Cara Menghitung NAB Pada Reksadana

Wednesday, November 21, 2018
Kemarin abis sharing Tentang Reksadana, ada yang minta aku nulis gimana cara perhitungan yang riil pada saat pembelian reksadana. Karena selama ini kan kalo baca-baca di internet gitu, cara ngitungnya kebanyakan mengabaikan faktor biaya. Jadi kayak permisalan-permisalan yang tidak mencerminkan kondisi riil saat beli.


Sumber : Danareksa.com



Aku coba jabarkan dikit ya. Semoga bisa membantu.

NAB

Pertama aku mau bahas soal NAB dulu.

Kalau di reksadana dikenal istilah NAB/unit. Nilai aktiva bersih per unit.

Fungsinya NB ini ada beberapa macam :
  • Sebagai harga beli atau jual saat membeli/menjual reksadananya
  • Sebagai indikator hasil untung atau rugi
  • Sebagai sarana untuk mengetahui kinerja historis reksadana kita
  • Sebagai sarana pembanding kinerja reksadana yag satu dengan yang lain.
Yang menghitung NAM itu bank kustodian ya gengs, dan ini akan diumumkan setiap hari oleh si bank melalui harian bisnis atau di webnya langsung. Nilai NAB ini pokoke ditentukan oleh kinerja si Manajer Investasi dan juga ditentukan oleh kondisi pasar secara umum.

Contoh transaksi Beli/jual reksadana .

Misal kita beli reksadana sebesar 10 juta.
Pembelian :

Pada saat kita beli, NAB/Unit reksadana yang mau kita beli nilainya Rp 1000.
Nah, perhitungannya itu ga langsung 10 juta/1000. karena di sini ada biaya pembelian yang harus ditanggung pembeli. Besarnya 1 % dari harga NAB/unit.

Sehingga nilai NAB pada saat beli ditambahkan 1% = 1000 + (1%xRp 1000) = 1010 (ini disebut NAB/unit efektif beli)

Maka saat pembelian NAB/unit yang kita miliki menjadi = 10.000.000 / 1010 = 9.900,990 unit.

Penjualan :

Pada saat kita mau menjual, ternyata harga NAB/unit si reksadana sudah bertambah krn investasinya mayan bagus. Misalnya NAB/unitnya menjadi Rp 1200.

Maka saat kita ingin menjual, lagi-lagi kita kena biaya penjualan sebesar 1 % dari harga NAB/unit.

Sehingga, harga NAB/Unit efektif jual = 1200 - (1% x Rp 1200) = 1188.

Maka duit yang kita terima menjadi = (harga NAB/Unit) x jumlah unit yg kita miliki
= 9.900990 x 1188 = Rp 11.762.376,23

Keuntungan/Kerugian

Dari contoh di atas, maka kita dapet untung nih reksadananya:
( 1200 - 1000 ) /1000 = 20%

Namun, dengan adanya biaya pembelian " yang menaikkan harga NAB/Unit " dan penjualan " yang menurunkan harga NAB/Unit", maka keuntungan bersih kita tidak di angka 20 %, melainkan sbb :

(Rp 11.762.376 - Rp 10.000.000)/10.000.000 = 17.62%

Nah itu tuh keuntungan kita, prosentasenya sebesar 17.62 %. atau kalo dirupiahkan maka keuntungan kita Rp 1.762.376,-

Begitu ya. Semoga jelas, hahahaha
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature