Lebih Aman Bertransaksi di BRI, Dengan Menu Baru Penonaktifkan ATM Sendiri

Friday, December 30, 2016



Yak, yang lagi siap-siap mau liburan, pasti dooong ATM udah full tank, siap buat difoya-foyakan pas akhir tahun, wahahahaha.

Sebagai pegawai bank yang baik dan budiman, saya mau ngingetin aja, untuk lebih berhati-hati ntar saat bertransaksi di ATM yaaaaa sodara-sodara dan nasabahku tercintah.

Soale kan beberapa waktu lalu pernah ya terjadi pembobolan dana nasabah di bank. Modusnya sih sebenarnya udah lama, yaitu pembobolan kartu atm melalui proses skimming melalui alat yang disebut skimmer.

Apa itu skimmer?

Skimmer adalah alat elektronik berukuran relatif kecil yang berfungsi merekam data ketika nasabah melakukan transaksi di mesin ATM,

Si Bolang Durian, Tempat Makan Durian Sepuasnya di Medan

Thursday, December 29, 2016




Si Bolang Durian, Tempat Makan Durian Sepuasnya di Medan

Haloooo hawa -hawa liburan udah mulai merebak di udara.

Biasalah ya kalau udah akhir tahun begini, ya libur natalan, ya libur tahun baru, mana anak sekolah pada libur pulak, udahlah dimana-mana orang-orang ceritanya liburaaaan aja.

Ntar di temlen juga bakal rame postingan OTW dan Check-in di mana-mana.

Ya check-in di hotel, di tempat wisata atau nyobain aneka kuliner di tempat tujuan.

Nah, bagi para perantau yang mau mudik ke Medan , pastilah ntar mau nyobain berbagai makanan yang lagi ngehits di sini.

Kemarin itu, sore-sore saya dijemput sama teman-teman seangkatan di BRI.

Pengen Resign Aja

Wednesday, December 28, 2016

ibu bekerja di luaran sana, setuju ngga kalau saya bilang menjadi ibu bekerja itu sungguh menyenangkan.

Hayoo coba angkat tangannya yang setuju.

Satu dua, 893652820 orang, wow.

Baca punya Gesi :

Haahaha, iyalah siapa sih yang ngga setuju kalau dibilang menjadi ibu bekera itu surga.

Gimana ngga?

Setiap hari bisa ketemu orang baru, pengalaman baru, melakukan hal-hal seru, dibayar pulak.

Mau beli baju tinggal ke toko, mau beli sepatu tinggal pilih warna.

#Banker'sLife : Hal-Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Tilang Online

Monday, December 26, 2016


Tentang Tilang Online

Salah satu birokrasi paling nyebelin di negara ini adalah semua hal yang berurusan dengan kepolisian.

Hayooo, iya ngga?

Soale belum apa-apa di pikiran kita pasti ntar bakal ribet, pasti ntar bakal lama. Karena harus sidang segala ke pengadilan, mana sempaaaat, masa cuti cuma gara-gara sidang.

Hal-Hal Yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Usia 3 Tahun

Wednesday, December 21, 2016



Yang namanya berkeluarga tentu harus memiliki aturan.

Bukan aturan yang saklek dan tertulis sih, tapi minimal pasti punyalah hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan di rumah.

Demikian juga dalam mendidik anak.

Walau masih berusia 3,5 tahun, saya dan Mas Teguh udah mulai menerapkan beberapa aturan untuk Tara.

Awalnya sangat sulit. Sankin sayangnya sama Tara, saya dan Mas Teguh dulu sempet yang sama sekali ngga pernah marah sama Tara.

Makanya  Tara tuh lama banget tau yang namanya konsep dimarahi.

Dia ngga tau kalau saya marah itu artinya saya marah. Artinya saya lagi kesal.

Dia ngga tahu kalau dibilang jangan itu artinya ngga boleh dilakukan.

