Wanita di Era Digital: Aktif Tanpa Ribet

Wednesday, July 25, 2012


sumber:www.jalanhidup.jpg

Hidup adalah perjalanan
Membuka mata, melihat luasnya cakrawala
Di dalam perjalanan selalu ada hal istimewa
Karena perjalanan selalu akan memperkaya jiwa

Saya percaya tidak ada suatu kebetulan di dunia ini. Semua terjadi karena adanya sebab akibat. Bahkan rumput di atas pusara pun tumbuh karena suatu alasan.

Sebagai wanita bekerja , saya sering mendengar omongan miring dari orang-orang. Beberapa kali malah ada yang dengan terang-terangan mempertanyakan apa yang saya cari sehingga mau bersusah payah bekerja dari pagi sampai sore. Padahal gaji suami saya bisa dibilang cukup untuk menghidupi keluarga kecil kami.Bagi saya itu merupakan bentuk perhatian yang harus saya hargai.

Namun tak sedikit juga yang mengapresiasi pilihan yang saya jalani.

Ada yang salah dengan kata-kata bersusah payah. Karena pada kenyataannya saya sangat menikmati peran sebagai wanita karir sekaligus seorang istri.

Menurut saya, apapun pilihan yang diambil oleh seorang wanita terutama yang telah berkeluarga, bekerja di luar rumah atau menjadi full mother itu kembali ke diri masing-masing.

Sejak kecil saya selalu melihat ibu saya bangun pagi, menyiapkan sarapan kami, bersiap diri untuk kemudian pergi mengajar. Saya sangat mengagumi ketangguhan ibu. Sepulang mengajar , ia akan bergegas kuliah dan tiba di rumah hari sudah menjelang senja. Namun itu tidak dilakukan setiap hari, hanya 3 hari dalam satu minggu. Tapi entahlah, saya tidak pernah sekalipun merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang dari ibu.

Saat saya ingin jalan-jalan ke mall ibu selalu ada. Saat saya mengenal cinta pertama ,ibu juga ada mendengarkan curhatan saya, dan saat hati remaja saya lebur , ibu ada untuk memeluk saya. Sungguh tak sekalipun saya merasa ibu mengabaikan keluarga demi pekerjaan. Bukti konkritnya, empat anak ibu memiliki prestasi belajar yang memuaskan.

Melihat itu, membulatkan tekad saya untuk tak ragu menjadi wanita karir. Saya sudah melihat contoh, bahwa ibu bekerja bisa menyeimbangkan antara keluarga dan dunia kerja.

Setamat kuliah Alhamdulillah saya langsung diterima bekerja di salah satu bank nasional. Tak lama berselang, saya pun menikah. Suami sama sekali tidak melarang saya untuk terus berkarya. Saya tidak menampik, bahwa dengan bekerja maka ada satu dua hal pekerjaan rumah tangga yag tidak dapat saya tangani. Memasak, mencuci misalnya. Tapi itu hal yang sangat mudah diatasi, karena saya melihat, para ibu yang bekerja di rumah pun kebanyakan menyerahkan pekerjaan tersebut ke tangan asisten rumah tangga.

Sampai saat ini saya belum dikarunia buah hati. Hal ini, saya tidak tahu menyebutnya seperti apa. Ada yang bilang mumpung belum punya anak, bolehlah bekerja. Ada juga yang mengatakan, gimana mau punya anak kalau kerja terus. Apapun itu, saya yakin rejeki tidak akan tertukar dan tidak akan salah alamat, apalagi datang terlambat. Menurut saya, sudah banyak doa-doa saya yang dikabulkan oleh-Nya. Kalau toh satu dua hal saya disuruh menunggu, saya akan terima itu sebagai bentuk kasih sayang-Nya.

sumber:  http://retnodamayanthi.files.wordpress.com/2008/06/wanita-karir21.jpg 

Selagi diberi Allah berupa kelonggaran dalam hal waktu, saya memanfaatkannya semaksimal mungkin. Saya merasa memiliki kemampuan yang sangat disayangkan jika tidak didaya gunakan. Bagi saya, itu merupakan salah satu bentuk rasa syukur terhadap talenta yang diberikan.

Namun memang tak selamanya hal tersebut semudah yang dikatakan. Dua tahun lalu, perusahaan memutasikan saya ke Jakarta. Berpisah dengan suami di Medan. Mutasi tersebut bukan tanpa sebab, tapi merupakan apresiasi perusahaan terhadap kinerja saya. Tentu saja saya bangga, senang. Namun ada dilemma di hati, harus memilih antara meninggalkan suami atau menerima tugas tersebut.

Kesempatan tidak datang dua kali. Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya saya berangkat. Bagi saya dukungan dari suami sangat penting untuk menciptakan rasa nyaman saat bekerja. Ternyata tantangan yang saya hadapi semakin berat. Disamping tanggung jawab yang semakin besar, saya pun harus memikirkan suami di Medan. Bukan hal yang mudah bagi kami melewati semua itu.

Namun, di era digital ini, begitu banyak kemudahan yang bisa kita dapati. Semua seolah berada dalam genggaman. Jarak beratus kilometer pun dapat terjembatani dengan kecanggihan teknologi. Saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberi otak-otak pintar kepada para penemu internet. Karena bantuan alat tersebut, saya dan suami bisa berkomunikasi dengan lancar. Dimanapun selama ada sambungan internet dan computer, saya bisa skype-an bersama suami. Terkadang, webcam bisa aktif nyala semalaman, sementara saya melakukan apa, suami juga melakukan pekerjaannya, berasa seperti di dalam satu ruangan.

Gambar dari sini

Disamping internet, kami juga menggunakan ponsel sebagai media berkomunikasi. Setelah ada BB, menjadi lebih mudah lagi. Setiap pagi saya akan mengirim foto diri saya, sebagai pelepas rindu. Bahkan dengan dukungan para pebisnis termasuk perbankan, memudahkan saya melakukan reservasi tiket pesawat dan melakukan pembayaran-pembayaran yang seabrek-abrek. Jadi walaupun, saya tidak ada di rumah, segala jenis tagihan seperti telepon, listrik, air, bisa teratasi hanya dengan memencet sejumlah angka di ponsel. Teknologi yang sangat memudahkan.

Hal yang dikhawatirkan tentang keharmonisan rumah tangga yang akan terganggu oleh jarak, Alhamdulillah tidak kami alami selama ini. Semoga selamanya seperti itu. Bahkan , jarak yang memisahkan membuat kami merajut rindu setiap hari. Rasanya , kembali seperti pacaran. Saling menyapa, bertanya sudah makan belum, sedang apa, persis abege jaman sekarang. Siapa sangka kami malah tambah mesra.

Saya tidak mengingkari kuantitas pertemuan dalam suatu keluarga itu sangat penting. Namun, kalau kondisi tidak memungkinkan, pilihan ada pada kita, mau menyesalinya, atau mencari cara untuk menikmatinya. Untuk menyiasatinya, saya memilih daerah-daerah yang saya kunjungi untuk perjalanan dinas yang berdekatan dengan Medan. Agar bisa sekalian bertemu suami. Malah pernah saat saya ke Bali, suami saya ajak serta selama seminggu, sekalian honeymoon deh jadinya. Selalu ada kemudahan dalam kesempitan.

Dengan keterbatasan waktu saat bertemu, membuat saya dan suami menjadi saling menghargai. Saling mengerti tanpa harus diutarakan. Kami bisa duduk berdua dalam diam, hanyut dalam kegiatan masing-masing, namun kami tahu kami ada dalam frekuensi dan gelombang yang sama.

Begitu pula, waktu yang terbatas tersebut membuat kami lebih kreatif mencari cara agar tetap bisa bersama, mengunjungi orangtua, bermain dengan keponakan, dan menghadiri undangan pesta rekan kerja atau kerabat. Hal tersebut bisa karena terbiasa.

Banyak hal yang saya dapati saat bekerja. Apalagi saya bekerja di bank yang bergerak di sektor mikro. Membantu membiayai usaha nasabah, melihat jatuh bangun mereka, memberi saja pelajaran baru tentang semangat pantang menyerah. Saya jadi tahu bagaiaman kiat-kiat untuk membangun usaha yang bagus. Selain itu, bertemu orang-orang dengan berbagai type kepribadian, makin memperkaya dan mengasah rasa empati dan toleransi yang saya miliki. Saat saya berinteraksi dengan nasabah, baik eksternal maupun internal, bisa menyelesaiakan masalah mereka, menjawab pertanyaan, dan membantu mempermudah pekerjaan mereka, hal itu bagi saya sudah merupakan kontribusi saya dalam kehidupan.

Dengan bekerja pula, saya belajar hal-hal baru, yang semakin meluaskan wawasan. Diakui atau tidak, saya dan suami bisa menjadi teman diskusi yang sangat klop, karena dia bergerak di bidang perkebunan dan industry sedangkan saya perbankan membuat kami saling take and give terhadap berita-berita dari masing-masing pihak. Menyenangkan sekali bukan, memilki teman diskusi yang kita cintai. Bahkan banyak teman suami yang sering bertukar pikiran dengan saya untuk masalah-masalah perbankan yang mereka alami.

Dan yang paling menyenangkan, saya bisa mengunjungi banyak daerah saat perjalanan dinas. Hal yang mungkin akan sulit saya lakukan kalau saya tidak bekerja. Sara pernah ke daerah rawan bencana di pelosok negeri ini. Melihat dari dekat lokasi-lokasi tersebut membuat saya semakin mensyukuri hidup ini.

Ketahun, Bengkulu
Bagi saya bekerja bukan untuk membebaskan diri dari tanggung jawab terhadap keluarga. Malah membuat saya belajar untuk lebih gesit, lebih pintar mengatur waktu dan kemampuan mengatur strategi antara membagi waktu kerja, keluarga, liburan dan kegiatan social. Tak jarang saya mengambil cuti jika ada acara kantor suami yang mewajibkan saya hadir. Sebisa mungkin, bekerja tidak menjadi penghambat.

Saat saya jauh dari suami, membuat saya lebih berhati-hati dalam menjaga sikap dan perilaku. Karena saya tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikannya. Saya selalu mengusahakan mengabari dimanapun saya berada. Walaupun ia tidak disamping saya, saya akan selalu meminta izin padanya jika ingin pergi ke suatu tempat yang agak jauh. Bagaimanapun saya adalah tanggung jawabnya. Dan saya juga berkewajiban menjaga kehormatannya.

Demikian pula, waktu-waktu luang sepulang kerja, yang mungkin kebanyakan wanita melewatkannya dengan berbagai kesibukan di rumah, saya mengisinya dengan melakukan hal-hal yang menjadi passion saya. Membaca, menulis, berselancar di dunia maya, yang mungkin tidak akan seleluasa saat saya berada di rumah. Tidak banyak, namun ada beberapa tulisan saya yang sudah mejeng di buku dan nangkring di rak Gramedia. Saya hanya berusaha menerima keadaan dengan melakukan hal-hal yang memberi nilai lebih.Dengan teknologi digital, melalui media sosial seperti facebook, twitter saya juga sering mengikuti lomba-lomba menulis. Jadi jangan gunakan media sosial hanya untuk menghabiskan waktu. Dari hobi saya itu, saya malah berkesempatan memenangkan hadiah dari yang kecil-kecil sampai yang terbilang lumayan. Nah kan, hobi kalau ditekuni jadi sangat menyenangkan.

Antologiku
Bekerja juga turut memperngaruhi cara saya berpenampilan. Saya jadi terbiasa tampil rapi kemanapun. Setidaknya saya akan berdandan saat ke kantor.Bukan dandan yang berlebihan, seperlunya dan sepantasnya saja.  Dan karena terbiasa dengan rutinitas, maka saya pun terbiasa dengan ritual kecantikan yang membuat saya selalau merasa fresh. Agar selalu tampil segar, setidaknya melakukan perawatan wajah dan tubuh menjadi rekreasi tersendiri bagi saya. Minimal sebulan sekali ke salon, memanjakan diri, merilekskan otot-otot yang tegang . Dan untuk itu semua, saya bisa melakukannya sesering saya mau, karena saya memiliki budget dari uang pribadi yang saya hasilkan sendiri.

Bekerja juga membuat kebutuhan pakaian saya menjadi spesifik. Cukup tiga kategori, baju kerja, baju santai, dan baju kondangan atau arisan. Karena sudah terkategori demikian, saya tidak pusing. Baju kerja saya sangat simple, hanya berupa blazer dan kemeja. Dengan begitu menghindarkan saya dari belanja yang tidak perlu. Karena saya sudah tahu jenis pakaian yang saya butuhkan. Disamping itu dengan bertemu berbagai macam orang dari berbagai kalangan, memberi saya kemudahan melihat trend fashion yang lagi in. Lumayan, referensi gratis.


Satu hal yang mungkin tidak banyak disadari, keuntungan bekerja adalah memiliki networking yang luas, dari berbagai macam orang dan berbagai macam kalangan. Setidaknya saya memiliki relasi dari Sabang sampai Merauke, juga dari instansi-instansi yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Hal tersebut sangat bermanfaat, karena semakin banyak orang yang kita kenal dan mengenal kita maka semakin banyak kesempatan dan keberuntungan yang bisa kita raih.

Ya bekerja memberi saya triple bonus sekaligus, gaji setiap bulan, peluang belajar menjadi ahli, serta pengalaman yang laku dijual.


Banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang wanita, karena itu ia disebut makhluk multitasking. Di era digital ini, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Wanita di era digital adalah wanita yang tahu apa yang ia mau.Bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang tercipta untuk memaksimalkan potensi yang ada di dalam dirinya .

Keterbatasan waktu dan ruang bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Tidak ada excuse dalam setiap hambatan. Teknologi yang ada , manfaatkan sebesar-besarnya untuk mendukung segala aktivitas kita. jangan hanya sebagai pengisi waktu luang yang kurang menghasilkan.

Saya sangat mensyukuri apa yang saya miliki saat ini. Suami yang mencintai saya, keluarga yang selalu mendukung, sahabat yang peduli. Hal-hal tersebut semata-mata adalah curahan kasih sayang-Nya kepada saya. Apa yang telah diberi-Nya membuat saya semakin merasa semakin kecil .

Me, My Life
Sampai hari ini, saya masih berharap dan tak henti berdoa agar diberi jalan untuk bisa berkumpul bersama keluarga. Juga agar diberi kepercayaan menerima titipan-Nya. Sembari menunggu doa-doa saya diijabah, saya hanya bisa mengisinya dengan menghargai setiap tetes cinta-Nya dalam kehidupan saya.

Menjadi wanita bekerja diluar rumah, atau bekerja di dalam rumah, atau menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yang memiliki sisi positif masing-masing. Apa yang saya utarakan panjang lebar diatas semuanya dapat dimiliki dan dilakukan oleh ibu yang bekerja di dalam rumah maupun ibu rumah tangga. 

Setiap orang mungkin ditakdirkan untuk memainkan peran yang berbeda- beda yang dibutuhkan untuk membentuk keharmonisan dalam dunia yang tak selebar daun kelor ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan suatu saat saya menjadi ibu rumah tangga. Dan karena tuntutan kebutuhan, ibu rumah tangga menjadi wanita karir. Bukankah hidup adalah misteri?. Apapun peran kita, selama kita menjalaninya dengan sungguh-sungguh, ikhlas maka akan ada imbalan dari yang maha Kuasa untuk itu semua.

Perjalanan, seperti kendaraan yang membutuhkan bahan bakar yang cukup untuk sampai di tujuan. Semoga dengan rute yang berbeda-beda, perjalanan hidup kita masing-masing berakhir di tempat yang paling indah.

Let's Check This Story















Untung Gw Puasa


" Huh, untung gw puasa, kalau ngga udah gw bales omongannya" , teman kantor saya berlalu sambil menghela nafas dalam sekali, terlihat ia menahan emosi yang berkobar.

" Hush, ngga baik ngomongin orang, bulan puasa nih", bu Mira membubarkan geng "toilet" yang tengah asyik berbisik-bisik.

" Suer, mana mungkin gw bohong, gw kan puasa". kata suara yang lain.

Wow, saya takjub bukan buatan. Betapa Ramadhan menjadikan begitu banyak alasan untuk tidak berbuat hal-hal yang merugikan orang lain. Mencegah perbuatan sia-sia dan mengerem nafsu amarah.

Ramadhan, bulan penuh pengampunan. Bulan dimana semua amalan dilipatgandakan pahalanya. Kalau main games, ibarat grand prize, atau apalah istilahnya, dapat point tambahan yang mendongkrak skor berkali lipat.
Begitu banyak kebajikan yang menyebar seperti wabah di bulan Ramadhan.

Hanya karena puasalah alasan satu-satunya yang membuat para perokok tahan off dari memproduksi asap beracun selama 12 jam. Hanya karena puasa pula, sesorang akan berfikir dua kali dalam menyebar kebohongan. Sedekah terasa ringan. Amarah mampu ditekan.

Ramadhan, memang bulan penuh berkah. 

Saat inilah, makan bersama terasa begitu nikmat. Tetangga menjadi sahabat. Interaksi sosial pun kian dekat, karena sudah menjadi kebiasaan sebelum puasa , orang akan saling bermaafan, biar puasanya afdol. Kosong-kosong istilahnya.

Maka, kenapa tidak menciptakan Ramadhan sepanjang tahun??


 

Aku Rindu Ramadhanku


Saat melewati pasar Benhil sore ini, saya terbawa euforia Ramadhan. Berjejalan para penjual makanan menggelar dagangan khas berbuka puasa. Mulai dari kolak, es buah, aneka kue, sampai makanan berat sebangsa ikan bakar dan lauk-pauknya.

Tak lama azan pun berkumandang, dengan mengucap basmallah segera saya basahi tenggorokan yang kering dengan segelas teh hangat, aaaah. Tuntas sudah dahaga sedari siang. Setelah tarawih, tiba-tiba saya menyadari sesuatu. Ada rindu yang begitu mendesak-desak. Rindu kampung halaman. Ya, saya memang perantau di ibukota ini.

Sebenarnya bukan kampung halaman yang membuat akhirnya saya menulis ini. Saya rindu suasana ramadhan ketika tinggi badan saya masih sepinggang orang dewasa. Saat malam-malam, mesjid begitu semarak. Subuh begitu semangat. Ramadhan yang begitu membekas di hati.

Saya rindu tadarusan di mesjid kampung dekat rumah. Berlomba-lomba saya dan teman-teman rebutan mike untuk membaca Al-Qur'an. Rasanya bangga sekali kalau bisa ngaji dan suara kita terdengar kemana-mana. Terutama, pengen orangtua saya tahu, kalau anaknya udah pinter baca Qur'an nih.

Biasanya, setiap malam, akan dibagi beberapa kelompok tadarusan, terdiri dari 5-10 orang. Kemudian ditetukan juz mana yang harus dikhatamkan setiap kelompok. Dibaca satu persatu. Jatahnya satu ain bergantian. Waduh, saya paling sebel kalau dapat ain yang pendek. Pengennya dapat yang panjang-panjang. Untuk mensiasatinya, dengan cepat saya akan menghitung kira-kira di ayat berapa giliran saya. Kalau kebagian yang pendek, saya minta tuker posisi duduk. Itu sangkin semangatnya menghidupkan malam-malam selama Ramadhan.

Dalam satu malam, kalau tidak dibatasi juz-nya bisa-bisa langsung khatam tuh Al-Qur'an. Itu aja udah pakai aturan ngga boleh baca cepat-cepat. Ibarat pakai irama 3/4 lah. Coba kalau dibolehkan satu nafas satu ain, wah bisa-bisa dalam satu Ramadhan khatam sampai 30 kali.

Tidak hanya itu, sholat subuh pun begitu menyenangkan. Di mesjid kampung saya dulu, selesai sholat subuh akan ada kuis berhadiah. Setiap hari di lempar satu pertanyaan, yang jawabannya harus ditulis di selembar kertas dan dikumpul keesokan subuh lagi. Begitu seterusnya selama satu bulan. Di akhir Ramadhan nanti akan diundi pemenangnya. Hadiahnya berasal dari sumbangan warga desa. Tujuannya agar anak-anak semangat ke mesjid. Wah, tidak satu subuh pun akan saya lewatkan tanpa sholat di mesjid. Kecuali hujan deras, dan badai menghadang.

Terkadang, di hari-hari tertentu, ada saja warga desa yang menyumbang uang untuk dibagi dalam bentuk pertanyaan spontan. Siapa bisa jawab, langsung ngacung. kalau benar dapat 500 perak. Wew, seneng banget rasanya. Pertanyaanya biasanya tentang kisah nabi, atau disuruh hapal ayat pendek.  Jadinya setiap hari kudu ngapalin juz amma, biar bisa dapet 500 perak itu.  

Hmm, saya terduduk sendiri di kamar kos, menerawang ke masa lalu. Berusaha menangkap suara-suara yang mungkin terdengar dari speaker mesjid seberang pasar Benhil. Namun, nihil, hanya hening yang tercipta.

Ah, kemana anak-anak jaman sekarang pergi. Apakah mereka terlalu sibuk belajar?, sehingga tidak sempat meramaikan mesjid?, ataukah trend Ramadhan sudah berubah? berpindah ke Mall?

Saya rindu suasana ramadhan itu, masa dimana kata " remaja mesjid " terdengar begitu eksotis. Ingin segera saya lahirkan jundi-jundi Islam untuk kembali meramaikan mesjid kita.

Kau Cantik Hari Ini

Tuesday, July 24, 2012


Kapankah anda merasa paling cantik?

Teman saya si A menjawab, saat ia baru merawat diri di salon. Si B, berkata saat ia memakai mascara yang melentikkan bulu matanya. Si C menjawab, hari pernikahan adalah hari ia merasa menjadi wanita tercantik di dunia. Malah ada teman yang menjawab, hari gajian adalah hari ia merasa cantik luar dalam.

Tidak ada maksud apa-apa menanyakan hal tersebut. Saya hanya mau mengatakan. Hari ini saya merasa cantik sekali. Saat saya bercermin, terlihat seraut wajah yang bersih dan tenang. Sambil tersenyum, saya ucapkan alhamdulillah.

Ya, saya merasa cantik sekali.

Kamu pasti bertanya-tanya, apa rahasianya?

Saya ingat-ingat dahulu. Saya tidak memiliki rahasia apa-apa. Namun, sudilah kiranya kalian mendengar kisahku. Pagi tadi saya bangun dengan perasaan gembira, karena ini bulan Ramadhan. Saya bersyukur karena masih bisa dipertemukan dengan bulan penuh rahmat ini. Tanpa bermalas-malasan saya sahur dengan lauk seadanya. Sambil menunggu waktu subuh, saya sempatkan Tilawah satu dua halaman. Keheningan pagi membuat suara saya terdengar jernih, walau biasanya bicara saja saya cempreng. Saat adzan berkumandang, segera saya gelar sajadah dan menunaikan sholat subuh dua rakaat.

Saya abaikan tempat tidur yang memanggil-manggil untuk kembali berpeluk erat. Saya buka jendela dan menghirup udara bersih sampai memenuhi rongga paru-paru, ah segar sekali.Kemudian saya ambil laptop yang selama ini menjadi tempat curahan suara-suara yang berseliweran di kepala. Bagi saya menulis adalah berbagi, menemukan kata yang tepat untuk membuat orang ikut merasakan pengalaman yang saya alami dengan sudut pandang berbeda. Membuat orang lain kembali tersenyum atau menangis haru. Saya sangat menikmati kegiatan saya ini.

Setelah itu, saya lanjutkan aktivitas saya, menelepon suami dan mengucapkan kata-kata cinta  untuknya. Menanyakan apa warna pakaiannya hari itu dan memastikan ia berangkat kerja tepat waktu. Walau saya tidak ada di sampingnya, sebisa mungkin saya berusaha mengahadirkan diri dalam bentuk lain. Perhatian kecil namun intens, menumbuhkan perasaan cinta yang akan semakin kuat dari hari ke hari.

Kalian tahu, kenapa saya bangun dengan tubuh yang segar hari ini?.

Karena tadi malam, saya tidur dengan jumlah cukup.Setelah sholat tarawih saya segera beranjak ke tempat tidur. Sebelum tidur tak lupa saya berdoa, bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah untuk saya, memohon ampun untuk orangtua saya, dan mohon perlindungan bagi suami. Saya juga mengingat-ingat kesalahan saya, dan mengikhlaskan kesalahan orang lain. Kemudian  saya pun tidur dengan damai, yakin Allah menjaga saya.

Mungkin itulah yang menyebabkan saya bangun dengan semangat, karena hati tidak terkotori dengan rasa benci. Dan mungkin itu juga yang terpancar di wajah saya, saat jiwa dipenuhi rasa syukur.

Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

Saya pernah baca di suatu tulisan, bahwa apa yang tersembunyi di hati, akan terpancar keluar. Kalau di hati lapang, maka orang yang melihat pun akan merasa lapang. Demikian juga, hati yang sempit akan membuat orang merasa kalut. Pun demikian dengan pikiran. Pikiran yang positif membuat kita semangat dan optimis, sementara pikiran negative menghasilkan prasangka yang menimbulkan kerut di dahi.

Hati yang bersih akan terbayang pada senyum secerah mentari pagi, sebagaimana kedengkian dan amarah yang menampilkan wajah keruh.

Namun hari saya masih berlanjut.

Setelah mandi tak lupa saya berwudhu, karena saya yakin wudhu yang terjaga memberi rasa nyaman dan bersih. Bukankah kebersihan fisik juga bagian dari kecantikan ?

Saya pandangi wajah di cermin, dan bersiap-siap melakukan ritual sehari-hari. Ya, saya adalah perempuan bekerja. Setiap pagi selama 5 hari dalam seminggu saya dituntut berpenampilan rapi ke kantor. Bukan karena tuntutan saya merawat diri, namun karena saya menghargai anugerah yang diberikan Allah dengan selalu menjaganya agar tetap terawat. Sebenarnya tanpa kosmetik saya pun sudah merasa percaya diri keluar rumah. Namun saat-saat tertentu saya membutuhkannya untuk membuat wajah terlihat lebih tegas dan berkarakter.

Cukup dengan kosmetika seperlunya, tidak perlu berlebihan. Karena apapun itu, sesuatu yang berlebihan akan mendatangkan mudharat. Begitu pun dengan kosmetik.

Sebagai muslimah, saya sangat berhati-hati dalam memilih kosmetika. Bagi saya kosmetik haruslah memberi manfaat, aman, dan tidak membuat saya melanggar aturan agama. Kalau sampai kosmetik yang saya gunakan, membahayakan kesehatan  atau bahkan membuat terhalang sahnya ibadah , berarti kosmetik tersebut bukanlah pilihan yang tepat.

Kosmetik terbagi menjadi dua jenis, yaitu kosmetik dekoratif dan kosmetik perawatan. Dibandingkan kosmetik dekoratif seperti bedak, blush on, eye liner, lipstick, saya lebih memberi perhatian kepada perawatan. Karena dengan perawatan yang benar, wajah akan terlihat sehat.
Kosmetik Perawatan

Yang saya perhatikan, kebanyakan dari kita tidak sabar dalam melakukan perawatan. Baru seminggu, kalau tidak kelihatan hasilnya langsung ganti kosmetik lain. Padahal kosmetik perawatan itu harus dipakai minimal selama dua minggu sampai satu bulan agar kelihatan hasilnya. Karena regenerasi kulit berlangsung setelah 28 hari. Jadi kalau makainya Cuma 3-4 hari ya ngga akan terlihat perubahan. Jadi yang penting, kita harus rutin dalam melakukan perawatan. Dalam agama juga kan sesuatu yang kecil tapi kalau dilakukan terus-menerus akan lebih disukai, dibanding besar tapi sekali-kali. Tampaknya prinsip itu pun berlaku dalam hal perawatan kulit.

Kosmetik perawatan terdiri dari susu pembersih, penyegar, masker, krim siang,krim malam. Fungsi kosmetik perawatan adalah untuk mengangkat kotoran yang mencemari kulit, mempertahankan komposisi cairan kulit, melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, memperlambat timbulnya kerutan, serta melembutkan kulit yang kasar.

Tidak dipungkiri, setiap perempuan pasti ingin memiliki kulit wajah yang bersih terawat. Bukan untuk memamerkan kecantikannya di depan umum, atau untuk terlihat menawan di mata orang lain. Tapi semata ingin terlihat selalu menarik di hadapan suami.

Karena itu, sebisa mungkin sebelum mencari alternative kosmetik berbahan kimia, usahakan merawat wajah dengan bahan-bahan alami. Begitu melimpah yang Allah beri di alam ini untuk kita manfaatkan.

Madu yang dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan, terbukti sangat baik untuk kecantikan. Konon katanya, si ratu Mesir Cleopatra selalu menggunakan madu untuk ritual kecantikannya. Mengoleskan madu ke wajah sebagai masker bisa menjaga kehalusan dan kekencangan kulit. Selain madu, tomat yang dipakai sebagai masker juga sangat cepat meluruhkan kulit mati di wajah. Mungkin sedikit agak pedih, tapi setelahnya kulit wajah akan terasa halus dari bruntusan. Saya sering menggunakan tomat untuk masker. Namun kalau tidak sempat pakai tomat, yang praktis juga ada, beli saja masker tomat kemasan.

Di Yunani, negerinya dewi-dewi secantik bidadari, para wanitanya menggunakan perasan jeruk segar sebagai masker. Ekstrak jeruk tersebut dipercaya ampuh menghilangkan jerawat. Hmm segar sekali.

Mungkin bisa juga kita contoh, cara wanita Rusia merawat kecantikan mereka, dengan menggunakan ampas kopi yang berfungsi sebagai scrub untuk menghaluskan dan mencerahkan kulit. Bukan hanya kulit halus dan bersih yang akan di dapat, bau badan pun akan luruh bersamaan dengan ampas kopi itu.

Namun jangan contoh cara perempuan Jepang merawat wajah. Yaitu dengan menggunakan kotoran burung Uguisi No Fun atau burung bulbul untuk membuat kulit wajah bersinar dan mempesona. (a)

Kotoran, apapun manfaatnya, tetaplah merupakan kotoran. Haram memakannya, termasuk memasukkannya ke pori-pori tubuh kita. Kecantikan bukan segalanya, tidak layak menggunakan sesuatu yang haram untuk tubuh kita.

Bukan hanya bersumber dari kotoran saja. Beberapa kosmetik banyak menggunakan bahan yang tidak dibenarkan dalam agama. Seperti gelatin babi, plasenta bayi dan organ-organ tubuh binatang yang tidak disembelih dengan nama Allah.

Karena itu sebagai masyarakat awam yang tidak mungkin bisa mengetahui secara rinci halal tidaknya suatu produk kecantikan, serahkan saja kepada ahlinya. Yakinkan di setiap kemasan kosmetik yang kita pakai sudah ada sertifikat dari BPPOM dan halal dari MUI. Agar hati lebih tentram tanpa merasa waswas.

Namun sebaiknya, sebelum memutuskan kosmetik yang kita pakai, terlebih dulu kenali jenis kulit kita. Kalau kita tidak memiliki keahlian tersebut. Kunjungi dokter kecantikan atau dokter kulit. Minimal sekali saja, untuk mengetahui masalah kulit dan kesempatan bertanya tentang perawatan wajah yang baik dan benar. Karena sejatinya kosmetik itu berfungsi untuk melindungi kulit, bukan malah membahayakannya.

Sebaiknya kita juga mengetahui dan mengerti bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetik. Bahan-bahan berbahaya yang dapat merusak kulit, jika tertera di dalam kemasannya, berarti tidak perlu diragukan, abaikan kosmetik tersebut.

Sebagai tambahan pengetahuan bagi perempuan Indonesia. Bahan-bahan yang berbahaya dan paling sering terdapat di kosmetik itu adalah: 

1. Merkuri , biasa ditambahkan dalam krim pemutih, karena memang bisa menyebabkan perubahan warna kulit secara cepat. Namun dapat menyebabkan alergi dan iritasi. Pemakaian dalam dosis tinggi dapat mengganggu kesehatan seperti kerusakan permanen pada otak, jantung, ginjal, dan membahayakan perkembangan janin. Ingat saja peristiwa di Jepang, saat penduduknya terkontaminasi merkuri.

2. Hidroquinone, hampir sama dengan merkuri lazim dihunakan pada produk pemutih, karena memilki keunggulan menghambat pembentukan melanin-yaitu  zat pigmen kulit yang bisa menyebabkan kulit hitam. Penggunaan dalam waktu lama dapat mengakibatkan kulit merah dan rasa terbakar serta kelainan pada ginjal, hati, dan kanker darah. Hidroquinon yang dijinkan maksimal adalah 2 %. Namun banyak ditemukan kosmetik-kosmetik buatan cina yang beredar di Indonesia mengandung zat ini lebih dari 2 %.

3. Sodium Lauril Sulfat (SLS), terdapat pada sabun. SLS dapat menyebabkan iritasi kulit yang hebat dan menyebabkan katarak dan menganggu kesehatan mata pada anak anak.

4. Zat warna Rhodamin merupakan pewarna kertas, tekstil dan tinta. Bersifat karsiogenik dan dapat menyebabkan kerusakan hati.

5. Paraben, yang digunakan sebagai bahan pengawet. Biasa ada di deodoran. Pada beberapa kasus kanker payudara yang diteliti, terdapat konsentrasi paraben sekitar 90 %.

6. Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produk perawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur. Disamping itu, alkohol juga dapat menyebabkan penuaan dini. (b)

Setelah kita tahu bahan-bahan yang berbahaya, maka kita menjadi lebih hati-hati dalam memilih merk kosmetik. Pilihlah merk yang sudah diyakini , baik secara kualitas, maupun komposisi yang dikandungnya. Ada yang berbahaya tidak, terdapat bahan-bahan yang diharamkan tidak. Hal tersebut penting untuk ketenangan kita saat memakainya.

Jangan sampai tergiur oleh produk impor dengan harga selangit. Kebanyakan kita meyakini bahwa barang mahal selalu kualitas terbaik. Padahal belum tentu kosmetik impor cocok untuk kulit kita. Karena kulit perempuan Asia berbeda dengan kulit perempuan dari benua lain. Maka, gunakanlah kosmetik yang sesuai dengan iklim negara kita.

Disamping itu, untuk menjaga kesehatan kulit, jangan sering berganti-ganti merk. Soalnya boros juga. Masing-masing merk memiliki keunggulan sendiri. Merk A misalnya mengandung lebih banyak pelembab, merk B kandungan mineralnya lebih baik. Apabila kita menggunakannya bergantian, akan mempengaruhi kulit terutama bagi kulit sensitive.

Untuk kosmetik dekoratif sebaiknya kita membeli yang satu merk, agar senada. Karena itu, pilih kosmetik yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan karakter kita. Gunakan kosmetik seperlunya untuk menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan yang kita miliki, sehingga hasilnya akan terlihat minimalis dan natural.

Wardah sebagai pelopor kosmetik yang ditujukan bagi wanita muslim, menyediakan rangkaian perawatan menyeluruh termasuk juga kosmetik sehari-hari. Bukan hanya untuk wanita muslim, sekarang telah berkembang menjadi produk yang dapat dinikmati kalangan lebih luas. Setiap produk Wardah diciptakan di bawah pengawasan ahli serta dokter kulit, jadi sangat aman.

 

Kata dokter kulit saya. Sebenarnya untuk sehari-hari sebaiknya kita cukup menggunakan bedak tabur saja, karena formulanya lebih ringan dan tidak menutup pori-pori. Karena itu saya mengikuti sarannya. Wardah Luminous Face Powder memiliki partikel micropowder, halus sehingga menempel dengan baik pada wajah. Dengan empat pilihan, membuat saya bisa menyesuaikan sesuai warna kulit agar kelihatan alami. Produk ini favorit saya, karena kemasannya juga gampang dibawa kemana-mana.

Namun, kalau untuk keperluan pesta, atau acara khusus, kosmetik dekoratif Wardah lengkap dan pas untuk mempercantik wajah sesuai dengan karakter diri kita. Ada banyak jenis produk Wardah yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap perempuan. Gunakan hanya yang kita butuhkan, karena salah satu fungsi kosmetik adalah menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan yang kita miliki. Ada berbagai warna-warna cerah yang efektif membingkai wajah sehingga menampilkan keunikannya masing-masing.

Kosmetik Decorative


Biasanya, kosmetik untuk pesta tidak setiap hari kita gunakan, karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kita juga harus memperhatikan masa kadaluarsa kosmetik yang kita pakai. Lazimnya,  di kemasan tercantum tanggal kadaluarsa, namun kalau tidak ada, sebaiknya tanyakan langsung pada penjualnya.

Namun terkadang, walau sudah ada tanggal kadaluarsa bisa juga kita kelupaan. Sebenarnya tidak susah kok mengetahui kosmetik yang sudah kadaluarsa. Biasanya warnanya mengalami perubahan, menjadi lebih keruh atau lebih muda. Bisa juga, baunya menjadi lebih menyengat. Kalau berbentuk lotion, bentuknya menjadi lebih encer. Atau kosmetik yang berbentuk padat, bisa jadi timbul bintik-bintik putih seperti jamur. Nah kalau sudah ada tanda-tanda tersebut, jangan digunakan lagi, karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan kemerahan. Ngga mau kan, gara-gara berhemat, kulitnya jadi rusak.

Makanya, agar kosmetik kita tidak sampai kadaluarsa, belilah kosmetik dalam kemasan mini. Selain hemat, kalau kadaluarsa ya tinggal buang, jadi ngga rugi-rugi amat.

Disamping itu, sebelum membeli baca dulu labelnya, terutama pada bagian “ingredient” atau bahan, setelah itu baca aturan pakainya. Wardah sangat aman digunakan karena tidak mengandung hidroquinon, lembut dan diformulasikan dengan tepat.  Selanjutnya, test apakah kosmetik tersebut cocok tidak dengan kulit kita. Caranya, sapukan pada punggung tangan, biarkan selama 24 jam. Jika timbul rasa gatal, segera hentikan pemakaian. (c)

Apabila memakai kosmetik perawatan, seperti krim malam-krim siang, sebaiknya gunakan spatula, untuk menghindari terkontaminasi oleh bakteri di tangan. Kalau tidak, pastikan tangan kita bersih sebelum mencolek krim tersebut. Ambil langsung dalam jumlah yang cukup, jangan bolak-balik mencolek krim. Kemudian segera tutup kemasannya. Aman deh.

Sekarang, sudah di cek belum tas kosmetiknya ?. Ada label halalnya ngga ?


Wah, ternyata saya sudah ngalor-ngidul kesana-kemari. Hmm , tidak terasa, saya sudah selesai merapikan diri dan siap untuk berangkat kerja. Lihatlah, wajah saya terlihat cerah sekali. Tidak hanya karena kosmetik , namun juga karena saya bahagia sudah berbagi sedikit hal yang saya tahu kepada anda, sahabatku melalui blog  ini. Saya siap menjelang impian, menyambut cerita dari setiap langkah. Berkarya sesuai kemampuan yang diberikan sang pencipta. 

Sepantasnya, kita harus bersyukur atas semua yang dikarunia Allah. Kalaupun mungkin wajah kita tidak secantik Inneke Koesherawati, atau semenawan Nefertiti, asal kita selalu menghiasinya dengan senyuman,  berpandangan positif, dan tahu cara menghormati diri sendiri, insyaAllah siapapun yang melihat akan merasa terinspirasi. Karena cantik itu adalah saat dirimu merasa nyaman menjadi diri sendiri

Suatu saat kita akan menua, kulit yang halus akan kehilangan elastisitasnya. Wajah yang cerah akan kehilangan ronanya. Bibir yang merah akan menghitam. Namun seiring berjalannya waktu, kecantikan hakiki tidak akan dimakan usia. Hiasi hati kita dengan kepribadian yang mempesona. Itulah kecantikan sejati yang akan abadi selamanya. 

Sekarang, bercerminlah, lihat dengan nurani. Maka, akan terlihat wajah cantik dari hati. 

Jadi .., apakah kamu merasa cantik hari ini??






Inspiring by Azimah Rahayu

Gambar dari sini







Not Everything Is About You

Sunday, July 22, 2012
Barusan nonton Desperate Housewife ( again and again ). Episode Susan mau periksa kehamilannya ke dokter kandungan. Karena sahabatnya Bree juga lagi hamil ( hamil boongan ), maka Susan minta alamat dokter kandungan langganan Bree. Tentu saja Bree berusaha berkilah, dengan mengatakan dokternya jauhlah dan sejumlah alasan. Sebab sebenarnya Bree tidak hamil, hanya kamuflase untuk mempersiapkan jika nanti putrinya yang masih remaja dan hamil diluar nikah melahirkan, akan diakuinya sebagai anaknya. Namun karena Susan terus memaksa akhirnya Bree mencomot begitu saja nomor telepon dan alamat dokter kandungan yang ada di buku telepon. 

Dengan riang gembira Susan pergi ke tempat praktek sesuai dengan alamat yang diberi. Ternyata, dokter yang diberi Bree adalah dokter khusus aborsi ( hii ngeri juga bayanginnya ). Untunglah Susan selamat dari tangan si dokter. Sekembalinya ke rumah, Susan marah besar pada Bree. Bree yang lagi kalut karena dikabarkan bayi di kandungan anaknya mengalami masalah tidak terlalu mempedulikan kemarahan Susan. Hingga Susan terus ngomel ke Bree, mengatakannya teman yang tega bla bla bla. Dengan gusar akhirnya Bree membentak Susan, " Oh My God Susan, Not everything is about you". Susan pun terdiam.

Saya jadi ikut terdiam , dan langsung merenung. Betapa terkadang kita bersikap seperti Susan. Merasa everything is about me. Atasan marah, langsung ngerasa dia benci sama kita. Teman tiba-tiba jadi pendiam, curiga dia udah males ngomong sama kita. Suami ngga mau diajak ngobrol, nuduh udah ngga sayang. Anak ngga mau makan, langsung sedih merasa masakan kita ngga enak. Padahal bisa jadi mereka memiliki masalah masing-masing.

Ternyata atasan anaknya dirumah sakit, jadi agak sensitif. Teman kita ternyata lagi sakit gigi. Ternyata lagi, klub sepakbola suami kemarin malam kalah. Dan anak kita barusan dikasih coklat sama tantenya, pantes kenyang. Nah lo.

Dulu saya punya tetangga, yang selalu kegeeran.  Saat suaminya naik jabatan di kantor, dia akan cerita, kalau teman suaminya banyak yang iri. Atau saat anak-anaknya sukses, dia akan bilang, semua orang mengira ia nyogok padahal memang anaknya yang pintar. Atau saat ia beli mobil baru, ia akan bilang si Anu pasti mikir suami saya korupsi, padahal dia nabung, begitu seterusnya.

Betapa sering kita merasa semua orang mengikuti gerak-gerik kita. Emang kita siapa? artis bukan, pejabat belum, calon presiden bukan juga. 

Contoh kecil,saat seseorang menulis status di sosmed. Maksudnya teman hanya mengungkapkan perasaannya eh kita malah ngerasa itu status no mention untuk kita. Dia ngritik siapa trus kita kegeeran itu ditujukan untuk kita. Yang paling parah kalo sampe bikin status tandingan, ditambah lg menggunjingkannya di  ruangan tertutup,via inbox,bbm bahkan sms-an. Apalagi sampai ngumpulin massa untuk menyerang status yg kita kira adalah kritik ke kita.hadeeeh berabe kan kalo salah alamat.  Sosmed itu media umum,jadi jgn dikit2 sensi. Kalo ada yg protes dg orang yg suka makan jengkol trus kita mencak2 ngerusuhin statusnya dg kekeuh semeukeh menyuruh dia mengedit jadi protes sama penyuka pete,itu namanya kegeeran tingkat dewa.

Friends,meskipun kita termasuk orang yang mungkin terbilang berbeda di lingkungan kita, bukan berarti semua orang aware kok sama kegiatan kita. So, not everything is about you. Semua orang juga punya kesibukan sendiri, punya masalah sendiri, punya prestasi sendiri. Jangan selalu merasa apa yang kita lakukan disoroti orang.

Lakukan saja kegiatan kita, tanpa berprasangka orang lain membicarakannya. Kata nenek bergunjing itu dosa, apalagi menggunjingkan orang yg tidak punya masalah dengan kita hanya karena solidaritas,hayooo pernah ngga ?

Kalau kata Asma nadia, jangan jadi Muslimah yang nyebelin deh :)).



Medan Favorite Cuisine

Saturday, July 21, 2012
( Pemenang Utama Lomba Blog Streetdirectory)

Karena saya dan suami hanya tinggal berdua saja di rumah, maka kami merasa ( saya tepatnya ), lebih bijaksana dan lebih hemat kalau selalu makan di luar. Apa sebab?, karena bisa pilih menu sesuka hati mengingat selera suami dan saya bagai bumi dan langit. Kalau direpresentasikan dalam sebuah lagu “ Aku suka singkong, kau suka keju”, gitu deh. Suami saya sukanya makanan yang digoreng-goreng, ngga pedes, kalau sayur yang bening-bening. Kebalikannya, saya suka yang berbumbu, bersantan, dan harus pedas. Kedua, karena lebih hemat waktu, kapan mau makan, tinggal cabut, lha kalau masak kan bisa berjam-jam saya di dapur belum belanjanya, belum nyuci piringnya, padahal waktu yang sangat berharga itu bisa buat berduaan ( halah, alasan bilang aja ngga bisa masak).  Setelah empat tahun wara- wiri ke berbagai rumah makan, maka saya menetapkan beberapa criteria rumah makan yang pas dengan selera kami berdua.
  • Tidak boleh hanya memiliki satu tema, jadi si rumah makan, kalau ibarat artis dia harus multitalented alias punya berbagai macam menu demi mengakomodir selera kami.
  • Harus ruangan terbuka, kecuali letaknya di mall. Karena si suami tersayang, harus merokok selesai makan, dan menurut saya, selama dia merokok ngga di dalam rumah it’s oke, saya ampuni ( istri kejam)
  • Tidak membatasi sambal yang boleh disantap, alias bebas mau minta sambal seberapa pun, lebih disukai yang memiliki variasi sambal ( sambel merah, sambel ijo, sambel tomat 
  • Ngga pake lama dalam menyediakan pesanan, karena saya dan suami selalu makan dalam keadaan lapar berat.
  • Lebih disukai rumah makan yang memiliki taman dan ada kolamnya ( ni mau makan atau mau tamasya sih ). Yah biar seger aja, atau ada pohon-pohonan lah.
Dan sejauh ini, ada beberapa rumah makan yang menjadi favorit kami. Rumah makan yang paling sering kami kunjungi berdasarkan waktu makan. Catatan , semua tempat adalah di Medan.

Sarapan
Warung Soto Pak Joko


Letaknya di Ringroad, kalau dari arah Timur sebelah kanan, kalau dari barat sebelah kiri ( taruhan seratus persen kalau yang baca orang Medan kagak ada yang ngerti ). 

Pokoknya, di sepanjang ringroad hanya ini satu-satunya warung soto yang buka waktu pagi. Waktu saya tanya saya pegawainya, jam berapa mereka mulai jualan. Si pegawai dengan enteng menjawab, “ Kami buka dari jam setengah lima bu, persis kaya tahanan perang “, gubrak. Saya ngga tau maksudnya apa, sebel sama bosnya atau mau nyampein ke saya bahwa mereka siap sedia sedari subuh, halah.

Malah tadi pagi suami bilang, selama Ramadhan mereka buka buat sahur. Tadi suami sahur disitu. Lah, lebih dari tahanan perang dong :)



Menu yang disediakan hanya berkisar soto. Segala macam soto, dari soto ayam, soto daging,soto paru, soto udang, soto rempela, soto babat. Ada juga pilihan tambahan berupa lontong Medan dan bubur ayam. Tapi yang paling enak sih sotonya. Saya yakin seratus persen bahwa yang punya pasti orang Jawa ( ya iyalah, namanya aja udah JOKO ), soalnya walaupun sotonya pakai santan tapi santannya encer, jadi ngga kayak soto Medan. Kalau di Jawa lebih mirip gule. Makanya saya dan suami bisa cocok makan disini, karena dia perpaduan selera Medan dan Jawa, klop dah. 

Tempatnya enak, ngga sempit, banyak tumbuhan hijaunya, jadi sejuk . Biasanya paling ramai kalau Sabtu Minggu, diisi sama orang-orang pulang olahraga sepedaan. 

Harganya juga ngga terlalu mahal, seporsinya Rp 10.000, udah ada perkedel kentangnya. Camilannya ada tempe goreng, sate daging dan sate paru. Plus ada kerupuk. Bagi pembaca yang dari Jawa, saya beritahukan di Medan, jarang sekali ada rumah makan yang menyediakan kerupuk. Jadi sekali lagi saya yakin banget ini pasti puyanya orang Jawa ( iya iya, percaya ).

Nih biar gampang lihat di streetdirectory



Makan siang
Bumbu Desa




Rumah makan favorit kami untuk makan siang sebenarnya dikota lain juga ada, soalnya cabangnya ada dimana-mana. Yup “ Bumbu Desa” terpilih menjadi tempat teratas pilihan. Letaknya di jalan Gajahmada, pas di sebelah lampu merah. Menurut saya, lokasinya sih kurang strategis, sebab tamu yang mau makan jadi susah masuk, dengan satu pintu masuk yang letaknya persis sebelum lampu merah. Namun termaafkan dengan parkir yang luas dan interior yang cozy. Di tengah-tengah restoran itu ada kolam ikan yang lumayan besar dengan ikan-ikan yang berseliweran. Tempatnya juga semi terbuka gitu, jadi ada udara keluar masuk lah. 

Menunya, ngga usah diragukan lagi , memang udah enak dari sononya. Disini berasa makan di rumah, karena memang andalannya menu rumahan. Dari ayam, ikan, udang, bebek, digoreng maupun dibakar. Trus ada tahu, tempe bacem. Sambal terong, sambal udang, sambal cumi, sambel kerang, dan sambel-sambel lainnya. Sayurnya juga banyak banget macemnya, tauco bunga pepaya, tumis jamur, gulai daun singkong , gulai pakis, kangkung tumis, sayur lodeh sampai sayur asem. Yang paling saya suka, gulai pakis nya, yummy banget. Pakisnya lembut dan santannya mantap.


Oya, cara pesannya, kita langsung ke display makanannya. Tunjuk-tunjuk sendiri. Soalnya menu utamanya belum dimasak, jadi setelah kita pilih, misalnya mau ayam goreng, atau bebek atau ikan, baru ntar digoreng sama mereka. jadi so fresh.

Trus kita bebas ngambil sambal sendiri. Disana ada meja tempat nyedian sambal dalam mangkuk gede, beserta lalapannya, timun, kol, daun kemangi, salada. Sambalnya juga ngga satu macam, ada sambal terasi, sambal merah, dan sambal ijo. Langsung saya ngambil sepiring sendiri.



Kalau kita minumnya mau teh tawar, gratis tinggal ambil aja, disedian segentong gedee banget, ada keran untuk ngeluarin teh di dalamnya.

Mengenai harganya, hmmm agak sedikit mahal sih. Perkedel jagungnya aja satu biji 4000 perak. Saya dan suami biasa makan berdua, kira-kira kena 120 ribuan lah, tapi ya karena selera kami beda. Mungkin kalau seleranya samaan bisa lebih hemat. Tapi worthed lah sama rasanya, enak dan sesuai sama namanya, berasa alami gitu dah makanannya.

Kelebihannya, tempatnya luas banget, jadi jangan khawatir ngga kebagian tempat. Kalau untuk buka puasa seperti sekarang ini pas banget. Karena mereka juga nyediain mushola. Kalau bawa anak kecil, disedian kursi khusus balita, jadi ngga takut anaknya jatuh kemana-mana.


Sebenarnya ada lagi satu tempat makan yang suasananya enaak banget di Medan. Namanya restoran Ndesa Deso, di jalan setiabudi. Kalau dari arah Tasbih, 50 m dari lampu merah pertigaan USU yang menuju ke arah Gatot Subroto. Letaknya ngga di pinggir jalan, agak masuk kira-kira 100 meteran. Konsep restonya adalah alam Bali. 

Pertama kali kesitu, saya malah ngga percaya masih ada di tengah kota suasana persis kayak di tengah hutan, rindaaang banget dan sangat romantis, persis berasa lagi bulan madu di Bali deh. Gitu masuk, kita ngelewati jembatan kecil buatan yang dibawahnya ada sungai kecil. Trus di tengah-tengah ada pohon bamboo gedeee banget. Tampaknya saat land clearing sengaja ngga ditebang. Di sisi kanan kiri, isinya pohon-pohon dan tumbuhan hijau. Sejuuuk banget. Suasananya benar-benar replika Bali, pelayannya pake pakaian Bali, lagu yang diputar juga gamelan Bali. Trus untuk menambah kesan alami, ada suara-suara burung berkicau. Walaupun siang hari, karena tertutup rindangnya pohon, maka suasana disitu agak temaram, sehingga ada lampu-lampu warna chrom gitu di setiap sudutnya. Kamar mandinya cantik banget. Kursinya juga cantik, dengan tirai-tirai putih yang menambah suasana honeymoon.

Tapiiiii, harganya mahal gilak. Saya makan berdua, menunya cuma sup kepiting jagung, bebek goreng, dan jus, kena 280 ribu. Kalau untuk ngerayain sesuatu bersama pasangan bolehlah. Tapi kalau sering-sering tidak baik untuk kesehatan kantong.

Makan Sore
Misop Kampung 



Terkadang, kalau lagi sore-sore sering juga pengen ngunyah sesuatu. Lihat ke dapur yang ada cuma mi instant. Buka kulkas yang nongol Cuma minuman, langsung lah menyeret suami keluar. 

Tempat yang menurut saya enak buat makan ringan sore hari adalah warung “ Misop Kampung”. Lagi-lagi di ringroad. Ya saya rasa ringroadnya Medan, bisa disebut sebagai tempat wisata kuliner, karena mau makan apa aja ada disana, dari yang ecek-ecek  kaya restoran fast food sampe yang seriusan. 

Misop kampong ini ngga ada waktu sepinya. Perasaan rame terus. Parkirnya penuh terus. Soalnya memang misopnya enak. Berasa makan misop di kampung-kampung. Menunya sih ngga Cuma misop, ada bakso, ayam penyet, nasi goreng, macem-macem. Tapi yang rekomended sih misopnya. Ada banyak pilihan, ada misop ayam, misop daging, misop bakso, misop iga. 

Harganya juga murah. Semangkok misop kampungnya cuma 7000 perak. Buat camilan, oke deh.

Oya, yang ngga tau apa itu misop. Misop itu mirip bakso cuma baksonya diganti  sama ayam suir. Kalau di jawa mungkin lebih mirip soto bening, soalnya dia pakai mie putih. Kalau yang suka mi kuning juga bisa, atau malah dicampur mi putih dan kuning.


Makan Malam
Nelayan



Nah ini dia juaranya. Tempat makan malam favorit saya. Kalau malam kan pengennya makan yang enak tapi ngga kenyang-kenyang banget. 

Kalau jalan-jalan ke Medan, biasanya dibilang, jangan lupa makan durian di Ucok Durian, atau makan mie Aceh di Titi Bobrok. Nah ada satu lagi yang ngga boleh ketinggalan. Makan di Nelayan. 



Di Medan, ada beberapa cabang Restoran Nelayan, di tiap mall pasti ada. Tapi yang paling asik sih yang di Merdeka Walk. Karena letaknya di udara terbuka. Terus dikelilingi oleh tempat-tempat makan yang lain. Merdeka Walk itu suatu kawasan makan yang terletak di tepi lapangan merdeka. Persis di depan bangunan-bangunan tua bersejarah, kayak gedung Lonsum, gedung BI dan kantor pos yang sudah berusia ratusan tahun. Di pinggirannya terdapat pohon-pohon gede dengan diameter kambium yang super lebar. Di batang-batangnya digantungin lampu-lampu cantik yang menambah semarak kawasan Merdeka Walk. Kalau di Bandung, mirip Ciwalk lah.



Nelayan, atau bisa juga Jala-Jala, adalah restoran dengan masakan cina. Menu andalannya aneka dimsum, dimsum goreng maupun dimsum steam. Mungkin dikota-kota lain juga ada dimsum, tapi yang membedakan adalah saus sambalnya. Hmmm, maknyuss banget. Pedes banget, bikin lidah melintir. Saya beberapa kali makan dimsum di Jakarta, tapi ngga ada yang bisa nyamain saus sambelnya Nelayan. Enaaak banget, bikin kita mendesis-desis. Suami saya ngga pernah nyentuh ni sambel.


Dari semua dimsum yang ada. Wajib banget dicoba adalah Leng Hong Kien, dimsum goreng campuran udang dan kepiting, dengan mayones yang lembuut dan rasanya pas sekali. Satu porsi ngga akan cukup. Kalau dimsum steamnya harus coba siomay nelayan atau kadang disebut siomay tiga rasa. Terbuat dari campuran, udang, kepiting dan ayam. Mantaaaap. Dicocolin saus yang pedes itu, top markotop.

Leng Hong Kien

Siomay rumput laut nya juga oke punya, dan pangsit gorengnya sayang untuk dilewatkan. Setelah puas menyantap dimsum. Jangan pernah pulang sebelum mencoba aneka dessertnya. Ada aneka pudding dan pancake. Very Recommended pancake durian. Pancake dengan isi durian utuh, yang enaaaak banget. Kalau makan durian kan bisa saja ketemu yang ngga enak. Kalau pancake udah dijamin pasti enak. Makannya, berasa mati masuk surga, mati lagi, masuk surga lagi sankingkan enaknya ( ini kata Raditya Dika ).


Selain aneka dimsum, ada juga makanan yang beratnya. Kayak aneka mie, nasi goreng, bebek peking, sup kepiting, sapi lada hitam, kerang , wah banyak deh. Tapi kalau yang kayak gitu kan biasa di restoran lain juga ada, makanya yang saya rekomendasikan dimsumnya deh.



Bagi orang Jakarta, ngga perlu jauh-jauh ke Medan, di mall Taman Anggrek lantai GF juga ada kok. 

Masalah harga, sekitar 16 ribu sampai 18 ribu seporsi dimsum yang terdiri dari 3 atau empat potong dengan ukuran sedang. Yang paling mahal pancake duriannya, seporsi 2 potong seharga 26 ribu ( belum termasuk pajak). Tapi dibanding rasanya dan pelayanannya ngga mahal deh.

Oya saya belum cerita, pelayanannya tuh ngga biasa. Jadi si pelayan akan mondar-mandir membawa satu nampan besar berisi aneka dimsum, dessert, pudding dan mendatangi tiap meja. Kita tinggal tunjuk-tunjuk saja. Seperti display berjalan, jadi ngga sekedar lihat di halaman menu. Kalau kita ngga tau apa isinya, tinggal tanya aja sama pelayannya, mereka akan memberitahu apa aja komposisi dimsum tersebut. Dan biasanya mereka akan merekomendasikan yang paling sering dipesan tamu, gitu. Jadi kalau baru pertama kali, jangan khawatir, ngga akan kecele.

Setiap pulang ke Medan, saya pasti ngga pernah absen kesini. Sekalian menikmati kota Medan di Merdeka Walk. Kalau malam minggu bisa buka sampai tengah malam, jadi pas juga buat yang insomnia trus kelaperan. Untuk temen nonton bola juga oke.

Nah itulah beberapa tempat makan rekomended versi saya. Tapi sebenarnya kalau di Medan sih, semua tempat makan hanya ada dua rasa, enak dan enaak banget. Jadi kemanapun anda makan, selama masih di kota Medan, tetap juara lah. Mau makan Padang?. Rumah makan ACC sip banget. Atau mau makan makanan Mandailing, rumah makan sidempuan pilihannya. Selain yang khas-khas gitu, semuanya ngga ada yang ngga enak. 

Ayo ke Medan, dan manjakan lidahmu di kotanya si Feri AFI dan Rini Idol ini ( salah focus ).


Biar ngga kesasar, lihat petanya dulu di http://www.streetdirectory.co.id. Tuh di titik yang biru itu tempatnya. Kalau masih kesasar kebangetan mah ente.


Eh dari tadi pasti ada yang nanya, dapet darimana tuh peta-peta keren gitu. Sekarang kamu, kalau mau kemana-mana ngga usah khawatir kesasar atau kehilangan arah. Langsung cari aja alamat yang kamu tuju di streetdirectory.

Streertdirectory itu adalah situs peta Indonesia-peta jalan & satelit. Caranya gampang banget. kamu tinggal buka http://www.streetdirectory.co.id, trus ketik aja alamat yang mau kamu cari. Contohnya , mau cari alamat Restoran Nelayan tuh, ketik : jalan Balai kota, Medan. Ntar langsung muncul petanya. Bahkan kamu bisa cari jalan tercepat atau jalan terpendek menuju kesitu dari titik dimana kamu berada. Keren yah. Dengan begitu, jadi lebih hemat waktu kalau mau jalan-jalan.

Udah ah, kebanyakan ngomong saya. Langsung datengi ya tempat-tempat makan favorit saya di atas. Kalau anda puas, sampaikan sama teman, kalau tidak puas, bilang sama yang punya restoran yah, jangan sama saya ( kabuuur ) :))



Custom Post Signature