Metropolis

Wednesday, November 7, 2012

Buku ini sudah lama menghuni lemari saya. Entah kenapa kemarin saya tergerak untuk membacanya kembali. Memang saya punya kebiasaan agak aneh, suka membaca satu buku berulang-ulang. Dan kebiasaan itu menjadi paramater saya dalam menetapkan buku tersebut layak atau tidak saya rekomendasikan ke orang lain.

Melihat cover buku ini, sudah jelas ini novel tentang pembunuhan. Menurut saya covernya sangat unik, seperti lembaran koran lusuh yang penuh misteri. Apalagi ada bercak darah yang mengotorinya.

Membaca novel ini saya seperti menonton sebuah film detektif karena deskripsi yang begitu detail tentang susasana, aroma, tempat dan semua hal yang berhubungan dengan kejadian pembunuhan. Kalau pernah baca Sidney Sheldon kira-kira seperti itulah alur yang disajikan si penulis. Dimana kita dibawa serta untuk mencari siapa di balik semua peristiwa yang terjadi, apa motifnya, dan begitu penasaran dengan ending yang sudah pasti tidak akan pernah bisa kita duga.

Cerita di awali dengan kematian Leo Saada,  seorang pemimpin Geng Mafia narkotika di Jakarta. Adalah Agusta Bram, seorang polisi yang bertugas di Sat Reserse Narkotika yang menangani kasus tersebut. Pembunuhan ini bukan pembunuhan biasa, tapi pembunuhan berantai yang menghabisi satu demi satu pemimpin Sindikat 12- Penguasa bisnis Narkotika terbesar yang menguasai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sindikat 12 terbentuk karena penghianatan yang dilakukan kepada seorang pemimpin geng penguasa sebelumnya bernama Frans AL. Seluruh keluarga Frans dihabisi di malam yang naas oleh 12 pemimpin sindikat tersebut. Namun tapa mereka sadari seorang putra Frans Al, bernama Johan berhasil selamat dan dilarikan ke Kanada oleh seorang perempuan bernama Aretha yang tak lain adalah si dewi penyihir yang selama ini bertugas menjadi agen pencuci uang hasil transaksi narkotik. 

Pembunuhan ini memiliki pola tertentu yang hanya diketahui si pembunuh. Tugas Bram lah menemukan pola tersebut untuk mengetahui siapa korban berikutnya.  Namun ada yang menarik, di setiap pemakaman dan TKP selalu muncul seorang perempuan misterius yang belakangan diketahui bernama Miaa. Siapa sebenarnya Miaa? , apa hubungan dirinya dengan pembunuhan tersebut.

Tak cukup dengan pertanyaan tentang Miaa, Bram  harus berhadapan dengan bos nya sendiri, Burhan Kasat Reserse Narkotika yang merupakan musuh bebuyutannya. 

Pembunuhan demi pembunuhan berlangsung mulus dan sesuai dengan rencana, sampai ketika calon korban tersisa dua orang, Blur dan Sohx . Blur yang merupakan penguasa wilayah 6 adalah sosok misterius yang selama ini tidak diketahui identitasnya. Naas bagi si pembunuh , saat akan menghabisi nyawa Blur ternyata  ia sudah didahului orang lain. Berakhirlah juga nyawanya disitu dengan tubuh yang terpotong 12, seperti kebiasaan sindikat 12 selama ini. Siapakah yang membunuh Blur sebelumnya ?.

Intrik demi intrik mewarnai isi novel ini. Dengan latar perseteruan antar geng yang didasarkan perebutan kekuasaan wilayah pemasaran narkotika membuat novel ini menjadi novel yang sangat tidak biasa. Dunia gelap, pencucian uang, dan kekotoran-kekotoran yang terjadi di tubuh polisi diungkap secara apik disini. Bagaimana suatu bukti kejahatan bisa ditukar dengan informasi yang lebih bernilai besar membuat saya mengerti dan berprasangka seperti itulah mungkin kenyataan di negeri kita mengapa banyak kejahatan yang susah diungkap. karena ada jual beli dan tawar menawar kasus.

Berhasilkah Bram menguak kasus pembunuhan ini? dan berhasilkah rencana si pembunuh untuk menghabisi seluruh pemimpin sindikat 12?.

Novel ini merupakan salah satu novel karya anak bangsa yang membuat saya mengacungkan ke empat jempol saya . benar-benar luar biasa. Novel kriminalitas yang cerdas dengan bumbu roman di dalamnya. Windry berhasil menyajikannya dengan utuh, seru, menegangkan dan mencengangkan.

Judul                      Metropolis
No ISBN                 9789790257146
Penulis                   Windry Ramadhina
Penerbit                 Grasindo
Terbit                     April-2009
Jumlah halaman       331
Katgory                   Mistery-Thriller



34 comments on "Metropolis"
  1. pinjeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemmmm!!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiiih, gimana minjeminnya. ongkos kirim PP lebih mahal dari harga bukunya :))

      Delete
  2. Bongkar-pasang lemari itu menyenangkan mba :))

    Salam Minggu Pagi

    ReplyDelete
  3. Wah..., boleh juga nih novel, covernya juga keren; jadi pengen membacanya secara lansung novel yang detail ini....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga senang yah main kesini :)

Custom Post Signature