#Banker's Life: Biar Kere Yang Penting Kece

Tuesday, December 20, 2016

Kemarin baca tirto id. artikelnya Arman Dhani Biar Utang Yang penting Gaya.

Ada kalimat yang menarik.

Pada 2013, Kadence International-Indonesia merilis hasil riset Share of Wallet yang mereka lakukan. Hasilnya 28 persen masyarakat Indonesia berada dalam kategori "Broke", atau kelompok yang pengeluarannya lebih besar ketimbang pendapatannya, sehingga mengalami defisit sekitar 35 persen. Pengeluaran ini dilakukan untuk hidup mewah di luar penghasilannya. 

Udah lama sih ya datanya, udah 3 tahun yang lalu juga. Tapi kemungkinan masih relevan sampai saat ini melihat trend gaya hidup, terutama bagi masyarakat urban yang memang ngeri-ngeri sedap awak melihatnya.

GesiWindiTalk Ft SassyThursday : #TeamRealistis

Thursday, December 15, 2016
#GesiWindiTalk minggu ini collab lagi dengan #SassyThursday

Kali ini kami ngomongin soal perbedaan sifat Saya, Gesi, Icha dan Nahla. Yang ternyata, kalau ngomongin sesuatu atau ngomenin suatu kejadian itu beda banget reaksinya.

Saya dan Icha reaksinya hampir sama, kami cenderung ngomenin sesuatu pake logika, dan memandang segala sesuatu lebih realistis, makanya kami bersatu di #TeamRealistis.

Perjalanan Panjang Mencari Jati Diri Windiland

Friday, December 9, 2016


Bagi pembaca blog windiland ini, kalian sadar ngga sih kalau blog ini sering banget ganti template dan ganti penampilan, wahahahaha.

Hal itu disebabkan tak lain dan tak bukan, karena yang punya blog sering mengalami kegalauan dan kebimbangan yang amat sangat dalam menentukan apa yang dia mau.

Padahal keinginan saya itu ngga neko-neko sih, pengen template blog yang manis sekaligus lucu tapi simpel dan elegan.

Mainan Anak : Beli atau Sewa?

Thursday, December 8, 2016


Mainan Anak: Beli atau Sewa?

Sejak punya anak, apalagi anak udah dua gini, rumah kami udah penuh sesak sama yang namanya mainan.

Mainan anak itu ternyata ya banyak banget macamnya. Jamannya saya kecil mah, mainan anak palingan cuma boneka sama masak-masakan aja. Itu pun bentuknya monoton, boneka plastik warna merah yang legendaris itu lhoooo, hayoo siapa disini yang pernah  punya boneka plastik merah, hahahaha, kalau punya berarti kita seumuran ya bu ibu.

Nah, sekarang beda banget, mainan anak itu udah ngga tau lagi sayalah bilangnya. Super banyak, dan beda-beda jenisnya, modelnya, warnanya.

Model Lucu Dress Pakaian Bayi Perempuan

Wednesday, December 7, 2016
[SP] Model Lucu Dress Pakaian Bayi Perempuan


Punya ank perempuan itu sungguh menggemaskan. Soalnya ada banyak pilihan model pakaian bayi perempuan yang unik dan lucu. Apalagi kalau dipadu padan dengan sepatu dan pita-pita yang imut-imut, duh makin cantik dan anggun. Berbagai macam pakaian tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas si kecil sehingga menghasilkan tampilan yang menggemaskan dan lucu. Salah satu jenis pakaian bayi yang sangat imut untuk bayi perempuan yaitu dress atau pakaian terusan. Berikut ini beberapa pilihan model dress bayi perempuan yang unik dan lucu, antara lain:

Catatan Aksi Bela Islam 212

Sunday, December 4, 2016




Sejujurnya saya bukanlah orang yang setuju jika sebuah aspirasi dituangkan dengan cara pengumpulan massa.

Di kantor, jika misalnya saya kurang setuju dengan atasan, atau melihat sebuah ketidakadilan, alih-alih memilih mencari orang yang sependapat dengan saya, saya lebih memilih membicarakannya langsung ke atasan.

Baca punya icha :


Baca punya Nahla :




Yah gimana pun juga , atasan kan bukan cenayang yang bisa tahu apa isi hati kita.

Tapi menurut pengalaman memang tidak semua hal yang kita tidak sukai atau tidak kita amini harus terang-terangan kita tunjukkan.

Ada kalanya diam adalah pilihan terbaik, atau menunggu saat yang tepat untuk membicarakannya. Karena bagaimanapun, yang namanya manusia memiliki keterbatasan. Ada banyak pertimbangan yang melatarbelakangi sebuah keputusan.Tidak mungkin seorang pemimpin bisa memuaskan semua pihak.

Yang bisa dilakukan hanyalah meminimalisir ketidakpuasan itu sendiri.

Nah terkait dengan aksi bela Islam beberapa hari lalu, sikap saya pun demikian.

Terlepas dari pro kontra soal Ahok, saya tetap di pemahaman, bahwa sebuah aspirasi tidak melulu harus dituangkan dengan cara pengumpulan massa.

Tapi itukan menurut saya. kalau ternyata menurut sebagian orang pengumpulan massa adalah sebuah media komunikasi yang dianggap paling efektif saat ini, ya monggo aja sih.

Kebetulan seharian kemarin pas tanggal 2, di kantor ada beberapa hal yang perlu dikerjakan, jadi saya ngga ngikutin aksi damai dari pagi. baru lihat televisi setelah jam 6 sore. Buka efbe sih sesekali, tapi sambil lalu aja.

Isinya berhamburan status haru dan ada banyak asma Allah dan takbir bertebaran.

Alhamdulillah, sebagai umat Islam tentu saya bahagia dan bangga melihat begitu banyak saudara seiman berkumpul dan tidak menimbulkan kerusakan bagi lingkungan.

Yah kalaupun ada beberapa berita miring, ya wajar-wajar ajalah, namanya juga orang ramai, pasti ada percik-percik api disana sini, yang untungnya memang tidak sempat jadi kobaran api.

Paling yang agak saya sayangkan adaaa aja teman yang terpancing untuk membuat status "pembelaan diri", " Nyinyir tanpa maksud nyinyir (mbuhlah iki) hingga penghakiman dan pelabelan",  yang sebenarnya sama sekali tidak perlu dilakukan (menurut saya lho, menurut saya).

Karena apa?

Ya karena, seperti kata Ali Bin Abi Thalib

" Tak Perlu terlalu Keras menjelaskan siapa Dirimu
Yang menyukaimu tak membutuhkannya
Yang membencimu Tak mempercayainya"

Nah, seharian mengikuti temlen, membaca status yang lewat, gambar-gambar yang dishare, nonton youtube, saya terharu dan saya takjub, ada begitu banyak orang dan aksi berjalan tertib dan rapi.

Dari yang saya lihat, ada banyak hal yang sangat patut diapresiasi terkait aksi 212 kemarin.


1. Rumput Yang Aman Dari Injakan Massa


Saat SMA dulu, banyak halaman sekolah saya yang ditutupi rumput.

Plang-plang bertuliskan " Rumput jangan diinjak" pasti ada dimana2.

Dasarlah anak abege, udah ada tulisan gitu pun ya diinjek juga, alasannya biar cepet sampe, xixixi soale memang ada beberapa tempat yang kalo ga nginjek rumput, muternya jadi jauh.

(Baca : Warna Warni Sekolah Kenangan )

Melihat aksi 212 kemarin di televisi dan gambar-gambar yang berseliweran di temlen, saya langsung fokus pada ijo-ijo yang terpampang nyata baik dari foto udara dari atas, atau dari siaran di youtube.

Dari begitu banyak orang, ternyata rumput selamat dr diinjak-injak itu sungguh WOW menurut saya.

Angkat topi deh untuk seluruh peserta aksi.





Perkara menginjak rumput ini bukan hal sepele sih menurut saya, ini tentang menetapkan sesuatu sesuai fungsinya,tentang menaati aturan dan tentang menjaga lingkungan yang ada tanpa dirusak atas kehadiran kita.

Bukankah islam memang mengajarkan untuk menjaga lingkungan ?

Sekali lagi, bagi saya ini hal yang mengagumkan. Iya, saya mah anaknya mudah dibuat kagum sama hal remeh tapi penting.


2. Aparat Yang Berbaur dan Membantu Para Peserta Aksi

Fungsi aparat memang itu. Sebagai pengayom masyarakat, sebagai pelayan rakyat. 

Tapi entah sudah begitu lama, aparat ditempeli sterotype negatif yang selalu bersebrangan dengan rakyat.

Nah kemarin tuh saya melihat betapa para polisi benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengaman, dan pelindung peserta, sehingga aksi bisa berjalan dengan aman.

Apalagi melihat para TNI yang membantu peserta asal Ciamis untuk menumpangi bis sehingga bisa selamat sampai di Jakarta.

Melihat tidak ada bentrok antara aparat dan peserta aksi itu suatu hal yang menggembirakan bagi saya pribadi.



3. Orang-Orang Baik Masih Banyak di Sekeliling Kita

Para penjual roti dengan gerobak-gerobak bertuliskan " Gratis Untuk Para Mujahid"
Penjual dawet dengan gerobak bertuliskan " Gratis Untuk Peserta Aksi Super Damai 212"



Melihat mereka, saya langsung yakin, bangsa ini masih punya harapan seterang bintang kejora (kalau perumpaan salah, mohon dimaafkan).

Orang-orang baik di sekitar kita, adalah tanda bahwa bumi masih layak dihuni.

Dalam setiap keramaian, hal yang lumrah jika pedagang bakal mendapat keuntungan dari banyaknya peluang transaksi yang bakal terjadi. Namun, kali ini yang terlihat adalah keinginan untuk melayani, bukan mencari keuntungan.

Semoga kalian mendapat keuntungan berlipat ganda di lain waktu.


4. Para Difabel Yang Hadir

Oooh kalau ini membuat mrebes mili sih. Iya saya mah anaknya ngga mudah trenyuh biasanya, tapi melihat mereka, saya merasa makin optimis bahwa keterbatasan itu sebenarnya tidak ada.


Para Tuna Netra







Mereka luar biasa.

Ada malu yang diam-diam menyelinap ke relung hati.

(Baca: Semerbak Wangi Diantara Guyuran Hujan Aksi Bela Islam 212)

5. Presiden Yang Dirindukan

Ah iya, jangan protes dulu saat saya bilang presiden yang dirindukan. Karena memang kehadirannya adalah yang dinantikan para peserta aksi.

Kehadiran presiden , menurut saya semacam puncak dari aksi 212 kemarin.

Jokowi, seperti bagaimana ia biasanya, hadir di tengah ribuan atau jutaan rakyat yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Tanpa seremonial, tanpa pengawalan berlebih, tanpa atribut kepresidenan. Dengan baju putih, menembus hujan, dia hadir sebagai jamaah sholat Jumat seperti yang lain.


Ini katanya fotonya editan sih, karena hujannya kok bisa keliatan banget gitu.
tapi tetep ini foto keren menurut saya ;)

Ini dialog yang saya kutip dari status Ainun najib

Trivia menarik dari ring 1 barusan:

  • Presiden bilang ke Mensesneg: "Saya yakin kita akan bisa menyelesaikan masalah ini, (tandanya) tahajud saya akhir-akhir ini terasa enak sekali."

  • Presiden ketika naik ke panggung di Monas hari ini melepaskan sepatu. Ditanya oleh Paspampres, kenapa pak? "Ini panggung dipakai tempat sholat."



Sudahlah, tak perlu memperdebatkan, " Nah kan bisa datang, kenapa yang aksi 411 ngga bisa datang".

Justru ini menunjukkan bahwa dia bukan orang yang gegabah dalam bertindak. sesimpel itu kok.

Atau ngga suara sumbang " Datang sih datang, tapi ngga menjawab tuntutan umat"

Duuuh budeeee, banyak maunya yah, serba salah semua.

Kalau niat baik dan perbuatan baik orang pun tak bisa memuaskan hatimu, maka pertanyakan kembali apa niatmu sebenarnya.


6. Monas Tetap Bersih dan Cantik Seperti Sedia Kala

Sholat Jum'at selesai, peserta aksi beranjak pergi, monas seperti tak pernah didatangi ribuan atau jutaan orang.

Bersih, bahkan lebih bersih dari saat sebelum aksi.

Two Thumbs Up.




Beberapa akhwat menyapu jalan, mengutip sampah, menyiram air di bekas koran yang lengket.

Yup, seperti saya tulis di atas tadi, tak perlu menjelaskan, cukup apa yang terlihat saja.

Islam itu cinta kebersihan, dan saya melihat itu kemarin di Monas.

***

6 hal istimewa dari aksi 212 yang bagi saya merupakan sebuah gambaran dan harapan, bahwa umat ini menginginkan kebaikan bagi negeri tercinta.

Bahwa sang pemimpin juga menginginkan yang terbaik.

Melihat aksi ini, saya jadi ikut terharu. Melihat wajah-wajah mereka , ah saya yakin mereka melakukannya Lillahi Taala.

Siapapun yang ingin memanfaatkan keikhlasan mereka, biarlah Allah yang membalas. Allah maha tahu isi hati setiap makhluk.

Namun, ada juga beberapa catatan yang bisa menjadi pengingat diri dan tidak boleh dianggap angin lalu.

Ditunjukkan bukan untuk mencela, bukan untuk mengingkari kebaikan yang ada, tapi sebagai bahan introspeksi.

1. Pencekalan Wartawan

Iya, ada beberapa video yang cukup mengganggu saya yang lewat di temlen, yaitu, video pencekalan terhadap para reporter Tivi.



Saat melihatnya, duh saya langsung menarik ke diri sendiri.

Membayangkan gimana kalau ada nasabah misalnya ngga puas dengan pelayanan di bank saya kerja, trus saat tau kalau saya pekerjanya, saya langsung dikata-katai.

Karena terkadang sebagai pekerja, ada hal-hal yang kita tau mungkin tidak menguntungkan nasabah, tapi namanya aturan perusahaan ya sebagai pekerja kita harus menjalaninya.

Saya ingat, dulu saat di Medan , jamannya PLN byar pet kayak minum obat, sehari bisa sampai 8 jam mati listrik, saat itu orang-orang yang bekerja di PLN kerap mendapat bullying dari masyarakat.

Saya tahu, karena adik saya kerja di PLN.

Betapa saat itu mereka bahkan menghindari memakai seragam kantornya demi tidak dikenali sebagai pekerja di perusahaan itu. Bahkan ada rumah pegawai PLN yang dilempari masyarakat sankin kesalnya mereka karena pemadaman listrik yang warbiasyak menjengkelkan.

Coba, coba bayangkan hal tersebut.

Seberapa kesalnya pun pada pemberitaan di tivi, si media, rasanya ngga pantas para pekerjanya mendapat perlakuan seperti itu.

Mereka sedang menjalankan tugas.

Maka, komen-komen seperti

" Siapa suruh mereka membuat berita yang selalu memojokkan muslim"

Atau

" Tidak ada asap maka tidak ada api, harus ngerti dong kenapa mereka berbuat demikian"

adalah sebuah bentuk ketidakdewasaan dalam bertindak, dan mengotori kedamaian yang diusung oleh aksi kemarin.

" Bagaimana Orang lain Bersikap Bukanlah Tanggung Jawabmu
Namun bagaimana kamu Bereaksi atas Hal tersebut, itu menunjukkan siapa dirimu"

Kendali toh tetap ada di tangan kita. Mau percaya pada media mana. Jangan biarkan tindakan orang lain memperngaruhi perilaku kita.

Lagian jangan meremehkan intelektual orang ah. Emangnya kalinn pikir, cuma kalian doang yang bisa tahu mana media yang beritanya berimbang mana yang ngga. Jadi ngga perlu mengkhawatirkan " Nanti masyarakat bisa salah kaprah dengan Islam"

Justru perilaku seperti itu yang bikin masyarakat bisa salah kaprah.

Biarkan mereka bekerja, menyajikan berita. kendali ada di tangan kita.


2. Status Baperan 


Kalau yang ini sih, ngga cuma terjadi saat ini, di situasi apapun pasti ada kaum baperan.

Merasa paling benar
Merasa paling punya ghirah, sehingga yang lain dianggap kurang beriman.
Berprasangka buruk bahwa orang lain berprasangka buruk terhadap aksi (nah lho mbulet kan)

Sampai bersusah payah sekali menjelaskan ke orang yang entah siapa.

" Pahami ya ini aksi damai, bukan politik, bukan soal etnis, bukan soal agama, bukan soal suku"

Lha makin dijelaskan malah makin membuat orang berfikir, ada apa?

Udahlah, jangan sampai gara-gara status kita, yang tadinya orang mulai membatin " Oooh bisa juga yah aksi ribuan /jutaan orang itu tertib" malah jadi berubah " Dih, apaan sih, nyolot amat "

Atau ngga status baperan berikutnya

" Ada jutaan orang, bukan ribuan "

Aduh, napa sih mba mas. 

Kalau memang jumlah bukan masalah, kenapa harus diributkan. Yang meluruskan dengan penjelasan secara logis juga jangan dibully atuh. 

Perkara jumlah memang bukan untuk eker-ekeran atau tanding-tandingan. Tapi ga ada salahnya pakai pendekatan paling logis sehingga ga gampang dipatahkan.

Sabar, pan pengakuan manusia ngga penting, yang penting Allah mencatat setiap langkahmu, bukan begitu?

Kembali ke Ali Bin Abi Thalib

" Tak Perlu terlalu Keras menjelaskan siapa Dirimu
Yang menyukaimu tak membutuhkannya
Yang membencimu Tak mempercayainya"

Masa kamu mau maksa semua orang mengerti dan memaklumi dan ngga boleh membiarkan orang berprasangka ?

Biarlah, biar orang menilai sendiri. jangan buang energy untuk sesuatu yang tidak bisa kau kendalikan.

Cukuplah Allah yang menilai.

***

Tak Ada gading yang tak retak

Pepatah kuno yang selalu didengungkan untuk pemakluman sebuah ketidaksempurnaan.

Tidak perlu defensif untuk sebuah cela. karena ketidaksempurnaan adalah sebuah pengingat dan peredam kejumawaan.

Saya percaya, masih ada harapan untuk bangsa ini.

Masih banyak orang baik di negeri ini

Masih ada pemimpin yang punya visi membangun negeri.

Terima kasih atas aksi yang sungguh di dalamnya terdapat banyak pelajaran dan hikmah.

Terima kasih untuk selalu mengingatkan dalan kebaikan.

Seperti firman Allah

" Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS.Yusuf :111)

Dan Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.

" Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman allah)". (QS.Al-Baqarah:269)

Dan pada akhirnya saya harus minta maaf pada teman semua, jika ada kata kata atau status saya yang mungkin menyakiti hati siapapun.

Indonesia hebat
Islam rahmatan Lil alamin

Tonton videonya ini ya, sejuk banget melihatnya

video



Note: Foto-foto dari FB, kalau ada yang tidak berkenan, mohon memberitahu, akan saya hapus

Custom Post Signature