#Banker's Life : Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit

Monday, November 28, 2016
Hal-hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit




Holaaa, yang belum tahu, di Windiland, tiap Senin sesinya #Banker'sLife ya.

Kemarin ada yang request untuk ngomongin kartu Kredit. Yo wis mari kita obrolin wae.

Disclaimer : tulisan ini berdasarkan pengalaman penulis, bukan berdasar aturan khusus bank tertentu.

Kartu Kredit Itu Apa?

Ini saya jelasin dikit dulu yah, karena walaupun kartu kredit bukan benda asing lagi di masyarakat, tapi masih banyak juga yang belum tahu sebenarnya kartu kredit itu apa sih.

Sama ngga dengan kartu debet?.

Ya bedalah, namanya aja udah beda, xixixi.


Jadi, kartu kredit itu, adalah kartu untuk bertransaksi sebagai pengganti uang tunai yang dapat digunakan di merchant tertentu atau tempat yang menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Ntar di tiap kartu, bank memberikan plafond atau batas maksimal jumlah yang bisa digunakan oleh si pemegang kartu.

Setiap kartu memiliki biaya yang disebut annual fee yang dibebankan langsung ke tagihan setiap setahun sekali.

Kartu ini, bisa digunakan untuk berbelanja, membayar sejumlah tagihan, bayar tiket, bayar hotel, bahkan untuk tarik tunai.

Nah itu kira-kira gambaran sederhananya.

Disini perlu saya ingatkan terlebih dahulu, bahwa mindset kita atas kepemilikan kartu kredit, bukan sebagai Kartu untuk Berhutang.

Sebagai nasabah cerdas, seyogyanya memahami bahwa Kartu Kredit adalah kartu Untuk mempermudah nasabah bertransaksi.

Ingat ya..... ingat. Mindsetnya diset dulu.

Gimana Cara Mendapatkannya?

Jadi, kalau kamu pengen punya kartu kredit, kamu boleh apply ke bank, melalui customer service. Atau bisa saja melalui sales person yang biasanya ada dimana-mana itu lho. Tapi sebaiknya hati-hati dalam memberikan data kita. Kalau saya sih lebih menyarankan, apply kartu kredit ke banknya langsung, atau minta bantuan ke pekerja bank yang kamu kenal.

Syaratnya apa aja?

Syaratnya simpel, cuma KTP, NPWP dan slip gaji doang.

Slip gajinya tapi yang udah dileges perusahaan ya, biar lebih sahih.



Ntar kamu disuruh isi form, seperti form pembukaan rekening.

Data yang harus kamu isi meliputi :

  • Nama, alamat, no telp
  • No telp kerabat terdekat yang tidak tinggal satu rumah
  • Alamat kerabat terdekat
  • kartu kredit lain yang dimiliki
  • Jumlah Pengeluaran per bulan
Yang harus diperhatikan disini adalah nama dan no telp kerabat terdekat yang bisa dihubungi.

Ini bisa siapa aja sih, tapi biasanya bank lebih percaya kalau yang hubungannya lebih dekat, semacam, kakak atau adik, atau malah orangtua.

Ingat ya, pastikan no telp yang dihubungi harus aktif dan bukan no telp abal-abal, kalau kamu pengen diapprove permohonanmu.

Udah sih, syaratnya itu aja.

Proses approval Kartu Kredit



Setelah kamu isi form dan melengkapi syarat-syaratnya, ntar oleh si CS atau si sales person, permohonanmu itu bakal di proses, di kirim ke bagian verifikasi.

Verifikasi

Di bagian verifikasi inilah bakal dicek kebenaran data yang kamu isi tadi.

Bagian ini yang bakal cek and ricek no telp orang terdekat yang kamu tulis di form.

Tujuannya apa?

Ya biar suatu saat kalau kamu wanprestasi, alias nunggak, ada lho orang yang bisa ditanyai, ada lho orang yang bisa dimintai keterangan.

Makanya jangan sembarangan yah mau aja dimintai orang atau teman untuk jadi orang yang bisa dihubungi saat darurat. Karena itu bukan sekedar formalitas belaka.

No telp yang kamu isi di form ini penting banget harus diangkat dan dijawab telefonnya. Ntar petugas bank bakal nanya-nanya hubungannya apa dengan si pemohon kartu kredit, alamatnya dimana, bener ngga sesuai dengan yang diisi di form. Makanya jangan boong, biar datanya sinkron.

Setelah, verfikiasi lolos, maka akan dikirim ke bagian analisa.

Analisa

Di bagian analisa, akan dihitung gajimu, dicek dengan SID BI, udah punya pinjaman ngga di bank lain,  berapa angsurannya. Trus diitung deh, berapa jumlah plafond yang bisa diberikan kepada si pemohon.

Hasilnya bisa berbeda-beda kepada setiap orang walau besar gajinya sama. jadi bisa aja sama-sama gaji 10 juta, tapi yang satu dapat plafond 30 juta yang satu cuma 20 juta misalnya.

Menurut aturan BI yang terbaru sih, maksimal limit kartu kredit yang diberikan adalah sebesar 3 x gaji.


Tapi tentu saja itu ngga mutlak. bank punya pertimbangan lain disamping jumlah pendapatan, yaitu total hutang si pemohon juga menjadi pertimbangan.

Nah, kalau udah selesai dianalisa, si analis bakan merekomendasikan kamu layak atau ngga diberi kartu kredit.

Kemudian, diteruskan ke pemutus.

Approval

Pemutus ini, ya orang yang approve permohonanmu, yes or no. 

Bisa jadi dia langsung setuju dengan hasil analisa bagian analis, bisa juga dia bakal turunin plafondnya.

Penerbitan kartu

Udah gitu, selesai deh, permohonanmu akan diteruskan ke bagian penerbitan kartu, dicetak kartunya, disetting di dalamnya data dirimu, beserta limit plafond dan transaksi.

Pengiriman Kartu dan PIN

Kartu dikirim ke alamat yang kamu tulis di form, boleh alamat sesuai KTP, boleh juga alamat kantor.

Pengiriman pertama hanya kartu saja.

Kemudian ntar dikirim lagi berikutnya PIN kartu kamu. Ini memang sengaja dipisah biar ga ada yang salah gunakan kartu kamu, biar aman gitu lho.

Udah gitu, kamu ntar bakal dihubungin oleh customer Servicenya bank, untuk memastikan kartu sudah kamu terima dengan baik. 

Aktivasi kartu

Setelah itu kamu harus mengaktivasi kartu tersebut terlebih dahulu. Telfon ke contact centernya yang biasanya ada no telpnya di kartu.



Ntar, kamu bakal ditanya dulu data dirimu, no kartu yang kamu punya, trus baru deh diaktivasi.

Itu alur secara umum, mungkin bisa berbeda di beberapa bank.



Udaaaah, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang kamu punya.

Pyuuuuh, lumayan panjang ya prosesnya.

Iya dong memang harus seperti itu. Karena kartu kredit itu kan nasabah ngga kasih jaminan apa-apa ke bank. Modal bank kasih kartu itu cuma kepercayaan doang. Makanya verifikasi jadi hal krusial.

Proses permohonan kartu kredit ini kurleb sebulanan lah. Nah, jadi jangan buru-buru komplain yah kalau kamu baru apply, seminggu kemudian udah bilang lama banget sih, hahahaha, sabar ya bapak ibu tersayang.


Wokeh udah tahu kan, gimana proses pengajuan kartu kredit, sampai kartu bisa kamu gunakan.

Sistem Perhitungan di Kartu Kredit

Nah biar kamu tahu juga gimana itung-itungannya pembayaran kartu kreditmu, saya jelasin dikit aja yah disini.

Sebelumnya kamu harus tahu dulu, bahwa di kartu kredit itu ada namanya tanggal cetak (posting) dan tanggal jatuh tempo.

Masing-masing bank tanggal cetak dan tanggal jatuh temponya ini berbeda. 

Tanggal cetak adalah tanggal pencetakan tagihan untuk semua transaksi dan sisa hutang yang masih ada. Tanggal cetak jatuh pada tanggal.yang sama setiap bulannya.

Misal, kalau kartu.kredit saya, tanggal cetaknya jatuh di tanggal 16 setiap bulannya.

Tanggal jatuh tempo adalah batas akhir pembayaran saldo terhutang yang sudah harus diterima bank penerbit kartu, yaitu 15 hari sejak tanggal cetak. 

Pembayaran minimum harus dilunasi setiap bulan pada atau sebelum tanggal jatuh tempo sekalipun Anda belum menerima lembar penagihan. Pembayaran yang diterima setelah tanggal jatuh tempo akan dikenakan denda keterlambatan.

Jatuh tempo kartu kredit sebenarnya cukup lama hingga mencapai 45 hari, sehingga kita mendapatkan tenggang waktu yang cukup sebelum melakukan pembayaran. 

Mengapa bisa demikian? Mari kita hitung bersama.

Misalkan tanggal cetak tagihan saya.nih tanggal 16 Oktober  dan tanggal jatuh tempo tagihan saya adalah 15 hari setelah tanggal cetak transaksi Anda, jadi tanggal jatuh tempo adalah tanggal 30 Oktober. 

Arti dari tanggal cetak adalah semua transaksi setelah tanggal 16 bulan berjalan akan dicatat pada tanggal 16 bulan berikutnya. 

Bingung? 

Begini penjelasannya: 

Misal tanggal cetak saya tanggal 16 Oktober. Jika saya transaksi di tanggal 17 Oktober, maka transaksi saya itu akan dicatat pada tangga 16 Nopember, dan tagihannya jatuh tempi di tanggal 30 Nopember. 

Nah, coba Anda hitung dari tanggal 16 Oktober sampai tanggal jatuh tempo bulan depannya tanggal 30 Nopember. Ada 45 hari berselang bukan?

Jadi sepanjang saya bayar tagihan seluruhnya lunas sebelum tanggal 30, maka saya ngga dikenakan bunga. Kalau setelah tanggal 30 langsung kena bunga dan denda. Kalau tidak bayar lunas seluruhnya di tanggal 30, sisa tagihan bakal kena bunga juga.

Bunga dihitung harian, dari saat tanggal posting. Pembaginya adalah hari selama setahun yaitu 365 hari.

Cara ngitungnya, kamu bisa lihat di ilustrasi ini :




Sumber dari sini



Biar gampang lagi, , saya kasih ilustrasinya untuk satu kali transaksi dan belum punya tagihan apa-apa yah.

Kamu punya kartu kredit Klasik dengan plafond sebesar Rp 7.000.000,-

Misal kamu belanja bulanan di supermarket Rp 1.200.000,-
Bayar pakai kartu kredit.

Nah, yang 1,2 juta ini ngga serta merta dikenakan bunga lho. Sepanjang belum jatuh tempo pembayaran, maka dia dianggap cuma kayak pakai duit temen sebentar aja.

Perhitungan bunga akan jalan jika setelah tanggal jatuh kamu tidak bayar lunas seluruh tagihan, maka sisa tagihan akan dikenakan bunga.

Saya punya tips kece biar kamu bisa belanja pakai kartu kredit, tapi punya waktu panjang untuk melunasinya tanpa kena bunga :


Tipsnya, berbelanjalah di tanggal H+ 1 dari tanggal cetakmu atau tanggal tagihanmu.

Jadi misal tanggal cetak tagihanmu di tanggal 16, maka berbelanjalah di tanggal 17.

Gini alurnya :
  • Kamu belanja tanggal 17 Oktober
  • Belanjaanmu ini baru dimasukkan menjadi billing di tanggal 16 Nopember bulan berikutnya ( kamu udah punya waktu setengah bulan tuh sampai akhir bulan, belum kena bunga )
  • Tanggal 16 Nopember dicetak, masuk ke billing.
  • Karena tgl jatuh tempomu adalh 15 hari setelah tanggal cetak yaitu tgl 30, maka dari tanggal 17 Nopember sampai tanggal 30 Nopember, kamu belum dikenai bunga samsek. Kalau kamu bayar di rentang tanggal ini, maka kamu seolah cuma pinjem duit sama temen aja. Dan ini sih yang paling disaranin. Bayar lunas sebelum jatuh tempo. bayar di rentang ini antara tgl 17 ke tgl 30, biar ga kena bunga.
  • Nah, kalau kamu ngga bayar lunas seluruhnya di tanggal 30 Nopember, maka sisa tagihanmu akan dikenakan bunga.

Saran saya, jangan belanja di tanggal satu hari sebelum tanggal cetak, karena jangka waktumu bakal pendek banget.

Misal nih, kamu belanja di tanggal 15, maka besoknya belanjaanmu itu udah langsung keposting, dicetak di billing jadi tagihan. kamu cuma punya waktu 15 hari ke depan sampai dengan tanggal 30 untuk membayarnya agar tidak kena bunga,

Setelah tanggal 30 maka, tagihanmu bakal ditambahin bunga.



Ngerti kan bedanya .

Kamu boleh bayar langsung semuanya lunas, atau boleh mencicilnya, 

Ada banyak pilihan metode pembayaran. Bisa bulanan, bisa cicilan tetap.

Cicilan tetap.

Keuntungan cicilan tetap, bayaranmu bunganya fixed besarnya selama bulan yang ditentukan, bunganya juga biasanya jauh lebih murah, bahkan ada yang sampai nol persen.

Caranya?

Saat selesai belanja, kamu langsung telfon contact center untuk menjadikan belanjamu cicilan tetap. Cicilan tetap ini biasanya bunganya lebih ringan. Misal yang seharusnya 3 %, bisa jadi kalau diubah jadi cicilan tetap cuma 0.75 %. Jauh banget kan bedanya.

Kalau udah jadi cicilan tetap, maka kamu ya cukup bayar perbulan sejumlah yang ditentukan, ngga bakal berubah. 


Bayar Bulanan

Bisa juga kamu bayar bulanan aja. Kalau bayar bulanan, ada minimalnya, minimal 10 % dari jumlah tagihan.

Misal :  Kamu belanja Rp 1.200.000,- tanggal 1 oktober. tgl tagihanmu tgl 16, dan tgl jatuh tempomu tgl 30 setiap bulannya.

Maka minimal pembayaran sebesar Rp 120.000,-

Tapi bisa juga kamu bayar sebagian dulu misalnya Rp 700.000.
Berarti sisanya Rp 500.000,-

Nah ini, biasanya nasabah mikirnya, berarti bulan depan tagihan dia jadi Rp 500.000 + (3 % x Rp 500.000) = Rp 515.000,-

Padahal ngga gitu itungannya.

Tagihan bulan depan adalah Rp 500.000 + Rp 43.595 = Rp 543.595,-



Perhitungan bunga :
bunga setahun x selisih hari/365 x sisa tagihan
(36%x14/365) x Rp 1.200.000 = Rp 16.570

Nah, jadi diitung selisih harinya dari tanggal cetak. Untuk pembayaran sebelum jatuh tempo, maka bunganya langsung dikurangi.

Jadi jelas kan, kenapa kok kamu merasa, pakai kartu kredit Rp 1.2 juta. udah bayar Rp 120 ribu tiap bulan, kok udah setahun ngga abis juga. Ya itu, karena perhitungan bunganya seperti di atas.

Masih bingung juga?

Atuhlah bayar lunas aja sebelum jatuh tempo, biar ga caek ngitung



Manfaat kartu Kredit

Oke, udah tau gimana cara itung bunganya, setelah kartu diterima, trus bisa digunakan untuk apa aja nih ?

Kartu kredit itu sebenarnya fungsinya ya sama dengan uang tunai, atau dengan dompet kamu. Dompet yang ada isinya, tapi ada maksimalnya yah sejumlah plafond yang diberikan.

Kartu kredit bisa digunakan untuk belanja, bayar tagihan, beli tiket, bayar hotel, apa aja deh sepanjang si merchant punya edc dan nerima kartu kredit ya berarti bisa.

Bisa juga digunakan untuk belanja online, karena ini memang praktis banget.



Praktis banget karena, benar-benar mempermudah mah kalau kata saya. Kita ngga perlu bawa uang segepok di dompet, bisa bayar sesuatu tanpa uang sendiri keluar dulu, alias ditalangi sementara oleh bank. SEMENTARA


Namun, walau praktis dan banyak untungnya,Yang perlu kamu perhatikan adalah Do and Don't dalam menggunakan kartu kredit

DO

Pergunakanlah kartu kredit dengan bijak, hanya saat dibutuhkan saja, dan bukan sebagai kartu untuk hutang.

Bagaimana menggunakan kartu kredit yang bijak?

Saya contohkan beberapa situasi yang kartu kredit bisa menjadi pilihan sebagai alat bayar kita. 

1. Ada program / diskon khusus 

Seperti di Carrefour dan Transmart tuh, kalau pakai KK bank terentu bakal dapat diskon 10 %, nah disini bolehlah dipakai kartu kredit, karena pasti lebih hemat.

Atau saat promo-promo dari maskapai penerbangan.

( Baca : Transit Lounge BRI )

Bagi yang suka wisata kuliner, penawaran diskon dari kartu kredit untuk tempat-tempat makan juga sangat bermanfaat lho, karena bisa dapat diskon sampai 50 persen saat promo tertentu, lumayan kan?. 

Kayak yang sekarang nih, kalau nonton di Cinemaxx, dengan menggunakan kartu kredit BRI, bisa beli 1 gratis 1. nah kayak gini nih gunakan kartu kredit, biar hemat.



2. Pengeluaran yang Akan Diganti 

Contohnya kayak saya, kalau mau berobat, atau imunisasi anak saya, atau periksa kehamilan, ntar biayanya semua akan diganti kantor. Nah daripada saya duluin uang tunai saya, mending saya pakai kartu kredit saja dulu.

Begitu kuitansi saya reimburse ke kantor, dan uang masuk rekening, segera saya lunasi biaya perobatan tadi. 

Jadi sama saja saya tidak mengeluarkan uang kan yah, dan tidak kena bunga juga. 

3. Untuk Deposit 

Contohnya saat lagi jalan-jalan keluar negeri atau luar kota, saat bayar penginapan di hotel kita harus menyerahkan sejumlah deposit tertentu buat bayar kamar. Daripada kita serahkan uang tunai untuk deposit, mending pakai kartu kredit saja.

Uang yang untuk deposit bisa digunakan untuk hal lain, soalnya kalau lagi liburan gitu kan, suka banyak printilan yang perlu uang tunai. 

Demikian juga saat ada keluarga yang mau opname di rumah sakit, biasanya rumah sakit minta deposit kamar terlebih dahulu. Nah daripada serahkan uang tunai mending pakai kartu kredit dulu. 

Di luar itu sih, saya lebih menyarankan penggunaan kartu debet daripada kartu kredit, agar tidak kebablasan saat bertransaksi. Kecuali kamu bener-bener orang yang disiplin, selalu bayar lunas seluruh tagihan sebelum jatuh tempo.


Don't


Kamu ngga perlu apply kartu kredit, kalau keuanganmu pas-pasan

Percayalah saya bukan meremehkan atau under estimate sama penghasilan seseorang.

Tapi kalau gajimu masih pas-pas-an alias setiap bulan ngga ada lebihnya, atau malah minus, lupakan kartu kredit. Perbaiki dulu manajemen keuanganmu.

( Baca : Moms, Ini Lho 11 Tups Mengatur uang Belanja, agar Cukup Sampai akhir Bulan )

Iyes, cukup atau tidak cukupnya penghasilan ngga tergantung dari besarnya gaji, makanya kalaulah gaji juga masih kecil dan pengaturanmu kurang oke, alias selalu habis bahkan kurang, mending ngga usah punya niatan untuk memiliki kartu kredit.

Karena, ngga sedikit orang yang tidak bijak dalam menggunakan kartu kredit dan malah menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Ini sama saja menggali lubang sendiri.


Menganggap Kartu Kredit Sebagai uang tambahan


Ini nyambung dengan yang no 1.

Yup, jangan sekali-kali menganggap plafond di kartu kredit itu sebagai uang atau gaji tambahanmu.

Ingat, kartu kredit itu sejatinya bukan kartu Utang, namun saat menggunakan kartu kredit berarti kamu berpotensi untuk berhutang, kecuali kamu bayar langsung sebelum jatuh tempo (yang mana itu sangat jarang dilakukan orang).

Dan yang namanya hutang di kartu kredit kalau ngga segera dilunasi maka akan semakin banyak dan semakin banyak, karena disana berlaku hukum bunga berbunga.

( Baca : Tentang Kredit )

So sekali lagi, kalau keuanganmu pas-pasan, mending ngga usah pakai kartu kredit.



Membayar Tagihan Minimal Setiap Bulan

Ini juga jangan dilakukan. Kalaupun mau dicicil, 30 persenanlah. Karena kalau bayar minimal, ya kayak ilustrasi saya di atas, kita perasaan udah bayar sejumlah pokok, kok ngga abis-abis.

Usahakan selalu memanfaatkan cicilan tetap, atau kalau bisa bayar lunas.

Kalau bank mah, makin lama kalian bayar makin seneng, makin banyak bunga yang didapat.

Makanya biar penggunaan kartu kredit ngga malah menenggelamkanmu, pergunakan dengan bijak.


Memiliki Banyak Kartu 

Kartu kredit bukan untuk gaya-gayaan sob. jadi ngga ada keren-kerennya mah kalau kamu punya banyak kartu kredit di dompetmu.

Makin banyak punya KK, malah godaan untuk menggunakannya untuk belanja yang ngga manfaat lebih gede. Ntar kamu harus kerja rodi lho untuk melunasi semuanya.



Maksimal 2 aja deh udah cukup.

Saya pribadi, cuma punya satu kartu kredit doang, karena memang fasilitas dari kantor dan penggunaannya dibawah asuhan suami, wahahaha, kalo ngga udah jebol tuh KK.


( Baca : Tentang Profesionalisme Ibu Bekerja )

Nah, gimana, udah dijembrengin nih semua Hal-hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit
Silahkan pikir-pikir dulu sebelum apply.

Kartu kredit itu banyak banget manfaatnya kalau yang memegangnya tahu aturan dan bijak dalam menggunakan.

Tapi bisa jadi musuh dan membuat hidup jadi susah, kalau di tangan orang yang tidak tepat.

Ingat Yah KARTU KREDIT ITU BUKAN KARTU UNTUK BERHUTANG, TAPI ALAT PEMBAYARAN YANG DIKASIH BANK UNTUK DITALANGIN DULUAN.

Jangan salah.

Dan perlu dipahami kartu kredit juga masuk dalam catatan hutang bank indonesia, jadi apabila pernah menunggak, semua bank dapat langsung mengetahui dan efeknya pasti selain reputasi, juga peluang untuk mendapatkan fasilitas pinjaman lain diseluruh lembaga keuangan di indonesia akan semakin tipis...hehe...

(Makasi masukannya Josua :))

Makanya yang punya niatan pengen punya kartu kredit biar bisa utang, saya bilangin mending JANGAN APPLY. Percayalah JANGAN. Ntar kamu bakal terkubur hutang.

Demikianlah Hal-hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit

Silahkan ukur diri masing-masing yah. Ciaaaau











17 comments on "#Banker's Life : Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Kartu Kredit"
  1. Wah, artikelnya sangat baik dan berkualitas mbak windi, penyajiannya juga sistematis tapi tetap mudah dipahami...kartu kredit saat ini sudah menjadi kebutuhan, karena memang banyak sekali manfaatnya, tapi buat temen2 semua ingat, kartu kredit juga masuk dalam catatan hutang bank indonesia, jadi apabila pernah menunggak, semua bank dapat langsung mengetahui dan efeknya pasti selain reputasi, juga peluang unthk mendapatkan fasilitas pinjaman lain diseluruh lembaga keuangan di indonesia akan semakin tipis...hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah makasi Joo atas masukannya. Terharu saya ada orang kantor yang mampir wahahahaha

      Delete
  2. thanyuuu Mak Wind, secara aku belum punya kartu kredit... wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, dibaca-baca dulu, ditimbang-timbang sebelum memutuskan

      Delete
  3. Waaaa maaci Mbak Wind udah dibikinin tulisannya. Aku baru pertama kali punya cc dan sama sih masih agak bingung soal jatuh tempo. Kalau aku tanggal cetak itu tgl 10, nah jatuh tempo tgl 26. Mau nanya deh, kan aku baru banget buka nih, terus udah belanja. Berarti aku bayarnya itu tgl 26 desember kan ya? Karena sampai sekarang belom ada tagihan ahahaha tapi kalau misalnya diwaktu sebelum tanggal cetak udah bayar gitu boleh gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau tgl cetak tgl 10, berarti, ntar baru masuk tagihan di tanggal 10 bulan depan put. Trus sebelum tgl 26 kalau kamu langsung lunasi, kamu ngga kena bunga. Boleh banget bayar sebelum tanggal cetak tagihan :)

      Delete
  4. Oh, gitu ya, Mak. Selama ini aku punya persepsi kalo kartu kredit=kartu hutang hehehe. Jadi menghindari banget sama yang namanya kartu kredit. Khawatirnya macet dan ngga bisa ngelunasi pembayarannya.

    Btw, dari tadi masih kurang paham sama yang tanggal-tanggal itu. Belanja H-1 atau H+1 tanggal cetak, sepertinya bedanya cuma di pencetakan tagihan aja ya? Untuk tanggal jatuh tempo pelunasan sama-sama 15 hari?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makanya kita mikirnya jangan gitu.

      kartu kredit itu untuk mempermudah transaksi. Kalau mikirnya untuk utang, udah deh, ntar ga ada duit pun belanjaaaa aja, yang ada tagihan malah numpuk dan nga kebayar, huhuhu

      Delete
  5. Huuaaah.. Thaaanks ya mba penjelasannya. Aku yg blum punya kk jd makin ngerti.. :D Tertarik buat punya karena kayaknya banyak keuntungan dr mechant2nys ituu.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak keuntungannya karena praktis, apalagi bagi yang suka travelling, berguna banget. Tapi ya itu, mesti hati-hati dan sesuai kebutuhan aja mengunakannya. Jangan sampe merasa punya duit tambahan xixixi

      Delete
  6. Pengen bikin kartu kredit. Kyknya gampang kalau mau bayar online. Tapi blm punya penghasilan buat bikinnya. Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaah, harus punya penghasilan dulu, ntar bayaranya darimana.

      penghasilan ngga harus gaji tetap, hasil usaha juga boleh, tapi dibuktikan dengan bukti transaksi di tabungan misalnya .

      Delete
  7. denger2 klo belum pernah punya cc pas apply pertama kali jarang di approve ya?

    ReplyDelete
  8. makasih mba, udah posting hal sebermanfaat ini. bisa jadi materi buat murid saya juga ini. secara ngajar di jurusan perbankan dan ada materi ttg kartu kredit. selama ini bingung ttg itung2annya soale..

    ReplyDelete
  9. akhirnya menemukan seputar kartu kredit dengan bahasa yang gampang dimengerti ^^ jadi mikir lagi buat aktifin kartu kredit yang udah dipegang sekarang ^^

    ReplyDelete
  10. Hihihihi, saya makai CC juga karena mau manfaatin fasilitas promo2nya mbaaa...
    Sebenarnya banyak manfaatnya kan ya...

    ReplyDelete
  11. Salam kenal Mba Windi... Kebetulan sesama kerja di bank.
    Saya termasuk yang aktif pakai kartu kredit sebagai alat pembayaran nih... Tapi asalkan bisa manage tagihan supaya nggak menggulung kena bunga terus, kartu kredit ini bermanfaat banget. Paling utama sih buat ngejar promo, hehe..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature