#GesiWIndiTalk : Perempuan Cantik

Wednesday, August 31, 2016
Maaf ya #GesiWindiTalk kemarin ga tayang, soalnya Gesi lagi sibuk syuting, trus sayanya juga lagi kedatangan direksi di kantor, jadi rempong ikutin acara, ngga sempat nulis (tapi sempet fesbukan wahahaha).



Temanya kali ini tentang C A N T I K

Perempuan banget yah bahasannya.

Baca punya Gesi :


Sebelumnya saya mau kasih cerita dulu :

Benarkah Makanan Sisa Sebaiknya Diolah kembali ?

Sunday, August 28, 2016
Benarkah makanan sisa sebaiknya diolah kembali?



Bagi kaum ibu-ibu, makanan sisa yang ada di rumah kadang bingung ya mau diapain. mau dibuang ya kok kesannya mubazir gitu, kan dosa buang-buang makanan. Makanya banyaklah para emak yang akhirnya menciptakan sajian masakan baru dari makanan sisa itu. yang diolah jadi bakwanlah, jadi campuran nasi gorenglah, macem-macemlah.

Seperti yang ditulis oleh mak  Maya Siswadi ini :


Dulu di rumah emak saya juga gitu . Makanan kebangsaan kami kan ikan sambal tuh, itu tuh ikan goreng yang disambal balado gitu, enaaak banget. nah kalau sampai pagi masih sisa, maka pas sarapan disulap dah itu ikan sambal jadi tauco ikan. Wuih makin maknyuss rasanya.

masakan legendaris


Nah, saat saya berumah tangga, saya yang ilmu memasaknya ini masih kelas primary one, ngga punya skill sama sekali buat mengolah makanan sisa si rumah. Jadilah, tiap pagi, kalau sisa ya saya kasih kucing aja, atau ngga ya dibuang. Kebetulan suami juga orangnya kan susah makan (ya iyalah wong masakan istrinya seadanya ya maleslah makan wahahaha), jadi manalah mungkin disuguhkan kembali masakan daur ulang. Wong kesukaannya aja indomie, mana bisa indomie didaur ulang ya kan gaes.

Trus sampai akhirnya kami punya wawak yang kerja di rumah. Orangnya udah tua, jago masak nget nget. Blio type wawak-wawak yang suka bereksperimen di dapur mencoba berbagai macam resep dan membuat aneka cemilan rumahan, hwaaaaaa.

( Baca : Drama ART )

Ya Allah, hidup kami langsung berubah, berasa dapat kiriman malaikat dari surga, seberkas cahaya terang memasuki rumah kami. Saya hepi, Tara hepi, papanya apalagi. Akhirnya mereka terbebas dari terpaksa makan masakan emaknya ini, wuahahahaha. Dan saya juga terbebas dari kewajiban masak-memasak di dapur. 

Uuuu yeah, walaupun saya berusaha menyajikan masakan terbaik di rumah, namun sesungguhnya diriku tidaklah terlalu menyukai segala kegiatan perdapuran. Saya mah mending disuruh nguras bak mandi daripada masak. Tapi karena kewajiban, dan cita-cita menjadi istri solehah kebanggaan suami plus emak kece kebanggaan anak tersayang, maka kemarin-kemarin saya bela-belain dah berkutat di dapur demi sepiring dua piring menu sehat ala mamah Tara, xixixi. And off course saya menyukainya kok, Tapi... saat ada orang yang mumpuni, bisa menggantikan peran koki di rumah, Ya Allah, saya pengen sujud syukur seketika, LOL. 



Dialah wawaknya Divya sang penyelamat perut kami sekeluarga. 

Sehari-hari blio memanjakan kami dengan segala hidangan rumahan yang endess bangeeets. Masteg yang bukan main susahnya makan aja, sampai tambah-tambah kalau makan. Dan sejak ada si wawak kami jadi jarang banget makan di luar. Lhaa ngapain, wong masakan si wawak jauh lebih enak dari masakan resto yang mahal itu kok. Palingan seminggu sekali saya tawarin si wawak untuk beli masakan di luar, karena gimanapun kan pastilah doi juga bosen ya makan masakan sendiri.

aneka camilan made in wawak


Truuuussss.... entah kenapa, sejak si wawak tinggal di rumah, kok di rumah kami jadi banyak tikus, hwaaaaa.

Iya, di rumah kan pasang CCTV ya, jadi pas malam-malam sambil tiduran, saya nonton tuh CCTV di kamar, eh terlihatlah tikus-tikus wara-wiri di dapur, hiii. Saya geli banget, mana tikusnya gede-gede lagi.

Besoknya si papah, beli perangkap tikus. 

Saya dan masteg jadi tanda tanya sih, kok tiba-tiba jadi banyak tikus ya di rumah. Usut punya usut ternyata si meong yang selama ini jadi penjaga rumah kok ngga pernah kelihatan. Yaaah, baru nyadar deh. Hehehe iya, ngaku deh, saya sebenarnya ngga terlalu suka kucing, tapi dari dulu kami selalu pelihara kucing di rumah, karena bagi saya, rumah itu ya memang seharusnya punya kucing, Entahlah ini teori darimana. Mungkin karena sejak kecil di rumah ortu ngga pernah absen dari kehadiran kucing.

Nah karena ngga terlalu suka kucing itu, maka ngga notice saat doi ngga kelihatan beberapa hari.

Diantara keheranan kami tentang menghilangnya si meong itu, kami pun mulai menyelidiki sebab musabab si meong pergi. 

Di suatu malam, sehabis makan malam, saya suruhlah si wawak buat ngasi makan kucing sebagai pancingan 

" Wak, ntar ikan yang sisa ini taruh aja di piring plastik itu ya wak, taruh di dapur, siapa tahu si kucing ntar malam masuk rumah" kata saya

" Yaaah, sayang dong bu, masak dikasih kucing sih. Ini masih bisa wawak olah jadi makanan lain"

JENG JENG JENG JENG......

Terkuaklah misteri hilangnya si meong dari jawaban si wawak.

" Jadi, selama ini wawak ngga pernah kasih makan kucing ya"

" Ngga bu"

" Lhaaa, jadi kalau ada sisa ikan ngga wawak buang, ngga ditaruh di dapur biar dimakan si meong"

" Ngga lah bu, sayang, masih bisa wawak bikin campuran nasi goreng atau campuran bakwan bu".

T_________________________T huehehehehe, ternyata begitu ceritanya. Panteslah si meong kabur,wong ngga dikasih makan.

Besoknya, demi mengusir para tikus yang sudah menjajah rumah kami, maka kami bergerilya mencari kucing di jalanan buat dijadiin peliharaan di rumah, xixixi.


Dan langsunglah saya kasih tau ke si wawak.

" Waaak, kalau ada sisa makanan, jangan disimpan semua ya, kasih juga jatah si meong, itu kan haknya dia"

Dan alhamdulillah, sekarang kami udah punya kucing kembali. Kucing yang tugasnya jagain rumah dari tikus-tikus nakal. Biar betah, maka asupan makanannya udah dijamin sekarang , hahaha.

Makanya saya bilang, ngga selamanya masakan sisa harus diolah kembali, jangan lupakan jatah kucing di rumah ya gaeees, LOL.

Apaaaaa??? Suruh beli makanan khusus kucing?

Sorry to say, kucing kami lebih suka produk lokal #alesan.

Kalau kamu gimana nih menurutmu, makanan sisa itu diolah atau dibuang saja?, atau dikasih kucing kayak saya?. Share dong




#PillowTalk: Istri Cerewet

Wednesday, August 24, 2016
Halooo, seri #PillowTalk muncul lagiii. Bagi yang belum tahu, sekarang di blog windiland ada label baru, namanya Pillowtalk. Isinya seputar pembicaraan penting ngga penting saya dan suami. Biasanya kami itu suka ngobrol di dapur sambil ngupi-ngupi saat anak-anak udah tidur, atau malah ngobrol sambil boboin anak. Kalau ngga sempat, ngobrolnya bisa juga dilakukan sambil ngantar saya ke kantor. Pokoke bagi saya, ngobrol intim sama pasangan itu penting pake banget, biar tetap menjaga keromantisan dan semakin mempererat perasaan dan kasing sayag, halah. Pokoke, jangan abaikan ngobrol ringan sama pasangan yah, mau nomongin kerjaan, anak, atau masa depan, suka-suka deh.

Kemarin udah sempet posting yang pertama 

#PILLOWTALK : TENTANG SENTIMENTIL DAN KPR RUMAH YANG TAK KUNJUNG LUNAS

7 Perlengkapan Menyusui Yang Harus Dimiliki Ibu Bekerja

Monday, August 22, 2016



7 Perlengkapan Menyusui Yang Harus Dimiliki Ibu Bekerja

Menjadi wanita karir, tidak berarti seorang ibu tidak ingin memberi asupan ASI yang cukup untuk buah hatinya. Seperti saya pribadi, dari mulai hamil sudah memikirkan dan mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan agar anak saya bisa mendapat ASI demi tumbuh kembangnya yang optimal.

Sebagai ibu bekerja, tentu berbeda dengan ibu di rumah dalam hal pemberian ASI. Para ibu yang tidak berkarir di luar rumah bisa memberi ASI langsung kepada anaknya, sedangkan para wanita karir harus memerah ASInya, agar bisa diberikan saat dia tidak ada di rumah.

#PillowTalk : Tentang Sentimentil dan KPR Rumah Yang Tak Kunjung Lunas

Friday, August 19, 2016


Saya itu kan orangnya hobiii banget cerita. Apa-apa diceritain. Dan korban pendengar semua cerita saya adalah suami dong tentunya wahahaha.  

Kalau ngga cerita sehari aja bisa pusinglah pala nikita. Makanya gimana pun sibuknya,kami pasti nyempetin diri buat ngobrol. Ngobrol apaa aja,bisa soal kantor,soal anak, atau soal masa depan tsaaah.

Untukmu ibu-ibu yang (katanya) Gagal Memberi ASI Eksklusif

Tuesday, August 16, 2016


Untukmu ibu-ibu yang (katanya) gagal Memberi ASI Eksklusif

Dear moms,senasib sepenanggungan. Apa kabarmu hari ini. seminggu kemarin mungkin adalah minggu yang cukup berat yah, atau biasa aja?

Cara Menghapus Komentar Di Blog Dengan Cepat

Thursday, August 11, 2016
Cara Menghapus Komentar di Blog dengan Cepat

Cara menghapus komentar di blog dengan cepat


Dari beberapa waktu yang lalu saya udah pengen banget menghapus komentar-komentar di blog ini yang ngga nyambung sama isi postingan. Iya banyak banget komentar dari jasa-jasa perkreditan yang nitipin info kredit tanpa agunan bla bla bla di mari. Terutama untuk tulisan saya yangg ini nih ;

Custom Post Signature