai dari diri saya, wahahahahah #narsismodeon.

Baca punya Gesi :





Untuk tulisan kali ini saya nanya dulu ke sohib saya, apa sifat positif yang ada di diri saya. Siapa tau yeeee saya mikirnya saya punya sifat itu ternyata ngga. Nah ini beberapa hal positif kata sohib saya yang ada di diri saya dan i love it too. Plis jangan tutup blognya hahaha, siapa tau kalian termotivasi setelah membacanya, halah.






1. Tangguh dan Mandiri

Mantan pacar saya pernah bilang gini ke saya " Win, kamu itu terlalu tangguh jadi perempuan, kadang aku merasa kamu sama sekali ngga butuh aku"

Ini beneran, orangnya masih hidup sampe sekarang. Saya dengernya yang WOW, benarkah? Benarkah saya semenakutkan itu kalau kata cowo-cowo anti feminisme masa kini.  

Karena pengen tau lebih jelas jadi saya tanya, " Tangguh gimana?"

" Iya kamu kuat banget jadi  perempuan, mau punya masalah apapun ngga tumbang, aku ngga tau itu di luar aja atau gimana, tapi yang pasti kamu seperti ngga butuh orang lain"

Hahahaha i don't know ya, itu kan pendapat dia, tapi beberapa teman kantor juga ada yang bilang begitu, apalagi saat ini di kantor, untuk level job yang setara, saya perempuan sendiri, langsung deh dicap perempuan keras sih tepatnya, Lol.

Tentang tidak butuh orang lain ini, saya jadi ingat bahwa dulu pas kuliah, awal-awal ospek kan kita disuruh ngisi biodata gitu ya, nah kemudian saya dipanggil kakak senior.

" Siapa yang namanya Windi. Ini kamu nulis motto hidup kamu , " Jangan pernah berharap pada orang lain" emang kamu bisa hidup sendiri apa dek?"

Iya saya memang menulis begitu sih. Karena di suatu masa dalam perjalanan hidup saya , saya pernah banget merasa dikecewakan orang terdekat. Pernah banget merasa sedih sampai ngga bisa nangis lagi, dan pernah banget merasa kecewa yang sampe nyesek di hati,duh gw jadi mellow. Makdarit, sejak saat itu saya tau, saya ngga bisa ngandalin siapa-siapa, saya hanya bisa ngandalin diri sendiri. Dan saya tulis besar-besar di buku diary 'JANGAN PERNAH BERHARAP PADA ORANG LAIN".



So i love to be tough, karena dengan begitu saya jadi bisa survive dimanapun saya berada. Saya ngga pernah merasa terintimidasi dengan kesendirian. Jadi misal saya ada di lingkungan baru atau di lingkungan yang stylenya beda dengan saya, no problema sama sekali, saya bisa nyantai wae.

Jadi jangan heran kalau lihat saya makan sendiri di kantin, jangan bengong kalau ketemu saya lagi nonton bioskop sendiri, lagi belanja sendirian di mall. Bukan karena ngga ada teman, tapi ya saat saya lapar atau saat saya pengen nonton, atau saat saya butuh jalan-jalan,  saya ngga merasa perlu menunggu sampai ada yang menemani. Being tough make me feel comfort. Bagi sebagian orang mungkin itu aneh, bagi saya ini menyenangkan banget.

Kalau mas Teguh dulu di awal nikah sampe keukeh antar jemput saya Kisaran-Tebing tiap Jum'at karena tau saya kalau ngga dianterin ya ngga masalah, tinggal naik bisa atau naik kereta aja apa susahnya. Dia yang ketar-ketir dipikirnya saya bakal kenapa-kenapa di jalan. Ngga tau dia istrinya wanita perkasa.

Masalah uang belanja juga dulu gitu pas awal nikah. Karena punya gaji sendiri saya ngga pernah minta ke Masteg, ih gengsi dong , sampe mungkin doi heran dan komen.

" Dek, kok ngga pernah minta duit belanja sih, emang gajinya cukup ya"

Wahahaha minta ditampol banget nih orang. Tapi itu cuma berlaku sebulan dua bulan nikah, selanjutnya dia merindukan saat-saat saya ngga pernah peduli isi dompetnya, Lol.



2. Berani

Hal di diri saya yang saya suka lagi adalah sifat pemberani. Literally. Berani tidak sama dengan nekat ya. 

( Baca : Iman dan Ilmu)

Sohib saya Deby ngomong gitu karena dia udah kenal saya sejak kapan tau. Dimana aja, saya ngga pernah takut untuk mengemukakan pendapat atau mempertahankan pendapat jika memang saya yakin benar. Kadang saya ngga peduli dengan siapa yang saya hadapi. 


Kadang ini ngeselin sih ya sama orang, karena ngga semua orang suka dengan orang yang berani mengungkapkan pemikirannya, apalagi kalau pendapatnya berseberangan. Dan kata suami saya, sifat saya yang satu ini harus diredam. 

Doi pernah ngomong gini:


" Ngga semua yang benar itu harus kamu utarakan dek, ada saat-saat dimana walaupun kamu menang karena mempertahankan pendapatmu namun sebenarnya kamu kalah".

" Lihat-lihat kondisi, jika menurutmu setelah kamu utarakan keadaan akan lebih baik, maka sampaikanlah, namun jika tidak lebih baik, sebaiknya tahan diri dan diam saja".


Logis banget kan yah kalau saya sayang banget sama dese, my balancing partner, LOL. Padahal pas dengerin dia ngomong begitu, kesel banget, hahaha.

( Baca : Suami Nyebelin )


3. Berkemauan Keras

Kata Nahla Strong Willed. Thanks God i have this things. 

Karena punya sifat ini, saya jadi ngga mudah nyerah kalau punya keinginan.

Saya ingat dulu pas awal kerja, saya kan entry level di BRI nya dulu pelaksana ya , Frontliner gitu deh. Itu karena dulu saat melamar kerja saya masih euforia fresh graduate, ngga nyari tau dengan sungguh-sungguh jabatan apa yang dilamar, pokoke judulnya kerja di bank, yo wis lamar, dan saat itu saya ngga ngerti kalau di bank ada yang namanya ODP (Officer Development Program). 

Hari pertama masuk kerja saya kangsung shock, ngga nyangka kalau kerjaan saya itu ngetik surat hutang (dulu masih jaman pake mesin tik dan saya ahli ngetik 10 jari lho hahaha), ngerapiin berkas, nerima komplain nasabah, pokoke kerjaan teknis banget yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya sebagai lulusan S1 yang masih petantang petenteng, LOL.


Jadi tiap ada staff dari Kantor Pusat datang ke unit kerja, dan tau bahwa gradenya jauuuh banget di atas saya, padahal kami lulusan universitas yang sama, saya langsung ngomel-ngomel dalam hati " Ih aku juga harusnya bisa deh kayak dia, harusnya gradeku sama dengan dia karena yakin kalau diadu kemampuan kerjanya paling sebelas dua belaslah sama ane", wahahahah sombong abis.

Abis itu langsung nanya kesana kemari, gimana cara cepat biar bisa masuk jalur Akabrinya BRI. Gitu tau ada yang namanya job opening internal, langsung curi-curi ilmu bapak-bapak manajer di Cabang. Kalau orangnya lagi nyantai, saya suka korek-korek ilmunya. Tiap doi pulang pendidikan development gitu, modul-modulnya saya pinjem dan saya baca sampe hapal isinya, hahaha. 

Makanya pas ada kesempatan tes untuk jadi Akabrinya BRI langsung daftar. Awalnya banyak yang kayak ngga yakin gitu, ngga yakin saya serius, tapi ya emang anaknya ngga pedulian sih ya sama asumsi dan praduga orang ya maju teroooos. Akhirnya ya seperti kata pepatah yang namanya hasil ngga akan mengkhianati usahalah, proud.


4. Pembela Kebenaran

Hahaha saya ngakak bagian ini, langsung kebayang Sailor Moon dan Ksatria Baja Hitam.




Ngga tau apa yang bikin si aganwaty berkesimpulan demikian. Tapi saya perkirakan doi ngomong gini maksudnya karena saya selalu mengatakan yang salah ya salah, yang benar ya benar. 

Misal ada pegawai saya yang melakukan fraud. Mau dia anak siapa ya kalau salah ya dikasih sanksi. Sebaliknya, saat ada pekerja yang berprestasi, walau dia bukan siapanya siapa siapa, atau dia bukan anak yang pintar basa-basi,sepanjang dia hasil kerjanya bagus ya diapresiasi. 


Saya sempet disebelin sama temen segank pas kami ngobrolin soal selingkuh. Jadi sohib-sohib saya itu berpendapat bahwa selingkuh ngga selamanya salah, harus dilihat apa yang melatarbelakangi, apa triggernya dsb dsb, trus saya nyeletuk " Ya salah, namanya selingkuh mau apapun alasannya salah, titik. Perkara alasan itu hal yang berbeda, perkara benar salah itu hal yang lain lagi"

Trus mereka bilang saya anaknya negatif thinking,ixixi, Kalau mereka baca pasti saya di huu huu in lagi karena mereka tahu my secret ,LOL.





5. Logis


Hal kelima yang paling saya suka dari diri pribadi adalah sifat logis, realistis. Kalau di test type kepribadian gitu saya memang masuknya ke type ESTP (Extraversion, Sensing, Thinking, Perception), pernah saya ceritain di postingan kolab Geswin dan Sassy Thursday.


( Baca : Team Realistis )

Jadi orang yang logis dan realistis itu banyak enaknya. Salah banyaknya kita jadi gampang memutuskan sesuatu berdasarkan pertimbangan rasional. Dan ini mencegah banget dari bersikap ngga adil. Ya kaleee kalau saya orangnya melankolis, bisa-bisa kalau ada pekerja yang fraud trus nangis-nangis di depan saya, trus saya luluh, duh berabelah itu.

Ini pernah juga kejadian di kerjaan. Ada pekerja yang udah 4 bulan ngga produktif sama sekali, jarang ngantor tanpa keterangan, sampai atasannya ngeluh ke saya. Saya panggillah, saya tanya alasannya kenapa dia ogah-ogahan kerja. Jawabannya karena dia ngga nyaman dengan pekerjaan saat ini karena terlalu berat dan minta dipindah ke jabatan yang lebih santai.

" Soalnya saya sakit bu, ngga bisa naik kendaraan kesana kesini kalau jadi marketing, saya di bagian support aja deh bu"

" Oke, ngga masalah sih buat saya, saya juga ngga mau mempekerjakan orang yang ngga suka dengan pekerjaanya. Ya udah kamu sekarang ke dokter, minta surat keterangan bahwa kamu sakit dan ngga bisa naik motor kesana kemari, biar ada dasar saya memindahkan kamu"

Saya tunggu sampe berbulan-bulan dia ngga muncul-muncul nyerahin surat dokternya. Lha aku kudu piye rek.



Udah ah narsis-narsisnya.

Postingan ini tujuannya bukan buat muji-muji diri sendiri lho. Tapi terkadang tau hal-hal yang kita sukai tentang diri kita membuat self esteem diri kita ini meningkat, dan ya jadi lebih cinta kepada diri sendiri. Bertanya ke sahabat kita tentang hal-hal baik yang menurutnya ada di diri kita juga bukan bertujuan agar dipuji-puji gitu, tapi ya sekaligus masukan pribadi apa hal-hal positif yang bisa kita pertahankan, dan apa yang bisa menjadi strong point diri kita.

Ntar postingan besok-besok kita ngomongin tentang hal-hal yang ngga kita sukai dari diri sendiri ya, biar balance, oce.

Kalau kalian apa aja sifat positif atau sifat yang paling kalian suka dari diri sendiri. Kalau ngga yakin, bisa nanya lho sama sahabat kita. trus bikin postingan juga dong, tag akoh yaaaaa. 

Staycation di Hotel The Hill Resort Sibolangit

Friday, August 25, 2017
Review Hotel The Hills Sibolangit


Di Medan, kalau udah weekend, ada beberapa pilihan tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, family timelah istilahnya. Bagi yang ngga punya waktu banyak mungkin cuma jalan-jalan ke mall, ke taman atau sekedar makan ke luar. Kalau yang waktunya agak sengang bisa ke Berastagi atau ke Danau Toba.

Kalau keluarga saya mah seringnya ngemall, karena yo opo rek posisi rumah sama mall cuma 5 menitan doang, gelundung-gelundung udah nyampe aja.

Tapi kalau lagi pengen santai kami seringnya ke Berastagi dibanding Danau Toba. Soale ke Danau toba jauuuuh, bisa 5 jaman, kalau ke Berastagi kan cuma dua jaman paling lama.

Tapi ke Berastagi juga ngga sampe Berastaginya sih, cuma sampe Sibolangit, karena disitu ada hotel favorit keluarga yang oke banget untuk istirahat. Pokoke kalau mau nginep, pasti kesitu, ngga pernah ke hotel lain. Favorit mas Teguh dan favorit anak-anak karena memangnya tempatnya kids friendly banget.

Nama hotelnya itu The Hill Resort . Letaknya sekitar 1 jam-an dari Medan, kalau lagi ngga long weekend malah bisa 45 menitan nyampe dari rumah saya.



Dari Tara usia setahun sampai saat ini , udah nginep lebih dari 5 kali disana, karena asli tempatnya bikin pengen kesitu lagi kesitu lagi.

Nah saya mau review hotel The Hill aja deh ya, biar ngga foto-foto yang tiap kesono saya jepret ada faedahnya, hahahaha.

Oya, FYI Berastagi itu adalah daerah dataran tinggi di Sumatera Utara dengan suasana udara yang sejuk dan kaya akan buah-buahan. Kalau di Jakarta mungkin dia mirip puncak, kalau di Jogja ya Kaliurangnya, kalau di Jawa Tengah mirip Tawangmangu atau Bandungan, gitu deh.

Mengapa jadi objek wisata?

Ya karena suasananya yang sejuk dan adem itu, makanya pas jadi tempat istirahat dari panasnya kota Medan.

Dulu di Berastagi itu yang jadi objek wisatanya adalah puncak Gundaling, disitu banyak kuda yang bisa dikendarai dan ada pasar buah yang menjual buah-buah segar produk petani Berastagi dan sekitarnya yang biasanya harganya jauh lebih murah dibanding harga di Medan.

Namun beberapa tahun belakangan, wisata ke Berastagi sudah mulai beralih menjadi wisata staycation di hotel gitu, karena bermunculan hotel-hotel yang menawarkan aneka fasilitas yang cukup bikin para tamu hotelnya ngga perlu keluar hotel untuk liburan.

Sebut saja Mickey Holiday, hotel yang sekalian punya Fun Land dengan berbagai mainan ala Dufan. Jadi nginep di Mickey Holiday dapet gratis tiket masuk Fun landnya. Namun permainan yang ada disitu banyakan untuk anak usia SMP ke atas, makanya saya jarang nginep disitu, anak saya masih piyik-piyik sih.

Nah selain Mickey Holiday, hotel yang punya arena bermain juga adalah the Hill Resort tadi. Nama arena bermainnya Hill Park Sibolangit. Berbeda dengan Fun Land Mickey Holiday, di Hill park, permainannya banyak yang masih bisa dinikmati anak balita kayak Tara dan Divya

Jadi sebenernya di sekitaran Berastagi ada banyak banget hotel yang bisa jadi pilihan keluarga, namun favorit kami tetap The Hill Resort, bukan karena arena bermain Hill Parknya sih tapi karena di dalam hotel The Hillnya sendiri ada baaaaaanyak banget aneka binatang langka layaknya kebun binatang besar yang cantik-cantik banget dan pastinya disukai anak-anak.



Disana ada berbagai macam burung warna-warni, aneka beo, Kasuari, Cendrawasih. Koleksi burungnya super komplit dengan kandang-kandang yang tertata rapi.

Belum lagi ada kuda poni, burung bangau, kolam ikan dengan ribuan ikan yang kelihatan dari permukaan, kura-kura, kelinci, aaak banyak deh, semacam koleksi si empunya hotel tapi bisa dinikmati oleh pengunjung hotel.

Apalagi suasana di dalam hotel itu asri banget, karena dulunya hotel tersebut adalah hutan yang dibuka jadi hotel, tapi tanaman-tanaman hutannya tetap dipertahankan. Jadi kita berasa berada dalam hutan dengan dekorasi yang instagramble banget. Semua spot keren banget buat dijepret dan dipajang di Instagram.

Makanya selain tempat nginep, hotel the Hills ini juga sering banget dijadikan tempat resepsi pernikahan ala pulau Bali, dan jadi tempat foto-foto untuk pre Wedding.


Lobi Hotel


Kamar

Untuk kamarnya ada beberapa type yang disediakan. Mulai dari Superior (Rp 950 ribu), Deluxe (Rp 1.100 rb ), Super Deluxe (Rp 1.200.000), Executive Deluxe (1.400.000), Junior Suite ( Rp 2.200.000), Lobby Suite (Rp 3.800.000), Family Suite (Rp 4.250.000) dan Hill Suite (Rp 5.500.000).

Yang membedakan masing-masing type kamar di samping fasilitas, luas kamar juga lokasi kamar. Tapi tenang aja, masing-masing type punya keunggulan yang menurut saya mau yang manapun kita pilih tetep asik.

Sampai saat ini, saya baru nyobain tiga type sih, Superior, Deluxe dan Super Deluxe. Favorit yang super deluxe lah, hahahaha #nggaperludijelasin.

Bagi yang mau nginep disini, saya kasih tau satu-satu deh.

Kalau superior, ini kamarnya udah oke kok. Yah karena type standar, ya isinya juga standar. Tapi standarnya the Hills itu ya udah oke. Ada tivi, air panas, air dingin, AC. Posisinya Superior ini sangat strategis, karena di depan kamar bisa langsung parkir mobil. Kalau ngga salah cuma ada 6 kamar-an gitu (CMIIW) jadi mesti cepet kalau mau booking. Nah di depan kamar superior ini langsung menghadap ke taman yang ada rumput luaaas, di tamannya ada jungkat jungkit, ayunan, dan aneka binatang kayak kuda poni, dan burung-burung. Jadi kalau bawa anak-anak, gitu bangun pagi langsung bisa main di taman rumputnya.

Untuk type Deluxe, ukuran kamar lebih gede dari Superior, pembedanya ada tambahan sofa di dalam kamar. Tapi posisinya menurut saya kurang oke sih. Type deluxe ini posisinya agak ke belakang. Dia ada yang menhadap taman dan jembatan , tapi ada yang menghadap ke hutan. Saya dua kali nginep di Deluxe dapetnya ngadap hutan terus. Jadi saya kurang suka sih. Tapi untuk pasangan bulan madu mungkin pas, biar ga ada yang ganggu, ahsek.

Type Deluxe. Ada connecting doornya, cocok untuk keluarga



Nah type super deluxe ini jelaslah ya secara ukuran lebih gede, dan isi kamar lebih komplit. Ada sofa, ada hair dryer, dan kalau pake tambahan extra bed juga masih luaaas aja rasanya. Lokasinya persis di belakang lobi dan di samping kolam renang. Jadi mau sarapan dekat, mau ke lobi dekat, mau mandi kolam dekat. Ini favorit saya banget, karena dekat kemana-mana. Kalau hujan pun masih bisa keluar ke lobi atau makan ke resto Taipannya.




Kamar Type Super Deluxe. Lebih Luaaas


Tips dari saya :

Kalau Budget mepet atau perginya mesen banyak kamar, ya kamar superior juga udah oke banget. Tapi kalau cuma sendirian, mending kamar Super Deluxe aja, lokasi menentukan prestasi, halah.



Fasilitas :

Fasilitasnya samalah dengan hotel-hotel lain. Ada kolam renang, restoran, tempat karaoke, tempat ngegym, dan ball room untuk pesta, lapangan tenis.

Nah cuma ada yang membedakannya dari hotel lain.

Kayak tempat gymnya itu ngga di indoor kayak di hotel-hotel kebanyakan, tapi outdoor. Jadi di luar gitu diantara pohon-pohon dan rerumputan hijau. Seger banget pastinya udaranya.


Gym Outdoor

Kemudian restonya, ada resto chinanya yang menunya itu steamboat, cocok banget dinikmati dingin-dingin saat malam. Harganya juga terjangka sekitar 80 ribuan per pax, min beli 2 pax. Paslah.

Trus kalau pengen ngadain acara disini, ada pilihan ball room gede untuk nampung tamu sampai seribuan. Tapi kalau mau buat acara kecil kayak reunion gitu ada juga ruangan outdoor yang kece banget. Dia letaknya di antara hutan dan taman. Jadi kalau acaranya malam, keceeeee banget sumpah, di antara pohon-pohon ada lampu-lampu temaram hangat gitu. Ih keren bangetlah. Udah kayak di Bali, yakin.



Trus dia punya taman-taman dengan gazebo-gazebo cantik yang bisa digunakan untuk acara kayak nikahan gitu. Pas saya nginep, pernah ada yang lagi nikahan, aduuuuh kece badai, berasa di taman surga kali ya.




Kalau kolam renangnya, ada dua kolam. Yang satu itu dekornya kayak pulau trus ada ayunan-ayunan di atas kolamnya, ini bisa untuk anak dan orang dewasa. Yang satu lagi ukurannya lebih dalam, letaknya pas di samping hutan dan airnya lebih hangat dikit dibanding kolam yang satu lagi. Luuv.



Kolam Air Biasa


Kolam air agak hangat :)



Nah yang jadi keunggulan hotel ini mutlak dibanding hotel lain, ya aneka koleksi satwa yang dimilikinya. Kalau mau melihat semuanya, kalian harus sanggup jalan mengelilingi area hotel yang sangaaaat luas. Tapi jangan khawatir, ngga akan terasa capek banget karena di sepanjang jalan kita akan melihat aneka burung, danau yang cantik, kura-kura yang segede gaban, dan bahkan ada gedung budidaya hidroponik yang berisi aneka sayuran segar. Kita bisa langsung petik dan beli lho.






Sangkin luasnya area yang bisa kita lihat, makanya pihak hotel menyediakan transportasi unyu-unyu berupa mobil golf dan scooter. Berasa lagi berwisata gitu deh. Tapi ini ngga gratis.

Untuk scooter, bisa dinaiki satu orang dewasa plus anak-anak, uang sewanya Rp 100 ribu selama setengah jam. Cukuplah untuk keliling semua area sampai hutan dan belakang-belakang.


Yang Model Scooter 100 ribu per 30 menit. Yang di Belakangnya, 200 ribu per 20 menit


Ada juga mobil golf yang bisa muat sampe 10 orangan, ini bayar 200 ribu per 20 menit. Tapi ini ngga nyetir sendiri, ada yang nyetirin dari pihak hotel, dan ngga bisa berhenti-berhenti di tengah jalan. Jadi sambil keliling doang.

Saran saya :

Kalau tujuannya memang mau menikmati isi hotel ya jalan wae, biar bisa santai dan foto-foto sepuasnya. Atau ngga pake scooter, biar ngga capek dan bisa berhenti-berhenti buat foto-foto.



Spot Foto Yang Instagramable


Tadi saya sudah sebut di atas bahwa hotel ini memiliki spot-spot cantik yang instagramable banget. Saya bisa bilang, mau dimanapun kamu foto, semua cantik. Ngga ada tempat yang ngga cantik. Seolah-olah memang dibangun dan didekor untuk kebutuhan fotografi saja.

Mulai dari lobi yang ada akuarium berisi ikan penuh sak akuarium, cantik banget. Hutan bambunya yang mistis. FYI, kalau mau foto hutan yang romantic, ke hutannya coba abis maghrib. Kereeen banget, Jadi di antara pohon-pohon bamboo, ada jembatan merah, di bawahnya ada sungai yang mengalir dan di sepanjang jalannya ada lampu-lampu. Aduh, sayangnya kemarin pas nyampe disitu, hape saya low dan saya ketakutan, jadi malah lari, wahahahaha. Padahal keren banget, apalagi untuk pre wedding aduh sumpah pasti kece parah. Jadinya saya balik besok paginya aja wahahahaha.

Lobinya Cantik Banget

Itu akuarium isinya ikan semua


Ehhhm, biar lebih bisa melihat keindahan hotel ini silahkan nimati foto-foto ajalah.









Pokoke saya kasih nilai 9 deh untuk hotel ini, karena kita bener-bener ngga perlu kemana-mana dan memang ngga pengen kemana-mana sih kalau udah di dalam.

Kenapa 9?, Karena ya ada kekurangannya 1 aja, tapi sebenernya cukup menganggu, yaitu menu sarapannya. Ih ini udah sering banget saya tulis di kertas feedback hotel tiap checkout. Jadi menurut saya, sarapan di hotel ini untuk ukuran rate hotel segitu sangat di bawah standar.




Tempat sarapannya oke, tapi makanannya kurang oke

Iya sarapannya ngga banget. Menunya standar abis, Cuma ada nasi beserta lauk dan satu makanan tambahan kayak mie ayam atau mie balap gitu. Sisanya ya standar sarapan hotel lah ya, ada roti , aneka jus, teh, kopi, cenil, lupis, cereal, buah standar (semangka dan melon), kentang goreng. Udah itu doang. Bagi saya sarapan model begitu mah harusnya untuk kelas hotel bintang 2. Sayang banget, seharusnya pihak manajemen hotel mau melihat ini dan memperbaiki menu sarapannya.

Minimal yang harus ada tuh ya menurut saya :

- Salad bar

- Counter telur dadar dan pancake

- Menu nasinya harusnya variasi, ada nasi goreng dan nasi putih.

- Pilihan selai rotinya harusnya lebih banyak , ngga cuma mentega dan stroberi doang, minimal ada ceres, nutella, sirup maple, madu.

- Sup jagung kepiting juga ada harusnya.
- Kue-kue cantik

Aaaak kecewa banget sama sarapannya, hahahaha. Soalnya salah satu keasyikan nginep di hotel itu kan menu sarapannya ya gengs, bisa lama-lama di resto sampe semua dimakan. Tapi kalau disini saya mah, cuma masuk, makan nasi, minum air putih, keluar. Karena ngga menarik banget sarapannya. #ngeluh.

Emang sarapan yang enak menurut kamu yang gimana Win?

Yang ala Santika dan ala Aston udahlah, itu enak banget. Bahkan Aston nyediain dimsum lho, wtf, siapa yang ngga betah sarapan disitu.

But, anyway, overall menurut saya The Hills itu rekomendedlah buat tempat liburan dan istirahat keluarga yang punya anak kecil, buat pasangan yang honeymoon, bikin acara liburan keluarga besar atau buat tempat reunion kecil-kecilan. Ntap Jiwa.

Nah saya punya tips nih buat yang mau nginep disitu


  • Bawa Aqua yang banyak, karena aqua hotel kan terbatas ya, jadi mending bawa aja, soale kalau beli disitu mihil banget.
  • Bawa makanan, pop mie, cemilan yang banyak, karena disana dingin jadi cepet banget lapar
  • Bawa baju renang off course.
  • Kalau bawa ART, bisa kok ngga usah nambah kamar, cukup pakai extrabed aja, tapi pilih type kamar super deluxe khususnya kamar 105, karena dia modelnya L, jadi seperti dua ruangan terpisah, ntap.
  • Datang dari pagi aja, jalan-jalan dulu lihat-lihat keliling hotel, sore berenang, malam bobo, besok paginya main ke Hill Park.


Pesen Hotelnya Gimana?

Nah, untuk pesen hotelnya, sebaiknya sebelum kesana booking dulu. Tempat bookingnya itu ada di Medan, di Capital Building depan Kanwil BRI jl. Putri Hijau. No Telp googling atuh, saya lupa. Atau kalian bisa langsung telfon kesini 08119639220 : Kenapa?. Karena bakal dapat diskon kalau booking dulu. Kalau langsung kesana, kenanya di rate publish, kalau booking dulu bisa diskon 100 ribu, kan mayan.

Trus, kalau kalian ngga niat nginep nih tapi pengen lihat-lihat isi hotel sambil jalan-jalan , bisa banget. Ya datang aja kayak wisatawan gitu, ntar tanya securitynya.

Oke deh, selamat liburan semuanya.







Custom Post Signature