PLN Bersih, Untuk Kita Semua

Monday, October 28, 2013


Tidak hanya di bank atau di jalanan, atau di kelurahan,kemungkinan terjadinya praktek suap dan gratifikasi bisa terjadi di institusi manapun, tak terkecuali pada perusahaan pelayanan public. PLN salah satunya.

Saya ingat, beberapa tahun yang lalu saat orangtua saya selesai membangun rumah dan ingin memasang listrik, ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Saat kita ke kantor PLN biasanya petugas akan mengatakan bahwa material tidak tersedia, harus nunggu antrian dan banyak alasan lain yang intinya kita tidak bisa begitu saja memasukkan listrik ke rumah. Karena ribetnya proses pendaftaran untuk memasang listrik di rumah melalui kantor PLN, akhirnya ibu memilih jalan pintas, langsung ke calo yang biasanya adalah petugas PLN sendiri untuk mengurusnya.  Tentu saja dengan biaya yang jauh lebih mahal. Jika biaya normal pemasangan listrik sebesar   maka dengan menggunakan jasa calo tarif membengkak menjadi 3 kali lipatnya.
Tak menunggu lama, listrik pun menyala di rumah mungil kami. Entah darimana material yang tadi katanya lagi kosong tiba-tiba jadi ada.

Lama kelamaan masyarakat jadi enggan untuk berurusan ke kantor PLN,kebanyakan memilih langsung ke calo jika ingin pasang baru, karena lebih cepat dan lebih mudah

Apakah negara dirugikan?

Sebenarnya tidak, karena tarif yang ditetapkan PLN untuk memasang listrik tetap masuk ke perusahaan. Sedangkan sisanya yang memang bukan hak perusahaan masuk ke kantong petugas. Jadi negara tidak dirugikan secara materil,namun secara reputasi PLN tercemari akibat ulah oknum petugasnya. Disini pelangganlah yang telah dirugikan karena membayar lebih dari kewajibannya.

Trus, kenapa PLN dianggap perusahaan dengan korupsi yang lumayan tinggi?

Ya iya, entar si petugas-petugas yang terbiasa menerima suap dan gratifikasi tadi, lama-kelamaan menjadi suatu hal yang dianggap wajar. Maka saat ia memangku jabatan tertentu, bisa-bisa dengan mudahnya ia melakukannya juga. Misalnya saat melakukan pemesanan material atau barang logistic, saat melakukan tender, dia bisa saja memenangkan kontraktor yang memberi penawaran tertinggi yang menguntungkannya ( bukan menguntungkan PLN ). Trus nanti dia merasa sudah berjasa dong, memenangkan tender si kawan, akhirnya ia meminta imbalan, udah disuap di awal nerima gratifikasi lagi. Trus lama-lama, makin biasa, mulai deh naik-naikin tagihan secara tidak wajar. Harga barang A yang seharusnya Rp 1 M misalnya dimark-up jadi dua kali lipatnya. Jadi deh korupsi. Ingat, maling itu ngga terlahir jadi seorang pencuri tapi banyak hal yang mempengaruhi. Selain kebanyakan kalau ditangkap ngakunya karena terpaksa, factor kebiasaan dan pemahaman nilai-nilai moral yang salah pun menjadi pemicunya.

Sebagai perusahaan yang menguasai hidup orang banyak ( listrik boooooo, nggak ada listrik kehidupan bisa lumpuh) PLN memang memegang peranan vital di tengah masyarakat. Gimana ngga?. Setiap rumah pasti memakai peralatan listrik untuk memperlancar kehidupannya. Punya kulkas untuk nyimpen semua makanan, biat ga bolak-balik belanja, mana sempaaaat sekarang ini tiap hari belanja, saya aja belanja seminggu sekali doang. Bayangkan kalau listrik ngga ada atau mati, amu dikemanain tuh ikan-ikan yang membusuk dan sayuran yang layu. Belum lagi stock ASI ibu menyusui ( pengalaman pribadi). Saat listrik mati berja-jam di Medan, saya kerja ngga tenang, itu ASIP ku pagimane maaak?. Susah payah diperah kalau sampai mencair dan ngga bisa diminum, bisa patah hati saya.

Itu baru kulkas, belum AC. Cuaca yang semakin hari semakin panas membuat peralatan elektronik ini luar bisa dibutuhkan. Atau minimal kipas angin deh. Apalagi yang punya baby kayak saya. Begitu mati listrik, halah si Tara yang tadinya tidur nyenyak sontak bangun, nangis kepanasan. Salah saya juga sih, kok dibiasain ber-AC ria dari kecil tapi yah mau gimana lagi, panas gilak.

Trus si papanya Tara tuh hobi banget nonton bapalan atau sepak bola di tivi. Saat mati listrik, euuugh bisa uring-uringan dia.

Sejujurnya  saya pribadi tidak pernah misuh-misuh kalau listrik mati. Buat apa?? Lah emang kalau saya marah-marah listrik bakal nyala gitu?. Nyalahkan petugas PLN, melempari kantornya?

Idiih ngga deh, lah rumah si petugas PLN juga mati kok, kantornya juga mati kok. Dan saya yakin mereka pun pasti tidak mau di rumahnya listrik padam. Dan yang namany pekerja, pasti maunya kerjaannya beres, memuaskan pelanggan, supaya entar kalau pelanggan puas, bayar ngga nunggak, kalau ngga ada yang nunggak, laba cepat tercapai. Kalau laba tercapai atasan puas, syukur-syukur dapat bonus atau minimal naik gajilah. Itu pasti harapan pekerjanya. Sama seperti saya yang juga bekerja di pelayanan publik walaupun perusahaan saya tidak sevital PLN.

Maka saat listrik mati apalagi di hari Sabtu-Minggu, Tara ngamuk kepanasan, si papa uring-uringan karena ga bisa nonton bola dan balapan, saya juga suntuk karena laptop kehabisan batere ngga bisa nulis. Daripada marah ngga jelas dinikmati saja, ambil kunci mobil, capcus jalan-jalan bego. Sambil jalan nyusuin Tara, kena sepoi-sepoi AC mobil Tara pun tidur nyenyak. Si Papa pun bisa nonton di tivi mobil atau ngga ke tempat makan yang pakai genset jadi tetap ngga ketinggalan acara favorit. Balik ke rumah, biasanya listrik udah nyala. Tara dibobokin, tinggal bunda sama papa deh berduaan xixixi. Hati senang tak perlu mengumpat.

Tapi tentu saja, tidak semua orang berfikiran seperti itu. Dan namanya tingkat kesabaran manusia berbeda-beda.

Menyadari hal tersebut, pihak PLN sepertinya mulai berbenah diri. Perusahaan yang belakangan banyak dihujat, dicaci maki, bahkan ditimpukin ini mulai melakukan sesuatu. Demi melakukan perbaikan dan menciptakan budaya kerja yang sehat, khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa serta terhadap pelayanan pelanggan, PLN mulai menerapkan GCG ( Good Corporate Governance) atau gampangnya adalah tata kelola perusahaan yang baik., yaitu dengan mencanangkan PLN bersih.

Bersih dari apa?

Dari praktek suap menyuap, gratifikasi, dan tindak korupsi. Jadi biar kejadian-kejadian di atas ngga terus-menerus menjadi citra buruk PLN. Perusahaan negara gitu lho, dengan asset trilyunan rupiah.

Apalagi dirut PLN Nur Pramudji baru saja mendapatkan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2013 yaitu penghargaan atas upayanya dalam pemberantasan dan mencegah korupsi di perusahaan yang dipimpinnya. BHACA menilai Dirut PLN ini sebagai individu yang tidak korupsi.

Saat dicanangkannya PLN bersih, banyak masyarakat yang mencibir, Apa bisa?????

Saya pun awalnya demikian. Dan beberapa waktu yang lalu saya membuktikan salah satunya

Kebetulan adik saya baru selesai membangun rumah. Jadi ia mau mendaftar di PLN untuk memasukkan listrik ke rumahnya. Saya menemani adik saya itu ke kantor PLN deket rumah ( PLN Medan). Saat kami mendaftar, eh ternyata ngga bisa dilayani sama petugasnya. Kata si mba-mba cantik disana, sekarang kalau mau pasang lstrik baru, pelanggan bisa langsung menghubungi nomor telepon 123 dan mendaftar secara online.

Line Telepon Gratis untuk Pelanggan di Kantor PLN Medan 
Sama si mba, kami ditunjukkan telepon yang tersedia di dalam hall kantor tersebut. Katanya gratis untuk pelanggannya.

Begini prosedurnya:
  1. Telepon ke 123
  2. Pilih no 3, untuk pemasangan baru atau tambah daya
  3. Ntar ada mba-mba yg bicara, kita ditanya-tanya, dijelasin dulu ini itunya
  4. Trus ntar kita dapat no agenda dan nomor regristrasi
  5. Nomor regristasi tersebut kita bawa ke bank
  6. Bayar deh uang pemasangan baru di bank yang ditunjuk. Saat ini ada BRI,Bukoppin, kantor pos dan loket-loket pembayaran, malah bisa melalui ATM BRI Looo (sekalian promosi )
  7. Dapat slipnya, balik aja langsung ke rumah, ngga usah nungguin banknya tutup J)
  8. Udah gitu tinggal nunggu di rumah, dalam beberapa hari akan ada petugas yang datang
  9. Listrik bakal terpasang di rumah kita
  10. Ingaaat jangan ngasih tips sama si petugas , itu yang dipesankan si mba tadi sebelum mengakhiri pembicaraan
Komputer, jika pelanggan ingin mengakses website PLN
Ngga pake calo-caloan, ngga ada bayar apa-apa lagi. Karena semua kan sudah kita bayar di bank. Semua uang masuk ke negara, ngga ke oknum-oknum tak bertanggung jawab lagi. Ngga ada kesempatan suap menyuap atau gratifikasi. Kalau mau ngucapin terima kasih sama si abang yang masaingin listriknya, boleh lah ngasi segelas sirup dingin sama cemilan ringan.

Katanya sih dengan line telepon 123 yang disediakan PLN untuk pelanggan ini diharapkan dapat mengurangi interaksi pelanggan dengan para petugas yang dulu-dulunya terindikasi menjadi tempat tumbuh suburnya praktek suap,gratifikasi maupun korupsi secara langsung maupun tidak langsung.

Jadi sekarang pelanggan benar-benar membayar hanya sesuai kewajibannya saja. Hmmmm oke juga programnya.

Untuk lebih mantap lagi, PLN kini bekerjasama dengan TII (Transparency International Indonesia ) yang akan mengawasinya berjalannya PLN bersih ini.  Kerjasama ini bertujuan untuk lebih memastikan bahwa PLN dalam menjalankan usahanya menyediakan listrik bagi masyarakat luas dengan bersungguh-sungguh menerapkan praktek GCG dan anti korupsi.

Untuk itu, PLN membangun sebuah sistem yang berlandaskan empat pilar utama yang dikenal dengan PITA. Enak banget kan diingat PITA, yaitu Partisipasi, Integritas, Transparasi, dan Akuntabilitas.

PARTISIPASI

Seluruh pegawai PLN dan stakeholder yaitu masyarakat pada umumnya dan pelanggan pada khususnya,berpartisipasi dalam berkomitmen untuk menjalankan dan mendukung program PLN bersih. Dalam hal ini PLN telah melakukan deklarasi collective Action yang merupakan komitmen bersama antara PLN,vendor dan public untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

INTEGRITAS

Integritas itu bisa berarti kejujuran dan itikad dari pegawai PLN sendiri dalam melaksanakan program PLN bersih

TRANSPARANSI

Atau keterbukaan, dilakukan PLN baik dalam hal informasi maupun sikap responsive terhadap pelanggan. Salah satunya dengan website PLN yang bisa diakses siapapun yang ingin mengetahui tentang kabar-kabar dan agenda dari PLN

AKUNTABILITAS

Mencakup sikap responsive pegawai PLN terhadap setiap keluhan pelanggan. Salah satunya dengan menyediakan line telepon 123 yang bisa diakses masyarakat umum. Setiap saat jika dibutuhkan masyarakat dan pelanggan bisa langsung mengungkapkan uneg-unegnya tanpa dibatasi. Dan setiap telepon yang masuk akan mendapat nomor agenda untuk ditindaklanjuti segera. PLN juga mengimplementasikan wishtle blower system dan program pengendalian gratifikas

Mau melaporkan pelanggaran?

bisa mengirimkannya ke plnbersih123@gmail.com atau PO Box 6043 GN JKS 12120.
Bagi Pelapor yang laporannya benar dan dapat ditindaklanjuti serta bersedia membuka  identitasnya kepada Direksi, akan diberikan insentif yang menarik

Keempat pilar yang dicanangkan PLN tersebut menurut saya sangat bagus jika memang benar-benar bisa diterapkan. Namun ada satu pilar lagi yang sebaiknya ditambahkan PLN. Karena PITA tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari SDM yang mumpuni. Dan secara naluriah pegawai akan lebih bersemangat jika ada reward and punishment yang jelas sebagai rangsangan mereka untuk bekerja lebih baik lagi.

Mungkin PLN bisa menambahkan dengan pilar Responsibility sebagai bentuk tanggung jawab seluruh pegawai untuk mensukseskan PLN bersih dan juga PENGHARGAAN TERHADAP SDM.

PENGHARGAAN TERHADAP SDM

Bisa diimplementasikan dalam bentuk penilain kinerja tahunan. Dimana ada parameter yang jelas untuk mengukur kinerja masing-masing pegawai. Mencakup berbagai aspek, termasuk aspek finasial dalam hal pencapaian target dan laba, aspek pelayanan terhadap pelanggan, integritas,responsibility terkait dengan tekad PLN bersih.

Nantinya penilaian tersebut akan berpengaruh terhadap insentif pegawai jika PLN mencapai laba atau sebagai penambah dalam perhitungan kenaikan gaji. Jadi tidak sama antara pegawai yang bekerja baik dan bersih dengan pegawai yang bekerja seadanya saja.

Akhirnya, sebagai perusahaan listrik negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, apa yang telah diusahakan PLN ini akan sia-sia jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat umum. Jika kita ingin PLN bersih sukses yang nantinya tentu akan berimbas langsung kepada kualitas pelayanan PLN terhadap pelanggan, termasuk tercukupinya pasokan listrik di tiap daerah, kita harus mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung.

Caranya?

  1. Minimal dengan tidak buru-buru pesimis. Beri kesempatan kepada PLN untuk membuktikan kesungguhannya.
  2. Dengan tidak berupaya melakukan suap atau gratifikasi lagi dengan alasan apapun termasuk biar cepat dilayani.
  3. Melaporkan jika masih ada oknum-oknum yang melakukan praktek-praktek suap, gratifikasi maupun korupsi melalui whistle blower
Dukungan Blogger?

Sebagai seorang blogger yang biasa mengaktualisasikan diri melalui tulisan dan dunia maya. Saya pun turut mendukung PLN bersih dengan cara turut mensosialisasikan apa-apa saja yang menjadi target dan tekad PLN. Dengan dukungan para blogger tentu saja informasi terkait berita-berita PLNwww.pln.co.id dapat lebih cepat sampai di masyarakat karena blogger menulis dengan cara yang lebih membumi dan dengan bahasa sehari-hari. Dukungan blogger juga bermanfaat untuk memonitor pelaksaan PLN bersih, karena apa yang terjadi di lapangan sangat cepat bisa terupdate di sebuah blog ( hati-hati nih PLN )

Ayo Kita Dukung PLN Bersih untuk kepentingan kita bersama.

PLN Bersih, Masyarakat Peduli,Listrik Tercukupi,Negara Sejahtera



13 comments on "PLN Bersih, Untuk Kita Semua"
  1. Keren Wind bahasannya. Saya jd tau apa itu gratifikasi :D Semoga menang ya. Eh ada beberapa kata yang typo tuh masih bisa diedit kan ya?

    ReplyDelete
  2. hallo .. saya dari jateng grobogan di kecamatan tegowanu(area unit pln Tegowanu Jateng). sudah sebulan ini permohonan saya belum di tindak lanjutkan setelah kami bayar lewat bank yang yang di tunjuk. di survey sudah, itu satu hari sesudah pembayaran. dengan nomer Reg 5230812033469. terimakasih kepada semua ... Sukses Indonesia

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature