Pintar Pintar Resolusi Hijau

Monday, January 26, 2015
Bulan pertama di tahun 2015 sudah hampir berlalu. Bagaimana, sudah mulai belum melaksanakan resolusi-resolusi yang dibuat?. Atau malah tidak punya resolusi apa-apa?. Kalau belum punya resolusi, yuk baca cerita saya dulu, siapa tahu dapat inspirasi.

Kali ini saya mau cerita soal Konservasi Sumber Daya Alam. Biar kita-kita lebih aware nih sama lingkungan.


Apa itu?

Konservasi Sumber Daya Alam adalah suatu upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan suatu sumber daya alam  secara berkesinambungan baik mutu maupun jumlahnya dengan cara perlindungan,penghematan, pengelolaan, maupun pemberdayaan SDA itu secara bijaksana.

Mengapa Konservasi SDA perlu dilakukan ?

Karena Sumber daya alam yang ada, kalau tidak hati-hati dalam pemakaian dan pemanfaatannya lama kelamaan bisa punah dan tidak tersedia lagi di muka bumi.

Kok bisa?

Bisa dong. Kita tahu jumlah penduduk bumi semakin hari semakin bertambah. Dengan bertambahnya manusia tentu kebutuhan untuk bahan pangan pun semakin meningkat. Secara alami, manusia akan berusaha memenuhinya dengan cara memperluas lahan pertanian, membudidayakan ikan,meningkatkan produksi ternak.

Jika hal ini terjadi secara berkesinambungan, bisa dipastikan lahan hutan akan tergerus. Pengurangan areal hutan juga berakibat bertambahnya karbondioksida yang ada di udara, karena kita tahu salah satu fungsi pohon-pohon  adalah untuk menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen. Kalau sudah demikian, keseimbangan lingkungan tentu terganggu.

Dari lautan juga demikian. Penangkapan ikan yang membabi buta, dengan menggunakan bahan peledak tidak saja akan mematikan ikan, tapi juga terumbu karang dan spesies lain yang ada di laut.

Dari ranah peternakan, yang paling menganggu adalah limbah dari kegiatan peternakan. Seperti limbah kotoran sapi yang menghasilkan gas methan. Gas methan ini lebih berbahaya lho dari karbondioksida.

Hal-hal tersebut tentu perlu diantisipasi.

Saat ini telah banyak aktivis –aktivis lingkungan yang aware terhadap isu-isu lingkungan termasuk ancaman perubahan iklim. Salah satunya adalah The Nature Conservacy (TNC) .

TNC adalah sebuah organisasi yang concern dalam hal konservasi SDA. Kalau masih asing, organisasi ini sejenis dengan WWF. Melalui program The Nature Conservacy Program Indonesia, organisasi ini bertujuan untuk melestarikan daratan dan perairan yang menjadi sandaran bagi semua kehidupan.




TNC Fokus di tiga lingkungan utama yaitu bentang darat, bentang laut dan perikanan.

Kalau mau tahu lebih jelas bisa dilihat di websitenya www.nature.or.id.

Nah, sebagai blogger yang peduli dengan lingkungan, saya sudah dari dulu lho ikut berkontribusi dengan gerakan Go Green. Bukan dengan hal-hal besar, tapi hal-hal sederhana yang  bisa saya lakukan.

Caranya dengan menerapkan prinsip PINTAR-PINTAR. Ini nih Pintar-pintarnya saya

1.        Pintar di Rumah

Saya memaakai lampu neon bukan lampu pijar. Karena lampu neon dapat menghemat 500 kg karbon dibanding lampu pijar sepanjang umur bohlam itu digunakan.Pemakaian AC juga seminimal mungkin. Saya menggunakan AC dengan teknologi inverter yang hemat energy. 


Untuk kegiatan mencuci , dulunya saya pakai mesin cuci, tapi sudah setahun terakhir saya pakai jasa tukang cuci saja, disamping menolong orang, hemat listrik juga dan lebih bersih lho. Detergennya pakai yang cair dan yang jenis softergen yang mengandung pelembut. Jadi ngga perlu membilas berkali-kali, hemat air dan hemat di kantong. Biasa, emak-emak.


Pakai Detergen Cair, Hemat Air, ramah lingkungan

Di rumah, saya juga tidak memakai pemanas air. Mandi pakai air dingin saja friends, lebih sehat dan lebih segar. Anak saya Tara yang masih unyu-unyu saja hobinya mandi pakai air dingin. Mandinya juga pakai shower, lebih hemat daripada pakai gayung. Terus biar efisien, kami juga menampung air pakai tandon air, jadi tidak perlu pompa air terus-terusan.



Pakai Tandon dan Pakai Shower Biar Hemat

2.      Pintar Belanja

Pinter belanja is a must. Sejak nikah sampai sekarang saya selalu belanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional atau ngga di kedai-kedai kecil dekat rumah, bukan di supermarket. Yang dibeli juga produk-produk local.

Coba bayangkan, produk-produk impor itu telah melalui perjalanan dengan pesawat dari sisi dunia lain. Bahan bakar pesawat itu merupakan polutan yang lebih berbahaya dari bensin lho. Dan lagipula, belanja di pasar tradisional atau di kedai kecil kita akan mendapat bahan yang masih segar. Kalau barang supermarket apalagi yang impor,  sudah melewati beberapa benua, mengalami proses penyimpanan, pengawetan, dimasukkan ke pendingin, sampai dipajang di rak-rak supermarket baru kemudian masuk ke keranjang belanja kita.


Untuk kebutuhan lain seperti minyak goreng, gula, susu, saya memilih menyiasatinya dengan belanja langsung dalam kemasan besar. Disamping lebih murah, juga sampah dari kemasan yang dihasilkan lebih sedikit. 5 kilo minyak goreng dengan  kemasan seliter-seliter menghasilkan sampah plastic 5 biji. Kalau beli sekalian yang kemasan 5 kg, sampahnya cuma sebiji, bisa dibuat isi ulang lagi. Isi ulangnya beli yang sekalian 2 kilo. Kantung belanja saya bawa sendiri dari rumah, pakai kantong dari kain yang kece badai.


Selalu Beli Dalam Kemasan Besar

Tas Belanja yang Kece Badai


3.    Pintar Berkendara

Kalau bisa gunakan angkutan umum atau naik sepeda atau jalan kaki. Kalau belum bisa, minimal kita tahu cara berkendara yang ramah lingkungan.

Untuk masalah pintar berkendara saya punya tips pintar nih untuk mendukung gerakan Go Green.

Pastikan Ban Kendaraan Penuh

Dalam keadaan ban penuh, jarak tempuh yang bisa dicapai akan semakin jauh untuk penggunaan bahan bakar yang sama,sehingga akan mengurangi emisi karbon karena pembakaran bensin. Hal ini akan menghemat 150 kg karbon dioksida untuk setiap 10.000 mil bekendara.
Rencanakan Rute Perjalanan
Dengan mencoba-coba, saya akhirnya bisa menentukan mana jalur tercepat, minim lampu merah dan tidak terlalu macet. Dengan demikian, saya bisa menghemat BBM dan menghemat CO2 yang dilepas ke udara.
Atur Waktu Yang Cukup
Jarak sudah diketahui, kecepatan bisa diatur, tinggal menyesuaikan dengan waktu berangkat dari rumah. Hal ini penting, karena tanpa stres terlambat, kita akan berkendara dengan tenang, mengerem dengan lembut menghindari kecepatan tinggi dan kesemuanya itu
akan menghemat penggunaan bahan bakar. See tidak luar biasa sekali kan?.
4.      Pintar di Kantor

Hemat kertas dengan menggunakan e-office, jadi semua surat-surat pakai system saja tidak perlu mencetak kalau tidak perlu

Cara lain yang saya lakukan adalah menggunakan kertas bekas dulu saat mencetak surat-surat, terutama untuk kebutuhan internal.

Sehari-hari saya juga bawa bekal ke kantor dan bawa tumbler, jadi tidak bolak-balik beli minuman kemasan. Kebiasaan ini bisa mengurangi timbunan sampah botol plastic dan bungkus makanan.


Bekal Sehat dan Hemat, Ramah Lingkungan

Nah itu dia PINTAR-PINTAR nya saya dalam menjaga lingkungan. Sudah sering didengar kan?.

Di tahun 2015 ini saya beresolusi untuk tetap konsisten melakukan kebiasaan di atas dan aktif mengajak orang untuk ambil bagian. Kalau kamu bagaimana?
 .




60 comments on "Pintar Pintar Resolusi Hijau"
  1. Resolusi hijaunya pintar sekali mak. Yg ngeprin pake kertas bekas dikantor itu juga samaan mak. Aku juga, malah sm teman2 kertas bekas dikantor juga dibikin amplop. Jd msh bisa dimanfaatkan juga buat ngamplopin honor atau thr..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, kertas bekasnya suka aku kumpulin buat coret-coret Tara di rumah hahahha

      Delete
  2. Efisien sekali. Aku juga sudah mempraktekkan untuk mengkonsumsi produk dalam jumlah besar agar mengurangi sampah yang dihasilkan. :)

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, aku udah berusaha melakukan smeua yang ditulis dirimu mak, moga lebih bayak lagi yang ketularan ya mak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah toss dulu mak. iya mak, hal-hal kecil kalau dilakukan berjamaah dampaknya signifikan ya mak

      Delete
  4. Windi emang pinter bikin tulisan. Semoga resolusinya tercapai ya, Win.. :-)

    ReplyDelete
  5. Mantap kakak, bener banget semuanya ^_^

    ReplyDelete
  6. Aku juga sama Mak, gak pernah pake air hangat dan nggak pake AC. Kalau mau belanja juga sudah bawa ransel dari rumah dan kantong-kantong kain kecil sampai orang pasar bengong dan bahkan menganggapku aneh. Tapi aku cuek aja, yang penting aku nggak memperbanyak pemakaian kresek. Di rumah aku juga membiasakan anak-anak memisahkan sampah kering dan sampah basah dan menjadikan sampah basah sebagai kompos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, lebih keren lagi pakai kantong belanja kain. lebih gaya :)

      Delete
  7. Rata2 resolusinya samaan kita mbak :D
    Semoga makin banyak orang yg sadar dan menerapkan resolusi hijau di tahun ini ^^

    ReplyDelete
  8. itu, showernya sama dengan yg di rumah hehe, kalo soal kertas, saya adalah pengumpul kertas berkas di rumah or di kantor, karena sayang banget kertas itu berserakan begitu aja, semoga resolusinya tercapai ya mak

    ReplyDelete
  9. Wah mantab nih mak resolusi hijaunya. Tfs ya mak win

    ReplyDelete
  10. Wah mantab nih mak resolusi hijaunya. Tfs ya mak win

    ReplyDelete
  11. Wah mantab nih mak resolusi hijaunya. Tfs ya mak win

    ReplyDelete
  12. samaaa mak... aku juga pakai tas belanja itu bia=r ngurangin sampah plastik ^^ sukses lombanya mak

    ReplyDelete
  13. pintar yo Mak, aku juga suka belanja sekalian kemasan besar, lebih hemat syalalala

    ReplyDelete
  14. uwaa keren bnaget mak idenya,iya juga ya,kalau pake e office kan g usah pakai print...tfs mak^^

    ReplyDelete
  15. alhamdulillah sudah memulai.. senang juga punya kesamaan go green menyelamatkan bumi sesama blogger

    ReplyDelete
  16. Iya, kalo ban kendaraan penuh jadi cepet jalannya ya, mba win. kalo kantong kain itu aku juga sering pake.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature